Embun Pagi
March 27, 2014
Setiap prajurit butuh seragam
Krisis di Crimea yang semakin memanas sepertinya akan mengundang perang dingin berikutnya. Tetapi untungnya ketegangan ini tidak membesar dan menjadi perang berdarah. Setiap negara mempunyai kekuatan militer masing- masing untuk mempertahankan negara itu sendiri dari serangan luar. Hal ini mendorong sebuah negara untuk mengalokasikan sebagian dari anggaran tahunan untuk militer mereka.
Sebagai produsen seragam militer di Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL IJ) berpotensi untuk mendapat keuntungan karena naiknya pengeluaran di bidang militer. SRIL terbukti sebagai salah satu produsen seragam militer terbaik, mengingat fakta bahwa SRIL tengah memasokkan produknya ke 30 negara. Di awal Februari tahun ini, SRIL telah memenangkan pesanan seragam sekitar 2,1 juta dari Jerman dan Malaysia yang bernilai sekitar US$ 23 juta (pesanan tersebut direncanakan akan selesai di pertengahan tahun ini). Selain seragam militer, SRIL juga memproduksi seragam kantoran, benang tekstil, dan busana fashion lainnya. Perseroan mengekspor 70% produknya ke negara lain, dimana 30% dari produk tersebut merupakan seragam militer.
Di delapan hari perdagangan terakhir, saham perusahaan ini telah turun sampai 25% atau Rp205 dibawah harga IPO Rp 240 di 17 Juni 2013. Pada 3Q13, SRIL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,7 trilliun (naik 27,6% YoY) dan laba bersih naik 53,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 243 milyar. Kapasitas perusahaan ini juga diperkirakan naik dua kali lipat tahun ini, yang mana akan membantu pihak manajemen untuk mencapai target bisnis mereka di 2014. (Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahunan masing- masing 20% dan 37%).
Dari perdagangan terakhir, saham SRIL diperdagangkan di P/E 11,8x. Meskipun tekanan untuk menjual tetap ada, kita merekomendasikan investor untuk melakukan strategi bottomfishing.
Betrand Raynaldi SRIL financial performances graph
Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 4,728.2 0.5 2.9 -4.6
MSCI EM 968.2 1.0 0.2 -6.8
HANG SENG 21,887.8 0.7 -4.8 -3.3
KOSPI 1,964.3 1.2 -0.7 -1.5
FTSE 6,605.3 0.0 -2.9 3.2
DJIA 16,269.0 -0.6 1.0 12.4
NASDAQ 4,173.6 -1.5 -1.3 30.2
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.50 0 0 175
3yr 7.48 2 -43 290
10yr 8.22 -1 -19 262
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 11,413.00 0.2 -2.2 17.0
USD/KRW 1,074.84 0.0 0.6 -3.3
USD/JPY 101.84 -0.2 -0.1 8.0
USD/CNY 6.21 0.1 1.2 -0.2
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 100.2 1.1 -1.3 7.7
Gold 1,305.7 -0.5 -2.0 -18.7
Coal 72.9 -0.3 -4.5 -17.1
Palm Oil 925.0 0.3 -1.0 10.2
Rubber 164.7 1.0 6.2 -12.0
Nickel 15,900.0 -1.8 13.9 -3.5
Copper 6,510.0 -1.4 -6.0 -13.4
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000
6,000,000(IDRmn) Sales Gross profit EBITDA Net income
600 800 1,000 1,200
3,000 4,000 5,000 6,000
12/12 05/13 10/13 03/14
(pt) JCI
MSCI EM
(pt)
Local flashes
BUMI: Bayar Rp 5 Triliun, Bakrie Resmi 'Cerai' dengan Asia Resources Minerals.
Pembayaran yang dilakukan Grup Bakrie ini mengakhiri kongsi panjang dengan ARM (dulu bernama Bumi Plc) dan investor asal Inggris, Nathaniel Rothschild. Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/3/2014), dalam rencana perceraian yang disepakati sejak Desember ini, ARM akan melepas 29.2% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kepada Grup Bakrie. Transaksi pemisahan dengan Grup Bakrie ini telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Asia Resources pada 17 Desember 2013.
Syaratnya, Bakrie harus menyetor dana tunai pembelian 29% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Asia Resource senilai US$ 501 juta. (Detik Finance)
MDLN: Laba Bersih MDLN Meroket Sembilan Kali Lipat. Sepanjang 2013, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mencatatkan lonjakan laba bersih hingga hampir 9,5 kali lebih besar dari tahun sebelumnya. Berdasarkan pengumuman resmi perseroan, laba bersih MDLN per akhir September 2013 mencapai Rp 2,45 triliun. Sedangkan, pada 2012, laba bersih MDLN hanya Rp 260,52 miliar. (Kontan)
GJTL: Ekspor lesu, kinerja GJTL menggelinding ke bawah. Mengutip laporan keuangan per akhir Desember 2013, laba bersih GJTL hanya tercatat sebesar Rp 120,33 miliar. Padahal, pada tahun 2012, produsen ban ini mampu mencatat laba bersih hingga Rp 1,13 triliun. Penyebabnya, penjualan bersih perseroan turun tipis dari Rp 12,57 triliun menjadi Rp 12,35 triliun. Penurunan penjualan ini dipicu penjualan ekspor yang sedikit melandai dari Rp 4,53 triliun menjadi Rp 4,07 triliun. Di saat yang sama, beban penjualan meningkat, yakni dari Rp 490,42 miliar menjadi Rp 707,85 miliar.
(Kontan)
UNVR: Pendapatan Unilever Tumbuh 12,6%. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) berhasil meraup pendapatan penjualan sebanyak Rp 30,76 trilliun sepanjang 2013 atau tumbuh sebanyak 12,67% dibandingkan yang diperoleh di 2012 sebanyak Rp 27,3 triliun. Dalam laporan keuangan perseroan yang dirilis Rabu (26/3/2014), emiten produsen kosmetik dan alat rumah tangga itu juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,53% dari Rp 4,84 triliun menjadi Rp 5,35 triliun. (Bisnis Indonesia)
BBRI: BRI Sebar Dividen Rp 6,35 Triliun. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menetapkan dividen atau payout ratio sebesar 30% dari laba bersih tahun buku 2013 atau sekitar Rp 6,35 triliun. Sementara itu, sebesar 21% atau sekitar Rp 4,44 triliun akan digunakan sebagai cadangan guna mendukung investasi. Adapun perseroan menetapkan sebesar 49% atau sekitar Rp 10,37 triliun sebagai laba ditahan dari laba bersih tahun buku 2013 yang sebesar Rp 21,16 triliun. Pada tahun 2010 dividen BRI Rp 93,01 per lembar saham, tahun 2011 Rp 122,28 per lembar saham, tahun 2012 Rp 225,3320 per lembar saham dan tahun 2013 Rp 257,3271 per lembar saham. (Kompas)
GDST: Beban Penjualan Turun, Laba Gunawan Dianjaya Melesat 97,21%. PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST) mencetak laba bersih Rp 91,88 miliar sepanjang tahun lalu atau melonjak 97,21% dari pencapaian 2012 sebesar Rp 46,59 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, Rabu (26/3/2014) perseroan, laba bersih per saham dasar perusahaan baja yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur itu naik dari Rp 6 menjadi Rp 11. (Bisnis Indonesia)
BJTM: Bank Jatim Bagi Deviden Rp605,8 Miliar. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan deviden tunai 73,5% atau Rp 605,8 miliar dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp 824,3 miliar. Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto menguraikan pembagian deviden tunai Rp 605,8 miliar disepakati dalam rapat umum
Technical analysis
Investor sentiment
Komentar President Mario Draghi yang menyatakan bahwa Bank Central Eropa tidak melihat adanya gejala yang bisa memburuk dikarenakan tingkat deflasi menjadi angin segar bagi market eropa yang disambut market asia dengan adanya pengharapan stimulus dari China.
