BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini, selain menggunakan metodologi studi pustaka dan eksperimen, metodologi penelitian yang dominan digunakan adalah metode studi lapangan yaitu data diambil langsung dari lokasi penelitian berdasarkan tinjauan, hasil pengecekan berkala dan keterangan dari pihak operator lapangan.
Berdasarkan hasil studi lapangan tersebut didapatkan beberapa hal penting pada perancangan sistem kontrol suatu panel mesin boiler, terutama pada mesin boiler dengan menggunakan satu burner dan dua bahan bakar ( natural gas dan solar ), antara lain :
3.1. Deskripsi Kerja
Untuk merancang suatu sistem kontrol maka harus diketahui dan ditentukan terlebih dahulu deskripsi kerja dari mesin tersebut, karena deskripsi ini merupakan dasar dari perancangan. Deskripsi kerja pada dasarnya ada dua jenis yaitu deskripsi kerja untuk keadaan normal dan deskripsi kerja untuk keadaan gangguan, dan untuk kondisi gangguannya sendiri dibagi menjadi dua yaitu yang menjadikan dan yang tidak menjadikan burner boiler shut down.
55
3.1.1 Keadaan Normal
Keadaan normal adalah keadaan dimana mesin boiler dapat dioperasikan sesuai dengan perintah operasi normal tanpa adanya gangguan. Dimana deskripsi kerja normalnya adalah seperti gambar 3.1 berikut :
Gambar 3.1 Flow chart deskripsi kerja keadaan normal
1. Rangkaian kontrol diaktifkan dengan menaikkan semua breaker yang ada didalam panel kontrol dan dengan menekan tombol Plant-ON yang terdapat pada bagian pintu panel kontrol, selanjutnya panel kontrol akan standby.
2. Kondisi standby ditandai dengan menyalanya lampu indikator Plant-ON yang menandakan bahwa mesin boiler siap dioperasikan.
3. Memastikan selectror switch mode operation pada salah satu bahan bakar yang akan digunakan. ( burner boiler tidak dapat start jika tekanan bahan bakar tidak mencapai settingan yang diijinkan )
4. Memastikan selector switch feed pump operation pada posisi auto, dan selector switch feed pump pada salah satu pompa (pompa 1 atau pompa 2).
Pada posisi auto feed pump akan start atau stop berdasarkan kondisi level air tabung mesin boiler. (burner boiler tidak dapat distart jika level air masih pada kondisi low), dan operasional feed pump ditandai dengan menyalanya lampu indikator feed pump operation.
5. Mesin boiler dapat di start dengan memutar kearah kanan selector switch start boiler keposisi burner ON.
6. Sesaat setelah burner kontrol mendapatkan supply tegangan dari selector switch burner ON, burner kontrol akan bekerja memberikan sinyal perintah pada servo motor yang terdapat pada burner boiler, jika servo motor tersebut pada kondisi minimum mendekati sudut nol derajat menuju posisi close maka burner kontrol akan memerintahkan electro motor blower burner untuk bekerja secara bersamaan, dengan tujuan agar beban start awal electro motor blower burner tidak terlalu berat jika start awalnya dari posisi minimum.
7. Bekerjanya blower belum menandakan bekerjannya burner, karena blower harus membilas jika ada sisa bahan bakar yang terdapat pada burner yang ditandai dengan bekerjanya servo motor.
8. Pada saat pembilasan diposisi minimum menuju posisi ignition (berdasarkan setting), maka burner kontrol akan memberikan sinyal kepada ignition electrode melalui ignition trafo untuk menyala dan dilanjutkan dengan bekerjanya salah satu solenoid bahan bakar, maka burner boiler akan menyala secara normal.
9. Ketika burner boiler pada posisi ignition ada perbedaan antara pembakaran menggunakan bahan bakar natural gas dan solar, saat burner menggunakan bahan bakar gas yaitu adanya ignition solenoid valve yang bekerja sesaat dan akan mati ketika burner sudah menyala dengan normal, sedangkan jika menggunakan bahan bakar solar semua solenoid valve bekerja bersamaan dari awal ignition sampai dengan seterusnya selama burner beroperasi.
10. Pembakaran burner boiler besar dan kecilnya ditentukan oleh posisi selector switch burner control antara lain auto, partial, stop dan full load ( 4 posisi ), posisi partial adalah pembakaran secara manual keposisi terkecil berdasarkan setting dan posisi full load adalah sebaliknya, sedangkan posisi pembakaran stop adalah posisi manual dimana pembakaran akan berhenti pada sudut derajat tertentu.
11. Untuk posisi auto burner control diatur oleh capacity regulator burner, besar kecilnya pembakaran berdasarkan parameter setting yang digunakan yaitu berdasarkan kondisi aktual tekanan steam pada tabung boiler, artinya
pembakaran akan mengecil ketika tekanan aktual steam diatas paremeter setting capacity regulator burner dan akan bekerja sebaliknya.
12. Jika pembakaran burner boiler maksimum menuju posisi open ( berdasarkan seting ) atau mendekati sudut sembilan puluh derajat pada servo motor, maka pada panel kontrol akan menyala lampu indikator full load.
13. Shut down burner boiler secara manual dilakukan dengan cara memutar selector switch start boiler kearah kiri atau posisi tengah, maka sebelum burner boiler shut down pembakaran burner diperkecil terlebih dahulu sampai mendekati sudut nol derajat atau berdasarkan setting servo motor.
14. Pada pintu panel kontrol dilengkapi dengan engine hours yang berfungsi untuk memonitor seberapa lama mesin telah beroperasi, penggunaannya antara lain untuk burner operation, oil operation, gas operation, feed pump 1 dan feed pump 2 operation.
3.1.2 Keadaan Gangguan
Keaadaan gangguan adalah keadaan dimana mesin boiler dalam operasi perintahnya terjadi gangguan baik listrik maupun mekanik, tetapi yang diuraikan disini adalah keadaan gangguan khusus untuk kondisi gangguan listrik, dimana setiap kondisi ganguan yang terjadi selalu ditandai dengan menyalanya lampu indikator dan bunyi sirine yang terdapat pada panel kontrol, pada setiap kondisi gangguan tidak selalu menjadikan mesin boiler harus lock out atau shut down, berikut adalah deskripsi kerja dari setiap gangguan yang mungkin terjadi pada suatu mesin boiler, antara lain :
1. Burner Trouble
Ada beberapa indikasi yang menyebabkan gangguan dan dibagi dua tahapan waktu terjadinya gangguan pada burner boiler yaitu pada saat start dan sedang beroperasi, adanya ganguan ditandai dengan menyalanya lampu indikator burner trouble pada panel kontrol. Hal-hal yang bisa menyebabkan burner trouble diantaranya adalah :
a. Air Pressure
Yaitu kondisi tidak adanya tekanan udara yang meniup dari blower burner, bisa disebabkan tidak bekerjanya electro motor untuk blower tersebut, misalnya over load, burner boiler kotor atau air pressure switch rusak.
Air Pressure
Apakah Fan Blower Off?
NO
Apakah TOR Trip?
Apakah Bisa Reset?
Press.Switch kotor/macet?
Ganti Air Press.Switch
Bersihkan Burner &
Press.Switch NO
Yes Yes
Check Wiring Control NO
Yes
Check Motor
& Contactor
Selesai Yes
NO Burner
Trouble
Gambar 3.2 Flow chart deskripsi kerja burner trouble air pressure
b. No Flame at First Safety Time
Yaitu kondisi tidak adanya sinyal pengapian pertama pada burner boiler, pada kondisi ini ada beberapa hal yang dapat menyebabkannya antara lain tidak bekerjanya flame sensor, tidak bekerjanya ignition electrode yang disebabkan ignition trafo yang rusak atau tidak menerima supply tegangan, tekanan bahan bakar dibawah parameter setting yang diijinkan, tidak bekerjanya solenoid valve bahan bakar, dan settingan servo motor untuk kombinasi angin dan bahan bakar yang tidak tepat.
