• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bentuk Dokumen Keluaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bentuk Dokumen Keluaran"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

1.1 Analisis Sistem yang Berjalan

Analisis sistem yang sedang berjalan merupakan peninjauan atau analisis terhadap sistem yang berjalan yang didalamnya terdapat urutan kegiatan yang tepat dari tahapan-tahapan yang menerangkan proses yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan proses tersebut, bagaimana proses itu dapat dikerjakan dan dokumen apa yang dilibatkan.

4.1.1. Analisis Dokumen

Bentuk dokumen masukan adalah bentuk dari dokumen-dokumen yang masuk atau diterima untuk melakukan proses. Di bawah ini adalah uraian bentuk dokumen masukan yang ada dalam sistem informasi pengolahan pitang pelanggan .

1. Nama Dokumen : ID_pelanggan

Fungsi : Untuk mengetahui ID_pelanggan Sumber : Customer

Tujuan : Payment Poin

Frekuensi : Setiap kali pembayaran Jumlah : 1 Lembar

Bentuk : Lampiran bukti ID_pelanggan

Bentuk Dokumen Keluaran

1. Nama Dokumen : Struk Tagihan Listrik

Fungsi : Sebagai Bukti pembayaran listik pelanggan Sumber : Payment Point

Tujuan : Customer

Frekuensi : Setiap bulan pada saat pembayaran

(2)

Jumlah : 2 Lembar Bentuk : Dokument

2. Nama Dokumen : Info PLN

Fungsi : Untuk Penanganan Keluhan Sumber : Customer

Tujuan : Payment Point

Frekuensi : Setiap kali ada panggilan keluhan

Jumlah : -

Bentuk : Layanan data & Internet

4.1.2. Analisis Prosedur Sistem yang Sedang Berjalan

Sistem yang di gunakan PT. PLN salah satunya adalah Paymen Point Konvensional. Payment Point Konvensional merupakan sistem penerimaan pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya melalui loket-loket KUD, loket bank maupun loket PLN yang masih dalam kendali PT. PLN (Persero). Dalam sistem payment point konvensional, hampir semua pelayan penerima tagihan listrik dikelola oleh KUD dengan skema bisnis yang berisiko bagi PT. PLN ( Persero) dan rawan terjadi penyalahgunaan, karena uang tagihan listrik dan tagihan lainnya tidak langsung disetor ke rekening bank receipt PLN, tetapi masih melalui proses penyetoran fisik uang (cash in transit).

Dalam pusat data billing dalam sistem konvensional tersebar di seluruh

unit pelaksana (UPJ) dan terhubung secara online lokal atau offline dengan loket

payment point. Masing-masing unit pelaksana membangun dan mengelola sendiri

sistem pusat datanya sehingga tidak adanya keseragaman yang menyebabkan

sulitnya PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten membuat laporan

melalui sistem secara otomatis. Laporan masih dikelola dengan sistem manual di

unit pelaksana masing-masing, baik itu laporan pelunasan, rekonsiliasi, dan

laporan lainnya.

(3)

Untuk unit pelakasana yang menggunakan sistem offline, data billing yang telah dibuat, dikirim ke payment point-payment point dengan menggunakan softcopy sebagai dasar penagihan rekening listrik ke pelanggan. Setiap hari setelah loket tutup, data hasil transaksi dikirimkan kembali ke unit pelaksana untuk di- update kedalam sistem internalnya dan sebagai bahan pembuatan laporan pelunasan harian degan dilampiri bukti setor ke bank receipt PLN. Sistem ini masih rendah tingkat akurasinya karena masih dominannya ketergantungan pada SDM pelaksana dan kurang aman dari segi sekuiritas dananya

Untuk unit pelaksana yang menggunakan sistem online lokal setempat, data dikelola oleh unit pelaksana setempat (UPJ/APJ), data langsung terhubung ke payment point-payment point dengan menggunakan jasa sewa jaringan pihak ketiga. Laporan dapat langsung termonitor secara di unit pelaksana setempat secara sistem. Sistem ini lebih maju dari sistem offline, tetapi hanya memberikan nilai tambah bagi unit setempat dan berdampak pada meningkatnya biaya operasional terkait dengan timbulnya beban jasa sewa jaringan komunikasi data kepada pihak ketiga.

Namun demikian, dari sistem pengendalian, baik offline maupun online lokal di atas, belum seperti yang diharapkan. Sistem pengendalian relatif rendah karena faktor masih dominnanya proses manual. Beberapa kasus seperti koreksi rekening dapat dilakukan dengan mudah, flag lunas tanpa verifikasi dana dan pembentukan biaya keterlambatan (BK ) sering tidak dilakukan atau dilakukan pembantalan BK dengan kebijakan setempat.

Sering kali terjadi perbedaan data piutang antara sistem dengan pelaporan

manual yang disebabkan karena koreksi yang dilakukan secara manual tidak di-

update kedalam sistem. Hal tersebut menyebabkan perbedaan antara data

pencatatan akutansi dan sistem yang terkadang proses selanjutnya dilakukan

adjusment tanpa adanya dasar yang jelas.

(4)

4.1.2.1. Flow Map

Pelanggan KUD CA / BANK UPJ APJ Kantor

Distribusi

Gambar 4.1 Flow Map yang Sedang Berjalan

ID_Pelanggan

Cek ID ID_Pelanggan

ID_Pelanggan

Struk tagihan

Laporan Rekap

Laporan Rekap Dana

Arsip RC

Ya Tidak

DB Total Bayar

Pelunasan

Rekonsilias Struk

Tagihan

Total Bayar Struk tagihan

Laporan Rekap Laporan Rekap Laporan Rekap Laporan Rekap DANA

Cetak Laporan, Hitung Total

Dana

Verifikasi Laporan Rekap

Laporan Rekap

Verifikasi Laporan Rekap

Laporan Rekap

Laporan Rekap

A 1

1

2

2 Arsip RC

Arsip RC

Verifikasi Arsip RC

Arsip RC Arsip RC

Verifikasi Arsip RC

Arsip RC Arsip RC

(5)

4.1.2.2 Diagram Kontek

Gambar 4.2 Diagram Konteks Sistem yang Sedang Berjalan

4.1.2.3 Data Flow Diagram (DFD)

Pelanggan Sistem Informasi Kantor Distribusi

Pengelolaan Piutang Pelanggan

Data ID_Pelanggan Laporan Pembayaran

Info Struk Tagihan Data Pelanggan

Gambar 4.3 Data Flow Diagram yang Sedang Berjalan

Pelanggan Kantor Distribusi

Pengecekan Data Pelanggan

Proses Pembayaran

Tagihan

Laporan Rekap + Arsip RC

DB Total Bayar

Struk Tagihan Id Pelanggan

Laporan Rekap Arsip RC

(6)

Verifikasi Data Pelanggan

DB

Validasi Data Pelanggan

Id Pelanggan Id Pelanggan

Hitung Total Tagihan

Cetak Struk Tagihan

DB

Pelunasan Total Bayar

Struk Tagihan Tagihan

Gambar 4.4 Data Flow Diagram Level 1 Pengecekan Data pelanggan

Gambar 4.5 Data Flow Diagram Level 1 Proses Pembayaran Tagihan

(7)

DB

Cetak Laporan

Rekap

Hitung Total Dana

Gambar 4.6 Data Flow Diagram Level 1 Cetak Laporan. Hitung Total Dana

Laporan Rekap

Dana

Verifikasi Laporan Rekap Oleh

UPJ

Laporan Rekap Laporan Rekap APJ

Verifikasi Laporan Rekap Oleh

APJ Laporan Rekap APJ

Gambar 4.7 DFD Level 2 Verifikasi Laporan Rekap Oleh UPJ dan APJ

Dana Verifikasi Arsip RC UPJ

Arsip RC oleh UPJ Arsip RC

Cetak Arsip RC

Verifikasi Arsip RC oleh UPJ

Arsip RC APJ

Gambar 4.8 DFD Level 2 Rekonsiliasi Arsip RC, verifikasi oleh APJ dan UPJ

(8)

4.1.3. Evaluasi Sistem yang Berjalan

Dari data di atas maka dapat di tentukan evaluasi dari sistem yang sedang berjalan di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Evaluasi sistem dapat dilihat sebagai berikut :

Permasalahan diantaranya Kurang efektifnya proses pengolahan data pembayaran rekening listrik prabayar yang terbatas pada beberapa tempat pembayaran, dan Penyelesaian diantaranya Dengan mengembangkan Sistem Online ini dapat mempermudah dalam proses pengolahan data pembayaran tanpa harus terpaku pada beberapa tempat pembayaran.

