PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SETELAH TERAPI BEKAM BASAH DAN PIJAT REFLEKSI PADA Perbedaan Kadar Gula Darah Setelah Terapi Bekam Basah Dan Pijat Refleksi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Karangmalang Sragen.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil uji beda dengan uji wilcoxon didapatkan nilai p-value pada tekanan darah sistolik dan diastolik lebih kecil dari taraf signifikansi α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa
Hasil uji T-berpasangan (Paired T-test) menunjukan kadar gula darah pasien sebelum dan setelah menjalani terapi oksigen hiperbarik memiliki perbedaan yang signifikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar Gula Darah Sewaktu pada kelompok kasus maupun kontrol sebelum dan sesudah intervensi.Kadar gula darah
Hasil uji statistik perbedaan kedua nilai rata-rata (mean) pada kelompok intervensi didapatkan nilai p value sebesar 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab terdahulu, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Rata - rata tekanan darah sistol
Untuk analisis perbedaan selisih kedua kelompok terapi binasal kanul dengan sungkup muka sederhana, untuk binasal kanul didapatkan nilai rata-rata 98,8750 dengan standar deviasi 0,34157
Hasil penelitian rata-rata kadar gula darah sewaktu GDS dari semua pasien sebelum dilakukan terapi bekam sebesar 295,03 mg/dL, sedangkan rata-rata kadar gula darah sewaktu setelah
Hasil penelitian diperoleh nilai p value sebesar 0,085, dikarenakan nilai p value > 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah dilakukannya senam prolanis