• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.1. Kesimpulan

Dari serangkaian analisa dan penelitian di atas, penulis berkesimpulan bahwa:

1. Toyota Production System dapat digunakan dan efektif diterapkan pada bidang usaha garment manufacturing, terutama dalam meningkatkan kinerja operasional.

2. Toyota Production System secara singkat diartikan sebagai pengurangan pemborosan (waste reduction) dan pemberdayaan SDM.

3. Untuk menjadi organisasi pembelajaran, BBI dapat menggunakan TPS sebagai pedoman.

5.2. Rekomendasi

Untuk mempercepat proses transformasi BBI menjadi sebuah organisasi pembelajaran dan pencapaian operational excellence, inisiatif berikut disarankan untuk dilaksanakan secara terencana:

5.2.1 Melakukan kampanye Quality Control Circle (QCC)

Dalam struktur organisasi seperti gambar 5.1, tidak mungkin sebuah organisasi dapat mencapai statusnya sebagai Learning Organization tanpa inisiatif untuk merubah manusia-manusianya menjadi penggagas kreatif yang terstruktur. Hal ini sesuai sekali

(2)

dengan TPS house dimana jantung dari pertumbuhan sebuah organisasi adalah continuous improvement.

Mengenai hal ini penulis menyarankan PT BBI untuk mencanangkan program QCC ini secara sistematis dan dikaitkan dengan penilaian karya dari karyawan / grup bersangkutan.

GROUP LEADER

GROUP LEADER

GROUP LEADER

GROUP LEADER

GROUP LEADER CUTTING

SUPERVISOR

FINISHING SUPERVISOR SEWING

SPV

SEWING SPV

SEW NG SPV

Gambar 5.1 Struktur Organisasi yang Umum Terdapat pada Industri Garmen

I OPERATIONAL DIRECTOR

FACTORY MANAGER

SEWING SECTION HEAD

(3)

Proses pelaksanaan QCC ini dapat melalui cara sebagai berikut:

1. Setiap bulan sekali antara kepala regu melakukan rapat singkat dengan para operator. Pada pertemuan ini dikumpulkan semua tanggapan dan saran atas permasalahan yang muncul sehari-hari. Saran-saran tersebut dirangkum dan diberikan nama pencetusnya. Hasil pertemuan ini diserahkan kepada penyelia masing-masing.

2. Langkah selanjutnya adalah pertemuan lanjut antara penyelia dan kepala seksi penjahitan. Dalam pertemuan ini, dibahas permasalahan yang paling membebani perusahaan dari segi biaya dan mengurangi kepuasan pelanggan. Dalam pertemuan ini dibuat laporan tertulis secara komprehensif yang di dalamnya terdiri dari data-data pendukung dan sebagainya.

3. Langkah terakhir adalah manajer pabrik bersama dengan direktur operasional memilih dan menyetujui langkah-langkah perbaikan yang dipresentasikan oleh penyelia / kepala seksi. Bagi grup / individu yang terpilih idenya mendapatkan angka tambahan pada penilaian karya tahunannya.

5.2.2. Membuat pemetaan skill operator (Cross-trained)

Langkah strategis selanjutnya adalah meningkatkan kemampuan individu di lapangan. Seperti diketahui, bahwa proses produksi terdiri dari sekian proses yang memerlukan keahlian tangan operator jahit. Tantangan besar yang dihadapi pada masa datang adalah mencapai efisiensi tinggi dengan jumlah manusia seoptimal mungkin dengan lot produksi yang sangat sedikit dan perubahan desain yang cepat.

(4)

Hal ini tidak mungkin tercapai apabila operator tidak multi skilled. Idealnya seorang operator harus mampu menguasai >5 proses.

