• Tidak ada hasil yang ditemukan

Transformasi bentuk ruang dan dampaknya pada anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Transformasi bentuk ruang dan dampaknya pada anak"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Ruang ramah anak

Definisi dan sejarah konsep ‘ruang ramah anak’

Transformasi bentuk ruang dan dampaknya pada anak

Mengenal konsep “ruang digital” &

ekosistem digital anak; memahami penggunaan perangkat digital pada anak,

dan dampaknya bagi mereka

Mewujudkan ruang digital ramah anak berbasis pemenuhan hak anak.

Memahami relevansi empat pilar hak anak dalam konteks ruang digital & strategi untuk mewujudkan “ruang digital ramah

anak”

(3)

Child friendly shall mean attributes, attitudes and behaviours which take into account the need for justice systems to be sensitive to the evolving capacity and developing

maturity of the child, and to their enhanced need for protection, to the need for

participation of children, and to the requirements of respect for privacy, dignity and

family life.

(4)

Hak untuk bertahan

hidup (survival rights) Hak untuk dilindungi (protection rights)

Hak untuk berpartisipasi (participation rights)

Hak untuk berkembang (development rights) 4 pilar utama

hak anak

(5)

UNCRC in 1989

Child-Friendly City Initiatives (CFCI) in

1996 initiated by Unicef

Child-friendly environment scholarships (e.g., children’s places VS

places for children, street for kids) &

movements (e.g., Sustainable cities, Agenda 21, Popsicle

test)

(6)
(7)

1. Aimed to support children’s healthy development and wellbeing.

2. Offers sectoral support for all children in the realisation of their rights—

children’s participation and access to the matter are the keys.

3. Offers opportunities that promote

culturally-contextual skills/activities for children (e.g., play, learn, volunteering) through which their development and wellbeing are facilitated.

Culturally- contextual affordances Realising

children’s rights

outcomes +

(8)

Definition:

DIGITAL AGE is a time when large amounts of information are widely available to many people, largely through computer technology.

The time period in which we live now where INTERNET and email are available is an example of the digital age.

DIGITAL SPACE refers to what is displayed on the screen of a digital device (e.g. laptops, computers, tablets, or smartphones). What

can be displayed in digital spaces is vast and diverse, and can take countless forms.

(9)

1. Ruang fisik tidak lagi menjadi referensi identitas.

Contoh: kita merasa lebih lebih memiliki ikatan dengan anggota grup WhatsApp atau sebuah FB Fanpage dibandingkan dengan tetangga kanan kiri kita; “Saya anak Gading, karena saya join FB Group Kelapa Gading—meski posisi saya sekarang di Brisbane”

2. Ruang fisik tidak lagi menjadi syarat utama ruang komunikasi.

Contoh: Rapat melalui Zoom dengan peserta rapat dari berbagai benua.

3. Ruang fisik kini dibuat semudah mungkin untuk instalasi teknologi.

Contoh: mereview buruk sebuah restoran hanya karena tidak dilengkapi wifi 4. Ruang privat dan ruang public menjadi tercampur.

Contoh: menulis status di akun FB pribadi, namun orang lain bisa ikut membaca/mengomentari

5. Jumlah ruang digital tidak terbatas & perpindahannya tidak terbatas waktu.

(10)

Contoh ‘ruang’ di era digital

(11)

Kantor/sekolah/ruang kerja

Rumah/ruang keluarga

Kendaraan pribadi

Yang melekat pada tubuh anda/

Dalam jangkauan tangan anda saat ini

(12)

- Laptop

- Wifi-connected printer - Google nest

- Smart watch - Kindle

- Mobile phone

- GPS - iPod - Fire TV/smart TV

- Chromecast

- Personal computer - Xbox/PS5/Nintendo - Tablet/iPad

An example of digital ecosystem:

One user, four environments, tens devices

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

Sumber: UNICEF (https://web.kominfo.go.id/sites/default/files/users/12/Kominfo- Presentasi%20Laporan%20Hasil%20Penelitian%20-%20Gati%20Gayatri.pdf)

(18)
(19)
(20)

Manfaat Risiko

(21)

Leisure

Bermain dengan teman

Online bersama orang tua/anggota

keluarga

Creativity &

entrepreneurship

Menciptakan konten unik

Menghasilkan uang dari konten/produksi

sendiri

Social connections &

citizenship

Menyuarakan pendapat

Menambah kenalan/teman

Menelusuri informasi

Learning

Menambah pengetahuan

Mengulang pelajaran

Mengumpulkan data/informasi

yang relevan

Membangun kelompok belajar

“When my mother bought the laptop, we started to spend more time together, since every weekend we chose a movie and watched it with my grandmother.”

