Transformasi Manajemen Pelayanan RS di Era Jaminan Kesehatan Nasional
Disampaikan pada Seminar & workshop Kunci sukses RS Melayani pasien JKN
Jakarta, 27 – 28 Pebruari 2014
Dr. R. HERU ARIYADI, MPH The Royal Palace Blok B 31
Telp. 021 8309111, fax : 021 8314428 Jln Prof Soepomo 178A – Tebet Jakarta
• Pendidikan : 1. Dokter : Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
2. S2 : College of Public Health, University of the Philippines
• Jabatan Sekarang :
1. Sekretaris Jenderal ARSADA Pusat
2. Ketua Tim Koordinasi BPJS – PERSI Pusat
3. Konsultan Pendampingan BLUD dan manajemen rumah sakit 4. Surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit
5. Anggota Komite Keselamatan Pasien RS Kementerian Kesehatan 6. Anggota Tim Penyusun Kebijakan BLUD Kementerian Dalam Negeri 7. Ketua Dewan Pengawas BLUD pada RSUD dr Soewandhie Surabaya 8. Ketua Dewan Pengawas BLUD pada RSUD dr Soedono Madiun
9. Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Timur
• Kontak :
1. HP : 0811321174
2. Email : [email protected]
3. Fax : 031-8708326 2
Jaminan Kesehatan Nasional
• Ancaman atau peluang bagi Rumah Sakit : a. RS Pemerintah
b. RS Swasta
• Bagaimana menghadapi ancaman/peluang tsb ?
• Sikap RS : Ikut JKN atau tidak ikut ?
Jaminan Kesehatan Nasional
Rumah Sakit Penyelenggara Badan
Jaminan Sosial Peserta asuransi lain
Out of pocket
Peserta JKN
- RS Pemerintah : WAJIB - RS Swasta : tidak wajib
Sekitar 125 Juta
Peserta
• Eks Jamkesmas : PBI tidak boleh naik kelas
• Eks Askes
• Eks Jamsostek masalah di pendataan
• Eks kes TNI/Polri
• Peserta baru :
Umumnya sudah mengidap penyakit khronis
Umumnya paket kelas 3
Oberman.Raoul Et All., The Archipelago Economy, Unleashing Indonesia”s Potential,
Mc Kinsey Global Institute. 2012
PERBANDINGAN HEALTH EXPENDITURE 20 NEGARA DGN LIFE EXPECTANCY TINGGI
Health expenditure per capita (US dollar) in Indonesia :
• The Health expenditure per capita (US dollar) in Indonesia was 55.44 in 2009, according to a World Bank report, published in 2010.
• The Health expenditure per capita (US dollar) in Indonesia was
reported at 50.85 in 2008, according to the World Bank.
• UHH INDONESIA 73.38 Tahun (C.I.A)
Tarif INA CBG’s
Tarif INA-DRG, merupakan paket tarif yang didalamnya terdapat unsur biaya sarana prasarana, biaya obat dan BHP, tindakan, perawatan, dan konsultasi.
