OPNI
SABTU pAHtNG
I
NOVEMBER2013
( 5SURA
1947|
"KEDAULATAN RAKYAT'' HALAMAN
14Pahlawanku, Idola
yang
Terlupakan
ARI
Pahlawan
Tahun 2013
ini
mer,rgambil tema besar'Palrlawanl<u
Idolaku'. Istilah
pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu phala yangbe-rarti
buahatau hasil. Maka
Pahlawan di-" maknai sebagai orang yang berani beq'uang dan rela berkorban demi kepentingan orang banyak, utamanya bagi masyarakat bangsadan negara. Indonesia memiliki banyak
pah-lawan yang berjasa besar bagi kemerdekaan dan kemajuan negara ini. Akan tetapi sung-guh ironis ketika jasa-jasa mereka dilupakan dan
tidak lagi
dihargai oleh generasi pene-rusnya.Kaum muda sekarang lebih mengidolakan artis terkenal baik dari dalam maupun
luar
negeri. Mereka dapat menjadi heboh
luarbia-sa saat
melihat
wajah-wajah ganteng dan cantik artis Korea di layar kaca. Kalangan re-maja begituhafal
denganbaik
selukbeluk
kehidupan para selebritis yang mereka idola-kan. Mereka sangat antusias menyaksikansetiap tayangan yang mengulas gaya hidup si
artis idola sehari-hari. Akan tetapi ketika
bi-cara soal pahlawan yang berkorbanjiwa dan
raga demi kemerdekaan yang bisa dinikmati
oleh generasi saat
ini
sama sekalitidak
me-narik perhatian mereka.
Indonesia tereataL
memiliki
156 pahlawannasional. Angka itu tentu bukan jumlah yang
sedikit.
Sebenarnyamasih banyak
tokohbangsa ini yang pantas untuk diangkat
men-jadi
pahlawan nasional karena jasa-jasanya.Setiap tahun pemerintah mengangkat
tokoh-tokoh bangsa yang be4'asa besar namun te-lah tiada
untuk
dianugerahi gelar patrlawan nasional.Terakhir
tahun
2012, pahlawan proklamatorkita
Soekarno dan Hatta mem-peroleh gelar pahlawan nasional. Saaiitu
muncul banyak kontroversi soal pemberian gelar
ini.
Selain merekaternyata
adajuga
tokoh
lain
yang masih menimbulkantarik
ulur
soal kepantasgn menerima gelar pahla-wan karena kepentingan banyak pihak.Sebut saja
pejuang.kemerdekaan. yangmenganut garis perjuangan radikal
yanghingga
saatini
masih
diliputi
kontroversiyaitu
Tan Malaka. Belum lagi parapendiri
dan petinggi republik
ini
di awal kemerdeka. an seperli Ketua BPUPKI RadjimanWedyo-diningrat,
Perdana MenteriAmir
Sjarifud-din, Sjafruddin Prawiranegara yang pernahmenjadi
Presiden PemerintahDanrrat RI
saat Soekarno, Hatba dan pejabat republik
di-asingkan sewaktuAgresi
Militer
BelandaII
dan masih banyak tokoh tersembunyilain-.,
,
Hendna
]{urniawn
,
,.nya. Nama-nama mereka
itu
belum t"".ut-tum dalam daftar pahlawan nasional meski-pun pengorbanan mereka bagi bangsaini
ti-daklah sedikit.Tiga tahun terakhir ini juga mr-rncul usulan
dari beberapa pihak
untuk
menganugerahi gelar pahlawan bagi dua orang yang pernah memimpin negaraini.
Mereka adalah Jen-deral BesarH
M Soeharto dan K HAbdur-rahmanWahid (Gus Dur). Keduanya adalah mantan presiden yang ketokohan danjasa-nya bagi bangsaini tidak
dapat dihapuskan begitu saja. Meskipun demikian pemerintah tampaknya masih enggan menyematkange-lar pahlawan bagi dua pemimpin bangsa ini.
Sebagai seorang
perwira TNI,
Soehartomuda
ikut
berperan dalam Peristiwa
Se-rangan Oemoem
l
Maret 1949 diYogyakarta; memimpin perebutan kembaliIrian
Barat, hingga keberhasilannya memulihkankeada-an pasca Peristiwa 1965 yang mengantarnya
ke
kursi
kepresidenan. Saat menjadipresi-den beliau juga banyak melakukan pemba-ngunan dan
berhasil
membawa Indonesia menjadi negara yang disegani oleh dunia. Memang tidak dapat dipungkiri pula bahwabeliau mempunyai lembaran
hitam
yang membuatnyajatuh dari
kekuasaannyata-hun 1998.
Demikian pula dengan Gus dur yang na-manya sangat melekat di kalangan NU juga
merupakan pribadi yang besarjasanya bagi
bangsa. Sejak sebelum menjadi presiden,
per-juangannya bagi kemanusiaan sudah begitu hebat. Komitmerurya pada perjuangan
IIAM
telah mengharumkan namanya sebagaipe-juang
multikultural
bangsa. Meskipun beliau pernah diajukan sebagai pahlawan nasional, namun hinggakini
usulanitu
belum terwu-jnd.Bagairnanapun juga tanpa menafikan ke-kurangan dan kelemahan yangada, mereka
adalah para paNawan bangsa ini yang
terlu-pakan atau bisa
jadi'dilupakan'.
Lepasdari
berbagai kontroversi dan pertentanganke-pentingan
soal pengangkatanpara
tokoh tersebut sebagai pahlawan, sebenarnya yangjauh
lebih penting ialah meriampilkan dan memperkenalkan sisi positif perjuangan dan jasa mereka yang pantas diteladani. Gelar pahlawan nasional pada akhirnyatidak
be-rarti
banyakjika nilai-nilai
kepalrlawanme-reka yang dianugerahi gelar
tidak
dapatdi-maknai
dalamhidup sehari-hari
generasisekarang.
Permasal"han yang utama saat ini yaitu
se-jauh mana bangsa ini mamprr menghargai dan
memberi tempat untuk memaknai semangat
kepahlawanan mereka.
Tidak
hanya tokohyang sudah mendapat gelar pahlawan namun
mereka yang berjasa besar bagi bangsa dan
ne-gara meskipun tidak bergelar pallawan dapat
juga menjadi teladan bagi generasi masa kini.
Bung Karno pernah berkata: "Bangsa yang
be-dar adalah bangsa yarlg menghargaijasa para
pahlawannya." Bukan hal yang bijak apabila
gelar kepalrlawanan yang dianugerahkan oleh
pemerintah hanya menjadi formalitas dan
sere-monial belaka. Mudah-mudahan semangat
juang dan pengorbanan para pahlawan bangsa
dapat menjadi teladan yang tidak mudah
run-tuh dite{ang de4asnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi yang memperkenalkan budaya instan. Sebab hanya dengan
itu
per-ingataa Hari PaNawan akan menjadi
bermak-na.O-k.
-
*) trIend.raKuntiawan IlIPd,
Dosen Pendidihan Seiarah Uniuersitas
Sarctta Dharmn Yogyakarta.
Maksimum
600Katt
"'
'," PARA pengirim naskah Opini KR harapmemba-tasi panj*ng naskah maksirnum 4.000 karakter atau setara sekitar 600 kata. Sertakan riwayat
hidup singkat dan nomor telepqn, Naskah,'harap dikirim ke alamat emdl [email protected].
o
F z
{
oL