• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN SP3T PROVINSI PAPUA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERKEMBANGAN SP3T PROVINSI PAPUA BARAT"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

RAPAT SP3T PROVINSI PAPUA BARAT

RSUD Provinsi Papua Barat, 16 November 2020

PERKEMBANGAN SP3T PROVINSI

PAPUA BARAT

dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes.

♣♣

(2)

OUTLINE

Latar Belakang.

Dasar Hukum.

Struktur Organisasi dan Personalia.

Tugas dan Fungsi.

Kegiatan-Kegiatan.

Peluang dan Harapan.

♣♣

♣♣

(3)

LATAR BELAKANG (1)

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mulai

mengembangkan program Pelayanan Kesehatan

Tradisional, Alternatif dan Komplementer sejak tahun 2011 dengan dukungan dana dekonsentrasi (APBN).

Undang-Undang nomor 36 tahun 2004 tentang Kesehatan menyatakan pelayanan kesehatan

tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan

dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun-temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat.

♣♣

(4)

LATAR BELAKANG (2)

Dalam RPJMD Provinsi Papua Barat 2012-2016 tertuang sejumlah program yang terkait, yaitu (1)

program pengembangan obat-obat tradisional Papua, (2) program pengembangan cara-cara pengobatan

tradisional Papua, dan (3) program pembinaan tenaga kesehatan tradisional Papua.

Sebagai program baru dan tergolong tidak prioritas, program ini mengalami minimnya dukungan kebijakan dan penganggaran, walaupun sudah tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, bahkan Perdasi nomor 11 tahun 2019 tentang Pembangunan Kesehatan di Provinsi Papua Barat.

♣♣

(5)

LATAR BELAKANG (3)

Guna mendukung terselenggaranya program pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan komplementer diperlukan lembaga mitra, salah

satunya adalah Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T).

Pada Oktober 2014, kelembagaan SP3T Provinsi Papua Barat ditetapkan berdasarkan SK Gubernur nomor

448/213/10/2014. Penyelenggaraan SP3T Provinsi

Papua Barat dilaksanakan oleh Tim Pelaksana yang ditetapkan berdasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Selain itu, dibentuk juga Tim Pengendali SP3T yang ditetapkan berdasarkan SK Gubernur.

♣♣

(6)

DASAR HUKUM

TIM PENGENDALI SP3T:

SK Gubernur nomor 448/89/5/2014 tanggal 8 Mei 2014.

TIM PELAKSANA SP3T:

1. SK Kepala Dinas Kesehatan nomor 440/3025/DK- PB/XII/2013 tanggal 16 Desember 2013.

2. SK Kepala Dinas Kesehatan nomor 440/0024/DK- PB/I/2015 tanggal 12 Januari 2015.

3. SK Kepala Dinas Kesehatan nomor 440/0456/DK- PB/IV/2015 tanggal 30 April 2015.

4. SK Kepala Dinas Kesehatan nomor 440/0799/DK- PB/VI/2018 tanggal 4 Juni 2018.

♣♣

(7)

STRUKTUR ORGANISASI (1)

TIM PENGENDALI SP3T:

♣♣

JABATAN DALAM TIM NAMA

Pelindung : Gubernur

Ketua : Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat

Wakil Ketua : Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Papua Barat

Sekretaris : Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Anggota : Dekan Fakultas MIPA Universitas Negeri

Papua Manokwari

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Papua Manokwari

(8)

JABATAN DALAM TIM

NAMA

Anggota : Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Papua Barat Ketua IDI Wilayah Provinsi Papua Barat

Ketua Pengurus Daerah IAI Provinsi Papua Barat Kepala Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat

Kepala Bidang Bina Pengembangan SDM

Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Kepala Bidang Bina Pengendalian Masalah

Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Sekretariat : Kepala Seksi Bimdal Kesehatan Khusus, Dinas

Kesehatan Provinsi Papua Barat

Staf Seksi Bimdal Kesehatan Khusus, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat

STRUKTUR ORGANISASI (2)

♣♣

(9)

STRUKTUR ORGANISASI (3)

TIM PELAKSANA SP3T:

♣♣

JABATAN DALAM TIM 2013

JABATAN DALAM TIM 2015 -

Ketua Ketua

Wakil Ketua Wakil Ketua

Sekretaris Sekretaris

Bendahara Bendahara

Koordinator & Anggota Bidang Pengkajian/Penelitian/Pengujian

Koordinator & Anggota Bidang Pengkajian/Penelitian/Pengujian Koordinator & Anggota Bidang

Pelayanan

Koordinator & Anggota Bidang Pelayanan

Koordinator & Anggota Bidang

Jaringan, Informasi & Dokumentasi

Koordinator & Anggota Bidang

Jaringan, Informasi & Dokumentasi Koordinator & Anggota Bidang

Pendidikan & Pelatihan

-

(10)

STRUKTUR ORGANISASI (4)

TIM PELAKSANA SP3T (2018):

♣♣

JABATAN DALAM TIM NAMA

Ketua : dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes.

