TAHUN 2014
DINAS PELAYANAN PAJAK
KOTA BANDUNG
Renja Disyanjak 2014
i
perkenan-Nya Rencana Kerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun
2014 dapat diselesaikan sebagaimana yang diharapkan.
Rencana Kerja ini disusun berpedoman pada Undang-undang
Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional serta memperhatikan Sistematika Penyusunannya berdasarkan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tata Cara
Musrembang.
Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku,
bahwa setiap SKPD diwajibkan untuk menyusun Renja SKPD dengan
mengacu kepada Renstra SKPD, serta hasil evaluasi pelaksanaan program
dan kegiatan. Rencana Kerja (Renja) Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung
Tahun 2014 ini disusun dalam rangka menentukan rencana kebijakan,
program dan kegiatan Dinas Pelayanan Pajak guna mendukung
pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Kota Bandung.
Dengan tersusunnya Renja ini, mudah-mudahan dijadikan
pedoman dalam pelaksanaan program kegiatan Tahun 2014 bagi seluruh
aparatur Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung.
Demikian halnya dengan Penyusunan Rencana Kerja Dinas
Pelayanan Pajak Kota Bandung. Kami berharap dengan tersusunnya
Rencana Kerja ini dapat berguna bagi perbaikan dan peningkatan kinerja
Bandung, Desember 2013
KEPALA DINAS PELAYANAN PAJAK
KOTA BANDUNG
Dr. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si
Pembina Utama Muda
Renja Disyanjak 2014
ii
BAB I : PENDAHULUAN --- 1
1.1. Latar Belakang --- 1
1.2. Landasan Hukum --- 6
1.3. Maksud dan Tujuan --- 9
1.4. Sistematika Penulisan --- 9
BAB II : EVALUASI KINERJA DINAS PELAYANAN PAJAK TAHUN 2013
2.1. Evaluasi
Pelaksanaan
Renja
Tahun
2013
…... 13
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Disyanjak Kota Bandung --- 18
2.3. Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Disyanjak
... 21
2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD --- 24
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat --- 32
BAB III : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ---
3.1. Tujuan dan Sasaran Dinas Pelayanan Pajak --- 36
3.2. Target Pajak Daerah 2014 --- 40
3.3. Program dan Kegiatan Disyanjak 2014 --- 41
Renja Disyanjak 2014
iii
Tabel 1.2. :
Tabel 2.1. :
Tabel 2.2 :
Tabel 2.3 :
Tabel 2.4 :
Tabel 3.1. :
Tabel 3.2 :
Agenda Kerja Penyusunan Rencana Kerja Dinas
Pelayanan Pajak ...
Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD
dan Pencapaian Renstra SKPD Tahun 2013 ...
Capaian Indikator Kinerja Utama Disyanjak dari
Tahun 2012 s.d. Tahun 2013 ...
Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ...
Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku
Kepentingan Tahun 2014 ...
Proyeksi Target Pendapatan Dinas Pelayanan Pajak
Kota Bandung Tahun 2014 ...
Rencana Kegiatan Dinas Pelayanan Pajak Kota
Bandung Tahun 2014 ...
Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Pada
RKPD Pemerintah Kota Bandung Tahun 2014 ...
3
16
20
24
32
40
43
50
Gambar :
Gambar 1
Renja Disyanjak 2014 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perencanaan merupakan peran penting dalam rangka
percepatan pencapaian visi dan misi dalam pembangunan suatu
wilayah, yang keseluruhannya akan menuju pada satu titik yaitu
kesejahteraan masyarakat.
Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat
Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja
Perangkat Daerah (Renja-SKPD), adalah dokumen perencanaan
Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
Sebagai dokumen rencana tahunan Satuan Kerja Perangkat
Daerah, Renja mempunyai arti yang strategis dalam mendukung
penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintahan
daerah dengan mengingat beberapa hal sebagai berikut :
1. Renja SKPD merupakan dokumen yang secara substansial
penerjemahan dari visi, misi dan program Satuan Kerja
Perangkat Daerah yang ditetapkan dalam Rencana Strategis
(Renstra ) Instansi sesuai arahan operasional dalam
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD);
2. Renja merupakan acuan SKPD untuk memasukan program
kegiatan kedalam KUA dan PPAS dan perencanaan program
kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rencana Kerja dan
Anggaran (RKA) tahun 2014;
Renja Disyanjak 2014 2
3. Renja SKPD merupakan salah satu instrumen untuk
evaluasi pelaksanaan program/ kegiatan Instansi untuk
mengetahui sejauh mana capaian kinerja yang tercatum
dalam Rencana Kinerja Tahunan sebagai wujud dari kinerja
Satuan Kerja Perangkat Daerah pada tahun 2014 ini
merupakan tahun terakhir pencapaian tujuan dan sasaran
yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Strategis (Renstra).
Dalam undang-undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor
32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah mewajibkan setiap
Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menyusun Rencana Kerja
(Renja) SKPD sebagai pedoman kerja selama periode 1 (satu) tahun
dan berfungsi untuk menterjemahkan perencanaan strategis lima
tahunan yang dituangkan dalam Renstra SKPD kedalam
perencanaan tahunan yang sifatnya lebih operasional.
Renja SKPD pada dasarnya merupakan suatu proses
pemikiran strategis untuk menyikapi isu-isu yang berkembang dan
mengimplementasikannya ke dalam program dan kegiatan SKPD.
Kualitas Renja SKPD sangat ditentukan oleh kemampuan SKPD
dalam menyusun, mengorganisasikan, mengimplementasikan,
mengendalikan dan mengevaluasi capaian program dan kegiatan
sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD.
Berdasarkan Permendagri No.54 Tahun 2010 tentang
tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi
pelaksanaan rencana pembangunan daerah, proses penyusunan
Renja SKPD terdiri dari tiga tahapan utama yaitu tahap persiapan
penyusunan, tahap penyusunan rancangan, dan tahap penetapan
renja SKPD. Tahapan persiapan meliputi pembentukan tim
penyusun RKPD dan Renja SKPD, orientasi mengenai RKPD dan
Renja SKPD, penyusunan agenda kerja, serta penyiapan data dan
informasi. Penyusunan rancangan Renja SKPD merupakan tahapan
awal yang harus dilakukan sebelum disempurnakan menjadi
dokumen Renja SKPD yang definitif.
Renja Disyanjak 2014 3
Dalam prosesnya, penyusunan rancangan Renja SKPD
mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam
rancangan awal RKPD. Oleh karena itu penyusunan rancangan
Renja SKPD dapat dikerjakan secara simultan/paralel dengan
penyusunan rancangan awal RKPD, dengan fokus melakukan
pengkajian terlebih dahulu terhadap kondisi SKPD saat ini, evaluasi
pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya dan evaluasi
kinerja terhadap pencapaian Renstra SKPD. Tahap penetapan
rancangan akhir Rencana Kerja SKPD dilakukan dengan
pengesahan oleh Kepala Daerah, selanjutnya Kepala SKPD
menetapkan Renja SKPD untuk menjadi pedoman di lingkungan
SKPD dalam menyusun program dan kegiatan prioritas SKPD pada
tahun anggaran berkenaan.
