• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

35

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini peneliti akan menjelaskan mengenai hasil dari penelitian dan pembahasan tentang analisis wacana kritis dalam artikel berita @detikcom mengenai pemberitaan cawapres yang diupload atau diberitakan pada tanggal 10 Agustus 2018. Peneliti hanya mengambil dua berita, masing – masing satu berita baik untuk pemberitaan cawapres dari Joko Widodo maupun cawapres dari Prabowo Subianto. Diambilnya data dua berita tersebut berdasarkan jumlah retweet terbanyak yang ada di Twitter melalui akun @detikcom.

4.1 Gambaran Umum Detikcom

Pada sub bab ini akan membahas tentang sejarah berdirinya @detik.com, kemudian struktur keredaksian @detikcom dan situs-situs pada portal berita @detikcom juga profil visual @detikcom.

Gambar 13 Logo @detikcom

Sumber : https://www.detik.com/

4.1.1 Sejarah Berdiri Situs Berita Detikcom

Server @detikcom sebenarnya sudah siap diakses pada 30 Mei 1998, namun mulai online dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Tanggal 9 Juli itu akhirnya ditetapkan sebagai hari lahir @detikcom yang didirikan Budiono Darsono (eks wartawan DeTik), Yayan Sopyan eks wartawan detik, Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo), dan Didi Nugrahadi. Semula peliputan utama detik.com terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik reda dan ekonomi mulai membaik, detik.com memutuskan untuk juga melampirkan berita hiburan, dan olahraga. Dari situlah kemudian tercetus keinginan untuk

(2)

36 membangun detik.com yang update-nya tidak lagi menggunakan karakteristik media cetak yang harian, mingguan, dan bulanan. Yang dijual detik.com adalah breaking news. Dengan bertumpu pada vivid description macam ini detik.com melesat sebagai situs informasi digital paling populer di kalangan users internet.

Kisah awal media Detik ini menjadikan internet sebagai basis pemberitaan, berawal dari kisah pahit yang dialaminya. Ketika pada masa Orde Baru, media ini muncul dalam format sebagai majalah mingguan yang mengupas masalah politik sebagai pokok bahasan. Namun, kekuatan Orde Baru yang sangat ketat mengawasi pemberitaan di media massa, memaksa majalah tersebut menyudahi kiprahnya untuk terbit dalam format majalah. Hal ini karena Detik dianggap terlalu keras dalam pemberitaannya yang dianggap menyerang penguasa saat itu. Sehingga, dengan keputusan Menteri Penerangan saat itu, majalah Detik bersama Tempo dan forum harus dicabut surat Ijin Usaha Penerbitan yang merupakan surat ijin usaha media massa. 4.1.2 Visi dan Misi @detikcom

a. Visi @detikcom

Menjadi tujuan utama orang Indonesia untuk mendapatkan konten dan layanan digital, baik melalui internet maupun selular/ mobile.

b. Misi @detikcom

 Memiliki komitmen tinggi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan.

 Memberikan kesejahteraan kepada karyawan dan menjadi tempat yang baik untuk berkarier.

 Memberikan hasil optimal yang berkesinambungan bagi pemegang saham. 4.1.3 Nilai @detikcom

 Cepat dan Akurat  Kreatif dan Inovatif  Integritas

 Kerjasama  Independen

(3)

37 4.1.4 Struktur Manajemen @detikcom

Komisaris Utama: Drs Raden Suroyo Bimantoro Wakil Komisaris Utama: Zainal Rahman

Komisaris:

1. Sutrisno Iwantono 2. Calvin Lukmantara

Direktur Utama: Budiono Darsono

Direktur Sales dan Marketing: Nur Wahyuni Sulistiowati Direktur Entertainment : -

Direktur IT: -

Direktur Keuangan dan HRD: Warnedy 4.1.5 Situs-situs @detikcom

 @detikcom merupakan portal kepada situs-situs:

 @detiknews (news.detik.com) Berisi informasi berita politik-peristiwa  @detikfinance (finance.detik.com) Memuat berita ekonomi dan keuangan  @detikfood (food.detik.com) Informasi tentang resep makanan dan kuliner  @detikhot (hot.detik.com) Berisi info gosip artis/selebriti dan infotainment  @detiki-net (inet.detik.com) Memuat informasi teknologi informasi

 @detiksport (sport.detik.com) Berisi info olahraga termasuk sepakbola  @detikhealth (health.detik.com) Memuat info dan artikel kesehatan

 @detiktv (tv.detik.com) Memuat info mengenai berisi berita video (tv berita)  @detikfoto (foto.detik.com) Yang memuat berita Foto

 @detikoto (oto.detik.com) Memuat informasi mengenai otomotif

 @detiktravel (travel.detik.com) Memuat informasi tentang liburan dan pariwisata  @detiksurabaya (surabaya.detik.com) Info Surabaya dan Provinsi Jawa Timur

 @detikbandung (bandung.detik.com) Informasi tentang Bandung dan Provinsi Jawa Barat

(4)

38  @detikforum (forum.detik.com) Tempat diskusi online antar komunitas pengguna

@detikcom

 Blogdetik (blog.detik.com) Tempat pengakses mengisi info atau artikel, foto, video di halaman

 Blog pribadi wolipop (wolipop.detik.com) Berisi informasi tentang wanita dan gaya hidup

 TanyaSaja (tanyasaja.detik.com) Tempat para pengakses bertanya jawab mengenai hal apa pun

 @detikmap (map.detik.com) Semacam alat/tool untuk melihat Peta lokasi IklanBaris  (iklanbaris.detik.com) Berisi Iklan yang langsung diisi konsumen MyTRANS

 (www.mytrans.com) Live Streaming Trans TV dan Trans7, serta video program-program acara Trans TV dan Trans7  Harian @detik (harian.detik.com) Berisi berita dalam bentuk koran digital yang

diterbitkan 2x sehari pada pukul 06:00 WIB & 16:00 WIB (untuk edisi akhir pekan terbit 1x sehari pada pukul 06:00 WIB)

4.2 Gambaran Umum Dua Berita @detikcom Dengan Retweet Tebanyak

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019, masa pendaftaran berlangsung dari tanggal 4 Agustus 2019 hingga 10 Agustus 2019, artinya masing – masing partai politik maupun calon presiden diberi kesempatan selama 7 hari untuk mempersiapkan strategi politiknya. Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah dua nama terkuat yang di gadang – gadang oleh masyarakat untuk menjadi calon presiden, mereka bertarung dalam politik sejak Pemilu tahun 2014, dan di tahun 2019 ini mereka dipertemukan kembalikan dalam kontes demokrasi Indonesia. Sempat beredar di masyarakat akan adanya poros ke tiga, namun hal itu tidak jadi.

