• Tidak ada hasil yang ditemukan

smp9pkn PKn Sugiyono

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "smp9pkn PKn Sugiyono"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sugiyono, S.Pd
    • Gunawan, S.Pd
    • Muji Rahayu, S.Pd
  • Pengajar:
    • Dwi Joko Susilo, S.Pd
    • Drs. Aris Munandar, M.Pd
    • Adi Himawan, S.Sos
    • Toto Suparto, M.Hum
  • Sekolah: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Kewarganegaraan
  • Topik: Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP Kelas IX
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2009
  • Kota: Jakarta

I. Pembelaan Negara

Bab ini membahas pentingnya pemahaman tentang pembelaan negara dalam konteks kewarganegaraan. Pembelaan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia yang dijamin oleh UUD 1945. Melalui bab ini, siswa diharapkan dapat memahami hakikat negara, kewajiban membela negara, serta berbagai bentuk usaha pembelaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Pembelaan negara tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga mencakup partisipasi aktif dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

1.1 Hakikat Negara

Dalam sub bab ini, siswa diajak untuk memahami pengertian negara, unsur-unsur yang membentuknya, serta tujuan dan fungsi negara. Negara didefinisikan sebagai organisasi tertinggi yang memiliki kekuasaan untuk mengatur masyarakat dalam suatu wilayah tertentu. Unsur-unsur konstitutif dan deklaratif negara dijelaskan, termasuk rakyat, wilayah, pemerintah, dan pengakuan dari negara lain. Hal ini penting untuk memberikan dasar pemahaman tentang peran dan tanggung jawab sebagai warga negara.

1.2 Kewajiban Pembelaan Negara

Kewajiban pembelaan negara diatur dalam UUD 1945, yang menegaskan hak dan kewajiban setiap warga negara untuk ikut serta dalam upaya mempertahankan negara. Pembelaan negara harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Melalui pemahaman ini, siswa diharapkan dapat menyadari pentingnya peran aktif mereka dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negara, serta memahami dasar hukum yang mengatur pembelaan negara.

1.3 Bentuk-Bentuk Usaha Pembelaan Negara

Sub bab ini menjelaskan berbagai bentuk usaha yang dapat dilakukan dalam pembelaan negara, termasuk melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan militer, dan pengabdian sebagai prajurit. Siswa diajak untuk memahami bahwa pembelaan negara tidak hanya dilakukan oleh TNI, tetapi juga melibatkan seluruh komponen masyarakat. Hal ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

II. Otonomi Daerah

Bab ini membahas konsep otonomi daerah dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan publik. Otonomi daerah memberikan kesempatan bagi daerah untuk mengatur dan mengelola urusannya sendiri, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pemahaman ini, siswa diharapkan dapat berperan aktif dalam proses demokrasi di tingkat lokal.

2.1 Hakikat Otonomi Daerah

Otonomi daerah merupakan hak untuk mengatur dan mengelola urusan pemerintahan di daerah masing-masing. Dalam sub bab ini, siswa belajar tentang prinsip-prinsip dasar otonomi daerah dan bagaimana hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Otonomi daerah diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka.

2.2 Partisipasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik di Daerah

Partisipasi masyarakat sangat penting dalam proses perumusan kebijakan publik. Siswa diajarkan untuk memahami bahwa suara masyarakat harus didengar dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan mereka. Melalui diskusi dan kegiatan praktis, siswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi di daerah mereka.

III. Globalisasi dan Dampaknya bagi Masyarakat serta Negara

Bab ini membahas tentang pengertian globalisasi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan negara. Siswa diajak untuk menganalisis bagaimana globalisasi mempengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia. Pemahaman ini penting untuk membekali siswa dengan kemampuan untuk menyikapi perubahan yang terjadi akibat pengaruh global.

3.1 Hakikat Globalisasi

Globalisasi didefinisikan sebagai proses integrasi yang melibatkan pertukaran barang, jasa, informasi, dan budaya antar negara. Dalam sub bab ini, siswa belajar tentang karakteristik globalisasi dan bagaimana hal ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan dapat memahami bahwa globalisasi membawa peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia.

