• Tidak ada hasil yang ditemukan

II TINJAUAN PUSTAKA Pas Pa ang Surut Teor 1 Te Pembentukan Pasut a. Teor i Kesetimbangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "II TINJAUAN PUSTAKA Pas Pa ang Surut Teor 1 Te Pembentukan Pasut a. Teor i Kesetimbangan"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pasang Surut

Pasang surut selanjutnya disebut pasut adalah fenomena naik dan turunnya permukaan air laut secara periodik yang disebabkan oleh pengaruh gravitasi benda – benda langit terutama Bulan dan Matahari terhadap massa air laut di Bumi. Pengaruh benda angkasa lainnya dapat diabaikan karena jaraknya yang sangat jauh dan atau ukurannya yang jauh lebih kecil. Pasut air laut memiliki periode rata - rata sekitar 12,4 jam atau 24,8 jam. Faktor non astronomis yang mempengaruhi pasut terutama di perairan semi tertutup antara lain karena bentuk garis pantai dan topografi dasar perairan. Permukaan air laut senantiasa berubah setiap saat karena gerakan pasut. Proses pasang surut laut dapat dilihat secara nyata di daerah pantai, yang mempengaruhi berbagai aktifitas manusia di daerah pantai.

Periode selama permukaan air laut naik disebut air pasang, sedangkan kedudukan air laut pada waktu mencapai puncak disebut air tinggi. Keadaan saat permukaan air laut menurun akibat gaya pasut disebut air surut dan kedudukan rendah permukaan air laut disebut air rendah. Perbedaan antara air rendah dengan air tinggi disebut tunggang air yang besarnya setiap tempat berbeda bergantung karakteristiknya (Gross, 1992)

2.1.1 Teori Pembentukan Pasut

Pembentukan Pasut dapat dijelaskan dengan memahami dua teori yang saling mendukung yakni teori kesetimbangan (Equilibrium Theory) yang menerangkan sifat-sifat Pasut secara kualitatif. Teori kedua adalah teori dinamis (Dynamical Theory) yang menjelaskan sifat Pasut secara kuantitatif.

a. Teori Kesetimbangan

Teori kesetimbangan atau Equilibrium Theory pertama kali diperkenalkan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727). Teori ini terjadi pada Bumi ideal yang seluruh permukaannya ditutupi oleh air dan pengaruh kelembaman (Inertia) diabaikan. Teori ini menyatakan bahwa naik-turunnya permukaan laut sebanding dengan Gaya Pembangkit Pasut (GPP). Dalam “Teori Gravitasi Universal” yang dicetuskan oleh Sir Isaac Newton, dinyatakan bahwa pada sistem dua benda dengan massa m1 dan m2 akan terjadi gaya tarik menarik sebesar F di antara keduanya yang besarnya sebanding dengan perkalian massanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya:

2.1 Pa

Pasannnng s secaraaaa pe dan MMMMata diabaiikakakakakakakakkakkakakakakakakakakakakakakakakakakkakakakakakkkkakakakakakakkakakakakkakakakakkkakakakakakakakakkakkakkakkkakkakakkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn laut mmmmemememememeeeeemememeeeememememememeemememememememeeemememememeemememememememememmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm memppppeneneneneneneneneneneneneneneneneneneneneenenenennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggg dan toopopppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo gerakaaaan n nnn nn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn p memppppeneneneneneneneenenenenenenenenenennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggg

P P P P Pe P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P laut paaadaddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddda aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa akibatttt gggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa rendahh.. ... ... . PPPPPPP setiappp ttttttememeeeeeeeeeememeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeemeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

2.1.1 TeTeTeTeTeTTTTTTTTTTTeTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT Pe menduuuukun secaraaaa ku Pasut sec

a. Te

Te Newtooononnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( (((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((11111 air daaaannnnnnn nn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ppppppppeppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp permuuukukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Univerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrsasasasasassasasasasasasasasasasasasssssasasasasasasssasssasasasassssasasasasassasasssasasssssassasassssassasasasssssasasasasassassasassasasassasasassasaaaaaaaaaaaaaal”l”l”

dengaaanannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn m m m m m m m m m m m mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm besarnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnyayayyayayayayayayyayyyyyayayayayyyyayayyyayyayyyyyayayayayyyayyyyyyyayayayyayayyayayayayyyyaaaaaa jaraknnnnyayayayyayyayayayyayayyyayayyyayayyayyayyayyyyayyyayyyyyayyyyyyyyyayyyyyayyyyyayyyyyyayayayayyayayyyyyayayayyyyaaaaaaaaaaa: ::

(2)

2 2 G 1

r m G m

F

………

dimana:

FG = gaya gravitasi ( N )

G = konstanta gravitasi universal ( ≈ 6,67 N kg-2 m2 ) m1 = massa benda 1 ( kg )

m2 = massa benda 2 ( kg )

r = jarak antara benda 1 dan benda 2 ( m )

(Pond and Pickard, 1983 )

Di permukaan bumi, GPP dihasilkan dari resultan dua buah gaya yaitu gaya gravitasi bumi terhadap bulan dan bumi terhadap matahari, serta gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh revolusi bumi terhadap matahari dan bulan terhadap bumi. Akibat revolusi bumi dan bulan maka setiap titik pada permukaan bumi dipengaruhi oleh gaya sentrifugal yang arahnya menjauhi sumbu revolusi.

Gambar 2.1 Gaya Pembangkit Pasut

(sumber : http://www.oc.nps.edu/nom/day1/partc.html)

(2.1)

Gaya sentrifugal

Gaya gravitasi bumi – bulan GPP

Ke bulan Pusat Bumi

Permukaan

D D Di D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D bumi ttttererereerererererererereeererereeeeeererereeeerereeereereeeeereeeerererereeeereeeereeeereeeeereeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh revoluuuusisisisisiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii b b b b b b b bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb setiappp tttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttititititiitititititititititititiitiiitititititititiitititiitiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttik sumbuuuu rerererererrererererrerererrererererrerererrerrererrrererrrrrrrrrerrererererererrererrerererererererrererrerrerererererererrrrererrrererrerrrerrrererrrrrrrrrrrerrerrrerrerrrrrrrrrerrrrrerrreeeeeeeeeeeeev

(3)

Besar gaya sentrifugal ini adalah konstan disetiap titik di permukaan bumi. Seperti dilustrasikan pada Gambar 2.1. dimana gaya sentrifugal dan gaya gravitasi oleh bulan menghasilkan GPP. Tabel 2.1 adalah rumus GPP pada sistem bumi-bulan.