Dalam hari - hari pendaftaran presiden di KPU tersebut Joko Widodo dan Prabowo Subianto belum menentukan sikap, siapa yang akan mendampingi mereka untuk menjadi wakil presiden. Dan pada saat itu juga banyak masyarakat yang menanti siapa tokoh yang akan dipilih oleh masing – masing calon presiden dengan cara mengikuti berita – berita yang ada di media sosial khususnya Twitter. Peneliti memilih akun berita @detikcom dikarenakan saat ini

(5)

39 @detikcom menjadi barometer perkembangan berita di Indonesia, berdasarkan peringkat yang dirilis Alexa, @detikcom menempati sebagai situs nomor 9 paling sering dikunjungi di Indonesia, dan peringakat 316 secara global. Alexa Top 10 Sites di Indonesia diantaranya : 1. Google 2. Facebook 3. Blogspot 4. Youtube 5. Yahoo 6. Google 7. Kaskus 8. Wordpress 9. Detik 10. Twitter

Pada tanggal 9 Agustus 2019, kedua calon presiden masing – masing mengumumkan calon presidennya, dan hal itu langsung diliput oleh media. Peneliti mengampil objek penelitian dengan mengambil data dari berita yang di upload oleh @detikcom di Twitter dengan retweet terbanyak selama 7 hari tersebut. Dari hasil pencarian data ditemukan 2 berita, masing – masing satu berita untuk satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Di antaranya sebagai berikut

Gambar 14

Berita mengenai Joko Widodo deklarasi Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya Sumber : https://twitter.com/detikcom/status/1027516879483494401

Dengan jumlah retweet 1645, berita tersebut yang akan menjadi bahan penelitian peneliti, dengan membahas secara rinci menggunakan analisis wacana kritis model Van Dijk mengenai teks yang ada di dalam berita tersebut, baik itu dari judul maupun dari isi beritanya.

(6)

40 Gambar 15

Berita mengenai Sandiaga Uno yang akan mundur dari wagub DKI Sumber : https://twitter.com/detikcom/status/1027402634875920385

Dengan jumlah retweet 1004, berita tersebut yang akan menjadi bahan penelitian peneliti, dengan membahas secara rinci menggunakan analisis wacana kritis model Van Dijk mengenai teks yang ada di dalam berita tersebut, baik itu dari judul maupun dari isi beritanya.

(7)

41 4.3 Berita Pemberitaan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno

Gerindra: Sandiaga Mundur dari Wagub

DKI Besok Pagi

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno telah mengurus dokumen persyaratan maju Pilpres 2019 mendampingi Prabowo Subianto. Sandi akan mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta besok pagi.

"Besok pagi kayaknya," ujar Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik, Kamis (9/8/2018). Pernyataan Taufik menjawab pertanyaan kapan Sandi mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta.

Taufik diisukan jadi pengganti Sandi di jajaran Pemprov DKI Jakarta. Taufik hanya menjawab normatif saat dimintai konfirmasi mengenai isu itu.

(8)

42 Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan Wakil Ketua DPRD M Taufik.

(Fida/detikcom)j

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga sudah mengajukan surat keterangan tidak pailit ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Iya barusan Sandiaga (mengajukan). Sudah ada tiga orang yang ajukan, Jokowi, Prabowo, Sandiaga," kata pejabat Humas PN Jakpus Jalamudin Samosir kepada detikcom hari ini.

(9)

43 4.3.1 Analisis Pemberitaan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di Twitter Melalui Akun Detikcom Yang Ditinjau Dari Unsur Teks Yang Diantaranya Terdiri Dari Struktur Makro, Superstruktur, Struktur Mikro.

Tabel 4.4

Analisis Elemen Struktur Berita Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di Twitter Melalui Akun Detikcom Struktur Wacana Elemen Yang Diamati Temuan Struktur Makro Tematik (Topik)

 Gerindra: Sandiaga Mundur dari Wagub DKI Besok Pagi Tema yang diangkat pada berita yang di publish oleh Detikcom adalah keputusan Sandiaga Uno yang ingin mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta untuk mendampingi Prabowo Subianto menjadi cawapresnya.

Super- struktur

Skematik (Alur)

 Pada tahap awal isi berita, yang dituliskan pada paragraph pertama dan kalimat pertama, dituliskan

“Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno telah mengurus dokumen persyaratan maju Pilpres 2019 mendampingi Prabowo Subianto”

Informasi tersebut menjelaskan bahwa Sandiaga Uno telah mengurus dokumen persyaratan untuk maju di Pilpres 2019.  Dan diterangkan juga sesuai dengan kalimat kedua pada

paragraf pertama bahwa,

“Sandi akan mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta besok pagi”

(10)

44 Sandiaga Uno dipastikan akan mundur dari jabatan Gubernur DKI Jakarta pada besok pagi. Hal tersebut di jelaskan oleh M Taufik yang merupakan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, bahwa Sandiaga Uno akan mengundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta.

 Tahap selanjutnya, pada bagian paragraph kedua pada kalimat pertama dituliskan,

“Besok pagi kayaknya. Ujar Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Kamis (9/8/2018).”

Kalimat diatas menjelaskan mengenai waktu kapan Sandiaga Uno akan mundur dari jabatan wagub DKI Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh M Taufik pada hari Kamis tanggal 9 Agustus 2018, dapat diartikan bahwa Sandiaga Uno akan mundur dari jabatan wagub DKI Jakarta pada Jum’at pagi tanggal 10 Agustus 2018, dimana hari tersebut merupakan hari terakhir pendaftaran capres dan cawapres.

 Pada kalimat berikutnya dibagian kalimat kedua paragrapf kedua dituliskan,

“Pernyataan Taufik menjawab kapan Sandi mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta.”

Kalimat tersebut merupakan tambahan informasi guna memperkuat kalimat sebelumnya mengenai pernyataan M Taufik.

(11)

45 “Taufik diisukan jadi pengganti Sandi di jajaran Pemprov DKI Jakarta.”

 Selanjutnya pada bagian kalimat kedua dituliskan bahwa, “Taufik hanya menjawab normatif saat dimintai konfirmasi mengenai isu itu.”

Penulis berita memberikan informasi baru, baru disini diartikan bahwa informasi tersebut bukan informasi utama namun informasi tambahan. Dijelaskan oleh penulis berita pada kalimat sebelumnya yang menjadi informasi utama berita tersebut adalah Sandiaga Uno yang akan mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta, sehingga jika dikaitkan dengan isu M Taufik yang akan menggantikan Sandiaga Uno di kursi jabatan Wagub DKI Jakarta maka informasi tersebut merupakan informasi tambahan.

Dan saat ditanyai hal tersebut M Taufik menanggapinya yang ditulis pada paragraph ke empat dengan satu kalimat,

“Sesuai UU pengisian jabatan,wagub diusulkan oleh partai pengusung dipilih DPRD, sebutnya.”

Dengan jawaban tersebut M Taufik sendiri belum bisa memastikan dirinya untuk menggantikan Sandiaga Uno di Wagub DKI Jakarta mendampingi Anis Baswedan, M Taufik memberikan hak sepenuhnya kepada Undang – Undang yang berlaku dan sesuai dengan usulan keputusan partai pengusung yang dipilih oleh DPRD.

(12)

46  Pada akhir paragraf kelima dituliskan bahwa,

“Sebelumnya diberitakan. Sandiaga Sudah mengajukan surat keterangan tidak pailit ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.”

Informasi tersebut merupakan pemberitahuan kepada masyarakat yang membaca berita sekaligus untuk memperkuat informasi dari topik utama, bahwa Sandiaga Uno “sebelumnya” sudah mengurus surat keterangan tidak pailit. Dimana surat tesebut merupakan salah satu berkas persyaratan untuk mendaftarkan sebagai capres maupun cawapres di KPU.

 Pada paragraph ke enam atau diakhir penulisan berita, penulis menambahkan informasi mengenai Sandiaga Uno yang telah mengurus surat keterangan tidak pailit, hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Jalamudin Samosir yang merupakan pejabat Humas PN Jakarta Pusat.

