7
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan KoordinasiPenulis memegang tanggung jawab sebagai seorang Copywriter selama magang, di bawah bimbingan Content Writer U-Studio, Rangga Heryadi. Berikut adalah detail mengenai kedudukan dan koordinasi penulis dalam melakukan praktik kerja magang?
1. Kedudukan
Sebagai seorang Copywriter, penulis memiliki tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan tulisan untuk konten-konten marketing. Tidak hanya bekerja langsung di bawah Content Writer, namun penulis juga bekerja dengan Project Manager dan juga Senior Copywriter. 2. Koordinasi
8 Pekerjaan dimulai ketika penulis menerima Job Request yang dikirimkan oleh Content Writer atau Project Manager. Job Request awalnya diberikan oleh client, kemudian Project Manager, Content Team Lead, atau Account Executive akan memasukkan beberapa divisi berbeda ke dalam projek tersebut, dan pekerjaan akan dimulai sesuai Job Request. Biasanya akan dimulai dengan permintaan copy untuk video advertisement atau konten untuk media sosial.
Setelah itu, konten akan dibuat oleh tim Visual Design atau editor. Setelah melalui proses pembuatan dan proses revisi yang cukup panjang dalam pembuatan konten, Copywriter akan diminta untuk membuat PRM atau Jivox untuk konten-konten yang sudah selesai direvisi sesuai keinginan client. Terkadang penulis juga diminta membuat PRM Caption atau Jivox untuk konten yang memang sudah tersedia, dan akan segera di-publish di aplikasi media sosial ataupun website.
Setelah penulis mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh senior, hasil pekerjaan akan dikirimkan kepada Content Writer atau Senior Copywriter yang terlibat di dalam projek tersebut untuk proses revisi. Untuk memudahkan proses revisi, biasanya digunakan online documents agar penulis dan para senior dapat memeriksa dan mengubah isi file di saat yang bersamaan. Hal ini guna memudahkan bekerja dengan sistem WFH. Jika sudah selesai, hasil akhir akan dikirim kepada Project Manager untuk dikirimkan kepada client.
3.2. Tugas yang Dilakukan
Berikut adalah list pekerjaan yang penulis lakukan selama magang. Tabel 3.2. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
No. Minggu Proyek Keterangan
1 -Pepsodent Herbal & Siwak
-Pepsodent Festive
-Membuat Copy Jivox untuk konten-konten Pepsodent, dan mengubah copy Bahasa Inggris ke dalam versi Bahasa Indonesia, serta memeriksa data infographic Pepsodent untuk kebutuhan
9 campaign.
-Membuat PRM untuk Pepsodent Festive.
2 -Paddlepop
-Rexona Hijab
-Membuat PRM & Suppers untuk Paddlepop Twister Mermaid x Jakarta Aquarium.
-Membuat Jivox Social Media Consideration untuk produk Rexona Hijab Fresh.
3 -Unilever Festive -Pepsodent
-Membuat cutdown 6sec untuk konten-konten Ramadhan dari Unilever, revisi copy.
-Membuat caption untuk IG Ads dari Pepsodent.
4 Unilever Festive Membuat Jivox untuk konten-konten Ramadhan dari Unilever.
5 Dove Membuat cutdown 12sec untuk iklan.
Dove.
6 Zwitsal Membuat copy dan PRM untuk konten
Zwitsal x Hallobumil.
7 - POND’S
- Zwitsal
-Membuat PRM untuk Agile Ads POND’S serta Youtube & FBIG POND’S.
-Revisi copy untuk konten Zwitsal x Hallobumil. 8-9 -POND’S Panorama - Sunsilk - Rexona - Newsletter - Royco
-Membuat PRM untuk POND’S Panorama.
-Membuat copy untuk Agile Ads Sunsilk.
10 -Lifebuoy Klikdokter Rexona.
-Membuat copy untuk Newsletter U-Studio
-Membuat STB Royco
-Membuat copy webpage Lifebuoy
3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Bagian ini berupa penjelasan secara umum mengenai pekerjaan yang dilakukan penulis selama proses magang.
