• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL KERJA PRAKTIK

A. Keterlibatan Praktikan dalam Proyek Kreatif

Tugas praktikan dalam praktik kerja lapangan di perusahan AMPlified diberi tanggung jawab sebagai videografer untuk membuat dan mengedit video daily post kampanye sosial dan kampanye kesehatan Ibunda, HaiDokter dan SAKKU.

Selama praktikan melaksanakan kerja praktek profesi, praktikan melakukan pekerjaan yaitu pada saat pra produksi praktikan bekerja di bagian lighting dan data collecting dan untuk di bagian pasca produksi praktikan melakukan pekerjaan, Syncronizing audio, Rough Cut Video, Triming video, Retouching Photo Thumbnail dan elemen – elemen audio visual lainnya seperti membuat lower third.

B. Metode Kerja Praktik 1. Video

Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.

2. Tipografi

Tipografi, tata huruf adalah suatu teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Dikenal pula seni rupa huruf, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama.

3. Layout

Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

4. Lighting

Hard light adalah cahaya yang memiliki sifat keras seperti cahaya matahari pada saat siang hari.. Karena berasal dari satu sumber cahaya maka cahaya ini menimbulkan banyak bayangan yang pekat.

(2)

Soft light adalah cahaya yang memilki sifat cahaya yang lembut. Biasanya cahaya berasal dari cahaya lampu pijar.

5. Rough Cut Video

Perpindahan antara gambar yang satu dengan gambar yang lain secara mendadak atau tanpa intrupsi, oleh karena itu perlu diperhatikan komposisi serta kontinuitasnya dari gambar yang akan digabungkan atau dihubungkan. Cut dimaksudkan untuk memberikan penjelasan dan pengembangan dari suatu adegan pada video.

6. Trimming Video

Trimming adalah langkah untuk seleksi sebuah klip video sedemikian rupa sehingga tepat bisa menampilkan adegan yang kita harapkan, mulai dari awal frame hingga akhir frame yang telah kita tentukan.

7. Lower Third

Desain visual yang muncul untuk memperkenalkan nama pembawa acara atau memberitahukan secara singkat konten – konten pesan yang disampaikan.

C. Perancangan

Pada proses shooting video gambar praktikan menggunakan kamera DSLR Canon 5D Mark II dengan format MOV Hal tersebut agar video yang dihasilkan memiliki kualitas resolusi yang baik yaitu wide 1920 x 1080. Video dengan resolusi yang besar dapat diedit kembali tanpa mengurangi kualitas resolusi dari video tersebut. Dengan adanya resolusi video yang besar videografer dapat dengan mudah melakukan editing perubahan ukuran sequence, penyesuaian dengan media digital yang akan digunakan, perubahan tingkat kecerahan, perubahan warna video tanpa khawatir kualitas resolusi video akan menurun.

Pada proses editing video, praktikan menggunakan perangkat lunak (software) edit video. Perankat ;unak tersebut merupakan aplikasi standar prosedur yang digunakan oleh perusahaan AMPlified. Hal ini berguna untuk menghasilkan editan video yang maksimal.

Berikut ini merupakan penjelasan rinci tahapan pekerjaan yang praktikan lakukan selama proses editing video :

(3)

Gambar 2. Foto Proses editing new project.

(Video & Editing : Puji, 2015)

Perangkat lunak edit video digunakan untuk mengedit video. Pada proses editing video, langkah awal yang dilakukan oleh praktikan ialah membuka aplikasi video edit. Pilih menu new project untuk membuat project video editing yang baru. Setelah memilih new project kemudian pilih browse untuk meletakan project premiere pada folder yang dipilih.

Gambar 3. Foto Proses editing new sequence.

(Video & Editing : Puji, 2015)

(4)

Langkah berikutnya praktikan membuat sequence baru dengan pilih file – new – sequence. Pada video daily post instagram ibunda memiliki standar setting sequence dengan ukuran yaitu :

1. Instagram :

Width : 1080 High : 1080

Frame rate : 25fps Timecode Field order : Progressive Aspect : Square pixel TV standard : PAL

Profil : Main Level : 4.1 2. Youtube :

Width : 1920 High : 1080

Frame rate : 25fps Timecode Field order : Progressive Aspect : Square pixel TV standard : PAL

Profil : Main Level : 4.1

(5)

Gambar 4. Foto Proses import media.

(Video & Editing : Puji, 2015)

Selanjutnya lakukan import file untuk memasukan semua file video dan aset-aset video yang akan di edit dengan tool File – Import.

