• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Housekeeping Department

Menurut Bagyono (2014:89) dalam dunia pariwisata, kebersihan (cleanliness) merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan selama berkunjung dan menikmati liburannya di suatu tempat, obyek-obyek yang sering menjadi penilaian tamu meliputi kebersihan restoran, bar, kamar hotel, lobby, obyek wisata, kantor biro perjalanan dan lain-lain. Untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bersih di perlukan pengetahuan tentang obyek-obyek yang perlu di bersihkan.

Sedangkan menurut Sulastiyono (2011:109) housekeeping adalah bagian dari sebuah hotel yang difungsikan dan diberikan tanggung jawab mulai dari bahan–bahan yang terbuat dari kain, menjaga kebersihan dan kerapihan ruangan serta pengadaan kelengkapan ruangan tersebut, dan memelihara seluruh ruangan hotel. Dalam kaitannya dengan itu, maka karyawa nhotel pada bagian tata graha atau housekeeping dituntut memiliki skill, prilaku, dan pengetahuan yang baik mengenai kebersihan dalam sebuah hotel.

2.2. Room Attendant

Menurut Sulastiyono (2011:124) Room attendant adalah petugas kamar tamu yang mempunyai tanggung jawab untuk menjagakebersihan, kerapihan dan kelengkapan kamar. Adapun petugas yang melaksanakan pembersihan, merapihkan dan melengkapi kebutuhan tamu di kamar adalah pramugraha atau (room boy) sedangkan pengawasan terhadapproses pekerjaan yang dilaksanakan oleh room boy tersebut adalah Room supervisor.

Sedangkan menurut Rumesko (2011:42) “Room attendant adalah petugas yang mempersiapkan tempat tidur pada waktu membersikan kamar. Harus diingat bahwa pada waktu tamu masuk kamar,pandangan pertamanya akan ditunjukan pada kerapihan tempat tidur.Berdasarkan pengertian para ahli diatas maka penulis menyimpulkan pengertian room attendant adalah petugas yang bertanggung jawab ataskebersihan kamar tamu, perlengkapan- perlengkapan kamar, serta memberikanapa saja yang dibutuhkan/diperlukan oleh tamu selama menginap di hotel”.

(2)

2.3. Tugas Room Attendent

Menurut Rumekso (2009:39) “baik buruknya kamar hotel tergantung dari kualitas room boy hotel tersebut.untuk itu seorang room boy harus memenuhi persyaratan dan kriteria khusus serta harus mentaati peraturan yang berlaku”. Tugas dan tanggung jawab Room boy/Room attendant sebagai berikut :

1. Mengelola kamar yang menjadi tanggung jawabnya

Baik buruknya kamar sangat tergantung pada room boy/room attendent, baik yang berhubungan dengan ketelitian, kerajinan, maupun kualitas. Room boy yang rajin, teliti dan terampil dalam bekerja akan menghasilkan kamar yang bersih, rapi, lengkap dan nyaman. Bila ada kerusakan pada perlengkapan di dalam kamar maka harus segera di laporkan kepada atasan (Floor supervisor) agar segera di buatkan Work Order (WO) kepada enggenering department agar di perbaiki.

Semua perlengkapan yang ada di dalam harus dalam kondisi siap pakai. Oleh sebab itu room boy harus mengerjakan kamar dengan teliti dan memeriksa semua perlengkapan yang ada di dalamnya.

2. Melayani tamu.

Di dalam memberikan pelayanan kepada para tamu tidak dibatasi waktunya, sebab setiap saat tamu dapat meminta pelayanan, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.

3. Melaksanakan perintah atasan

Melaksanakan perintah atasan, baik yang terkait dengan tugas sehari-hari seperti membersihkan kamar, menyiapkan kamar-kamar yang akan segera di tempati oleh tamu maupun tugas-tugas tambahan untuk perawatan kamar.

(3)

4. Menjalin kerjasama antar Room boy

Ketika sedang bertugas mengetahui ada room boy lain yang belum selesai mengerjakan sedangkan dia sudah selesai, maka ia harus membantu teman lain yang belum selesai. Jika ada room boy yang memerlukan tambahan sheet, pillowcase, serta towel, ia dapat memperolehnya dari room boy lain yang berlebih serta telah selesai dalam melaksanakan tugasnya.

5. Menjalin kerja sama dengan seksi-seksi lain yang ada didalam housekeeping department

a. Dengan linen section

Semua linen supplies yang digunakan room boy disiapkan dan dipenuhi oleh linen section. Bila room boy memerlukan tambahan sheet, pillow case, towel dan lainnya, ia pasti menghubungi linen section untuk mengirimnya. Begitu pula jika room boy trolley sudah penuh linen supplies yang kotor dan kamar, room boyakan menghubungi linen section untuk mengambil/menurunkannya agar dapat secara dicuci.

b. Dengan laundy section

1) Dipagi hari, ketika room boy melakukan cheeking room dan menjumpai ada pakaian tamu yang akan dicuci, room boy section agar mengambilnya.

Bila tamu menelfon sebelum keluar kamar, memberitahu bahwa dikamar ada cucian, petugas laundry dapat meminta bantuan room boy untuk membukakan pintu kamar.

(4)

2) Pada siang atau sore hari room boy membantu petugas laundry untuk membukakan pintu-pintu kamar tamu untuk mengembalikan pakaian yang sudah bersih dan rapi.

3) Pakaian seragam room boy yang kotor juga dicuci di laundry section ini.

c. Dengan public area section

1) Room boy sering meminta houseman (petugas public area section) untuk making bed bila tugas dan pekerjaan houseman sudah bisa ditinggalkan.

2) Pada siang dan sore hari, tugas houseman adalah membersikan sampah yang ada di dalam room boy trolley serta koridor di sekitar area kerja Room boy.

3) Didalam VIP room sering dipasang pot-pot tanaman sebagai penghias ruangan. Jika tamanan didalam ruangan ini sudah mulai menguning layu, room boy meminta bantuan gardener untuk menganti dengan tamanan yang masih segar, diambil dari luar gedung.

4) Kadang-kadang tamu menghendaki tembahan meja dan kursi untuk mengerjakan tugas-tugasnya didalam kamar. Room boyakan meminta bantuan houseman untuk mengambil dan memasangnya didalam kamar tersebut.

6. Menjalin kerjasama dengan seksi lain didepartemen lain.

Agar semua tugas dapat dikerjakan seraca sinergis maka diperlukan koordinasi antar karyawan antar departemen. Dalam hal ini room boy melakukan kerja sama:

(5)

a. Dengan Waiter/Waiters Room service (Food and Beverage Department) 1) Tamu sering memesan makanan dan minuman kepada room boy agar

diantar ke dalam kamar. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh room boy.

Namun begitu roomboy tidak boleh menolak permintaan tamu, apalagi yang berkaitan dengan penjualan produk hotel dan kepuasan tamu. Room boy menghubungi waiter/waiters room Service untuk menyiapkan order tersebut.

2) Saat room boy melakukan make up room,dan menjumpai alat-alat makan- minum yang kotor di dalam kamar maka room boy akan mengumpulkannya didalam room boy counter/room boy station atau pantry setra menghubungi waiter/waiters room service untuk mengambilnya.

3) Waiter/waiters room service atau food and beverage department akan meminta bantuan room boy untuk memasukan atau memasang Room service menu, door knop menu maupun special menu ke dalam setiap kamar tamu, khususnya bila ada special event di hotel.

b. Dengan Font Office Chasier (FOC)

Bila ada tamu yang check out, front office chasier akan selalu menghubungi room boy, baik secara langsung maupun lewat housekeeping office, agar memeriksa kamar tamu yang akan check out itu. Yang perlu dilaporkan kepada front office chasier adalah:

1) Bila ada minibar consume, minuman didalam lemari es yang diminum tamu, agar ditagihkan kepada tamu saat membayar di front office chasier.

(6)

2) Begitu pula bila ada barang-barang milik hotel, seperti handuk maupun remote control, yang mungkin terbawa oleh tamu yang bersangkutan, serta memohon untuk mengembalikan atau membayarnya, setelah mendapatkan laporan dari petugas kamar.

3) Apabila di dalam kamar ada barang-barang/perlengkapan kamar yang rusak atau pecah, tamu akan dimohon untuk ganti rugi.

4) Jika di kamar ditemukan ada barang-barang milik tamu yang tertinggal, room boy harus segara menghubungi front office chasier, menanyakan apakah tamu masih ada di sekitar lobby atau sudah meninggalkan hotel.