1.2 Usulan Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan suatu tahapan pengembangan perangkat lunak untuk menghasilkan sistem yang baru atau memperbaiki sistem yang ada serta dapat meningkatkan efektifitas kerja agar dapat memenuhi hasil yang diinginkan.

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem

Perancangan sistem bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang sesuai dengan kebutuhan user atau pemakai sistem itu sendiri. Perancangan sistem atau desain sistem dilakukan apabila tahap dari analisis sistem telah selesai dilakukan. Maka untuk selanjutnya seorang analisis sistem merancang bagaimana membentuk sistem yang baru ataupun memperbaharui sistem yang lama. Tahap inilah yang dinamakan dengan istilah dari perancangan sistem. Adapun tujuan perancangan sistem yang di usulkan yaitu :

1. Memperbaiki pengelolahan data menjadi komputerisasi.

2. Dapat menyimpan data, mengolah data, melakukan pencarian data dan menampilkan data-data dan cara perhitungan atau informasi secara cepat dan tepat waktu.

4.2.2. Perancangan Prosedur yang Diusulkan

Dalam perancangan prosedur ini meliputi Flow Map yang bertujuan

memudahkan dalam dalam menganalisa alir dokumen.

(9)

4.2.2.1. Flow Map

Pelanggan Payment Point Switching / Bank

Kantor Distribusi

Direktur

Gambar 4.9 Flow Map yang Diusulkan

ID_Pelanggan ID_Pelanggan

Data Pelanggan + Tagihan

Pembayaran Pembayaran

ID_Pelanggan

ID_Pelanggan

Struk Pembayaran Struk

Pembayaran

ID_Pelanggan

ID_Pelanggan

Data Pelanggan + Tagihan

Input ID_Pelanggan

Pelunasan DB

Cetak Laporan Rekap Pembayaran

Rekap Laporan Pembayaran

Rekap Laporan Piutang

Laporan Pembayaran

Laporan Pembayaran Cetak Laporan Rekap Pembayaran

(10)

4.2.2.2. Diagram Konteks

Pelanggan Payment Point

SIP3

ID Pelanggan, Pembayaran Struk Tagihan

ID Pelanggan, Pembayaran ID Pelanggan, Info Tagihan

Direktur

Lap. Rekap.

Pembayaran

Lap. Rekap.

Piutang

Gambar 4.10 Diagram Konteks yang Diusulkan

(11)

4.2.2.3. Data Flow Diagram

Pelanggan Payment Point

DB

Verifikasi Data Pelanggan

Proses Pembayaran

ID Pelanggan, Pembayaran

Tagihan ID Pelanggan

Data Pelanggan

Buat Laporan

DIREKTUR

Laporan Rekap Pembayaran Laporan Rekap Piutang

Gambar 4.11 Data Flow Diagram Level 0 yang Diusulkan

(12)

Data Pelanggan Cek ID

Pelanggan DB

Validasi Data Pelanggan ID Pelanggan

Validasi Data Pelanggan

Hitung Total Tagihan

DB

Data Pelanggan

Tagihan

DB

Cetak Rekap Pembayaran

Laporan Rekap Piutang Laporan Rekap Pembayaran

Cetak Rekap Piutang

Gambar 4.13 Data Flow Diagram Level 1 Proses Pembayaran Gambar 4.12 Data Flow Diagram Level 1 Proses Verifikasi Data Pelanggan

Gambar 4.14 Data Flow Diagram Level 1 Proses Buat Laporan

(13)