Gambar 5. Foto Proses editing position.

(Video & Editing : Puji, 2015)

(6)

Setelah semua fila dimasukan kedalam file edit, praktikan mulai memasukan file video secara berurutan sesuai dengan scene yang akan disusun. Kemudian ilih menu effect control – scale - potition untuk menyesuaikan ukuran video pada sequence tersebut.

Gambar 6. Foto Proses editing rough cut video.

(Video & Editing : Puji, 2015)

Pilih tool cut untuk memotong atau cut video yang tidak layak masuk kedalam video tersebut. Semua file video yang telah disusun kedalam sequence harus disesuaikan dengen ukuran sequence agar terlihat seimbang. Apabila terdapat bagian video yang tidak harus dipotng menggunakan tool cut dan dihapus perbagian agar video menjadi layak untuk dilihat.

Gambar 7. Foto Proses editing rough cut video.

(Video & Editing : Puji, 2015)

(7)

Setelah tahap penyusunan scene file video dalam sequence, praktikan meletakan semua aset-aset video kedalam secuence yaitu logo, dan website ibunda.id. Praktikan menyesuaikan ukuran scale aset dengan ukuran kecil dengan pilih menu effect control – scale – potition agar aset video tidak menggangu objek utama pada video tersebut. Karena aset- aset video seperti logo dan alamat website ibunda.id berfungsi sebagai identitas ibunda.

Gambar 8. Foto Proses editing lower third.

(Video & Editing : Puji, 2015)

Setelah tahap rough cut video dan peletakan aset-aset video, praktikan mulai membuat lower third, lower third berfungsi untuk menjelaskan secara singkat konten-konten yang disampaikan pada video tersebut.

Untuk pembuatan lower third pilih menu title – stil, setelah itu pilih menu text atau Ctrl + T kemudian ketik isi konten yang pertama. Font yang digunakan pada title video ibunda daily post menggunakan font Abadi Concnded Extra Bold karena font tersebut merupakan font yang telah ditetapkan sebagai standar video ibunda. Penempatan layout tipografi pada lower third disesuaikan dengan layout yang bervariasi agar tidak terlihat monoton, namun tetap memberikan kesan keseimbangan. Terdapat dua warna yang digunakan pada font title dan lower third ibunda menggunakan warna yang telah ditetapkan sebgai acuan standar desain

(8)

yang teah ditetapkan oleh pihak ibunda, yaitu C= 50, M= 0, Y= 35 , K= 0 dan yaitu C= 15 , M= 62, Y= 36 , K= 0.

Gambar 9. Foto Proses editing colour grading.

(Video & Editing : Puji, 2015)

Setelah proses rough cut video, trimming video dan penyusunan video praktikan melakukan proses pengeditan warna. Warna pada video agar menampilkan kesan dimensi dan memperbaiki pencahayaan, sebab pada pengambilan video lokasi berada didalam ruangan sehingga pencahayaan harus diperbaiki pada saat edit video. Pada proses ini pengeditan warna thumbnail dan video dimulai dengan menggunakan tool effect – Lumetri – Effect Control. Pada video tersebut dimulai dari mengatur tingkat kecerahan, temperatur warna, kontras warna video, nada warna, satuarsi warna, hingga tingkat ketajaman.

Dalam mengatur tingkat kecerahan, praktikan menyesuaikan video tersebut dengan klik dan merubah angka white balance. Dalam mengatur temperatur warna, praktikan menyesuaikannya berdasar kan suasana dalam ruangan, lalu klik color temperature. Terdapat angka pada color temperature. Semakin kecil angka temperatur, maka warna foto yang dihasilkan akan semakin sejuk atau biru. Sedangkan, semakin besar angka termperatur maka warna yang dihasilkan semakin panas atau kuning.

(9)

Gambar 10. Foto Proses editing transition timeline.

(Video & Editing : Puji, 2015)

Agar video tidak terkesan monoton praktikan memberikan transisi pada thumbnail dengan video. Namun kali ini praktikan tidak menggunakan transisi pereset yang telah disediakan oleh perangkat lunak edit video. Praktikan menggunakan timeline untuk membuat transisi yang lebih menarik. Pada proses ini transisi timeline menggunakan video effect yaitu thumbnail diletakan diatas video satu dengan diberikan batas lima mata data pada bagian akhir thumbnail dan bagian awal video satu. Kemudian pilih pen tool dan beri tanda timeline pada mata data ke satu dan mata data ke empat. Position diatutur dengan angka position yang dirubah sesusai timeline agar terlihat seperti transisi turun antara thumbnail menuju ke video satu.

Gambar 11. Foto Proses editing transition timeline.

(Video & Editing : Puji, 2015)

(10)

Praktikan juga harus memperbaiki kualitas audio dan voice, karena audio dan voice jika tidak diperbaiki akan menggagu pendengaran karena terlalu keras. Pada proses ini audio yang telah dimasukan kedalam timeline diolah menggunakan tool Effect Control – Video Effect – Level. Pada tool level diawali dengang 0.0 db, jika angka kurang dari 0,0 maka audio yang dihasil akan terdengar lebih rendah. Apabila angka lebih dari 0.0 db audio yang dihasilkan akan terdengar lebih tinggi.

Gambar 12. Foto Proses editing export media and rendering.

(Video & Editing : Puji, 2015)

Setelah semua proses editing telah selesai disesuaikan maka proses terakhir tahap editing ialah pilih tool Export – Media – Render. Proses ini perlu dilakukan sebab rendering merupakan proses kalkulasi antara video dengan efek-efek yang digunakan dalam sebuah file video untuk memproduksi sebuah output file video. Berikut ini ialah spesifikasi untuk export setting melakukan proses rendering ialah :

Format : H.264 Output : .mp4

Preset : Match Source – High bitrate Render : Use maximum render

Spesifikasi tersebut ditentukan untuk menhasilkan resolusi video dengan kualitas yang baik. Sehingga apabila diposting pada media digital tidak menghasilkan kualitas gambar yang tidak baik.

(11)

Setelah video telah melalui tahap editing praktikan menyerahkan hasil video yang telah diedit kepada divisi content digital untuk diposting sebagai video daily post instagram dan youtube. Berikut ini ialah hasil video yang telah dikerjakan praktikan selama melaksanakan kerja praktik di perusahaan AMPlified :

a.) Ibunda daily post instagram.

Gambar 13. Ibunda daily post instagram. (Video & Editing : Puji, 2015) b.) Ibunda video kampanye hari ibu.

Gambar 14. Ibunda daily post youtube. (Video & Editing : Puji, 2015)

(12)

c.) Haidokter video daily post instagram.

Gambar 15. HaiDokter daily post instagram. (Video & Editing : Puji, 2015)

d.) HaiDokter video youtube.

Gambar 16 HaiDokter daily post youtube. (Video & Editing : Puji, 2015)

(13)

e.) SAKKU e – commerce youtube.

Gambar 17. SAKKU daily post Youtube. (Video & Editing : Puji, 2015)

Editing video merupakan proses yang sangat penting dalam bidang videografi, karena jika tidak memlalui tahap editing video yang dihasilkan tidak memiliki kualitas yang baik.

Pada setiap proses editing praktikan selalu berkomunikasi kepada head interfaction desaingner agar selalu diberi masukan bagaimana kita menghasilkan hasil video yang baik.

Praktikan juga menempuh proses revisi editing video apabila terdapat sebuah kesalahan pada proses editing video. Pada laporan kerja praktik ini praktikan memberikan langkah-langkah dalam proses editing video yang dilakukan praktikan selama menjalani praktik kerja lapangan di perusahaan AMPlified.

Gambar

Gambar 2. Foto Proses editing new project.
Gambar 4. Foto Proses import media.
Gambar 6. Foto Proses  editing rough cut video.
Gambar 8. Foto Proses  editing lower third.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan validasi beliau, video pertama: kejelasan alur ceritanya baik, membangkitkan minat dan perhatian baik, menjadikan pelajaran bermakna baik, sangat baik

Setelah membuka foto ke dalam aplikasi Digital Photo Professional, selanjutnya praktikan akan memulai proses pengeditan foto tersebut dari mengatur tingkat kecerahan,

Setelah meriset data dan mencari source video maupun gambar, reporter yang bertanggung jawab dalam pembuatan naskah paket berita soft news baik itu Inhouse maupun Today’s

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan audio, sehingga

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan audio, sehingga sebuah

Pada kedua aspek tersebut menunjukan respon yang baik dari siswa terhadap pembelajaran melalui media video yaitu dengan nilai rata- rata aspek kesukaan sebesar 3,8 (baik) dan

Sinyal televisi digital menggunakan modulasi digital dan kompresi audio video yang lebih efisien dan menghasilkan kualitas siaran yang jauh lebih baik dari siaran

Berdasarkan hasil kelayakan media pada uji coba media gambar diperoleh hasil dengan persentase 62,5 % dengan kategori baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan