118
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Administrasi
Keuangan Medis Rumah Sakit TNI - Al Dr. Mintohardjo
Impa Penanggu
1, Wahyudin Sastramenggala
2, Sasli Rais
3123Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Jakarta
ABSTRACT
This study aims to find out the influence of motivation on employee productivity in the Medical Finance Administration Department of THE NAVY Hospital Dr. Mintoharjo Jakarta. The research was conducted at the TNI Al Dr. Mintohardjo Hospital Jakarta precisely in the Medical Administration section of the TNI Al Hospital Dr. Mintohardjo Jakarta which is located at Jalan Bendungan Hilir Tanah Abang, Central Jakarta. This research was conducted from March to June 2014. The method carried out in this research is regression analysis. This is done to find out the relationship between the two variables studied, as well as to find out if one variable has a significant effect on the other variable. The results showed that Work Motivation has a significant and positive effect on Employee Work Productivity, the amount of influence is 54.31 percent. While the remaining 45.69 percent was influenced by other variables outside the research such as Discipline, Remuneration, Leadership, Work Culture, and Competence.
Keywords: Work Motivation, Work Productivity, Medical Financial Administration PENDAHULUAN
Dalam menghadapi perkembangan dunia usaha yang berkembang pesat dewasa ini membuat para pelaku usaha harus meningkatkan kualitas maupun kuantitas pekerjaan. Kondisi ini menuntut semua perusahaan perlu mencari perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih maju, baik operasionalnya maupun sumber daya manusianya.
Peranan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisasi. Pemanfaatan SDM secara efektif merupakan jalan bagi suatu organisasi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pertumbuhan di masa yang akan datang. Dengan kata lain, kekuatan organisasi ditentukan oleh orang-orang yang mendukung organisasi tersebut, baik pada tingkat top, midle maupun lower. Pada dasarnya organisasi bukan saja mengharapkan SDM yang mampu, cakap dan terampil, tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kemampuan, kecakapan, dan ketrampilan SDM tidak ada artinya bagi organisasi, jika mereka tidak mau bekerja dengan keras dengan menggunakan kemampuan, kecakapan dan ketrampilan yang dimilikinya. Apabila orang-orang tersebut bekerja secara profesional sesuai dengan kemampuan dan keahliannya yang dipengaruhi oleh motivasi mereka, maka organisasi akan mencapai tujuannya dan berkembang pesat.
Dalam hal ini faktor manusia merupakan salah satu penunjang maju mundurnya suatu instansi yaitu dengan menciptakan disiplin kerja. Namun demikian, perlu adanya motivasi agar karyawan tersebut dapat menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan penuh disiplin tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya.
Kemampuan berkembang tanpa batas. Kemampuan manusia juga dapat ditingkatkan dengan memberikan motivasi yang tepat. Dan dapat dilihat dengan jelas bahwa organisasi hanya akan berhasil mencapai tujuan dan sasarannya apabila semua komponen organisasi tersebut berupaya menampilkan kerja yang optimal agar tercapainya produktivitas dan salah satunya
119
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
dengan motivasi yang baik. Namun, masalah akan timbul pada saat pegawai/staf dari organisasi yang sebenarnya memiliki potensi yang baik untuk mengerjakan tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya namun tidak melaksanakan tugas tersebut dengan baik dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya karena rasa malas atau karena tidak mengetahui secara jelas tugas pokok dan fungsinya sehingga menyebabkan pegawai tersebut kurang profesional.