Bila masih berada di lobby, barang-barang tersebut akan diantarkan oleh room boy dan diserahkan kepada tamu itu. Namun apabila tamu sudah meninggalkan hotel harus dilaporkan kepada floor supervisor sebagai atasan langsung Room boy akan disimpan di housekeeping office sampai pemiliknya menanyakan atau mengambilnya.

c. Dengan Receptionist

1) Receptionist adalah petugas yang menawarkan dan menjual kamar kepada tamu, sedangkan room boy adalah petugas yang menyiapkan kamar-kamar yang akan ditempati oleh tamu. Dengan demikian receptionist akan segera menanyakan kepada room boy tentang kamar-kamar yang sudah siap jual dan kamar-kamar yang belum siap jual.

2) Untuk mengantisipasi agar setiap tamun yang datang mendapatkan kamar yang siap pakai, Receptionist mengirimkan Expected Arrival List, yaitu daftar kamar-kamar yang sudah dipesan oleh tamu dan akan segera

(7)

ditempati, kepada housekeeping office agar disiapkan lebih dini oleh room boy.

3) Receptionist juga mengirimkan expeted departure list, daftar kamar-kamar yang akan segera ditinggalkan oleh tamu pada hari itu kepada housekeeping office. Kamar-kamar yang masuk daftar ini harus selalu dipantau oleh room boy, Jika tamu yang menempatinya sudah meninggalkan kamar, Room boy bisa langsung memeriksa keadaan kamar tersebut juga dapat langsung dibersihkan agar siap jual lagi.

4) Namun bila ada kamar yang tidak layak untuk dijual karena kotor atau mengalami kerusakan yang tidak dapat segera diperbaiki, maka Room boy akan segera melaporkannya kepada Front office agar kamar tersebut tidak dijual. Kamar-kamar seperti ini akan diberi kode OO (Out of Order) dan padanya akan dilakukan General Cleanning yang membutuhkan waktu 2- 3 hari sampai siap pakai.

5) Front Office (Receptionist) juga meminta bantuan Room boy untuk memasang VIP Treatment ke dalam kamar-kamar yang akan segara ditempati oleh tamu-tamu penting (VIP).

d. Dengan Bell boy

1) Saat tamu check in maupun check out, room boy biasanya meminta jasa bell boy untuk membawakan barang-barangnya. Bila bell boy tidak membawa master key, dia akan meminta bantuan room boy untuk membukakan kamar tamu.

(8)

2) Bila bell boyakan memasukkan surat kabar, majalah, dan lainnya, ia dapat meminta room boy untuk membukakan kamar tamu.

3) Room boy diminta sebagai saksi oleh bell boy saat disuruh mengambilkan barang-barang milik tamu di dalam kamar hotel

4) Room boy memanggil bell boy untuk menurunkan barang-barang tamu yang check out agar kamar tersebut segera dapat dibersihkan.

e. Dengan Engineering (Repair and Maintenance)

1) Jika pada waktu room boy mengerjakan kamar tamu dia mendapati ada lampu mati, atau kerusakan peralatan lain didalam kamar, room boyakan menghubungi floor supervisor untuk membuatkan work order (WO) kepada Engineering agar dapat segara diperbaiki. Namun juga tidak jarang room boy langsung meminta petugas engineering agar segara memperbaiki kerusakan itu. Lebih-lebih kamar yang occupied sehingga memberikan kesan bahwa petugas bekerja secara proposional dan profesional.

2) Room boy meminta bantuan kepada Engineering untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada alat-alat kerjanya, seperti vacuum cleaner, trolley, ataupun alat yang lain.

3) Engineering sering meminta bantuan kepada room boy untuk memasang pengumuman atau pemberitahuan kepada para tamu dengan memasukkannya kedalam setiap kamar. Misalnya pemberitahuan tentang:

a) Perubahan-perubahan nomor telpon didalam hotel.

b) Akan diadakannya uji coba alat pemadam kebakaran.

(9)

c) Akan diadakannya uji coba fire indicator, tanda bahaya kebakaran.

d) Akan adanya pemadaman listrik dari PLN e) Akan adanya perbaikan mesin pemanas air

f) Akan adanya perbaikan sistem saluran televisi, dan lain-lain.

f. Dengan Security

1) Bila ada tamuyang seperti itu, room boyakan segera malaporkannya kepada security agar memantaunya. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap tamu lain.

2) Jika didalam hotel ada tamu-tamu pentingVIP (Very Important Person), security juga diberi tahu agar siap memberikan kenyamanan terhandap tamu tersebut, termasuk terhadap barang-barang bawaaannya.