“Iya barusan Sandiaga (mengajukan). Sudah ada tiga orang yang ajukan. Jokowi, Prabowo, Sandiaga. Kata pejabat Humas PN Jakpus Jalamudin Samosir kepada detikcom hari ini”

Struktur Mikro

Semantik (Latar)

 Hal pertama yang muncul sebagai latar adalah informasi bahwa Sandiaga Uno akan maju di pilpres 2019 dengan mengurus dokumen – dokumen sebagai persyaratan, tidak sampai disitu yang menjadi poin pentingnya adalah Sandiaga Uno akan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur

(13)

47 DKI Jakarta. Informasi – informasi tersebut didukung oleh pernyataan dari M Taufik yang merupakan Wakil Ketua DPRD Jakarta.

 Latar berikutnya adalah munculnya isu yang memberitakan bahwa M Taufik akan menggantikan Sandiaga Uno menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Namun M Taufik sendiri menyerahkan semuanya sesuai dengan Undang – Undang yang berlaku.

 Latar terakhir yaitu berita dan penjelasan dari Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, bahwa sudah ada tiga orang yang sudah mengajukan surat tidak pailit sebagai salah satu persyaratan untuk maju di pemilihan presiden 2019, salah satu orang tersebut adalah Sandiaga Uno.

Semantik (Detail)

 Elemen detail yang dimunculkan dalam berita tersebut ada tiga hal namun tidak dibahas terlalu dalam, yang pertama adalah sikap Sandiaga Uno yang akan maju di pilpres 2019 dengan kemungkinan menjadi cawapresnya Prabowo Subianto dikarenakan satu partai. Kemudian isu M Taufik yang akan menggantikan Sandiaga Uno menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, dan terakhir adalah informasi bahwa Sandiaga Uno sudah mengajukan surat keterangan tidak pailit di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sintaksis (Bentuk Kalimat)

Bentuk kalimat berhubungan dengan car berpikir logis, yaitu prinsip logika. Logika tersebut jika dijelaskan ke dalam bahasa menjadi susunan subjek yang menerangkan dan predikat yang di terangkan. Dalam kalimat yang berstuktur aktif seseorang menjadi subjek dari penyataan, sedangkan dalam kalimat pasif seseorang menjadi objek dari pernyataan.  Terdapat 4 kalimat aktif pada berita tersebut

Paragraf 1 kalimat 1

(14)

48 Uno telah mengurus dokumen persyaratan maju Pilpres 2019 mendampingi Prabowo Subianto”

Paragraf 2 kalimat 2

“Pernyataan Taufik menjawab pertanyaan kapan Sandi mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta”

Paragraf 3 kalimat 2

“Taufik hanya menjawab normatif saat dimintai konfirmasi mengenai isu itu”

Paragraf 5 kalimat 2

“Sandiaga sudah mengajukansurat keterangan tidak pailit ke Pengadilan Jakarta Pusat.”

 Terdapat 2 kalimat pasif pada berita tersebut Paragraf 3 kalimat pertama

“Taufik diisukan jadi pengganti Sandi di jajaran pemprov DKI Jakarta”

Paragraf 4 kalimat pertama

“wagub diusulkan oleh partai pengusung dipilih DPRD.”

Sintaksis (Koherensi)

Kata hubung yang digunakan dalam berita tersebut yaitu kata hubung “dari” ,“oleh”, “ke”, serta kata hubung “kepada”

“Sandiaga akan mundur dari jabatan….”

“wagub diusulkan oleh partai pengusung….”

“surat keterangan tidak pailit ke Pengadilan….” “Jalamudin Samosir kepada detikcom hari ini.”

(15)

49 Sintaksis

(Kata Ganti)

 Peneliti menemukan kata ganti yang digunakan oleh penulis berita, kata tersebut adalah “mundur”. Kalimat tersebut dituliskan dalam judul berita, bahwa Sandiaga Uno akan mundur dari Wagub DKI Jakarta, kalimat “mundur’ sendiri bisa menggambarkan bahwa Sandiaga Uno akan “berhenti” dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sitilistik (Leksikon)

 Penggunaan kata “Normatif” dalam KBBI memiliki arti berpegang teguh pada norma, aturan dan ketentuan – ketentuan yang berlaku.

“Taufik hanya menjawab normatif saat dimintai konfirmasi…”

 Penggunaan kata “isu” dalam KBBI memiliki arti masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi)

“Taufik diisukan jadi pengganti Sandi dijajaran Pemprov DKI Jakarta. Taufik hanya mnejawab normative saat dimintai konfirmasi mengenai isu itu.”

 Penggunaan kata “Pailit” dalam KBBI memiliki arti keadaan atau kondisi seseorang atau badan hukum yang tidak mampu lagi membayar kewajibannya ( dalam hal hutang – hutang ) kepada si piutang

“Sandiaga sudah mengajukan surat keterangan tidak pailit…”

(16)

50 Retoris

(Grafis)

namun pada berita tersebut kedua foto yang disertakan dalam berita bukan merupakan foto saat wawancara mengenai pemberitaan topik tersebut, melainkan foto yang sudah lama yang dihubungkan dengan informasi pemberitaan. Foto yang pertama merupakan Sandiaga Uno sendiri yang terdapat di bawah judul berita,

Kemudian foto kedua terdapat pada tengah – tengah teks, dimana sebelumnya terdapat informasi mengenai M Taufik yang akan menggantikan Sandiaga Uno, berikut merupakan foto Sandiaga Uno dengan M Taufik yang menegaskan berita tersebut terkait dengan mereka berdua.

(17)

51 Retoris

(Metafora)

Dalam berita tersebut peneliti tidak menemukan kalimat dengan gaya bahasa yang membandingkan sesuatu dengan yang lain..

4.4 Berita Deklarasi Jokowi Mengumumkan Ma’ruf Amin Sebagai Cawapresnya

Jokowi Deklarasi Ma'ruf Amin Jadi Cawapres

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan cawapresnya pada Pilpres 2019. Ketum MUI KH Ma'ruf Amin resmi diumumkan jadi cawapres.

"Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok," ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma'ruf Amin," imbuhnya.

Pengumuman ini dihadiri oleh seluruh ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja. Para pendukung Jokowi juga sudah berada di lokasi.

(18)

52 Pengumuman nama Ma'ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari

pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Sinyal Ma'ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, kemarin (8/8). Jokowi dan Ma'ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan. 4.4.1 Analisis Berita Jokowi Deklarasi Ma’ruf Amin Menjadi Cawapres Yang Ditinjau Dari Unsur Teks Yang Diantaranya Terdiri Dari Struktur Makro, Superstruktur, Struktur Mikro.

Tabel 4.2

Analisis Elemen Berita Jokowi Deklarasi Ma’ruf Amin Menjadi Cawapres Struktur Wacana Elemen Yang Diamati Temuan Struktur Makro Tematik (Topik)

“Jokowi Deklarasi Ma'ruf Amin Jadi Cawapres”

 Tema yang diangkat dalam berita tersebut adalah deklarasi Presiden Joko Widodo untuk maju kembali dalam pemilihan presiden tahun 2019 dan mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya.

Super- struktur

Skematik (Alur)

 Pada tahap awal isi berita di paragraph pertama dituliskan, “Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan cawapresnya pada Pilpres 2019. Ketum MUI KH Ma'ruf Amin resmi diumumkan jadi cawapres”

Penulis berita menginformasikan bahwa Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan Ketum MUI KH Ma’ruf Amin

Ditahap lanjutan pada paragraph kedua, penulis berita menjelaskan serta mengutip pernyataan Presiden Joko

(19)

53 Widodo’

"Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok," ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).”

Pada tahap ini penulis berita menjelaskan secara langsung melalui pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai alasan ia maju menjadi calon presiden untuk kedua kalinya dikarenakan ingin melanjutkan pembangunan yang berkeadilan diseluruh pelosok tanah air.

 Pada tahap selanjutnya dibagian paragraph ketiga, penulis berita menjawab rasa penasaran pembaca dengan memberikan informasi alasan Joko Widodo memilih Ma’ruf Amin menjadi pasangan cawapresnya.

"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma'ruf Amin," imbuhnya.

Secara langsung penulis mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya merupakan pertimbangan dan masukan dari partai Koalisi Indonesia Kerja dan sudah menjadi

(20)

54 kesepakatan. Mengingat ada 9 partai politik yang ikut menghadiri deklarasi tersebut serta mendukung Joko Widodo untuk maju di pemilihan presiden 2019.

 Pada bagian paragraph ke empat, penulis berita menggambarkan suasana deklarasi Presiden Joko Widodo yang dihadiri oleh ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja serta pendukung Jokowi lainnya.

“Pengumuman ini dihadiri oleh seluruh ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja. Para pendukung Jokowi juga sudah berada di lokasi.”

Partai – partai tersebut diantaranya, PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Hanura, PSI, Perindo, Nasdem, PPP, dan PKPI.

 Pada paragraf kelima isi berita, penulis mencoba menerangkan apa yang sedang terjadi. Dimana sebelumnya diberitakan bahwa Mahmud MD yang akan mendampingi Joko Widodo menjadi pasangan cawapresnya,

“Pengumuman nama Ma'ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi”

Dijelaskan bahwa Mahfud MD menghilang dalam acara deklarasi Joko Widodo untuk maju kembali dala pilpres

(21)

55 2019, isu beredarnya informasi bahwa Mahmud MD akan menjadi capresnya Joko Widodo tersebut sebelumnya juga sudah ramai dibicarakan oleh nitizen di twitter.

 Pada akhir isi berita,dibagian paragraph keenam,

“Sinyal Ma'ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, kemarin (8/8). Jokowi dan Ma'ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan”

Penulis berita mencoba menguatkan informasi dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi dilihat dari pertemuan Ma’ruf Amin dengan Joko Widodo di Istana Negara pada 8 Agustus 2019 serta dalam pertemuan acara keagamaan, keduanya beberapa kali terlihat bersama.

Struktur

Mikro

Semantik (Latar)

 Hal pertama yang muncul sebagai latar di berita tersebut adalah informasi mengenai Ma’ruf Amin yang diumumkan sebagai calon wakil presiden dari Joko Widodo dan juga pemerataan pembangunan yang berkelanjutan serta adil diseluruh daerah pelosok tanah air yang menjadi alasan Joko Widodo untuk maju kembali mencalonkan diri menjadi calon presiden di tahun 2019 – 2024.

 Latar berikutnya adalah penjelasan secara langsung mengenai alasan Joko Widodo memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya yang didasari oleh masukan serta keputusan bersama oleh para ketua umum partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja.  Hal yang terakhir ialah penggambaran situasi yang terjadi

(22)

56 saat itu, bahwa sebelumnya Mahmud MD merupakan seseorang yang di gadang – gadang akan menjadi cawapres dari Joko Widodo. Namun hal itu menjadi berubah arah, saat Joko Widodo memutuskan untuk memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya.

Semantik (Detil)

 Elemen detail yang dibahas dalam berita tersebut adalah mengenai alasan Joko Widodo maju kembali dalam pemilihan presiden 2019, serta alasan dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden dari Joko Widodo.

Sintaksis (Bentuk Kalimat)

Bentuk kalimat berhubungan dengan car berpikir logis, yaitu prinsip logika. Logika tersebut jika dijelaskan ke dalam bahasa menjadi susunan subjek yang menerangkan dan predikat yang di terangkan. Dalam kalimat yang berstuktur aktif seseorang menjadi subjek dari penyataan, sedangkan dalam kalimat pasif seseorang menjadi objek dari pernyataan.

 Terdapat 4 kalimat aktif pada berita tersebut Paragraf 1 Kalimat 1

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan cawapresnya pada Pilpres 2019”

Paragraf 2 kalimat 1

"Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024”

Paragraf 2 kalimat 2

“erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan…..”

Paragraf 3 kalimat 1

“maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja…”

(23)

57  Terdapat 2 kalimat pasif pada berita tersebut

Paragraf 1 kalimat 2

“Ketum MUI KH Ma'ruf Amin resmi diumumkan jadi cawapres”

Paragraf 4 kalimat 1

” Pengumuman ini dihadiri oleh seluruh ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja”

Paragraf 6 kalimat 1

“ Sinyal Ma'ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana”

Sintaksis (Koherensi)

 Kata hubung paling banyak yang digunakan dalam berita tersebut yaitu kata hubung “dan”,“pada”, “dari”, “oleh” ,“juga”,”kepada” serta kata hubung “dengan”

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan cawapresnya pada Pilpres 2019”

“, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan….” “melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok”

“Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat”

“telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi…..” “Pengumuman ini dihadiri oleh seluruh ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja”

(24)

58 “Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md”

“Sinyal Ma'ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana”

Sintaksis (Kata Ganti)

 Peneliti menemukan beberapa kata ganti yang digunakan oleh penulis berita, yang pertama adalah “deklarasi”, dalam arti umum deklarasi bisa diartikan sebuah pengumuman atau sebua pernyataan khusus yang disampaikan seseorang kepada khalayak mengenai suatu hal.

 Kata ganti selanjutnya yang peneliti temukan adalah kata “sinyal”

Pada berita tersebut penggunaan kata ganti “sinyal” menunjukkan suatu tanda atau kode, jika diaplikasikan kepada berita tersebut atau kepada Mahmud Md sebagai subjeknya, dapat dikatakan bahwa Mahmud Md memberikan respon positif atau tanda bahwa dia siap untuk mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presidennya.

Sitilistik (Leksikon)

 Penggunaan kata “elemen” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti bagian yang penting dan yang dibutuhkan dari keseluruhan yang lebuh besar atau bagian – bagian yang mendasari sesuatu.

"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat”

 Penggunaan kata “sinyal” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebgai tanda atau isyarat.

(25)

59 “Sinyal Ma'ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana”

Retoris (Grafis)

 Penekanan berita yang dibahas tersebut disertakan dengan foto yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Dalam berita tersebut terdapat satu foto yang menunjukan Joko Widodo berserta Ma’ruf Amin sedang berdiri berjejeran beserta ketua parpol yang lain untuk mengumumkan majunya Joko Widodo dalam kontes demokrasi tahun 2019 serta deklarasi Ma’ruf Amin sebagi calon wakil presidennya.

Foto tersebut merupakan sebuah bukti yang mendukung bahwa hal-hal penting yang dibicarakan bukanlah sebuah wacana atau isu semata, melainkan fakta.

Retoris  Istilah yang penulis temukan pada kalimat berita terutama yang diucapkan Joko Widodo dalam deklarasi tersebut

(26)

60 (Metafora) adalah: “mimpi besar”,kalimat tersebut disampaikan

langsung oleh Presiden Joko Widodo yang ditulis oleh penulis berita pada pargraf kedua kalimat kedua.

“erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan….”

Penggunaan istilah-istilah sebagaimana di atas, secara strategis sebagai landasan berpikir untuk menunjukkan maksud juga makna tertentu yang pastinya tidak terlepas dari hal-hal utama yang dibahas dalam berita tersebut tersebut.