(Girl, 15, Uruguay)

“You can share videos and games. You can share music. You can also share pictures, ideas, games.”

(Girl, 9–11, Ghana)

“Through my

neighbourhood Facebook, I can offer my cans-collection service (Boy, 14, Australia)

“I failed maths, so I watched a couple of vids [videos] where they explained what I had to study.”

(Boy, 15–17,

Argentina)

(22)

“I was born in the internet era; I

cannot imagine a life without it.” (A

Malaysian boy, 9 y.o)

“The digital environment touches every aspect of children’s lives for good or bad. But protection cannot be used to reduce participation,” (Sonia Livingstone)

Survival Development Protection Participation

“Saya paham kalau anak-anak saya adalah digital natives. Tapi saya tidak mau mereka berinteraksi dengan orang asing yang memanfaatkan kepolosan mereka.” (An Indonesian parent)

“I love apps that encourage me to

get physically active; so I can trade

my sedentary time with dancing,

and light exercise” (An Australian

girl, 13 y.o)

(23)

Content

Pornografi Agresif, hate

speech Fake news

Virus, spam

Contact

Pedofil

Penyalahgunaan informasi

personal

Penipuan

Conduct

Adiksi, membagikan info personal

Menyakiti perasaan kawan

Belanja games

“I once

experienced a stranger asking for ‘my price’ – meaning how much would it cost to perform a sexual

activity”

(Boy, 16, the Philippines)

“I was on

Instagram and I clicked on a comment and it was so funny, so I wanted to see what other people had to say and I clicked on a link and suddenly naked women popped up.”

(Boy, 10, Serbia)

“[I] explained to my daughter that there are troubled persons on the internet and pointed out that someone’s photo on the internet

means nothing and that she should not accept

strangers as friends” (Parent, Montenegro)

(24)

Ingat kembali bahwa ruang ramah anak harus:

- Bertujuan memberikan outcome positif bagi anak (perkembangan dan wellbeing) - Mendukung pemenuhan hak-haknya

sebagai anak (lewat partisipasi anak, dan kerjasama lintas sectoral)

- Memfasilitasi aktivitas dan keterampilan

yang kontekstual dengan latar belakang

social-budayanya

(25)

Children see, children do: Be a good role model

Gadget use for a healthy lifestyle & relationship Family media plan for a balanced gadget use

Help them to be digital resilient kids

(26)

•Kebiasaan positif anak dalam menggunakan teknologi digital tumbuh dari kebiasaan positif orang tuanya.

• Orang tua dapat memberikan “pesan positif” tentang pemanfaatan gawai digital pada anak melalui aktivitas rutin yang dilakukan bersama keluarga

dengan menggunakan gawai tertentu (ex: co-viewing, co-gaming, co-reading, diskusi isu terbaru)

•Be here & now: saat bersama anak, hindari penggunaan gawai dan distraksi lainnya

•Offline hobby: Temukan & tekuni hobi yang tidak memerlukan digital devices.

(27)

• Pastikan anak Anda memanfaatkan gawai digital untuk aktivitas yang mendukung kesehatan fisik dan mentalnya; termasuk aktivitas fisik, membaca, bermain secara kreatif, dan social time dengan teman serta keluarga.

• Pastikan anak Anda mengakses konten digital yang berkualitas dan sesuai dengan tahap

perkembangannya (cth: lihat rating konten)

• Observasi perubahan perilaku anak & cermati bagaimana perilaku tersebut diadopsinya?

Apakah terpapar konten tertentu?

Is your child:

•sleeping enough?

•physically healthy?

•engaged with school?

•connecting socially with family and friends, online and offline?

•enjoying a variety of hobbies and interests?

•doing physical activity every day?

•having fun and learning while using screens?

•using quality content?

C

H

E

C

K

L

I

S

T

(28)

Terapkan aturan penggunaan gawai & akses digital:

- Dimana gawai boleh digunakan? (mis: ponsel hanya boleh digunakan di luar kamar tidur)

- Kapan gawai boleh digunakan? (mis: tidak boleh menonton TV sambil makan)

- Bagaimana gawai digunakan? (mis: online games hanya boleh dimainkan di PC)

- Berapa lama gawai boleh digunakan? (mis: screen time dibatasi 2 jam per hari) - Apa konsekuensi dari penggunaan gawai? (mis: gawai hanya boleh digunakan

setelah anak berjalan kaki 5000 langkah) - Bagaimana jika anak melanggar aturan?

