• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNAIR Soroti Tiga Isu dalam Pertemuan Rektor PTN se-jatim

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNAIR Soroti Tiga Isu dalam Pertemuan Rektor PTN se-jatim"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

UNAIR Soroti Tiga Isu dalam

Pertemuan Rektor PTN se-Jatim

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga didapuk menjadi tuan rumah

penyelenggaraan acara kumpul-kumpul bertajuk “Paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa Timur”. Pertemuan itu dilaksanakan di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen, Kampus C Universitas Airlangga, Rabu (5/10).

Delegasi sepuluh PTN yang hadir di UNAIR itu adalah Institut Teknologi 10 Nopember, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Brawijaya, Universitas Trunojoyo, Universitas Jember, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jatim, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UNAIR sebagai tuan rumah.

Ada tiga agenda yang dibahas dalam pertemuan yang dihadiri oleh 31 pemimpin universitas yang hadir itu. Dalam wawancara singkat, Koordinator Paguyuban yang juga Rektor UNEJ Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D mengatakan, ada tiga agenda utama yang dibicarakan dalam forum tersebut. Ketiga agenda utama itu adalah pengadaan bersama jurnal dan buku elektronik, penulisan buku tentang pengabdian masyarakat, dan kerjasama konsorsium PTN se-Jatim dan PT se-Australia Barat.

Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak., ketika ditemui usai acara menyampaikan beberapa isu penting berkaitan dengan internasionalisasi pendidikan. Prof. Nasih mengatakan, pihaknya tengah mendorong agar pemerintah menyediakan visa pelajar/mahasiswa bagi mahasiswa luar negeri yang menuntut ilmu di Indonesia. Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah dan memudahkan akses mahasiswa luar negeri yang menuntut ilmu di Indonesia (inbound mobility).

(2)

mahasiswa dari luar negeri yang ke Indonesia. Jangan hanya kita saja. Salah satu hambatan yang kita diskusikan tadi adalah visa. Indonesia ini masih belum punya student visa. Jadi, orang luar negeri kalau mau belajar di Indonesia masih susah. Karena mereka ke sini tujuannya pakai visa apa. Ini penting. Kalau kita terus yang didorong ke luar negeri, maka keuntungan akan diperoleh mereka saja,” tutur Prof. Nasih.

Di luar negeri, hampir seluruh negara telah menyediakan visa pelajar bagi calon mahasiswa asing yang akan pergi belajar di negara tersebut.

Isu kedua yang disoroti oleh UNAIR adalah upaya menangkal radikalisme di wilayah kampus melalui pengawasan terhadap pegawai. Menurut Prof. Nasih, setiap pegawai negeri harus memiliki komitmen kebangsaan terhadap Indonesia.

“Untuk menangkal radikalisasi khususnya yang menyusup dalam calon-calon PNS (Pegawai Negeri Sipil), saat CPNS yang tidak memenuhi persyaratan pada aspek bangsa dan negara, akan kami hentikan prosesnya. Bagi mereka yang berstatus CPNS, tidak akan kami teruskan ke PNS. Sedangkan, bagi mereka yang PNS akan kami hentikan. Kalau ada gejala atau bukti, karena ini sedang marak sekali,” imbuh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR itu.

Berkaitan dengan kerjasam PTN se-Jatim dan PT se-Australia Barat, Prof. Nasih ingin ada peningkatan angka inbound

mobility dari mahasiswa maupun peneliti Australia ke

Indonesia. Pihaknya berharap agar ada kolaborasi yang saling menguntungkan, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. (*)

Penulis : Defrina Sukma S. Editor : Binti Q. Masruroh

(3)

Dwi Rezky Lulus Terbaik

Psikologi, Deynara Septin DP

Terbaik S1 FKH

UNAIR NEWS – Fenomena kecanduan game online sudah memikat

perhatian Dwi Rezky Anandari, sejak memulai kuliah (S-1) di Universitas Negeri Makassar. Ketertarikannya itu lalu dituangkan dalam penelitian skripsi dengan tempat penelitian di Kota Makassar. Setelah menjalani studi S-2 di Universitas Airlangga, ia kembali mengangkat tema tersebut sebagai bahan tesisnya. Tesis itulah kemudian ikut mengantar Kiky, sapaan akrabnya, menjadi wisudawan terbaik S-2 Fakultas Psikologi UNAIR dengan IPK 3,88.

D w i R e z k y A n a n d a r i , wisudawan terbaik S - 2 F a k u l t a s Psikologi UNAIR (Foto: Istimewa)

Ketertarikan Kiky dengan tema game online karena perkembangan

(4)

online tidak dibarengi dengan perhatian khusus oleh lingkungan

sekitar dan pemerintah daerah. Perhatian khusus ini penting agar pengguna terhindar dari dampak negatif game online, salah satunya kecanduan.

Tesisnya itu berjudul “Hubungan Antara Self Esteem dan Kesepian Terhadap Kecanduan Game Online pada Remaja Laki-laki di Kecamatan Rappocini, Kelurahan Gunung, Sari Kota Makassar”. “Pengalaman saya selama meneliti, cukup menarik. Khususnya dalam membagi waktu antara pekerjaan di Surabaya dan penelitian di Makassar. Bisa dikatakan salah satu tantangan dalam penelitian ini ialah mengatur waktu. Tetapi banyak sahabat dan teman di Makassar yang membantu saya dalam pengambilan data di Makassar,” kata Kiky pada UNAIR News, Senin, (19/09).

Gadis penyuka komik dan film ini sangat berharap penelitian yang ia lakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab penelitiannya ini mengkaji faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecanduan game online. Sehingga orang-orang dapat melakukan pencegahan, khususnya orang tua.

Sebelum menutup perbincangan, Kiky memberikan pesan dan motivasi pada mahasiswa UNAIR. “Mencintai dan belajar mencintai terlebih dahulu apa yang dikerjakan. Apa yang dicintai dan kerjakan sekarang akan menentukan masa depan kita kelak,” tutupnya.

(5)

Deynara Septin Dwi Putri wisudawan t e r b a i k S 1 F a k u l t a s Kedokteran Hewan U n i v e r s i t a s Airlangga. (Foto: Istimewa)

Sementara itu Deynara Septin Dwi Putri, yang meneliti pencemaran timbal dalam air terhadap kesehatan ternak dan manusia, juga meraih predikat sebagai wisudawan terbaik S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Ia meraih IPK 3,69. Judul skripsinya itu adalah “Efek Hepatoprotektif Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness.) terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Mencit (Mus Musculus L.) yang dipapar Timbal Asetat Per Oral”.

“Saya tertarik mengangkat tema itu karena banyaknya pencemaran logam berat timbal di air, serta rumput pakan ternak yang dapat membahayakan kesehatan ternak dan manusia, khususnya organ hepar,” kata perempuan kelahiran Surabaya 27 September 1994 ini.

Dikatakan, hepar berfungsi sebagai alat detoksifikasi zat racun, termasuk timbal. Daun sambiloto diketahui memiliki banyak khasiat untuk mengatasi racun. Namun, hal itu masih belum diketahui efektivitas ekstrak sambiloto untuk

(6)

memproteksi hepar dari kerusakan akibat timbal.

Terkait capaian prestasi sebagai lulusan terbaik, penggiat Kelompok Minat Veteriner Pet and Wild Animal yang pernah menjadi asisten dosen patologi veteriner ini, mengaku tak memiliki kiat khusus. “Jika kita rajin tekun, ikhlas, dan selalu bersungguh-sungguh terhadap sesuatu maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal,” tutur mahasiswi 22 tahun tersebut.

”Yang terpenting adalah selalu berusaha, berdoa, dan meminta doa dari orangtua karena tidak dipungkiri rida dari kedua orangtua yang membawa kita dalam kesuksesan dan kebahagiaan,” katanya di akhir wawancara. (*)

Penulis: Lovita Marta Fabella, dan M Ahalla Tsauro Editor: Bambang Bes

SMA Progesif Bumi Sholawat,

Bekali Lulusan Perdana di

Universitas Airlangga

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai salah satu

kampus yang telah memiliki reputasi dan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun non-akademik menjadikan kampus yang diidamkan oleh banyak siswa SMA dari seluruh Indonesia, termasuk SMA Progresif Bumi Sholawat yang berkunjung ke UNAIR, Selasa (4/10).

Kunjungan dari SMA yang berdomisili di Sidoarjo tersebut diikuti oleh siswa dan siswi kelas 12 sebanyak 13 siswa. Ketua rombongan, Abdurrahman Falahi menyebutkan, kegiatan kunjungan

(7)

ke UNAIR ini hanya dikhususkan bagi anak didiknya yang ingin melanjutkan studi di program studi yang ada di UNAIR, sedangkan siswa lainnya juga melakukan kunjungan di kampus lain sesuai dengan keinginan yang ingin mereka tuju.

