ISSN 0216-8537
9
77 0 21 6 8 5 3 7 21
Volume 12 Nomor 1 Maret 2015
12 1 Tabanan
Maret 2015
Hal. 1 -86
Kependidikan (LPTK), yang mengemban misi sebagai lembaga pencetak para calon guru disarankan untuk menjadikan penilaian portofolio sebagai salah satu cara penilaian alternatif yang digunakan dalam pembelajaran yang dilaksanakan. (3) Bagi para peneliti yang berminat untuk melakukan verifikasi terhadap hasil penelitian ini, Pendidikan Kewarganegaraan atau pada mata pelajaran lain, maka disarankan agar melakukan penelitian dengan melibatkan pendekatan selain pendekatan proses, menggunakan penilaian selain penilaian portofolio, serta melibatkan atribut psikologis lain selain motivasi berprestasi. (4) pembaca yang ingin melakukan penelitian tentang pengaruh penilaian portofolio terhadap prestasi belajar harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan akan adanya hambatan- hambatan.. Namun hambatan tersebut tidak membuat kita merasa berputus asa.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Dikdasmen, Direktorat PLP. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta.
Gita, I Wayan. 2004. Kontribusi Iklim Sekolah, Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Prestasi Belajar Perawatan Kesehatan Masyarakat. ( Studi Eksperimen Pada Mahasiswa Program D III Rumah Sakit Umum di Bali. Tesis.
Tidak diterbitkan. Universitas Ganesha Singaraja.
Indrawijaya, Adam Ibrahim. 1983. Perilaku Organisasi. Bandung : Sinar baru.
Marhaeni, Anak Agung Istri Ngurah. 2005.
Pengaruh Assesmen Portofolio danMotivasi Berprestasi dalam Belajar Bahasa Inggris Terhadap Kemampuan Menulis dalam Bahasa Inggris. (Studi Eksperimen pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Negeri Singaraja.
Disertasi.Tidak Diterbitkan. Universitas Negeri Jakarta.
Nashar, M. Ag. 2004. Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal. Jakarta : Delia Press Reigeluth, Charles M, 1983. Instructional
Design Theories and Models : An OverviewOf Their Current Status. London : Lowrencw Erlbaum Associates.
Sardiman, A. M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Sukardi, E. Maramis, W.F. 1986. Penilaian Keberhasilan Belajar. Surabaya : Airlangga Universitas Press.
Sukardi, 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta : Bumi Aksara.
Supranata, Sumarna dan Muhammad Hatta.
2004. Penilaian Portofolio. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Suteja, I Ketut Gede. 2007. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan.
(Studi Eksperimen Di SMA Negeri 4 Denpasar). Tesis. Tidak Diterbitkan.
Universitas Ganesha Singaraja.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH ANGGOTA DAN JUMLAH SIMPANAN ANGGOTA TERHADAP SISA HASIL USAHA (SHU) KOPERASI DI
KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
I WAYAN TERIMAJAYA Fakultas Ekonomi Universitas Tabanan
ABSTRAK
Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia ini sesuai dengan konstitusional yang sangat kuat yaitu Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1 yang dalam pasal tersebut berbunyi, Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Sebagai badan usaha, koperasi adalah sebuah perusahaan yang harus mampu berdiri sendiri menjalankan kegiatan usahanya untuk memperoleh laba. Hanya saja perkoperasian Indonesia tidak mengenal istilah “laba”, karena tujuan kegiatan koperasi tidak berorientasi pada laba (non-profit oriented) melainkan berorientasi pada manfaat (benefit oriented). Laba dalam koperasi dikenal dengan istilah Sisa Hasil Usaha (SHU). Pada setiap akhir periode operasinya, koperasi diharapkan dapat menghasilkan SHU yang layak.
Penelitian ini berjudul analisis pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota terhadap sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.. Dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan program SPSS didapat hasil jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara serempak atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Besarnya pengaruh kedua faktor secara simultan dapat dilihat pada nilai koefisien Determinasi (R
2) adalah sebesar 0,855 ini berarti bahwa variabel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota memiliki kontribusi terhadap perubahan sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung adalah sebesar 85,5% sedangkan 14,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimadukan dalam model.
