• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KINERJA TAHUN 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KINERJA TAHUN 2016"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KINERJA TAHUN 2016

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang terus memberikan keberkahan dan nikmat kepada seluruh Civitas Akademika Politeknik ATK Yogyakarta sehingga dapat terus mengemban tugas dan tanggungjawab untuk mewujudkan Politeknik ATK Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang unggul dalam pendidikan vokasi, mandiri, dan bermartabat serta menghasilkan karya-karya inovatif, dan sumber daya manusia yang berkualitas dalam mendukung pembangunan industri nasional.

Rencana Kinerja Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2016 ini disusun sebagai Rencana Tahunan berdasarkan Rencana Strategis Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2015-2019. Rencana Kinerja bisa berubah setiap tahun sesuai perubahan Rencana Strategi Politeknik ATK Yogyakarta yang akan direview secara berkala setiap tahunnya dan dilakukan penyesuaian terhadap adanya perubahan kebijakan.

Rencana Kinerja Politeknik ATK Yogyakarta Tahun 2016 disusun dengan maksud menjamin pelaksanaan prioritas program dan kegiatan pembinaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparatur dan sumber daya manusia industri yang kompeten dengan tujuan agar dalam penyusunan rencana kegiatan dan anggaran Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2016 sesuai dengan Rencana Strategis Politeknik ATK Yogyakrta tahun 2015-2019.

Akhirnya, kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan Rencana Kinerja ini, disampaikan terima kasih. Semoga Rencana Kinerja ini berguna bagi semua pihak dan stakeholder khususnya bagi pengembangan kualitas pendidikan tinggi vokasi Kementerian Perindustrian, Politeknik ATK Yogyakarta.

Yogyakarta, 22 Juni 2015 Direktur

Politeknik ATK Yogyakarta

Drs. Sugiyanto, S.Sn, M.Sn

(3)

D A F T A R I S I

halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Maksud dan Tujuan... 2

1.3. Tugas Pokok dan Fungsi... 3

1.4. Ruang Lingkup... 5

BAB II. PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN INDUSTRI... 6

2.1. Hasil-hasil Pembangunan... 6

2.2. Arah Pembangunan... 7

BAB III. RENCANA KINERJA... 11

3.1. Sasaran Strategis... 11

3.2. Indikator Kinerja... 12

BAB IV. PENUTUP... 16 LAMPIRAN : FORMULIR RENCANA KINERJA

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor : 06/M- IND/PER/1/2015 tanggal 5 Januari 2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik ATK Yogyakarta, Politeknik ATK Yoryakarta mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit. Sesuai dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, peran strategis Politeknik ATK Yogyakarta dalam pembangunan Industri diantaranya melaksanakan penyusunan rencana dan program pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit; melaksanakan dan mengembangkan pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit;

melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; melaksanakan pembinaan sivitas akademika dan hubungan alumni; melaksanakan uji kompetensi dan sertifikasi; mengelola inkubator bisnis; mengelola pabrik dalam sekolah (teaching factory); melaksanakan kerjasama dalam rangka pengembangan pendidikan, pemagangan, dan penempatan kerja; mengelola perpustakaan, laboratorium / workshop, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya; melaksanakan administrasi akademik, kemahasiswaan, dan Kerjasama; mengelola keuangan, administrasi umum, kerumahtanggaan, dan kepegawaian; melaksanakan pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan; melaksanaan pengawasan internal; dan melaksanaan evaluasi dan pelaporan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 27/M- IND/PER/2/2015 tentang Statuta Politeknik ATK Yogyakarta, Visi Politeknik ATK Yograkarta menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam pendidikan vokasi, mandiri, dan bermartabat serta menghasilkan karya-karya inovatif, dan sumber daya manusia yang berkualitas dalam mendukung pembangunan industri nasional.