No Flame at First Safety
Time Burner Trouble
Apakah Ignitor bekerja?
Check Ignition Electrode NO
Apakah Ada bahan Bakar?
Seting Motor Servo Sesuai?
Yes
Buka Kran Bahan Bakar NO
Yes
Seting Ulang Servo Motor NO
Apakah Solenoid Valve
Bekerja?
Ganti Solenoid
Valve NO
Yes
Apakah Bisa Reset?
Yes
Ganti Flame Sensor NO
Selesai Yes
Gambar 3.3 Flow chart deskripsi kerja burner trouble no flame at 1st safety time
c. No Flame at Second Safety Time
Yaitu kondisi dimana tidak adanya sinyal pengapian kedua pada burner boiler, pada kondisi ini hal yang paling mungkin penyebab terjadinya adalah tidak bekerjanya solenoid valve gas utama pada saat pembakaran jika menggunakan bahan bakar gas, dan settingan servo motor untuk kombinasi angin dan bahan bakar yang tidak tepat.
No Flame at Second Safety
Time Burner Trouble
Apakah Solenoid Valve
Bekerja?
Ganti Solenoid
Valve NO
Yes
Seting Motor Servo Sesuai?
Seting Ulang Servo Motor NO
Apakah Bisa Reset?
Yes
Check Wiring Burner Control NO
Selesai Yes
Gambar 3.4 Flow Chart deskripsi kerja burner trouble no flame at 2nd safety time
2. Prewarning
Kondisi ini menandakan level air tabung boiler pada level peringatan yang memberikan informasi kepada operator agar memeriksa kondisi feed pump,
karena gangguan yang paling mungkin selain rusaknya water level control adalah tidak bekerjanya salah satu feed pump sebelum boiler benar-benar low water, pada kondisi ini boiler masih dapat beroperasi secara normal.
Prewarning
Apakah Feed Pump Bekerja?
Apakah Level Control Bekerja?
Ganti Level Control / Check Wiring
Ganti Elecroda Water Level
Control
Apakah Debit Air Normal?
Ganti Feed Pump
Adjust Level Control Apakah Bisa
Reset?
Selesai Yes
No
Yes
Yes
Yes
No
No
Apakah Smart Relay Rusak?
Ganti Smart Relay
No No
Yes
Gambar 3.5 Flow chart deskripsi kerja Prewarning
3. Control Phase Loss Trip
Pemasangan alarm control phase loss trip berfungsi untuk memastikan power input kontrol MCB pada smart relay masih terhubung, karena jika dibiarkan terputus sistem keamanan dan otomasi feed pump mesin boiler tidak akan berfungsi yang masih berfungsi adalah kondisi low water yang diback up oleh floatless water level control kondisi ini ditandai dengan menyalanya lampu
tanda MCB control phase pada pintu panel dan bunyinya sirine sebagai tanda peringatan, pada kondisi ini boiler tidak dapat beroperasi.
Burner Boiler Shut Down Phase Loss
Trip
Apakah WLC Short Circuit?
Yes
Magnetic Switch Rusak?
NO
Apakah Smart Relay Rusak?
Ganti Smart Relay
Apakah MCB Rusak?
Ganti MCB
Check Wiring Control
Apakah WLC Lembab?
Keringkan WLC Ganti
Magnetic Switch
Apakah Bisa Reset?
Selesai
NO
NO Yes
Yes
Gambar 3.6 Flow chart deskripsi kerja control phase loss trip
4. High Water
Kondisi ini menandakan level air pada tabung boiler diatas batas normal, ada dua hal yang mungkin menyebabkan terjadinya kondisi tersebut antara lain rusaknya water level control dan kondisi feed pump dimanual. Pada kondisi ini boiler masih dapat beropersi secara normal, akan tetapi jika dibiarkan feed pump terus beroperasi bisa menyebabkan tekanan pada tabung boiler
meningkat yang selanjutnya akan mematikan burner boiler dikarenakan over pressure.
High Water
Apakah Feed Pump Auto?
Apakah Level Control Bekerja?
