• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI BADUNG

PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 66 TAHUN 2010

TENTANG

PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PADA RUAS JALAN TERTENTU DI KAWASAN WISATA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

Menimbang : a. bahwa arus lalu lintas pada ruas – ruas jalan tertentu di kawasan Wisata di Kabupaten Badung semakin padat sehingga dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas;

b. bahwa untuk meningkatkan kelancaran, keamanan, dan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan, serta guna mencegah terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dan sebagai evaluasi dari Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Badung Nomor 2248 Tahun 1997 tentang Pengaturan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada ruas jalan tertentu di wilayah Kecamatan Kuta, dipandang perlu untuk menyelenggarakan pengaturan dan pengendalian di ruas jalan tertentu di kawasan wisata, yang sesuai dengan situasi dan perkembangan yang ada;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pengaturan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada ruas jalan tertentu di kawasan Wisata.

Mengingat : 1. Undang – Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah- daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah – daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

2. Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang – undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

3. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

(2)

Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

4. Undang - Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444);

5. Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3527);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan di Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3528);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3529);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3530);

10. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 1993 tentang Marka Jalan;

11. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61 Tahun 1993 tentang Rambu – Rambu Lalu Lintas di Jalan;

12. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 1993 tentang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;

13. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Badung Nomor 17 Tahun 1994 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Daerah Tingkat II Badung;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Badung.

(3)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PADA RUAS JALAN TERTENTU DI KAWASAN WISATA.

Pasal 1

Pengaturan dan Pengendalian lalu lintas bagi angkutan penumpang dengan mobil bus dan angkutan barang pada ruas jalan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan ini.

Pasal 2

(1) Mobil bus yang panjangnya lebih dari 7 (tujuh) meter dan angkutan barang dengan Jumlah Berat Yang Diperbolehkan (JBB) lebih dari 5000 (lima ribu) kilo gram dilarang masuk pada ruas – ruas jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.

(2) Setiap persimpangan awal dan persimpangan lainnya yang dilintasi larangan masuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipasang rambu lalu lintas serta papan tambahan yang bertuliskan sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Bupati ini.

Pasal 3

(1) Mobil bus dan mobil barang sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) yang mempunyai kepentingan sangat mendesak untuk memasuki ruas – ruas jalan yang dilarang, wajib mendapat Ijin Masuk / Ijin Dispensasi dari Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung atas nama Bupati Badung.

(2) Bentuk permohonan Ijin Masuk / Ijin Dispensasi dan bentuk Ijin Masuk / Ijin Dispensasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran III, Lampiran IV dan Lampiran V Peraturan ini.

Pasal 4

Ketentuan larangan memasuki ruas – ruas jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan ini, dapat diberikan pengecualian bagi :

a. Kendaraan TNI – POLRI;

b. Kendaraan Barisan Pemadam Kebakaran;

c. Kendaraan Bermotor untuk keperluan Dinas Khusus atau tamu negara;

dan

d. Bus reguler bertrayek tetap untuk angkutan umum.

Pasal 5

Hal – hal yang belum diatur dalam Peraturan ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan ditetapkan lebih lanjut oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung.

4

(4)

Pasal 6

Pada saat berlakunya Peraturan Bupati ini maka Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Badung Nomor 2248 Tahun 1997 tentang Pengaturan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada ruas jalan tertentu di- wilayah Kecamatan Kuta dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 7

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan menempatkannya dalam Berita Daerah Kabupaten Badung.

Ditetapkan di Mangupura

pada tanggal 30 Nopember 2010 BUPATI BADUNG,

ttd.

ANAK AGUNG GDE AGUNG Diundangkan di Mangupura

pada tanggal 30 Nopember 2010

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BADUNG ttd.

KOMPYANG R. SWANDIKA

BERITA DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2010 NOMOR 62

(5)

LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 66 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 NOPEMBER 2010

TENTANG : PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PADA RUAS JALAN TERTENTU DI KAWASAN WISATA

RUAS – RUAS JALAN YANG DIKENDALIKAN ARUS LALU LINTASNYA DI KAWASAN WISATA

NO LOKASI MULAI KETERANGAN

1. Jl. Raya Kuta, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta

Simpang 3 Traffic Light Jl. Setia Budi – Jl. Raya Kuta

Ke Arah Selatan

2 Jl. Raya Tuban, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta

Simpang 3 Prioritas Jl.

Raya Tuban (depan supernova)

Ke arah Utara menuju simpang 4 Jl. Bakung Sari – Jl. Raya Kuta – Jl.

Raya Tuban – Jl.

Kalianget 3. Jl. Kediri, Kelurahan Tuban, Kecamatan

Kuta

Simpang 3 Traffic Light Jl. Raya Tuban – Jl.

Kediri (Batalyon 741)

Ke arah Jl. Dewi Sartika

4. Jl. Raya Kerobokan, Kelurahan Dalung, Kecamatan Kuta Utara

Simpang 3 Traffic Light Jl. Raya Kerobokan – Jl.

Padang Luwih – Jl. Gatsu Barat

Ke arah Selatan menuju Jl. Raya Seminyak

5. Jl. Raya Seminyak, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara

Simpang 4 Traffic Light Jl. Raya Seminyak – Jl.

Petitenget – Jl. Raya Kerobokan – Jl.

Tangkuban Perahu (LP Kerobokan)

Ke arah Selatan menuju Jl. Legian

6. Jl. Patih Jelantik, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta

Simpang 3 Traffic Light Jl. Patih Jelantik – Jl.

Dewi Sri (depan Kuta Galeri)

Ke arah Barat menuju Jl. Legian

BUPATI BADUNG, ttd.

