• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. PENGUJIAN. Gambar4.1. PLC FESTO FC30

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. PENGUJIAN. Gambar4.1. PLC FESTO FC30"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pengujian terhadap Modul Editor bertujuan untuk mengetahui apakah Modul Editor sudah layak operasi atau belum. Melalui pengujian ini, akan diketahui ada tidaknya bug atau error pada Modul Editor. Pengujian pada Modul Editor meliputi tiga kategori uji, yaitu :

1. Penanganan Kesalahan {Error Handling).

2. Perpindahan Antar Mode (Modes Switching).

3. Pengubahan Parameter (Parameter Editing).

Masing-masing kategori di atas akan dibagi lagi dalatn beberapa sub- kategori. Untuk kompabilitas Modul Editor terhadap PLC FESTO, masing-masing pengujian akan dilakukan terhadap tiga tipe PLC FESTO, yaitu FC30, FC34, dan FC640.

Gambar4.1. PLC FESTO FC30

62

(2)

Gambar4.2. PLC FESTO FC34

Gambar 4.3. PLC FESTO FC640

(3)

Semua pengujian tadi akan dilakukan masing-masing dalam empat mode yang ada pada Modul Editor, yaitu User Mode, Command Interpreter Mode, Monitor Mode dan User Monitor Mode. Koiom-kolom yang diberikan tanda (V) merupakan tanda bahwa percobaan tersebut berhasil dan apabila diberi tanda (X) berarti percobaan tersebut gagal.

4.1. Penanganan Kesalahan (Error Handling)

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan kesalahan pada Modul Editor. Dengan pengujian ini akan diketahui ada tidaknya bug pada software Modul Editor.

Kategori Error Handling ini akan dibagi dalam dua sub-kategori lagi, masing-masing adalah.

1. Kesalahan Masukan (Input Error).

2. Kesalahan Koneksi (Connection Error).

Keberhasilan pengujian di sini berarti bahwa alat (Modul Editor) merespon kesalahan dengan baik, dan kesalahan tidak membuat alat menjadi macet {hang/stuck). Kegagalan pengujian disini berarti alat (Modul Editor) tidak dapat merespon kesalahan yang terjadi sehingga menyebabkan alat menjadi macet (hang/stuck).

4.1.1. Kesalahan Masukan (Input Error)

Pengujian terhadap kesalahan masukan akan dilakukan terhadap tiga mode saja, yaitu User Mode, CIMode clan User Monitor Mode. Sebab hanya tiga mode ini saja yang membutuhkan masukan (input), sedangkan Monitor Mode tidak membutuhkan masukan (input).

Yang dimaksud dengan kesalahan masukan di sini adalah kesalahan yang diakibatkan masukan yang tidlak sesuai dengan tata cara penulisan (syntcvc). Untuk kesalahan tata cara penulisan (syntwc) hanya CI Mode yang diujikan. Kolom- kolom yang diberikan tanda (V) merupakan tanda bahwa percobaan tersebut berhasil dan apabila diberi tanda (X) berarti percobaan tersebut gagal.

(4)

Tabel 4.1. Hasil Pengujlan Kategori Error Handling Sub-Kategori Input Error (Syntax Error)

Gambar 4.4. Syntax Error padta CI Mode

(5)

Tabel 4.2. Input Pengujian Syntax Error Input

Modul Editor

Respon Modul

Editor Pengujian Keterangan

500

58.32

R

R 500

ACCESS ERROR FW

FW 58.32

ACCESS ERROR

Syntax Error

Register PLC FESTO hanya sampai 255

Flag Word tidak dapat diakses dalam bit

Pengujian syntax error, dilakukan dengan memasukkan input dengan tata cara penulisan yang salah ke Modul Editor sebanyak sepuluh kali untuk masing- masing tipe PLC FESTO. Input yang dimasukkan dilakukan pada operand yang berbeda-beda. Contoh input pengujian dapat dilihat padla table 4.4.

Dari hasil pengujian, terlihat bahwa Modul Editor mampu merespon dengan baik terhadap kesalahan input yang yang diberikan sehingga tidak membuat alat ini macet Modul Editor akan langsung menampilkan pesan kesalahan pada layar LCD dan kembali ke kondisi terakhir sebelum kesalahan terjadi.

4.1.2. Kesalahan Koneksi (Connection Error)

Pengujian terhadap kesalahan koneksi akan dilakukan terhadap semua mode yang ada di Modul Editor, yaitu User Mode, CI Mode, Monitor Mode dan

User Monitor Mode.