4.2.2.4. Kamus Data

Nama Arus Data : Data Pelanggan

Alias : Data Pelanggan/IDPEL Bentuk data : File

Aliran Arus data : Proses Verifikasi Data Pelanggan ke Payment Point Penjelasan : Sebagai Identitas Pelanggan

Periode : Setiap kali melakukakan pembayaran Struktur data : ID. Pelanggan, Nama, Alamat, Tarif, Daya Nama Arus Data : Tagihan

Alias : Tagihan Pelanggan Bentuk data : Dokumen

Aliran Arus data : Dari Payment Point ke Pelanggan Penjelasan : Sebagai bukti tagihan untuk pelanggan Periode : Setiap 1 bulan sekali

Struktur data : Nama pelanggan, Alamat, Tarif, Daya, No. Rekening, Total

Tagihan

(14)

Nama Arus Data : Struk Pembayaran Alias : Bukti Pembayaran Bentuk data : Dokumen

Aliran Arus data : Nama pelanggan

Penjelasan : Sebagai bukti pembayaran pelanggan Periode : Setiap sesudah melunasi tagihan

Struktur data : Alamat, Nama, Gol, Daya, Tarif, Harga, kWh, LWBP, WBP, Kap, Kv, Materai, Jumlah Tagihan

Nama Arus Data : Laporan Rekap Pembayaran

Alias : Data Laporan Pembayarans Pelanggan Bentuk data : File

Aliran Arus data : Dari Membuat Laporan ke Direktur Penjelasan : Sebagai rekapitulasi laporan

Periode : Setiap 1 bulan sekali

Struktur data : ID Pelanggan, Nama Pelanggan, Tarif, Daya, Jumlah Tagihan

(15)

4.2.3. Evaluasi Terhadap Sistem yang Diusulkan

Sistem yang diusulkan ini menjamin keamanan dana pelunasan pembayaran dari payment point sampai ke kantor distribusi. Data pelunasan pelanggan pun dilakukan secara real-time online pada saat pelanggan membayar tagihan, sedangkan transfer dana oleh bank kepada PT. PLN (Persero) dilakukan keesokan harinya. Untuk menjamin ketersediaan dana yang harus dibayarkan kepada PT. PLN (Persero), bank mewajibkan mitra kerjanya untuk menempatkan saldo terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi. Jumlah saldo yang tersedia mencerminkan jumlah transaksi yang dapat dilakukan, resiko kehilangan uang tidak menjadi tanggung jawab PT. PLN (Persero) ataupun bank.

Alias : Data Laporan Piutang Pelanggan Bentuk data : File

Aliran Arus data : Dari Membuat Laporan ke Direktur Penjelasan : Sebagai rekapitulasi laporan piutang Periode : Setiap 1 bulan sekali

Struktur data : Pelanggan, Nama Pelanggan, Tarif, Daya, Denda, Jumlah Tagihan

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan dari peran pemerintah mengenai karakteristik kondisi sosial ekonomi masyarakat bantaran sungai Karang Mumus ini menilai bantuin yang telah di berikan telah merata

Berdasarkan hal di atas, penulis akan menitik beratkan pada permasalahan majas metonimia yang digunakan pada tuturan bahasa Jepang yang terdapat dalam dorama.. Jepang yang

sehingga tidak terjadi konflik. Berdasarkan program tersebut diatas, sudah berja- lan dengan baik, ketika dilihat dalam perspektif ekonomi politik, Aktivitas industri

Dari hasil penelitian kepadatan jaring- an kolagen pada perlekatan otot pada tulang, terdapat perbedaan nilai kepadatan jaringan kolagen m.pectineus pada femur bagian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan perkuliahan Fluida di kelas maupun di Laboratorium mengenai integrasi nilai-nilai Al-Islam melalui Model Pembela-

9.. memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada website ecommerce 3) Kepercayaan memiliki pengaruh positif terhadap sikap penggunaan pada website ecommerce 4)

[r]

Masyarakat Minangkabau mencoba untuk hidup selaras dan dinamis dengan alam lingkungannya, sehingga setiap karya seni, dalam hal ini yaitu ornamen ukiran,