Jumlah anggota mempunyai pengaruh nyata (signifikan) secara parsial terhadap sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, karena t hitung lebih besar dari t tabel atau signifikansinya lebih kecil dari 5%. Jumlah simpanan anggota mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung karena t hitung lebih besar dari t tabel atau signifikansinya lebih kecil dari 5%. Sedangkan variabel yang paling domonan berpengaruh terhadap sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung adalah jumlah simpanan anggota karena t hitungnya lebih besar dari t hitung jumlah anggota.
Kata Kunci : Jumlah anggota, Jumlah simpanan anggota dan SHU.
PENDAHULUAN Latar Belakang
Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia ini sesuai dengan konstitusional yang sangat kuat yaitu Undang- Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1 yang dalam pasal tersebut berbunyi, Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Sebagai badan usaha, koperasi adalah sebuah perusahaan yang harus
mampu berdiri sendiri menjalankan kegiatan usahanya untuk memperoleh laba. Hanya saja perkoperasian Indonesia tidak mengenal istilah
“laba”, karena tujuan kegiatan koperasi tidak
berorientasi pada laba (non-profit oriented)
melainkan berorientasi pada manfaat (benefit
oriented). Laba dalam koperasi dikenal dengan
istilah Sisa Hasil Usaha (SHU). Pada setiap
akhir periode operasinya, koperasi diharapkan
dapat menghasilkan SHU yang layak.
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, “koperasi adalah kumpulan orang-orang atau badan usaha yang terdiri dari minimal 20 orang anggota untuk koperasi primer dimana badan hukum koperasi berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan”.
Koperasi adalah suatu perkumpulan orang, biasanya memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi perusahaan yang diawasi secara demokratis, masing-masing memberikan sumbangan yang setara terhadap modal yang diperlukan, dan bersedia menaggung resiko serta menerima imbalan sesuai dengan usaha yang mereka lakukan Widayati ( 2005).
Sedangkan menurut kongres ICA (International Cooperative Alliance) yang dilaksanakan di Manchester tahun 1995 dalam Robby (2004) menyatakan definisi koperasi adalah Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang memiliki dan dikendalikan secara demokratis (Soedjono, 2003).
Landasan idiil koperasi adalah dasar atau landasan yang digunakan dalam usaha untuk mencapai cita-cita koperasi (Anoraga dan Widiyanti,1998). Dalam Undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian dijelaskan bahwa landasan idiil koperasi Indonesia adalah Pancasila. Penempatan Pancasila sebagai landasan idiil atas pertimbangan bahwa pancasila merupakan pandangan hidup dan ideologi bangsa.Yang dimaksud dengan landasan struktural koperasi adalah tempat berpijak koperasi dalam susunan hidup bermasyarakat (Anoraga dan Widiyanti, 1998). Sedangkan landasan struktural koperasi adalah Undang-undang Dasar 1945 yang merupakan aturan pokok negara Republik Indonesia. Sedangkan landasan mental koperasi Indonesia adalah rasa setia kawan dan kesadaran berpribadi.
Dalam koperasi harus tergabung dua landasan
mental yang saling dorong mendorong, yaitu setia kawan dan kesadaran berpribadi.
Koperasi dikelola dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan masyarakat secara keseluruhan. Sekalipun koperasi tidak mengutamakan keuntungan, usaha-usaha yang dikelola oleh koperasi harus memperoleh SHU yang layak sehingga koperasi dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan meningkatkan kemampuan usaha.
Untuk mewujudkan hal itu, seringkali koperasi menghadapi beberapa kendala.
Pertama, masalah yang muncul dari segi jumlah anggota. Pertumbuhan jumlah anggota dalam koperasi berjalan lambat. Hal ini disebabkan kurangnya partisipasi anggota terhadap informasi dalam koperasi, sehingga koperasi masih sangat kesulitan untuk berkembang. Kedua, masalah yang muncul dari segi simpanan. Terbatasnya modal yang ada dalam koperasi menyebabkan sulitnya mengembangkan unit-unit usaha yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Ketiga, masalah dari pemberian pinjaman. Pemberian pinjaman terbatas karena modal yang juga terbatas.