Tabel 2.1 Gaya Pembangkit Pasut pada Sistem Bumi-Bulan

Posisi Gaya

Gravitasi

Gaya

Sentrifugal Gaya Pembangkit Pasut Zenith KM / (D-a)2 - KM / D2 KM {(1/(D-a)2) - (1/D2)} = KM (2a/D3) Pusat

KM / D2 - KM / D2 0

Bumi

Nadir KM / (D+a)2 - KM / D2 - KM {(1/D2) - (1/(D+a)2)} = KM (2a/D3) (Sumber : Rawi, 2003)

Simbol K adalah tetapan dari gaya tarik universal ( K ≈ G ≈ 6,67 N kg-2 m2 ), M adalah massa bulan (kg), D jarak antara Bumi dan Bulan (m), a adalah radius Bumi (m). Dari persamaan diatas dapat dianalisis bahwa GPP bulan berbanding lurus dengan massa Bulan dan berbanding terbalik pangkat tiga jarak antara Bumi dan Bulan. Gaya tarik gravitasi Matahari juga mempengaruhi terjadinya pasut, walaupun besarnya energi yang ditimbulkan terhadap laut tidak sebesar gaya gravitasi Bulan. Besar GPP Matahari sekitar 47% GPP Bulan, hal ini disebabkan jarak antara Bumi dan Matahari 390 kali jarak Bumi dan Bulan serta massa Matahari 27 x 106 kali massa Bulan. Selain itu pasut Matahari memiliki periode sekitar 12 jam sehingga posisi relatif Matahari terhadap ekuator Bumi selalu berubah dari 23,5˚ LU – 23,5˚ LS.

Siklus ini memerlukan waktu satu tahun penuh untuk membedakan perubahan bulanan dari posisi Bulan (Gross, 1993)

Pada Gambar 2.2 dapat diilustrasikan posisi Matahari, Bulan dan Bumi serta perputaran Bumi terhadap Matahari, Bulan terhadap Bumi dan Matahari, Bulan dan Bumi terhadap Matahari. Bulan mengelilingi Bumi selama 29,5 hari sehingga setiap satu putaran terjadi empat posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari yakni Bulan kuartal pertama, Bulan baru, Bulan kuartal II, dan Bulan purnama. Saat Bulan kuartal posisi Bulan, Bumi dan Matahari tegak lurus dengan sumbu Bumi – Bulan sehingga pengaruh gaya tarik Bulan dan Matahari terhadap Bumi

Be dilustrrrrasik menghhhhasi

S S S S S S S S S S S S S Si S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S Sm massaaaa bbbubbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb persammmmaa dan beeeerba juga mmmmem tidak seb disebaaaabka Matahhhhari sehinggggggggagagagagagagagaggagagaggagagagagagaggagagagagaggaggggggggaaaa Siklusss iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnininnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn posisi BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBuuuuuuluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Pa Pa Pa Pa P Pa P P P P P P P P Pa P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P Pa P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P Bumi tttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttterereeeeeerereeereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeereeee h Matahhahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarriririririririrrrrirrirrirrrirrrriririririrrrrriririrrirrrrririririrririrrirrrrirrrrirririrrrirrrrrirriii.. posisi BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu kuartaaaal l l l l l IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII,,, , dengaaanannnnnnnnnnnnn s sssssssssssss

(4)

akan saling mengurangi. Kondisi ini disebut dengan neap tide atau Pasut perbani dimana elevasi Pasut lebih rendah dibanding posisi lainnya. Bulan kuartal terjadi pada perempat bulan awal dan perempat bulan akhir.

Gambar 2.2 : Posisi Bumi dan Bulan terhadap Matahari yang selalu berubah (Sumber : Danial, 2008)

Saat Bulan baru dan purnama posisi Bulan, Bumi dan Matahari dalam satu garis dengan sumbu Bumi – Bulan sehingga pengaruh gaya tarik Bulan dan Matahari terhadap Bumi mengalami penjumlahan (superposisi). Kondisi ini disebut dengan spring tide atau Pasut purnama dimana elevasi Pasut lebih tinggi dibanding neap tide. Pasut purnama terjadi ketika awal bulan baru dan pertengahan bulan.

b. Teori Pasut Dinamik

Dalam teori Pasut dinamik atau Dynamical Theory ini, lautan yang homogen masih diasumsikan menutupi seluruh Bumi pada kedalaman yang konstan, tetapi gaya-gaya tarik periodik dapat membangkitkan gelombang dengan periode sesuai dengan konstituen- konstituennya (Pond and Pickard, 1983, hal. 261). Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Laplace (1796-1825). Teori ini melengkapi teori kesetimbangan sehingga sifat-sifat Pasut dapat

MATAHARI

Bulan kuartal I

Bulan baru

Bulan kuartal II

Bulan purnama

BUMI

BUMI BUMI

BUMI Bulan

Bulan Bulan

Bulan

akan sali elevassssi Pa awal ddddan

Sa dengaaaan s mengaaaalam purnamma awal bbbbbulululuuululululuuulululululululululululuuuuluuuuluuuluuluuuululuuluuuuuuluuuuuuuluuuuuuuuuuuuuluuuuululuuuluuluuuluuuuuullllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

b. TTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTeee D D D D Da D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D diasummmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmsssssssisisisssssssssisisisissisissisisssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssskkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk perioddddikikikikikiikikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk konstittututututuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuueeeeeeeeneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee Laplaccccccceeeee eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee(((((((((((((((((((((((((((((((((((((((

(5)

diketahui secara kuantitatif. Menurut teori dinamis, gaya pembangkit Pasut menghasilkan gelombang Pasut (tide wave) yang periodenya sebanding dengan gaya pembangkit Pasut.

Karena terbentuknya gelombang, maka terdapat faktor lain yang perlu diperhitungkan selain GPP. Faktor-faktor tersebut adalah kedalaman perairan dan luas perairan, pengaruh rotasi Bumi (Coriolis Effect), gesekan dasar laut.