ANAK AGUNG GDE AGUNG

(6)

LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 66 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 NOPEMBER 2010

TENTANG : PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PADA RUAS JALAN TERTENTU DI KAWASAN WISATA

BENTUK RAMBU – RAMBU LALU LINTAS

1. Rambu Larangan Masuk Bus

2. Rambu Larangan Masuk Truk

3. Papan Tambahan

BUPATI BADUNG, ttd.

ANAK AGUNG GDE AGUNG

BUS > 7 METER TRUK JBB > 5 TON

(7)

LAMPIRAN III PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 66 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 NOPEMBER 2010

TENTANG : PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PADA RUAS JALAN TERTENTU DI KAWASAN WISATA

BENTUK PEMOHONAN IJIN MASUK / IJIN DISPENSASI

KOP PERUSAHAAN / KOPERASI / PERORANGAN

Alamat lengkap : ... Telepon : ...

Nomor : ...

Lampiran : ... Kepada Perihal : Permohonan Ijin Masuk/

Ijin Dispensasi

Yth. Bupati Badung

Cq. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung

Di –

Denpasar

Bersama ini kami mohon kehadapan bapak kiranya dapat diberikan Ijin Masuk / Ijin Dispensasi pada ruas – ruas jalan di Kawasan wisata... guna keperluan mengangkut penumpang atau barang (material) dengan menggunakan kendaraan sebagai berikut :

a. Nomor Kendaraan : ...

b. Nomor Uji Kendaraan : ...

c. Merk / Tahun :

...

d. Jenis : ...

e. Nama Perusahaan : ...

f. Nama Pemilik :

...

g. Alamat Pemilik : ...

h. Untuk keperluan/alasan : ...

...

Dari tanggal ... s/d tanggal ...

Demikian permohonan ini kami ajukan, untuk dapat dipertimbangkan sebagaimana mestinya dan atas perhatian bapak kami haturkan terima kasih.

Pimpinan Perusahaan/Koperasi/Perorangan

BUPATI BADUNG, ttd.

ANAK AGUNG GDE AGUNG

(8)

LAMPIRAN IV PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 66 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 NOPEMBER 2010

TENTANG : PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PADA RUAS JALAN TERTENTU DI KAWASAN WISATA

BENTUK IJIN MASUK / IJIN DISPENSASI FORMULIR 1

IJIN MASUK/DISPENSASI

NOM0R : 551.21/.../HUBKOMINFO

1. Memperhatikan Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Bupati Badung Nomor ... Tahun 2009 tentang Pengaturan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada ruas jalan tertentu di Kawasan Wisata.

2. Atas permohonan yang diajukan oleh pengusaha angkutan untuk masuk dalam ruas jalan tertentu di Kawasan Wisata di Kabupaten Badung, maka dengan ini diberikan Ijin Masuk/Dispensasi pada kawasan wisata Kuta dengan menggunakan kendaraan sebagai berikut :

a. Nomor Kendaraan : ...

b. Nomor Uji Kendaraan : ...

c. Merk / Tahun : ...

d. Jenis : ...

e. Nama Perusahaan : ...

f. Nama Pemilik : ...

g. Alamat Pemilik : ...

h. Untuk Keperluan Pengangkutan Barang / Material Bangunan / Tinja ; Jam : ……….. Wita s/d ………… Wita

Jam : ……….. Wita s/d ………… Wita Selama ... (...) dari tanggal ………... s/d tanggal ………...

3. Ijin Masuk/Dispensasi diberikan dengan ketentuan :

a. Menaikan dan menurunkan barang pada tempat yang tidak mengganggu keamanan, kelancaran dan ketertiban lalu lintas.

b. Ijin Masuk/Dispensasi ini harus dikembalikan setelah habis masa berlakunya.

c. Pemegang Ijin wajib mematuhi Peraturan Perundang – Undangan yang berlaku.

Tembusan Kepada Yth :

1. ...

2. ...

BUPATI BADUNG, ttd.

ANAK AGUNG GDE AGUNG Mangupura, ...

An. Bupati Badung Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika

Kabupaten Badung

………..

NIP. ……….

PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG

DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN BADUNG ”MANGUPRAJA MANDALA”

JALAN RAYA SEMPIDI, MENGWI, BADUNG, KODE POST 80351, TELEPON (0361)9009406

(9)

LAMPIRAN V PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 66 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 NOPEMBER 2010

TENTANG : PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PADA RUAS JALAN TERTENTU DI KAWASAN WISATA

BENTUK IJIN MASUK / IJIN DISPENSASI FORMULIR 2

BUPATI BADUNG, ttd.

ANAK AGUNG GDE AGUNG

Referensi

Dokumen terkait

Menurut penuturan juru kunci dari makam Mbah Djomotersebut, bahwa beberapa tahun yang lalu terjadi sebuah peristiwa yakni keluarnya ikan gabus dari makam Mbah Djomopada saat

Dari sekian banyak produk pembiayaan yang ada di lembaga Keuangan Syari’ah, KJKS Binama memiliki produk pembiayaan yang ditunjukkan pada karyawannya sendiri dengan

Sama halnya dengan fungsi kepatuhan, maka fungsi manajemen risiko tetap pada tindakan atau langkah-langkah yang bersifat preventif untuk memastikan bahwa

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) dibuat dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya dan

(1) Gubernur dapat menetapkan ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor lama di daerahnya sama atau lebih ketat dari ambang batas kendaraan bermotor lama sebagaimana

Untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018, dengan Peraturan Menteri ini

Penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Imran (2013) yang menunjukkan hasil penelitian diketahui bahwa responden pada kelompok kasus yang

Pengaruh pandemi pada kehamilan selain bertambahnya jumlah ibu hamil,juga menyebabkan adanya rasa takut atau khawatir pada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya di