• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Evolusi Volume 5 Nomor evolusi.bsi.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Evolusi Volume 5 Nomor evolusi.bsi.ac.id"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN: 2338 - 8161 9

Perancangan Program Penjualan Perhiasan Emas Pada Toko Mas Dan Permata Renny Medan

Eka Rini Yulia

Program Studi Sistem Informasi, STMIK Nusa Mandiri Jakarta [email protected]

Abstract - Mas Store and Gem Renny Medan is a store that sells various types of gold and gem jewelry. Jewelry is sold directly by the Mas shop and gem renny field to the community, especially terdaerah terrain. The mas shop and the gem of renny medan have obstacles in the process as well as the lack of medium of sale transaction in the gold shop and the gem of renny terrain. By looking at the problems contained in the gold shop and gems field renny, it takes a jewelry sales program. To create a sales program requires a method. The method used is waterfall, as a method of software development. The proposed database design is ERD (Entity Relation Diagram) and LRS (Logical Record Structure), Implementation of program using Microsoft Visual Basic 6.0 with MS database.

Access. With the design of sales program in Toko Mas and Permata Renny Medan is the best solution to solve the problems found in the gold shop and gem renny field, and can achieve an effective and efficient activities in supporting activities in this store.

Keywords: Sales Program, Mas Store and Gem Renny, Microsoft Visual Basic 6.0

Abstrak – Toko Mas dan Permata Renny Medan merupakan sebuah toko yang menjual berbagai jenis perhiasan emas dan permata. Perhiasan tersebut dijual secara langsung oleh toko Mas dan permata renny medan kepada masyarakat khususnya didaerah medan. Toko mas dan permata renny medan memiliki kendala dalam proses serta kurangnya sarana media transaksi penjualan di toko mas dan permata renny medan. Dengan melihat permasalahan yang terdapat di toko mas dan permata renny medan, maka diperlukan sebuah program penjualan perhiasan. Untuk membuat program penjualan membutuhkan metode. Metode yang digunakan adalah waterfall, sebagai metode pengembangan perangkat lunak. Perancangan database yg diusulkan berupa ERD (Entity Relation Diagram) dan LRS (Logical Record Structure), Implementasi program menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dengan database MS. Access. Dengan dirancangnya program penjualan penjualan di Toko Mas dan Permata Renny Medan merupakan solusi yang terbaik untuk memecahkan permasalahan- permasalahan yang terdapat pada toko mas dan permata renny medan, serta dapat tercapainya suatu kegiatan yang efektif dan efisien dalam menunjang aktifitas pada toko ini.

Kata Kunci: Program Penjualan, Toko Mas dan Permata Renny, Microsoft Visual Basic 6.0

A. PENDAHULUAN

Ketika sebuah usaha dijalani secara manual, tentunya banyak sekali masalah yang timbul, salah satu diantaranya dalam mengolah data yang jumlahnya besar tentunya waktu yang dibutuhkan untuk memasukan dan mencari data tersebut menjadi lebih lama, sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi terhambat. Untuk itu memanfaatkan teknologi komputer untuk mengolah data perusahaan menjadi solusi yang baik.

Menurut Allan Afuah dalam indah, Ika Nur (2013:124) mengemukakan bahwa “Bisnis merupakan suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dana menjual barang ataupun jasa agar mendapatkan keuntungan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan ada di dalam industri”.

Sedangkan menurut winardi dalam indah, Ika Nur (2013:124) mengemukakan bahwa

“Penjualan sendiri merupakan proses dimana sang penjual memuaskan segala kebutuhan dan keinginan pembeli agar dicapai manfaat baik bagi sang penjual maupun sang pembeli

yang berkelanjutan dan yang menguntungkan kedua belah pihak”.

Toko Mas dan Permata Renny adalah suatu badan usaha yang bergerak dibidang jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya didalam dunia perhiasan, yaitu menyediakan jasa penjualan emas asli. Industri emas yang perkembangannya saat ini semakin maju, membuat banyak orang tertarik untuk menginvestasikan perhiasan emas mereka untuk tabungan masa depan. Sebagai suatu usaha yang bersifat memberikan pelayanan kepada para pelanggannya, maka kecepatan dan ketepatan dalam mengolah data sangatlah penting guna meningkatkan kepuasan pelanggan itu sendiri dan secara otomatis kinerja serta produktivitas toko perhiasan itu sendiri pun akan meningkat.

Berdasarkan latar belakang diatas maka dalam peneliti merancang program penjualan perhiasan emas untuk mempermudah penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi.