Daily chart
IHSG kembali mengalami kenaikan seperti yang kita perkirakan kemarin, hal ini dapat kita lihat pada chart 1. Indikator stochastic telah melakukan goldencross (lingkaran merah), indicator MACD walaupun masih berada di downtrend area tetapi sudah mulai melandai disertai dengan volume penurunan yang semakin kecil. Jika kita lihat secara Ichimoku tampak bahwa IHSG berada diatas awan yang menandakan bullish trend sedang berlangsung. Garis kuning merupakan garis support saat ini dengan target kenaikan sesuai panah biru yaitu resistance garis hitam. IHSG berada diatas MA 50 dan MA 20.
3-days chart
Pada chart 2 kita akan melihat chart IHSG selama 3 hari perdagangan. Dimana indicator MACD berada di bullish area (kotak hitam), indikator stochastic telah memasuki area overbought (lingkaran merah) serta adanya lonjakan volume pada perdagangan memasuki sesi terakhir. Garis merah yang merupakan garis resistance telah berhasil ditembus bahkan sempat mencapai level tertinggi di 4,744. Peluang panah biru untuk kembali melanjutkan kenaikan dapat terjadi.
Dari analisa kita diatas dapat kita simpulkan bahwa peluang kenaikan dapat terjadi pada perdagangan hari ini.
Chart 1. Daily chart Chart 2. 3-days chart
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
Recommendation Trading Buy
Target price 4,808
Stop-loss 4,650
Close 4,728
Indicator
Stoch GC
MACD DN
PSAR DN
Volume DN
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Stocks on our focus list
PT Astra International Tbk (ASII)
Pergerakan saham ASII dapat kita analisa pada chart 3, dimana indicator stochastic memang telah memasuki area oversold, namun berpeluang untuk goldencross (lingkaran merah), sedangkan MACD telah memberikan sinyal bearish (kotak hitam).
Dari sisi volume tampak bahwa masa penurunan ini juga terjadi pada volume yang juga menyusut (panah biru).
Jika kita melihat posisi harga saat ini terlihat bahwa saham ASII baru saja terlepas dari masa konsolidasi yang cukup panjang (kotak hitam besar), jika kita tarik garis trendline merah sebagai support level pertama maka masih mempunyai peluang untuk ditembus.
Support level berikutnya adalah garis kuning dengan arah penurunan panah biru walaupun potensinya masih relatif kecil. Namun jika berhasil rebound maka target kenaikan panah merah merupakan garis resistance hijau.
Penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) dalam dua bulan pertama tahun ini mencapai 115.277 unit atau naik 11,37% yoy. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ASII mampu menjual 60.454 unit mobil dan menguasai 54% pangsa pasar nasional di bulan Februari. Jumlah itu naik 16% dari periode yang sama tahun lalu. Di bulan Februari tahun lalu, pangsa pasar mobil ASII hanya 50%.
PT Astra International Tbk. Honda Sales Operation Makassar menargetkan layanan segmen purna jual pada tahun ini bakal dapat meraup pendapatan Rp125 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 20% seiring dengan estimasi pertumbuhan enjualan sepeda motor hingga sekitar 50% di wilayah penjualan meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Sinyo Kalangi, Marketing Manager Astra Honda Sales Operation Makassar, mengatakan layanan purna jual meliputi penjualan suku cadang maupun oli resmi sepeda motor Honda.
Recommendation Trading Buy
Target price 7,400
Stop-loss 7,225
Entry price 7,300
Close 7,300
Indicator
Stoch UP
MACD DN
PSAR DN
Volume DN
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Chart 3. ASII
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Saham BBRI pada chart 4 mempunyai indicator stochastic yang telah goldencross (lingkaran merah), sedangkan indicator MACD berada di bearish area (kotak hitam).
Namun volume juga mengalami penurunan seperti yang kita tandai dengan panah biru.
MA 50 tepat berada diposisi harga saat ini begitu juga dengan indikator Ichimoku yang menyatakan bahwa saat ini saham BBRI masih dalam trend bullishnya.