Adapun Bagan Alir Tahapan Penyusunan Rencana kerja Satuan
Kerja Perangkat Daerah adalah sebagimana tercamtum dalam
gambar dibawah.
Gambar. 1.1.
Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja
Sinkronisasi Kebijakan Nasional dan Provinsi Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Kabupaten/Kota Musrenbang kecamatan Musrenbang Desa Pengesahan Renja-SKPD oleh KDH Rancangan Renja SKPD · Pendahuluan, · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD
tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan, sasaran dan program
kegiatan, · Indikator Kinerja dan kelompok
sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD
Rancangan Renja-SKPD
Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renja-SKPD kepada Bappeda
Penyesuaian Rancangan
Renja-SKPD Penetapan Renj-SKPD oleh Kepala
SKPD
Renja SKPD
· Pendahuluan, · evaluasi pelaksanaan
Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan, sasaran dan
program kegiatan, · Indikator Kinerja dan
kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD · dana indikatif beserta
sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang
dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup Penyesuaian Rancangan Renja-SKPD Rancangan Renja SKPD · Pendahuluan, · evaluasi pelaksanaan
Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan, sasaran dan program
kegiatan, · Indikator Kinerja dan
kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD · dana indikatif beserta
sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang
dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup
Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum
SKPD
Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Kecamatan
Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Desa Perumusan kegiatan prioritas Penelaahan usulan kegiatan masyarakat Penelaahan Rancangan Awal RKPD Rancangan Awal RKPD Surat Edaran KDH
(perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) · agenda penyusunan RKPD, · pelaksanaan forum SKPD, · musrenbang RKPD, · batas waktu penyampaian
rancangan renja-SKPD kepada Bappeda Pengolahan data dan informasi penentuan isu-Isu penting penyelengga-raan tugas dan fungsi SKPD Analisis Gambaran pelayanan SKPD Mereview hasil evaluasi renja SKPD tahun lalu berdasarlan Renstra-SKPD Perumusan Tujuan dan sasaran Penyempurnaan Rancangan Renja Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Provinsi
PENYUSUNAN RANCANGAN RENJA SKPD PENETAPAN RENJA SKPD
Penyusunan Rancangan RKPD Pelaksanaan Musrenbang RKPD Perumusan Rancangan Akhir RKPD PerKDH RKPD Kab./Kota PENYUSUNAN RKPD
Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Kabupaten/Kota Verifikasi Rancangan Renja SKPD sesuai T id a k s e s u a i
KUA & PPAS YANG DISEPAKATI KDH
DAN DPRD Penyusunan KUA dan PPAS
Persiapan Penyusunan Renja-SKPD
Renja Disyanjak 2014 4
Untuk menyusun dokumen renja ini diperlukan waktu
penyelesaian target, sedangkan agenda kerja penyusunan rencana
kerja Dinas Pelayanan Pajak seperti pada tabel 1.2. dibawah ini :
TABEL 1.2.
Agenda Kerja Penyusunan Rencana Kerja Dinas Pelayanan
Pajak
N
O
Kegiatan
Bulan
Agust
Bulan
Sept
Bulan
Okt
Bulan
Nov
Bulan
Des
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1..
PERSIAPAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA2.
PENGUMPULAN DATA DILANJUTKAN PENYUSUNANRANCANGAN RENCANA KERJA
3.
PENYAMPAIAN RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS4.
VERIFIKASI RANCANGAN RENCANA KERJA DANPENETAPANNYA
Sehubungan dengan adanya perubahan nomenklatur pada
dinas yang berpengaruh pada tugas pokok dan fungsi sebagaimana
ditentukan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05
Tahun 2013 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas
Daerah Kota Bandung, maka berubah pula nomenklatur dari Dinas
Pendapatan Daerah menjadi Dinas Pelayanan Pajak. Mengenai
landasan hukum uraian tugas pokok dan fungsinya Pemerintah
Kota Bandung menerbitkan Peraturan Walikota Bandung Nomor
294 Tahun 2013 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan
Tata Kerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung. Sedangkan Tugas
Pokok Dinas Pelayanan Pajak adalah melaksanakan sebagian
Renja Disyanjak 2014 5
TUGAS POKOK
Merumuskan dan melaksanakan kebijakan operasional di bidang
Pajak Daerah yang merupakan sebagian kewenangan Daerah Kota
Bandung;
FUNGSI
1. Perumusan kebijakan teknis operasional di bidang pelayan
pajak;
2. Pelaksanaan tugas teknis pelayanan pajak yang meliputi :
perencanaan pajak, pemungutan pajak, dan pengendalian pajak
daerah;
3. Pelaksanaan teknis administratif Dinas; dan
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Berdasarkan peraturan walikota tersebut, susunan organisasi
Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung menjadi :
a. Kepala Dinas;
b. Sekretariat, membawahkan:
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
2. Sub Bagian Keuangan; dan
3. Sub Bagian Program dan Anggaran.
c. Bidang Perencanaan, membawahkan:
1. Seksi Perencanaan Pajak Daerah;
2. Seksi Data dan Potensi Pajak;dan
3. Seksi Analisa dan Pelaporan.
d. Bidang Pajak Pendaftaran, membawahkan:
1. Seksi Pendaftaran dan Pendataan;
2. Seksi Verifikasi, Otorisasi dan Pembukuan;dan
3. Seksi Penyelesaian Piutang.
e. Bidang Pajak Penetapan, membawahkan:
1. Seksi Penilaian dan Pengaduan;
2. Seksi Penetapan dan Pembukuan;dan
3. Seksi Penagihan.
f. Bidang Pengendalian, membawahkan:
1. Seksi Penyuluhan;
2. Seksi Pengawasan; dan
3. Seksi Penindakan.
Renja Disyanjak 2014 6
g. UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemungutan menjadi Unit
Pelayanan Pajak. Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK)
UPP ditetapkan berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 288
Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Walikota
Bandung Nomor 413 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Dan
Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Pada Lembaga
Teknis Daerah Dan Dinas Daerah Di Lingkungan Pemerintah
Kota Bandung). Unit Pelayanan Pemungutan,terdiri atas:
1. UPP Bandung Barat;
2. UPP Bandung Utara;
3. UPP Bandung Tengah;
4. UPP Bandung Selatan; dan
5. UPP Bandung Timur
h. Kelompok Jabatan Fungsional
1.2. Landasan Hukum
Yang menjadi prinsip perencanaan pembangunan daerah
yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 54
Tahun 2010 salah-satunya adalah adanya satu kesatuan dalam
sistem perencanaan pembangunan nasional, maka penyusunan
renja SKPD kabupaten/kota harus berlandaskan hukum atau
aturan yang telah diterbitkan pemerintah pusat dan pemerintah
provinsi terkait perencanaan pembangunan.
Dengan demikian dalam proses penyusunan Renja Dinas
Pelayanan Pajak Kota Bandung mengacu dan berpedoman pada
landasan hukum sebagai berikut :
1) Undang-undang
Nomor
28
Tahun
1999
tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi
dan Nepotisme;
2) Undang-undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
Renja Disyanjak 2014 7
3) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 jo.
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
5) Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
6) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah
dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5049);
7) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah;
8) Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tata
Cara
Penyusunan,
Pengendalian,
dan
Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
9) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian
Urusan
Pemerintahan
antara
Pemerintah,
Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota
(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
10) Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010–2014;
11) Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2010 tentang Jenis
Pajak Daerah Yang Dipungut Berdasarkan Penetapan Kepala
Daerah atau dibayar sendiri oleh Wajib Pajak.
12) Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
13) Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 54 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun
2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian,
dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
Renja Disyanjak 2014 8
14) Peraturan
Bersama
Menteri
Dalam
Negeri,
Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan
Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2010, Nomor 0199/M
PPN/04/2010, Nomor PMK 95/PMK 07/2010 tentang
Penyelarasan RPJM Daerah dengan RPJM Nasional 2010-2014;
15) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat
Tahun 2009-2029 (Lembar Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun
2010 Nomor 22 Seri E);
16) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2010
tentang Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat
Nomor 9 tahun 2008 tentang RPJPD Provinsi Jawa Barat
Tahun 2005-2025 (Lembar Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun
2010 Nomor 24 Seri E);
17) Peraturan Daerah Nomor 08 Tahun 2007 tentang Urusan
Pemerintah Daerah Kota Bandung (Lembaran Daerah Kota
Bandung Tahun 2007 Nomor 08);
18) Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tata
Cara
Penyusunan,
Pengendalian,
dan
Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan serta Musyawarah
Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun
2009 (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2008 Nomor 07
jo. Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2009 Nomor 05);
19) Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008
tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
(RPJPD) Kota Bandung Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah
Kota Bandung Tahun 2008 Nomor 08);
20) Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun 2009
tentang Perubahan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 07
Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian
dan
Evaluasi
Pelaksanaan
Rencana
Pembangunan Serta Musyawarah Perencanaan Pembangunan
Daerah;
21) Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 18 Tahun 2011
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun
2011-2013 (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2011
Nomor 18,).
22) Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 20 Tahun 2011
tentang Pajak Daerah.
23) Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun 2013
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kota
Bandung Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan
Susunan Organisasi Dinas Daerah Kota Bandung.
Renja Disyanjak 2014 9
24) Peraturan Walikota Bandung Nomor 294 Tahun 2013 tentang
Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas
Pelayanan Pajak Kota Bandung
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan rencana kerja DInas
Pelayanan Pajak adalah:
1) Memenuhi kebutuhan akan adanya perencanaan
strategis sebagai acuan dalam penyusunan rencana
kegiatan sesuai dengan UU No. 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang
mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menyusun
perencanaan strategis dalam lima tahun (renstra) dan
rencana kerja setiap satu tahun sekali (renja).
2) Sebagai dokumen pelaksanaan program dan kegiatan
yang berpedoman pada RKPD Kota Bandung
1.4. Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mengemukakan pengertian ringkas tentang
Renja SKPD, proses penyusunan Renja SKPD,
keterkaitan antara Renja SKPD dengan dokumen
RKPD,
Renstra
SKPD,
Renja
provinsi/Kabupaten/kota, serta tindak lanjutnya
dengan proses penyusunan RAPBD.
1.2. Landasan Hukum
Memuat penjelasan tentang undang-undang,
peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan
ketentuan peraturan lainnya yang mengatur
tentang SOTK, kewenangan SKPD, serta
pedoman
yang
dijadikan
acuan
dalam
penyusunan perencanaan dan penganggaran
SKPD.
Renja Disyanjak 2014 10
1.3. Maksud dan Tujuan
Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan
dari penyusunan Renja SKPD.
1.4. Sistematika Penulisan
Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan
Renja SKPD, serta susunan garis besar isi
BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN
LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu
Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil
evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu
(tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun
berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun
berjalan
yang
seharusnya
pada
waktu
penyusunan Renja SKPD sudah disahkan.
Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target
Renstra SKPD berdasarkan realisasi program
dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD
tahun-tahun sebelumnya.
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
Berisi
kajian
terhadap
capaian
kinerja
pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja
yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun
terhadap
IKK
sesuai
dengan
Peraturan
Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.
Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan
tugas dan fungsi masing-masing SKPD, serta
ketentuan peraturan perundang-undangan yang
terkait dengan kinerja pelayanan.
2.3 Isu – isu penting penyelenggaraan tugas dan
fungsi SKPD
Sub bab ini berisi uraian mengenai:
1. Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan SKPD
dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan
SKPD;
Renja Disyanjak 2014 11
2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi
dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi
SKPD;
3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan
misi kepala daerah, terhadap capaian program
nasional/global;
4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan
pelayanan SKPD dan
5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi
dan
catatan
yang
strategis
untuk
ditindaklanjuti dalam perumusan program
prioritas tahun rencana.
2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD
Sub-bab ini berisikan uraian mengenai:
1. Proses yang dilakukan yaitu membandingkan
antara rancangan awal RKPD dengan hasil
analisis kebutuhan;
2. Penjelasan mengenai alasan proses tersebut
dilakukan;
3. Penjelasan temuan-temuan setelah proses
tersebut dan catatan penting terhadap
perbedaan dengan rancangan awal RKPD,
misalnya: terdapat rumusan program dan
kegiatan baru yang tidak terdapat di
rancangan awal RKPD, atau program dan
kegiatan cocok namun besarannya berbeda.
BAB III :
TUJUAN,SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN
3.1 Tujuan dan sasaran Renja SKPD
Subbab ini berisi perumusan tujuan dan
sasaran yang didasarkan atas rumusan isu-isu
penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD
yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja
Renstra SKPD.
3.2 Target Pajak Daerah 2014
Renja Disyanjak 2014 12
Berisikan penjelasan mengenai:
a. Faktor-faktor
yang
menjadi
bahan
pertimbangan terhadap rumusan program dan
kegiatan.
b. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi
program dan kegiatan, yang meliputi:
·
Jumlah program dan jumlah kegiatan.
·
Besaran anggaran yang dibutuhkan.
BAB IV : PENUTUP
Besaran anggaran yang dibutuhkan berisikan
uraian penutup, berupa Catatan penting yang perlu
mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaan
kegiatan dan pencapaian target Sasaran yang ingin
dicapai dari rencana kerja Dinas Pelayanan Pajak
Kota Bandung Tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Tersedianya
sumber
daya
aparatur
yang
kompeten dan jujur;
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk
melunasi kewajiban membayar pajak;
3. Meningkatkan kualitas pendaftaran, pendataan,
penetapan, pembukuan dan pelaporan serta
penagihan Pajak Daerah;
4. Tercapainya target peningkatan pendapatan
daerah dari sektor Pajak Daerah.