Bila Penggunaan alat/obat/BHP masih seperti saat Fee for Service atau semakin tidak berkualitas pelayanan maka biaya semakin besar berakibat jasa pelayanan yang semakin kecil Kinerja menurun
ALAT DAN BAHAN HABIS PAKAI
PEMERIKSAAN PENUNJANG
LAMA RAWAT INAP (LOS)
OVERHEAD COST
FARMASI
Tarif INA CBG’s
• Tarif lebih tinggi dari tarif sebelumnya
• Masih perlu dicermati bersama (misal sunat dan SC;
prosedur kardiovaskuler per kutan berat di RS kelas C dan kelas D /no urut 279)
• Beda tarif di RS kelas A dan Rujukan nasional
• Kita bandingkan : pendapatan RS pasien JKN berdasarkan tarif RS dengan tarif JKN
Studi kasus di satu RSD Kelas B
Regional 1 (Januari 2014, verified)
UNIT
KERJA VOLUME PENDAPATAN
SELISIH Sesuai tarif RSD Tarif INA CBG’s
Rajal (kunj) 12.287 3,528,889,215 6,930,981,885 3,402,092,670
Ranap (HP) 1.757 9,081,587,561 13,842,161,823 4,760,574,262
Jumlah 12,610,476,776 20,773,143,708 8,162,666,932
Kenaikan Rata – rata Rawat Jalan 96,41 % Kenaikan Rata – rata Rawat Inap 52,42%
Kenaikan Rata – rata RSD 64,73%
Note : Tarif 40% lebih kecil dari Unit Cost operasional kunjungan pasien BPJS turun 20%
Jumlah Rumah Sakit berdasarkan Pengelolaan
per 17 September 2013
Kategori Kepemilikan RS Umum RS Khusus Total
RS PUBLIK
Pemerintah 745 88 833
- Kemkes 14 18 32
- Pemda Propinsi 52 42 94
- Pemda Kabupaten 442 11 453
- Pemda Kota 79 13 92
- Kementerian Lain 3 0 3
- TNI 114 4 118
- POLRI 41 0 41
Swasta Non Profit 521 199 720
RS PRIVAT Swasta 361 198 559
BUMN 60 7 67
TOTAL : 1,687 492 2,179
Jumlah Rumah Sakit berdasarkan pengelolaan
per 24 Januari 2014
Kategori Kepemilikan RS Umum RS Khusus Total
RS PUBLIK
Pemerintah 753 89 842
- Kemkes 14 19 33
- Pemda Propinsi 53 44 97
- Pemda Kabupaten 445 10 455
- Pemda Kota 79 12 91
- Kementerian Lain 3 0 3
- TNI 118 4 122
- POLRI 41 0 41
Swasta Non Profit 521 202 723
RS PRIVAT Swasta 400 217 617
BUMN 60 7 67
TOTAL : 1,734 515 2,249
JENIS RS Kelas RS A B C D Non Kelas Total
RS PUBLIK
Kemkes 25 6 1 0 0 32
Pemprop 18 44 19 3 10 94
Pemkab 0 66 234 117 36 453
Pemkot 3 46 32 9 2 92
Organisasi Non Profit 1 56 240 202 221 720
T N I 1 9 10 13 85 118
Polri 1 2 8 2 28 41
Kementerian Lain 0 1 0 1 1 3
RS PRIVAT
Swasta/ Lainnya 4 42 95 95 89 325
Perusahaan 0 10 53 38 71 172
Perorangan 1 1 13 20 27 62
BUMN 2 7 22 11 25 67
TOTAL : 56 290 727 511 595 2,179
Rekapitulasi RS By Klas RS
per 17 September 2013
JENIS RS Kelas RS A B C D Non Kelas Total
RS PUBLIK
Kemkes 25 6 1 0 1 33
Pemprop 19 43 21 3 11 97
Pemkab 0 68 233 118 36 455
Pemkot 2 46 31 9 3 91
Organisasi Non Profit 1 55 243 205 219 723
T N I 1 11 10 14 86 122
Polri 1 2 11 2 25 41
Kementerian Lain 0 1 0 1 1 3
RS PRIVAT
Swasta/ Lainnya 4 45 102 97 106 354
Perusahaan 0 13 61 38 84 196
Perorangan 1 1 15 20 30 67
BUMN 2 6 21 13 25 67
TOTAL : 56 297 749 520 627 2,249
Rekapitulasi RS By Klas RS
per 24 Januari 2014
Pelayanan RS sebelum JKN
• RS : input driven dipengaruhi perkembangan teknologi biaya tinggi
• Evolusi teknologi kedokteran sangat cepat biaya semakin tinggi
• Kemauan politis pemerintah : alat kedokteran termasuk barang mewah
• Kompetisi didasarkan pada teknologi kedokteran dan ketenaran dokter
• Belum mengembangkan/mengabaikan soft skill
• Belum membudayanya pembayaran prospektif
PERUBAHAN PARADIGMA TARIF RS DENGAN TARIF INA CBG
• Perubahan dari pola “fee for service” (retrospektif) menjadi pola INA-CBG (prospective)
• Sebagian besar RS menghitung tarif pelayanan berdasarkan perhitungan unit cost per kasus (sistem “micro costing”)
• Tarif INA-CBG menggunakan data biaya keseluruhan rumah sakit, yang kemudian diuraikan berdasar bobot kasus dan jumlah kasus rata-rata di rumah sakit, sehingga sifatnya
“agregat”.