Sedangkan Misi Politeknik ATK Yogyakarta terdiri atas:

a. menyelenggarakan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang berbudi luhur berasaskan Pancasila dan UUD 1945, profesional, kompeten,

(5)

memiliki semangat untuk berkembang, dan berperan dalam pembangunan industri nasional;

b. melakukan penelitian dan menyebarkan hasil-hasilnya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan / atau kesenian melalui publikasi dan pertemuan ilmiah; dan

c. melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui proses transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan / atau seni untuk mendukung pembangunan industri nasional.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, telah ditetapkan Tujuan Politeknik ATK Yograkarta, terdiri atas;

a. mengembangkan potensi mahasiswa sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif, inovatif, mandiri, berjiwa wirausaha, memiliki jiwa kepemimpinan, dan berbudaya;

b. menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional dan / atau internasional dan mampu menerapkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan / atau kesenian;

c. mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan teknologi dan / atau kesenian melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat untuk mendukung pembangunan industri nasional;

d. membangun kerjasama dalam bidang keilmuan dan teknologi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri dan masyarakat dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

1.2. Maksud dan Tujuan

Rencana Kinerja disusun untuk memenuhi amanat dari Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan negara serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana kinerja yang merupakan acuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara baik di tingkat pusat maupun daerah.

(6)

Rencana Kinerja Politeknik ATK Yogyakarta Tahun 2016 disusun dengan maksud menjamin pelaksanaan prioritas program dan kegiatan pembinaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparatur dan sumber daya manusia industri yang kompeten dengan tujuan agar dalam penyusunan rencana kegiatan dan anggaran Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2016 sesuai dengan Rencana Strategis Politeknik ATK Yogyakrta tahun 2015-2019.

Adapun maksud penyusunan Rencana Kinerja Politeknik ATK Yogyakarta ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai pedoman/arahan bagi para pelaksana kegiatan

2. Sebagai tolok ukur terhadap pencapaian kinerja suatu kegiatan

3. Sebagai sarana untuk meningkatkan koordinasi kegiatan antar bidang dan bagian di lingkungan Politeknik ATK Yogyakarta.

Sedangkan tujuannya adalah memberikan informasi tentang tingkat kinerja yang diharapkan oleh Politeknik ATK Yogyakarta pada tahun 2016 berdasarkan program dan kegiatan yang telah ditetapkan.

1.3. Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas Pokok adalah tugas yang paling utama dari sebuah jabatan atau organisasi. Tugas pokok memberi gambaran tentang ruang lingkup atau kompleksitas jabatan atau organisasi tersebut demi mencapai tujuan tertentu. Fungsi adalah rincian tugas yang sejenis atau erat hubungannya satu sama lain untuk dilakukan oleh organisasi / instansi tertentu yang masing-masing berdasarkan sekelompok aktivitas sejenis menurut sifat atau pelaksanaannya. Fungsi merupakan perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional.

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) adalah sasaran utama atau pekerjaan yang dibebankan kepada organisasi / instansi untuk dicapai dan dilakukan. Dalam setiap organisasi pemerintahan, tugas pokok dan fungsi merupakan bagian tidak terpisahkan dari keberadaan organisasi tersebut. Penetapan tugas pokok dan fungsi atas suatu unit organisasi menjadi landasan hukum unit organisasi tersebut dalam beraktifitas sekaligus sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan tugas dan koordinasi pada tataran

(7)

aplikasi di lapangan. Tupoksi merupakan bagian yang sangat penting untuk menentukan peran yang harus dijalankan oleh Politeknik ATK Yogyakarta sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bidang pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor : 06/M- IND/PER/1/2015 tanggal 5 Januari 2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik ATK Yogyakarta, Politeknik ATK Yoryakarta mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Politeknik ATK Yogyakarta menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyusunan rencana dan program pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit;

b. Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit;

c. Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

d. Pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan hubungan alumni;

e. Pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi;

f. Pengelolaan inkubator bisnis;

g. Pengelolaan pabrik dalam sekolah (teaching factory);

h. Pelaksanaan kerjasama dalam rangka pengembangan pendidikan, pemagangan, dan penempatan kerja;

i. Pengelolaan perpustakaan, laboratorium/workshop, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya;

j. Pelaksanaan administrasi akademik, kemahasiswaan, dan Kerjasama;

k. Pengelolaan keuangan, administrasi umum, kerumahtanggaan, dan kepegawaian;

l. Pelaksanaan pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan;

m. Pelaksanaan pengawasan internal; dan n. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan.

(8)

1.4. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penyusunan Rencana Kinerja Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2016 adalah sesuai dengan sasaran tahunan yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2015 – 2019. Tahun 2016 merupakan tahun kedua dari Rencana Strategis yang ditetapkan.

Pada Rencana Kinerja Tahun 2016 ini kegiatan-kegiatan yang tidak mendukung secara langsung pencapaian indikator kinerja sasaran (misalnya : kegiatan yang bersifat administratif, seperti Layanan Perkantorn, Operasional dan Pemeliharaan, Dokumen dan Laporan, dll) tidak diukur kinerjanya. Untuk mempermudah pertanggungjawaban penggunaan anggaran, kegiatan-kegiatan yang tidak mendukung secara langsung pencapaian Indikator Kinerja Sasaran, tetap akan ditampilkan nantinya dalam anggaran belanja tahun 2016 dan akuntabilitas keuangan.

Ruang lingkup rencana kerja tahun 2016 Politeknik ATK Yogyakarta yang direncanakan meliputi; Terwujudnya SDM Industri Yang Bersertifikasi, Terwujudnya SDM Industri Berbasis Spesialisasi dan Kompetensi Pendidikan Vokasi, Terfasilitasinya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vokasi Industri, Terfasilitasinya Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi serta Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi.

(9)

BAB II

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN INDUSTRI

2.1. Hasil-hasil Pembangunan

Hasil-hasil pembangunan yang telah dilakukan Politeknik ATK Yogyakarta ada implementasi dari Tugas Pokok dan Fungsi yang diamanahkan kepada Politeknik ATK Yogyakarta untuk dicapai dan dilakukan. Tugas pokok dan fungsi suatu unit organisasi menjadi landasan hukum unit organisasi tersebut dalam beraktifitas sekaligus sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan tugas dan koordinasi pada tataran aplikasi di lapangan. Tupoksi merupakan bagian yang sangat penting untuk menentukan peran yang harus dijalankan oleh Politeknik ATK Yogyakarta sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bidang pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor : 06/M- IND/PER/1/2015 tanggal 5 Januari 2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik ATK Yogyakarta, Politeknik ATK Yoryakarta mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit. Implementasi dari Tugas Pokok dan Fungsi Politeknik ATK Yogyakarta adalah melaksanakan fungsinya. Sesuai fungsi yang telah dijelaskan pada Bab Pendahuluan di atas maka hasil pembangunan atau hasil tugas pokok yang telah dilaksanakan Politeknik ATK Yogyakarta anatar lain adalah :

a. Tersusunnya rencana dan program pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit;

b. Terlaksananya dan berkembangnya pendidikan vokasi di bidang teknologi kulit dan produk kulit;

c. Terlaksananya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

d. Terlaksananya pembinaan sivitas akademika dan hubungan alumni;

e. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi;

f. Terlaksananya inkubator bisnis;

g. Terbentuknya pabrik dalam sekolah (teaching factory);

(10)

h. Terlaksananya kerjasama dalam rangka pengembangan pendidikan, pemagangan, dan penempatan kerja;

i. Terbangunnya dan terkelolanya perpustakaan, laboratorium/workshop, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya;

j. Terlaksananya administrasi akademik, kemahasiswaan, dan Kerjasama;

k. Terkelolanya keuangan, administrasi umum, kerumahtanggaan, dan kepegawaian;

l. Terlaksananya pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan;

m. Terlaksananya pengawasan internal; dan n. Terlaksananya evaluasi dan pelaporan.

2.2. Arah Pembangunan

Sejalan dengan arah kebijakan Pusdiklat Industri maka Politeknik ATK menetapkan arah kebijakan yang menjadi fokus program tahun 2015 – 2019:

1. Menjadi rujukan pendidikan vokasi Industri berbasis kompetensi, dengan langkah:

a. Kurikulum berbasis kompetensi mengacu kepada SKKNI bidang industri pengolahan kulit, industri pengolahan produk kulit dan industri pengolahan karet dan plastik. Hal ini akan menyebabkan terjadinya link and match antara output pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri, karena penyusunan SKKNI melibatkan 3 sektor / triple helixs, yaitu; dunia industri, akademik dan pemerintah

b. Memiliki Teaching Factory, Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 (First- Party) dan Tempat Uji Kompetensi

Dalam rangka mewujudkan salah satu pengembangan Politeknik ATK Yogyakarta perlu sebuah program yang mengintegrasikan pembelajaran dengan proses produksi. Dalam mengintegrasikan pembelajaran tersebut diperlukan wahana menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausaha Dosen, Karyawan dan Mahasiswa. Teaching Factory (pabrik dalam sekolah) merupakan sistem untuk mempersempit kesenjangan / gap antara SDM output Politeknik dengan kebutuhan industri / industry

(11)

needs. Menggunakan modul pembelajaran berbasis kompetensi (setiap paket modul terdiri dari: buku kerja, buku informasi, dan buku penilaian).

Dalam konteks pengembangan SDM industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang kompeten, langkah yang perlu dilakukan oleh Politeknik ATK Yogyakarta diantaranya adalah mempersiapkan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LPSP – P1) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) sebagai lembaga yang akan memberikan pelayanan sertifikasi kompetensi bagi para mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta.

c. Politeknik ATK memiliki kerjasama dengan dunia usaha industri dalam rangka penyusunan kurikulum, pemagangan industri dan penempatan kerja lulusan, temu industri, konsultasi, joint research dll. Hal ini menyebabkan lulusannya dapat berkiprah/bersaing secara nasional dan internasional dengan kompetensi yang dimiliki.

2. Politeknik ATK Yogyakarta telah memiliki satu spesialisasi yaitu teknologi kulit yang menjadi icon Politeknik ATK di masyarakat dan dunia usaha industri 3. Politeknik ATK Yogyakarta mampu membangun persepsi dan pandangan

masyarakat bahwa pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang elite dan menjadi pilihan utama, indikatornya;

a. Tenaga Pengajar yang berkualitas, memiliki jenjang pendidikan minimal S2 dan S3.

b. Memiliki karya-karya ilmiah (berupa penelitian terapan) yang telah dipublikasi pada majalah ilmiah berskala nasional dan internasional c. Mahasiswa berprestasi dalam kejuaraan/lomba di tingkat nasional

maupun internasional sesuai dengan spesialisasi/skills yang dimiliki d. Politeknik ATK memiliki partner dengan sekolah vokasi di dalam negeri

dan luar negeri untuk pengembangan kompetensinya,

e. Politeknik ATK Yogyakarta mengembangkan kegiatan pertukaran mahasiswa / siswa dan dosen / guru dengan universitas luar negeri 4. Politeknik ATK Yogyakarta mengembangan terealisasinya workshop /

laboratorium yang terintegrasi / terpadu. Keberadaan 3 (tiga) Program Studi, yaitu; Teknologi Pengolahan Kulit, Teknologi Pengolahan Produk Kulit dan

(12)

saling melengkapi, sehingga mempercepat terwujudnya workshop / laboratorium yang terintegrasi / terpadu.

5. Pengembangan Jurusan dan meningkatan jenjang Program Pendidikan:

a. Pengembangan Jurusan diarahkan untuk mendukung / memperkuat (strengthening) terhadap icon Politeknik ATK Yogyakarta dan sesuai dengan kebutuhan industri

b. Peningkatan jenjang Program pendidikan secara bertahap; yaitu : D-3 menjadi D-4; dan D4 menjadi S2 (magister) terapan,

c. Membangun sistem pembelajaran menggunakan block system

6. Peningkatan jumlah mahasiswa yang disesuaikan dengan kapasitas (daya tampung) optimal sekolah yang dinilai yang layak, dengan tetap memperhatikan:

a. Kualitas calon mahasiswa deangan rasio penerimaan minimal 1:3

b. Kapasitas kelas 30-40 orang, untuk itu perlu dilengkapi sarana pembelajaran, ruang kelas, workshop dan laboratorium sesuai target jumlah siswa/mahasiswa. Jumlah dosen terhadap jumlah siswa/mahasiswa memenuhi standar rasio yang disyaratkan 1: 20

7. Pengembangan Inkubator Bisnis

Inkubasi adalah proses pembinaan bagi mahasiswa dan usaha kecil dan atau pengembangan produk baru yang dilakukan oleh inkubator bisnis dalam hal penyediaan sarana dan prasarana usaha, pengembangan usaha dan dukungan manajemen serta teknologi. Inkubator adalah lembaga yang bergerak dalam bidang penyediaan fasilitas dan pengembangan usaha, baik manajemen maupun teknologi bagi Usaha Kecil dan Menengah untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usahanya dan atau pengembangan produk baru agar dapat berkembang menjadi wirausaha yang tangguh dan atau produk baru yang berdaya saing dalam jangka waktu tertentu. Politeknik ATK Yogyakarta secara rutin mengalokasikan program dan dukungan finasial untk kegiatan inkubasi bisnis dan inkubasi teknologi.

8. Menciptakan Suasana Kondusif, dengan memperhatikan faktor;

a. Memposisikan seluruh staf sesuai kapasitas dan kompetensinya.

b. Sosialisasi program pengembangan institusi pada seluruh staf c. Keterbukaan Manajemen

(13)

d. Pertemuan rutin antara pimpinan dan seluruh staf dan manajemen dengan para mahasiswa

e. Kegiatan pembinaan jasmani dan rohani secara rutin dan bersama seluruh staf dan manajemen setiap minggu.

(14)

BAB III

RENCANA KINERJA

3.1. Sasaran Strategis

Aktualisasi nilai-nilai pada tujuan Politeknik ATK Yogyakarta membutuhkan upaya-upaya terintegrasi dan komprehenship yang dijabarkan pada sasaran strategis dalam beberapa aspek perspektif pengembangan / improvement aspects, yaitu;

Perspektif Pemangku Kepentingan, Perspektif Proses Internal, dan Perspektif Pembelajaran Organisasi. Sasaran Strategis Politeknik ATK Yogyakarta pada Rencana Strategi tahun 2015 – 2019 adalah sebagai berikut;

A. Perspektif Pemangku Kepentingan

 Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya Tenaga Kerja Industri Yang Kompeten

 Sasaran Strategis 2 : Terwujudnya SDM Industri Yang Bersertifikasi

 Sasaran Strategis 3 : Terwujudnya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Yang Kompeten

B. Perspektif Proses Internal

 Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya SDM Industri Berbasis Spesialisasi dan Kompetensi Pendidikan Vokasi

 Sasaran Strategis 2 : Terfasilitasinya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vokasi Industri

 Sasaran Strategis 3 : Terfasilitasinya Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

 Sasaran Strategis 4 : Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

C. Perspektif Pembelajaran Organisasi

 Sasaran Strategis 1 : Terselenggaranya Layanan Perkantoran

 Sasaran Strategis 2 : Tersusunnya Laporan Monitoring dan Evaluasi Program / Kegiatan

 Sasaran Strategis 3 : Terselenggaranya Sistem Pengendalian Internal Yang Efektif

(15)

Sedangkan Sasaran Strategis pada Rencana Kinerja tahun 2016 adalah sebagai berikut:

 Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya SDM Industri Yang Bersertifikasi

 Sasaran Strategis 2 : Terwujudnya SDM Industri Berbasis Spesialisasi dan Kompetensi Pendidikan Vokasi

 Sasaran Strategis 3 : Terfasilitasinya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vokasi Industri

 Sasaran Strategis 4 : Terfasilitasinya Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

 Sasaran Strategis 5 : Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi.

3.2. Indikator Kinerja

Indikator Kinerja dari Sasaran Strategis Politeknik ATK Yogyakarta pada Rencana Strategi tahun 2015 – 2019 adalah sebagai berikut;

A. Perspektif Pemangku Kepentingan

 Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya Tenaga Kerja Industri Yang Kompeten, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah SDM Industri Yang Terserap di Dunia Kerja

 Sasaran Strategis 2 : Terwujudnya SDM Industri Yang Bersertifikasi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah SDM Industri Yang Bersertifikat Kompetensi

 Sasaran Strategis 3 : Terwujudnya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Yang Kompeten, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah Tenaga Pendidik dan Kependidikan Yang Kompeten

(16)

B. Perspektif Proses Internal

 Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya SDM Industri Berbasis Spesialisasi dan Kompetensi Pendidikan Vokasi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Lulusan Pendidikan Vokasi Reguler 2) Lulusan Pendidikan Vokasi TPL

3) Lulusan Pendidikan Akademi Komunitas 4) Jumlah Teenant Inkubator Bisnis

 Sasaran Strategis 2 : Terfasilitasinya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vokasi Industri, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah Pegawai Mengikuti Program Rintisan Pendidikan Gelar 2) Jumlah Dosen Tersertifikasi

3) Jumlah Tenaga Kependidikan yang Kompeten

 Sasaran Strategis 3 : Terfasilitasinya Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah Jurusan dalam proses Reakreditasi 2) Jumlah Penelitian Teknis Industri Terapan 3) Jumlah Kegiatan Pengabdian Masyarakat 4) Jumlah Kerjasama Pendidikan

5) Jumlah Mahasiswa Mengikuti Uji Kompetensi 6) Jumlah Jurusan yang melaksanakan Teaching Factory

 Sasaran Strategis 4 : Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Luas Gedung dan Bangunan

2) Jumlah Paket Pengadaan Peralatan dan Mesin

C. Perspektif Pembelajaran Organisasi

 Sasaran Strategis 1 : Terselenggaranya Layanan Perkantoran, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlan Bulan Layanan Gaji dan Tunjangan

2) Jumlah Bulan Operasional dan Pemeliharaan Kantor

(17)

 Sasaran Strategis 2 : Tersusunnya Laporan Monitoring dan Evaluasi Program / Kegiatan, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah Dokumen Program dan Kegiatan 2) Jumlah Laporan Kegiatan Tupoksi

 Sasaran Strategis 3 : Terselenggaranya Sistem Pengendalian Internal Yang Efektif, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah Dokumen Pengendali Internal

Sedangkan Indikator Kinerja pada Rencana Kinerja pada tahun 2016 adalah sebagai berikut:

 Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya SDM Industri Yang Bersertifikasi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah SDM Industri Yang Bersertifikat Kompetensi

 Sasaran Strategis 2 : Terwujudnya SDM Industri Berbasis Spesialisasi dan Kompetensi Pendidikan Vokasi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Lulusan Pendidikan Vokasi Reguler 2) Lulusan Pendidikan Vokasi TPL 3) Jumlah Teenant Inkubator Bisnis

4) Lulusan Pendidikan Akademi Komunitas

 Sasaran Strategis 3 : Terfasilitasinya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vokasi Industri, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah Pegawai Mengikuti Program Rintisan Pendidikan Gelar 2) Jumlah Dosen Tersertifikasi

3) Jumlah Tenaga Kependidikan yang Kompeten

 Sasaran Strategis 4 : Terfasilitasinya Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Jumlah Jurusan dalam proses Reakreditasi 2) Jumlah Penelitian Teknis Industri Terapan 3) Jumlah Kegiatan Pengabdian Masyarakat 4) Jumlah Kerjasama Pendidikan

5) Jumlah Mahasiswa Mengikuti Uji Kompetensi

(18)

 Sasaran Strategis 5 : Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi, dengan Indikator Kinerja Sasaran Strategis yaitu:

1) Luas Gedung dan Bangunan

2) Jumlah Paket Pengadaan Peralatan dan Mesin

(19)

BAB IV PENUTUP

Rencana Kinerja Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2016 ini merupakan Rencana Tahunan yang disusun berdasarkan Renstra Politeknik ATK Yogyakarta tahun 2015 - 2019 dan UU Nomor. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Penyusunan Rencana Kinerja dilakukan setiap tahun secara sistematis, komprehensif, integratif dan sinergis dengan menggunakan alat bantu peta strategi dan key performance indicator (KPI) agar penggunaan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien dan efektif. Rencana Kinerja bisa berubah setiap tahun sesuai perubahan Rencana Strategi Politeknik ATK Yogyakarta yang akan direview secara berkala setiap tahunnya dan dilakukan penyesuaian terhadap adanya perubahan kebijakan.

Kegiatan-kegiatan tahunan telah disusun dan direncanakan berdasar kondisi pada saat ini, sehingga seiring dengan berjalannya waktu pelaksanaan maka kegiatan- kegiatan tersebut dapat diperkaya sesuai dengan perubahan lingkungan yang ada ketika menyusun Rencana Kinerja (Renkin). Rencana Kinerja ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan memberikan kejelasan terhadap tahap-tahap pencapaian visi dan misi Politeknik ATK Yogyakarta secara sistematis dan komprehensip.

(20)

L A M P I R A N

(21)

FORMULIR RENCANA KINERJA

Unit Pendidikan : Politeknik ATK Yogyakarta

Tahun : 2016

NO SASARAN PROGRAM /

KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET

(1) (2) (3) (4)

1 Terselenggaranya Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

Lulusan Pendidikan Vokasi Reguler 225 Orang Lulusan Pendidikan Vokasi TPL 55 Orang 2 Terfasilitasinya Pengembangan

Akademi Komunitas Lulusan Pendidikan Akademi Komunitas D1

(Alas Kaki) 40 Orang

3 Terselenggaranya Inkubator

Bisnis Jumlah Teenant Inkubator Bisnis 5 Teenant

4 Terfasilitasinya Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

Jumlah Jurusan Terakreditasi 2 Jurusan Jumlah Penelitian Teknis Industri Terapan 10 Penelitian Jumlah Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2 Kegiatan