3.3.1. Proses Pelaksanaan
Unilever memiliki berbagai jenis produk, dan setiap produk memiliki image dan brand awareness masing-masing yang harus dibangun dan dijaga. Untuk itu, penulis harus melakukan riset untuk produk-produk yang dimiliki oleh Unilever, dan juga image media sosial dari produk-produk tersebut. Hal ini dapat membantu penulis untuk mengetahui kata-kata yang tepat untuk setiap produknya, seperti kelebihan dari produk, konsumennya, dan juga mood dari konten-konten terdahulu. Pertama, penulis akan mendapatkan surel dari Project Manager atau Senior Account Executive yang tercantum sebuah dokumen job request di dalamnya. Dalam job request tersebut, penulis akan mendapatkan info dan brief tentang pekerjaan yang diminta oleh client. Setelah itu, biasanya Project Manager akan mengatur jadwal untuk call bersama dengan seluruh anggota tim yang bersangkutan untuk membahas lebih lanjut mengenai brief yang sudah tercantum. Berikut adalah contoh dari job request yang dikirim oleh Project Manager:
11 Gambar 3.1. Job Request
(Sumber: dokumentasi pribadi) 3.3.1.1. Proses Pelaksanaan Project Royco
Setelah itu, penulis akan diminta untuk mengerjakan copy sesuai dengan Job Request yang tertera. Project yang akan penulis jelaskan sebagai contoh adalah project membuat supers dan storyboard untuk advertisement dari Royco Kaldu Sapi. Tim U-Studio biasa menyebutnya sebagai PRM STB. Iklan ini ditujukan untuk perayaan Idul Adha, sehingga ide dasarnya adalah bagaimana mengolah daging sapi yang tersisa saat Idul Adha menjadi hidangan yang lezat dan bergizi. Untuk itu, Royco hendak membuat iklan tentang inspirasi resep bakso sayur dengan kuah kaldu Royco Kaldu Sapi. Sebelum mulai membuat copy, penulis harus
12 mengetahui dulu subsegment dari iklan ini dan apa tension point mereka. Pada iklan Royco, terdapat empat subsegment, yaitu female catch all, older mom, young mom, dan single female.
Masing-masing subsegment dalam setiap iklan maupun konten sosial media tentunya memiliki tension point yang berbeda-beda, hal ini ditujukan agar iklan dapat meningkatkan awareness dari masing-masing subsegment saat menonton atau melihat konten tersebut. Berikut adalah contoh brief untuk tension point masing-masing subsegment iklan Royco:
Gambar 3.2. Tension Point (Sumber: Royco Brand Team’s Deck)
Setelah memahami tension point dari masing-masing subsegment, penulis juga akan mendapatkan key message dari pihak brand team. Biasanya di dalam key message ini terdapat context dan product explanation yang brand team inginkan untuk masuk ke dalam konten advertisement. Pada produk Royco, brand team ingin meng-highlight adanya shot daun kelor yang dimasukkan ke dalam hidangan, karena daun kelor merupakan bagian dari 50 pangan masa depan, sebuah campaign tentang sayur-sayuran yang baik untuk badan manusia dan bumi. Dari produknya sendiri, Royco ingin Reasons To Believe (atau biasa disingkat RTB) yang dimasukkan ke dalam konten advertisement adalah bahwa
13 Royco Kaldu Sapi merupakan kaldu yang dihasilkan oleh daging sapi yang direbus dalam jangka waktu yang lama. Berangkat dari poin-poin tersebut, penulis pun mulai membuat P-Map, sebuah tabel yang dapat menjadi acuan untuk membuat storyboard. Dalam tabel tersebut terdapat sub segment, tension point, opening triger, main message/product’s RTB, pay off, dan CTA. Opening triger merupakan pembuka dari iklan yang berbeda-beda sesuai subsegment, yang bersifat persuasif dan membuat penasaran. Lalu main message dan product’s RTB adalah jawaban atas opening triger tersebut menggunakan produk. Di dalamnya juga terdapat penjelasan mengenai produk tersebut. Pay off adalah hasil akhir dari opening triger yang dijawab oleh main message. Dan CTA adalah Call To Action. Pada iklan Royco, tombol CTA mengarah pada video untuk resep lengkar dari menu bakso sayur. Berikut adalah contoh P-Map yang penulis buat:
Gambar 3.3. P-Map Royco (Sumber: dokumen pribadi)
14 Gambar 3.4. P-Map Royco
(Sumber: dokumen pribadi)
Setelah penulis membuat P-Map dan sudah mendapat persetujuan dari mentor penulis selaku Content Writer, tim akan kembali melakukan meeting call untuk membahas mengenai storyboard yang akan dibuat. Diskusi dilakukan oleh penulis selaku copywriter, bersama dengan Content Writer, Lead Designer, Art Director, dan Account Executive. Storyboard dibuat dengan pembagian frame yang disesuaikan dengan P-Map yang sudah penulis buat. Dikarenakan durasi iklan hanya akan 15 detik, maka pembuatan storyboard harus teliti dalam pembagian waktunya. Setelah proses diskusi dan revisi berjalan sembari dilakukannya meeting call, maka hasil akhirnya akan berbentuk seperti demikian:
15 Gambar 3.5. Storyboard Royco Sebelum Revisi
(Sumber: dokumen pribadi)
Setelah itu, tim akan menunggu hasil feedback dari brand team.
Feedback akan disampaikan oleh Project Manager atau Content Team Lead
kepada tim kreatif melalui email, setelah itu akan kembali diadakan creative
regroup call untuk membahas hasil feedback dan mengimplementasikannya pada storyboard PRM yang dibuat. Berikut adalah hasil revisi dari brand team. Revisi
yang diberikan cukup minor, tapi mempengaruhi flow dari advertisement.
Gambar 3.6. Revisi Royco dari Brand Team (sumber: dokumen pribadi)
16 Setelah itu, tim akan membahas revisi tersebut agar flow dari
advertisement lebih mudah untuk dipahami oleh audience dan juga untuk
memudahkan proses editing. Bagian yang perlu direvisi adalah di mana supers mengenai daun kelor harus diganti menjadi ’50 pangan masa depan’, dan bagaimana caranya agak perpindahan dari frame 2 ke frame 3 tidak terlalu jumpy, karena hal ini nantinya akan terlihat aneh saat video sudah selesai disunting. Setelah dilakukan revisi bersama tim kreatif, berikut adalah hasil akhir
storyboard Royco yang sudah di-approve oleh brand team:
Gambar 3.7. Hasil Akhir Storyboard Royco (sumber: dokumen pribadi)
3.3.1.2. Kendala Projek Royco
Sebagaimana bekerja dengan client, tentunya kita tidak bisa sepenuhnya menuang ide kreatif kita ke dalam konten yang hendak dibuat. Ada banyak request dari client yang harus dipenuhi. Terkadang, brief dari client juga kurang lengkap sehingga proses revisi bisa terjadi berkali-kali. Terutama untuk projek Royco, ada sangat banyak pesan yang ingin client sampaikan kepada konsumen. Hal ini sangatlah wajar mengingat client merupakan brand team dari produk Royco, sehingga client harus bisa memasarkan kelebihan-kelebihan Royco dengan sebaik mungkin.
17 Namun sayangnya, waktu yang tersedia untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut sangatlah terbatas karena untuk iklan Royco maksimal durasi dari video-nya adalah 15 detik. Jika terlalu banyak pesan yang dimasukkan, justru konsumen akan kebingungan saat menonton iklan, karena terlalu banyak informasi yang tertera baik dalam bentuk gambar maupun tulisan.
3.3.1.3. Solusi untuk Kendala Projek Royco
Solusi untuk terbatasnya durasi video adalah dengan memanfaatkan setiap frame dengan sebaik mungkin, agar tidak ada frame yang terbuang sia-sia. Pesan-pesan yang ingin disampaikan juga harus dibuat singkat, padat dan jelas. Di sinilah tantangan menjadi seorang copywriter benar-benar terasa oleh penulis, karena penulis harus belajar untuk merangkai kalimat yang mudah dibaca, mudah dipahami, dan tetap enak untuk dilihat jika dimasukkan ke dalam frame. Lalu setiap frame-nya juga harus dihitung durasinya untuk dilakukan pembagian durasi frame, agar efektif dalam menyampaikan pesan tanpa terkesan terburu-buru, dan tetap memiliki nilai estetika.
3.3.1.4. Proses Pelaksanaan Pembuatan Newsletter.
Selain mengerjakan konten-konten advertisement, penulis juga mendapat kesempatan untuk bertanggung jawab atas pembuatan newsletter untuk U-Studio, yang hasil akhirnya dibagikan kepada client. Pada dasarnya, newsletter inimerupakan sebuah surel yang menggambarkan kondisi dan pencapaian U-Studio di setengah tahun pertama 2021. Proses awalnya hampir sama dengan proses pembuatan konten-konten advertisement. Namun karena ini projek internal, penulis tidak mendapat job request, melainkan dihubungi langsung oleh Creative Director. Penulis kemudian melakukan meeting call dengan tim yang terdiri dari penulis sebagai Copywriter, bersama dengan Creative Director, Senior Account Executive, Digital Designer, Web Admin, dan Project Manager. Berikut adalah bentuk brief yang diberikan melalui surel:
18 Gambar 3.8. Brief Newsletter
(sumber: dokumen pribadi)
Setelah memahami brief, penulis diberikan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pencapaian-pencapaian dari U-Studio, seperti sertifikat penghargaan, konten advertisement, dan lain-lain. Setelah memahami dokumen-dokumen tersebut, penulis pun mulai membuat copy untuk newsletter. Penulis membuatnya dalam bentuk Microsoft word. Setelah penulis kirim hasil copy kepada tim, Digital Designer mulai membuat design untuk newsletter tersebut, dengan menggunakan copy yang sudah penulis buat. Berikut adalah hasil pertama copy yang ditulis oleh penulis:
Gambar 3.9. Copy untuk newsletter (sumber: dokumen pribadi)
19 Revisi pertama kemudian terjadi karena penulis mengalami salah paham terhadap konten yang hendak dimasukkan ke dalam newsletter. U-Studio berjasa dalam membantu brand close-up mendapatkan medali Bronze dari Wow Brand Award dari Markplus.inc, namun dikarenakan penulis hanya mendapat dokumen berupa sertifikat penghargaan dari Wow Brand Award, penulis salah mengira penghargaan tersebut sebagai milik U-Studio. Berikut adalah revisi dari Content Team Lead.
Gambar 3.10. Revisi dari Content Team Lead (sumber: dokumen pribadi)
Maka penulis melakukan revisi, mengganti kalimat yang tadinya menyatakan bahwa U-Studio telah berhasil membantu Close-Up dalam meraih penghargaan tersebut. Revisi selanjutnya adalah mengenai social community management untuk AXE. Bentuk manajemen tersebut seharusnya hanya untuk produk LBP, sedangkan untuk produk AXE, yang hendak di-highlight oleh U-Studio adalah konten AXE bersama Cretivox, sebuah saluran YouTube yang cukup terkenal di kalangan anak muda. Untuk revisi tersebut, dilakukan secara lebih kasual melalui telepon via WhatsApp. Berikut adalah hasil revisinya:
20 Gambar 3.11. Hasil Akhir Copy
(sumber: dokumen pribadi)
Setelah itu, hasil copy akan diperiksa ulang oleh Creative Director dan juga Executive Director. Berikut adalah penggalan hasil akhir dari copy newsletter yang penulis buat:
Gambar 3.12. Hasil Akhir Newsletter (Sumber: newsletter U-Studio)
21 3.3.1.5. Kendala Projek Newsletter
Kendala yang penulis dapatkan saat menulis Newsletter adalah banyaknya miskomunikasi antara penulis dan juga orang-orang di U-Studio mengenai dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk dimasukkan ke dalam newsletter. Beberapa dokumen juga kurang lengkap, sehingga penulis sebagai orang baru di U-Studio cukup merasa bingung dan semakin clueless, karena tidak adanya informasi lebih lanjut yang penulis ketahui di luar dokumen-dokumen yang tersedia.
3.3.1.6. Solusi untuk Kendala Project Newsletter
Solusi dari kendala miskomunikasi adalah dengan tidak malu bertanya kepada Project Manager mengenai dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk membuat newsletter. Mengingat projek ini sangat penting karena berguna untuk mempromosikan U-Studio kepada client-client U-Studio, maka Creative Director dan Senior Account Executive juga pada akhirnya mengawasi projek ini dengan lebih seksama, dan hal ini pun mengurangi adanya kendala miskomunikasi.
