• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PG PAUD UNTIRTA 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING SEMINAR NASIONAL PG PAUD UNTIRTA 2019"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

PROSIDING

SEMINAR

NASIONAL

PG PAUD

UNTIRTA

2019

Penasihat: Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd. Ketua: Atin Fatimah, M.Pd. Sekretaris:

dr. Tricahyani E.Y., M.PH., Sp.EM. Bendara:

Laily Rosidah, M.Pd. Narasumber Seminar: Dr. Cepi Riyana, M.Pd.

(Universitas Pendidikan Indonesia) Dr. Hapidin, M.Pd.

(Universitas Negeri Jakarta) Tim Prosiding: Ratih Kusumawardani, M.Pd. Kristiana Maryani, M.Pd. Reviewer: Ila Rosmilawati, Ph.D Yuli Kurniawati, Ph.D Kesekretariatan: 1. Dr. Luluk Asmawati, M.Pd. 2. Rr. Dina Kusuma Wardani, M.Pd. Cover dan Tata Letak:

Desma Yuliadi Saputra, S.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

PERMAINAN

TRADISIONAL

VS

(3)

iii

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

Kata

Pengantar

S

alah satu misi pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi anak bangsa sejak usia dini. Misi ini memberikan pandangan bahwa pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya sebagai manusia yang berkarakteristik personal dan mampu memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. Maka proses pendidikan harus mencakup (1) Penumbuhkembangan keimanan dan ketakwaan, (2) Pengembangan wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi, dan kepribadian, (3)Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) Pengem-bangan penghayatan, apresiasi, dan ekspresi seni, serta (5) Pembentukan manusia yang sehat jasmani dan rohani.

Tujuan paling utama program PAUD adalah untuk meningkatkan kapasitas anak dalam berkembang dan belajar. Kegiatan PAUD, baik dalam program pengajaran, penelitian, maupun pengabdian diarahkan untuk mendukung dan memberikan layanan pada praktisi, akademisi, maupun anak-anak agar dapat mengembangkan kapasitasnya dan menggunakan komunikasi massa untuk meningkatkan penge-tahuan dan kemampuan praktikal.

Berdasarkan hasil curah pendapat dalam seminar nasional PGPAUD yang diselenggarakan kedua kalinya oleh Jurusan PGPAUD di Serang pada bulan Agustus 2019 dengan bertajuk “Permainan Tradisional Vs Digital” disepakati bahwa stimulasi untuk peningkatan kapasitas anak dalam berkembang dan belajar dapat ditempuh melalui multi metode dengan tidak menanggalkan identitas budaya setempat sebagai bagian dari upaya filtrasi budaya. Demi tujuan dan komitmen tersebut, maka Jurusan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memandang perlu meng-adakan kegiatan seminar nasional di mana dalam momentum ini berkumpul semua pihak terkait pendidikan anak usia dini, mulai dari akademisi, praktisi (para penge-lola lembaga PAUD dan pendidik anak usia dini, baik guru, pengasuh, maupun orang tua) untuk mendapatkan hasil dari desiminasi penelitian guna menuju profesionalitas dalam pendidikan anak usia dini.

(4)

iv Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

Seminar ini telah diikuti oleh berbagai unsur yang semuanya memiliki komitmen yang sama yakni profesionalisme dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak usia dini yang kelak akan tampil di masa yang akan datang sebagai generasi penerus pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengukir prestasi bagi Bangsa Indonesia.

Seminar nasional ini dapat berlangsung berkat dukungan dari berbagai pihak. Kami ucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan seluruh panitia yang telah mendukung acara ini. Terkhusus kepada seluruh penulis yang telah berkontribusi pada prosiding ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga prosiding seminar nasional 2 PGPAUD 2019 dengan tajuk “Permainan Tradisional Vs Digital” ini dapat bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan pendidikan anak usia dini di masa yang akan datang.

Ketua Jurusan PG PAUD FKIP Untirta

(5)

v

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

63

73

21

31

41

51

PELAKSANAAN PENDIDIKAN INKLUSI DI PAUD BINA BANGSA ISLAMIC SCHOOL KOTA SERANG

Aas Asmawati

PENGARUH MANAJEMEN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN

Amalia Sahara, Cucu Atikah, dan Reza Mauldy Raharja

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR

Aninda Kusuma Wardhany

MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI KEGIATAN SENAM IRAMA

Anisa Qurotul Aeni, Alis Triena Permanasari, dan Siti Khosiah

PERAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN KEDISIPLINAN ANAK USIA 4-5 TAHUN

Anna Karina

PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN BERMAIN SAINS

Annisa Nabila

MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BERBAGAI MEDIA

Asry Pratiwi

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN OLAH TUBUH

Dea Elma Pavitta

MENGEMBANGKAN ALAT PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD MUTIARA HATI TAHUN AJARAN 2017/2018

Dwi Istati Rahayu, Nurhasanah, dan Baiq Nunike Resti Aulia

DAFTAR

ISI

1

9

(6)

vi Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

PENERAPAN PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK

Eem Khujaemah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI MEDIA CLAY PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Elma Tresia

KREATIVITAS SENI RUPA ANAK DALAM KEGIATAN MOZAIK DI TK AL HUSNA BURING KOTA MALANG

Emmalia Marta Hapsari dan Wuri Astuti

MODEL BIMBINGAN MELALUI PERMAINAN SOSIODRAMA UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK

Evi Afiati

EFEKTIVITAS PARENTING DALAM PENINGKATAN PROSES STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DI PAUD/TK KOTA MATARAM TAHUN 2017

Fahruddin, Muazar Habibi, Nurhasanah, dan Ika Rahmayani

PENGARUH GIZI SEIMBANG TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN

Fida Fitria Ahadiyani

MENINGKATKAN KEMAMPUAN EMOSIONAL

ANAK USIA 4-5 TAHUN ME-LALUI BERMAIN KONTUKTIF

Fitri Haryati

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN

Gita Kurniawati

PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK USIA DINI

Kristiana Maryani

MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI UPACARA BENDERA

Kristina Uli

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS

MELALUI KEGIATAN ME-WARNAI DENGAN TEKNIK GRADASI

Misshita Dwita

95

103

113

119

133

147

161

173

181

189

199

(7)

vii

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B

Nani Yulia

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSI ANAK USIA 4-6 TAHUN

Nia Prasetyaningsih

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Nina Rakhmawati, Luluk Asmawati, dan Laily Rosidah

PENINGKATAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE BERCERITA

Nopiana

PENERAPAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI TAMAN PENITIPAN ANAK

Noviyana Furyanti

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MEDIA KARTU GAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD SMART KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG-BANTEN

Nunu Astuti

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE PROYEK DI PAUD AL-HUDA KOTA SERANG

Nurul Ashila Tri Utami

PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP ANAK USIA DINI DI TK KHALIFAH 2 SERANG

Nurul Fathia

KREATIVITAS GURU DALAM MENCIPTAKAN PERMAINAN KREATIF UNTUK ANAK USIA DINI

Nuryati

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KELOMPOK B MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL

Ridha Indah Fajarwati

MENINGKATKAN KOSAKATA MELALUI MEDIA GAMBAR

Rifkiyanti Azizah

219

229

239

251

263

275

283

293

305

315

207

(8)

viii Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

SMARTPHONE: ANAK ATAU ORANGTUA YANG SESUNGGUHNYA TIDAK DAPAT TERLEPAS DARINYA?

Rina Windiarti

PENGARUH METODE BERNYANYI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 4 – 5 TAHUN

Riska Novianti

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN BAHAN BEKAS

Siska Fahrunisa Aulia

PENGARUH PERMAINAN PUZZLE

TERHADAP KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA

Siti Maprudoh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK

Siti Marifah

PENGARUH PENDEKATAN BCCT (BEYOND CENTRE AND CIRCLE TIME) TERHADAP KREATIVITAS GURU DI KECAMATAN CIBEBER

KOTA CILEGON BANTEN

Siti Nur Asiyah

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN FUN COOKING

Siti Nuraeni dan Tricahyani Endah Yuniarti

PENGUASAAN BAHASA LISAN ANAK USIA 4 TAHUN

Siti Nurhayati

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK

Siti Nurlaeli

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA

Siti Restu Utami Fatmawati

PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING TERHADAP PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP ANAK USIA DINI

Siti Rokimah dan Fadlullah

345

355

363

377

385

393

401

409

417

325

335

(9)

ix

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK DI SENTRA BALOK

Sri Purwatih dan Fahmi

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN KLASIFIKASI

Sri Wahyuningsih dan Isti Rusdiyani

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN KREATIF

Sulastina dan Ratih Kusumawardani

MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI BERMAIN LEGO PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TUNAS MERAK PANDEGLANG

Upiah dan Atin Fatimah

PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 0-24 BULAN

Wiwin Supriatin

PENTINGNYA KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS

Yonia Ilma Insyira

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBIASAAN DI TK ISLAM TIRTAYASA

Yoyoh Khumaeroh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA LEGO HURUF

Zahrotul Uyun dan Tri Sayekti

453

459

467

477

485

427

435

443

(10)
(11)

263

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN

BERBICARA MELALUI MEDIA KARTU GAMBAR PADA ANAK

USIA 5-6 TAHUN DI PAUD SMART KECAMATAN SERANG,

KOTA SERANG-BANTEN

Nunu Astuti

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected]

ABSTRACT

Early childhood was an age group that was in a unique development process, because the process of growth and development occurs together with the golden age (packaging period), which was the most appropriate time to provide a strong provision for children in developing all aspects of its development such as cognitive abilities, language, motoric, religious, moral, social-emotional, and art. The method used in this study is a qualitative method with descriptive type of research. The main objective of descriptive research was to systematically describe the facts and characteristics of the subject being examined precisely. Research sites were: PAUD SMART Serang-Banten. Time of research in semester one of the 2018-2019 school year. The research subjects were 10 children consisting of 9 girls and 1 boy in class B aged 5-6 years and a teacher of 3 people. This study uses data collection techniques through observation interviews, field notes, and data recording in the form of photos. This study also uses data analysis techniques, namely: data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study were to find out the problems in the study and the results were: the role of the teacher in teaching the speaking skills of children aged 5-6 years through the image card media in the paud that has worked well according to their role, namely teacher as mentor, coach, motivator, and demonstrator.

(12)

264 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

ABSTRAK

Anak usia dini merupakan kelompok usia yang berada dalam proses perkembangan unik, karena proses tumbuh kembangnya terjadi bersama dengan golden age (masa kemasan), yang merupakan waktu paling tepat untuk memberikan bekal yang kuat kepada anak dalam mengembangkan segala aspek perkembangannya seperti kemampuan kognitif, bahasa, motorik, agama, moral, sosial-emosional, dan seni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuan utama penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik subjek yang di teliti secara tepat. Tempat penelitian adalah: PAUD SMART Serang-Banten. Waktu penelitian di semester satu tahun pelajaran 2018-2019. Subjek penelitian adalah anak yang berjumlah 10 anak yang terdiri dari 9 anak perempuan dan 1 anak laki-laki di kelas B usia 5-6 tahun dan guru yang berjumlah 3 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara, catatan lapangan, dan perekaman data yang berupa foto. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis data yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan dalam penelitian dan hasilnya yaitu: peran guru dalam mengajarkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar di paud yang sudah berhasil dengan baik sesuai dengan perannya yaitu guru sebagai pembimbing, pelatih, motivator, dan demonstrator.