Jumlah Kerjasama Pendidikan 8 MoU

Jumlah Jurusan yang melaksanakan LSP

dan TUK 3 Jurusan

Jumlah Jurusan yang melaksanakan

Teaching Factory 3 Jurusan

5 Terfasilitasinya Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vokasi Industri

Jumlah Dosen Tersertifikasi 25 Orang Jumlah Tenaga Kependidikan yang

Kompeten 25 Orang

6 Terfasilitasinya Sarana Dan Prasarana Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

Luas Gedung Dan Bangunan 600 m2

Jumlah Peralatan Dan Mesin 15 Unit 7 Terselenggaranya Layanan

Perkantoran Jumlan Bulan Layanan Gaji Dan Tunjangan 12 Bulan Jumlah Bulan Operasional Dan

Pemeliharaan Kantor 12 Bulan

8 Tersusunnya Laporan Monitoring dan Evaluasi

Jumlah Dokumen Program Dan Kegiatan 1 Dokumen Jumlah Laporan Kegiatan Tupoksi 5 Laporan 9 Terselenggaranya Sistem

Pengendalian Internal Yang Efektif

Jumlah Pengendali Internal 1 SPIP

Yogyakarta, 22 Juni 2015 Direktur

Politeknik ATK Yogyakarta

Drs. Sugiyanto, S.Sn, M.Sn

(22)

FORMULIR RENCANA KINERJA (Revisi)

Unit Pendidikan : Politeknik ATK Yogyakarta

Tahun : 2016

NO SASARAN PROGRAM /

KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET

(1) (2) (3) (4)

1. Terwujudnya SDM Industri Yang Bersertifikasi Kompetensi

Jumlah SDM Industri Yang Bersertifikat

Kompetensi 80 Orang

2. Terwujudnya SDM Industri Berbasis Spesialisasi dan Kompetensi Pendidikan Vokasi

Lulusan Pendidikan Vokasi Reguler 330 Orang Lulusan Pendidikan Vokasi TPL 60 Orang Lulusan Pendidikan Akademi Komunitas 40 Orang Jumlah Teenant Inkubator Bisnis 5 Teenant 3. Terfasilitasinya Tenaga

Pendidik dan Kependidikan Vokasi Industri

Jumlah Pegawai Mengikuti Program Rintisan

Pendidikan Gelar 5 Orang

Jumlah Dosen Tersertifikasi 1 Orang

Jumlah Tenaga Kependidikan yang Kompeten 25 Orang 4. Terfasilitasinya Pendidikan

Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

Jumlah Jurusan dalam proses Re-akreditasi 1 Jurusan Jumlah Penelitian Teknis Industri Terapan 10 Penelitian Jumlah Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2 Kegiatan

Jumlah Kerjasama Pendidikan 8 MoU

Jumlah Mahasiswa Mengikuti Uji Kompetensi 80 Orang Jumlah Jurusan yang melaksanakan Teaching

Factory 2 Jurusan

5. Terfasilitasinya Sarana Dan Prasarana Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

Luas Gedung Dan Bangunan 600 m2

Jumlah Paket Pengadaan Peralatan dan Mesin

15 Unit

Yogyakarta, 25 Maret 2016 Direktur

Politeknik ATK Yogyakarta

Drs. Sugiyanto, S.Sn, M.Sn

Referensi

Dokumen terkait

ANGGRAINI RATNA WARDANI PNS 11/14/1963 Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan SD NEGERI KEMAYORAN 2 Kec... INDRA PATMOKO Non PNS 6/4/1979 Guru Kelas SD SDK SANTO

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap responden dosen tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Membangun Bandung mengenai pengaruh kepuasan kerja

Dalam penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa wanita lebih dominan dibandingkan pria karena alasan yang belum dipahami, namun sebagian besar kemungkinan karena

Maka perancangan video profil merupakan pilihan yang tepat sebagai media informasi karena video profil menggabungkan dua media penyampai pesan, visual dan audio,

Dalam perancangan ini dibatasi hanya pada perancangan konsep media informasi perupa media visual perusahaan tersebut supaya fokus pada masalah yang akan dipecahkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis burung di HP Dramaga Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam, Bogor dan sebagai salah satu indikator dari kualitas

Masyarakat yang mempunyai persepsi negatif (1,83%) adalah masyarakat yang kecewa karena tidak dilibatkan dalam sosialisasi dan fasilitasi sehingga mereka

Berdasarkan analisis data minat belajar dari 23 orang mahasiswa diperoleh minat belajar siswa cenderung Cukup yaitu sebesar 15 (65,52%). Dengan demikian dari hasil kegitan