Motivasi karyawan merupakan suatu pekerjaan yang rumit, karena perusahaan harus dapat memenuhi berbagai kebutuhan dari para karyawannya. Di dalam, pembentukan motivasi untuk para karyawan menuntut perhatian tersendiri dari instansi tersebut. Untuk itu instansi harus mampu memenuhi kebutuhan karyawan dimana karyawan tersebut bekerja, sehingga semangat dalam bekerja karyawan menjadi lebih meningkat. salah satu cara yang dapat dilakukan oleh organisasi adalah dengan pemberian motivasi kepada pegawai. Motivasi pegawai ini tergantung pada kekuatan dari motivasi itu sendiri. Dorongan ini menyebabkan mengapa pegawai itu berusaha mencapai tujuan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Dorongan ini juga yang menyebabkan pegawai berperilaku, memperbaiki dan meningkatkan produktivitas, sehingga produktivitas kerjapun meningkat. Memotivasi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti paksaan dan hukuman, imbalan, penghargaan dan pujian, dan menciptakan kompetisi, tujuan dan harapan yang jelas realistis serta mudah dicapai. Bagian Administrasi keuangan medis Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintoharjo Jakarta merupakan salah satu bagian dari organisasi Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintoharjo Jakarta yang menyelenggarakan fungsi kesehatan bagi Masyarakat. Maka untuk menjamin terlaksananya seluruh tugas-tugas sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh organisasi tersebut diperlukan produktivitas pegawai yang tinggi dengan memberikan motivasi kerja kepada para pegawai secara profesional.
Berdasarkan kenyataan yang penulis amati dilapangan bahwa kurang maksimalnya produktivitas pegawai di Bagian Administrasi keuangan medis Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintoharjo Jakarta dalam melakukan tugasnya. Hal ini dapat dilihat dari masih adanya pegawai yang melaksanakan tugasnya kurang profesional, seperti kurang memahami tugas dan fungsinya (tupoksi), masih adanya pegawai yang sering menunda-nunda pekerjaan, terlambat masuk kerja, pulang lebih awal, kurang memanfaatkan waktu kerja dengan baik, pada jam kerja tidak ada di kantor dengan alasan yang tidak jelas, Hal inilah yang mendorong penulis untuk meneliti lebih jauh tentang produktivitas pegawai yang salah satunya dipengaruhi oleh motivasi kerja para pegawai.
TINJAUAN LITERATUR
Produktivitas merupakan suatu aspek yang penting bagi perusahaan karena apabila tenaga kerja dalam perusahaan mempunyai kerja yang tinggi, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan dan hidup perusahaanakan terjamin. Untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu adanya tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian bekerja, karena apabila tenaga kerja tidak memiliki keahlian dan keterampilan akan berakibat menurunnya produktivitas dan merugikan perusahaan. Produktivitas dipengaruhi berbagai faktor, baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor-faktor lainnya, seperti pendidikan, keterampilan, disiplin kerja, sikap, etika, manajemen, motivasi kerja, teknologi, sarana, produksi, kesempatan kerja dan kesempatan berprestasi serta lingkungan kerja yang mendukung (J. Ravianto, 1986 : 20).
120
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
Produktivitas yang tinggi dapat dicapai jika didukung para karyawan yang mempunyai motivasi dan lingkungan kerja dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Motivasi dapat menimbulkan kemampuan bekerja serta bekerja sama, maka secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas. Sedangkan apabila motivasi karyawan lebih tinggi tetapi tidak didukung lingkungan kerja yang nyaman untuk bekerja maka hasil produktivitas kerja tidak baik. Berdasarkan teori tersebut di atas dapat diasumsikan bahwa dengan motivasi kerja berpengaruh pula dengan peningkatan produktivitas kerja karyawan, sebaliknya dengan motivasi kerja yang menurun juga akan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas kerja.
Pimpinan adalah orang yang memimpin penyelenggaraan kerja dan memotivasi bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Hal ini berarti pimpinan harus dapat menggerakkan dan membina karyawannya untuk meningkatkan produktivitas kerja atas tugas yang dibebankan kepada karyawan tersebut.