Kata Kunci: Peran Guru, Keterampilan berbicara anak, media kartu gambar

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Pada kehidupan sehari-hari anak tidak terlepas dari bahasa, dengan bahasa anak dapat berkomunikasi satu sama lain, anak tidak hanya berpikir dengan otaknya tetapi juga dituntut untuk menyampaikan dan mengungkapkan pikirannya dengan bahasa yang dimengerti orang lain, ungkapan-ung-kapan itu menunjukkan betapa pentingnya peranan bahasa bagi perkembangan anak. Dalam penguasaan kosakata dan ke-mampuan berbicara diperoleh dari adanya interaksi anak dengan orang-orang di se-kitarnya, teman sebaya merupakan agen penting bagi anak untuk mengembangkan kemampuan bahasanya yang pada umum-nya didapat melalui kegiatan bermain. Ber-main bersama-sama dengan teman akan memberikan kesempatan pada anak untuk berkomunikasi satu sama lain serta penge-tahuan baru yang diperoleh dari temannya, selain itu ada permainan yang mempunyai fungsi mengembangkan kemampuan ba-hasa pada anak antara lain bermain tebak

kartu dengan menggunakan media kartu gambar yang merupakan kartu kecil yang berisikan gambar-gambar, yang dilengkapi dengan kata-kata yang digunakan untuk melatih kemampuan otak kanan anak untuk mengingat gambar dan kata-kata sehingga pembendaharaan kata dan keterampilan berbicara anak berkembang.

Peran guru sangat diharapkan untuk membekali anak dengan pendidikan, namun di sisi lain juga dituntut untuk dapat meng-ikuti perkembangan anak didiknya, dengan melalui media pembelajaran yang diguna-kan oleh guru banyak hal yang adiguna-kan diper-oleh seorang anak, dan media pembelajaran yang menyenangkan yang diharapkan me-narik anak dalam mengembangkan keteram-pilan berbicara anak, salah satunya dengan menggunakan media kartu gambar anak-anak akan lebih senang dan semangat dalam kegiatan bermain sambil belajar karena pada umumnya anak tertarik pada gambar dan tulisan, karena kelebihan dari media kartu gambar ini yaitu, membantu anak mengenal simbol-simbol yang terdapat

(13)

265

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

pada kartu gambar tersebut, dan lebih ber-tambah lagi kosakata pada anak, selain itu permainan dengan menggunakan media kartu gambar akan membuat kegiatan ber-main sambil belajar lebih menyenangkan dan tidak monoton, namun ada juga keku-rangan dari kartu gambar ini yaitu kartu gam-bar yang disediakan di sekolah kurang leng-kap dikarenakan di sekolah tersebut belum mempunyai media kartu gambar yang se-suai seri.

Setelah dilakukan penelitian, peneliti menemukan adanya bukti keterampilan berbicara pada anak berkembang dengan baik dalam penguasaan kosakata anak lebih banyak, anak juga sudah bisa mengenal banyak simbol-simbol, lalu terlihat tumbuh-nya percaya diri saat berbicara pada anak dikarenakan anak sudah memiliki perben-daharaan kata yang banyak, dan keberanian anak dalam bercerita tentang isi suatu gam-bar yang ada di kartu gamgam-bar tersebut. Hal tersebut diperoleh melalui kegiatan ber-main sambil belajar dengan menggunakan kartu gambar yang dilakukan bersama guru, karena di sekolah PAUD SMART ini sudah me-nerapkan permainan sambil belajar dengan menggunakan kartu gambar yang disediakan sesuai dengan kemampuan dan kondisi anak usia dini sehingga mempermudahkan anak untuk mengenal gambar, tulisan,warna, serta memberikan motivasi belajar bagi anak, karena peran guru merupakan model bagi anak usia dini dikarenakan keteram-pilan berbicara pada anak akan berkembang melalui keterampilan menyimak apa yang dilihat atau didengar oleh anak, maka dari itu peran guru dalam menggunakan media kartu gambar bertujuan agar keterampilan berbicara anak berkembang lebih baik lagi. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui sejauh mana peran guru dalam mengem-bangkan keterampilan berbicara dengan menggunakan media kartu gambar di PAUD SMART. Berdasarkan uraian di atas maka pe-neliti memilih judul “Peran guru dalam

Mengembangkan Keterampilan Berbicara Melalui Media Kartu Gambar Pada Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD SMART”

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis paparkan di atas maka Identifikasi masalahnya adalah sebagai berikut: a. Terlihat Keterampilan berbicara anak

berkembang dengan baik yaitu pengua-saan kosakata lebih banyak, mengenal banyak simbol, dan tumbuh percaya diri pada anak.

b. Guru menerapkan permainan sambil belajar dengan menggunakan media kartu gambar.

c. Penerapan media kartu gambar yang bertujuan mempermudah anak untuk mengenal gambar, tulisan, warna. Se-hingga keterampilan berbicara anak berkembang dengan baik

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, yang telah penulis paparkan di atas maka Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: a. Bagaimana keterampilan berbicara

anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar di PAUD SMART Kecamatan Serang, Kota Serang-Banten?

b. Bagaimana peran guru dalam mengem-bangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Keca-matan Serang, Kota Serang- Banten? c. Bagaimana kelebihan dan kekurangan

media kartu gambar dalam mengem-bangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Kecamat-an SerKecamat-ang, Kota SerKecamat-ang-BKecamat-anten?

KAJIAN TEORIETIS

1. Hakikat Anak Usia Dini

Menurut Mulyasa (Novan Ardy Wija-yani, 2016: 98), anak usia dini adalah indi-vidu yang sedang mengalami proses tum-buh kembang yang sangat pesat, bahkan

(14)

266 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

dikatakan sebagai lompatan perkembang-an. Anak usia dini memiliki rentangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Anak usia dini memiliki rentangan yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasan telah berlang-sung luar biasa. Anak usia dini merupakan anak yang berada pada rentang usia 0-8 tahun yang sedang mengalami masa ke-emasan”golden age” pada tahap ini, proses pertumbuhan dan perkembangan anak ber-langsung dengan sangat pesat.

2. Hakikat Peran Guru

Secara umum guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kuali-fikasi formal dalam definisi yang lebih luas setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Menurut Hamalik (2008; 117-119) bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidik-an murid-murid baik secara individu ataupun klasikal baik di sekolah maupun di luar seko-lah. Adapun pendapat Djamarah (2005: 31) guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik.

Sedangkan menurut Darajat (2000: 31), guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik dengan penuh kesabaran dan ketekunan dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik.

3. Perkembangan Bahasa Anak

Syaodih (Susanto, 2011: 73), menyata-kan bahwa aspek perkembangan bahasa berkembang dimulai dengan peniruan bunyi dan meramban. Perkembangan se-lanjutnya berhubungan erat dengan per-kembangan kemampuan intektual dan sosial. Bahasa merupakan alat untuk

ber-pikir. Berpikir merupakan suatu proses me-mahami dan melihat hubungan. Proses ini tidak dapat berlangsung dengan baik tanpa alat bantu. Bahasa merupakan alat berko-munikasi dengan orang lain dan kemudian berlangsung dalam suatu interaksi sosial.

Menurut Aisyah (2012: 38) bahasa adalah suatu urusan kata-kata, bahasa juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau tempat yang berbeda atau waktu yang berbeda.

4. Karakteristik Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 tahun.

Menurut Jamaris dalam Susanto (2012: 78) karakteristik kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun adalah sebagai berikut: a. Sudah dapat mengucapkan lebih dari

2.500 kosakata

b. Lingkup kosakata yang dapat diucapkan anak menyangkut warna, ukuran, bentuk, rasa, bau, keindahan, kecepat-an, suhu, perbedakecepat-an, perbandingkecepat-an, jarak dan permukaan ( kasar-halus). c. Dapat berpartisipasi dalam suatu

per-cakapan. Anak sudah dapat mende-ngarkan orang lain berbicara dan me-nanggapi pembicaraan tersebut d. Anak usia 5-6 tahun sudah dapat

mela-kukan peran sebagai pendengar yang baik.

e. Percakapan yang dilakukan oleh anak 5-6 tahun telah menyangkut berbagai komentarnya terhadap apa yang dilaku-kan oleh dirinya sendiri dan orang lain. Serta apa yang dilihatnya, anak pada usia 5-6 tahun ini sudah dapat melaku-kan ekspresi diri, menulis, membaca, dan bahkan berpuisi.

5. Hakikat Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun

Menurut Iskandar Wassid (2015:8), dalam keterampilan berbahasa terdapat empat komponen yang dapat dikembang-kan, yaitu menyimak, berbicara, membaca,

(15)

267

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

dan menulis. Salah satu komponen yang dapat membantu anak untuk proses belajar dan menerima berbagai macam informasi dari sekelilingnya. Salah satu kebutuhan anak usia dini adalah berbicara, dengan berbicara anak dapat mengungkapkan apa yang anak sedang rasakan. Berbicara bukan hanya ke-butuhan untuk anak usia dini saja, tetapi orang dewasa pun merasakan berbicara untuk kehidupan sehari-harinya. Kemampu-an bicara merupakKemampu-an suatu kemampuKemampu-an untuk berkomunikasi dengan orang lain, di mana pikiran dan perasaan individu dinyata-kan dalam bentuk lambang atau simbol se-perti lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan, maupun mimik yang digunakan untuk meng-ungkapkan sesuatu kepada orang lain. Ada-pun menurut Wiguna (2010: 8-86), bahasa adalah sebagai alat untuk berkomunikasi untuk menjalin pertemanan, dan belajar banyak di sekitarnya melalui komunikasi anak mampu membentuk dan membangun suatu pemahaman baru tentang berbagai hal.

6. Aspek-aspek Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun

Menurut Dhinie (2015: 5.18) mengung-kapkan bahwa aspek keterampilan berbica-ra terdiri dari aspek kebahasaan dan aspek non kebahasaan. Aspek kebahasaan meli-puti faktor-faktor sebagai berikut: (a) kete-patan ucapan (b) penemkete-patan tekanan, nada sendi dan durasi yang sesuai (c) pilihan kata (d) ketetapan sasaran pembicaraan. Aspek non kebahasaan meliputi (a) sikap tubuh, pandangan bahasa tubuh dan mimik yang tepat (b) kesediaan menghargai pem-bicaraan maupun gagasan orang lain (c) ke-nyaringan suara dan kelancaran dalam ber-bicara (d) relevansi, penalaran dan pengua-saan terhadap topik tertentu.

7. Karakteristik Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun

Menurut Dhieni (2015: 3-5), mengemu-kakan karakteristik berbicara pada anak usia

5-6 tahun yaitu (1) kemampuan anak dapat berbicara dengan baik, (2) melaksanakan tiga perintah lisan secara beruntunan dengan benar, (3) mendengarkan dan men-ceritakan kembali cerita sederhana dengan urutan yang mudah dipahami (3)mende-ngarkan dan menceritakan kembali cerita sederhana dengan urutan yang mudah di-pahami, (4) menyebutkan nama, jenis kela-min dan umurnya, (5) menggunakan kata sambung (6) menghubungkan kata tanya, (7) membandingkan dua hal (8) memahami konsep timbal balik (9) menyusun kalimat, (10) mengucapkan lebih dari tiga kalimat (11) mengenal tulisan sederhana (12) ber-bicara dapat dilakukan dengan bantuan orang dewasa melalui percakapan.

8. Media Kartu Gambar a. Pengertian media

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “me-dium” yang secara harfiah berarti perantara atau “pengantar” dengan demikian media merupakan wahana penyalur informasi bel-ajar atau penyalur pesan. Menurut AECT (As-sociation for Education and Communication Technology) dalam (Sadirman, 2008: 6) menjelaskan bahwa media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyalur informasi.

Adapun menurut Gagne dalam (Sadir-man , 2008: 8), media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan, dan sebagai teknologi pembawa informasi/ pesan. Se-dangkan Menurut Dworetzky dalam (Moes-lichatoen, 2004: 31) media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada diri anak melalui suatu media yang diterapkan.

b. Media kartu gambar anak usia dini

Gambar merupakan media untuk komunikasi dengan orang lain. Gambar ber-fungsi sebagai stimulus munculnya ide, pikiran maupun gagasan baru. Gagasan ini

(16)

268 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

selanjutnya mendorong anak berbuat, mengikuti pola berpikir seperti gambar atau justru muncul ide baru dan menggugah rasa (Arsyad, 2014: 121). Dalam proses bel-ajar mengajar gambar yang digunakan mampu membantu apa yang akan dijelaskan oleh guru, memiliki kualitas yang baik, dalam arti memiliki tujuan yang relevan, jelas, me-ngandung kebenaran, autentik, aktual, leng-kap,sederhana, menarik dan memberikan sugesti terhadap kebenaran itu sendiri.

Flash Card atau Education Card atau kartu gambar adalah kartu-kartu bergambar yang dilengkapi kata-kata, yang diperkenal-kan oleh Glennn Doman seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia, Pensyl-vania. Gambar-gambar pada flash card di-kelompokan antara lain: seri binatang, buah-buahan, pakaian, warna, bentuk-bentuk, angka, dan sebagainya.

9. Manfaat Media Kartu Gambar

Adapun manfaat penggunaan kartu gambar sebagai media pendidikan menurut Arif (dalam sadirman, dkk., 2006: 65), antara lain sebagai berikut:

a. Media gambar dapat menjelaskan pe-ngertian-pengertian yang tidak dapat di-jelaskan dengan kata-kata. “one picture is worth athousand words” atau satu gambar sama nilainya dengan seribu kata.

b. Gambar dapat membangkitkan minat untuk sesuatu yang baru

c. Gambar dapat memperbaiki penger-tian-pengertian yang salah, media gambar dapat menyampaikan penger-tian-pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkret atau lebih nyata dari pada disampaikan oleh kata-kata yang diucapkan.

METODOLOGI PENELITAN 1. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti meng-gunakan metode kualitatif, yang bertujuan

untuk mengetahui dan mendeskripsikan. Bagaimana proses peran guru dalam me-ngembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar yang ada di PAUD SMART Kecamatan Serang Kota Serang-Banten, peneliti berusaha mengumpulkan informasi mengenai kete-rampilan berbicara pada anak di PAUD SMART Kecamatan Serang Kota Serang-Banten, dan proses pembelajaran yang di-ajarkan oleh peran guru di dalam kelas. · Bagaimana keterampilan berbicara

anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Ke-camatan Serang, Serang Banten? · Bagaimana Peran guru dalam

mengem-bangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Keca-matan Serang, Serang Banten

· Apakah penggunaan media kartu gam-bar dapat mengembangkan keteram-pilan berbicara anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Kecamatan Serang Serang Banten?

2. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini dilakukan di PAUD SMART Kecamatan Serang Kota Serang-Banten dari bulan Juli- Agustus 2018.

3. Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini subjek yang di-teliti yaitu anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART yang berjumlah 10 anak yang terdiri 9 anak perempuan dan 1 anak laki-laki.

4. Data dan Sumber Data

Pada penelitian kualitatif deskriptif ini tidak ada sampel, sumber data pada pene-litian ini disebut dengan informan. Adapun informan dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART. Sumber data pada penelitian ini adalah:

a. Anak

Informan pada penelitian ini khususnya pada anak yang berusia 5-6 tahun. Ada-pun jumlah anak yang menjadi

(17)

269

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

man berjumlah 10 anak, terdiri dari 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. b. Guru

Guru merupakan informan yang sangat penting bagi perkembangan yang di-harapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan lengkap mengenai ke-giatan media kartu gambar dalam me-ngembangkan keterampilan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Serang Banten.

PEMBAHASAN

Pada bagian ini peneliti membahas hasil temuan dan menghubungkan dengan pen-dapat para ahli yang telah dipaparkan di Bab II dan penambahan pendapat-pendapat lain yang dijadikan acuan dalam memperkuat pe-nemuan penelitian pembahasan meliputi: (1) Bagaimana keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar di PAUD SMART Serang- Banten, (2) Bagai-mana peran guru dalam mengembangkan ke-terampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar di PAUD SMART Serang-Banten (3)Bagaimana kelebihan dan kekurangan media kartu gambar dalam me-ngembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Serang-Banten.

1. Keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar di PAUD SMART Serang- Banten

Keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun khususnya kelompok B di PAUD SMART sudah berkembang dengan baik hal ini terlihat dari seluruh perkembangan anak dalam melalukan kegiatan bermain sambil belajar dengan menggunakan media kartu gambar, peneliti melakukan penelitian yaitu: (1) anak mengenal gambar yang sebe-narnya, (2) anak mengenal banyak kosakata, (3) percaya diri anak, (4) lancar memberikan informasi (5) berani untuk bercerita, (6) mendefinisikan gambar.

Hal ini terlihat ketika kegiatan bermain sambil belajar berlangsung di kelas dengan menggunakan kartu gambar anak mampu menyebutkan gambar dan huruf yang ada di kartu tersebut, dan mendefinisikan gambar tersebut, lalu anak menceritakan dengan apa pengalaman yang anak pernah rasakan dari gambar tersebut, dan ketika anak ber-bicara teman-teman yang lain pun mende-ngarkan terlihat sekali keterampilan berbi-cara anak berkembang dengan baik karena adanya aktivitas berbicara anak yang dimulai dari kegiatan menyimak baik mendengarkan ataupun melihat gambar pada media kartu gambar yang di gunakan oleh guru.

Suhartono menjelaskan bahwa ber-bicara adalah mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspre-sikan pikiran, gagasan, perasaan, menurut pendapat tersebut bahwa keterampilan berbicara merupakan hal penting dalam berkomunikasi karena dengan berbicara orang dapat memahami perasaan apa yang akan disampaikannya.