Yang dimaksud dengan kesalahan koneksi di sini adalah kesalahan yang diakibatkan oleh koneksi yang terputus (dari PLC) sebelum atau selama proses kerja berlangsung (no connection). KLesalahan juga dapat terjadi karena tidak siapnya atau tidak meresponnya PLC karena berbagai hal, misalnya kesalahan program atau PLC rasak dan sebagainya (PLC not responding). Kolom-kolom yang diberikan tanda (V) merupakan tanda bahwa percobaan tersebut berhasil dan apabila diberi tanda (X) berarti percobaan tersebut gagal.

(6)

Tabel 4.3. Hasil Pengujian Kategori Error Handling Sub-Kategori Connection Error (No Connection)

Tabel 4.4. Hasil Pengujian Kategori Error Handling Sub-Kategori Connection Error (PLC Not Responding)

Gambar 4.5. Connection Error (No Connection)

(7)

Gambar 4.6. Connection Error (PLC Not Responding)

Pengujian no connection dilakukan dengan tidak menyambungkan kabel serial ke PLC, pada waktu Modul Editor mencoba melakukan koneksi dengan PLC. Percobaan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak sepuluh kali untuk masing-masing tipe PLC FESTO. Sedangkan pada pengujian PLC not responding dilakukan dengan memutuskan hubungan antara Modul Editor dan PLC secara tiba-tiba, pada waktu Modul Editor sedang menjalankan perintah. Pengujian juga dilakukan dengan menon-aktifkankan port external PLC (port yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Modul Editor) pada waktu Modul Editor sedang menjalankan perintah. Hal ini juga dilakukan sebanyak sepuluh kali untuk masing-masing tipe PLC FESTO.

Dari hasil pengujian, terlihat bahwa Modul Editor mampu merespon dengan baik terhadap kesalahan koneksi yang diujikan. Kondisi PLC yang tidak siap atau belum terhubung dengan Modul Editor tidak membuat alat ini menjadi macet. Modul Editor akan menampilkan pesan kesalahan dan menunggu user untuk melakukan koneksi ulang pada saat PLC telah siap. Koneksi ulang ini dapat dilakukan dengan menekan tombol CAN pada keypad. Demikian pula bila

(8)

koneksi antara PLC dan Modul Editor terputus tiba-tiba. Modul Editor akan langsung menampilkan pesan kesalahan pada layar LCD dan menunggu user untuk melakukan koneksi ulang dengan PLC.

4.2. Perpindahan Antar Mode (Modes Switching)

Tidak ada sub-kategori untuk pengujian ini. Pengujian dikatakan berhasil bila perpindahan antar mode berhasil dan Modul Editor tetap stabil (tidak hang).

Pengujian dikatakan gagal bila perpindahan antar mode tidak berhasil atau menyebabkan Modul Editor tidak stabil (atau hang). Kolom-kolom yang diberikan tanda (V) merupakan tanda bahwa percobaan tersebut berhasil dan apabila diberi tanda (X) berarti percobaan tersebut gagal.

Tabel 4.5. Hasil Pengujian Kategori Modes Switching (User Mode)

Tabel 4.6. Hasil Pengujian Kategori Modes Switching (CI Mode)

Tabel 4.7. Hasil Pengujian Kategori Modes Switching (Monitor Mode)

(9)

Tabel 4.8. Hasil Pengujian Kategori Modes Switching (User Monitor Mode)

Pengujian modes switching dilakukan dengan memindahkan tombol DIP switch sesuai dengan perpindahan mode yang ingin diujikan. Pengujian dilakukan pada masing-masing tipe PLC FESTO sebanyak sepuluh kali.

Dari hasil pengujian, terlihat bahwa Modul Editor mampu melakukan perpindahan mode dengan baik sesuai dengan keinginan user. Modul Editor langsung melakukan perpindahan mode begitu user menggeser posisi DIP switch tanpa haras me-reset alat ini. Tidak dijumpai adanya kesalahan pada waktu pengujian modes switching ini, Modul Editor tetap berfimgsi dengan baik sebelum atau sesudah berpindah mode.

4.3. Pengubahan Parameter (Parameter Editing)

Tidak ada sub-kategori pada pengujian itii. Pengujian terhadap pengubahan parameter akan dilakukan terhadap tiga mode saja, yaitu User Mode, CI Mode dan User Monitor Mode. Sebab hanya tiga mode ini saja yang membutuhkan masukan {input), sedangkan Monitor Mode tidak membutuhkan masukan (inpuf).

