• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang."

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB. I PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang.

B. Prasyarat

Dalam melaksanakan modul ini diperlukan prasyarat telah menguasai kompetensi yang ada pada modul-modul menggambar teknik sebelumnya.

C. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Pelajari daftar isi serta kedudukan modul dengan cermat dan teliti.Karena dalam skema modul akan tampak kedudukan modul yang sedang anda pelajari dengan modul-modul yang lain.

2. Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh mana pengetahuan dan kemampuan yang telah anda miliki.

3. Apabila dari soal cek kemampuan telah anda kerjakan mendapat score (nilai) 70, maka anda dapat langsung menuju Evaluasi untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Tetapi bila hasil jawaban tidak mencapai nilai 70, maka anda harus mengikuti kegiatan pembelajaran dalam modul ini.

4. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan.

5. Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang dalam penugasan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Kemudian kerjakan soal- soal evaluasi sebagai sarana latihan.

(2)

6. Untuk menjawab test formatif usahakan memberi jawaban singkat, jelas dan kerjakan sesuai dengan kemampuan anda setelah mempelajari modul ini.

7. Bila terdapat penugasan, kerjakan dengan baik dan bilamana perlu konsultasikan hasil tersebut pada guru / instruktur.

8. Catatlah kesulitan yang anda dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada guru/instruktur pada saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lainya yang berhubungan dengan materi modul agar anda mendapatkan tambahan pengetahuan.

D. Tujuan Akhir

Setelah melaksanakan seluruh kegiatan belajar dalam modul ini diharapkan anda dapat memiliki kemampuan menggambar garis lengkung manual dengan

HIPERBOLA secara mandiri.

(3)

E. Kompetensi

Kode Unit : BGN.GGT.015 A

Judul Unit : Menggambar Hiperbola (12 jam)

Uraian Unit : Unit ini berlaku untuk pekerjaan menggambar hiperbola menggunakan peralatan dan perlengkapan gambar manual.

Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Melakukan persiapan pekerjaan

menggambar parabola. 1.1. Macam-macam bentuk geometris dan istilah dikenali dan dipahami.

1.2. Peralatan dan perlengkapan gambar yang dibutuhkan dipilih dan disiapkan.

1.3. Media gambar yang dibutuhkan dipilih dan disiapkan.

1.4. Peralatan dan perlengkapan gambar diperiksa kondisinya, apabila ada kerusakan diperbaiki.

1.5. Sumber gambar dipahami, apabila tidak jelas ditanyakan kepada atasan.

2. Menggambar kurva hiperbola. 2.1. Sebuah garis lurus (misalnya garis MN) dan sebuah garis tegak lurus pada MN yang merupakan sumbu imajiner (misalnya disebut sumbu ST) yang membagi dua MN di sebuah titik (titik O) digambar.

2.2. Titik fokus diberi tanda pada bagian kiri (misalnya titik F1) dan kanan garis MN (misalnya titik F2) dengan jarak yang sama dari titik O.

Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

2.3. Titik puncak diberi tanda pada bagian kiri garis MN (misalnya titik A) pada

(4)

Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

bagian kanan garis MN (misalnya titik puncak B) jarak yang sama dari titik O.

2.4. Garis MN diberi tanda dengan beberapa titik tambahan (misalnya titik C, D, E dan seterusnya) di sebelah kanan titik fokus F2.

2.5. Sebuah busur digambar pada titik fokus F1 dan F2 masing-masing dengan radius AC dan BC, kemudian dengan radius AD dan BD, AE,dan BE dan seterusnya sehingga menghasilkan beberapa titik perpotongan di sebelah kanan garis MN.

2.6. Titik-titik perpotongan dihubungkan menggunakan mal lengkung sehingga membentuk garis kurva hiperbola.

2.7. Cara yang sama dengan butir 2.4, 2.5, dan 2.6 dilakukan pada sebelah kiri titik fokus F1 sehingga menghasilkan kurva yang simetris dengan kurva pada butir 2.6.

3. Menggambar asimut

(asymptotes) hiperbola. 3.1. Sebuah lingkaran dengan titik pusat di O digambar dengan radius sama dengan panjang OF1.

3.2. Sebuah garis sejajar dengan garis ST pada butir 2.1. digambar pada titik puncak A dan titik puncak B yang memotong lingkaran di empat titik (titik 1, 2, 3, 4).

3.3. Titik 1, 2, 3, 4 dihubungkan dengan garis lurus sehingga membentuk persegi panjang.

3.4. Garis-garis diagonal persegi panjang digambar melalui titik 1, 3 dan 2, 4 yang merupakan garis asimut hiperbola yang telah digambar pada butir 2.

4. Membereskan pekerjaan. 4.1. Hasil gambar diperiksa kesesuaiannya dengan perintah.

4.2. Peralatan dan perlengkapan gambar dibersihkan dan disimpan pada tempatnya.

(5)

Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

4.3. Hasil gambar disimpan pada tempatnya.

Persyaratan Unjuk Kerja

1. Unit ini berlaku untuk pekerjaan menggambar sebuah hiperbola menggunakan peralatan dan perlengkapan gambar manual yang dilakukan di studio gambar atau di tempat lain.

2. Tersedia acuan untuk menggambar hiperbola.

3. Tersedia peralatan gambar yang meliputi:

Jangka

Berbagai macam penggaris Mal lengkung (French Curve) Pensil atau rapido

Meja atau papan gambar

Media gambar berbagai jenis dan ukuran 4. Tersedia sumber informasi yang berupa:

Gambar bentuk-bentuk geometris dan istilahnya

(6)

Acuan Penilaian

1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di studio gambar maupun di tempat lain dengan standar peralatan gambar yang sesuai.

2. Aspek-aspek kritikal yang dinilai:

Mengenali jenis-jenis bentuk geometris dan istilahnya Memahami cara menggambar hiperbola

Mampu menggambar menggunakan peralatan dan perlengkapan gambar manual 3. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

BGN.GGT.014 A Menggambar Parabola 4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan:

Mengenali elemen-elemen sebuah lingkaran (segmen, busur, garis singgung, dsb) Menunjukkan pemahaman tentang sistem dimensi

Menghitung menggunakan pecahan, desimal, persen Menghitung luas dari berbagai bentuk/geometri Berbagai jenis dan ukuran media gambar

3. Sikap yang dituntut:

Bekerja dengan rapi dan bersih

Bekerja dengan ketelitian dan ketepatan ukuran Menghargai produktifitas dalam bekerja

Efisien dan optimal dalam bekerja

Menghargai mutu hasil pada setiap langkah kerjanya

Bersikap positif dan terbuka terhadap penilaian hasil pekerjaan oleh atasan

(7)

Kunci Kompetensi A B C D E F G

Level 2 1 1 1 2 1 2

(8)

F. Cek Kemampuan

Petunjuk :

Berilah tanda (  ), pada kolom Jawaban : Ya atau Tidak jawaban yang anda pilih

No. Pertanyaan Jawaban

Ya Tidak 1. Apakah anda mengenal Kerucut?

2. Apakah anda dapat menggambar kerucut?

3. Apakah anda mengenal bidang datar?

4. Apakah anda dapat menggambar bidang datar?

5. Apakah anda mengetahui tentang focus/titik api?

6. Apakah anda mengetahui sumbu utama?

7. Apakah anda mengetahui sumbu sekawan?

8. Apakah anda mengetahui sumbu mayor?

9. Apakah anda dapat menggambar hiperbola dengan bantuan lingkaran?

10. Apakah anda dapat menggambar hiperbola dengan bantuan persegi panjang?

Skore ( Nilai )

...,... 20...

Kesimpulan:

Mengikuti Evaluasi

Mengikuti Kegiatan pemelajaran

Peserta Diklat Guru/Instruktur (...) (...)

(9)

BAB. II PEMELAJARAN

A. Rencana Belajar Siswa

1. Pada setiap kegiatan belajar, pahamilah uraian tujuan kegiatan belajar, agar mengetahui kemampuan apa yang akan dicapai pada setiap kegiatan.

