• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SETELAH TERAPI BEKAM BASAH DAN PIJAT REFLEKSI PADA Perbedaan Kadar Gula Darah Setelah Terapi Bekam Basah Dan Pijat Refleksi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Karangmalang Sragen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SETELAH TERAPI BEKAM BASAH DAN PIJAT REFLEKSI PADA Perbedaan Kadar Gula Darah Setelah Terapi Bekam Basah Dan Pijat Refleksi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Karangmalang Sragen."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Karakteristik responden
Tabel 2. Kategori kadar gula darah

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji beda dengan uji wilcoxon didapatkan nilai p-value pada tekanan darah sistolik dan diastolik lebih kecil dari taraf signifikansi α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa

Hasil uji T-berpasangan (Paired T-test) menunjukan kadar gula darah pasien sebelum dan setelah menjalani terapi oksigen hiperbarik memiliki perbedaan yang signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar Gula Darah Sewaktu pada kelompok kasus maupun kontrol sebelum dan sesudah intervensi.Kadar gula darah

Hasil uji statistik perbedaan kedua nilai rata-rata (mean) pada kelompok intervensi didapatkan nilai p value sebesar 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab terdahulu, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Rata - rata tekanan darah sistol

Untuk analisis perbedaan selisih kedua kelompok terapi binasal kanul dengan sungkup muka sederhana, untuk binasal kanul didapatkan nilai rata-rata 98,8750 dengan standar deviasi 0,34157

Hasil penelitian rata-rata kadar gula darah sewaktu GDS dari semua pasien sebelum dilakukan terapi bekam sebesar 295,03 mg/dL, sedangkan rata-rata kadar gula darah sewaktu setelah

Hasil penelitian diperoleh nilai p value sebesar 0,085, dikarenakan nilai p value > 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah dilakukannya senam prolanis