Dengan pemberian motivasi yang baik pada karyawan berarti pimpinan telah berusaha menunjang peningkatan produktivitas kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan demikian sasaran yang telah ditetapkan perusahaan dapat tercapai. Didalam penelitian dapat digambarkan mengenai kerangka berfikir yaitu adanya dugaan terdapat pengaruh antara motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan pada bagian administrasi keuangan medis Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintohardjo Jakarta. Kerangka berfikir yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah:
Gambar 1. Model Penelitian
Variabel Bebas Variabel Terikat
Indikator Indikator
1. Motif (dorongan) 1. Proses
2. Harapan 2. Kuantitas
3. Imbalan 3. Kualitas
Sumber : Data hasil olahan penulis
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis penelitian ini dapat diduga terdapat pengaruh antara motivasi dengan produktivitas kerja karyawan pada bagian administrasi keuangan medis Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintohardjo Jakarta.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintohardjo Jakarta tepatnya pada bagian Administrasi Keuangan Medis Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintohardjo Jakarta yang beralamat di Jalan Bendungan Hilir Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2014.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey, sedangkan alat analisisnya adalah analisis kolerasional, koefisien determinasi, uji hipotesis, dan analisis regresi.
Motivasi X
Produktivitas Kerja Karyawan Y
121
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
Hal ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dua variabel yang diteliti, serta untuk mengetahui apakah variabel yang satu berpengaruh secara signifikan dengan variabel lainnya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisa regresi linear sederhana yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh Motivasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai. Untuk menghitung persamaan regresi sederhana dengan cara manual perlu dibuat lembar kerja sebagaimana Tabel 1. berikut:
Tabel 1. Lembar Kerja Analisis Regresi Sederhana
No
Resp X Y XY X
2 Y2 Ypred (Y-Ypred)2
(Y-Y )2 Yres 1 31 33 1023 961 1089 31,267 3,005 1089 1,734 2 38 38 1444 1444 1444 35,034 8,797 1444 2,966 3 38 38 1444 1444 1444 35,034 8,797 1444 2,966 4 39 38 1482 1521 1444 35,034 8,797 1444 2,966 5 30 29 870 900 841 28,253 0,559 841 0,748 6 30 33 990 900 1089 31,267 3,005 1089 1,734 7 47 41 1927 2209 1681 37,295 13,731 1681 3,706 8 40 33 1320 1600 1089 31,267 3,005 1089 1,734 9 40 34 1360 1600 1156 32,020 3,920 1156 1,980 10 41 39 1599 1681 1521 35,788 10,320 1521 3,213 11 34 31 1054 1156 961 29,760 1,539 961 1,241 12 40 37 1480 1600 1369 34,281 7,396 1369 2,720 13 31 25 775 961 625 25,239 0,057 625 -0,238 14 39 35 1365 1521 1225 32,774 4,957 1225 2,227 15 34 32 1088 1156 1024 30,513 2,211 1024 1,487 16 36 39 1404 1296 1521 35,788 10,320 1521 3,213 17 34 33 1122 1156 1089 31,267 3,005 1089 1,734 18 35 35 1225 1225 1225 32,774 4,957 1225 2,227 19 38 34 1292 1444 1156 32,020 3,920 1156 1,980 20 39 34 1326 1521 1156 32,020 3,920 1156 1,980 21 34 25 850 1156 625 25,239 0,057 625 -0,238 22 30 26 780 900 676 25,992 0,000 676 0,008 23 41 41 1681 1681 1681 37,295 13,731 1681 3,706 24 41 36 1476 1681 1296 33,527 6,116 1296 2,473 25 41 35 1435 1681 1225 32,774 4,957 1225 2,227 Jml 921 854 31812 34395 29652 803,514 131,08 29652 50,486
Sumber: Data Penelitian 2014 diolah
Berdasarkan lembar kerja di atas, maka dapat diketahui: n = 25
X
= 921
Y
= 854122
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
2X
= 34395
2Y
= 29652
XY
= 31812Dengan demikian besarnya koefisien regresi adalah sebagai berikut
−
−
=
2 2)
(
)
(
)
)(
(
)
(
X
X
n
Y
X
XY
n
b
n X b Y a=
− (
) 2 ) 921 ( ) 34395 ( 25 ) 854 )( 921 ( ) 31812 ( 25 − − = b 848241 859875 786534 795300 − − = 11634 8766 = 7535 , 0 = 25 ) 921 ( 7535 , 0 854 − = a 25 0265 , 160 = 401 , 6 =Persamaan regresinya adalah
X Yˆ =6,401+0,7535 +ε
Persamaan regresi di atas dapat diartikan bahwa, bila nilai Motivasi Kerja ditingkatkan satu satuan, maka Produktivitas Kerja Pegawai akan meningkat sebesar 0,7535 satuan.