Falahi, yang akrab dipanggil dengan Afa menambahkan, bahwa kunjungan ini menjadi bagian penting bagi perkembangan ke depannya, tidak hanya bagi siswa, namun juga sekolah, karena di tahun ajaran 2017/2018 nanti SMA Progresif Bumi Sholawat akan meluluskan lulusan pertamanya, sehingga dibutuhkan persiapan dan pengetahuan tentang perguruan tinggi.

“Jadi SMA kami ini masih memiliki 3 angkatan saja. Anak-anak inilah yang nantinya dapat dikatakan sebagai lulusan perdana SMA kami, sehingga kami merasa perlu untuk mengetahui dan juga mengenalkan siswa-siswi kami mengenai mekanisme penerimaan mahasiswa baru di Universitas Airlangga, hal tersebut tentu akan menjadi suatu pembelajaran yang berarti bagi kami kedepannya”. Imbuh Afa dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi SMA Progresi Bumi Sholawat sangat antusias untuk menerima informasi yang disajikan UNAIR, terutama mengenai sistematika penerimaan mahasiswa baru dari jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri UNAIR. Imam Siswanto, M.Si., selaku pembicara dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR menyarankan kepada guru dan siswa-siswi SMA Progresi Bumi Sholawat untuk tidak terlalu mengandalkan jalur SNMPTN karena reputasi sekolah yang masih baru. (*)

Penulis : M. Reza Ferizmanda Editor : Nuri Hermawan

(8)

UKM Pramuka, Berkemah dan

Menyelami Kehidupan Wirausaha

UNAIR NEWS – Pramuka biasanya identik dengan perkemahan yang

dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu (Perjusa/Perkemahan Jumat-Sabtu), atau Sabtu dan Minggu (Persami/Perkemahan Sabtu-Minggu). Namun, tidak bagi mahasiswa Universitas Airlangga yang bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka. Selama empat hari, Kamis malam (29/9) sampai Minggu sore (2/10), anggota UKM Pramuka menyelenggarakan acara Basic Scout Camp (BSC) di dua tempat. Basis perkemahan ditempatkan di lingkungan kampus C UNAIR dan Desa Spande, Candi, Sidoarjo. Perkemahan ini memang berbeda dari yang biasanya. Selain melakukan camp, mereka melaksanakan kegiatan berkemah, pelatihan kepenulisan, dan belajar wirausaha bersama masyarakat. “Pada kegiatan BSC, ini kami sengaja memadukan berkemah dan bermasyarakat. Jadi, kami secara langsung mengikuti kegiatan masyarakat,” tutur Khoirul Anam sebagai ketua pelaksana BSC.

Pada akhir pekan, rombongan UKM Pramuka melakukan kunjungan ke tempat workshop pembuatan tempe dan tahu milik pengusaha di sana. “Selain itu, para peserta langsung ditempatkan di pekarangan milik Prof. Budi. Di pekarangan itu ada sapi dan kambing sehingga para peserta dapat secara mengetahui dan

angon sapi serta kambing,” pangkas Anam.

Salah satu peserta yang mengikuti BSC itu adalah Eka Titik. Mahasiswa Psikologi yang menjabat sebagai Ketua UKM Pramuka itu mengatakan kegiatan BSC cukup asyik untuk diikuti. Bagian yang paling menarik menurut Eka adalah ketika dirinya bisa langsung mengetahui proses pembuatan tahu dan tempe secara langsung.

(9)

tahu secara langsung pengolahan tempe dan tahu, tidak melalui buku atau televisi,” ujarnya.

Begitu pula dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ahmad Nur Hadi. Kegiatan BSC itu juga telah menambah pengalaman dan pengetahuannya khususnya di bidang kepenulisan ekonomi. “Untuk materi menulis dan praktik, kegiatan tersebut cukup memotivasi saya untuk menulis non fiksi. Pas kunjungan, wawasan ekonomi saya juga bertambah,” ungkap Hadi yang juga sebagai wakil Ketua UKM Pramuka ini.

Selain mereka berdua, ada pula mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Reny Rachmalia yang juga mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan BSC. “Ini baru pertama kalinya aku tidur di kandang, dan praktik menulis minimal 500 kata. Akhirnya, saya juga cukup termotivasi untuk sering menulis,” cerita Reny.

Penulis: Akhmad Janni Editor: Defrina Sukma S

Mahasiswa

Sejarah

Ajak

Melestarikan Situs Sejarah di

Sampang

UNAIR NEWS – Ketiga mahasiswa Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu

Budaya, Universitas Airlangga berhasil memenangkan kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional pada Rabu (21/9) sampai Minggu (25/9). Mereka berhasil menyabet juara pertama dengan mempresentasikan ide upaya pelestarian dan pengembangan wisata sejarah.

(10)

Ketiga mahasiswa yang berhasil merebut piala Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi itu adalah Diki Febrianto (tahun angkatan 2015), Laras Setyaningsih (2015), dan Wilda Haffata Yahfitu Zahra (2014). Kompetisi tersebut digelar oleh anggota Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ) Sejarah Universitas Negeri Malang (UNM).

“Ini merupakan pengalaman pertama kami untuk memenangkan lomba tingkat nasional selama menjadi mahasiswa. Apalagi ini merupakan karya tulis ilmiah yang dimana kita dipaksa untuk menghasilkan karya yang benar-benar ilmiah dan inovasinya dibutuhkan oleh masyarakat yang kami tuju,” tutur Diki pada reporter UNAIR News.

Diki bersama tim mempresentasikan karya tulis berjudul “Optimalisasi Situs Kompleks Ratu Ebu sebagai Upaya Konservasi dan Pengembangan Pariwisata Sejarah Kabupaten Sampang”. Dalam proses penulisan karya tulis itu, para delegasi UNAIR terjun langsung ke lapangan untuk meneliti objek yang terletak di Kelurahan Polagan, Sampang itu.

Dalam makalahnya, mereka memberikan gagasan mengenai situs sejarah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga mereka mencoba menawarkan solusi yang inovatif namun realistis. Inovasi yang ditawarkan tim Universitas Airlangga adalah adanya kampung sejarah pembabakan sejarah kota Sampang Madura sebagai inovasi dalam bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Tentu banyak lagi inovasi-inovasi dan konservasi yang kami tulis dalam karya kami. Keunikan inovasi dan kemasan karya tulis kami mengantarkan kami pada tim finalis dimana diambil enam besar. Pada saat presentasi kami kebagian nomor terakhir untuk kesempatan menyampaikan gagasan,” lanjut Diki.

Dari beberapa tim yang telah presentasi, Diki memaparkan bahwa ketiga juri tertarik pada presentasi dan penelitian timnya. Pada sesi tanya jawab bersama peserta, tim Diki juga banyak

(11)

diberi pertanyaan. Tim-tim tiap delegasi dibuat penasaran serta mengapresiasi inovasi dan objek penelitian yang diangkat oleh delegasi UNAIR.

Meskipun demikian, Diki mengaku bahwa selama melakukan penelitian, ia dan kawan-kawannya memiliki tantangan di antaranya adalah kapabilitas dan kesibukan kuliah. “Kami juga kesulitan membuat desain inovasi. Bagi kami itu cukup menyulitkan untuk memberikan gambaran seperti apa inovasi yang kami gagas. Maklum, kami bukan anak desain grafis,” pungkas Diki seraya tertawa.

Diki berharap penelitiannya tidak hanya berhenti pada tahap laporan. Ia berharap penelitiannya bisa diimplementasikan agar situs sejarah bisa dilestarikan dan dikembangkan agar bermanfaat, khususnya di bidang edukasi dan pariwisata. (*)

Penulis: Lovita Martafabella Editor: Defrina Sukma S.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan bahan ajar digital flipbook berbasis inkuiri terbimbing pada materi sel volta yang dapat digunakan untuk memperbaiki

Dalam ketetapan ini yang dimaksud dengan : a. Universitas adalah Universitas Sebelas Maret. Rektor adalah rektor Universitas. Fakultas adalah fakultas-fakultas yang ada di

Mahasiswa tahap profesi dokter (dokter muda) tidak aktif studi adalah mahasiswa yang berhenti mengikuti kegiatan akademik di luar ketentuan yang diatur dalam ketentuan

1. Setiap mahasiswa luar negeri yang akan mengikuti stase prodi profesi di Fakultas Kedokteran UNS/RSUD Dr. Moewardi wajib mengajukan surat permohonan dari institusi asal kepada

Dalam hal ini, penulis akan mendokumentasikan masalah-masalah yang berkenaan dengan konsep harga dalam sistem lelang perspektif ekonomi Islam, penyebabnya dan

belajaran IPS yang aktif dan kreatif. Maka perlu ada perbaikan nilai dengan cara pembelajaran yang aktif agar seluruh siswa kelas 4 SD Negeri Kopeng 03 mendapat

Referensi merupakan suatu aktivitas kerjasama pemasaran produk asuransi, dengan Bank berperan hanya mereferensikan atau merekomendasikan suatu produk asuransi kepada nasabah. Peran

Para Menteri Luar Negeri Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Jepang mengadakan pertemuan di Jakarta pada tanggal 9 April, yang ditujukan untuk