Ganti Level Control / Check Wiring
Ganti Elecroda Water Level
Control
Adjust Level Control Apakah Bisa
Reset?
Selesai Yes Yes
Apakah Smart Relay Rusak?
Ganti Smart Relay
No No
Yes Pindah Posisi
Selector Switch ke Auto Yes
No
No
Gambar 3.7 Flow chart deskripsi kerja high water
5. Low Water
Kondisi ini menandakan kondisi level air pada tabung boiler benar-benar dibawah batas normal, dan pada kondisi ini burner boiler harus shut down seketika, karena jika terus beroperasi akan menyebabkan over heat yang akan merusak pipa-pipa atau lorong api pada bagian dalam tabung boiler atau bahkan berdampak ledakan yang membahayakan keselamatan manusia.
Kondisi ini dapat terjadi jika pada kondisi prewarning diabaikan, karena penyebab terjadinya sama.
Low Water
Apakah Feed Pump Bekerja?
Apakah Level Control Bekerja?
Ganti Level Control / Check Wiring
Ganti Elecroda Water Level
Control
Apakah Debit Air Normal?
Ganti Feed Pump
Adjust Level Control Apakah Bisa
Reset?
Selesai Yes
No
Yes
Yes
Yes
No
No
Apakah Smart Relay Rusak?
Ganti Smart Relay
No No
Yes Burner Boiler
Shut Down
Gambar 3.8 Flow chart deskripsi kerja low water
6. Over Pressure
Over pressure disebabkan oleh tekanan steam pada tabung boiler sudah mencapai batasan setting parameter yang diijinkan, pada kondisi ini burner boiler akan mati dan akan kembali hidup jika nilai pressure telah turun pada batasan yang diijinkan, artinya burner akan start dan stop secara auto berdasarkan nilai tekanan steam. Parameter setting dari over pressure berdasarkan kemampuan dari mesin boiler atau berdasarkan kebutuhan dari mesin-mesin produksi. Pengaman over pressure dalam hal ini adalah pressure
switch dan capacity regulator burner, jadi salah satu dari kedua alat tersebut sebagai pengaman tabung boiler dari over pressure.
Burner Boiler Shut Down Auto
Apakah Burner Control Auto?
Pindah Selector ke Posisi Auto
Apakah Capasity Regulator Burner
Rusak?
Check Wiring Control
Ganti Capasity Regulator Burner
Ganti Motor Servo Apakah Pemakaian
dan Pembakaran Seimbang?
Seting Ulang Motor Servo Apakah Motor Servo
Rusak?
Over Pressure
Yes
Yes
Yes
Yes No
No
No
No
Gambar 3.9 Flow chart deskripsi kerja over pressure
7. Final Pressure
Final pressure adalah kondisi dimana over pressure tidak bekerja, artinya kondisi final pressure tidak akan terjadi jika kedua alat tersebut diatas tidak mengalami kerusakan atau perubahan nilai setting parameter, pada kondisi ini
burner boiler akan shut down karena nilai tekanan steam pada tabung boiler sudah melebihi batasan parameter yang diijinkan, berbeda dengan kondisi over pressure agar burner boiler bisa distart kembali tombol reset harus ditekan walaupun nilai tekanan sudah turun pada batasan nilai terendah.
Burner Boiler Shut Down
Apakah Burner Control Auto?
Pindah Selector ke Posisi Auto
Apakah Capasity Regulator Burner
Rusak?
Check Wiring Control
Ganti Capasity Regulator Burner
Ganti Motor Servo Apakah Pemakaian
dan Pembakaran Seimbang?
Seting Ulang Motor Servo Apakah Motor Servo
Rusak?
Final Pressure
Yes
Yes
Yes Yes No
No
No No
Apakah Bisa Reset?