Renja Disyanjak 2014 13
BAB II
EVALUASI KINERJA DINAS
PELAYANAN PAJAK TAHUN 2013
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2013
Setelah diberlakukannya perubahan nomenklatur dinas yang
berlandaskan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun
2013 tanggal 07 Januari 2013 sebagai pengganti Peraturan Daerah
Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan
Organisasi Dinas Daerah Kota Bandung, maka dari itu berubah
pula nomenklatur Dinas Pendapatan Daerah menjadi Dinas
Pelayanan Pajak Kota Bandung disingkat DISYANJAK dan Unit
Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Unit Pelayanan Pajak (UPP) yang
terbagi di lima wilayah kerja yaitu : UPP Bandung Tengah, UPP
Bandung Utara, UPP Bandung Barat, UPP Bandung Timur, UPP
Bandung Selatan.
Sedangkan uraian tugas pokok dan fungsi Dinas berdasarkan
pada Peraturan Walikota Bandung Nomor 294 Tahun 2013 tentang
Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pelayanan
Pajak Kota Bandung. Berdasarkan peraturan walikota tersebut,
susunan organisasi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung
berkedudukan sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kota Bandung
di bidang Pendapatan Daerah. Sedangkan Tugas Pokok Dinas
Pelayanan Pajak adalah melaksanakan sebagian urusan
Renja Disyanjak 2014 14
Meskipun terjadi perubahan nomenklatur dinas namun pada
tahun 2013 mengenai visi dan misinya tidak mengalami perubahan,
dan masih menjalankan visi dan misi dinas sebelumnya, dengan
mewujudkan Visi Dinas Pelayanan Pajak yaitu : “Profesional
Dalam Pengelolaan Pendapatan Daerah, Prima Dalam
Pelayanan Menuju Kota Jasa Bermartabat ”, sebagai dasar arah
kebijakan dalam menjalankan program kegiatan pada tahun 2013.
Pada rencana kerja dinas untuk menjalankan program dan
kegiatan Tahun Anggaran 2014 pelaksanaan program dan
kegiatannya akan mengacu atau berlandaskan arah kebijakan pada
Visi dan Misi Dinas Pelayanan Pajak yang baru yaitu :
“Professional dan Prima dalam Pengelolaan Pajak Daerah
Menuju Bandung Unggul, Nyaman dan Sejahtera”
Program Dinas Pendapatan Daerah yang menjadi Dinas
Pelayanan Pajak pada Tahun 2013 meliputi 6 (enam) program wajib
yaitu :
(1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
(2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
(3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur.
(4) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur.
(5) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan.
(6) Program
Peningkatan
dan
Pengembangan
Pengelolaan
Renja Disyanjak 2014 15
Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung pada tahun 2013 telah
melaksanakan 8 (delapan) kegiatan wajib yang termasuk ke dalam
Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan
Daerah sebagai program utama yang tercantum dalam penetapan
kinerja utama. Namun bisa terjadi efisiensi disemua program dan
kegiatan pada Dinas Pelayanan Pajak, disebabkan adanya
perubahan
nomenklatur
dinas
sehingga
mengakibatkan
berubahnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan
perubahan SK Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dengan
adanya perubahan nomenklatur tersebut maka program dan
kegiatan mengalami hambatan sehingga terjadinya kemunduran
penjadwalan pelaksanaan terhadap masing-masing kegiatan
tersebut akan dianalisis sebagai berikut :
Renja Disyanjak 2014 16
Tabel 2.1
Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD Tahun 2013
Dinas Pendapatan Kota Bandung
NO PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN (RP) REALISASI (RP) PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA URUSAN
PROGRAM PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 5,609,654,000 4,492,067,738 80.077% Dispenda 1. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang
Pajak Daerah dan Retribusi 1,300,000,000 1,189,370,590 91.49%
Tersusunnya NKA tentang Pajak Daerah dan Raperda tentang Pajak Daerah sebanyak 1 dokumen, NKA tentang PBB sebanyak 1 dan
Raperda tentang PBB sebanyak 1 dokumen serta
Raperwal pajak: hotel,restoran,hiburan,parkir,re
klame,penerangan jalan, air tanah dan BPHTB sebanyak 8
dokumen
Tersedianya Perda tentang Pajak Daerah dan Perwal
tentang tata cara pemungutan pajak: hotel,restoran,hiburan,park
ir,reklame,penerangan jalan, air tanah dan BPHTB sebagai dasar pemungutan pajak daerah
Dispenda/ Disyanjak
2. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-Sumber Pendapatan
Daerah 885,000,000 633,941,210 71.63%
Terlaksananya Kegiatan Penginformasian tentang Pajak
Daerah kepada 750 WP, 1 Sistem tentang Verifikasi Pajak
Daerah dan 1 Sistem Hasil Konsultasi Desain Sistem
Pajak Daerah
Tersampaikannya informasi mengenai Pajak Daerah dan implementasi tentang verifikasi dan
desain sistem Pajak Daerah
Dispenda/ Disyanjak
3.
Peningkatan Sumber Pendapatan Daerah dengan
Pengembangan Sistem
Informasi Manajemen 969,804,000 642,796,938 66.28%
Terpasangnya on line sistem
Renja Disyanjak 2014 17
NO PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN (RP) REALISASI (RP) PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA URUSAN
4.
Intensikasi dan Ekstensifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Melalui Penerimaan Pajak
Bukan Pajak Daerah 240,518,900 240,511,900 99%
Penginformasian tentang Peraturan Perundang-undangan serta Rakor dan Evaluasi Pajak Bukan Pajak
Daerah
Aparat, Wajib Pajak dan masyarakat yang Memahami Peraturan Perundang-Undangan serta Rakor
dan Evaluasi Pajak Bukan Pajak Daerah
Dispenda/ Disyanjak
5. Penyusunan Data Base Pajak Daerah 200,000,000 144,963,050 72.48%
Tersusunnya Data Base Pajak Daerah 1 Dokumen dan Kajian tentang cara Perhitungan Data
Potensi Pajak Daerah 1 Dokumen
Tersedianya Data Base Pajak Daerah dan Kajian tentang cara Perhitungan Data Potensi Pajak
Daerah
Dispenda/ Disyanjak
6. Bumi dan Bangunan Perkotaan Kajian/ Study Potensi Pajak
Pemkot Bandung (Banprov) 1,304,850,000 1,098,541,050 84.19%
Pendataan Potensi PBB sebanyak 1 Dokumen, Kajian
Potensi PBB sebanyak 1 Dokumen dan Sistem Informasi
PBB 1 Dokumen
Tersedianya Data Potensi PBB, Kajian Potensi PBB dan Sistem
Informasi PBB
Dispenda/ Disyanjak
7.
Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Melalui Pengendalian Pengelolaan
Pajak Daerah 200,000,000 151,585,800 75.79%
Evaluasi, Pemantauan, Pengawasan kepada wajib
pajak sebagai upaya optimalisasi pendapatan
Terlaksananya Evaluasi, Pemantauan, Pengawasan kepada
wajib pajak sebagai upaya optimalisasi pendapatan
Dispenda/ Disyanjak
8.
Intensikasi dan Ekstensifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Melalui Penerimaan Pajak
Bukan Pajak Daerah 509,481,100 390,357,200 76.62%
Penginformasian tentang Peraturan Perundang-undangan serta Rakor dan Evaluasi Pajak Bukan Pajak
Daerah
Aparat, Wajib Pajak dan masyarakat yang Memahami Peraturan Perundang-Undangan serta Rakor
dan Evaluasi Pajak Bukan Pajak Daerah
Dispenda/ Disyanjak
Renja Disyanjak 2014
18
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Pada Dinas Pelayanan Pajak
Kota Bandung
Setelah adanya perubahan nomenklatur pada Dinas yang
berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun
2013 tanggal 07 Januari 2013 sebagai pengganti Peraturan Daerah
Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan
Organisasi Dinas Daerah Kota Bandung, maka dari itu berubah
pula nomenklatur Dinas Pendapatan Daerah menjadi Dinas
Pelayanan Pajak Kota Bandung disingkat DISYANJAK dan Unit
Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Unit Pelayanan Pajak (UPP) yang
terbagi di lima wilayah kerja yaitu : UPP Bandung Tengah, UPP
Bandung Utara, UPP Bandung Barat, UPP Bandung Timur, UPP
Bandung Selatan.
Sedangkan uraian tugas pokok dan fungsi Dinas berdasarkan
pada Peraturan Walikota Bandung Nomor 294 Tahun 2013 tentang
Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pelayanan
Pajak Kota Bandung. Berdasarkan peraturan walikota tersebut,
susunan organisasi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung
berkedudukan sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kota Bandung
di bidang Pendapatan Daerah. Sedangkan Tugas Pokok Dinas
Pelayanan Pajak adalah melaksanakan sebagian urusan
Renja Disyanjak 2014
19
Dalam melaksanakan tugas pokok dalam bidang
pendapatan, Dinas Pendapatan Kota Bandung berpedoman
kepada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah. Berdasarkan Undang-Undang
termaksud, jenis pajak yang dikelola oleh Pemerintah Kota
Bandung meliputi:
1. Pajak Hotel
2. Pajak Restoran
3. Pajak Reklame
4. Pajak Hiburan
5. Pajak Penerangan Jalan
6. Pajak Parkir
7. Pajak Air Tanah
8. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
9. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (mulai
dilaksanakan pada tahun 2013)
Dinas
Pendapatan
mempunyai
tugas
pokok
melaksanakan sebagian urusan Daerah dibidang Pendapatan.
Dalam menjalan kan tugas pokok, Dinas Pendapatan Kota
Bandung mempunyai fungsi, sebagai berikut:
(1) Merumuskan kebijakan teknis pendapatan;
(2) Melaksanakan tugas teknis operasional pendapatan yang
meliputi perencanaan, pajak daerah, pajak bukan pajak
daerah dan pengendalian;
(3) Pelaksanaan pelayanan teknis ketatausahaan;
(4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Renja Disyanjak 2014
20
Keberhasilan kinerja Dinas Pendapatan Kota Bandung
dapat dilihat dari tercapainya Indikator Kinerja yang sesuai
dengan RPJMD tahun 2009-2013 yaitu Tercapainya Target
Pajak Daerah. Untuk tahun 2013, seperti yang tercantum dalam
tabel Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2013 di bawah
ini.
Tabel 2.2
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG
DARI TAHUN 2012 S.D. TAHUN 2013
Indikator Kinerja Utama
2012 2013
Target Realisasi Target Realisasi
Rata-rata peningkatan pajak daerah 1 Pajak Hotel 131.000.000.000 142.732.317.105 148.000.000.000 177.490.303.830 12,98% 24,35% 2 Pajak Restoran 88.500.000.000 97.356.787.188 102.000.000.000 118.700.322.856 15,25% 21,92% 3 Pajak Hiburan 33.000.000.000 34.553.186.144 35.500.000.000 37.767.188.531 7,58% 9,30% 4 Pajak Reklame 15.500.000.000 18.575.238.358 18.500.000.000 17.603.910.300 19,35% -5,23% 5 PPJU 114.000.000.000 118.646.202.927 121.500.000.000 135.297.036.036 6,58% 14,03% 6 Pajak Parkir 7.000.000.000 7.135.692.799 7.500.000.000 7.796.908.376 7,14% 9,27% 7 PBB 0 0 277.000.000.000 280.104.269.023 8 BPHTB 335.000.000.000 398.574.514.052 350.000.000.000 415.761.410.854 4,48% 4,31%
9 Pajak Air Tanah 3.000.000.000 3.471.181.769 3.000.000.000 3.566.097.210
0,00% 2,73%
Jumlah 727.000.000.000 821.045.120.342 1.063.000.000.000 1.194.087.447.016 Peningkatan Pajak Daerah dari Tahun Sebelumnya 46,22% 45,44%
Renja Disyanjak 2014
21
2.3. Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas
Pelayanan Pajak
Dalam era otonomi daerah, Pemerintah Daerah
diharapkan lebih mampu menggali sumber-sumber penerimaan
Daerah khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan
pemerintahan dan pembangunan di daerahnya melalui
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sumber-sumber penerimaan
daerah yang potensial harus digali secara maksimal di dalam
koridor
peraturan
perundang-undangan
yang
berlaku
termasuk pajak daerah oleh Dinas Pelayanan Pajak Kota
Bandung sebagai lembaga teknis penghasil PAD dalam bidang
pajak daerah.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai
dengan Peraturan Walikota Bandung Nomor 294 Tahun 2013
tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja
Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung yang diimplementasikan
melalui Visi dan Misi Dinas, dengan dilandasai oleh isu penting
penyeleggaraan tugas dalam sasaran yang merupakan
penjabaran dari tujuan dalam Rencana Strategis Dinas
Pelayanan Pajak, hal tersebut merupakan suatu yang akan
dicapai atau dihasilkan oleh Dinas Pelayanan Pajak Kota
Bandung dalam jangka waktu 5 (lima) tahun yang terbagi dalam
kurun waktu tahunan sesuai penentuan APBD.
Renja Disyanjak 2014
22
Dalam menjalankan fungsinya tersebut, Dinas Pelayanan
Pajak Kota Bandung dihadapkan pada beberapa masalah, yaitu :
1. Belum sempurnanya regulasi (Peraturan
Perundang-undangan) terkait dengan Perpajakan, khususnya untuk
Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah).