(27)

61 4.5 Interpetasi Unsur Dimensi Kognisi Sosial Pemberitaan Calon Wakil Presiden 2019

di @detikcom Melalui Twitter

Pada dasarnya @detikcom merupakan media berita online yang dikelola oleh orang – orang yang memahami betul mengenai kecepatan dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Media @detikcom sendiri menjadi media pertama di Indonesia yang memberikan informasi dengan basis kecepatan, tidak hanya melalui web dari @detikcom, @detikcom juga memiliki akun – akun disetiap media sosial baik itu Instagram, facebook, twitter maupun youtube, tujuannya agar berita – berita tersebut dekat dengan media sosial yang dimiliki oleh masyarakat sehingga dapat dengan mudah informasi – informasi dari @detikcom ditemukan .

Dari terpilihnya dua objek berita yang akan diteliti, dengan melihat dari jumlah 1645 retweet untuk berita Ma’ruf Amin dan 1004 rewtweet untuk berita Sandiga Uno peneliti menilai bahwa dari berita tersebut ada banyak reaksi dari masyarakat, dimana adanya kekagetan publik yang membuat masyarakat ingin sesegera mungkin meretweet berita tersebut agar berita tersebut dapat dilihat maupun dibaca juga oleh orang lain. Reaksi – reaksi tersebut peneliti dapatkan melalui kolom komentar yang terdapat pada setiap berita, seperti akun twitter yang bernama @bucinnyarj yang mengatakan “guyon apalagi ini ya Allah” , ada juga akun twitter yang bernama @faizalad yang megatakan “Bosan! Prabowo-sandiaga, Autolose nih…. Kayanya…”. Kemudian ada juga pengguna twitter bernama @Adelia_tasya yanga mengatakan “Kok saya kurang srek sama cawapres2nya ya”. Ketiga komentar tersebut hanya beberapa komentar yang terdapat pada postingan berita “ Gerindra : Sandiga Mundur dari Wagub DKI Besok Pagi”. Dan berikut ini merupakan beberapa reaksi ataupun komentar pada postingan berita “Jokowi Deklarasi Ma’ruf Amin jadi Cawapres” diantaranya ada pengguna twitter bernama @Forexandcrypto yang mengatakan “Saya jadi sangat terkejut…Ternyata at last minute pak KH.M.Amin. Tapi saya kira baik juga… Walau awalnya kalo pak Mahfud MD jg saya setuju sih…Support Jokowi 2 periode…”. Yang kedua ada akun pengguna twitter yang bernama @benny_ichsanda yang mengatakan “Katanya jgn bawa – bawa agama dlm politik.. Eh malah mereka yang memanfaatkan “agama”. Duh…”. Yang ketiga akun twitter @iqballrahman berkomentar “Padahal kalo cawapresnya prof mahfud siap dukung 100%”

Menganalisis lebih dalam mengenai analisis wacana kritis model Teun Van Dijk dalam pemberitaan capres di @detikcom ini peneliti menganalisis ada tiga hal yang menjadi pokok

(28)

62 rangkaian objek penelitian dengan teori. Yang pertama, berkaitan dengan analisis struktur makro, analisis ini berkaitan besar dengan tema yang diangkat dalam berita. Struktur makro mencakup semua hal yang berkaitan dengan tema atau topik yang diangkat. Dalam berita pertama dengan judul “Gerindra: Sandiaga Mundur dari Wagub DKI Besok Pagi”. Tema yang diangkat dalam berita tersebut berkaitan dengan isu Sandiga Uno yang sedang dikabarkan akan mendampingi Prabowo sebagai cawapresnya. Kemudian dalam berita kedua yang berjudul “Jokowi Deklarasi Ma’ruf Amin Jadi Cawapres”. Tema yang diangkat dalam berita tersebut merupakan tema final dimana secara resmi Jokowi mengumumkan kepada masyarakat Indonesia bahwa tokoh yang akan mendampinginya maju dalam pemilu 2019 adalah Ma’ruf Amin. Secara umum kedua berita tersebut memberikan topik yang sama, ketika ada dua pasangan presiden yang siap maju dalam pemilu namun belum menentukan calon wakil presidennya maka media disitu berperan dalam memberikan informasi tersebut. Kemudian yang kedua, adalah analisis super struktur, dalam analisis ini yang menjadi kajian secara dalam terkait dengan pendahuluan, isi, penutup, dan simpulan dalam isi berita. Secara keseluruhan analisis super struktur dalam kedua berita tersebut hampir sama. Dimana pada bagian pendahuluan yang merupakan paragraph pertama disitu dituliskan kata kunci yang menjadi informasi utama, kemudian dilanjutkan dengan beberapa pernyataan langsung oleh orang yang berkaitan langsung dengan isi berita tersebut. Dan diakhiri dengan penguatan informasi sebelum – sebelumnya yang dituliskan agar informasi utama yang terdapat diawal paragraph tersebut menjadi semakin kuat. Yang ketiga, adalah analisis struktur mikro, analisis ini mencakup analisis semantik, sintaksis, stilistik, dan restoris. Secara umum dalam kedua berita yang disampaikan tidak keduanya memiliki karakter yang sama karena dalam berita tersebut diterangkan dengan begitu jelas siapa yang terlibat lalu bagaimana tanggapan tokoh yang terlibat tersebut dan dikemas dengan cara sederhana, singkat namun mudah untuk dipahami oleh semua kalangan masyarakat. Tidak ada muatan pesan yang terlalu dilebih – lebih maupun di kurangi, jika dilihat secara bersamaan kedua berita ini memiliki kekuatan yang sama, yaitu sama – sama memberikan informasi mengenai berita calon wakil presiden dengan cara apa adanya. Meskipun berita mengenai Sandiaga Uno tersebut berangkat dari isu yang sedang berkembang saat itu.

Setelah peneliti melakukan wawancara dengan pakar jurnalistik, terdapat dua karakteristik berita yang perlu dipahami yaitu menciptakan berita dan membuat berita. Jika melihat dari pemberitaan Sandiaga Uno yang akan mundur dari jabatan cawagub DKI Jakarta,

(29)

63 peneliti menilai berita tersebut merupakan karakteristik berita yang diciptakan, karena tidak ada sebuah kejadian yang berlangsung pada saat itu, sehingga hal tersebut menjadi berita. Berita tesebut selain merupakan kelanjutan dari berita – berita sebelumnya mengenai siapa cawapres dari Prabowo, berita tersebut merupakan hasil temuan jurnalis di lapangan yang kemudian dipublish oleh @detikcom. Berbeda dengan berita deklarasi Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, ada perbedaan dengan berita Sandiaga dimana berita Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin dibuat karena memang ada kejadian yang sedang berlangsung, kemudian berita tersebut dibuat oleh jurnalis sesuai fakta yang ia dapatkan di TKP. Perbedaan yang lebih jelasnya terdapat pada bagian foto didalam berita, dimana foto dalam berita Sandiaga akan mundur dari wagub DKI merupakan foto lama, bisa dijelaskan dalam foto tersebut Sandiaga sedang diwawancarai oleh beberapa jurnalis lainnya dengan terdapat gambar mic berlogo media swasta serta handphone sebagai alat perekam. Padahal jika dicermati lebih lagi, dalam berita tersebut tidak ada isi kutipan wawancara dengan Sandiga, yang ada hanyalah kutipan wawancara dengan M Taufik yang di isukan akan menggantikan Sandiaga di kursi wagub DKI Jakarta. Jika dibandingkan dengan foto dalam berita deklarasi Jokowi mengumumkan Ma’ruf sebagai cawapresnya terdapat foto kejadian pada saat itu, dimana dalam foto tersebut diambil secara long shot dengan memperlihatkan Jokowi yang didampingi 9 ketua umum koalisi yang mendukung Jokowi sedang berdiri bersama – sama di dalam sebuah gedung untuk mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya kepada media. Foto tersebut juga diterangkan langsung beserta pernyataan Jokowi yang ditulis dalam isi berita tersebut.