Gambar 2.3 Proses terjadinya Titik Ampidromik di Belahan Bumi Utara (BBU) (Sumber: Http://www.e-education.psu.edu/earth540/content/c6_p1.html)

Rotasi Bumi menyebabkan semua benda yang bergerak di permukaan Bumi akan berubah arah (Coriolis Effect). Di belahan Bumi Utara benda membelok ke kanan, sedangkan di belahan Bumi Selatan membelok ke kiri. Pengaruh ini tidak terjadi di equator, tetapi semakin meningkat sejalan dengan garis lintang dan mencapai maksimum pada kedua kutub. Besarnya juga bervariasi tergantung pada kecepatan perambatan benda tersebut. Berkaitan dengan fenomena Pasut, gaya Coriolis mempengaruhi arus Pasut. Faktor gesekan dasar laut dapat mengurangi tunggang Pasut. Semakin dangkal perairan semakin besar pengaruh gesekannya.

Titik ampidromik yaitu area dimana kedudukan air variasinya kecil. Area ini terjadi ketika

TA = Titik Ampridomik

air naik

TA

TA

TA

TA air turun

air naik

pasang

surut pasang

pasang B

C A

diketaaahui gelommmmban Karennna te GPP. Fak Bumi (((Cor

Ro Ro Ro Ro Ro R R Ro R R R Ro R R R Ro R R Ro Ro R Ro Ro Ro Ro R Ro R R R R R R R Ro R R Ro R Ro R R Ro R R Ro R R R R R R R R R R R R Ro Roo R R Ro R Ro R R Roo R R Ro R Roo R R R R R Roo berubabaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah h h h hhh hh hhhhh h hhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh a di belaaahahahahahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa meninngngngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggkakakakkakakakakkkakakakakakakakakkkkkakakakkakkkakakkkakkakakakkkakakakakakkakkkkkakakakakakakakakakakakkkakakakkkakakakkakakakakakakakakakkakkkkakkkakkkkkkkkkkkaaaaaaaaaaaaaaa juga bbbbbbbbbbbbbbbbbbererererererererererererererererererereerererererererereeereereeeereererrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrvvvv fenommmemeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenananannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn menguuururuurururururururururururuururuuuuururururururururururrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaananananaanaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Titik aaamamamamammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmpppp

p pas p p p p p p p p ang

C C C C

(6)

puncak gelombang pasut memasuki suatu basin di area A, aliran massa air dibelokkan ke kanan oleh gaya coriolis (di belahan bumi utara) sehingga puncak pasut di bagian timur basin, kemudian berlawanan arah jarum jam aliran massa air menuju area B dan mengalami puncak di bagian utara. Aliran massa air dari titik B ke titik C mengalami puncak di bagian barat basin, selanjutnya berlawanan dengan arah jarum jam aliran massa air kembali ke perairan asal aliran yakni di selatan basin (Gambar 2.3).

2.1.2 Konstanta Harmonik Pasut

Pasut laut dihasilkan oleh gaya tarik bumi dengan bulan, matahari dan benda langit lainnya, yang disebut sebagai faktor astronomis. Sepanjang penjalarannya gelombang pasut dipengaruhi oleh topografi dasar laut, morfologi pantai serta kondisi meteorologi. Karena pasut dihasilkan oleh faktor-faktor astronomis sehingga gelombang pasut bersifat harmonik (periodik), sedang pengaruh meteorologis tidaklah periodik, bahkan seringkali hanya menghasilkan efek sesaat saja. Untuk mengetahui karakteristik pasut di suatu perairan dilakukan analisis pasut dengan menghitung konstanta harmonik pasut dari hasil pengukuran. Konstanta harmonik pasut adalah dua parameter yang dianggap konstan, yakni amplitudo dan fase yang dapat digunakan untuk dapat meramalkan kondisi pasang di sutau perairan. Amplitudo dan fase dari suatu konstanta pasut tidak berubah sejalan dengan waktu, kecuali jika terjadi perubahan fisik dari suatu lokasi pengamatan seperti pendangkalan atau abrasi.

Konstanta pasut adalah superposisi dari konstanta-konstanta harmonik pasut. Analisis harmonik pasut dilakukan untuk mencari hubungan semua konstanta dengan gaya pembangkit pasut yang disebabkan astronomi. Konstanta - konstanta tersebut dinotasikan oleh sebuah huruf yang merupakan singkatan dari karakter penyebab utamanya (Moon = M, Sun = S), dan indeks angka yang mengikuti untuk tunggal (indeks 1), ganda (indeks 2), catur (indeks 4) dan seterusnya. Konstanta pasut sifatnya periodik maka dapat diprediksi, untuk memprediksi diperlukan data amplitudo dan fase dari masing-masing konstanta. Semakin banyak konstanta yang digunakan semakin baik juga prediksi yang dihasilkan (Macmillan, 1966). Pada pembuatan peta pasut, data yang akan disajikan adalah amplitudo dan fase dalam bentuk garis-garis co-tidal dan co-range. Pengamatan pasut oleh Dishidros TNI AL selama ini menghasilkan 9 (sembilan) konstanta harmonik (Tabel 2.2) yakni 4 konstanta Pasut ganda (M2, S2, N2, K2), 3 konstanta pasut tunggal (K1, O1, P1), serta 2 konstanta pasut perairan dangkal (M4, MS4). Pengamatan pasut dilakukan minimal 15 hari dan diolah menggunakan Metode puncaaaak g

kanannnn ole kemuddddian di baggggian selanjutny yakni didi s se

2.1.2 KKKKKKKKKKKKKKoKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK P P P P P P P P P P P P P P P P P P Pa P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P lainnyya,a,a,a,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, y y y yy dipenggggarararararararaaaraararararaaraararararararaaaraaraaaaraaarararaaarararaaaaaraaaraaraaaaaaaaaaraaaaraaaaaraaaraaaaraaaararrrrrrrrrrrrrrrrrrruuuu dihasilkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaaaaaaaananaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sedannngngggg p p p p p pppppppppppppp sesaaaaat sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssaaaaa dengaaanannnnnnnnnnnnnnnn m m pasut adadadaadadadadaadadadadadaadadadadadadadadaadadadadadadadadadadadadaadadadadadadadadadadaaaadadaadaadadaadadadddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd digunaaaakakakakakakakkkakakakkakakakkakakakakakakakakakakakakakakakakakakkkakakkakakakakakakakakakakkkakakakkakakakakakakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan suatu kokokokokokokokokokokokokokokokokokokokokokokkokkokokokokokokokkokkokkokkokkokokokokokokkokokokkkokokokokokokkokkokokkkkokokokkokkkkokokokokokkkokokokooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooonnn dari suuuuatu

Ko harmoooonik pasut yan huruf yan indekssss an seteruuuusnsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnssnsnssnsnsnssnsnsnsnsnsnsnsnsnssnsssnsssnsnsnsnssnsnsnsnssnsnssnssnsnsnsnsnssnsnsnssnssnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy diperluuuukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukuuukukukuukuukukukukukukukukukukukukukuukukukuukukuuuukukukukukukuukuuuuukuukukuuukukukuuuukuuukuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa yang ddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddigigigigiigiiiiigiiiiiigigiiiiiiiigiiiigiigiiiiiigiiigiigigigiiiiiiii pembuuuauauauauauauauauauauauauauauauauauauauauauauuauauauauauauauauauauauuauauauuauauauauuuuauauauauauauauuauauauuuauauuauaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttatatattttttttatttttttttttttttttttttttttttttt garis-gggagagagagagagagaggagagagagagagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarirrirriririrriririririrrrirrirrirrrrirrrirrrrrrrrirrririrririrrirrirrrriririrririiiiisss menghhhahahahahahahahahhahahahahhhahahahahahahhhahhhhahahahahahhahahasaaaaaaaaaaaaaaaaaasisisisssssssssssssssssssssssssssss S2, N2222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222,,,,,,,,,,, , ,KKKK (M4, MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMSSSS4S4SS4S4S4S4S4SSSSSSSSSS4SSSSSSS4SSS4S4SSSS4SSSSS4SSSSSSSSSSSSS4SSSSS4SSSS4SSSSSSSSSSSSSSSS4SSSS4S4SSSSSSSSSS4SSSSSSSSSSSSSSS44

(7)

admiralty. Metode Admiralty adalah metode pengolahan data untuk mencari konstanta harmonik yaitu amplitudo dan fase menggunakan bantuan skema dan tabel-tabel pengali.

Tabel 2.2 Konstanta Harmonik Pasut Dishidros TNI AL

Konstanta Harmonik Utama Pasut Nama

Konstanta Keterangan Kec.Sudut

(0/jam) Kelompok

K1

Konstanta ini dipengaruhi oleh deklinasi Bulan dan deklinasi Matahari

15,0410686 Harian tunggal

O1 Konstanta ini dipengaruhi oleh

deklinasi Bulan 13,9430356 Harian

tunggal P1 Konstanta ini dipengaruhi oleh

deklinasi Matahari 14,9589314 Harian tunggal S2 Konstanta ini dipengaruhi oleh

Matahari 30,0000000 Harian ganda

M2 Konstanta ini dipengaruhi oleh

Bulan 28,9841042 Harian ganda

N2

Konstanta ini dipengaruhi oleh perubahan jarak, akibat lintasan Bulan yang berbentuk ellips

28,4397295 Harian ganda

K2

Konstanta ini dipengaruhi oleh perubahan jarak, akibat lintasan Matahari yang berbentuk ellips

30,0821373 Harian ganda

M4 Kecepatan sudutnya dua kali

kecepatan sudut M2 57,9682084 Perairan dangkal

MS4

Dihasilkan oleh interaksi M2 dengan S2, kecepatan sudutnya sama dengan jumlah kecepatan sudut M2 dan S2

58,9841042 Perairan dangkal

(Sumber : Rawi, 2003) admiraaaalty.

harmoooonik

K K K K K K K K K K K K K K K K K K K

(8)

Grafik pasut diilustrasikan pada Gambar 2.4. Tunggang air adalah jarak vertikal antara puncak air tinggi dan lembah air rendah. Amplitudo adalah jarak antara muka air rata – rata (mean sea level) dengan puncak air tinggi. Periode Pasut adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang penuh. Frekuensi Pasut adalah banyaknya Pasut yang terjadi dalam satu hari Pasut atau 24 jam.

Gambar 2.4 Grafik Pasut (Sumber : Rawi, 2003)

2.1.3 Tipe Pasut

Perairan laut memberikan respon yang berbeda terhadap gaya pembangkit Pasut, sehingga terjadi tipe Pasut yang berlainan di sepanjang pesisir. Pasut di Indonesia dibagi menjadi 4 (Tabel 2.3). Tipe Pasut tersebut dapat dihitung berdasarkan amplitudo beberapa komponen harmonik Pasut, dengan menggunakan rumus 2.3 (Pariwono, 1985 dan Rawi, 2003):

2 2

1 1

AS AM

AO F AK





dimana :

F = bilangan Formzahl AK1 = Amplitudo K1

AO1 = Amplitudo O1

AM2 = Amplitudo M2

( j a m )

-1,5 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5

0 24 48

W a k t u ( m e t e r )

E l e v a s i ( m e t e r )

Periode

Periode Amplitudo

Tunggang air H a r i p a s u t

Waktu (jam)

(2.3)

………..

Gr puncaaaak a (meannnn se menemmmmpu dalammmm sat

2.1.3 Ti Pe sehinggggga menjaaaadi 4 kompoooonen 2003)::

(9)

AS2 = Amplitudo S2

Contoh penggunaan rumus di atas adalah sebagai berikut, jika diketahui amplitudo konstanta :

K1 = 0,12 m M2 = 0,32 m O1 = 0,22 m S2 = 0,18 m Maka pasang surut yang terjadi adalah:

68 , ) 0 18 , 0 32 , 0 (

) 22 , 0 12 , 0 (

 F 

Jadi tipe Pasut adalah campuran condong ganda atau dalam 24 jam cenderung terjadi pasang dan surut sebanyak 2 kali namun tinggi dan periodenya berbeda.

Tabel 2.3 Tipe Pasut berdasarkan nilai bilangan Formzahl

Nilai Tipe pasang surut Fenomena

F ≤ 0,25

Pasang surut harian ganda (Semi Diurnal Tide)

Dalam satu hari terjadi dua kali air pasang (air tinggi) dan air surut (air rendah) dengan tinggi yang hampir sama, pasang surut terjadi secara berurutan. Periode pasang surut rata- rata 12 jam 24 menit.

0,25 < F ≤ 1,5

Pasang surut

campuran condong ke harian ganda (Mixed Tide, Prevailling Semi Diurnal)

Dalam satu hari terjadi dua kali air tinggi dan air rendah, tetapi tinggi dan periodenya berbeda.

1,5 < F ≤ 3

Pasang surut

campuran condong ke harian tunggal (Mixed Tide, Prevailling Diurnal)

Dalam satu hari terjadi dua kali air tinggi dan air rendah, tetapi tinggi dan periodenya berbeda.

F > 3 Pasang surut harian tunggal (Diurnal Tide)

Dalam satu hari terjadi satu kali air tinggi dan air rendah. Periode pasang surut rata-rata 24 jam 50 menit.

(Pariwono, 1985) konstaaaanta

terjadiii papapapapapapapapapapapppappapapapppapapapapapappppapapapapapppapapapppapapppapapappppapapapppppppppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas

0

(10)

Gambar 2.5 Grafik Empat Tipe Pasut

Ganda Januari 2011, Arun Aceh

Tunggal Januari 2011, Gresik Jatim

Campuran Tunggal Januari 2011, Mempawah Kalbar Campuran Ganda Januari 2011, Ciwandan Banten

Ga Ga

Tun Cam Cam Camaaamamamamamaamamamaamammmm Camaaaamamaaaaaaaaamaaaamm Cam Cam Cam Cam Camaaaam Camamaamamaaamamamamamamaamaamamamaamaaamaaamamaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Cam Cam Cam Camaa Caaaaaaaaaaaaaamm Camaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Cam Cam Cam Camaaaaaaa Camaaaaaa Caaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

(11)

2.2 Peta Pasut

Peta adalah gambaran muka bumi yang disajikan pada bidang datar dengan sekala dan proyeksi tertentu. Peta dibuat pada bidang datar dan disajikan berdasarkan kaidah-kaidah kartografi dan dibuat dari hasil survei maupun pengukuran. Pembuatan peta kini dapat dibuat melalui pemotretan udara maupun dengan bantuan satelit serta dalam penentuan posisi horizontal banyak menggunakan GPS (Global Positioning System). Peta dapat dikategorikan menjadi tiga bagian yakni Peta topografi, Peta tematik dan Peta laut. Peta laut merupakan hasil penggambaran kegiatan berbagai survei di laut, yakni survey hidrografi berkaitan dengan pemetaan dasar laut, survey oseanografi berkaitan dengan pemetaan parameter laut seperti pasut, dan survey seismik berkaitan dengan pemetaan bawah dasar laut (Djunarsjah &

Poerbandono, 2005).

Gambar 2.6 Peta Pasut Laut Cina Timur ( Sumber: Yanagi et al, 2004)

Peta pasut adalah peta yang didasarkan pada garis-garis pasut air laut. Peta pasut memiliki dua tipe, tipe pertama adalah tipe co-tidal, yaitu peta yang memperlihatkan garis-garis yang menghubungkan titik-titik (posisi-posisi) yang mengalami air tinggi pada waktu yang bersamaan, tipe kedua adalah peta co-range, yaitu peta yang memperlihatkan garis-garis yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai amplitudo sama. Kedua tipe peta pasut tersebut masing-masing menggunakan konstanta harmonis pasut yaitu M2, S2, N2, K2, O1, M4, MS4, K1 dan P1. Berdasarkan peta pasut untuk masing-masing konstanta nantinya akan diperoleh

Peta Co-range K1 dan O1 Peta Co-tidal K1 dan O1

2.2 Pe

Pe proyekkkksi kartoggggrafi melaluuuui p horizoooontntntntntntntntnntntntntntntntntntnnnnntntntntntnntntntnntnntnntnnnnnntnnnnnnnnnnnnnnntttttttttttttttttttttttalalalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa menjaaadadddddddddddddddddddddddddiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiii itttttttititttttttttttitttttttttttttttttttttttttt penggggagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm pemetttataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanananaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa pasut,,,, ddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddda Poerbbbabaanndnndndndndndndndndndndndnnnndndndndnndnnndndnndnnnndndnnndnnndnnnnnnndnndnnndndddddddddd

P P P P P P Pe P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P memilliiiiikikikikikikikikkikikikikkkikkikkkkkikikkikikkkkikkkikkikikkkkikikkkkikkikkkikikkkikkkkikikkkkikkkkkikkkikikkikkkiiiii d d d d d d d yang mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee bersammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa menghhhuhuhuhhuhuhhhhhuhuhuhuhuhuhhuhhuhhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuubbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb masinngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m-m--m-m-mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm dan PPPPPPP1111111111111111111111111111111.

(12)

gambaran kondisi pasut daerah penelitian. Umumnya informasi untuk mendapatkan data-data yang digunakan dalam pembuatan peta pasut ini berasal dari pengamatan pantai, sehingga nantinya akan dihasilkan peta pasut dengan garis-garis kontur seperti pada Gambar 2.6. Peta pasut dipublikasikan untuk daerah-daerah yang mengalami perubahan pasut dengan cepat dan pelabuhan-pelabuhan yang menjadi pusat berlangsungnya kegiatan perkapalan dan bongkar muat barang.

Peta pasut dibuat berdasarkan pada perbedaan waktu dan amplitudo paling sedikit untuk tiga stasiun yang berbeda lokasi. Contoh pembuatan peta co-tidal yang menunjukkan garis kontur dengan posisi-posisi air tinggi yang sama dapat dianalisis pada Gambar 2.7, sedang contoh pembuatan peta co-range yang menunjukkan beda tinggi pasut (amplitudo) yang sama pada Gambar 2.8. Proses kontruksi peta pasut menggunakan metode interpolasi linier terutama dalam menentukan posisi-posisi baru dari nilai amplitudo dan waktu yang dicari.

Langkah-langkah kontruksi peta sebagai berikut :

1. Memasukkan komponen-komponen konstanta pasut dari masing-masing stasiun ke dalam tabel konstanta pasut.

2. Hubungkan posisi tiap stasiun dengan menggunakan garis lurus.

Gambar 2.7 Peta Co-tidal dengan garis-garis waktu 3. Menghitung waktu air tinggi = t untuk pembuatan peta co-tidal 4. Misalnya menghitung interpolasi peta co-tidal untuk konstanta S2

( jam )

( jam )

Sta 1 Sta 4

Sta 3

Sta 2 Daratan

Laut 25

20 15 5 10

0 gambaaaaran

yang digu nantinnnnya a pasut dipu pelabuuuuhan muat bbbbaraara

P Pe Pe Pe P Pe P P P P P P P P P P P P Pe P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P untuk titititititiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiggggggggggagggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg garis kokokokokokokokokokokokokooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooonnnnnnnnn sedannngnggggg c c c cccccccccccccccccccc yang ssamamamamamamaamamamaaaamaamaaamaamamamamamamaamamaamaaaaamaamaaaamaaaamaaaamaaamaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmm linier tttterererererereererererererereereererereeeerereeeereeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrruuuuutuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu Langkkkakaaaahhhh-hh-hhhh-hhh-h-hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh-hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh-hhhh-hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

1.

1.

1.

1.

1.

1 1 1 1 1 1.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2.

2.

2 2.

2.

2.

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3.

3.

3.

3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4.

4.

4 4 4 4.

4.

4 4 4 4 4.

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

(13)

Waktu air tinggi (tx) : Sta 1 = 5.73 dan Sta 2 = 11.60 Jarak ke dua stasiun = 9.2 cm,

maka posisi jam 6.00 dihitung sebagai berikut:

ݐݔ ൌ  ሺ͸ǤͲͲ െ ͷǤ͹͵ሻ

ሺͳͳǤ͸Ͳ െ ͷǤ͹͵ሻݔͻǤʹ ൌ ͲǤͶʹܿ݉

Jadi posisi jam 6.00 terletak 0.42 cm dari jam 5.73 Sta.1

5. Lanjutkan menghitung seperti langkah 4 untuk konstanta lainnya

6. Buat garis kontur yang menghubungkan posisi-posisi yang memiliki nilai waktu dan amplitudo yang sama.

Gambar 2.8 Peta Co-range dengan garis-garis amplitudo ( cm )

( cm )

Sta 1 Sta 4

Sta 3

Sta 2 Daratan

Laut 1.7

1.5 1.6 0.4

1.9 1.8

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.

5.

5.

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.

5.

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6.

6.

6.

6.

6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6.

6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6

(14)

2.3 Pasut Indonesia dan Perambatannya

Gambar 2.9 Peta Sifat Pasut Perairan Asia Tenggara (Sumber : Wyrtki, 1961)

Menurut Pariwono (1985), luas Perairan Indonesia terbatas untuk bereaksi secara maksimal terhadap gaya pembangkit pasut, sehingga pasut di Indonesia adalah cermin adanya reaksi terhadap kondisi pasut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Pengaruh kondisi lokal juga mempengaruhi perambatan pasut di Perairan Indonesia. Pasut di Perairan Indonesia umumnya bersifat campuran sebagai perambatan dari kedua samudera yang bersifat campuran tersebut, terutama jenis campuran ganda. Untuk mengetahui kondisi pasut di suatu perairan dibutuhkan pengamatan pasut paling sedikit 15 hari atau 18,6 tahun jika ingin mendapatkan hasil yang akurasinya tinggi. Lama pengamatan pasut akan mempengaruhi kuantitas konstanta yang dihasilkan. Gambar 2.9 dan Gambar 2.10 menunjukkan bahwa pasut tunggal mendominasi Perairan Indonesia sebelah barat, sedangkan sebelah timur didominasi Pasut ganda. Hasil pemetaan tipe Pasut oleh Wyrtki (1961) dan Pariwono (1985) hampir mempunyai pola yang sama, perbedaan kedua gambar tersebut yakni kondisi di Laut Natuna, dimana hasil 2.3 Pa

Me maksimal reaksii ter lokal juga umummmmnynynynynynynynnnnnynnynynynnynynynynynynynnnynynynnynnyyyyyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa tersebbbbbbbututututututututututuuututututuuutututututututuututututuuututututuutututututututuuuuuuuuuuuuutuututuutuuuutututuututuuutuutuutttttttttttttttttt, ,, ,, , dibutuuuuhkhkhkhkhkhkhkhkhkhkhkhkhkhkhkhhkhkhkhkhkhkhkhkhkhhkhkhkhkhkhhkhkhkhkhkhkhkhkhhkhhkhkhkhkhkhkhhkhkhkhkhkhkhkhkhkhhkhkhkhkhkhkhkhkhkhhkhhkhkhkhkhkhkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaaaa hasil yyyayayayayayayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaangngngngngngnngnnnngnnngnngngnnnngngnnnnngngngnnnnnnngnnngnnnnnnnnngngngnnnnngnnnnnngnngnnnnnnnnnngnngngnnngnnnngggggggg yang ddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddihiiiiiihihihiiihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii mendooomomomomomomomomomomomomomomomomomomomomomomomomomoomomomommmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmini gandaaa.a... H H H H H H H H H HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHaaa pola yyyyananananananananananananananananananananaaananananananananananananananananananaaanananananannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggg

(15)

pemetaan oleh Pariwono (1985) lebih beragam sebaran tipe Pasutnya daripada hasil pemetaan oleh Wyrtki (1961).

Gambar 2.10 Peta Sifat Pasut Perairan Asia Tenggara (Sumber : Pariwono, 1985)

Berdasarkan peta co-range pada Gambar 2.11 dan 2.12 serta peta co-tidal pada Gambar 2.13, dapat dianalisis bahwa konstanta M2 merupakan konstanta Pasut ganda (semidiurnal) di Perairan Indonesia. Konstanta Pasut M2 di perairan dangkal seperti di Laut Jawa dan Laut Arafura, mempunyai pola yang lebih komplek daripada perairan dalam seperti sekitar Laut Banda. Hal ini menunjukkan bahwa kedalaman perairan mempengaruhi perambatan Pasut di suatu perairan. Laut Jawa bagian timur menerima perambatan Pasut dari Samudera Pasifik melalui Laut Banda dan Selat Makassar (perairan dalam). Laut Jawa bagian barat juga menerima perambatan Pasut dari samudera Pasifik namun melalui Laut Cina Selatan yang merupakan Perairan dangkal. Konstanta Pasut di Laut Jawa berumur lebih tua daripada pemettttaan

oleh WWWWyrt

Be Gambbbbar (semidddddddiuiuiuiuiuiiiuiuiiuiuiuiuiuiiiuiuiiuiiuiuiuiuiuiiuiuiuiuiiuiuiuiiuiiuiiuiuiuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrnrnrrrrrrrnrrrrrrrrnrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr Jawa dddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddaaaaaaaaaanaananaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekitar r r r rr LLLLL perammmbmbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbataatataaaatatatatatataaaatatatatatataataataaaaatatataaatataataatatatatataaaaataataataataaatataaaataaaataaataaaaaaatataaaaaaaaaaaaattttttt Samudededededededededededededdedddeddededddddededededdddeddeddedededdeddeddddeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerarrarrrr barat jjujujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuugagagagggggggggggggggggggggggggggggggggggggg yang mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmeeeerererereereeeeereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

(16)

Laut Jawa bagian timur. Hasil analisis yang dilakukan oleh Pariwono bahwa di laut Jawa ditemukan titik ampridomik yakni di perairan sebelah utara Jawa Timur.

Gambar 2.11 Peta sebaran amplitudo M2 Perairan Asia Tenggara (Sumber : Wyrtki, 1961)

Gambar 2.12 Peta sebaran amplitudo M2 Perairan Asia Tenggara (Sumber : Pariwono, 1985)

Laut JJJJaw ditemuuuukan

(17)

Gambar 2.13 Peta sebaran cotide M2 Perairan Asia Tenggara (Sumber : Pariwono, 1985)

Berdasarkan peta co-range pada Gambar 2.14 dan Gambar 2.15 serta peta co-tidal pada Gambar 2.16 dapat dianalisis bahwa konstanta K1 yang merupakan pasut tunggal (diurnal) di Perairan Indonesia. Pola konstanta K1 dapat dianalisis garis konturnya jauh lebih sederhana dibanding dengan pola konstanta M2. Konstanta di perairan dalam lebih sederhana daripada di perairan dangkal. Pasut yang merambat dari barat lebih tua daripada yang merambat dari timur, terlihat dari garis kontur sebelah barat laut jawa antara Singapura dan Kalimantan menunjukkan angka 24, sedangkan di Selat Makassar garis cotidalnya menunjukkan angka 12 ini berarti ada perbedaan fase sebesar 12 jam untuk konstanta K1 antara kedua tempat tersebut.

Menurut Ray (2005) bahwa rambatan pasut yang masuk dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menjadi satu membentuk sistem yang komplek menciptakan fenomena seperti titik ampidromik (kondisi di laut dimana tidak ada Pasut) dan arus pasut. Arus pasut disebabkan oleh adanya fenomena pasut air laut. Arus pasut berubah arah sesuai dengan tipe pasutnya. Apabila suatu daerah memiliki tipe pasut harian tunggal maka kecenderungan arus pasut yang terjadi adalah harian tunggal yang berarti dalam satu hari terjadi perubahan arus satu kali, sedangkan untuk wilayah yang memilki tipe pasut harian ganda maka arus pasutnya akan mengalami dua kali perubahan arah arus pasutnya. Sedangkan untuk pasut campuran arahnya akan mengalami perubahan dalam interval sekali sampai dua kali sehari.

B B B B B B B B B B B B B Be B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B pada GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (diurnaaalallllllllll) ) ) )))) ) )) ) )) ) )) )) ) ))))) ))))))))))))))) )) ) )))))) )))))) ))))) ))))))) ))))))))))))) )))))))))))) ))))))))))))))))))))))) d sederhhhhananananaaaanananananaaaananaaaanaaanananaaanaanaananaanananaanaananaaaaaanaaaaananaaanaanaaananaananaaaaaaaanaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaanaaaaaaaaaanna daripaaaada merammmmba Kalimaaaanta menunnnnjuk antaraaaa ked

Me Samuddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrararrrrarr sepertrttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttti ii i iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii tititittttitittitttitttittttitttttttittittttttttttttttitttttttttttttttittttttttitttttttttittttt disebaaaaaaabkbkbkbkbkbbbkbbbkbkbkbkbbbbkbkbbkbkbkbkbkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkka pasutnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnyayayayayayayayyyyyayayyyyayyyyyyyayayayayayyayayayayayayayayayayayyyayayayyayayayyayayayayayayyayayyayyayyayyyyyyayyyayyayayayayayayayayayayayayayyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. pasut yayayayyayayayayayayayayayyayyayyayayayayayayayyyayayayyayyyyayayayayayayayyyayyayayayayyayayyayayayayayyayayayyyayayyayayyyayayyayyayayayyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnn satu kkkkalaalalalalaaaaaaaaaalaalaaaalaaaaaaaalaaaalaalalaaaaalaaalaaaali,i,iii,ii,i,ii,i,iii,ii,i,iii,i, , akan mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmeneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee arahnyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

(18)

Gambar 2.14 Peta sebaran amplitudo K1 Perairan Asia Tenggara (Sumber : Wyrtki, 1961)

Gambar 2.15 Peta sebaran amplitudo K1 Perairan Asia Tenggara (Sumber : Pariwono, 1985)

(19)

Gambar 2.16 Peta sebaran cotidal K1 Perairan Asia Tenggara (Sumber : Pariwono, 1985)

Hasil pemodelan numerik oleh Hatayama et al (1996) menunjukkan perambatan pasut di Perairan Indonesia dipengaruhi oleh interaksi Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Pada Gambar 2.17 garis perambatan yang tercetak tebal menunjukkan perambatan dominan konstanta M2 dan yang tercetak putus-putus menunjukkan adanya perambatan lain. Pasut ganda yang didominasi konstanta M2 perambatannya dibagi dalam tiga alur. Alur pertama, dari Samudera Pasifik melalui Laut Cina Selatan kemudian menuju ke arah tiga basin yakni Teluk Siam, Laut Natuna dan Laut Jawa. Alur kedua, merambat dari Samudera Hindia merambat ke Selat Malaka menuju Perairan Bangka Belitung dan Laut Jawa. Alur ketiga pasut dari Samudera Hindia melalui tiga rute. Rute 3a merambat melalui Selat Ombai menuju Laut Flores dan Laut Halmahera. Rute 3b merambat melalui Selat Lombok menuju Selat Makassar. Rute 3c merambat melalui Laut Sawu menuju Laut Flores berbelok menuju ke arah Laut Jawa.

Pada Gambar 2.18 garis perambatan yang tercetak tebal menunjukkan perambatan dominan konstanta K1 dan yang tercetak putus-putus menunjukkan adanya perambatan lain.

Pasut ganda yang didominasi konstanta K1 perambatannya dibagi dalam tiga alur. Alur pertama, dari Samudera Pasifik melalui Laut Cina Selatan kemudian menuju ke arah Teluk Siam dan Laut Jawa. Alur kedua, merambat dari Samudera Pasifik melaui Laut Sulawesi dan mengalami deformasi ke arah Laut Cina Selatan dan Selat Makassar kemudian berbelok ke

H H H H H Ha H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H H Perairrrrananananannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn Gambbbbarararararrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr konstaaaanta gandaaaa ya Samudera Siam, Lau Selat Ma Samudera dan Laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaututututututututuutuutuututuutututututuutuuututuuutuuutuuuutututuuutuuuuutuutuutut ttttttt merammmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmmbmbmbmbmbmbmbmbmmbmbmbmbmbmbmmbmbmbmbmbmmmmbmbmmbmmbmmmmmmmmmmmbmmmbmbmbmbmbmmmmmmbabbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Pa Pa Pa P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P dominnnanananananananananannnannaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnn nnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn Pasut gagagagagaggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg pertammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmma,a,a,a,a,aaaa,aa,aa,a,,,,,,,,,,,,,,, Siam dddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddaaaaaanananaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa mengaaalalaaaalalalaaaalalalaaaaalaaaaalamllllamamamamamamamamamamammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

(20)

arah Laut Jawa. Alur ketiga Pasut dari Samudera Pasifik melalui dua rute. Rute pertama merambat melalui Laut Halmahera menuju Laut Flores kemudian ke laut Jawa. Rute dua merambat melalui Laut Halmahera kemudian laut Banda dan terdeformasi menuju dua basin yakni Laut Arafura dan Teluk Carpentaria.

Gambar 2.17 Perambatan Pasut M2 (Sumber: Hatayama et al, 1996

Gambar 2.18 Perambatan Pasut K1 (Sumber: Hatayama et al, 1996)

1

2 3

= Alur Pertama = Alur Kedua = Alur Ketiga

1

2

3

Ket :

= Alur Pertama = Alur Kedua = Alur Ketiga

1

2

3

Ket : arah LLau

merammmmba merammmmba yakni Lau

(21)

Kontruksi peta pasut yang dibangun oleh Pariwono (1985) adalah hasil penelitian untuk menyempurnakan peta serupa yang pernah dibuat oleh Wyrtki (1961). Peta pasut yang dibangun oleh Pariwono (1985) tersebut berdasarkan data pengamatan lapangan yang masih relatif minim bila dibandingkan dengan kondisi sekarang dimana makin bertambahnya pelaksanaan survei pasut. Disamping itu, analisisnya masih global untuk Perairan Indonesia dimana perambatan pasut tidak dianalisis untuk setiap basin. Pemodelan pasut oleh Hatayama et al (1996) dan Ray et al (2005), menghasilkan peta pasut dengan pola yang sama dengan peta pasut Pariwono (1985), hanya data yang digunakan adalah data altimetri dan griding sehingga perlu adanya perpaduan dengan data lapangan sehingga saling memperkuat analisis.

Ko menyeeeemp dibanggggun relatif mi pelakssssana dimannnanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa p p p p p p p p p p p p p p p p pppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppeeeee et al (l (((1919191919999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999 peta ppppasasasasasaaasaasasasaaaaaaasaasasasasaaaaaasasasasasaaasasasaaasasasaasasasasasasasasaaaaaasaaaaasasaasaasasasaasasasasasaaaaasaaaasaaasaaaasaaasaaasasasaaaasasasssssssssssssssssssssu sehingggggagagaggagagaggagagagagagagaggaggagagaggagagagagagggagagagagggagaggagggggagagggaggaggggggaggggggagggagggagagggaggagggggagaggggagggggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Gambar

Gambar 2.1 Gaya Pembangkit Pasut
Gambar 2.3 Proses terjadinya Titik Ampidromik di Belahan Bumi Utara (BBU)   (Sumber: Http://www.e-education.psu.edu/earth540/content/c6_p1.html)
Tabel 2.2 Konstanta Harmonik Pasut Dishidros TNI AL
Grafik pasut diilustrasikan pada Gambar 2.4. Tunggang air adalah jarak vertikal antara  puncak air tinggi dan lembah air rendah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Konsep Local Culture Puzzle pada perancangan interior ini cara pendekatan dengan budaya lokal yang merakyat dan dapat melalui tempat edukasi ini dapat menghasilkan sesuatu

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keripik singkong merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari

Sebagaimana kita ketahui dengan mikrokontroler kita dapat membuat program untuk mengendalikan berbagai Program yang kita buat dengan bahasa pemrograman di download ke

 bersifat sumber daya yang daya yang tidak dapat tidak dapat untuk kita untuk kita perbaharui. Maka dari itu, dari itu, kita bisa kita bisa memanfaatkan sumber daya

Berdasarkan pengerjaan sistem aplikasi yang berjudul Rancang Bangun Aplikasi Website Percetakan Printop pada Modul Costumer dan Editor dengan Metode Pengembangan

Informasi perbandingan antara target pada awal tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi), dan target atau proyeksi yang ingin dcapai untuk satu tahun mendatang mengenai

Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suam ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat

Dari berbagai tanda yang digunakan dalam film Senyap ini muali dari Ikon, Indeks dan Simbol baik berupa tanda verbal dan non verbal merupakan seluruh rangkaian tanda yang memberikan