3) Diminta maupun tidak diminta, Security akan selalu memantau seluruh area hotel, termasuk area kerja Room boy.

7. Tugas Room boy yang lain

a. Menjaga keamanan barang-barang milik tamu didalam kamar hotel.

Room boy adalah petugas kamar, yang setiap hari berhubungan dengan barang-barang bawaan tamu yang ada di dalam kamar. Dengan demikian keamanan barang-barang tersebut menjadi tanggung jawab room boy. Jika ada tamu lain yang kehilangan barang bawaannya di dalam kamar, petugas kamar inilah yang pertama-tama akan dimintai informasi.

b. Menjaga keamanan barang-barang milik hotel di dalam kamar.

Semua perlengkapan didalam kamar harus dijaga jangan sampai rusak atau hilang terbawa oleh tamu saat meninggalkan kamar hotel (check out). Bila hal

(10)

ini terjadi, Room boy segera melaporkannya pada front office chasier agar tamu dimohon mengembalikan atau membayarnya.

2.4. Shift Kerja Room Boy/Room Attendant

Di dalam tugas sehari- hari, Room boy/attendant dibagi menjadi dua shift atau tiga shift (jam dinas). “Pembagian jam dinas ini berdasarkan atas besar kecilnya hotel, banyak sedikitnya karyawan serta kebijaksanaan manajemen” (Rumekso, 2009:10).

Jika jam dinas room boy/ attendant dibagi menjadi dua shift, maka jam dinasnya adalah:

1. Morning shift (dinas pagi) pukul : 07.00 – 15.00 2. Evening shift (dinas sore) pukul 15.00 – 23.00

Tetapi ada juga morning shift dari pukul 06.00-14.00 atau jam 08.00-16.00, sedang evening shift dari pukul 14.00-22.00 atau pukul 16.00-00.00.

Jika room boy dibagi menjadi tiga shift:

1. Morning shift, pukul: 06.00-14.00, 07.00-15.00 atau 08.00-16.00 2. Evening shift, pukul: 14.00-22.00, 15.00-23.00atau pada 16.00-00.00 3. Night shift, pukul: 22.00-06.00, pukul 23.00-07.00 atau 00.00-08.00.

2.5. Make up Room

Menurut Fadhli (2017:54) “hotel menyediakan banyak fasilitas untuk memanjakan pelanggannya dengan memberi rasa nyaman dan aman agar

(11)

pelanggannya merasa betah. Room attendant berperan penting untuk meningkatkan image hotel dengan cara menyediakan, mempersiapkan, dan menjaga kebersihan setiap kamar tamu. Selain kebersihan, kecepatan menyediakan kamar bersih juga memberi tambah bagi housekeeping”.

Kesediaan kamar akan menghindari tamu untuk menunggu pada saat check-in.

oleh sebab itu, ketika room attendant telah selesai membersihkan suatu kamar maka floor supervisor harus me-release status kamar tersebut dengan secepatnya. Pekerjaan utama dalam proses pembersihan kamar terdiri dari preperation (persiapan), process (pembersihan), dan finishing (pengecekan). Berikut adalah penjabarannya:

1. Persiapan

Pada tahap persiapan ini, Room attendant akan melakukan hal berikut :

a. Melapor ke housekeeping office dengan menandatangani daftar hadir (attendance record) pada kolom time in.

b. Mengambil room assignment sheet yang merupakan daftar kamar-kamar yang harus di kerjakan oleh room attendant. Room assignment sheet di persiapkan oleh floor supervisor untuk mengatur alokasi room attendant dalam pembersihan semua kamar di hotel.

c. Mengambil kunci kamar master key sesuai dengan daftar kamar pada room assignment sheet kemudian menandatangani key log book pada kolom key out.

(12)

d. Mengikuti morning briefing yang di pimpin oleh supervisor untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas hotel misalnya: EA, ED, VIP, dan lain-lain.

e. Room attendant menuju section masing-masing sesuai dalam lantainya kemudian mengambil trolley sebagai tempat penyimpanan semua peralatan penunjang kamar.

f. Kemudian, mengecek semua kamar untuk memastikan status kamar sesuai dari system komputer sama status fisik. Selain itu, tujuan lainnya adalah mengecek laundy tamu, mengecek kamar yang ada pada service dan DND dan sebagai laporan untuk room discrepancy.

g. Hasil pengecekan fisik ini akan di laporkan ke floor supervisor sebagai laporan morning housekeeping report setelah di kumpulkan dari semua room attendant yang bertugas.

h. Room attendant sudah siap melakukan pembersihan kamar. Biasanya akan dimulai dari kamar-kamar yang ada tanda service.

