• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan bulan November 2016 Provinsi Kalimantan Barat 96,76 poin naik 1,69 poin atau berubah 1.77 persen dibanding NTP bulan Oktober 2016 yaitu 95,07 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik 1,82 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik 0,05 persen.

NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) November 2016 sebesar 97,45 poin mengalami kenaikan 1,44 persen dibandingkan NTP bulan Oktober 2016, sebesar 96,07 poin.

NTP Hortikultura (NTPH) November 2016 sebesar 104,169 poin mengalami kenaikan 1,62 persen dibandingkan NTP bulan Oktober 2016 yaitu 102,53 poin.

NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) November 2016 sebesar 94,47 poin naik 3,19 persen dibandingkan NTP bulan Oktober 2016, yaitu 91,54 poin.

NTP Peternakan (NTPT) November 2016 sebesar 94,35 poin mengalami penurunan 0,66 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2016, sebesar 94,97 poin.

NTP Perikanan (NTPN) November 2016 sebesar 102,52 poin mengalami penurunan sebesar 0,02 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2016 yaitu 102,53 poin.

Secara rinci NTP Perikanan dapat dipisahkan menjadi 2 subsektor, yaitu NTP Ikan Tangkap dan NTP Ikan Budidaya.

- NTP Perikanan Tangkap November 2016 sebesar 104,81 poin tidak berubah 0,00 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2016 yaitu 104,82 poin.

- NTP Perikanan Budidaya November 2016 sebesar 99,05 poin turun sebesar 0,04 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2016 yaitu 99,08 poin.

Dari empat Provinsi di Pulau Kalimantan yang dilaporkan pada bulan November 2016, NTP Provinsi Kalimantan Barat naik 1,77 persen, NTP Kalimantan Tengah naik sebesar 0,42 persen, NTP Kalimantan Selatan naik 0,25 persen, dan NTP Kalimantan Timur naik 0,13 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional bulan November 2016 tercatat sebesar 101,31 poin, turun 0,40 poin atau berubah 0,40 persen dibanding NTP Nasional bulan Oktober 2016 yaitu 101,71 poin.

No. 68/12/61/Th.XIX, 1 Desember 2016

PERKEMBANGAN

NILAI

TUKAR

PETANI

KALIMANTAN

BARAT

BULAN : NOVEMBER 2016

(2)

Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dalam persentase. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian, merupakan salah satu Indikator Proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode Januari 2016-November 2016. Penurunan NTP umumnya terjadi pada saat panen tanaman pangan, tanaman hortikultura (tanaman bahan makanan) maupun tanaman perkebunan rakyat, tetapi naik kembali pada waktu sesudahnya. Penurunan NTP di Kalimantan Barat terjadi pada bulan Agustus 2016 (94,25 poin) karena penurunan harga jual bahan makanan ataupun hasil tanaman bahan makanan ataupun hasil tanaman perkebunan rakyat. Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal (BPPBM) juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP.

1.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan November 2016, It Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 1,82 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 117,05 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 119,18 poin pada bulan November 2016. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknnya indeks Tanaman Pangan sebesar 1,41 persen, kernaikan indeks Hortikultura sebesar 1,68 persen, kenaikan indeks Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,27 persen, penurunan indeks Peternakan sebesar 0,52 persen dan kenaikan indeks Perikanan sebesar 0,13 persen

1.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada bulan November 2016 Ib Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 123,11 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 123,17 poin pada bulan November 2016. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) tidak mengalami peribahan yaitu 114,06 poin .

(3)

Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan November mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen dibandingkan Oktober 2016 juga menunjukkan terjadinya Inflasi

perdesaan pada bulan November 2016, indeks ini mengalami kenaikan sebesar 0,05

persen dibanding September 2016, yang disebabkan oleh ketujuh pendukung subkelompok

Konsumsi Rumah Tangga, yaitu, subkelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,02 persen, subkelompok Makanan jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau turun sebesar 0,05 persen, subkelompok Perumahan tidak mengalami perubahan, subkelompok Sandang naik sebesar 0,23 persen, subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,73 persen, subkelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga naik sebesar 0,16 persen, subkelompok Transportasi dan Komunikasi naik sebesar 0,01 persen.

Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian pada bulan November 2016 tercatat sebesar 114.06 poin tidak mengalami perubahan. Dari keenam komponen pendukung pada subkelompok indeks ini, subkelompok Bibit naik sebesar 0,17 persen, subkelompok Pupuk,Obat-obatan & Pakan turun sebesar 0,18 persen, subkelompok Biaya Sewa & Pengeluaran lain naik sebesar 0,05 persen, subkelompok Transportasi naik sebesar 0,14 persen, subkelompok Penambahan Barang Modal turun sebesar 0,14 persen, subkelompok Upah Buruh Tani naik sebesar 0,08 persen.

2. NTP Subsektor Tanaman Padi dan Pelawija (NTPP)

Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Padi dan

Palawija Provinsi Kalimantan Barat tercatat 97,45 poin, naik 1,38 poin atau berubah 1,44 persen dibanding NTP Oktober 2016 yaitu 96,07 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Tanaman Padi dan Palawija naik sebesar 1,41 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 120,20 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 121,90 poin pada bulan November 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) tutun sebesar 0,04 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 125,13 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 125,08 poin pada bulan November 2016.

3. NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)

Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat tercatat 104,19 poin naik 1,66 poin atau berubah 1,62 persen dibanding NTP Oktober 2016 yaitu 102,53 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Hortikultura naik sebesar 1,68 persen, dibanding It bulan sebelumnya.yaitu dari 126,77 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 128,90 poin pada bulan November 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,06 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 123,65 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 123,72 poin pada bulan November 2016

(4)

4. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)

Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 94,47 poin naik 2,93 poin atau berubah 3,19 persen dibanding NTP Oktober 2016 yaitu 91,54 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang diterima Petani (It) Perkebunan Rakyat naik sebesar 3,27 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 112,28 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 115,95 poin pada bulan November 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,07 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 122,65 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 122,74 poin pada bulan November 2016

5. NTP Subsektor Peternakan (NTPT)

Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Peternakan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 94,35 poin mengalami penurunan sebesar 0,62 poin atau berubah 0,66 persen dibanding NTP Oktober 2016 yaitu 94,97 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Peternakan turun sebesar 0,52 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 113,70 poin pada bulan

Oktober 2016 menjadi 113,11 poin pada bulan November 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani( Ib) naik sebesar 0,14 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 119,72 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 119,88 poin pada bulan November 2016

6.

NTP Subsektor Perikanan (NTPN)

Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 102,52 poin turun 0,01 poin atau berubah 0,02 persen dibanding NTP Oktober 2016 yaitu 102,53 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan naik sebesar 0,13 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 124,27 poin pada bulan

Oktober 2016 menjadi 124,44 poin pada bulan November 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,15 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 121,20 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 121,38 poin pada bulan November 2016

7.

NTP Subsektor Perikanan Tangkap

Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Tangkap Provinsi Kalimantan Barat tercatat 104,81 poin turun 0,01 poin atau tidak mengalami perubahan dibanding Oktober 2016 yaitu 104,82 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan Tangkap naik sebesar 0,10 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 127,77 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 127,90 poin pada bulan November 2016, dan Indeks Harga yang

(5)

Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,11 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 121,90 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 122,03 poin pada bulan November 2016

8. NTP Subsektor Perikanan Budidaya

Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Budidaya Provinsi Kalimantan Barat tercatat 99,05 poin turun 0,03 poin atau berubah 0,04 persen dibanding NTP Oktober 2016 yaitu 99,08 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan Budidaya naik sebesar 0,18 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 119,06 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 119,27 poin pada bulan November 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,22 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 120,16 poin pada bulan Oktober 2016 menjadi 120,42 poin pada bulan November 2016.

Lebih rinci mengenai perbandingan lt, lb dan NTP bulan Oktober 2016 dan November 2016 dapat dilihat pada tabel 1.

(6)

Tabel 1.

Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat

Bulan Oktober-November 2016

(2012=100)

SEKTOR, KELOMPOK DAN SUBSEKTOR

GABUNGAN

(NTPP, NTPH, NTPR, NTPT &NTPN)

Indeks

Perubahan

(%)

Oktober

2016

November

2016

(1)

(2)

(3)

(4)

1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI

117.05

119.18

1.82

2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI

123.11

123.17

0.05

2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA

125.99

126.05

0.05

2.1.1. Bahan Makanan

133.15

133.18

0.02

2.1.2. Makanan Jadi

125.79

125.74

-0.05

2.1.3. Perumahan

114.22

114.21

0.00

2.1.4. Sandang

127.30

127.59

0.23

2.1.5. Kesehatan

124.84

125.74

0.73

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga

107.04

107.21

0.16

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi

116.67

116.67

0.01

2.2. INDEKS BIAYA PRODUKSI DAN

114.06

114.06

0.00

PENAMBAHAN BARANG MODAL

(BPPBM)

2.2.1. Bibit

117.37

117.57

0.17

2.2.2. Obat-obatan dan Pupuk

113.70

113.49

-0.18

2.2.3. Sewa Lahan, Pajak dan lainnya

108.06

108.11

0.05

2.2.4. Transportasi

119.11

119.28

0.14

2.2.5. Penambahan Barang Modal

114.63

114.47

-0.14

2.2.6. Upah Buruh Tani

113.50

113.58

0.08

(7)

Tabel 2.

Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat

Dirinci Menurut Sub Sektor

Bulan Oktober-November 2016

( 2012=100 )

URAIAN SUB SEKTOR

Indeks

Perubahan

Oktober

2016

November

2016

(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

1.INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI

117.05

119.18

1.82

1.1. Petani Padi Palawija

120.20

121.90

1.41

1.2. Petani Hortikultura

126.77

128.90

1.68

1.3. Petani Perkebunan Rakyat

112.28

115.95

3.27

1.4. Petani Peternakan

113.70

113.11

-0.52

1.5. Petani Perikanan

124.27

124.44

0.13

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

127.77

127.90

0.10

1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

119.06

119.27

0.18

2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI

123.11

123.17

0.05

1.1. Petani Padi Palawija

125.13

125.08

-0.04

1.2. Petani Hortikultura

123.65

123.72

0.06

1.3. Petani Perkebunan Rakyat

122.65

122.74

0.07

1.4. Petani Peternakan

119.72

119.88

0.14

1.5. Petani Perikanan

121.20

121.38

0.15

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

121.90

122.03

0.11

1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

120.16

120.42

0.22

3. NILAI TUKAR PETANI

95.07

96.76

1.77

1.1. Petani Padi Palawija (NTPP)

96.07

97.45

1.44

1.2. Petani Hortikultura (NTPH)

102.53

104.19

1.62

1.3. Petani Perkebunan Rakyat (NTPR)

91.54

94.47

3.19

1.4. Petani Peternakan (NTPT)

94.97

94.35

-0.66

1.5. Petani Perikanan (NTPN)

102.53

102.52

-0.02

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

104.82

104.81

0.00

1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

99.08

99.05

-0.04

(8)

9. Perbandingan Antar Provinsi (Kalimantan) dan Nasional

Bila dibandingkan Nilai Tukar Petani (NTP) antar Provinsi di pulau Kalimantan dari empat provinsi dan NTP Nasional yang dilaporkan pada bulan November 2016 Provinsi Kalimantan Barat naik sebesar 0,27 persen, Provinsi Kalimantan Tengah naik sebesar 0,30 persen, Provinsi Kalimantan Selatan naik sebesar 0,68 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur turun 0,27 persen. Sedangkan NTP Indonesia (Nasional) turun sebesar 0,30 persen.

Perbandingan perubahan NTP untuk Pulau Kalimantandan dan NTP Nasional dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3.

Perbandingan Nilai Tukar Petani (NTP)

September-Oktober 2016 dan Oktober-November 2016

Di Pulau Kalimantan dan Nasional (2012=100)

No Provinsi N T P Perubahan ( % ) September 2016 Oktober 2016 November 2016 September - Oktober 2016 Oktober-November 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Kalimantan Barat

94,82

95,07

96,76

0,27 1,77 2 Kalimantan Tengah

97,67

97,96

98,38

0,30 0,42 3 Kalimantan Selatan

96,86

97,52

97,76

0,68 0,25 4 Kalimantan Timur

98,64

98,37

98,49

-0,27 0,13 5 Nasional 102,02 101,71 101,31 0,30 -0,40

(9)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]

Website : http://kalbar.bps.go.id

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

VISI BPS :

Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua

Informasi lebih lanjut hubungi:

Arianto,SSi.SE.MSi

PLT.Kabid. Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya yang dimaksud dengan alat atau media pendidikan islam Selanjutnya yang dimaksud dengan alat atau media pendidikan islam disini adalah jalan atau cara

 Melaksanakan administrasi aktiva tetap dan penyusutan.  Mereview harga pokok dan proyek-proyek di Galangan maupun Cabang.  Monitoring, menyiapkan dan melaporakan

Hasil observasi aktivitas siswa ini menentukan kepraktisan dari permainan Dart Periodic. Perolehan persentase observasi secara keseluruhan dari empat sikap yang

(1996) adalah proses diterimanya rangsang (objek, kualitas, hubungan antar gejala maupun peristiwa) sampai rangsang itu disadari dan dimengerti. Sedangkan iklim kelas

Penentuan proporsi tiap-tiap agregat (batu pecah, abu batu, dan pasir pantai) terhadap total agregat dilakukan dengan menggunakan Metode Diagonal berdasarkan data analisa

Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu

Implikasi dari penelitian ini, yaitu: 1) perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi profitabilitas dengan cara melihat pengaruh ROE, ROA dan

Untuk selanjutnya dari hasil pengamatan pada siklus I maka didapat hasil sebagai berikut: pada kondisi awal siswa kelas VIII B di SMP NU Tegal Semester 2 Tahun Ajaran 2015/2016