Dalam penelitian ini peneliti hanya membatasi permasalahan dalam bentuk ruang lingkup, yaitu dengan membahas tentang input data

(2)

ISSN: 2338 - 8161 10 user, input data pelanggan, input data barang,

transaksi penjualan barang, penambahan stok barang, ubah password dan laporan barang serta laporan penjualan barang dengan periode perhari yang ditujukan kepada pimpinan.

B. TINJAUAN PUSTAKA 1. Program

Menurut Raharjo (2006:1) program adalah

”perangkat lunak (software) yang sebenarnya merupakan tuntunan instruksi yang ditulis dalam bentuk kode–kode menggunakan bahasa pemrograman tertentu dan telah dikompilasi dengan menggunakan compiler yang sesuai”. Jadi perancangan program penjualan adalah proses mengimplementasikan urutan langkah atau prosedur dalam bentuk algoritma yang terstruktur untuk menangani masalah transaksi penjualan dengan menggunakan komputer sebagai media utama.

2. Definisi Database

Menurut Anhar (2010:45) “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom.

Struktur file yang menyusun sebuah database adalah Data Record dan Field”.

3. Model pengembangan perangkat lunak Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:28),

“Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau hidup klasik (classic life cycle)”.

Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau berururtan dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung (support).yang terbagi menjadi lima tahapan, yaitu:

Sistem/Rekayasa Informasi

Analisis Desain Pengodean Pengujian

Sumber: Rosa dan Shalahuddin (2013:29) Gambar II.1.

Ilustrasi Model Waterfall

Berikut adalah penjelasan dari tahapan- tahapan tersebut:

a. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan

perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk di dokumentasikan.

b. Desain

Desain perangkat lunak merupakan proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka dan prosedur pengkodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu di dokumentasikan.

c. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak.Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

d. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji.Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

e. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user.Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perngakat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

4. Entity Relationship Diagram (ERD)

Model ERD menggunakan pendekatan Top- Down dalam merancang database, di mulai dengan mengidentifikasikan data penting yang di sebut entity dan relationship antara data yang harus direpresentasikan ke dalam model, kemudian ditambahkan beberapa attribute dan constraint pada entity, atributte dan relationship. Definisi ERD Menurut Rosa dan M. Shalahuddin (2013:53) “ERD adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data rasional”. Derajat Relationship menurut Widianti (2009:23) adalah:

(3)

ISSN: 2338 - 8161 11 a. Unary (Derajat Satu)

Adalah satu buah relationship menghubungkan satu buah entity.

b. Binary (Derajat Dua)

Adalah satu buah relationship menghubungkan dua buah entity.

c. Ternary (Derajat Dua)

Adalah satu buah relationship menghubungkan tiga buah entity.

5. Transformasi Diagram E-R ke Logical Record Structure (LRS)

Menurut Ladjamudin (2005:159) aturan- aturan dalam melakukan transformasi E-R diagram ke logical record structure adalah sebagai berikut :

a. Setiap entity akan diubah kebentuk sebuah kotak dengan nama entity berbeda diluar kotak dan atribut berada di dalam kotak.

b. Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bersama entity, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri.

Aturan pokok di atas akan sangat dipengaruhi oleh elemen yang menjadi titik perhatian utama pada langkah transformasi yaitu cardinality/kardinalitas.

6. Hirarchy plus Input-Proses-Output (HIPO) Sebelum menguraikan spesifikasi program, penulis terlebih dahulu mencoba memberikan gambaran tentang jalannya program yang penulis usulkan melalui hirarki program, dalam bentuk HIPO (Hirarchy plus Input-Proses- Output).

HIPO merupakan metodologi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM. Bentuk HIPO secara keseluruhan :

Index Program

Nama Program Escape Program

Bagian-bagian HIPO : a. Index Program

Merupakan nomor acuan yang menunjukkan nomor layar dialog.

b. Nama Program

Merupakan nama layar dialog atau suatu program.

c. Escape Program

Merupakan nomor layar dialog sebelumnya yang akan dituju balik.

7. Flowchart

Flowchart menurut Jogiyanto (2005:795) adalah "bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika".

Alat yang dipakai untuk membuat algoritma adalah diagram alur atau flowchart. Diagram alur dapat menunjukan secara jelas arus pengendalian suatu algoritma, yakni bagaimana pelaksanaan suatu rangkaian secara logis dan sistematis suatu diagram alur dapat memberikan gambaran dua dimensi yang berupa simbol-simbol grafis. Masing-masing simbol telah ditetapkan terlebih dahulu fungsi dan artinya. Simbol-simbol tersebut dipakai untuk menunjukan berbagai kegiatan operasi dan jalur pengendalian. Sedangkan arti khusus dari flowchart itu sendiri adalah simbol-simbol yang digunakan untuk menggambarkan urutan proses yang terjadi dalam sebuah program atau suatu diagram yang menggambarkan susunan logika suatu program.

Flowchart sendiri terdiri dari tiga struktur, yaitu :

a. Struktur Sederhana (Squence Structure) Diagram yang alurnya mengalir secara berurutan dari atas ke bawah atau dengan kata lain tidak adanya percabangan ataupun perulangan.

b. Struktur Percabangan (Branching Structure)

Diagram yang alurnya ada atau banyak terjadi alih kontrol berupa percabangan dan terjadi apabila kita dihadapkan pada suatu kondisi dengan dua pilihan BENAR atau SALAH.

c. Struktur Perulangan (Looping Structure) Pemutaran kembali, terjadi kendali mengalihkan arus diagram alur kembali keatas, sehingga beberapa alur berulang beberapa kali.

Bentuk-bentuk flowchart atau diagram alur yang sering digunakan didalam proses pembuatan suatu program adalah sebagai berikut :

a. Bagan Alir Program (Program Flowchart) Simbol-simbol yang menggambarkan proses secara rinci dan detail antara instruksi yang satu dengan instruksi yang lainnya didalam suatu program komputer yang bersifat logika.

b. Bagan Alir Sistem (System Flowchart) Simbol-simbol yang menggambarkan arus pekerjaan secara keseluruhan atau menjelaskan urutan dari prosedur secara detail didalam suatu system komputerisasi.

c. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart) Disebut juga bagan alir formulir (from flowchart) atau paperwork flowchart yang 1

2

3

(4)

ISSN: 2338 - 8161 12 menunjukkan arus dari laporan dan formulir

termasuk tembusan-tembusannya.

d. Bagan Alir Skematik (schematic Flowchart) Merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur didalam system.

e. Bagan Alir Proses (Proses Flowchart) Merupakan bagan alir yang banyak digunakan untuk menggambarkan suatu prosedur.

Adapun teknik pembuatan program flowchart ini dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut:

a. General Way

Teknik pembuatan flowchart dengan cara ini biasanya dipakai didalam menyusun logika suatu program, yang menggunakan pengulangan proses secara tidak langsung (Non-Direct-Loop).

b. Iteration Way

Teknik pembuatan flowchart dengan cara ini biasanya dipakai untuk logika program yang cepat serta bentuk permasalahan yang kompleks. Dimana pengulangan proses yang terjadi bersifat langsung (Direct-Loop).

C. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan untuk mendapatkan data sebagai objek penulisan adalah sebagai berikut:

1. Metode Pengembangan Perangkat Lunak Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak ini menggunakan model waterfall yang terbagi menjadi lima tahap yaitu Rosa dan Shalahuddin (2013:28):

a. Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak dilakukan analisa untuk kebutuhan perangkat lunak dengan cara mengamati secara langsung bagaimana alur kerja yang terjadi di Toko Mas dan Permata Renny Medan, mewawancarai karyawan dan menanyakan apa saja fitur yang dibutuhkan pada Program Penjualan yang akan dibuat.

b. Desain

Pada tahap ini dibuatlah rancangan basis data dengan menggunakan model ERD dan LRS juga desain arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka. Berdasarkan analisa kebutuhan perangkat lunak yang dilakukan sebelumnya.

c. Pembuatan Kode Program

Desain yang telah di buat, ditranslasikan menjadi sistem informasi

perangkat lunak. Hasil dari tahap ini sesuai dengan tahap desain.

d. Pengujian

Setelah program penjualan selesai dibuat menjadi program penjualan sistem informasi perangkat lunak, dilakukanlah tahap pengujian untuk meminimalisir kesalahan (bugs/error)..

e. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirim ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengurangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk perangkat lunak baru.

2. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data menggunakan beberapa metode, diantaranya sebagai berikut :

a. Observasi

Dengan mengamati secara langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan di toko mas dan permata renny medan agar dapat mengetahui setiap proses yang dikerjakan oleh para karyawan mulai dari kegiatan jual beli hingga kegiatan pencatatan data.

b. Wawancara

Yaitu teknik pengumpulan informasi dengan secara langsung berinteraksi dan melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan masalah yang diteliti.

c. Studi Pustaka

Yaitu mengadakan penelitian ilmiah diperpustakaan dengan cara membaca buku-buku yang terkait dengan penganalisaan sebagai bahan referensi.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Spesifikasi Rancangan Program

Spesifikasi rancangan program penjualan yang peneliti buat terdiri dari sub-sub program yang merupakan bagian utama dalam pembuatan program penjualan, spesifikasi rancangan program yang dibuat untuk program penjualan perhiasan emas sebagai berikut :

(5)

ISSN: 2338 - 8161 13 a. Rancangan bentuk data Pelanggan

Gambar IV.1. Rancangan Bentuk Data Pelanggan

b. Rancangan bentuk data Barang

Gambar IV.2. Rancangan Bentuk Data Barang

c. Rancangan bentuk data Transaksi

Gambar IV.3. Rancangan Bentuk Data Transaksi

2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram menjelaskan hubungan antar data dalam basis data yang terdiri dari object-object dasar yang mempunyai hubungan atau relasi antar object-object tersebut. Pada tahapan perancangan basis data, penulis menggunakan skema basis data konseptual. Tujuan pembuatan skema konseptual adalah untuk menyediakan

pemahaman yang lengkap tentang struktur basis data, makna atau semantiknya, hubungan-hubungan yang ada di dalamnya dan batasan-batasan basis data. Skema konseptual ini merupakan deskripsi yang cenderung permanen dari isi basis data. Perubahan pilihan DBMS tidak perlu merubah skema konseptual.

Model data yang penulis gunakan untuk membuat skema konseptual ini adalah Entity Relationship Diagram (ERD) seperti di bawah ini :

Gambar IV.4. (ERD) Entity Relationship Diagram 3. Logical Record Structure (LRS)

Gambar IV.5. (LRS) Logical Record Structure

(6)

ISSN: 2338 - 8161 14 4. Rancangan Keamanan Data

Rancangan keamanan data untuk melindung program dan data – data yang ada didalamnya dari pemakai yang tidak berkepentingan. Peneliti mengangkat keamanan data dengan menggunakan password sehingga hanya orang tertentu dan yang berkepentingan saja yang bisa melakukan login dan menjalankan program ini.

Gambar VI.4. Rancangan Keamanan Data Form Login

5. Spesifikasi Program (HIPO)

Menu Utama 0.0

User 1.0

0.0

Log out 1.0 1.1

Log in 0.0 1.1.1

Exit 1.1.2

Master 0.0 2.0

Pelanggan 2.0 2.1

Barang 2.0 2.2

User 2.0 2.3

Transaksi 0.0 3.0

Penjualan 3.0 3.1

Utility 0.0 5.0 Laporan

0.0 4.0

Laporan Barang 4.0 4.1

Profile 6.0 6.1 Tambah

stok Barang

5.0 5.1

Ubah Password

5.0 5.2

About me 0.0 6.0

Laporan Penjualan 4.0 4.2

Gambar VI.5. Diagram Hipo

6. Program Flowchart

Flowchart menurut Jogiyanto (2005:795) adalah "bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika".

a. Program Flowchart Menu Utama

Mulai

Pilihan Menu:

1. User 2. Master 3. Transaksi 4. Laporan 5. Utility 6. About

User Log Out Log Out Log Out

Master

1. Pelanggan 2. Barang 3. User

Pelanggan Pelanggan

Barang Barang

User User

Transaksi Penjualan

Laporan

Laporan Penjualan

Utility 1. Tambah Stok Barang 2. Ubah Pass

Tambah Stok Barang

Tambah Stok Barang

Ubah Pass Ubah Pass

About

Exit

Selesai Y

Y Y

Y

Y

Y

Y

Y Y

Y

Y

Y T T

T T T

T T

T T T

T T

Profil 1. Laporan Barang 2. Laporan Penjualan

Laporan Barang

Laporan Penjualan

Laporan Barang Y

T Y

T

Gambar VI.6. Program Flowchart Menu Utama

(7)

ISSN: 2338 - 8161 15 2. Program Flowchart Login

Mulai

Pilihan:

1. Log In 2. Exit

Log In Masukkan

Id User

Id User Terdaftar

User Tidak Terdaftar

Masukkan Password

Password Terdaftar

Masukkan Password dgn benar

Menu Utama

Exit

Selesai

Y Y

Y

Y

Y

Y

T

T T

T

Yakin Akan Keluar

Yes/No T

Gambar VI.7.

Program Flowchart Login

c. Program Flowchart Transaksi

Mulai

Pilihan:

1. tambah 2. Keluar

Tambah Tampil: Kasir, No Struk

Pilih

Pengunjung Pelanggan

Non Pelanggan

Masukkan Id Pelanggan

Pelanggan Tidak terdaftar Cari

Id Pelanggan

Ada

Tampil:

Nama Pelanggan

Masukkan Nama Pembeli

Masukkan Kode Barang

Cari

Kode Barang

Ada Kode Barang Tidak Ada

Tampil: Nama Barang, Harga, Karat Y

T Y

Y T

Y

Y T

A B C D E

Stok Ada

Y Stok (Nama Barang) habis!

T

Masukkan Berat

Masukkan Jumlah beli

Jumlah >

Stok Stok (Nama Barang) Tidak Mencukupi , Stok hanya:

(stok) Tampil:

Subtotal

Ingin tambah barang lagi

Yes/no

Tampil:

Total Item, Total

Masukkan Uang Bayar

Maaf, Uang Anda Kurang

Uang Bayar <

Total

Tampil:

Uang Kembali

Simpan Batal

Simpan Data Telah

Tersimpan Cetak Surat

Keluar

Selesai

Y T

T

T

Y

T

Y

T

Y T

T

Y

A B C D E

Gambar VI. 8. Program Flowchart Transaksi

7. Kesimpulan

Dari semua pembahasan yang telah dibahas, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

a. Pembuatan khusus tidak hanya melihat dari sisi keperluan program itu dibuat, tetapi juga dari sisi pemakai dan job description sehingga pemakai tidak perlu menjalankan program yang berbeda-beda untuk pekerjaan dan tugas yang dibebankan kepadanya.

b. Dengan dibuatnya program pada pengelolaan penjualan Toko Mas dan Permata Renny ini diharapkan dapat menghindari ketidaksesuaian data, dan memudahkan pemakai dalam pencarian data barang dan pembuatan laporan.

c. Pembuatan program yang baik harus memperhatikan masukan (input), keluaran (output) dan alur data sehingga bisa membuat program dan manajemen database lebih efektif dan efisien.

d. Prosedur suatu sistem harus dirancang secara baik, singkat, jelas dan memiliki alur dan proses yang sesuai dengan kebutuhan komponen-komponen di dalam sistem. Sehingga tidak terjadi

(8)

ISSN: 2338 - 8161 16 tumpang tindih alur ataupun

keterlambatan data kepada komponen yang membutuhkan.

e. Pada pemrosesan banyak data, pencatatan (registering), sejarah (history) dan peramalan (forecasting), komputerisasi sistem merupakan syarat mutlak dalam memanipulasi data untuk mendapatkan informasi yang memenuhi persyaratan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Anhar. 2010. Panduan Menguasai PHP

& MySQL Secara Otodidak. Jakarta:

Mediakita.

[2] H. M, Jogiyanto. 2005. Analisis Dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Tersturktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset.

[3] Indah, Ika Nur. 2013. Pembuatan Sistem Informasi Penjualan Pada Toko Sehat Jaya Elektronik Pacitan. Vol 10, No 2 (2013): IJCSS 16 FTI UNSA (2013).

[4] Ladjamudin, bin Al-Bahra. 2005.

Analisa dan Desain Sistem Informasi – Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu.

[5] Raharjo, Budi.2006.Teknik Pemrograman Pascal. Bandung:

Informatika.

[6] Rosa, A.S., dan M.Shalahuddin. 2013.

Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung:

Informatika.

[7] Widianti, Sri. 2009. Pengantar Basis Data. Jakarta : CV. Fajar.

Gambar

Gambar IV.2. Rancangan Bentuk  Data Barang
Gambar VI.5. Diagram Hipo
Gambar VI. 8. Program Flowchart Transaksi

Referensi

Dokumen terkait

Seseorang yang melakukan tindak pidana tidak dapat dihukum apabila pelaku tidak sanggup mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah diperbuatnya, masalah

Berdasarkan peran-peran tersebut Baitul Maal wat Tamwil (BMT) adalah jawaban untuk wilayah yang belum terjangkau oleh lembaga-lembaga keuangan perbankan, dan memiliki

Dari calon legislatif terpilih yang saya teliti menjadi anggota dewan pada periode 2014-2019 yaitu Diah Sunarsasi, dr.Suryaningsih, Riawan Woro (Partai Gerindra), Eny Triyuliastuti

Adapun pendelegasian pemberian kewenangan pemberian izin berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 006 Tahun 2012 tentang industri dan usaha obat

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6 ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 60 Tahun 2017 tentang Pengawasan Tata Niaga Impor Alat Kesehatan,

menunjukan bahwa kualitas jaringan komputer LAN dan WLAN pada SOHO tersebut tergolong memuaskan, pengiriman data melalui file sharing dengan NAS lebih cepat

Uji validitas dengan menggunakan kasus hamburan elektron dengan energi datang 200 eV ke atas oleh atom-atom gas mulia menunjukkan bahwa model potensial Salvat selain lebih

Soal yang dikembangkan menggunakan tiga kategori berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills) berdasarkan revisi taksonomi Bloom, yaitu, menganalisis