2. Pembersihan

Setelah persiapan di lakukan, Room attendant sudah siap membersihkan kamar tamu. Prosedur pembersihan yang dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut:

a. Entering the guestroom

Bel kamar kemudian sebutkan Housekeeping 3x dengan selang waktu 5 sampai 10 detik, buka pintu perlahan sambil mengatakan housekeeping.

b. Beginning Task

(13)

1) Bawa masuk caddy tray dan linen bersih ke dalam kamar. Letakan caddy ke bathroom dan linen di atas luggage rack.

2) Buka curtain supaya penerangan di dalam kamar lebih terang. Buka jendela untuk sirkulasi udara segar.

3) Bawa gelas, ashtray, ke basin di bathroom. Bila ada tray dari room service hubungi room service untuk pick up.

4) Bersihkan tempat sampah dan buang sampah ke rubbish bag di trolley.

5) Periksa semua ruangan untuk melihat apakah ada barang-barang tamu yang tertinggal.

c. Sripping the bed

1) Lepaskan sarung bantal satu per satu kemudian letakan bantal di atas meja atau sofa.

2) Tarik sheet kotor satu per satu yang ada di bed.

3) Pindahkan semua linen kotor ke linen bag pada trolley d. Making the bed

1) Periksa kebersihan bed pad, ganti bila kotor.

2) Letakan sheet pertama di tengah bed, kemudian kunci masing-masing sudutnya dengan membentuk sudut 45 derajat.

3) Letakan duvet cover seperti sheet pertama, ujung atas duvet sejajar dengan tepi bed, kemudian rapikan hingga terlihat kencang.

4) Letakan bantal yang sudah di pasang sarung bantal pada ujung bed dekat head board.

5) Letakan bed runner sebelah bawah dari bed.

(14)

e. Dusting

1) Proses dusting sebaiknya di lakukan secara terarah (searah jarum jam) untuk memastikan semua furniture tidak ada yang terlewatkan termasuk door entrance, skrirting, desk table, chairs, window frame, coffe table, bed side table, wardorobe, dan lain-lain.

2) Lengkapi semua guest amenities yang dipakai oleh tamu diganti dengan yang baru sebagai syarat kelengkapan kamar.

f. Cleaning the bath bathroom

1) Bersihkan glass tumbler yang kotor.

2) Bersihkan toilet, bathtup, shower, basin, dan mirror.

3) Ganti towel yang kotor dengan yang bersih sesuai dengan standar.

4) Ganti dengan yang baru semua amenities yang dipakai. Letakan semua dengan standar.

5) Bersihkan lantai kamar mandi, pastkan rambut tdak ada yang tertinggal.

g. Vacuuming the room

Vacuum lantai dari area yang paling jauh dari pintu dengan cara berjalan mundur. Pastikan semua permukaan lantai tidak ada yang terlewatkan.

3. Pengecekan

Pada tahap ini, Room attendant memeriksa ulang kamar yang telah di bersihkan agar kamar tersebut sesuai dengan standar. Adapun prosedur pengecekan meliputi:

a. Kebersihan merupakan tujuan dari proses pembersihan, target kebersihan termasuk wall, furnitures, paintings, lamps, floor, linen, ceiling.

(15)

b. Kerapian merupakan pengaturan terhadap semua peralatan di dalam kamar agar tertata baik dan rapi agar terlihat menarik.

c. Kelengkapan merupakan proses pengecekan terhadap semua aminities dan linen yang menjadi standar dari kamar tersebut di lengkapi setelah di pakai tamu.

d. Kerusakan bertujuan untuk memastikan semua perlengkapan di kamar dapat berfungsi dengan baik, misalnya lampu yang mati, remote control, furniture yang tergores dan lain-lain.

e. Kesegaran merupakan proses pengecekan terhadap kesegaran kamar. Kamar yang baik adalah fresh bukan bau rokok, bau farfum, dan lain-lain.

f. Untuk kamar VIP room atttendant akan menambahkan pot-pot bunga di area kamar dan balcon.