Siska (2011: 33) menggambarkan kete-rampilan berbicara dipelajari dari adanya kegiatan menyimak, membaca, dan men-dengarkan karena berbicara merupakan suatu alat untuk mengomunikasikan gagas-an-gagasan yang disusun serta dikembang-kan dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar dan penyimak, maka berbicara sebagai alat untuk mengomunikasikan kepada orang lain.

2. Peran guru dalam mengembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar di PAUD SMART Serang-Banten

Peran guru dalam mengembangkan ke-terampilan berbicara anak melalui media kartu gambar pada anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART KID sudah maksimal karena guru sudah berperan sebagai motivator, fasilitator, demonstrator, mediator, pem-bimbing dan pelatih di kelas. Dalam hal ini

(18)

270 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

guru mempunyai hal penting dalam kegiat-an belajar mengajar di kelas, sehingga guru sebagai faktor penentu dalam keberhasilan peserta didiknya.

Dalam peneliti amati dalam proses pembelajaran di sekolah, sebelum anak masuk ke dalam kelas semua anak berkum-pul di depan kelas berbaris untuk melaku-kan pemanasan, mereka terlihat semangat dan ceria, selanjutnya setelah berbaris guru memeriksa kebersihan kuku, gigi, telinga, dan rambut anak sebelum memasuki kelas, kemudian anak-anak duduk melingkar di karpet untuk melakukan kegiatan pem-biasaan yaitu bernyanyi, baca doa sebelum belajar.

Sebelum kegiatan dimulai guru mem-berikan memotivasi anak dengan memberi-kan pertanyaan, mendemonstrasimemberi-kan cara mengerjakannya, menyediakan media yang akan digunakan dan sesuai dengan perkem-bangan anak, dan guru selalu menjadi me-diator agar ketika kegiatan berjalan dengan rapi dan tertib, guru selalu memberikan bimbingan kepada anak yang sulit mema-hami materi dengan cara mendekati anak dan memberi contoh, selain itu juga guru selalu melatih anak dalam berbicara.

Usman (2013: 28) guru bertindak me-nangani masalah anak yang mengalami ke-sulitan dalam mengenai masalah anak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran sehingga guru harus memberikan bimbing-an dbimbing-an pemeliharabimbing-an kepada bimbing-anak.

Menurut Hamlik keberhasilan guru se-benarnya menekankan pada tingkat kuali-tas dan sikap utama yaitu: guru mendidik anak dengan baik dan benar, guru meng-ajarkan hal-hal yang belum anak ketahui, guru mengajarkan dengan melalui media, guru membimbing, melatih, mengarahkan dan mengevaluasi. (Djamarah, 2000: 31), guru perlu membantu peserta didik dalam semua perkembangan, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik tetapi juga se-bagai pembimbing yang dapat

memfasili-tasi tumbuh kembang peserta didik, selain itu guru pun sebagai model perilaku yang harus di contoh oleh para peserta didik, pe-serta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didiknya.

3. Kelebihan dan kekurangan media kartu gambar dalam mengembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART

Kelebihan media kartu gambar dalam mengembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART. Hal ini terlihat ketika kegiatan berlangsung seperti menjelaskan gambar yang ada pada kartu tersebut, dalam kegiatan ini guru menye-diakan media yang menarik lalu dengan mudah anak menjawab pertanyaan dan mendefinisikan gambar, menyebutkan huruf pada gambar tersebut, karena kartu gambar dapat membangkitkan minat anak untuk sesuatu yang baru yang akan dipel-ajari, dan dengan menggunakan kartu gam-bar pengalaman anak semakin luas per-sepsi semakin tajam dan konsep-konsep dengan sendirinya semakin lengkap se-hingga keinginan dan minat baru untuk bel-ajar selalu timbul. Hanya kekurangan di me-dia kartu gambar ini terkadang anak bosan untuk bermain sambil belajar dengan meng-gunakan kartu gambar karena di PAUD SMART ini belum menyediakan media kartu gambar sesuai seri. Hamijaya menjelaskan media kartu gambar dapat dijelaskan dengan kata-kata, “one picture is worth athousand words” atau satu gambar sama nilainya dengan seribu kata, menurut pendapat ter-sebut, bahwa media kartu gambar sebagai alat bantu anak lebih mudah dalam mema-hami pelajaran yaitu dengan memperlihat-kan gambar-gambar dari pada kata-kata.

4. Validitas Data kualitatif a. Perpanjang Keikutsertaan

Perpanjang keikutsertaan berarti pene-liti melakukan penepene-litian yang digunakan

(19)

271

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

untuk melakukan pengamatan lanjut dan mendapatkan informasi secara lebih men-dalam dengan melakukan pengamatan ke-ikutsertaan, peneliti melakukan perpan-jang pengamatan akan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan melalui perpanjangan keikut-sertaan akan membuat peneliti lebih me-mahami mengenal hal yang diteliti di lapa-ngan. Selain itu, melalui perpanjangan pe-ngamatan peneliti dapat menguji kebenar-an dari data-data ykebenar-ang telah diperoleh.

Perpanjang keikutsertaan yang dilaku-kan peneliti saat melakudilaku-kan penelitian di lapangan yaitu adanya perpanjangan pene-litian dilakukan dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2018, karena peneliti yang dilakukan di lapangan belum memiliki data-data dan informasi yang lebih mendalam dalam penyusunan penelitian ini maka pe-neliti melakukan perpanjangan pepe-nelitian sampai dengan bulan September 2018.

b. Ketekunan Pengamatan

Meningkatkan ketekunan berarti me-lakukan penelitian secara lebih cermat se-perti yang dilakukan oleh peneliti agar data yang diperoleh berkesinambungan, dengan cara tersebut maka kepastian data dan urut-an peristiwa maka peneliti menempatkurut-an data dari peristiwa yang direkam pasti peris-tiwa yang pasti dan sistematis, seperti yang di lakukan di PAUD SMART Serang-Banten peneliti mengamati dan mengecek kembali apakah data yang telah ditemukan, peneliti dapat memberikan deskripsi bahwa pene-litian ini dilaksanakan dan data yang diper-oleh secara akurat tentang apa yang diamati.

c. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesua-tu di luar data yang didapat unsesua-tuk mengecek atau membandingkan data yang telah di-dapat, setelah peneliti melakukan peneliti-an bahwa data ypeneliti-ang diperoleh sesuai dengpeneliti-an

peneliti amati, dari hasil data observasi, catatan, wawancara dan dokumentasi.

d. Member Check

Member chek adalah proses peneliti kepada pemberi data, tujuan member check adalah untuk mengetahui seberapa jauh yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan, setelah pelaksanaan member check peneliti mendapatkan data yang sudah sesuai dari hasil peneliti.

e. Analisis Kasus Negatif

Kasus negatif adalah kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil pene-litian hingga pada saat tertentu, melakukan analisis kasus negatif berarti peneliti men-cari data yang berbeda atau bahkan berten-tangan dengan data yang telah ditemukan, bila tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya. Te-tapi bila peneliti masih mendapatkan data-data yang bertentangan dengan data-data yang ditemukan, maka peneliti mungkin akan mengubah temuannya Hal ini sangat ter-gantung seberapa besar kasus negatif yang muncul (Sugiono, 2012)

f. Pengecekan atau Diskusi Teman Sejawat

Teknik ini dilakukan dengan cara meng-ekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan re-kan-rekan sejawat. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data pertama untuk membuat agar peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran, kedua diskusi dengan teman sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk mulai menjajaki dan menguji hipotesis kerja yang muncul dalam bentuk peneliti.

Dengan demikian pemeriksaan seja-wat berarti pemeriksaan yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan rekan-rekan

(20)

272 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

yang sebaya, yang memiliki pengetahuan umum yang sama tentang apa sedang di-teliti, sehingga bersama mereka peneliti dapat mereview persepsi, pandangan dan analisis yang sedang dilakukan maka hasil-nya adalah:

1. Menyediakan pandangan kritis 2. Mengetes hipotesis kerja ( temuan

teori substantif)

3. Membantu mengembangkan langkah berikutnya

4. Melayani sebagai pembanding

g. Kecukupan Referensi

Yang dimaksud dengan bahan kecukup-an referensi disini adalah adkecukup-anya pendu-kung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara sehingga data yang didapat menjadi kredibel atau lebih dapat dipercaya (Sugiono, 2012). Jadi dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan rekaman wawancara dan foto-foto hasil observasi sebagai bahan referensi.

PENUTUP

Penelitian ini dilakukan untuk menda-patkan sebuah gambaran mengenai kete-rampilan berbicara melalui media kartu gambar pada anak usia 5-6 tahun. Berdasar-kan hasil penelitian tentang peran guru da-lam mengembangkan keterampilan ber-bicara melalui media kartu gambar pada anak usia 5-6 tahun di PAUD SMART Serang-Banten, peneliti dapat memberikan kesim-pulan sebagai berikut:

Keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui media kartu gambar (1) anak sudah mengenal gambar yang sebenarnya, (2) anak mengenal banyak kosakata, (3) tumbuhnya sikap percaya diri anak, (4) anak lancar dalam memberikan informasi, (5) anak sudah berani bercerita tentang gambar yang ada di kartu gambar, (6) anak sudah bisa mendefinisikan gambar yang ada di

kartu gambar. Data peneliti di peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumen-tasi.

Peran guru dalam mengembangkan keterampilan berbicara melalui media kartu gambar sudah maksimal karena guru sudah berperan sebagai fasilitator, yakni guru menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh peserta didik, fasilitas yang disediakan guru berupa fasilitas yang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar mengajar, seperti penyediaan media/alat pembelajaran. Peran guru sebagai motiva-tor, guru memberikan motivasi-motivasi pada peserta didik yang dapat meningkat-kan semangat peserta didik dalam meng-ikuti kegiatan belajar mengajar, guru se-bagai demonstrator yakni guru mendemon-strasikan cara penggunaan alat peraga yang digunakan oleh guru kepada peserta didik, peran guru sebagai mediator, yakni guru sebagai pembimbing, kurangnya kemam-puan anak didik menyebabkan lebih banyak tergantung pada bantuan guru, dan peran guru sebagai pelatih dalam proses pembel-ajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupun motorik anak sehingga guru bisa mengetahui tahapan-tahapan dalam menstimulasi perkembang-an perkembang-anak usia dini seperti dalam proses pem-belajaran di sekolah.

Kelebihan media kartu gambar dalam mengembangkan keterampilan berbicara anak dapat melihat objek secara langsung dan memudahkan anak dalam melakukan kegiatan dan juga media kartu gambar adalah sebagai alat bantu anak lebih mudah dalam memahami pelajaran yaitu dengan memperlihatkan gambar-gambar dari pada kata-kata. Hal ini terlihat ketika peneliti melihat proses pembelajaran di kelas yaitu: (1) anak dapat dengan mudah mengenal gambar yang sebenarnya, (2) dapat me-lafalkan dengan mudah arti kosakata, (3) melatih percaya diri anak,(4) melatih anak berani bercerita, (5) mengajarkan anak

(21)

273

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

untuk bisa mendefinisikan suatu gambar dan melatih berpikir konkret, sementara kekurangannya dari media kartu gambar yang terdapat di sekolah tersebut hanya kurang mempunyai kartu gambar sesuai seri, yang terkadang menimbulkan anak menjadi bosan saat dilakukan kegiatan ber-main sambil belajar dengan menggunakan media kartu gambar, data peneliti ini diper-oleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, A. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Ahmad, Rohani. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rieneka Cipta. Asmawati, Luluk. 2009. Pendidikan Anak Usia

Dini Dalam Keluarga Mendidik Dengan Praktis. Jakarta: Seyum Media Press. Arief, Sadirman, dkk. 2006. Media

Pen-didikan, Pengertian pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Pusta-kakom Dikbud, dan PT. Raja Grafindo Persada.