Selain itu, penulis juga mengatasi kendala miskomunikasi mengenai masalah dokumen dengan mencari sendiri materi-materi yang berhubungan di internet, seperti mencari informasi tentang Wow-Brand Award, tentang produk-produk yang bersangkutan seperti Love Beauty and Planet yang telah memenangkan penghargaan dari U-Studio Global, dan juga tentang konten-konten kolaborasi antara produk Unilever yang di-handle oleh U-Studio dengan content creator yang cukup terkenal di sosial media seperti Cretivox.
3.3.1.7. Proses Pelaksanaan Projek Lifebuoy x Klikdokter
Selain memegang konten advertising untuk produk-produk Unilever, penulis juga terlibat dalam salah satu projek untuk membuat web page. Web page ini ditujukan untuk mendukung kerjasama Lifebuoy bersama
22 Klikdokter. Dalam waktu dekat, Lifebuoy akan melakukan launching untuk produk-produk yang memiliki kode unik di bagian belakang bungkusnya. Kode tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan layanan konsultasi dokter umum atau dokter anak pada aplikasi Klikdokter. Pada awalnya, penulis mendapatkan job request dan brief dari Project Manager. Setelah itu, penulis akan melakukan brief call bersama Project Manager, Account Executive, Content Writer, dan Designer.
Setelah mendapatkan brief, penulis akan mulai membuat copy yang dibutuhkan sesuai dengan job request. Copy penulis buat dalam bentuk file Google docs untuk memudahkan tim dalam memeriksa dan memberi notes pada file tersebut. Berikut adalah copy pertama yang penulis buat untuk projek Lifebuoy x Klikdokter:
Gambar 3.13. copy web page Lifebuoy x Klikdokter (Sumber: dokumen pribadi)
23 Setelah penulis mengirim copy tersebut, maka Designer akan membuat
design untuk web page Lifebuoy x Klikdokter sesuai dengan brief dari client.
Hasil design tersebut kemudian dikirim ke client untuk mendapatkan feedback. Dilakukan call untuk briefing ulang mengenai feedback dari client oleh Account
executive yang telah mempresentasikan hasil job kepada client. Setelah itu,
penulis kembali melakukan revisi sesuai dengan feedback yang disampaikan oleh
Account Executive. Kali ini, penulis melakukan revisi di online deck yang sudah
dibuat oleh Account Executive ketika hendak present materi ke client. Berikut adalah penggalan hasil akhir dari revisi yang penulis lakukan. Untuk full preview dari website Lifebuoy x KlikDokter, saat ini masih on progress oleh Designer dan Web Admin.
Gambar 3.14. Revisi web page Lifebuoy x Klikdokter (Sumber: dokumen pribadi)
24 Gambar 3.15. Revisi web page Lifebuoy x Klikdokter
(Sumber: dokumen pribadi)
3.3.1.8. Kendala dalam Projek Lifebuoy x Klikdokter
Tidak banyak kendala yang penulis alami dalam melakukan projek Lifebuoy x Klikdokter. Satu-satunya kendala adalah kurang jelasnya materi yang client cantumkan untuk development web page Lifebuoy x Klikdokter. Ditambah lagi, web page ini nantinya akan digunakan oleh konsumen yang memang hendak mendapatkan layanan konsultasi kesehatan gratis dari aplikasi Klikdokter. Jika salah memasukkan informasi, maka akibatnya akan fatal baik kepada pihak konsumen, Lifebuoy maupun Klikdokter.
3.3.1.9. Solusi untuk Kendala Projek Lifebuoy x Klikdokter
Satu-satunya solusi untuk kendala dari projek Lifebuoy x Klikdokter adalah dengan meminta bantuan kepada Project Manager atau Account Executive untuk mendapatkan informasi yang lebih pasti mengenai materi-materi yang hendak dimasukkan ke dalam web page Klikdokter. Untungnya, client cukup jelas dalam menyampaikan bentuk web page seperti apa yang diinginkan. Hal ini sangat membantu untuk mempercepat