Attach left placket

Hem bottom

Stitch down collar tape

Serge placket

end Operator's

Name Weight 3 2 5 1

Lili 2 2 2 2 22

Lisa 1 2 1 2 1

Angel 2 2 2 3 2

Alika 2 3 1 2 18

Michelle 3 3 1 3 22

Natasha 1 2 3 3 2

Natalia 2 2 3 3 28

Shanie 1 1 1 2 1

Donny 1 2 1 2 1

Alex 2 2 1 2 1

Process Name

4 3

5

3 4 7 Total

>=20 considered Multiskilled

scale 1-3

Dari tabel di atas dapat ditentukan siapa saja yang tergolong multi skill dan dapat diputuskan perbedaan kompensasi yang diberikan dan jadwal pelatihan yang harus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Pelatihan dilakukan di ruang tersendiri seperti ruang kelas dengan materi pelajaran teori dan praktek. Pada saat kelulusan, karyawan dapat diberikan sertifikat dan diberikan fasilitas tambahan.

5.2.3. Investasi CAD di bagian manufaktur

Rekomendasi ini selayaknya dipertimbangkan walaupun memakan biaya tidak kecil. Keuntungan yang didapatkan dari investasi CAD di manufaktur adalah terjaganya kualitas / integritas ukuran baju, menghemat waktu proses dari konsep ke lantai produksi, dan meminimalisir kesalahan manusia.

Tabel 5.1 Contoh Tabel Pemetaan Keahlian Operator

(5)

SEWING SECTION

Investasi Ketiga (US$ 100.000 per line)

CUTTING SECTION

SAMPLE ROOM

Pembuatan

pola dasar

Pembuatan ple sam

o Proses Grading

Penyusunan marker

Penggelaran

Pem tongan

Penomoran

Proses penempelan

Penjahitan

Pengepakan

Investasi Pertama (US$ 30.000)

Investasi Kedua

(US$ 100.000-150.000)

Gambar 5.2 Ilustrasi Tahapan Investasi Teknologi di Manufaktur Garmen

(6)

Dalam dunia industri garmen terdapat dua nama besar untuk solusi ini, yaitu Gerber Garment Technology (GGT) dari Jerman dan Lectra dari Perancis.

1. Investasi minimal sebesar kurang lebih US$ 30.000,- untuk sample room (lihat gambar 5.2)

2. Kalau memungkinkan pada seksi pemotongan juga diaplikasikan teknologi untuk penggelaran dan pemotongan (kurang lebih US$ 100.000 – US$ 150.000)

3. Terakhir investasi untuk meminimalisir handling di bagian penjahitan dengan teknologi hanger system (US$ 100.000 per jalur produksi).

Yang perlu digarisbawahi adalah implementasi teknologi ini memakan biaya besar dan mungkin efektif untuk mengurangi biaya serta meningkatkan kualitas. Akan tetapi ada kecenderungan mengurangi fleksibilitas. Di lain pihak, filosofi TPS juga meyakini bahwa teknologi tidak harus canggih/berlebihan, karena strategi terbaik untuk berkembang dan menurunkan biaya adalah kreativitas manusia yang berkualitas.

5.2.4. Standar operasi sebagai dasar perencanaan alokasi sumber daya

Sesuai dengan salah satu filosofi TPS, yaitu heijunka yang berarti proses yang berimbang (tidak berat sebelah), maka perlu adanya sebuah standar tertentu yang menjadi tolok ukur dalam proses produksi dalam kaitannya dengan alokasi sumber daya manusia dan teknologi (mesin).

Proses pembuatan standar ini terbagi dalam empat tahap penting:

(7)

1. Penentuan kebutuhan produksi

Contoh:

Kebutuhan = 1000 potong per hari

Jam kerja = 8 jam per hari = 28.800 detik 2. Pemecahan proses dengan flow-chart

Interlining Right Placket

Front Body

5 Attach right placket

Edgestitch right placket

Fuse interlining to right placket

4 1

Fold right placket

3

Hem Bottom

2

Gambar 5.3 Contoh Sederhana Pemecahan Proses dengan Flowchart

3. Pembuatan deskripsi operasi

(8)

NO. Operation Type of Machine

Net Operation time (sec.)