2. Masih kurangnya kepatuhan wajib pajak dalam pemenuhan
kewajiban untuk membayar pajak.
3. Kurangnya kenyamanan dan kemudahan pengguna layanan
yang berdampak pada tingkat kepuasan pengguna layanan,
dalam hal ini khususnya fasilitas atau sarana dan prasarana
pelayanan perpajakan.
4. Belum adanya sistem yang mendorong akuntabilitas dan
transparansi pajak, dalam hal ini dikaitkan dengan
manajemen
sistem
informasi
pelayanan
perpajakan.
Khususnya pelayanan perpajakan yang berbasis Informasi
dan Teknologi (IT).
5. Tantangan dalam hal profesionalisme dan integritas SDM
Pelayanan Pajak (Aparatur) dalam pelayanan perpajakan.
6. Belum adanya kajian potensi penerimaan pajak daerah
dengan Analisa Potensi Penerimaan Pajak Daerah dalam
Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan yang
dilaksanakan oleh Dinas Pelayanan Pajak, terdapat faktor-faktor
penghambat dan pendorong atas pelayanan yang diberikan yang
dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan
wakil kepala daerah tersebut. Berikut faktor penghambat dan faktor
pendorong yang dimiliki oleh Dinas Pelayanan Pajak
Renja Disyanjak 2014
23
Faktor Penghambat:
1. Kualitas dan penempatan SDM
·
Belum tersedia SDM yang terlatih, khususnya dalam
bidang audit pajak dan audit pajak berbasis Teknologi;
·
Belum adanya KPI ("Key Performance Indicators") untuk
Analisis Beban Kerja (ABK) masing-masing personal;
2. Sarana dan prasarana
·
Kapasitas dan lay out gedung kantor Dinas Pelayanan
Pajak belum memadai untuk dapat memberikan pelayanan
yang optimum dan terpusat, dengan terpisahnya lokasi
Kantor Sekretariat dengan Kantor Pelayanan PBB;
·
Gedung UPP masih pinjam tempat atau menyewa, sehingga
belum berfungsi secara optimal;
3. Belum adanya regulasi yang sesuai dengan peraturan,
perundang-undangan dan Perwal yang disesuaikan kondisi yang
ada/terkini;
4. Kesadaran dan pemahaman Wajib Pajak terhadap pajak daerah
masih kurang;
5. Pengelolaan piutang belum optimal;
6. Lemahnya koordinasi unit kerja terkait;
7. Kurangnya pemahaman Pendapatan Asli Daerah dari wajib pajak
atau masyarakat sehingga belum akuratnya data potensi pajak
daerah untuk menentukan target penerimaan PAD dari sektor
pajak daerah;
Sedangkan faktor pendorong untuk meningkatkan kinerja guna
tercapainya tujuan dan sasaran sehingga dapat teratasi sehingga
dapat diselesaikannya permasalahan-permasalahan yang ada, yaitu
Faktor Pendorong
1. Adanya Political Will dari Kepala Daerah;
2. Pertumbuhan wisata dan pelaku usaha wisata yang tinggi;
3. Adanya komitmen yang tinggi dari seluruh pegawai dengan
jumlah petugas pajak yang memadai;
4. Adanya potensi pajak masih besar;
5. Disusunnya regulasi peraturan pajak;
6. Pengalihan kewenangan pengelolaan pajak dari Pusat dan
Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Daerah;
Renja Disyanjak 2014 24
2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD
Tabel 2.3
Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2014 Kota Bandung
Nama SKPD : Dinas Pelayanan Pajak
Rancangan Awal DPK Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting No. Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.) Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
I Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran 12,355,200,000,00
Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran 12,355,200,000,00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya sarana jasa
surat menyurat Lancarnya jasa Surat Menyurat 100,000,000,00 Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Disyanjak Kota Bandung
Tersampaikannya surat menyurat kepada wajib pajak PBB, Wajib Pajak Reklame dan Wajib Pajak Air Tanah
Terkendalinya Target Pajak Daerah 300,000,000,00 Program/kegiatan Baru yang menunjang Pelayanan Administrasi Wajib Pajak
2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Sarana Komunikasi, Air dan Listrk sebagai Pendukung Pelayanan Administrasi Perkantoran
Lancarnya Sarana Komunikasi, Air dan
Listrk di Disyanjak 250,000,000.00
Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Sarana Komunikasi, Air dan Listrk sebagai Pendukung Pelayanan Administrasi Perkantoran
Lancarnya Sarana Komunikasi, Air dan
Listrk di Disyanjak 250,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 3 Penyediaan jasa peralatan dan
perlengkapan kantor
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Ruangan Kantor Dinas Pelayanan Pajak
Lancarnya PAD Kota
Bandung 253,600,000.00 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Ruangan Kantor Dinas Pelayanan Pajak
Lancarnya PAD Kota
Bandung 253,600,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 4 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Disyanjak Kota Bandung Terpenuhinya Jasa Service Suku Cadang, BBM, pelumas dan Jasa STNK
Kendaraan yang layak jalan setelah service, suku cadang, BBM, Pelumas dan Jasa STNK 750,000,000.00 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Disyanjak Kota Bandung Terpenuhinya Jasa Service Suku Cadang, BBM, pelumas dan Jasa STNK
Kendaraan yang layak jalan setelah service, suku cadang, BBM, Pelumas dan Jasa STNK
750,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
Rancangan Awal DPK Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting No.
