3.1. Jenis dan Gambaran Populasi Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode causal research yaitu penelitian yang menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat disamping mengukur kekuatan hubungannya. Metode kausal satu arah dimana dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi bunga efektif.
Penelitian ini menggunakan kausal satu arah jenis kausal komparatif yaitu variabel bebas merupakan hal yang sudah terjadi dan tidak dikendalikan.
(Kuncoro, 2003, p.10)
Populasi dari penelitian ini adalah bank-bank pemerintah dan bank-bank swasta di Surabaya yang memberikan fasilitas dalam hal Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
3.2. Teknik Penarikan Sampel
Metode penarikan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonprobability sampling jenis Judgment Sampling (purposive sampling) artinya tidak seluruh anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel dan anggota sampel dipilih yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Kriteria yang ditetapkan dalam penelitian oleh peneliti yaitu:
1. Bank pemerintah dan bank swasta di perbankan Surabaya yang menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
2. Bersedia memberikan informasi mengenai data yang dibutuhkan secara lengkap
Maka diperoleh 5 bank pemerintah dan 5 bank swasta yang dijadikan sampel yaitu:
Bank Swasta : Bank Niaga, Bank Lippo, Bank Danamon, Bank Central Asia (BCA) dan Bank NISP
Bank Pemerintah : Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri dan Bank Bumiputera
3.3. Definisi Operasional
KPR (Kredit Pemilikkan Rumah) adalah fasilitas pendanaan oleh bank untuk kepemilikkan properti dimana pendanaan tersebut akan dibayar kembali oleh debitur dengan cara mengangsur kepada bank tersebut. Masing-masing bank menawarkan sistem pembayaran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang berbeda- beda antar bank. Berdasarkan perbedaan sistem pembayaran KPR tersebut dapat dihitung bunga riil (bunga efektif) yang sebenarnya ditanggung konsumen. Bunga efektif dipengaruhi oleh nominal pinjaman, periode pinjaman, tarif suku bunga kredit, finance charge dan penalti yang dikenakan bank.
Untuk menjabarkan variabel yang sudah diklasifikasikan, maka perlu definisi operasional dan pengukuran masing-masing variabel sebagai berikut:
a) Nominal pinjaman (X1)
Yaitu jumlah uang yang dipinjamkan oleh pemberi pinjaman.
b) Prepayment penalty (Penalti) (X2)
yaitu suatu biaya tambahan yang harus dibayar oleh peminjam jika semua atau sebagian dari pinjaman dilunasi sebelum jatuh temponya
c) Bunga atas pinjaman (bunga nominal) (X3)
Adalah bank layak untuk memungut bunga atas pinjaman (uang) yang diberikan kepada nasabahnya karena bank telah berkorban dan telah menyediakan dana untuk keperluan nasabah sehingga bank tidak dapat menggunakan dana (memutar dana) untuk menutup kebutuhan yang lain.
d) Finance charge (X4)
setelah pinjaman kredit disetujui oleh bank maka debitur harus melunasi biaya-biaya awal setelah terikat kontrak perjanjian kredit dengan bank (finance charge) yang terdiri dari: biaya provisi, biaya administrasi, biaya asuransi kebakaran, biaya asuransi jiwa, biaya appraisal dan biaya notaris.
a) Bunga Efektif (Y)
Pada umumnya sistem bunga efektif sama dengan perhitungan dengan sistem anuitas tapi pada sistem bunga efektif angsurannnya dihitung dari saldo KPR bulanan sehingga tiap bulan bunga yang dibayar berubah sesuai saldo KPR.
Dimana sistem bunga efektif akan lebih rentan terhadap fluktuasi bunga pasar.
Kalau bunga pasar naik maka cicilan KPR bulan berikutnya akan langsung naik. Sistem bunga efektif cocok untuk konsumen berpenghasilan fleksibel seperti pedagang, profesional atau karyawan.