Selain itu, pemanfaatan modal yang kurang baik juga dapat menghambat peningkatan SHU dalam koperasi. Keempat, modal kerja yang kurang baik. Modal kerja merupakan modal yang selalu berputar dalam koperasi dan setiap perputaran akan menghasilkan pendapatan bagi koperasi. Apabila modal kerja tidak baik, maka akan berdampak pada pendapatan yang akan diterima koperasi.
Variabel jumlah anggota secara teoritis mempengaruhi sisa hasil usaha koperasi dimana semakin banyak anggota yang dimiliki oleh koperasi semakin banyak koperasi tersebut memiliki nasabah karena anggota merupakan pasar yang potensial bagi koperasi, dengan jumlah anggota yang banyak dan aktif akan dapat memperoleh SHU yang besar.
Modal kerja baik yang berasal dari anggota maupun yang bersumber dari pinjaman berupa hutang secara teoritis mempengaruhi jumlah pinjaman yang akan diberikan. Ini dikarenakan semakin banyak pemupukan simpanan oleh koperasi maka semakin besar peluang untuk
menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah.
1) Apakah jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota berpengaruh secara simultan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung?
2) Apakah ada pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara parsial terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung?
3) Manakah diantara variabel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota yang berpengaruh paling dominan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah.
1) Untuk mengetahui pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara simultan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
2) Untuk mengetahui pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara parsial terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
3) Untuk mengetahui variabel yang paling dominan berpengaruh di antara varibel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Hipotesis
1) Jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
2) Jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. 3) Jumlah simpanan anggota berpengaruh
paling dominan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
METODE PENELITIAN Lokasi , Waktu dan Obyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di koperasi yang ada di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung yang terdiri dari 20 Desa, dengan jumlah 48 koperasi. Penelitian ini dilakukan terhadap keseluruhan koperasi yang ada di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data berkala ( time series data) yang dikumpulkan Tahun 20014. Adapun yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah sisa hasil usaha koperasi yang dipengaruhi oleh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota. Penentuan Sampel
Populasi
Ridwan(2004) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi obyek penelitian. Menurut Arikunto (1997), populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi target yang diteliti, yaitu seluruh populasi yang menjadi sasaran akhir penerapan hasil penelitian adalah koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Badung tahun 2014, jumlah koperasi di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung adalah 48 koperasi.
Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti (Arikunto,1997). Untuk
mengambil sampel agar dapat
menggambarkan keadaan populasi yang
sebenarnya diperlukan metode pengumpulan
sampel yang tepat.
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, “koperasi adalah kumpulan orang-orang atau badan usaha yang terdiri dari minimal 20 orang anggota untuk koperasi primer dimana badan hukum koperasi berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan”.
Koperasi adalah suatu perkumpulan orang, biasanya memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi perusahaan yang diawasi secara demokratis, masing-masing memberikan sumbangan yang setara terhadap modal yang diperlukan, dan bersedia menaggung resiko serta menerima imbalan sesuai dengan usaha yang mereka lakukan Widayati ( 2005).
Sedangkan menurut kongres ICA (International Cooperative Alliance) yang dilaksanakan di Manchester tahun 1995 dalam Robby (2004) menyatakan definisi koperasi adalah Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang memiliki dan dikendalikan secara demokratis (Soedjono, 2003).
Landasan idiil koperasi adalah dasar atau landasan yang digunakan dalam usaha untuk mencapai cita-cita koperasi (Anoraga dan Widiyanti,1998). Dalam Undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian dijelaskan bahwa landasan idiil koperasi Indonesia adalah Pancasila. Penempatan Pancasila sebagai landasan idiil atas pertimbangan bahwa pancasila merupakan pandangan hidup dan ideologi bangsa.Yang dimaksud dengan landasan struktural koperasi adalah tempat berpijak koperasi dalam susunan hidup bermasyarakat (Anoraga dan Widiyanti, 1998). Sedangkan landasan struktural koperasi adalah Undang-undang Dasar 1945 yang merupakan aturan pokok negara Republik Indonesia. Sedangkan landasan mental koperasi Indonesia adalah rasa setia kawan dan kesadaran berpribadi.
Dalam koperasi harus tergabung dua landasan
mental yang saling dorong mendorong, yaitu setia kawan dan kesadaran berpribadi.
Koperasi dikelola dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan masyarakat secara keseluruhan. Sekalipun koperasi tidak mengutamakan keuntungan, usaha-usaha yang dikelola oleh koperasi harus memperoleh SHU yang layak sehingga koperasi dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan meningkatkan kemampuan usaha.
Untuk mewujudkan hal itu, seringkali koperasi menghadapi beberapa kendala.
Pertama, masalah yang muncul dari segi jumlah anggota. Pertumbuhan jumlah anggota dalam koperasi berjalan lambat. Hal ini disebabkan kurangnya partisipasi anggota terhadap informasi dalam koperasi, sehingga koperasi masih sangat kesulitan untuk berkembang. Kedua, masalah yang muncul dari segi simpanan. Terbatasnya modal yang ada dalam koperasi menyebabkan sulitnya mengembangkan unit-unit usaha yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Ketiga, masalah dari pemberian pinjaman. Pemberian pinjaman terbatas karena modal yang juga terbatas.
Selain itu, pemanfaatan modal yang kurang baik juga dapat menghambat peningkatan SHU dalam koperasi. Keempat, modal kerja yang kurang baik. Modal kerja merupakan modal yang selalu berputar dalam koperasi dan setiap perputaran akan menghasilkan pendapatan bagi koperasi. Apabila modal kerja tidak baik, maka akan berdampak pada pendapatan yang akan diterima koperasi.
Variabel jumlah anggota secara teoritis mempengaruhi sisa hasil usaha koperasi dimana semakin banyak anggota yang dimiliki oleh koperasi semakin banyak koperasi tersebut memiliki nasabah karena anggota merupakan pasar yang potensial bagi koperasi, dengan jumlah anggota yang banyak dan aktif akan dapat memperoleh SHU yang besar.
Modal kerja baik yang berasal dari anggota maupun yang bersumber dari pinjaman berupa hutang secara teoritis mempengaruhi jumlah pinjaman yang akan diberikan. Ini dikarenakan semakin banyak pemupukan simpanan oleh koperasi maka semakin besar peluang untuk
menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah.
1) Apakah jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota berpengaruh secara simultan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung?
2) Apakah ada pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara parsial terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung?
3) Manakah diantara variabel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota yang berpengaruh paling dominan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah.
1) Untuk mengetahui pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara simultan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
2) Untuk mengetahui pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara parsial terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
3) Untuk mengetahui variabel yang paling dominan berpengaruh di antara varibel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Hipotesis
1) Jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
2) Jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
3) Jumlah simpanan anggota berpengaruh paling dominan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
METODE PENELITIAN Lokasi , Waktu dan Obyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di koperasi yang ada di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung yang terdiri dari 20 Desa, dengan jumlah 48 koperasi. Penelitian ini dilakukan terhadap keseluruhan koperasi yang ada di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data berkala ( time series data) yang dikumpulkan Tahun 20014. Adapun yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah sisa hasil usaha koperasi yang dipengaruhi oleh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota.
Penentuan Sampel Populasi
Ridwan(2004) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi obyek penelitian. Menurut Arikunto (1997), populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.
Populasi target yang diteliti, yaitu seluruh populasi yang menjadi sasaran akhir penerapan hasil penelitian adalah koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Badung tahun 2014, jumlah koperasi di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung adalah 48 koperasi.
Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti (Arikunto,1997). Untuk
mengambil sampel agar dapat
menggambarkan keadaan populasi yang
sebenarnya diperlukan metode pengumpulan
sampel yang tepat.
Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Seperti yang dikatakan Arikunto (1997), apabila sampel kurang dari 100, maka keseluruhan jumlah populasi dipakai sebagai sampel yaitu keseluruhan jumlah koperasi se- Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung sebanyak 48 koperasi yang masih aktif.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan metode observasi non prilaku yaitu pengumpulan data dengan membaca, menyalin serta mengolah data yang tertulis pada Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Teknik Analisis Data
Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam melakukan pengujian terhadap permasalahan yang pertama dan kedua yaitu untuk mengetahui pengaruh antara jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota terhadap SHU koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Adapun persamaan regresinya adala sebagai berikut:
Y = o +
1X
1+
2X
2+ ………...(4.1) Keterangan :
Y = Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kecamatan Mengwi
X
1= Jumlah anggota koperasi
X
2= Jumlah simpanan anggota koperasi
o = Intersep
1,
2= Koefisien Regresi
i = Tingkat Kesalahan (gangguan) Stokastik
Model Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda bertujuan untuk memprediksi kekuatan pengaruh seberapa variabel independen terhadap variabel dependen (Sekaran. 1992).
Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikansi 0,05 atau 5 persen. Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, maka dilakukan pengujian terhadap variabel-variabel penelitian dengan cara
menguji secara simultan melalui signifikansi simultan (Uji statistik F), yang bermaksud untuk dapat menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Sedangkan untuk menguji masing-masing variabel secara parsial, dilakukan dengan uji signifikansi parameter individual (uji t statistik) yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen, serta variabel mana yang dominan mempengaruhi variabel dependen.
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis dan Uji Hipotesis
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, yaitu untuk menganalisis jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota yang mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Tahun 20014. Analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui arah dan besarnya pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota tersebut terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Pembuktian hipotesis digunakan uji statistik, yaitu uji regresi parsial (uji t) dan uji regresi secara serempak (uji F). Memperhatikan uraian dari variabel-variabel yang diduga berpengaruh dan berdasarkan pengukuran terhadap variabel-variabel tersebut, maka dapat diperoleh hasil estimasi terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Tahun 2014. Dalam analisis regresi linear berganda ini, yang digunakan sebagai variabel terikat adalah Sisa Hasil Usaha (SHU) (Y), sedangkan variabel bebasnya adalah jumlah anggota (X
1) dan jumlah simpanan anggota (X
2).
Hasil analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS release 22.
Adapun rangkuman dari hasil pengolahan data tersebut terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Perhitungan Regresi Linear Berganda Metode Full Regression
Variabel Bebas Koefisien
Regresi t Sig
Konstanta 6,756 5,242 0,000 Jumlah anggota (X1)
Jumlah simpanan anggota (X2)
2,041
8.274 4,756
5,443
0,0010,000 Koefisien determinasi
(R2) F ratio Signfikansi
= 0,855
= 1435,66
= 0,000
Sumber : Data Diolah
Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat dibuat satu persamaan model regresi linear berganda sebagai berikut :
Y = 6,756 + 2,041X
1+ 8,274X
2Hasil dari persamaan regresi linear berganda di atas menunjukkan arah pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yang ditunjukkan oleh koefisien masing-masing variabel bebasnya.
Koefisien regresi b
1dan b
2, bertanda positif berarti variabel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota mempunyai pengaruh yang searah terhadap Sisa hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Untuk melihat bermakna tidaknya pengaruh masing-masing variabel bebas tersebut, maka perlu dilakukan pengujian baik secara simultan maupun parsial pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota tersebut terhadap SHU koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Intercept
Intercept dalam penelitian ini diperoleh sebesar 6,756. Ini berarti, apabila nilai X
1(jumlah anggota) dan X
2(jumlah simpanan anggot) masing-masing sebesar nol, maka besarnya Y Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung adalah sebesar Rp. 6,756 (jutaan rupiah),-.
2. Jumlah anggota
Koefisien regresi X
1sebesar 2,041 berarti bahwa apabila jumlah anggota naik sebesar satu orang maka Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi,
Kabupaten Badung akan meningkat rata-rata sebesar 2,041 (jutaan rupiah), dengan asumsi jumlah simpanan anggota (X
2) konstan. Demikian pula sebaliknya.
3. Jumlah simpanan anggota
Koefisien regresi X
2sebesar 8,274 berarti bahwa apabila jumlah simpanan anggota naik sebesar satu rupiah, maka Sisa Hasil Usaha (SHU) akan meningkat rata-rata sebesar 8,274 jutaan rupiah dengan asumsi jumlah anggota (X
1) konstan. Demikian pula sebaliknya.