• Bila micro costing disandingkan dengan tarif INA-CBG yang bersifat agregat, bisa terjadi disharmonisasi tarif, ada yang terlalu kecil, tetapi ada yang lebih besar tarif INA – CBG.
Transformasi manajemen
Fokus pada :
• Pengendalian Mutu dan
• Pengendalian Biaya serta
• (Rencanakan) Produk Unggulan
Pengendalian Mutu
• PPK
• Clinical Pathway
• Formularium
• Standar – Standar Standar Mutu
• Standar Prosedur Operasional
PANDUAN PRAKTEK KLINIK, PANDUAN TINDAKAN, CLINICAL PATHWAY
Pengendalian Biaya : Mengenal Biaya
Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan sejumlah input.
Nilai dari sejumlah input yang dipakai untuk menghasilkan produk disebut Biaya
Produk atau output bisa berupa : 1. Barang
2. Jasa
Pemborosan biaya di RS
• Perencanaan : bangunan, peralatan, sistem
• SDM : manajemen SDM
• Proses Layanan : medical error, nosokomial, obat &
BHP, utilisasi alat
Perencanaan (1)
• “Rekayasa” bangunan yang sudah ada fungsi Pelayanan dan Estetika :
a. Structure follow function : alur pasien b. Zoning
c. Pemeliharaan d. Green Hospital
Perencanaan (2)
• Perencanaan unit Pelayanan
Rajal & Ranap berdasarkan “utilisasi”
Unit lain : meningkatkan mutu kerjasama / benchmark dengan Faskes lain
Farmasi : berbasis Formularium, PPK, CP
Manajemen SDM
Penerimaan Pegawai
- Umur, Kesehatan, pengalaman
- Kompetensi (Skill, Knowledge & Attitude) Penempatan : - The right man on the right place Remunerasi : - Take home pay memadai,
- sesuai dg kompetensi & pengalamannya Budaya : Menerapkan budaya, sadar biaya, tidak boros Pelatihan SDM
Reward Punishment : Jelas Pemutusan Hubungan kerja
Proses Pelayanan terkait tarif
Rekam Medik
Resume Medik
IGD/IRJ RANAP
Lab
Ro Obat/
BMHP
Koder
Kode :
Dx/Prosedur : Utama
Sekunder
Clinical Costing Modelling
Tarif
Unit klaim Unit
RM
SOURCE: KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Fraud ???