Program / Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
Program /
Renja Disyanjak 2014 25
Kegiatan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
5 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Jasa Kebersihan Kantor Dinas Pelayanan Pajak
Terjaganya kebersihan linkungan Kantor Dinas Pelayanan Pajak
302,800,000.00 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Jasa Kebersihan Kantor Dinas Pelayanan Pajak Terjaganya kebersihan linkungan Kantor Dinas Pelayanan Pajak 302,800,000.00 Program/kegiatan baru yang perlu untuk dilaksanakan
6 Penyediaan alat tulis kantor Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Alat Tulis Kantor Disyanjak sebagai Pendukung Pelayanan Administrasi Perkantoran Lancarnya Pelayananan kegiatan Kantor Dinas Pelayanan Pajak
1,000,000,000.00 Penyediaan alat tulis kantor
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Alat Tulis Kantor Disyanjak sebagai Pendukung Pelayanan Administrasi Perkantoran Lancarnya Pelayananan kegiatan Kantor Dinas Pelayanan Pajak 1,000,000,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
7 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Cetakan sebagai sarana administrasi Perkantoran Lancarnya Pelayanan Kantor Disyanjak 1,250,000,000.00 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Cetakan sebagai sarana administrasi Perkantoran Lancarnya Pelayanan Kantor Disyanjak 1,250,000,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 8 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Instalasi Listrik dan Peralatan listrik di Disyanjak Lancarnya Pelayanan Kantor Disyanjak 504,400,000.00 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Instalasi Listrik dan Peralatan listrik di Disyanjak
Lancarnya Pelayanan
Kantor Disyanjak 504,400,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
9 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Disyanjak Terpenuhinya Perlengkapan dan Peralatan Kantor Disyanjak 5,436,,775,000.00 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Disyanjak Terpenuhinya Perlengkapan dan Peralatan Kantor Disyanjak 5,436,,775,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
10 Penyediaan peralatan rumah tangga Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Peralatan Rumah Tangga Disyanjak sebagai Pendukung Pelayanan Administrasi Perkantoran Terpeliharanya kebersihan Kantor di Disyanjak 355,400,000.00 Penyediaan peralatan rumah tangga Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Peralatan Rumah Tangga Disyanjak sebagai Pendukung Pelayanan Administrasi Perkantoran Terpeliharanya kebersihan Kantor di Disyanjak 355,400,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
11 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Bahan Bacaan Disyanjak (Surat Kabar dan Koran)
Meningkatnya Wawasan pengetahuan aparat Disyanjak Kota Bandung 200,000,000.00 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Bahan Bacaan Disyanjak (Surat Kabar dan Koran)
Meningkatnya Wawasan pengetahuan aparat Disyanjak Kota Bandung 200,000,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
Rancangan Awal DPK Hasil Analisis Kebutuhan Catatan Penting
No. Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.) Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
Renja Disyanjak 2014 26
12 Penyediaan makanan dan minuman
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya makanan dan minuman serta
gedung/tempat/ruang pertemuan untuk rapat
Lancarnya pelayanan makanan dan minuman untuk aparatur, wajib pajak dan Instalasi lain
317,500,000.00 Penyediaan makanan dan minuman
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya makanan dan minuman serta gedung/tempat/ruang pertemuan untuk rapat
Lancarnya pelayanan makanan dan minuman untuk aparatur, wajib pajak dan Instalasi lain
317,500,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 13 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Rapat Koordinasi dan Konsultasi dengan Instansi lain
Tersedianya data penunjang untuk tercapainya target PAD Disyanjak
400,000,000.00
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Rapat Koordinasi dan Konsultasi dengan Instansi lain Tersedianya data penunjang untuk tercapainya target PAD Disyanjak
400,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 14 Penyediaan Jasa Pengamanan
Kantor
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya jasa
pengamanan Kantor Terjaganya keamanan Kantor Disyanjak 201,600,000.00 Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya jasa
pengamanan Kantor Terjaganya keamanan Kantor Disyanjak 201,600,000.00
Program/kegiatan baru yang perlu untuk dilaksanakan II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 8,354,800,000.00 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 8,354,800,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 15 Pengadaan kendaraan dinas/operasional Disyanjak Kota Bandung Lancarnya operasional Dinas Pelayanan Pajak
Lancarnya kinerja aparat Dinas Pelayanan Pajak dalam
meningkatkan PAD
5,610,400,000.00 Pengadaan kendaraan dinas/operasional
Disyanjak Kota Bandung
Lancarnya operasional Dinas Pelayanan Pajak
Lancarnya kinerja aparat Dinas Pelayanan Pajak dalam
meningkatkan PAD
5,610,400,000.00
Program/kegiatan baru yang perlu untuk dilaksanakan 16 Pengadaan Mebeulair Disyanjak Kota
Bandung
Tersedianya Meubeulair Penunjang Pelayanan operasional kantor
Tertatanya ruang kantor
Disyanjak 500,000,000.00 Pengadaan Mebeulair
Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Meubeulair Penunjang Pelayanan operasional kantor
Tertatanya ruang kantor
Disyanjak 500,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 17 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Disyanjak Kota Bandung Terpeliharanya Gedung Disyanjak, Gedung Kantor PBB, Kantor UPP Disyanjak Terlaksananya pemeliharaan gedung Disyanjak Gedung Kantor PBB, Kantor UPP Disyanjak 1.035,000,000.00 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Disyanjak Kota Bandung Terpeliharanya Gedung Disyanjak, Gedung Kantor PBB, Kantor UPP Disyanjak
Terlaksananya pemeliharaan gedung Disyanjak Gedung Kantor PBB, Kantor UPP Disyanjak 1.035,000,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
Rancangan Awal DPK Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting No. Program /
Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
Program /
Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 18 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor Disyanjak Kota Bandung Terpeliharanya peralatan dan Perlengkapan Kantor serta tersedianya akses jaringan lokal pada Sistem Tersedianya penunjang kelancaran Pelayanan Kantor 305,200,000.00 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor Disyanjak Kota Bandung Terpeliharanya peralatan dan Perlengkapan Kantor serta tersedianya akses jaringan lokal pada Sistem Komputer
Tersedianya penunjang kelancaran Pelayanan
Kantor 305,200,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
Renja Disyanjak 2014 27
Komputer
19 Pemeliharaan rutin/berkala mebeulair Disyanjak Kota Bandung
Terpeliharanya Meubeulair Kantor Disyanjak dan Kantor UPP
Lancarnya kegiatan Kantor Disyanjak dan
Kantor UPP 204,200,000.00 Pemeliharaan rutin/berkala mebeulair Disyanjak Kota Bandung Terpeliharanya Meubeulair Kantor Disyanjak dan Kantor UPP
Lancarnya kegiatan Kantor Disyanjak dan
Kantor UPP 204,200,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 20 Rehabilitasi sedang/berat gedung
Kantor
Disyanjak Kota Bandung
Tersedianya Ruangan Kantor yang Memadai
Meningkatnya kinerja Aparatur Dinas Pelayanan Pajak 700,000,000.00 Rehabilitasi sedang/berat gedung Kantor Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Ruangan Kantor yang Memadai
Meningkatnya kinerja Aparatur Dinas Pelayanan
Pajak 700,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
III Program peningkatan disiplin aparatur 608,000,000.00 Program peningkatan disiplin aparatur 608,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 21 Pengadaan pakaian dinas beserta
perlengkapannya Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Pakaian Dinas beserta perlengkapannya Terpenuhinya disiplin aparat Dinas Pelayanan