Uji hipotesis pertama (uji F)
Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa nilai F
tabeldengan taraf nyata 5% adalah sebesar 4,06, ternyata F
ratio(1435,66) lebih besar dari F
tabel.Begitu juga kalau dilihat dari nilai signifikasinya yaitu sebesar 0.000 berarti lebih kecil daripada 5% atau 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa variabel- variabel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara serempak atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Berdasarkan uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa variabel-variabel jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota secara serempak atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, terbukti.
Selanjutnya koefisien determinasi (R
2) dalam penelitian ini diperoleh sebesar 0,855. Hal ini berarti bahwa sebesar 85,5% variasi variabel terikat sisa hasil usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung (Y) mampu dijelaskan oleh variasi variabel bebas jumlah anggota (X
1) dan jumlah simpanan anggota (X
2). Sedangkan sisanya, sebesar 14,5 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan (diteliti) dalam penelitian ini.
Uji hipotesis kedua (Uji t)
Uji parsial atau uji t digunakan untuk
menguji pengaruh masing-masing variabel
bebas (X) terhadap variabel tergantung (Y).
Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Seperti yang dikatakan Arikunto (1997), apabila sampel kurang dari 100, maka keseluruhan jumlah populasi dipakai sebagai sampel yaitu keseluruhan jumlah koperasi se- Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung sebanyak 48 koperasi yang masih aktif.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan metode observasi non prilaku yaitu pengumpulan data dengan membaca, menyalin serta mengolah data yang tertulis pada Koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Teknik Analisis Data
Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam melakukan pengujian terhadap permasalahan yang pertama dan kedua yaitu untuk mengetahui pengaruh antara jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota terhadap SHU koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Adapun persamaan regresinya adala sebagai berikut:
Y = o +
1X
1+
2X
2+ ………...(4.1) Keterangan :
Y = Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kecamatan Mengwi
X
1= Jumlah anggota koperasi
X
2= Jumlah simpanan anggota koperasi
o = Intersep
1,
2= Koefisien Regresi
i = Tingkat Kesalahan (gangguan) Stokastik
Model Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda bertujuan untuk memprediksi kekuatan pengaruh seberapa variabel independen terhadap variabel dependen (Sekaran. 1992).
Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikansi 0,05 atau 5 persen. Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, maka dilakukan pengujian terhadap variabel-variabel penelitian dengan cara
menguji secara simultan melalui signifikansi simultan (Uji statistik F), yang bermaksud untuk dapat menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Sedangkan untuk menguji masing-masing variabel secara parsial, dilakukan dengan uji signifikansi parameter individual (uji t statistik) yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen, serta variabel mana yang dominan mempengaruhi variabel dependen.
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis dan Uji Hipotesis
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, yaitu untuk menganalisis jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota yang mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Tahun 20014. Analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui arah dan besarnya pengaruh jumlah anggota dan jumlah simpanan anggota tersebut terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Pembuktian hipotesis digunakan uji statistik, yaitu uji regresi parsial (uji t) dan uji regresi secara serempak (uji F). Memperhatikan uraian dari variabel-variabel yang diduga berpengaruh dan berdasarkan pengukuran terhadap variabel-variabel tersebut, maka dapat diperoleh hasil estimasi terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Tahun 2014. Dalam analisis regresi linear berganda ini, yang digunakan sebagai variabel terikat adalah Sisa Hasil Usaha (SHU) (Y), sedangkan variabel bebasnya adalah jumlah anggota (X
1) dan jumlah simpanan anggota (X
2).
Hasil analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS release 22.
Adapun rangkuman dari hasil pengolahan data tersebut terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Perhitungan Regresi Linear Berganda Metode Full Regression
Variabel Bebas Koefisien
Regresi t Sig
Konstanta 6,756 5,242 0,000 Jumlah anggota (X1)
Jumlah simpanan anggota (X2)
2,041
8.274 4,756
5,443
0,0010,000 Koefisien determinasi
(R2) F ratio Signfikansi
= 0,855
= 1435,66
= 0,000