Pengujian dianggap berhasil apabila nilai dari parameter yang diuji, berubah sesuai dengan masukan yang kita berikan. Pengujian dianggap gagal bila nilai dari parameter yang diuji, tidak berubah sesuai dengan masukan yang diberikan. Kolom-koiom yang diberikan tanda (V) rnerupakan tanda bahwa percobaan tersebut beirhasil dan apabila diberi tanda (X) berarti percobaan tersebut gagal.

(10)

Tabel 4.9. Hasil Pengujian Kategori Parameter Editing

Gambar 4.7. Parameter Editing pada Command Interpreter Mode

Gambar 4.8. Parameter Editing pada User Mode

(11)

Tabel 4.10. Input Pengujian Parameter Editing Input

Modul Editor

Respon Modul

Editor Pengujian Keterangan

200

500

FW 25 0 FW 25 0 200 R 75 35 R 75 35 500

Parameter Editing

Mengubah nilai Flag Word 25 dari 0 menjadi 200 (CI Mode)

Mengubah nilai Register 75 dari 35 menjadi 500

(CI Mode)

256

1000

SATU 1 SATU 1 256 LIMA 5 LIMA 5 1000

Parameter Editing

Mengubah nilai pararneter SATU dari 1 menjadi 256 (User

Mode)

Mengubah nilai parameter LIMA dari 5 menjadi 1000 (User Mode)

512

99

SATU 256 SATU 256 512 LIMA

1000 LIMA 1000 99

Parameter Editing

Mengubah nilai parameter SATU dari 256

menjadi 512 (User Monitor Mode)

Mengubah nilai parameter LIMA dari 1000

menjadi 99 (User Monitor Mode)

Pengujian parameter editing dilakukan dengan memasukkan input ke Modul Editor untuk mengubah nilai parameter (User Mode dan User Monitor

(12)

Mode) dan nilai operand (CI Mode) sebanyak sepuluh kali untuk masing-masing tipe PLC FESTO. Input yang dimasukkan ke Modul Editor berbeda-beda. Contoh input pengujian dapat dilihat pada tabel 4.28.

Dari hasil pengujian, terlihat bahwa Modul Editor mampu melakukan pengeditan nilai parameter (User Mode dan User Monitor Mode) maupun nilai operand (CI Mode) dengan baik. Modul Editor langsung mengakses memori PLC tempat parameter maupun operand yang akan diedit dan mengubah nilainya sesuai dengan keinginan user. Setelah itu Modul Editor menampilkan hasil pengeditan tersebut dan menunggu perintah user berikutoya.

Gambar

Gambar 4.3. PLC FESTO FC640
Tabel 4.1. Hasil Pengujlan Kategori Error Handling Sub-Kategori Input Error (Syntax Error)
Tabel 4.2. Input Pengujian Syntax Error Input
Tabel 4.4. Hasil Pengujian Kategori Error Handling Sub-Kategori Connection Error (PLC Not Responding)
+6

Referensi

Dokumen terkait

KATA PENGANTAR Bissmilahirahmannirahim Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan anugrahnya sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat untuk

Dengan menggunakan nilai forgetting factor 0,03125, maka akan dihasilkan sinyal keluaran seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.15.. Gambar 4.15 Bentuk Sinyal Keluaran

Bidang Bisnis Jasa keuangan, Ritel dan Properti dipimpin oleh Deputi Bisnis Jasa Keuangan, Ritel dan Properti, yang bertanggung jawab kepada Ka. Deputi Bisnis Jasa

Penelitian ini akan menawarkan solusi berupa konsep sistem pengendali dan pengawasan regulasi BBM bersubsidi yang lebih praktis dan aman menggunakan Surat Ijin

Lembaran kertas yang telah terbentuk di forming section selanjutnya masuk ke bagian pressing yang dilakukan secara bertahap melewati pick up roll untuk kemudian

Program pengembangan ini sesuai dengan metode fundraising indirect funraising (tidak langsung) perspektif Pedoman Manajemen Pengelolaan Zakat Direktorat Pemberdayaan

Fungsi-fungsi ini dijalankan oleh perangkat Gampong yaitu Keuchik ( Keuchik istilah peraturan daerah ), Teungku Sago/Waki Teungku (Imeum Meunasah istilah

Kepala sekolah dengan kecerdasan spiritual yang tinggi akan mampu m enjalankan nilai-nilai moral yang diambil dari tindakan etis Tuhan Yang Maha Esa terhadap