2.6. Jenis–Jenis Tamu Hotel

Dikutip dari Wirya (2014:24) Umumnya jenis-jenis tamu hotel yang menginap di suatu hotel dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

1. Walk–In Guest adalah tamu yang datang ke hotel untuk menginap tanpa reservasi terlebih dahulu.

2. Reguler Guest adalah adalah tamu hotel yang biasa, bukan tamu penting dan tidak menginap berulang-ulang.

(16)

3. VIP (Very Important Person) adalah tamu yang di anggap penting karena jabatannya dalam pemerintahan atau perusahaan atau organisasi hotel atau anggota dari organisasi tertentu.

4. Customer Guest adalah tamu langganan yang bukan baru sekali saja datang dan menginap ke hotel tetapi sudah berkali-kali atau sudah berulang kali menggunakan fasilitas serta pelayanan hotel.

5. Long Staing Guest adalah tamu yang menginap atau tinggal di hotel dalam waktu relatif lama.

6. Group Guest adalah tamu yang datang menginap ke hotel secara rombongan, biasanya di kordinasi oleh travel agent atau biro perjalanan tertentu.

7. Individual Guest adalah tamu yang datang menginap di hotel bukan dalam suatu kelompok.

2.7. Kamar VIP

Menurut Wirya (2014:24) Kamar VIP adalah kamar yang disediakan bagi tamu yang di anggap penting karena jabatannya dalam pemerintahan atau perusahaan atau organisasi hotel atau anggota dari organisasi tertentu.

2.8. Klasifikasi Kamar

Menurut Rumekso (2009:45) dalam pekerja, Room boy/attendant selalu berhubungan pada kamar untuk para pengunjungnya. Room boy harus mengetahui

(17)

segala sesuatu mengenai kamar baik itu jenis kamar, kode kamar, fasilitas, ukuran sheet dan lain-lain.

2.8.1. Klasifikasi Berdasarkan Tipe Kamar

Jenis kamar menurut Charles E. Seadmon dalam (Komar, 2014:122) dipaparkan sebagai berikut :

1. Single adalah adalah sebuah kamar yang di tempati oleh satu orang. Kamar ini bisa memiliki satu tempat tidur atau lebih.

2. Double adalah sebuah kamar yang di tempati oleh dua orang. Kamar ini bisa memiliki satu tempat tidur atau lebih.

3. Queen adalah ruangan dengan sebuah tempat tidur berukuran queen. Kamar ini bisa di tempati oleh satu orang atau dua orang.

4. King adalah ruangan dengan sebuah tempat tidur berukuran king. Kamar ini bisa ditempati oleh satu orang atau lebih.

5. Triple adalah sebuah kamar yang di tempati oleh tiga orang. Kamar ini bisa mempunyai satu double bed dan satu roll away.

6. Qued atau Ouadruple adalah kamar yang di tempati oleh empat orang. Kamar ini bisa memiliki satu tempat tidur atau lebih.

7. Twin-Double atau Double-Double adalah kamar dengan double bed. Kadang- kadang memiliki dua tempat tidur queen. Kamar ini bisa di tempati oleh satu orang atau lebih.

8. Studio adalah ruangan dengan studio bed yaitu sebuah sofa yang bisa di alih fungsikan sebagai tempat tidur. Kamar ini juga bisa memiliki kamar tidur lain.

(18)

9. Mini Suite atau Junior Suite adalah kamar single dengan tempat tidur dan tempat duduk. Kadang-kadang kamar jenis ini memiliki kamar tidur kecil yang terpisah dan di hubungkan dengan ruang tamu.

10. Suite adalah ruang tamu yang dihubungkan dengan satu atau lebih kamar tidur berukuran fullsized.

11. Twin adalah kamar dengan dua tempat tidur berukuran sama. Kamar ini dapat di tempati satu orang atau dua orang.

12. Connecting Room adalah dua kamar atau lebih dengan beberapa pintu masuk dari luar dan sebuah pintu yang berada di antara kamar tersebut di mana para tamu dapat keluar tanpa harus meninggalkan kamar utama.

13. Adjoining Room adalah kamar-kamar tidak memiliki pintu penghubung yang berada di dekat di antara kamar-kamar tersebut.