No
Selesai Yes
Gambar 3.10 Flow chart deskripsi kerja final pressure
8. Oil Pressure Return Piping
Kondisi ini disebabkan adanya tekanan pada pipa pengembalian bahan bakar solar yang melebihi batasan aman yang telah ditentukan agar pipa bahan bakar
tidak mengalami kerusakan yang akan berakibat lebih vital baik bagi keselamatan manusia ataupun mesin itu sendiri. Pada kondisi ini burner boiler akan langsung shut down tanpa adanya tanda peringatan awal dan pilot lamp atau bunyi sirine yang menandakan adanya masalah pada burner boiler ketika sedang beroperasi ketika menggunakan bahan bakar solar. Jika kondisi ini terjadi pada saat burner boiler sedang melakukan pembilasan sampai dengan tahap ingnition, maka yang terjadi adalah seperti pada kondisi burner trouble.
Oil Pressure Return Piping
Yes Burner Boiler
Shut Down
Apakah Bahan Bakan Solar?
Apakah Pressure Switch Rusak?
Ganti Pressure Switch
Check Wiring Control
Yes
No No
Apakah Saluran Pengembalian
Tersumbat?
Apakah Solenoid Return Rusak?
Ganti Solenoid Yes
Yes
No No
Gambar 3.11 Flow chart deskripsi kerja oil pressure return piping
9. Gas pressure
Adalah kondisi gangguan ketika burner boiler sedang atau akan menggunakan gas sebagai bahan bakarnya yang disebabkan tidak adanya tekanan gas pada
burner boiler disaluran pipa utamanya. Pada kondisi ini jika burner boiler sedang beroperasi, maka gangguan yang akan muncul adalah seperti pada kondisi burner trouble yang akan menjadikan burner shut down tetapi ketika burner akan mulai distart atau ketika sedang melakukan pembilasan maka pembilasnya akan langsung digagalkan ditandai pilot lamp gas pressure berkedip dan sirene akan menyala tidak terputus sebagai tanda peringatan.
Gas Pressure
Apakah Actual Press.Gas dibawah
Parameter?
No
Yes
Burner Boiler Shut Down
Apakah Pres. Switch Rusak?
Ganti Gas Pressure Switch
Check Wiring Control
Check Regulator Main Pipe Gas
Apakah Bisa Reset?
Selesai Yes
No
Yes
Gambar 3.12 Flow chart deskripsi kerja low gas pressure
10. Kondisi Gangguan Khusus
Adalah kondisi gangguan dimana penyebab utamanya faktor eksternal, misalkan adanya short circuit pada rangkaian kontrol seperti pada solenoid valve, atau pada circuit ignition electrode dan sebagainya yang mengharuskan
pemutusnya untuk trip, pada kondisi ini burner boiler akan shut down mendadak.
Tabel 3.1 Keadaan Gangguan Mesin Boiler Shut Down
Jenis Gangguan Penyebab Sub Penyebab
Air Pressure
Blower tidak bekerja Tidak ada power
Over load (drop tegangan) Pressure switch rusak Seting tidak sesuai
No flame at first safety time
Sistem Ignition rusak Electroda atau trafo
Tidak ada supply bahan bakar
Pipa bahan bakar kotor Solenoid rusak
Tekanan bahan bakar drop Pressure switch rusak Ada pengapian tapi burner
shut down
Flame sensor rusak Kombinasi angin dan bahan bakar tidak sesuai No flame at
second safety time
Tidak ada supply bahan bakar Solenoid operation rusak Kombinasi angin dan bahan
bakar tidak sesuai
Seting motor servo tidak sesuai kontrol segmen
Low water
Feed pump tidak bekerja
Tidak ada power Over load, breaker trip Pompa rusak
Level control rusak Sistem water level control and
limiter tidak berfungsi
Elektroda air & floatless level switch rusak
Over Pressure
Pemakaian dan pembakaran tidak seimbang
Seting motor servo tidak sesuai
Pressure control rusak Seting parameter
Final Pressure
Pemakaian dan pembakaran tidak seimbang
Seting motor servo tidak sesuai
Pressure control rusak Seting parameter Oil pressure
return piping Tekanan solar di pipa pengembalian tinggi
Pipa kotor
Solenoid oil return rusak Setting pressure swich Phase loss trip Short circuit pada rangkaian
water level & pressure control
Lembab, terkena air atau kerusakan pada alat Gas pressure Tekanan gas drop Pressure switch rusak
Pipa gas tersumbat
Tabel 3.2 Keadaan Gangguan Mesin Boiler Tidak Shut Down
Jenis Gangguan Penyebab Sub Penyebab
Prewarning
Feed pump tidak bekerja
Tidak ada power Over load, breaker trip Pompa rusak
Level control rusak Sistem water level control and
limiter tidak berfungsi
Elektroda air & floatless level switch rusak
High water
Feed pump bekerja terus Posisi switch dimanual Sistem water level control and
limiter tidak berfungsi
Elektroda air & floatless level switch rusak
3.2 Perancangan Sistem Kontrol
Perancangan sistem kontrol menentukan unjuk kerja dan terpenuhinya fungsi suatu rangkaian kontrol, oleh karena itu dalam merancang sitem kontrol perlu diadakan suatu perancangan yang sesuai dengan spesifikasi, kegunaaan
kontrol dan hal-hal yang menyangkut sisitem kerja dan keamanan kontrol sesuai dengan kebutuhan mesin boiler.