Allowance ratio (%)

Standard Operation

(sec.)

Daily output

(pcs)

No. of machine/

workers

1 Hem Bottom

2-needle cylinderbed interlockstitch machine

13 30 16.9 1704 0.59

2 Fuse Right

Placket Fusing press 10 15 11.5 2504 0.40

3 Fold Right

Placket Electric steam iron 25 15 28.8 1002 1.00

4

Edgestitch right Placket

1-needle lockstitch

machine 7 30 9.1 3165 0.32

5

Attach Right Placket

1-needle lockstitch

machine 15 30 19.5 1477 0.68

Rumus :

Standard Operation = Net operation time x (1 + allowance ratio) Daily output = 28.800 detik / standard operation

No. of machine/workers = kebutuhan 1000 ptg/hari / daily output Catatan:

Net Operation Time didapatkan dari proses time study dengan sampling sebanyak 20 kali per proses untuk mendapatkan hasil yang akurat.

4. Pengelompokan mesin berdasarkan urutan proses dan kapasitas

Tabel 5.2 Contoh Deskripsi Operasi

Tabel 5.3 Contoh Pengelompokan Mesin

(9)

Type of machine Operation

No. Qty Multiple operation Total

2-needle cylinderbed interlocks 1 0.59 1 SET 1

Fusing press 2 0.4 1 SET 1

Electric steam iron 3 1 1 SET 1

4 0.32

5 0.68

1-needle lockstitch machine no.4+no.5 = 1 SET 1

5. Proses lay-out mesin dan perencanaan SDM

Pada langkah terakhir ini akan didapatkan hasil sebagai berikut:

Kebutuhan = 1000 potong per hari

Jam kerja = 8 jam per hari = 28.800 detik

Misalkan jumlah total standard operation (tabel 5.2) yang diperlukan untuk desain bersangkutan adalah sebesar 34,4 menit dan jumlah mesin yang dibutuhkan pada tabel 5.3 adalah sebanyak 39, maka:

Jumlah operator = 1000 potong / 34.4 menit = 30 orang

Jumlah mesin = 39 unit

Maka rasio Manpower vs Machine yang ideal adalah : 30/39 = 0.77

Gambar

Gambar 5.1 Struktur Organisasi yang Umum Terdapat  pada Industri Garmen
Tabel 5.1 Contoh Tabel Pemetaan Keahlian Operator
Gambar 5.2 Ilustrasi Tahapan Investasi Teknologi di  Manufaktur Garmen
Gambar 5.3 Contoh Sederhana Pemecahan Proses  dengan Flowchart
+2

Referensi

Dokumen terkait

Semua sekolah/madrasah sudah melakukan pengelolaan perencanaan secara efektif dalam hal penyusunan program kerja sesuai dengan kondisi kebutuhan strategis,

Pada perencanaan penggunaan media Time Line Chart Wayang dengan penerapan metode STAD tersebut peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai

Untuk mewujudkan pelayanan taksi yang lebih baik di masa yang akan datang, kelengkapan Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan oleh pemerintah harus diperhatikan dan dilengkapi

Polri dan TNI juga perlu segera menindaklanjuti penyelidikan terhadap aparat Polri dan TNI serta pihak-pihak yang melakukan tindakan berlebihan pada kerusuhan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa mutu layanan pembelajaran anak usia dini ditunjang oleh beberapa faktor diantaranya sesuai dengan hasil penelitian

Salah satu ciri yang dapat dijadikan pedoman keberhasilan dalam pembelajaran tentang koperasi melalui penerapan model cooperative learning tipe NHT, dalam rencana

Untuk mempercepat dalam mengalokasikan peluang bisnis maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat karyawan memiliki kemampuan yang beragam (multi skill)

MKK Fakultas, MKPP, dan MKKP, mengenai merancang stimulasi berfikir sesuai dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik (Memotivasi peserta didik) dan