4.6 Interpetasi Unsur Dimensi Konteks Sosial Pemberitaan Calon Wakil Presiden 2019 di @detikcom Melalui Twitter

Dimensi konteks sosial digunakan untuk melihat bagaimana sebuah wacana diproduksi dan dikontruksi dalam masyarakat. Peneliti melihat sesungguhnya konteks yang ditampilkan dalam pemberitaan cawapres di @detikcom melalui twitter adalah keadaan yang sedang berkembang di masyarakat pada saat itu. Jika melihat berita yang pertama, yang mengatakan “Gerindra : Sandiaga Mundur Dari Wagub DKI Besok Pagi”. Hal tersebut tentu menjadikan masyarakat kaget dimana secara tidak langsung Sandiaga Uno dipastikan akan mendampingi Prabowo Subianto untuk menjadi cawapresnya, sedangkan saat itu Sandiaga Uno juga baru

(30)

64 menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, dan satu partai dengan Prabowo Subianto di Gerindra sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Namun diberitakan juga saat itu bahwa Sandiaga Uno mengundurkan diri dari Partai Gerindra, dan mencalonkan diri sebagai cawapres secara independen, agar dapat diterima oleh partai koalisi yang mendukung Prabowo Subianto. Berita tersebut di unggah pada tanggal 9 Agustus 2019 pada pukul 10.36 WIB, 13 jam sebelum Prabowo Subianto mengumumkan secara resmi Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.

Kemudian jika dibahas dari berita kedua yang mengatakan “Jokowi Deklarasi Ma’ruf Amin Jadi Cawapres”, berita tersebut menimbulkan reaksi masyarakat yang bermacam – macam, dikarenakan dari isu awal yanag beredar sebelum Joko Widodo mengumumkan secara resmi siapa cawapresnya, banyak media khususnya @detikcom, memberitakan ditanggal itu bahwa Mahfud MD yang akan mendampingi Joko Widodo sebagai cawapresnya, namun hal itu berubah ketika Joko Widodo mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, lantas masyarakat tentu dikagetkan dengan keputusan politik tersebut. Berita tersebut di unggah pada tanggal 9 Agustus 2019 pada pukul 18.29 WIB.

Dalam menganalisis konteks politiknya, setelah peneliti melakukan wawancara dengan narasumber pakar politik. Yang pertama, dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres dari Prabowo merupakan pilihan aman ditengah ketegangan partai koalisi pendukung Prabowo. Partai – partai tersebut diantaranya ada Partai Demokrat yang menginginkan Agus Harimurti Yudoyono sebagai cawapres Prabowo, dari PAN menginginkan Ustad Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo, dari PKS juga mengusulkan cawapres dari hasil ijtima ulama seperti Habib Salim Segaf Al Jufri. Akhirnya dengan keadaan politik seperti itu, Prabowo memutuskan untuk memilih yang satu partai dengan dia, yaitu Gerindra. Dan kenapa dipilihnya Sandiaga Uno sendiri selain sebagai pengusaha professional, Sandiaga juga dinilai mampu mengelola isu – isu ekonomi,dan juga relasi bisnis Sandiga yang dinilai cukup luas, hal ini cukup mempengaruhi dibagian sektor permodalan politik saat kampanye. Sandiaga juga dinilai dekat dengan milenial, pemilih pemula, dan emak – emak (ibu – ibu).

Yang kedua, dipilihnya Ma’uf Amin sebagai cawapres yang dipilih Jokowi karena keputusan politik tidak semata – mata dari Jokowi saja, partai koalisi juga mempunyai peran atau andil dalam memutuskan calon wakil presiden sesuai dengan kepentingan kolektif, artinya memang ada kompromi tuntutan dari partai koalisinya. Apalagi politik identitas mewarnai

(31)

65 pilpres 2019, isu – isu agama begitu cukup kuat dikalangan masyarakat, awal munculnya isu agama pada saat Ahok dianggap melakukan penistaan agama oleh beberapa organisasi masyarakat, apalagi sebelumnya Ahok merupakan wagub Jokowi pada saat menjabat di DKI Jakarta, Ahok sendiri dinilai masyarakat cukup dekat dengan Jokowi. Dari masalah – masalah yang muncul tersebut, pakar politik yang peneliti wawancarai memberikan pendapat bahwa banyak kekhawatiran Jokowi dalam meraih suara dan meraih dukungan dari partai koalisi, diantaranya :

a. Jokowi membutuhkan akomodasi politik dari partai – partai koalisi b. Kekhawatiran afiliasi dukungan partai koalisi yang bergeser

c. Mengurangi poros ke 3 pada saat pilpres 2019

d. Politik identitas dapat menguras suara Jokowi pada pilpres 2019

Dipilihnya Ma’ruf Amin selain Jokowi ingin meraup suara muslim NU dan tuntutan partai islam seperti PPP dan PKB, Ma’ruf Amin dinilai sebagai solusi yang paling tepat untuk Jokowi dengan melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini, dapat digambarkan Jokowi sebagai tokoh nasionalis dan Ma’ruf sebagai simbol religius hal ini dapat digunakan sebagai stabilitas massa. Ma’ruf sendiri dinilai mampu menciptakan stabilitas politik, dianggap dapat meredam isu suku agama (SARA). Selain itu Ma’ruf Amin dianggap sebagai orang yang konsisten memperjuangkan konsep ekonomi Syariah. Topik ekonomi Syariah dapat dijadikan janji kampanye yang menarik misalnya perbankan Syariah dan asuransi Syariah.

Dalam menganalisis konteks, ada dua hal penting yang ditekankan oleh Van Dijk, yaitu : kekuasaan dan akses. Kekuasaan yang di soroti oleh Van Dijk dalam hal ini adalah tindakan seseorang atau kelompok untuk secara tidak langsung mengontrol dengan mempengaruhi kondisi mental, seperti kepercayaan, sikap, penilaian dan pengetahuan, sedangkan akses yang dimaksud dalam hal ini adalah melihat bagaimana besar akses diantara setiap kelompok untuk mempengaruhi kesadaran khalayak (Eriyanto, 2001 : 272 – 273)

a) Kekuasaan

@detikcom sebagai media berita online memiliki peran penting untuk mengontrol informasi serta membawa wacana hendak dibawa kemana pandangan masyarakat. Dalam hal ini @detikcom memiliki kuasa untuk memberi informasi kepada masyarakat melalui setiap media sosial yang ada, khususnya twitter. Sehingga melalui

(32)

66 unggahan – unggahan berita @detikcom itulah yang menjadi kosumsi masyarakat. Karena pada dasarnya semua informasi yang berada di sosial media tersebut menjadi milik semua orang yang dapat diakses oleh publik (Burhan , 2009 : 17). Seperti dalam pemberitaan cawapres di akun @detikcom melalui twitter ada hal menarik saat sebelumnya banyak masyarakat yang sudah mempercayai bahwa Mahfud MD yang akan menjadi cawapres yang dipilih Jokowi, saat itulah masyarakat menerima informasi tersebut dengan kontruksi berita yang di bangun atau diberitakan terus menerus sehingga masyarakat menjadi percaya. Namun pada akhirnya masyarakat sendiri yang kaget saat mendapat berita dari @detikcom bahwa Ma’ruf lah yang dipilih Jokowi untuk menjadi cawapres.

b) Akses

Media sosial khususnya twitter memberikan akses kepada masyarakat untuk menerima atau memperoleh informasi secara cepat. Secara global masyarakat bisa mengakses media sosial khususnya twitter kapan saja dan dimana saja, artinya untuk saat ini masyarakat dapat memperoleh informasi berita dengan mudah. Terlebih dengan karakteristik berita online yang singkat atau sedikit dan mudah dipahami oleh masyarakat serta perkembangan informasi yang dapat diperbaharui kapan saja (dalam Romli ; 2013), membuat berita online lebih diminati dikalangan masyarakat saat ini. Pada kedua berita tersebut dengan adanya akses ini masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai cawapres yang akan mendampingi Prabowo serta perkembangan drama cawapres Jokowi yang akhirnya Jokowi memilih Ma’ruf Amin.