DIAGNOSA YANG NGGAK JELAS
Proses Layanan
• Medical error, infeksi nosokomial obat & BHP, LOS lebih panjang biaya meningkat
• Belum menyusun dan menetapkan PPK, CP obat, utilisasi lab dan Ro tak terkendali biaya meningkat
• Formularium : tidak dipatuhi boros biaya
meningkat atau mutu menurun biaya meningkat
BANGUNAN
ALAT MEDIK
ADMINISTRASI MAKANAN
LISTRIK
AIR MANAJEMEN
SDM
OBAT & BHP
KENDARAAN
ALAT NON MEDIK
PENGENDALIAN BIAYA DILAKUKAN PADA :
ALAT MEDIK
• Spesifikasi, Merk, buatan mana, after sale service
• Harga
• Kegunaan (compulsory) Penggunaan (Utilization)
• Life time
• Mudah atau sulit dioperasionalkan
• Cara menggunakan
• Maintenance
OBAT & BHP
• Standarisasi obat dan BHP
• Generik, non generik
• Buatan mana
• SPO
• Kebijakan pemanfaatan
• Just In Time
• Cara menggunakan Obat
• Pengawasan
• Pengelolaan
MAKANAN
• Pembelian bahan
• Penyimpanan Bahan makanan kering
• Penyimpanan Bahan makanan basah
• Menu
• Cara pengolahan
• Distribusi
• Penggunaan peralatan masak
• Penggunaan Gas / elektrik / kayu bakar
• Pengelolaan
LAUNDRY
• Peralatan laundry
• Bahan kimia, detergen, pemutih
• Cara pencucian
• Cara pengeringan
• Cara distribusi
• Distribusi
• Maintenance
UMUM
• Listrik
• Air
• Telepon
• Administrasi
• Pengawasan
• Maintenance
INTERVENSI KENDALI BIAYA
1. INTERVENSI SUMBER DAYA MANUSIA 2. INTERVENSI MANAJEMEN BARANG 3. INTERVENSI HEMAT ENERGI
Intervensi SDM
Rekrutmen sesuai dengan beban kegiatan dan kualifikasi : apa betul kurang tenaga
Otomatisasi fungsi SDM : komputer SIM
Pengembangan dan diklat : in house training
Multi Tugas : Pengangkut barang – satpam
Penilaian ulang hak-2 staf : pengobatan dsb
Budaya organisasi
Intervensi Manajemen Barang
• Pembelian kolektif : diskon untuk pembelian dalam jumlah besar
• Pengendalian penyimpanan : biaya penyimpanan, keusangan/FIFO/FEFO, biaya transport,
ketersediaan (3 hari kebutuhan OK untk operasi terencana & 1 minggu untuk ops emergensi
tergantung lokasi RS), tren harga dsb
• Operasional dan pemeliharaan
Intervensi Hemat Energi
• Kampanye intensif tentang hemat energi
• Poster/informasi disetiap tempat diperlukan
• Membangun budaya organisasi diperlukan leadership yang kuat
Form Manajemen Pengendalian Biaya
No Lokasi Mekanisme Keterangan Tindakan Kekuatan Kelemahan STRATEGI 1 Ruang Rawat
Inap
Kelistrikan Penerangan di ruang rawat inap
Lampu harus dimatikan jika
ruangan kosong atau disiang hari
Karyawan IRNA yang mampu sebagai controlling
Belum sadar biaya
Perilaku SDM yang kurang peduli
Pengumum an tentang mematikan lampu
disiang hari atau
ruangan kosong Buat SOP 2 RAJAL
3 FARMASI
4 REKAM MEDIK
5 Administratif
KEBERHASILAN RS DIMASA DEPAN
• Penanganan Pasien Adalah Team, Bukan Pribadi
• Membangun Perilaku Sadar Biaya (Cost Effective) Dikalangan Dokter
• Memilih Pemeriksaan Yang Effective Dan Effisien
• Mengurangi Medical Dan Nursing Errors
• Penggajian Melalui Sistem Gaji + bonus Kinerja
• Rumah Sakit Yang Mampu Memberikan Pelayanan Yang Tetap Bermutu Dengan Biaya Yang Effisien Akan Berhasil Dan Surplus Pada Masa Ini
PERUBAHAN PARADIGMA J K N
DARI MANA DIMULAI …?
• Pelayanan Front Liner
• Jaminan Peserta
• Biiling System
• Coding
• Penagihan
• Diagnosa
• Treadment Efektif &
Effisien
• Control Elektromedic Laboratorium
radiologi
• ICD 10-ICD 9 CM
• Resume Medis
• IT ,Medical Record Dan Billing System
• Evaluasi Cinical Pathway
• Evaluasi Case Mix
KESIMPULAN
• Pelaksanaan jaminan kesehatan nasional bisa menjadi ancaman sekaligus peluang bagi perumah sakitan
indonesia
• Rumah sakit yang survive adalah :
1. RS yg mempersiapkan dengan baik dan menjadikan pelaksanaan JKN sebagai peluang
2. RS yg menjaga standar mutu dan standar biaya