Indikator PSAR masih memberikan sinyal dan harapan untuk kembali mencoba harga di 10,500 yang merupakan harga tertinggi terdekat yang pernah dicapai oleh saham BBRI.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) belum berencana menaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Achmad Baequni, Direktur Keuangan BRI, menyampaikan, pihaknya akan menaikan suku bunga KPR jika bank-bank besar sudah menaikkan bunga rumah. Nah, saat ini bunga KPR BRI bermacam-macam mulai dari 9,5%-10,25%
tergantung dari jenis program. Contohnya ada bunga KPR tetap sebesar 9,5%-10%
untuk 2 tahun, kemudian akan diberikan bunga berjalan setelah masa berlaku program habis
Ambisi Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki anak usaha baru mengalami kemajuan.
Menu utama Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (26/3) esok adalah pembahasan rencana akuisisi BRI. Sofyan Basir, Direktur Utama BRI, mengatakan pihaknya menargetkan tahun ini adalah tahun penggenapan akuisisi. Saat ini BRI telah masuk proses pengkajian. Ada dua objek akuisisi, yakni sekuritas dan asuransi.
Recommendation Trading Buy
Target price 9,500
Stop-loss 9,200
Entry price 9,300–9,400
Close 9,450
Indicator
Stoch GC
MACD DN
PSAR UP
Volume DN
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Chart 4. BBRI
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
Analisa saham PGAS dapat kita lakukan pada chart 5, dimana indicator stochastic saat ini memberikan sinyal goldencross (lingkaran merah). Sedangkan indicator MACD masih berada di bearish area. Volume penurunan juga mengalami penurunan yang signifikan.
Sehingga peluang panah biru pada harga untuk menunjukkan trend kenaikan dapat terjadi.
Dari MA 50 terlihat bahwa harga tepat berada di posisi support level. Jika kita menarik garis low to low maka kita mendapatkan garis merah yang merupakan support level saham PGAS. Sedangkan dari sisi indicator Ichimoku terlihat bahwa saham PGAS berada diatas awan yang mengindikasikan trend bullish.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meresmikan sambungan baru gas rumah tangga dari (PGAS) kepada masyarakat Malaka Jaya Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Dalam sambutannya, Dahlan berharap agar harga gas PGAS tidak terlalu mahal. Pasalnya, dikhawatirkan perusahaan BUMN itu bisa merugi.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung penuh agresi Perusahaan Gas Negara (PGN) memasang satu juta sambungan baru gas alam ke rumah tangga. Menurut Dahlan, ini langkah strategis dalam konteks penghematan negara dan pemanfaatan energi alternatif.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meluncurkan program pemasangan satu juta sambungan gas rumah tangga di seluruh Indonesia. Program yang dikemas dengan tajuk "PGN Sayang Ibu" itu dimulai tahun ini dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa Program PGN Sayang Ibu diluncurkan untuk mempercepat penyaluran gas bumi ke rumah tangga. Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemanfaatan gas bumi merupakan solusi yang paling tepat," ujarnya di Jakarta.
Recommendation Trading Buy
Target price 5,150–5,250
Stop-loss 4,850–4,900
Entry price 4,950–5,025
Close 5,025
Indicator
Stoch GC
MACD DN
PSAR DN
Volume DN
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Chart 5. PGAS
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia
Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Oil price
Note: The latest figure for India is March 24th
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia
Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia 10,800
11,300 11,800 12,300 12,800
3,750 4,000 4,250 4,500 4,750 5,000
12/13 1/14 2/14 3/14
(IDR) (pt)
JCI Composite Index (L) USD/IDR (R)
0.5
-1.9
3.5
-2.4 -0.5
-3.8
2.5
3.8
-6 -4 -2 0 2 4 6
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
72
199
9 2 9
123
-208 332
-16 -29
15
1,395
-500 -100 300 700 1,100 1,500
Korea Taiwan Indonesia Thailand Philippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
90 95 100 105 110
12/13 1/14 2/14 3/14
(pt) WTI Brent Dubai
85 90 95 100 105 110 115
12/13 1/14 2/14 3/14
(pt) Copper Nickel Tin
95 100 105 110 115 120
12/13 1/14 2/14 3/14
(pt) Silver Gold Platinum
Table 1. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 10,375 255,796 0.7 -3.0 1.0 -2.6 16.6 16.0 3.7 3.4 24.6 22.9
Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 9,575 223,417 0.5 -2.0 7.0 -0.3 10.1 11.4 2.1 2.2 22.5 20.6 Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 9,450 233,124 -0.8 -3.8 0.3 8.0 8.4 10.1 2.3 2.4 29.7 26.2 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 4,850 90,446 1.0 -2.6 9.9 0.5 8.1 9.5 1.5 1.6 19.9 17.9 Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,400 42,172 -0.6 0.2 10.0 -30.7 9.0 10.3 1.2 1.2 13.5 12.5 Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,280 24,996 -1.3 -8.9 3.5 -16.1 11.8 10.6 2.5 2.0 24.2 21.2 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 940 4,423 -2.1 -9.6 16.8 -42.0 6.1 5.5 2.0 1.5 35.7 29.3 Ciputra Property Tbk PT CTRP 865 5,320 0.0 -3.4 19.3 -7.0 10.1 9.6 1.2 1.1 12.4 11.8
Pakuwon Jati Tbk PT PWON 350 16,856 -1.1 -5.7 10.8 -6.7 11.5 11.4 3.4 3.2 33.4 31.4
Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 620 12,183 -0.8 -6.1 9.7 -42.6 8.8 7.9 2.1 1.8 29.0 24.3
Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,685 29,482 0.0 -1.2 15.4 -2.6 8.4 14.1 2.2 2.6 29.7 18.4
CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 980 3,342 -3.9 1.0 29.8 -4.9 8.8 14.8 2.3 3.8 27.5 28.6
Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 3,025 5,449 2.5 2.2 31.8 -0.8 6.7 13.1 1.8 3.0 29.9 24.1
Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,405 14,767 1.9 -0.2 15.6 21.5 17.0 20.6 3.3 4.1 20.6 20.7 Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 1,810 8,765 1.1 2.0 30.7 58.8 13.4 17.9 2.8 3.8 23.1 22.8 Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 780 7,513 1.3 0.0 18.2 9.9 10.6 18.6 1.6 2.9 16.8 16.2 RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 7,075 62,122 0.7 -5.4 1.8 -3.7 23.2 14.6 2.5 2.3 11.2 16.4
Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,465 68,672 1.4 3.2 4.6 16.3 35.4 29.9 8.6 7.4 25.7 25.9
Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 6,625 10,998 1.5 -1.5 -2.6 -19.7 29.1 23.9 4.5 3.9 16.2 17.0
Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 28,725 219,172 1.7 -0.6 2.5 28.0 37.1 36.8 46.6 43.3 130.2 126.5 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 10,050 58,601 0.5 -7.2 -7.8 9.8 26.7 21.6 4.7 4.1 18.5 19.6 Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 1,400 9,934 0.0 1.8 1.1 7.7 21.7 20.3 3.1 2.9 14.2 13.6