3.4. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data
Pengambilan data primer dalam penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode survey ke bebarapa bank yang memberikan fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di Surabaya dengan cara memberikan kuesioner dan melakukan wawancara ke beberapa instansi terkait. Sedangkan untuk metode pengambilan data sekunder diperoleh dari artikel-artikel media cetak dan melalui beberapa situs di internet
3.5. Teknik Analisa
Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Time value of money yang dihitung dengan menggunakan program Microsoft Excel dimana dalam penelitian ini kita akan menganalisa dan membandingkan sistem perhitungan pembayaran KPR beberapa bank di Surabaya.
Dalam perhitungan bunga efektif masing-masing bank diasumsikan:
a. Jangka waktu angsuran setiap bank ditetapkan selama 10 tahun dan 15 tahun.
b. Dilakukan pelunasan sebelum jatuh tempo yaitu pada tahun pertama dan tahun ke-5 sehingga dikenakan penalti.
c. Dalam perhitungan ditetapkan:
Lokasi perumahan di Sidoarjo yaitu Perumahan Milanos Park dengan tipe rumah Espresso.
Harga Jual rumah : Rp. 453.000.000,-
Luas Tanah / Luas Bangunan : 200 m²/ 98m² Harga tanah per m2 adalah Rp.1.100.000 Umur debitur 25 tahun
Dalam perhitungan bunga efektif tahapan-tahapan perhitungan yang dilakukan:
a. Mencari pinjaman awal.
Rumus yang digunakan untuk mencari pinjaman awal yaitu:
Pinjaman awal = Pendanaan * Harga jual rumah b. Menghitung angsuran.
Untuk menghitung angsuran rumus yang digunakan:
PMT =
1 ) 1 (
) 1 (
* *
− +
+
n n
i i
PV i
Keterangan:
PV = PV yang digunakan berasal dari besarnya pinjaman awal i = Bunga nominal yang ditetapkan bank per bulan
n = Periode pinjaman (dalam bulanan) PMT = Angsuran per bulan
c. Menghitung PV efektif.
Untuk menghitung angsuran rumus yang digunakan:
PV efektif = Pinjaman awal – Total finance charge d. Menghitung bunga efektif:
PV = PMT* (MPVIFA, i%, n)
Keterangan :
MPVIFA = PV dari PMT (PV efektif)
= i
PMT i )n
) 1 ( 1 1 (
* − +
PV = PV yang digunakan PV efektif n = Periode pinjaman (dalam bulanan) PMT = Angsuran per bulan
e. Mencari sisa hutang setelah terkena penalti:
PV dari cicilan terhutang =
i
PMT i )n
) 1 ( 1 1 (
* − +
Keterangan:
i = Bunga nominal yang ditetapkan bank per bulan n = Sisa periode pinjaman (dalam bulanan)
PMT = Angsuran per bulan
f. Menghitung penalti yang dikenakan oleh bank.
Rumus yang digunakan untuk menghitung penalti:
Penalti = Besarnya penalti * PV dari cicilan terhutang g. Menghitung FV.
Rumus yang digunakan untuk menghitung FV:
FV = PV dari cicilan terhutang + penalti h. Mencari bunga efektif setelah penalti:
PV = PMT* (MPVIFA, i%, n) + (Loan Balance + penalty) *
(MPVIF, i%, n)
Keterangan:
MPVIF = FV dari PMT (PV dari cicilan terhutang + penalti)
= i
i PMT*(1+ )n −1
n = Periode pelunasan (dalam bulanan) PMT = Angsuran per bulan
2. Menggunakan analisa regresi linier berganda dengan model sebagai berikut:
Y1 = a+ b1 X1 + b2 X2+ b3 X3+ b4 X4 + e Keterangan:
Y : Bunga efektif (dependent variable) X1 : Nominal pinjaman
X2 : Periode pinjaman X3 : Bunga nominal X4 : Finance charge X5 : Penalti
a : konstanta (intercept)
b : slope atau kemiringan atau koefisien dari variabel bebas ke n
e : Residual atau standard error
Langkah-langkah yang akan dilakukan:
1. Melakukan uji t
Untuk menguji apakah nominal pinjaman, periode pinjaman, tarif suku bunga kredit (bunga nominal), finance charge dan penalty berpengaruh signifikan secara parsial terhadap bunga riil (bunga efektif) maka digunakan uji t. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Merumuskan Hipotesis statistic Ho : b1=0, berarti nominal pinjaman, periode pinjaman, tarif suku bunga kredit (bunga nominal), finance charge dan penalty tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap bunga efektif.
Ha : b1# 0, berarti nominal pinjaman, periode pinjaman, tarif suku bunga kredit (bunga nominal), finance charge dan penalty berpengaruh signifikan secara parsial terhadap bunga efektif.
b. Menentukan level of significant ( α ) sebesar 5%
c. Menentukan besarnya t hitung dari dengan rumus:
T
hitung = bi – (βi)se(
bi)Keterangan:
bi = Koefisien variabel ke-i
βi = Parameter ke-i yang di hipotesiskan se(bi) = Kesalahan standar bi
d. Menentukan daerah penilaian hipotesa.
1. Apabila
t
hit < -t α/2,n ataut
hit > t α/2,n maka kesimpulannya Ho ditolak, sedangkan jika -tα/2,n ≤ tα/2≤ +tα/2, maka kesimpulannya gagal tolak Ho.2. Melakukan uji F
Untuk menguji apakah nominal pinjaman, periode pinjaman, tarif suku bunga kredit (bunga nominal), finance charge dan penalty berpengaruh signifikan secara serempak terhadap bunga riil (bunga efektif) maka digunakan uji F. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Merumuskan hipotesis statistik
Ho : b1= b2= b3= b4=0, berarti nominal pinjaman, periode pinjaman, tarif suku bunga kredit (bunga nominal), finance charge dan penalty tidak berpengaruh signifikan secara serempak terhadap bunga efektif.
Ha : b1# b2# b3# b4# 0, berarti nominal pinjaman, periode pinjaman, tarif suku bunga kredit (bunga nominal), finance charge dan penalty berpengaruh signifikan secara serempak terhadap bunga efektif.
b. Menentukan level of significant ( α ) sebesar 5%
c. Menentukan besarnya F hitung dari dengan rumus:
F hitung = Σ(Ϋ - Ŷ)²/ (k-l) Σ(Y – Ϋ )²/ (n – k)
Keterangan:
Y = Nilai pengamatan
Ŷ = Nilai rata-rata pengamatan
Ϋ = Nilai Y yang ditaksir dengan model regresi n = Jumlah pengamatan atau sampel
k = jumlah variabel independent
d. Membandingkan F hitung dengan F tabel
• Jika F hitung < F tabel, maka Ho gagal ditolak.
• Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak.
3. Pada model persamaan regresi linier berganda ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi, penyimpangan asumsi klasik yang terjadi tersebut antara lain:
1. Autokorelasi
Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi perlu dilakukan pengujian Durbin Watson (DW) dengan ketentuan (Santoso, p.219) sebagai berikut:
a. Angka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif b. Anga D-W di antara -2 sampai dengan +2 berarti tidak ada
autokorelasi
c. Angka D-W berada di atas +2 berarti ada autokorelasi negatif
2. Multikolinearitas
Multikolinearitas berarti ada hubungan linier yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel independen dari model regresi. Cara pendeteksiannya adalah bila VIF (Variance Inflation Factor) nilainya lebih kecil daripada 10 maka tidak terjadi multikolinearitas sedangkan bila nilainya lebih besar daripada 10 maka terjadi multikolinearitas (Sulaiman. 2004, p.17)
3. Homoskedasitas
Dalam uji heteroskedasitas, pengujian dilakukan dengan uji grafik scater plot, bila pada grafik scater plot titik menyebar secara acak baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedasitas pada suatu model regresi (Sulaiman. 2004, p.17)
4. Normalitas
Salah satu cara mengecek kenormalitasan adalah dengan plot Probabilitas Normal, di mana masing-masing nilai pengamatan dipasangkan dengan nilai harapan pada distribusi normal.
Normalitas terpenuhi apabila titik-titik (data) terkumpul di sekitar garis lurus (Sulaiman. 2004, p.17)