2. Peralatan dan bahan yang harus dibawa pada pertemuan atau tatap muka berikutnya harus dibaca sebelum kegiatan dilaksanakan.

3. Sebelum melaksanakan kegiatan harus memahami terlebih dahulu setiap langkah kerja yang dilaksanakan, apabila kurang jelas dapat menanyakan kepada guru/instruktur.

4. Kerjakanlah setiap latihan dengan bersungguh-sungguh agar kemampuan anda yang sebenarnya diketahui

B. Kegiatan Belajar 1. Materi

Irisan kurucut yang adalah tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan jaraknya ke titik tertentu dengan jaraknya ke garis tertentu mempunyai nilai tetap.

Kurva irisan kerucut

L P

F= Fokus

l=Garis direktriks

(10)

Dari definisi di atas maka PF = e x PL

Nilai e menentukan jenis dari kurva irisan kerucut dan untuk hiperbola jika e>1

Difinisi hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tetentu nilainya tetap. Maka dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Menarik garis horisontal sebagai sumbu utama F1 dan F2 merupakan titik fokus hiperbola dimana F1F2 = 9. Titik puncaknya A1 dan A2, dimana jarak titik puncak ke fokus = 1, maka jarak A1A2 = 9 – (2 X 1)

= 7. Menurut difinisi hiperbola, yang disebut selisih jaraknya terhadap titik tertentu (fokus) = F2A1 – F1A1 = (1+7) – 1 = 7 dan nilanya tetap 2. Untuk titik selanjutnya didapat dari titik perpotongan lingkaran yang

berpusat di F1 dengan jari-jari (r1) = 2 dan membuat lingkaran yang berpusat di F2 dengan jari-jari (r2) = 2 + 7 = 9

3. Dari langkah 2. tersebut maka didapatkan pasangan r1 dan r2 untuk membuat titik-titik yang selanjutnya (Gb1), sebagai berikut:

r1 1 2 3 4 5 6 7

r2 8 9 10 11 12 13 14

(11)

Gb.1

4. Untuk menggambar hiperbola yang lainnya mengulangi langkah 2. dan 3. Tetapi nilai r1 dan r2 dibalik sebagai berikut:

r2 1 2 3 4 5 6 7

r1 8 9 10 11 12 13 14

(12)

Gb. 2

(13)

2. Rangkuman

Dari definisi di atas maka maka menggambar Ellips dapat dilakaukan dengan 2 cara yaitu 1. Dengan bantuan Lingkaran dan 2. Dengan bantuan empat persegi panjang.

Menggambar Hiperbola dengan bantuan Empat Persegi Panjang.

a. Menggambar empat persegi panjang dengan ukuran sembarang dan memberi nama pertemuan garis-garis luarnya dengan A, B, C dan D(Gb.3).

b. Membagi dua sama besar secara horisontal dan vertikal serta tegak lurus. Garis vertikal yang memotong garis AB di titik E dan yang memotong garis CD di titik F. Sedangkan garis horisontal yang memotong garis AD di titik G dan yang memotong garis BC di titik H serta titik perpotongan kedua garis pembagi tersebut di titik O yang merupakan titik pusat hiperbola (Gb.4).

c. Menentukan titik puncak hiperbola pada sumbu utama (garis GH) di titik A1 dan A2, kemudian menentukan titik fokus hiperbola di titik F1 dan F2 serta menarik garis dari A2 tegak lurus memotong garis AB di titik X (Gb.5)

d. Membagi garis XB menjadi 6 bagian dan garis XA2 juga menjadi 6 bagian. Kemudian memberi nama titik-titik bagian tersebut dengan 1, 2, 3, 4, dan 5 (Gb.6).

e. Menarik garis dari O ke titik 1, 2, 3, 4 dan 5 pada garis HB serta menarik garis dari A2 ke titik 1, 2, 3, 4, dan 5 pada garis XB. Memberi nama titik potong garis dari titik O dan A2 dengan dari bagian 1 di titik I, bagian 2 di titik J, bagian 3 di titik K, bagian 4 di titik L dan bagian 5 di titik M (Gb.7).

f. Membuat kurva hiperbola dengan menghubungkan garis dengan mal lengkung dari titik A2-I-J-K-L-M-B (Gb.8).