Nilai t-hitung digunakan untuk menguji apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat atau tidak. Suatu variabel akan memiliki pengaruh yang berarti jika nilai t-hitung variabel tersebut lebih besar dibandingkan nilai t-tabel. Untuk menghitung besarnya nilai t-hitung digunakan rumus berikut
Sbj bj t = Dimana: t = nilai t-hitung Bj = koefisien regresi
123
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
Berdasarkan rumus tersebut, maka kita perlu mengetahui besaran nilai kesalahan baku koefisien regresi. Rumus untuk menghitung kesalahan baku koefisien regresi adalah sebagai berikut
−
=
n
X
X
Se
Sb
2 2(
)
Berdasarkan rumus tersebut, maka kita perlu mengetahui besaran nilai kesalahan baku koefisien regresi. Rumus yang digunakan untuk mengukur kesalahan baku estimasi adalah sebagai berikut:
k
n
Y
Y
Se
−
−
=
2)
ˆ
(
DimanaSe = Kesalahan baku estimasi
2
) ˆ
(Y −Y = kuadrat selisih nilai Y riil dengan nilai Y prediksi
n = ukuran sampel
k = Jumlah variabel yang diamati
k
n
Y
Y
Se
−
−
=
2)
ˆ
(
387
,
2
2
25
08
,
131
=
−
=
Se
Kesalahan baku estimasi merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur tingkat penyimpangan persamaan regresi dengan nilai riilnya. Berdasarkan lembar kerja pada tabel 4.31 di atas dan hasil penghitungan kesalahan baku estimasi maka kita dapat menghitung besarnya kesalahan baku koefisien regresi sebagai berikut
−
=
n
X
X
Se
Sb
2 2(
)
1107 , 0 25 ) 921 ( 34395 387 , 2 2 = − = SbSetelah kita mengetahui besaran kesalahan baku koefisien regresi dan besaran nilai koefisien regresi, maka nilai t-hitung adalah sebagai berikut:
Sbj bj t = 807 , 6 1107 , 0 7535 , 0 = = t
124
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
Dengan df:α,(n-k) atau 0,05 (25-2) diperoleh besarnya tabel sebesar 1,708. Karena nilai t-hitung (6,807) > t-tabel (1,708), maka dapat disimpulkan bahwa Motivasi Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai.