* A family media plan is a written document clarifying household rules for digital behaviour. Your plan should be unique to your values, parenting style and family situation. The plan should include agreed consequences for breaches.

(29)
(30)

1. Kenalkan & diskusikan dengan anak tentang risiko penggunaan internet (Content, Contact, Conduct) → berbeda untuk tiap usia anak.

2. Ajarkan anak untuk memilih dan memilah konten internet.

3. Observasi dan kenali pengalaman anak menggunakan internet (mis:

tanyakan/libatkan diri anda dalam aktivitas berinternet anak)

4. Jika anak terdampak secara negative oleh sebuah konten, ajak anak

membicarakan apa yang mereka rasakan, dan bantu mereka atasi dampak tersebut (mis: jika diperlukan, mencari bantuan professional)

5. Ajarkan anak tentang in-app purchases & risikonya.

6. Libatkan anak dalam memilih app yang bisa digunakannya berserta + & - nya.

7. Surveillance app VS open talk: kapan tepat digunakan?

(31)
(32)

Bigger [digital] ecosystem requires greater collaboration

Bagaimana mewujudkan child-friendly smart cities?

PROBLEM SOLUTIONS

(33)
(34)

Room for updating the children’s rights in the digital age

(35)

Hak untuk bertahan

hidup (survival rights) Hak untuk dilindungi (protection rights)

Hak untuk berpartisipasi (participation rights)

Hak untuk berkembang (development rights) 4 pilar utama

hak anak

(36)

➢ Pasal 19: Protection from violence, abuse, neglection

Evidence: web streaming of child sexual abuse and exploitation and self-harming content

➢ Pasal 16: Right to privacy

Evidence: massive data breaches of children’s personal data via the Internet of Toys

➢ Pasal 12: Respect of the views of the child

Evidence: children call for access to internet and digital literacy

➢ Pasal 6: life, survive, development

Evidence: Internet diklasifikasikan sebagai basic needs yang mendukung

pemenuhan hak anak untuk berkembang dan berpartisipasi. Tapi sejauh apa

basic needs ini sejalan dengan tumbuh kembang anak yang sehat?

(37)

Co-designing digital spaces &

intervention with children

Digital literacy

Digital resilience

Digital citizenship

A dynamic personality asset that grows from digital activation i.e. through engaging with appropriate opportunities and

challenges online, rather than through avoidance and safety behaviours.

The ability to use information and communication technologies to find, evaluate, create, and

communicate information, requiring both cognitive and technical skills. It does not replace traditional forms of literacy, but instead builds upon

The responsible use of technology and etiquette pertaining to an online presence. This includes behaviors and responses to others within a digital community in which one is a member.

Survival rights

Development & Protection rights

Participation rights

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti menilai sudah ada jaringan komunikasi yang baik di dusun Sumber Mlaten sehingga dapat melestarikan tradisi bersih desa dan dapat melaksanakannya setiap

Pada gambar 4.12 terlihat bahwa pengaruh kecepatan drying rate fungsi moisture content , dimana grafik ini merupakan perbandingan antara perubahan moisture content pada

Dalam rangka mengemban misi dan tugas yang terkandung dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 33 tahun 2004, Pemerintah daera.h

Hasil dari usulan perancangan terhadap fasilitas permainan tersebut telah memenuhi kaidah-kaidah ergonomi dimana dimensi produknya telah disesuaikan dengan data antropometri

memiliki hubungan yang signifikan dengan perceived classroom goals structure dan dari hasil multiple regression analysis didapatkan bahwa tipe persepsi classroom

Namun bagi orang yang membatasi diri dalam berpuasa hanya menahan diri dari makan dan minum, namun terus dan tetap melakukan perbuatan buruk yang dilakukannya

Analisis struktural pada cerpen “al-Ufuqu Wara>´a al-Bawwa>bati” dalam Ard{u al-Burtuqa>li al-H{azi>ni dilakukan dengan cara mengungkapkan unsur-unsur intrinsiknya,

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana siswa dalam mengikuti kegiatan pramuka dan perkembangan sosial siswa serta untuk mengetahui hubungan antara