(14)

g. Membuat kurva pada bagian yang lain dengan mengulangi langkah c.

Sampai titik F (Gb.9).

(15)

Gb. 3

Gb. 4

(16)

Gb. 5

Gb. 6

(17)

Gb. 7

Gb. 8

(18)

Gb. 9

3. Naskah Tes Formatif

a. Diketahui suatu Hiperbola jarak antara titik fokusnya = 5 cm pada garis vertikal dan jarak titik puncak ke titik pusatnya 1 cm (sumbu utama //

arah horisontal).

Gambarlah: Hiperbola tersebut dengan bantuan Lingkaran

b. Diketahui suatu persegi panjang yang berukuran 10 X 15 cm, yang didalamnya akan digambar kurva hiperbola dengan sumbu imajenernya

(19)

searah horisontal dan jarak titik puncaknya terhadap titik pusat hiperbola = 1 cm serta sumbu utamanya membagi dua persegi panjang tersebut.

Gambarlah: Hiperbola tersebut dengan bantuan persegi panjang

4. Kunci Jawaban Tes Formatif

a. Menggambar dengan Lingkaran

(20)

b. Menggambar Parabola dengan bantuan Empat Persegi Panjang

(21)

5. Lembar Kerja

1. Alat

a. Meja gambar b. Pensil gambar

c. Sepasang penggaris segitiga

d. Penggaris panjang 50 cm atau 60 cm e. Jangka

f. Mal huruf dan angka g. Karet penghapus h. Selotip

i. Kater

2. Bahan

Kertas Manila A 3

3. Keselamatan Kerja

a. Hati-hati dalam menggunakan peralatan yang tajam, seperti: cuter dan jarum jangka

b. Gunakan selotip berbahan kertas

4. Langkah Kerja

a. Tempelkan kertas manila A3 di atas meja dengan selotip

b. Gunakan sepasang penggaris segitiga untuk membuat garis-garis tepi horisontal dan vertikal. Tepi garis 2 cm.

c. Pelajarilah cara membuat gambar Hiperbola.

d. Menggambar pada kertas gambar dengan ketentuan seperti gambar kerja di bawah ini:

(22)

5. Lembar Kerja

a. Lembar Kerja Menggambar Hiperbola dengan Lingkaran

(23)

b. Lembar Kerja Menggambar Hiperbola dengan Persegi Panjang

(24)

6. Kunci Jawaban Lembar Kerja

a. Jawaban Menggambar Hiperbola dengan Lingkaran

(25)

b. Menggambar Hiperbola dengan bantuan Persegi Panjang

(26)

BAB. III EVALUASI

A. Instrumen Penilaian

1. Soal Evaluasi

(27)

2. Standar Penilaian

Penilaian menggunakan standar di bawah ini:

a. Setiap hasil pekerjaan diklat ini berdasarkan standar (Tabel di bawah ini)

b. Setiap kriteria memiliki rentang nilai 10 angka. Besar kecilnya nilai didasarkan pada kualitas gambar

c. Nilai akhir = Nilai Tes Formatif (NTF) + Nilai Evaluasi (NE) d. Bobot NTF = 60% dan bobot NE =40 %

e. Nilai Akhir (NA) = (∑ NT X 60%) + (NE X 40%) f. Syarat Kelulusan: NA ≥ 7.00.