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam
menerangkan variasi variabel dependen. Diketahui bahwa nilai korelasi adalah sebesar 0,7535, maka nilai koefisien determinasinya adalah
5678 , 0 ) 7535 , 0 ( 2 2 = = R
Koefisien determinasi memiliki kelemahan, yaitu bias terhadap jumlah variabel bebas yang dimasukkan kedalam model regresi, di mana setiap penambahan satu variabel bebas dan pengamatan dalam model akan meningkatkan nilai R2 meskipun variabel yang dimasukkan itu
tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya. Untuk mengurangi kelemahan tersebut maka digunakan koefisien determinasi yang telah disesuaikan, Adjusted R Square ( 2` )
adj
R . Koefisen determinasi yang telah disesuaikan berarti bahwa koefisien tersebut
telah dikoreksi dengan memasukkan unsur jumlah variabel dan ukuran sampel yang digunakan. Rumus untuk menghitung koefisien determinasi yang disesuaikan adalah sebagai berikut
1
)
1
(
2 2 2−
−
−
−
=
p
n
R
P
R
R
dimana R2 = Koefisien determinasi n = ukuran sampel p = jumlah variabel bebasDengan demikian besaran koefisien determinasi yang disesuaikan dapat dihitung sebagai berikut
1
)
1
(
2 2 2−
−
−
−
=
p
n
R
p
R
R
adj 1 1 25 ) 5678 , 0 1 ( 1 5678 , 0 2 − − − − = adj R 5431 , 0 =Nilai koefisien determinasi sebesar 0,5431 menunjukkan bahwa pengaruh Motivasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai adalah sebesar 54,31 persen. Sedangkan Sisanya sebesar 45,69 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian seperti Kedisiplinan, Remunerasi, Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Kompetensi.
SIMPULAN
Korelasi antara variabel Motivasi Kerja dengan Produktivitas Kerja Pegawai sebesar 0,742 yang menunjukkan bahwa korelasi kuat antar variabel.
Motivasi Kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai, besaran pengaruh adalah sebesar 54,31 persen. Sedangkan Sisanya sebesar 45,69 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian seperti Kedisiplinan, Remunerasi, Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Kompetensi.
125
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
Motivasi kerja yang sudah dimiliki oleh pegawai perlu dijaga dan ditingkatkan untuk mendukung produktivitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Motivasi kerja yang tinggi dapat menimbulkan kemampuan bekerja serta bekerja sama, maka secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas.
Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan hasil penelitian ini dengan menambahkan beberapa variabel yang lain seperti Kedisiplinan, Remunerasi, Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Kompetensi.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah, W. U., Salim, F., & Sofyan, M. (2019). The Influence of Service Quality and Price on the Interest of Commuterline KRL Passengers. Ilomata International Journal of Management,
1(1), 13-18. Diambil kembali dari
https://www.ilomata.org/index.php/ijjm/article/view/29/29
Amelia, S., Salamah, H., & Sofyan, M. (2019). Effect of Marketing Strategy and Service Quality Against the Decisions of Parents. Ilomata International Journal of Management, 1(1), 31-37. Diambil kembali dari https://www.ilomata.org/index.php/ijjm/article/view/31/31
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Bina Aksara. Armala, S., & Pandoyo. (2020). Implementasi PP No.90 Tahun 2010 Tentang Penyusunan Rencana
Kerja Dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Pada Direktorat Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. EMBISS: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis,
dan Sosial, 1(1), 11-21. Diambil kembali dari https://embiss.com/index.php/embiss/article/view/2/2
Basuki, S. (2010). Metode Penelitian. Jakarta: Penaku.
Carlina, M., & Pandoyo. (2020). Studi Kelayakan Bisnis Tour & Travel Pada PT. Indoloka Wisata Mandiri. Jurnal Ilmu Administrasi Publik dan Bisnis, 1(2), 59-79. Diambil kembali dari http://edu-business.org/index.php/JIAPB/article/view/11/16
Harimurti, C. (2018). Model Peningkatan Kinerja Sistem Logistik yang Efektif dan Efisien. Jurnal
Logistik Indonesia, 1(1), 46-67. Diambil kembali dari http://ojs.stiami.ac.id/index.php/logistik/article/view/127/112
Husnan, S., & Muhammad, S. (2000). Studi Kelayakan Proyek (4th ed.). Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Iskandar, D. S., & Pandoyo. (2020). Pengaruh Insentif Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Aplikanusa LintasartaJakarta Selatan. Jurnal Ilmu Administrasi Publik dan Bisnis,
1(2), 32-38. Diambil kembali dari http://edu-business.org/index.php/JIAPB/article/view/8/13
Kasmir. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Maria, P., & Pandoyo. (2020). Pengaruh Atribut Halal Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah. EMBISS: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Sosial, 1(1), 40-47. Diambil kembali dari https://embiss.com/index.php/embiss/article/view/6/6
Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia (Vol. 2). Jakarta: Salemba Empat.