Mayora Indah Tbk PT MYOR 30,250 27,054 0.8 2.2 -0.2 34.7 29.0 28.1 7.0 5.9 26.7 23.0
Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 755 12,948 2.0 -1.9 -2.6 -5.6 29.1 24.7 6.8 5.6 24.4 23.4
Gudang Garam Tbk PT GGRM 47,500 91,394 5.3 2.0 1.3 2.0 21.2 18.4 3.1 2.9 15.5 15.4
Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,070 5,416 1.9 -2.7 -7.4 -24.1 34.2 25.2 6.9 5.8 21.3 22.8 AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,300 295,530 0.7 -7.3 11.5 -5.8 14.2 14.1 3.3 3.1 25.0 22.9 Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 5,050 13,965 -0.5 -2.9 -1.9 -9.8 25.4 14.5 2.8 2.1 16.3 15.5
Astra Otoparts Tbk PT AUTO 4,010 19,327 0.9 3.0 10.6 3.9 16.4 14.3 2.0 1.9 14.6 14.2
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,210 222,768 0.9 -2.2 -3.3 2.4 14.6 14.1 3.4 3.2 25.3 24.2
XL Axiata Tbk PT EXCL 4,195 35,802 4.9 -4.8 -3.0 -21.6 43.0 35.2 2.9 2.2 6.7 6.4
Indosat Tbk PT ISAT 3,830 20,812 0.0 -4.5 -4.1 -38.2 93.4 30.0 1.9 1.2 2.0 2.3
INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 5,725 38,930 0.0 -2.6 9.0 -2.1 24.0 22.7 3.5 3.7 14.9 16.5
Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 6,025 28,899 0.4 -1.6 -2.4 1.3 22.3 20.0 7.0 4.8 31.3 26.3 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 1,145 10,922 0.0 -3.0 10.6 -18.2 25.3 54.3 0.8 0.8 3.2 2.2
Timah Persero Tbk PT TINS 1,915 9,638 -0.3 7.0 28.1 34.9 15.6 14.6 1.6 1.9 10.9 13.4
Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 9,200 21,198 0.0 -1.9 0.0 -36.1 12.4 10.6 3.0 2.3 23.0 22.0 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 24,200 89,086 -0.1 0.6 14.3 5.0 14.7 16.1 3.2 3.3 23.7 22.0
Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 2,680 20,537 0.8 -2.7 12.6 -26.6 18.3 18.5 2.0 2.1 11.1 12.0
Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 15,700 93,125 -0.3 -1.9 9.2 -13.5 15.6 15.8 4.0 3.9 28.1 26.0 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,241.5 1.1 MDLN IJ 455 5,702.5 5.6
Mining 1,288.1 0.6 GGRM IJ 47,500 91,394.2 5.3
Basic-Industry 543.3 -0.4 LPCK IJ 7,450 5,185.2 4.9
Miscellaneous Industry 1,288.1 0.6 EXCL IJ 4,195 35,802.2 4.9
Consumer Goods 1,935.2 1.6 BJBR IJ 1,025 9,938.7 4.6
Property & Construction 436.3 0.6 DUTI IJ 4,350 8,047.5 3.6
Infrastructure 982.7 0.7 SCMA IJ 3,235 47,300.9 3.5
Finance 627.2 0.3 VIVA IJ 319 5,252.1 2.6
Trade 854.6 0.2 ADHI IJ 3,025 5,449.0 2.5
Composite 4,728.2 0.5 SIMP IJ 910 14,392.8 2.2
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
GGRM IJ 5.3 47,500 UNTR IJ -3.1 20,100
UNVR IJ 1.7 28,725 BBRI IJ -0.8 9,450
ASII IJ 0.7 7,300 CPIN IJ -1.7 4,090
TLKM IJ 0.9 2,210 TOWR IJ -1.9 3,900
BBCA IJ 0.7 10,375 LPPF IJ -0.9 13,400
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
5:00am EUR M3 Money Supply y/y 1.3% 1.2%
5:00am EUR Private Loans y/y -2.1% -2.2%
5:30am GBP Retail Sales m/m 0.5% -1.5%
8:30am USD Unemployment Claims 326K 320K
8:30am USD FOMC Member Pianalto Speaks
8:30am USD Final GDP q/q 2.7% 2.4%
8:30am USD Final GDP Price Index q/q 1.6% 1.6%
10:00am USD Pending Home Sales m/m 0.1% 0.1%
10:30am USD Natural Gas Storage -49B -48B
7:30pm JPY Household Spending y/y 0.2% 1.1%
7:30pm JPY Tokyo Core CPI y/y 0.9% 0.9%
7:30pm JPY National Core CPI y/y 1.3% 1.3%
7:30pm JPY Unemployment Rate 3.7% 3.7%
7:50pm JPY Retail Sales y/y 3.4% 4.4%
8:05pm GBP GfK Consumer Confidence -6 -7
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position,