2.8.2. Klasifikasi kamar berdasar fasilitas

Menurut Rumekso (2009:50), jenis-jenis kamar berdasarkan fasilitas sebagai berikut :

1. Standart room adalah jenis kamar yang harganya paling murah disuatu hotel, karena fasilitas yang tersedia di dalam kamar tersebut merupakan fasilitas standar yang berlaku secara umum di hotel. Standard room dapat juga disebut Economic room, kamar dengan harga kelas ekonomi, dengan tarif kamar paling murah dibanding tarif kamar yang ada di hotel tersebut.

2. Deluxe room adalah jenis kamar yang satu tingkat lebih baik dari kamar standar.

Fasilitas yang tersedia didalam Deluxe room lebih baik dari kamar standar.

(19)

Pemberian nama deluxe room kadang didasarkan pada posisi/letak kamar yang menghadap ke jalan raya dengan fasilitas Standart room ditambah:

a. Complimentary mineral water (air mineral gratis dua botol)

b. Catle jug(alat untuk merebus air) beserta gula, teh, atau kopi dengantea cup, soucer dan tea spon yang dapat diapai untuk membuat minuman dengan selera masing-masing tamu

3. Junior Suite room adalah tempat tidur yang bagian bawahnya ada tempat untuk menyimpan tempat tidur tambahan. Junior suite room memiliki fasilitas yang sama dengan tambahan :

a. Living room yang dilengkapi dengan TV b. Dua kimono dalam almari pakaian

c. Alcoholic (minuman beralkohol) di dalam lemari

d. Di kamar mandi terdapat telefon pararel dengan yang disamping tempat tidur e. Bidet, tempat khusus untuk buang air bagi wanita dan dilengkapi dengan

Scale, timbangan badan

4. Executive Suite room, yaitu Yunior suite room yang ditambah fasilitas :

a. Dinning room (kamar makan) lengkap dengan dinning table dan dinningset up terdiri dari :

1) Dinner plate 2) Dinner knife 3) Dinner spon 4) Water goblet

5) tea cup, soucer, tea spon

(20)

6) Bread and butter plate 7) Butter spreader

b. Minibar counter dengan minibar lengkap baik minuman beralkohol maupun tidak beralkohol

c. Kinchenette, dapur kecil, berserta alat-alat memasak

d. Sedang di kamar mandi ditambah dengan hand and hair dryer e. Bath robe atau handuk berbentuk kimono digunakan setelah mandi

5. President Suite room (Presidential), umumnya hotel memiliki satu president suite room, dapat berbentuk duplex, terdiri dari dua lantai (atas-bawah dengan tangga penghubung) dapat juga berada disatu lantai. Kamar ini juga memiliki fasilitas duakali dari Execuitve room atau dapat juga merupakan Yunior suite room dengan Executive room, sehingga kamarnya luas dengan double bed room bahkan Living room dan dapat menampung 30-50 orang. Kamar ini biasa dipakai oleh keluarga maupun tamu VIP yang disertai ajudannya.

Referensi

Dokumen terkait

atau tamu tidak menjawab,kirim permintaan maaf dari Exeutive Housekeeper bahwa Room Boy berniat membersihkan kamar tapi status DD dan jam berapa kira-kira kamar

Kotler dan Armstrong (1994:413) kalau perusahaan telah memutuskan segmen pasar mana yang akan dimasuki, mereka harus memutuskan “posisi” mana yang inggin ditempati

Persentase tingkat hunian kamar inidihitung dengan membandingkan jumlah kamar yang dihuni oleh tamu yang membayar dan yang tidak membayar atau gratis yang digunakan dengan

Room Boy/Maid adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kebersihan kamar, oleh karena itu seorang Room Boy/Maid dalam membersihkan kamar harus benar-benar membersihkan

pada saat tamu sebelum menginap pada kamar yang telah dipesan dapat dipastikan bahwa bell boy pengantar tamu bersama dengan tamu mengecek terlebih dahulu fasilitas yang ada di

Hotel bintang dua **: Jumlah kamar standar, minimal 20 kamar kamar suite, minimum 1 kamar, kamar mandi di dalam, luas kamar standar, minimum 22 m2 , luas kamar suite, minimum 44 m2

Menurut Sugiarto 1996 Cafe adalah suatu usaha di bidang makanan yang dikelola secara komersial yang menawarkan pada para tamu makanan atau makanan kecil dengan pelayanan dalam suasana

Dengan demikian berarti meja tersebut tidak bisa kita jual dengan segera, tetapi jika waktu yang digunakan untuk melayani tamu tersebut bisa lebih cepat, maka tamu akan lebih cepat