Pandoyo. (2016). THE EFFECT OF AUDITOR COMPETENCE, INDEPENDENCE, AUDIT EXPERIENCE, ORGANIZATIONAL CULTURE AND LEADERSHIP AGAINST
126
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
AUDITOR PROFESSIONALISM AND ITS IMPLICATION ON AUDIT QUALITY.
International Journal of Advanced Research, 4(5), 1632-1646. Diambil kembali dari
https://www.journalijar.com/article/8793/the-effect-of-auditor-competence,- independence,-audit-experience,-organizational-culture-and-leadership-against-auditor-professionalism-and-its-implication-on-audit-quality./
Pandoyo. (2018). The Impact of Auditor Competence and Independence Towards Auditor Professionalism. 14th International Conference on Applied Business and Economics. 14, hal. 567-581. Jakarta: International Strategic Management Association. Diambil kembali dari https://www.researchgate.net/profile/Eleftherios_Thalassinos/publication/331354334_ICA BE_2018_CONF_PROCEEDINGS/links/5c754f62a6fdcc47159e5230/ICABE-2018-CONF-PROCEEDINGS.pdf
Pandoyo, & Sofyan, M. (2018). Metodologi Penelitian Keuangan dan Bisnis: Teori dan Aplikasi
Menggunakan Software Olah Data Eviews 9. Bogor: IN-MEDIA.
Prasetiyani, E., & Sofyan, M. (2020). Bankruptcy Analysis Using Altman Z-Score Model and Springate Model In Retail Trading Company Listed In Indonesia Stock Exchange. Ilomata
International Journal of Tax and Accounting, 1(3), 139-144. Diambil kembali dari
https://www.ilomata.org/index.php/ijtc/article/view/98/63
Prasetyo, A., Andayani, E., & Sofyan, M. (2020). Pembinaan Pelatihan Pembukuan Laporan Keuangan Terhadap Wajib Pajak UMKM Di Jakarta. EMBISS: Jurnal Ekonomi,
Manajemen, Bisnis, dan Sosial, 1(1), 34-39. Diambil kembali dari https://embiss.com/index.php/embiss/article/view/5/5
Rachmawaty, W., & Pandoyo. (2020). Pengaruh Remunerasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan. EMBISS: Jurnal Ekonomi,
Manajemen, Bisnis, dan Sosial, 1(1), 1-10. Diambil kembali dari https://embiss.com/index.php/embiss/article/view/1/1
Rulandari, N. (2017). The Effect of Supervision and Professionalism on Staff Performance at The Office of Social Affairs In East Jakarta Administrative City. 7(2), 184-192. Diambil kembali dari https://www.ijhssnet.com/journals/Vol_7_No_2_February_2017/25.pdf
Rulandari, N. (2020). The Impact of the Covid-19 Pandemic on the World of Education in Indonesia. Ilomata International Journal of Social Science, 1(4), 242-250. Diambil kembali dari https://www.ilomata.org/index.php/ijss/article/view/174/113
Rulandari, N., & Sudrajat, A. (2017). Financial Ratio (Altman Z score) with Statistic Modelling.
International Journal of Scientific Research in Science and Technology, 3(6), 341-344. Diambil
kembali dari https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/54472611/1354.pdf?1505823488=&response- content-disposition=inline%3B+filename%3DFinancial_Ratio_Altman_Z_score_with_Stat.pdf& Expires=1601681702&Signature=cuI9vVwrnkUZqVgocbIpqnrC7wBjcGScPXnSyjMW3-94dNQts~-iyeRgljeTEzc
Sartono, A. (2010). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi (Vol. 4). Yogjakarta: BPFE.