3.2.1 Perancangan Sistem Kontrol Konvensional
Rangkaian sistem kontrol konvensional merupakan bentuk dasar dari suatu rangkaian kontrol sebelum dirubah kedalam bahasa pemograman smart relay yaitu ladder diagram atau block diagram, pada dasarnya untuk sistem kontrol konvensional pada suatu burner boiler sudah dikomulatifkan dengan penggunaan burner control unit yang didalamnya sudah terintegrasi dengan kombinasi terutama antara servo motor dan jenis flame sensor yang digunakan, hanya pada output-outputnya ditambahkan relay-relay kontrol yang berfungsi sebagai kontak bantu dikarenakan keterbatasan kontak yang tersedia pada burner control unit.
Pada perancangan sistem kontrol konvensional ini ada beberapa hal penting yang ditambahkan pada rangkaian kontrol utama dan tidak dapat diabaikan dalam pemasangannya guna meningkatkan performa dan kehandalan suatu sistem kontrol secara keseluruhan, antara lain :
3.2.1.1 Sistem Operasional Feeding Pump
Operasional feed pump pada rangkaian kontrol sistem otomasinya dikendalikan oleh water level control and limiter, juga dipersiapkan sistem operasional manualnya untuk kondisi darurat jika diperlukan atau untuk memastikan cara kerja rangkaian kontrol atau sistem pompa yang akan digunakan berfungsi dengan baik. Sedangkan pada rangkaian daya menggunakan rangkaian
star – delta. Lebih lengkapnya gambar rangkaian keseluruhan sistem operasional feed pump dapat dilihat pada halaman lampiran.
3.2.1.2 Sistem Operasional Blower Burner
Operasional blower burner rangkaian kontrolnya dikendalikan oleh burner control unit, dan rangkaian dayanya menggunakan rangkaian star – delta guna mengurangi arus start pada rangkaian. Untuk lebih lengkapnya gambar rangkaian sistem kontrol dan daya keseluruhan sistem operasional blower burner boiler dapat dilihat pada gambar wiring control halaman 7 lampiran.
3.2.2 Perancangan Sistem Kontrol Smart Relay
Rangkaian kontrol smart relay tersusun dari blok-blok diagram instruksi dasar atau ladder diagram yang dapat menyederhanakan rangkaian kontrol konvensional sebelumnya, penambahan rangkaian kontrol smart relay diutamakan pada kontrol sistem keamanan mesin boiler supaya lebih memudahkan dalam menganalisa apabila terjadi gangguan diluar gangguan burner boiler.
3.2.3 Rangkaian Sistem Kontrol Keseluruhan
Rangkaian sistem kontrol keseluruhan merupakan gabungan dari rangkaian sistem kontrol konvensional dan rangkaian sistem kontrol smart relay.
Untuk menghubungkan rangkaiannya ditambahkan relay-relay pada masing – masing input dan output burner control unit dan smart relay tersebut untuk memenuhi fungsi deskripsi kerja sesuai dengan yang dikehendaki.