Pajak 608,000,000.00 Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Pakaian Dinas beserta perlengkapannya Terpenuhinya disiplin aparat Dinas Pelayanan
Pajak 608,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan IV Program Peningkatan Kapasitas Sumber
Daya Aparatur 2,000,000,000.00
Program Peningkatan Kapasitas Sumber
Daya Aparatur 2,000,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 22 Sosialisasi peraturan perundang-undangan Disyanjak Kota
Bandung
Tersosialisasikannya peraturan perundangan Pajak daerah kepada wajib Pajak dan masyarakat
Meningkatnya target
Pajak daerah 500,000,000.00 Sosialisasi peraturan perundang-undangan
Disyanjak Kota Bandung
Tersosialisasikannya peraturan perundangan Pajak daerah kepada wajib Pajak dan masyarakat
Meningkatnya target
Pajak daerah 500,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
23 Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Kegiatan Bimtek dan Pengembangan Karakter Disyanjak Peningkatan wawasan dan kinerja aparatur untuk menunjang kenaikan PAD 1,500,000,000.00 Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan Disyanjak Kota Bandung Tersedianya Kegiatan Bimtek dan Pengembangan Karakter Disyanjak Peningkatan wawasan dan kinerja aparatur untuk
menunjang kenaikan PAD 1,500,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
Rancangan Awal DPK Hasil Analisis Kebutuhan Catatan Penting
No. Program /
Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
Program /
Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
V
Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan 250,000,000.00 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan
250,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
Renja Disyanjak 2014 28
keuangan24
Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
Disyanjak Kota Bandung
Tersusunnya Dokumen Lakip Disyanjak Tahun 2013 Tersusunnya buku mutu ISO Disyanjak
Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja
SKPD 250,000,000.00
Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
Disyanjak Kota Bandung
Tersusunnya Dokumen Lakip Disyanjak Tahun 2013 Tersusunnya buku mutu ISO Disyanjak
Meningkatnya Akuntabilitas
Kinerja SKPD 250,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan VI Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 15,275,400,000.00 Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 15,275,400,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
25 Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah dan restribusi
Disyanjak Kota Bandung
Naskah Kajian Akademis dan Raperwal tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah, Naskah Kajian Akademis dan Raperwal tentang Tupoksi dan Uraian Tugas Disyanjak, Naskah Kajian Akademis dan Raperwal tentang Tupoksi dan Urtug UPP, Background paper dan Rancangan Kepwal tentang NJOP sebagai dasar Pengenaan PBB untuk Kota Bandung Tahun 2015, Kajian Mapping Pajak Daerah
Tersedianya Landasan Hukum mengenai Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah, Tersedianya Landasan Hukum mengenai Tupoksi dan Uraian Tugas Disyanjak, tersedianya landasan Hukum mengenai Tupoksi dan Uraian Tugas UPP Disyanjak
Tersedianya Landasan Hukum mengenai NJOP sebagai dasar Pengenaan PBB untuk Kota Bandung Tahun 2015, tersusunnya Kajian Mapping Pajak Daerah
1,000,000,000.00
Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah dan restribusi
Disyanjak Kota Bandung
Naskah Kajian Akademis dan Raperwal tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah, Naskah Kajian Akademis dan Raperwal tentang Tupoksi dan Uraian Tugas Disyanjak, Naskah Kajian Akademis dan Raperwal tentang Tupoksi dan Urtug UPP, Background paper dan Rancangan Kepwal tentang NJOP sebagai dasar Pengenaan PBB untuk Kota Bandung Tahun 2015, Kajian Mapping Pajak Daerah
Tersedianya Landasan Hukum mengenai Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah, Tersedianya Landasan Hukum mengenai Tupoksi dan Uraian Tugas Disyanjak, tersedianya landasan Hukum mengenai Tupoksi dan Uraian Tugas UPP Disyanjak Tersedianya Landasan Hukum mengenai NJOP sebagai dasar Pengenaan PBB untuk Kota Bandung Tahun 2015, tersusunnya Kajian Mapping Pajak Daerah
1,000,000,000.00 Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
Rancangan Awal DPK Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting No. Program /
Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
Program /
Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
Renja Disyanjak 2014 29
26 Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah Disyanjak Kota Bandung Terlaksananya Kajian tentang metodologi penetapan target dan data potensi pajakTersedianya Kajian tentang metodologi penetapan target pajak dan data potensi pajak 2.530,000,000.00 Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah Disyanjak Kota Bandung Terlaksananya Kajian tentang metodologi penetapan target dan data potensi pajak
Tersedianya Kajian tentang metodologi penetapan target pajak dan data potensi pajak
2.530,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 27 Peningkatan Sumber Pendapatan Daerah Dengan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Disyanjak Kota Bandung Sistem Informasi Modul Penerimaan Pajak Daerah yang terintegrasi
Meningkatnya pelayanan terhadap wajib Pajak dengan Sistem Informasi berbasis Web Service
3,605,000,000.00 Peningkatan Sumber Pendapatan Daerah Dengan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Disyanjak Kota Bandung Sistem Informasi Modul Penerimaan Pajak Daerah yang terintegrasi
Meningkatnya pelayanan terhadap wajib Pajak dengan Sistem Informasi berbasis Web Service
3,605,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 28 Inventarisasi dan Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak/Bukan Pajak Daerah Disyanjak Kota Bandung Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Tersedianya Aplikasi Pengelolaan Pajak
Bumi dan Bangunan 1,000,000,000.00
Inventarisasi dan Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak/Bukan Pajak Daerah Disyanjak Kota Bandung Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Tersedianya Aplikasi Pengelolaan Pajak
Bumi dan Bangunan 1,000,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan
29 Penyusunan Data Base Pajak Daerah Disyanjak Kota Bandung
Tersusunnya Basis data potensi pajak bumi dan bangunan, tersusunnya kajian Penyesuaian NJOP PBB Tahun 2015
Tersedianya Bahan Kebijakan penetapan
targte pajak daerah 3,000,000,000.00
Penyusunan Data Base Pajak Daerah
Disyanjak Kota Bandung
Tersusunnya Basis data potensi pajak bumi dan bangunan, tersusunnya kajian Penyesuaian NJOP PBB Tahun 2015
Tersedianya Bahan Kebijakan penetapan
targte pajak daerah 3,000,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan 30 Peningkatan Penerimaan PBB melalui Informasi Teknologi Disyanjak Kota Bandung Tersediannya aplikasi pengelolaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah
Terlaksananya aplikasi Pengelolaan Pemungutan PBB, Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah
950,000,000.00 Peningkatan Penerimaan PBB melalui Informasi Teknologi Disyanjak Kota Bandung Tersediannya aplikasi pengelolaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah
Terlaksananya aplikasi Pengelolaan Pemungutan PBB, Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah
950,000,000.00
Program/kegiatan baru yang perlu untuk dilaksanakan
Rancangan Awal DPK Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting No. Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.) Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp.)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
31 Pengendalian kualitatif dan kuantiitatif Pajak Terpadu Disyanjak Kota Bandung Terlaksananya pembinaan yang optimal terhadap petugas pajak dalam pengelolaan pajak daerah
Meningkatnya Kinerja
petugas Pajak 250,000,000.00
Pengendalian kualitatif dan kuantiitatif Pajak Terpadu Disyanjak Kota Bandung Terlaksananya pembinaan yang optimal terhadap petugas pajak dalam pengelolaan pajak daerah
Meningkatnya Kinerja
petugas Pajak 250,000,000.00
Program/kegiatan masih perlu untuk dilaksanakan