Septya, P. R., Taufik, P. A., & Yusuf, Z. (2019). The Effect of Service Quality and Marketing Programs on Third Party Funds. 1(1), 8-12. Diambil kembali dari
https://www.ilomata.org/index.php/ijjm/article/view/28/28
127
Volume 1, Nomor 3, Desember 2020
Sofyan, M. (2016). Pengaruh Suku Bunga Kredit Modal Kerja, Capital Adequacy Ratio dan Loan to Deposit Ratio terhadap Kredit Modal Kerja Bank Perkreditan Rakyat (Studi Kasus Pada BPR Di Kabupaten Provinsi Jawa Timur Tahun 2010–2015). Ekonomika, 9(2),
131-137. Diambil kembali dari
https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/50996012/Pengaruh_Suku_Bunga_Kredit_Modal_ Kerja__CAR__dan_LDR_Terhadap_Kredit_Modal_Kerja.pdf?1482315909=&response-
content-disposition=inline%3B+filename%3DPengaruh_Suku_Bunga_Kredit_Modal_Kerja_C.p df&Expires=16087959
Sofyan, M. (2016). Sistem Pengendalian Intern Pengelolaan Pajak Restoran Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. Jurnal Eksekutif, 13(1), 59-77. Diambil
kembali dari
https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/47285180/SISTEM_PENGENDALIAN_INTERN _PENGELOLAAN_PAJAK_RESTORAN_DALAM_MENINGKATKAN_PENDAPAT AN_ASLI_DAERAH_PAD_KOTA_BOGOR.pdf?1468725408=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DSISTEM_PENGENDALIAN_INTERN_PENG Sofyan, M. (2019). ANALYSIS FINANCIAL PERFORMANCE OF RURAL BANKS IN
INDONESIA. International Journal of Economics, Business and Accounting Research
(IJEBAR), 3(3), 255-262. doi:10.29040/ijebar.v3i03.588
Sofyan, M. (2019). Community Satisfaction of the Urban Flood Control System Improvement Project (UFCSI). Ilomata International Journal of Social Science, 1(1), 29-34. Diambil kembali dari https://www.ilomata.org/index.php/ijss/article/view/36/35
Sofyan, M. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Inspirasi Bisnis Dan Manajemen, 3(1), 63-76. doi:10.33603/jibm.v3i1.2093
Sofyan, M. (2019). Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan. Akademika, 17(2), 115-121. Diambil kembali dari http://jurnal.stieimalang.ac.id/index.php/JAK/article/view/173/97 Sofyan, M., Soleh, Tjijptadi, & Sutisna, D. (2020). Analysis of Scholarship Program for
Strengthening the Reforming Institution BPKP. Ilomata International Journal of Social
Science, 1(2), 77-81. Diambil kembali dari https://www.ilomata.org/index.php/ijss/article/view/88/52
Syamsuddin. (2009). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Umar, H. (2009). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Rajawali Persada. Utomo, B. N., Widjaja, E., Suharyanto, B., Erlambang, Y. P., & Sofyan, M. (2020). Level Adoption
of Feed and Organic Fertilizer Technology Based on By Products of Oil Palm Plantation Industry in Lamandau District, Central Kalimantan. Ilomata International Journal of
Social Science, 1(4), 196-207.
Windiarti, W., & Sofyan, M. (2018). ANALISIS EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN KOTA DEPOK. JURNAL ILMIAH EKBANK, 1(2), 29-39. Diambil kembali dari http://www.jurnal.akptahuna.ac.id/index.php/ekbank/article/view/9/7 Zuraeva, M., & Rulandari, N. (2020). Analisis Kualitas Pelayanan Perpajakan dalam Rangka
Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus Kpp Pratama Jakarta Senen 2018).
Jurnal Pajak Vokasi (JUPASI), 2(1), 37-44. Diambil kembali dari http://ojs.stiami.ac.id/index.php/JUPASI/article/view/1108/593