3.2 Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Dampak globalisasi dapat terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, budaya, dan politik. Siswa diajak untuk menganalisis dampak positif dan negatif dari globalisasi, serta bagaimana masyarakat dan negara dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Diskusi ini penting untuk membekali siswa dengan perspektif kritis terhadap fenomena global.

3.3 Menyikapi Dampak Globalisasi

Dalam sub bab ini, siswa diajarkan tentang cara-cara yang dapat dilakukan untuk menyikapi dampak negatif globalisasi, seperti pelestarian budaya lokal dan peningkatan daya saing ekonomi. Siswa diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi.

IV. Prestasi Diri

Bab ini membahas tentang pentingnya prestasi diri dalam konteks pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Siswa diajarkan untuk mengenali potensi diri dan bagaimana cara mengembangkan prestasi yang positif. Pemahaman ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri dan motivasi dalam mencapai tujuan.

4.1 Hakikat Prestasi Diri

Prestasi diri diartikan sebagai pencapaian yang berhasil diraih individu dalam berbagai bidang. Dalam sub bab ini, siswa belajar tentang pentingnya menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya. Siswa diharapkan dapat memahami bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mencapai prestasi yang diinginkan.

4.2 Potensi Diri

Siswa diajak untuk mengenali dan memahami potensi yang dimiliki, baik dalam akademik maupun non-akademik. Melalui kegiatan refleksi dan diskusi, siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri mereka, sehingga dapat merumuskan rencana untuk pengembangan diri yang lebih baik.

4.3 Berperan Aktif dalam Berbagai Aktivitas untuk Mewujudkan Prestasi Diri

Aktivitas yang beragam dapat membantu siswa dalam mengembangkan prestasi diri. Dalam sub bab ini, siswa diajarkan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan sosial yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Keterlibatan ini diharapkan dapat membangun karakter dan disiplin dalam mencapai tujuan.

Referensi Dokumen

  • Ilmu Negara Pembahasan Buku ( Prof. Mr. R. Kranenburg )
  • Kewarganegaraan ( Miriam Budiardjo )
  • Pengantar Ilmu Pemerintahan ( Nana Syaodih Sukmadinata )
  • Pendidikan Kewarganegaraan ( Tim Abadi Guru )
  • Ketentuan Pokok Pertahanan Negara Republik Indonesia ( Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 1982 )

Gambar

Gambar 1.18 menjalin kerjasama antar siswa merupa-kan upaya pertahanan keamanan yang dapat dipraktek-kan sehari-hari.
Gambar 2.1 Pulau-pulau di Indonesia dihuni lebih dari 200 juta jiwadengan beraneka ragam budaya, bahasa dan adat istiadat
Gambar 2.2 Otonomi daerah yang mandiri dan demokratisdiharapkan dapat  mendekatkan pemerintah dengan rakya-tnya sehingga kepentingan  rakyat dapat dilayani denganbaik
Gambar 2.3  Otonomi daerah  memungkinkan pemerintahmakin dekat dengan persoalan  rakyat dan menyelesaikannyaSumber: Kompas
+7

Referensi

Dokumen terkait

4) Dalam melaksanakan peran serta sebagaimana dimaksud pada ayat (2), masyarakat ikut. bertanggung jawab menjaga ketertiban serta keselamatan dan

Capaian Program Meningkatnya Upaya Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan

Polri merupakan alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum sesuai

Dihimbau kepada Warga Jemaat GPIB “CINERE” demi menjaga ketertiban & keamanan bersama di lingkungan sekitar GPIB “CINERE” dan Komplek Mega Cinere pada

Ketika kita paham bahwa sebagai individu kita adalah anggota masyarakat yang lebih luas, maka kita juga harus paham bahwa secara individu, kita berkontribusi, serta membawa potensi diri

5 Ikut bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekolah Berdasarkan pernyataan di atas, yang merupakan kewajiban sebagai anggota keluarga adalah..... Perhatikan tabel di

4 Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum,

Dokumen ini merancang kegiatan harian seorang Bhabinkamtibmas di Desa Banyubiru untuk menjaga keamanan dan ketertiban