4.7 Refleksi Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, kedua berita yang menyampaikan informasi mengenai pemberitaan cawapres di @detikcom setelah melihat dan menganalisis menggunakan analisis wacana kritis model Teun Van Dijk, peneliti meganalisis @detikcom berupaya untuk menyajikan berita yang netral, sama hal nya dengan penelitian terdahulu yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pada penelitian Siti Fitria Aprilliani (Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) dengan judul Analisis Wacana Kritis

(33)

67 Pemberitaan Pada Surat Kabar Harian Kompas (Studi Deskriptif Kualitatif Pemberitaan Pencalonan Budi Gunawan sebagai Kepala Polisi Republik Indonesia Tanggal 07 – 16 Januari 2015). Dalam penelitian ini, peneliti tersebut menyimpulkan bahwa wacana yang muncul dalam SKH Kompas pada tanggal 7 – 16 Januari 2015 menunjukan bahwa pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri bernuansa nepotisme dan SKH berupaya menyajikan berita yang netral. Peneliti menilai kedua berita tersebut hanya berita informatif yang menyampaikan informasi kepada masyarakat, hal itu dikarenakan berita online bersifat pemberitaan informasi yang berkelanjutan dan bersifat cepat, artinya cepat disini seorang jurnalis berita online tidak akan menulis berita yang panjang dalam satu berita karena berita – berita lainya dapat diinformasikan kembali dalam waktu kapan saja. Wacana yang digunakan dalam kedua berita pun tidak terlalu berat untuk dipahami semua kalangan masyarakat, artinya isi berita tersebut mampu dipahami oleh masyarakat yang membacanya. Juwito (2008: 34 -37) menegaskan ciri – ciri berita yang mudah dipahami oleh masyarakat yaitu isi berita tersebut tidak bertele – tele, sederhana dan langsung kepada pokok pembahasan atau masalah, dan lebih dominan menggunakan kalimat aktif. Selain itu ada kalimat atau kata ganti yang begitu asing untuk masyarakat baca, hanya ada beberapa kata ganti yang gunakan namun kata ganti tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Bedanya hanya terletak pada konten berita tersebut, dimana sebelumnya peneliti melakukan wawancara dengan pakar jurnalistik, ada dua karakteristik berita yang perlu dipahami yaitu menciptakan berita dan membuat berita.

“Jadi karakteristik dalam dunia berita atau wartawan itu ada dua mas, yang pertama yaitu menciptakan berita dan yang kedua itu membuat berita. Menciptakan itu artinya peristiwa yang tidak digambarkan secara langsung itu diciptakan sebagai berita, misalnya hari – hari ini hargai cabai sedang melambung tinggi dari peristiswa itu maka diciptakanlah berita mengenai tingginya harga cabai. Sedangkan membuat berita itu asrtinya peristiwa yang memang sudah ada kemudian wartawan tinggal membuat berita, misalnya ada kebakaran rumah warga atau kecelakaan dijalan raya, saat itu juga wartawan akan membuat berita tersebut. Jadi kalau dilihat dari isi berita dan fotonya ini berita Sandiga termasuk berita yang diciptakan karena memang tidak ada peristiwa khusus yang mengharuskan wartawan untuk membuat berita tersebut. Berita tersebut hanyalah jawaban dari isu – isu yang sedang berkembang didalam masyarakat yang kemudian dijadikan berita, oleh karena itu foto yang digunakan pun foto lama karena kalau dilihat dari fotonya sepertinya ada Sandiaga yang sedang diwawancari oleh wartawan dari media – media namun dalam isi berita tersebut nggak ada pernyataan langsung dari Sandiaga, yang ada hanyalah pernyataan langsung dari M taufik. Dalam foto kedua pun di

(34)

68 ilustrasikan Sandiaga sedang bersama dengan M Taufik yang diisukan akan menggantikan Sandiaga di wagub DKI, itupun juga foto lama karena kalaupun itu foto baru kenapa wartawan nggak menanyakan kemundurannya di wagub DKI secara langsung kepada Sandiaga. Berbeda dengan berita deklarasi Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin menjadi cawapresnya itu merupakan berita yang memang dibuat karena berdasarakan atas peristiwa yang ada dan terjadi saat itu juga, oleh karena itu foto yang digunakan pun merupakan foto Jokowi bersama dengan ketua umum partai koalisi pendukung Jokowi yang kemudian fakta – fakta tersebut dijelaskan ke dalam isi berita.”

Jika melihat dari pemberitaan Sandiaga Uno yang akan mundur dari jabatan cawagub DKI Jakarta, peneliti menganalisis berita tersebut merupakan karakteristik berita yang diciptakan, karena tidak ada sebuah kejadian yang berlangsung pada saat itu, sehingga hal tersebut menjadi berita. Berita tesebut selain merupakan kelanjutan dari berita – berita sebelumnya mengenai siapa cawapres dari Prabowo, berita tersebut merupakan hasil temuan jurnalis di lapangan yang kemudian dipublish oleh @detikcom. Berbeda dengan berita deklarasi Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, ada perbedaan dengan berita Sandiaga dimana berita Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin dibuat karena memang ada kejadian yang sedang berlangsung, kemudian berita tersebut dibuat oleh jurnalis sesuai fakta yang ia dapatkan di TKP.

Bila dilihat dari unsur sosial politiknya, bagaimana strategi pemilihan cawapres yang dilakukan oleh Prabowo maupun Jokowi, keduanya sama – sama tidak dapat memutuskan sendiri siapa tokoh nasional yang mereka anggap pantas untuk mendampingi mereka di Pemilu 2019. Hal ini disampaikan langsung oleh narasumber pakar politik yang peneliti wawancarai saat menjawab mengenai dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

“Karena pada dasarnya keputusan politik tidak semata – mata dari Jokowi saja, namun partai koalisi juga mempunyai peran atau andil dalam memutuskan calon wakil presiden sesuai dengan kepentingan kolektif, apalagi isu politik identitas mewarnai pilpres. Di awal sebelum adanya pilpres Jokowi kan dikaitkan erat dengan Ahok yang dipenjarakan oleh umat islam karena menista agama, hal yang ditakuti oleh Partai Koalisi takutnya suara masyarakat muslim berkurang untuk dukungan kepada Jokowi. Makanya partai islam seperti PPP dan PKB mendesak Jokowi untuk memilih tokoh umat islam Ma’ruf Amin yang dulunya dia salah satu orang yang mendorong agar Ahok juga dipenjara juga agar masyarakat khususnya NU dapat mengambil langkah untuk mendukung Jokowi. Sehingga keduanya kalau dilihat jadi pas, Jokowi sebagai tokoh nasional sedangkan Ma’ruf Amin sebagai tokoh agama tentunta hal ini bisa meredakan isu – isu SARA yang sedang berkembang di masyarakat“

(35)

69 Dibawah ini kutipan wawancara kepada pakar politik saat menjawab dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres dari Prabowo.

“Dipilihnya Sandiaga karena dia dinilai memiliki koneksi bisnis untuk modal kampanye, selain itu Sandiaga juga dinilai sebagai penggaet suara milenial dan ibu – ibu, melihat dari kondisi politik koalisi pendukung Prabowo, Sandiaga merupakan pilihan aman ditengah ketenggangan Partai Demokrat menginginkan anak SBY atau Agus Harimurti Yodoyono sebagai cawapres Prabowo, disisi lain PKS juga mempunyai calon lain yang beraasal dari internal partai mereka untuk mendampingi Prabowo, begitu juga dengan partai -partai lainnya yang berada di koalisi pendukung Prabowo”

Artinya ada pihak – pihak tertentu yang sama – sama memiliki andil atau peran dalam pemilihan cawapres untuk masing- masing koalisi. Prabowo memilih Sandiga dikarenakan kondisi politik yang terjadi dalam internal koalisinya dimana setiap partai pendukung Prabowo memiliki cawapres masing – masing dari setiap partainya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut Prabowo mengambil jalan tengahnya dengan mengambil Sandiaga Uno yang satu partai Gerindra dengan Prabowo sebagai cawapresnya meskipun saat itu Sandiaga Uno sedang menjabat sebagai wagub DKI Jakarta. Sedangkan Jokowi memilih Ma’ruf Amin dikarenakan kuatnya isu politik identitas yang bekembang di masyarakat saat itu. Diberitakan oleh @detikcom beberapa jam sebelum Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin saat itu, bahwa sudah dipastikan Mahfud MD akan mendampingi Jokowi sebagai cawapresnya namun dengan pertimbangan politik identitas cawapres Jokowi diganti menjadi Ma’ruf Amin, karena Ma’ruf Amin selain sebagai tokoh besar NU (Nahdlatul Ulama) Ma’ruf juga dinilai sebagai sosok religius yang dapat mendampingi Jokowi sebagai sosok nasionalis yang mampu meredamkan isu – isu SARA khususnya isu agama yang sedang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini. Pertimbangan dipilihnya Ma’ruf Amin tidak lepas dari peran partai islam seperti PPP dan PKB, ada tuntutan yang mereka berikan agar isu agama tidak lagi menjadi masalah di Indonesia, dimana sebelumnya Jokowi merupakan orang yang dekat dengan Ahok yang pada tahun 2017 dipenjara karena diduga melakukan penistaan agama islam. Dipilihnya Ma’ruf Amin karena Ma’ruf Amin sendiri merupakan salah satu orang yang memasukan Ahok kedalam penjara sehingga diharapkan dengan dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres dari Jokowi ini kesatuan antar umat beragama dapat terjalin dengan baik di Indonesia.

(36)

70 Melihat secara lebih dalam posisi @detikcom sebagai media berita online, yang merupakan bagian dari media Trans Corporation. Trans Corporation sendiri dimiliki oleh Chairul Tanjung, selain dikenal sebagai orang paling kaya di Indonesia, Chairul Tanjung juga pernah menjabat beberapa Menteri di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dengan masa jabatan 19 Mei 2014 – 20 Oktober 2014, Pelaksana Tugas Menteri Kehutanan Indonesia dengan masa jabatan 1 Oktober 2014 – 20 Oktober 2014, dan Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan masa jabatan 11 September 2014 – 20 Oktober 2014. Chairul Tanjung sendiri pernah diberitakan mengenai kedekatannya dengan Jokowi khususnya Partai Koalisi Pendukung Jokowi, dimana pada pertengahan tahun 2018 Chairul Tanjung diberitakan menjadi orang yang akan mendampingi Jokowi di pilpres 2019, selain untuk itu beberapa media berita online seperti Tirto.id, Liputan6, Kumparan, Media Indonesia memberitakan bahwa Chairul Tanjung dipilih Jokowi untuk menjadi tim ekonominya Jokowi. Melihat kedekatan dan hubungan yang terjalin antara Chairul Tanjung dengan Jokowi dapat dianalisa bahwa Chairul Tanjung yang tidak lain juga pemilik @detikcom lebih cenderung berpihak kepada Jokowi dibandingkan Prabowo. Hanya saja berita maupun informasi yang disampaikan melalui Trans Media ataupun dalam hal ini @detikcom cenderung tidak terlalu menunjukan sikap keberpihakannya terhadap Jokowi. Masalah ini sama seperti yang disampaikan oleh narasumber pakar jurnalistik yang peneliti wawancarai saat ditanyai mengenai kenetralan @detikcom.

“Kalau untuk saat ini secara umum saya belum bisa menjelaskan, karena kalau dilihat jaman sekarang ini banyak media yang nggak netral mas cuman bedanya ada yang kelihatan ada yang enggak. Ada yang secara terang – terangan dia mendukung salah satu pasangan calon namun ada juga yang kelihatan aman – aman saja namun sebenarnya dia mendukung salah satu pasangan calon, ya itu semua tergantung dari bagaimana masyarakat melihat hal itu mas. Kalau dilihat dari kedua berita itu saya katakana netral mas karena berita itu hanya informatif saja, dan berita kedua berita itu tidak ada unsur konflik nya karena kalau ada unsur konfliknya akan sedikit terang mana yang lebih di unggulkan dari salah satu berita itu menurut @detkcom. Tapi dua berita itu hanya informatif kok mas, hanya kelanjutan informasi, atau hanya berita garis besar saja.”

Dapat disadari bersama bahwa memang saat ini tidak ada media yang netral dalam pemberitaan sosial politik hanya saja perbedaannya terdapat pada bagaimana informasi tersebut dikemas agar tetap terlihat netral. Politik di Indonesia tidak akan pernah jauh dari media, politik membutuhkan media untuk menyampaikan informasi mengenai hal – hal yang dilakukan oleh

(37)

71 elite politik agar elite politik tersebut dapat dikenal oleh masyarakat. Misalnya saja dalam masa pemilihan umum presiden, seorang calon presiden tidak mempunyai anggaran maupun waktu untuk berkampanye ke seluruh pelosok Indonesia, melalui media hal - hal tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan lebih efektif. Pakar jurnalis yang peneliti wawancarai sendiri menegaskan, elite ataupun tokoh politik yang mempunyai hubungan baik dengan jurnalis ataupun wartawan dapat dengan mudah mendapatkan empati dari masyarakat.

Gambar

Foto  tersebut  merupakan  sebuah  bukti  yang  mendukung  bahwa  hal-hal  penting  yang  dibicarakan  bukanlah  sebuah  wacana atau isu semata, melainkan fakta

Referensi

Dokumen terkait

Perekonomian Kecamatan Tamansari didukung oleh saran dan prasarana wilayah yang ada, yang merupakan aspek pendukung utama dalam pembangunan yang secara tidak langsung akan

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Di

Untuk itu peneliti memilih serial drama The Producers sebagai objek penelitiannya dan fokus pada kajian program acara variety show 2 Days 1 Night untuk

Sebelum melaksanakan penelitian tindakan kelas maka peneliti terlebih dahulu mempersiapkan perangkat yang akan digunakan dalam pembelajaran diantaranya : Rencana

Kemudian menganalisanya berdasarkan fakta-fakta berupa data sekunder yang diperoleh dan bahan hukum primer dalam penelitian ini kaitannya dengan perlindungan hukum

Menurut Trihastuti (dalam Mahmuddin, 2010), keterampilan proses sains yang dielaborasikan dalam pembelajaran sains dapat melibatkan berbagai keterampilan baik yang

Kebijakan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan

Pencatuman label terhadap produk beras belum diwajibkan dan pencantuman label Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dilakukan oleh pelaku usaha beras itu masih lah