Aisah. Siti, dkk. 2009 Pembelajaran Terpadu, Jakarta: Universitas Terbuka

B.E.F, Montolalu, dkk. 2009. Bermain dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.

Daryanto. 2002. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Dhinie, Nubiana dkk. 2015. Metode Pe-ngembangan Bahasa. Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.

Dardjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikologuis-tik Pengantar Pemahaman bahasa manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indo-nesia.

Desmita. 2013. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Djamrah, SB. 2005. Guru dan Anak Didik

Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta

Fatimah, Enung. 2008. Psikologi Perkem-bangan. Bandung: Pustaka Setia.

Ferliana, Maria. 2014. Meningkatkan Ke-mampuan Berkomunikasi Aktif Pada Anak Usia Dini. Jakarta: Luxima Metro Media.

Harun, R. 2009. Media Pembelajaran AUD. Yogyakarta: Pressindo.

Hurlock, Elizabeth B. 1993. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Hermawati, 2016. Pendidikan Keluarga. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hartati, Sri. 2009. Media Pembelajaran PAUD. Padang: Universitas Padang. Hasnida. 2014. Analisis Kebutuhan Anak Usia

Dini. Jakarta: PT. Luxima Metro Media. Huda. Nurul, 2012.Muda Belajar Bahasa.

Jakarta: Amzal

Halinda. 2011. Metode Bermain Peran dalam Mengoptimalkan Kemampuan Ber-bicara Anak Usia Dini. Jurnal Cakrawala Kependidikan. Vol. 9. No. 1. Maret. 2011. Pontianak: PAUD FKIP Universitas Tan-jungpura. [Online]. tersedia: https:// search.Informit.com.au/document Summarty:dn=res=IELHSS ISSN: 1836-9391.[27 Feb 18].

Iskandarwassid, dan Sunendar. 20013. Stra-tegi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Istiarini, Ratna. 2014. Peningkatan Kemam-puan Berbicara. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 8. No. 1. Maret 2011. Jakarta: PAUD FKIP Universitas Terbuka. [Online]. Tersedia:

http://jurnal.unte.ac.id/index.php/jckrw/ article/view/270/275. [09 mei 2018]. Mulyasa, 2012. Managemen PAUD.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Madyawati, Lilis. 2016. Strategi

Pengem-bangan Bahasa Pada Anak. Jakarta: Prenada Media Group.

Moleong, Lexy. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moeslichatoen. 2004. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta: PT Rineka Cipta.

(22)

274 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

Muhamad, Fadillah. 2012. Desain Pem-belajaran PAUD Tinjauan Teoritik dan Praktisi. Yogyakarta: Ar-Ruzz. Media. Nurjaman, Daeng. 2011. Terampil

Berba-hasa. Bandung: ALFABETA.

Ostroff, Wendry. 2013. Memahami Cara Anak-anak Belajar. Jakarta: Indeks. Otto, Beverly. 2015. Perkembangan Bahasa

Pada Anak Usi Dini. Jakarta: Prenada-media GROUP.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 58. 2009. Tentang Standar Pen-didikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemen-trian Pendidikan Nasional.

Sugiyono, 2015. Metode Penelitian Pendidik-an. Bandung: ALFABETA

Suparlan. 2006. Guru Sebagai Profesi. Yogyakarta: HIKAYAT Publishing. Sadulloh Uyoh. (2014). PEDAGOGIK (Ilmu

Mendidik). Bandung: ALFABETA.. Susanto, Ahmad. 2014. Perkembangan

Anak Usia Dini. Jakarta: PRENADA ME-DIA GROUP.

Sujiono, Nuraini Yuliani. 2013. Konsep Dasr Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.

Siska, Yulia. 2011. Penerapan Metode Ber-main Peran ( Role Play) dalam Mening-katkan Keterampilan Sosial dan Kete-rampilan Berbicara. Bandung: ALFABETA. Suhartono. 2005. Pengembangan Keteram-pilan Bicara Anak Usia Dini. Departe-men: Pendidikan Nasional.

Tarigan, Guntur Hendry. 2015. Pengajaran Kosaakata. Bandung: Angkasa. Tarigan, Guntur Hedry. 2008. Berbicara

Se-bagai Keterampilan Berbahasa. Ban-dung: Angkasa.

Uzer, Usman. 2013. Menjadi Guru Profesio-nal. Bandung: Rosdakarya.

Ulfah, Maulidya Suyadi. 2012. Konsep Dasar PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya Wahyudin. Uyu dan Mubiar Agustin. 2012.

Penilaian Pembelajaran Anak Usia Dini Panduan Untuk Guru, Tutor, Fasilitator. Bandung: Refik Adta

Referensi

Dokumen terkait

Bebe- rapa keuntungan yang diperoleh dari uji meng- gunakan bulu babi adalah: (a) biologi dan seja- rah hidup sepsies utama telah banyak didoku- mentasikan; (b) bulu babi dewasa

tentang masukan atas kendala yang dihadapi oleh Unit Kerja Dokumentasi dan Publikasi di Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta dalam melakukan

Proses ekstraksi kontur mata yang dilakukan Gradient Vector Flow Snake sangat dipengaruhi hasil template matching untuk penentuan inisialisasi kontur dengan hasil cukup baik

Sedangkan nilai kekerasan yang diukur dengan menggunakan Vickers Microhardness dapat disimpulkan bahwa semakin berkurangnya presentase Cu dan meningkatnya waktu tahan

b. Faktor penegakan hukum, didalamnya yakni pihak-pihak yang membentuk dan/atau menerapkan hukum. Pada faktor kedua yang menentukan efektif atau tidaknya kinerja hukum

Mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran berguna untuk meningkatkan kompetensi pengajar dalam mengajar dan meningkatkan mutu belajar

Aniela Nurminda, Deannes IsynuwardhanaAnnisa Nurbaiti dalam jurnal yang berjudul Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi

Dengan menempatkan pengawasan sebagai variabel kontrol maka hubungan antara budaya kerja dengan kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Bontang Selatan adalah sebesar