No. Nilai Kriteria Penilaian

1. 0 – 29 Gambar salah, tidak bersih, tidak lengkap dan tidak rapi 2. 30 – 39 Gambar salah, bersih, tidak lengkap dan tidak rapi 3. 40 – 49 Gambar salah, bersih, lengkap dan tidak rapi 4. 50 – 59 Gambar salah, bersih, lengkap dan rapi

5. 60 – 69 Gambar benar, tidak bersih, tidak lengkap dan tidak rapi 6. 70 – 79 Gambar benar, bersih, rapi dan tidak lengkap

7. 80 – 89 Gambar benar, bersih, rapi dan lengkap

8. 90 - 100 Gambar benar, bersih, rapi, lengkap dan indah

Keterangan:

1. Kriteria Benar : Jika gambar sesuai dengan teori menggambar 2. Kriteria Lengkap : Jika semua keterangan diberi atau dituliskan 3. Kriteri Rapi : Jika kualitas garis baik (konsisten)

4. Kriteria Indah : Jika penataan gambar pada kertas menarik

(28)

3. Lembar Penilaian

Nama :...

Kelas :...

No. Absen :...

No. Tugas :...

Judul Tugas :...

No. Kriteria Rentang

Nilai Nilai Prestasi

Tes Formatif Evaluasi 1. Kebenaran Gambar 0 – 60

2. Kebersihan Gambar 0 - 10 3. Kelengkapan Gambar 0 - 10 4. Kerapian Gambar 0 - 10 5. Keindahan Gambar 0 - 10 JUMLAH 0 – 100

JUMLAH (jumlah X 60%) (jumlah X 40%) Jumlah Nilai Akhir

Kesimpulan: Lulus/Tidak Lulus

..., ...Th...

Peserta Diklat Instruktur/Guru

... ...

(29)

4. Kunci Jawaban Soal Evaluasi

(30)

BAB. IV PENUTUP

Setelah menyelesaikan modul ini, maka anda berhak untuk mengikuti uji akhir modul atau uji kompetensi “Menggambar Hiperbola“ kepada Guru/Instruktur. Di mana dalam pelaksanaan ujian ini dapat melibatkan pihak industri atau lembaga terkait (Praktisi) agar memperoleh pengakuan.

Bila peserta didik dinyatakan lulus dalam ujian akhir modul ini (Uji Kompetensi) maka berhak memperoleh Surat Tanda Lulus dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya.

Jika dinyatakan tidak lulus, peserta didik harus mengulangi kegiatan pemelajaran dan uji kompetensi lagi (Maksimal untuk mengulangi ujian tiga kali).

(31)

DAFTAR PUSTAKA

1. Takeshi Sato, N Sugiarto. 1986 “Menggambar mesin menurut Standar ISO“

Jakarta: PT Pradnya Paramita

2. Yohanes Suparyono, 1981. “konstruksi Perspektif“

Yogyakarta: Penerbit Kanisius

3. Drs. Sartono Wirodikromo. 2003 “Matematika 2000“

Jakarta: Penerbit Erlangga.

Gambar

Gambar bentuk-bentuk geometris dan istilahnya

Referensi

Dokumen terkait

Aliran maksimal pada graf flow network untuk permasalahan pembagian mata kuliah merupak- an banyaknya mata kuliah yang dapat diambil oleh seluruh mahasiswa sesuai dengan

ini sebagai langkah memaksimalkan potensi siswa dalam pembelajran. Pengertian Media Interaktif dan PAI Berkembangnya teknologi informasi menghadirkan perubahan besar

Untuk memperkuat analisis guna menentukan apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (nilai EVA positif dan nilai EVA negatif) terhadap variabel

dalam penelitian ini antara lain guru diharapkan dapat memberikan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak yaitu dengan menerapkan metode yang tepat

Selanjutnya, pada siklus II, kemampuan berpikir kreatif siswa semakin meningkat, mencapai persentase 81,2% dengan rata-rata 32,2 dari 7 kelompok, sedangkan untuk hasil belajar

Dengan adanya permasalahan air maka perlu adanya cara untuk memecahkan bagaimana kebutuhan akan air bersih bisa tersedia dan tercukupi sehingga perlu dibuat alat

Karyawan akan merasa antusias dalam bekerja apabila perusahaan memberikan suatu penghargaan kepada karyawannya yang dapat bekerja dengan baik, pada dasarnya karyawan