Wakil Ketua : dr. Siti Ramlah Saifoeddin, MPH Sekretaris : dr. Feny Mayana Paisey, M.Si.

Bendahara : Yenny Yuanita Rumengan, SKM, MPH BIDANG PENGKAJIAN / PENELITIAN / PENGUJIAN

Koordinator : Ir. Maria Justina Sapsoeitoeboen, M.Si.

Anggota : dr. Nurmawati

Rizald Hussein, SP., M.Si.

Enggar Anitawati, M.Sc., Apt.

dr. Eka Widrian Suradji, Ph.D.

(11)

STRUKTUR ORGANISASI (5)

♣♣

JABATAN DALAM TIM NAMA

BIDANG PELAYANAN

Koordinator : Dra. B. Ratna I. Nursari, Apt.

Anggota : Besse Amriati, SP., MP

Waningsih Dabamona, AMP Ade Sa’diah, AMK

Ilham Mahmud, S.Si, Apt.

BIDANG JARINGAN, INFORMASI DAN DOKUMENTASI Koordinator : Wiesye Pelamonia, S.Si., Apt.

Anggota : Sylvester Kawuwung, SKM Winarti, AMK

Abdul Haris Renyaan, S.Sos., M.MKes.

(12)

TUGAS DAN FUNGSI (1)

TIM PENGENDALI SP3T:

1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat selaku Ketua menjabarkan Pedoman Menteri Kesehatan

mengenai Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer yang dapat dikembangkan dan

diterapkan di wilayahnya.

2. Sosialisasi dan advokasi ke Pemerintah Daerah tentang keberadaan dan kegunaan SP3T sebagai

penapis (pengkajian/penelitian/pengujian) pelayanan kesehatan tradisional agar mendapat dukungan politis, dana dan sarana/prasarana.

♣♣

(13)

TUGAS DAN FUNGSI (2)

TIM PENGENDALI SP3T:

3. Menetapkan unit-unit organisasi yang merupakan

pelaksana pengembangan dan penerapan pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan komplementer dan menetapkan personalia SP3T.

4. Membuat surat kerja sama (MoU) dengan institusi tempat/lokasi unit teknis SP3T.

5. Memberi tugas Tim Pelaksana SP3T untuk melakukan pengkajian/penelitian/pengujian terhadap pelayanan kesehatan tradisional yang potensial dapat

dikembangkan di wilayahnya.

♣♣

(14)

TUGAS DAN FUNGSI (3)

TIM PENGENDALI SP3T:

6. Mengupayakan dukungan dana untuk operasional Tim Pelaksana SP3T melalui APBN, APBD ataupun sumber lain yang tidak mengikat dan tidak bertentangan

dengan undang-undang.

7. Memantau jaringan informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan

komplementer yang dikembangkan oleh Tim Pelaksana SP3T.

♣♣

(15)

TUGAS DAN FUNGSI (4)

TIM PENGENDALI SP3T:

8. Bersama Tim Pelaksana SP3T melakukan penilaian

usulan pemakaian berbagai jenis obat, alat dan metode pelayanan kesehatan tradisional ke dalam pelayanan kesehatan formal.

9. Melaporkan kepada Tim Pokja Nasional Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer tentang pelayanan kesehatan tradisional yang telah terbukti aman dan bermanfaat.

♣♣

(16)

TUGAS DAN FUNGSI (5)

TIM PELAKSANA SP3T (2013):

Tugas Pokok:

Mewujudkan pelayanan kesehatan tradisional yang aman, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Fungsi:

1) Melakukan penapisan dan pengkajian dan/atau penelitian dan/atau pengujian pengobatan

tradisional yang dapat dikembangkan.

2) Menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan tentang pengobatan tradisional yang telah terbukti manfaat dan keamanannya.

♣♣

(17)

TUGAS DAN FUNGSI (6)

TIM PELAKSANA SP3T (2013):

Fungsi:

3) Menyelenggarakan pelayanan pengobatan tradisional yang telah terbukti manfaat dan keamanannya sebagai percontohan.

4) Menyelenggarakan uji klinis dan/atau uji penerapan obat tradisional yang potensial untuk menjadi

fitofarmaka.

5) Melaksanakan fungsi jaringan informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan komplementer.

♣♣

(18)

TUGAS DAN FUNGSI (7)

TIM PELAKSANA SP3T (2015-):

1. Melakukan penapisan melalui pengkajian, penelitian dan/atau pengujian terhadap metode, bahan/obat

tradisional dan alat kesehatan tradisional, yang sedang berkembang dan/atau banyak dimanfaatkan oleh

masyarakat.

2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional dalam rangka mendukung upaya penapisan.

♣♣

(19)

TUGAS DAN FUNGSI (8)

TIM PELAKSANA SP3T (2015-):

3. Menjadi simpul jaringan informasi dan dokumentasi berbagai metode pelayanan kesehatan tradisional di provinsi sekaligus sebagai bagian dari jaringan

informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional pada tingkat nasional.

4. Menggali kearifan lokal (local wisdom) yang sudah memiliki bukti empiris dalam mengatasi masalah kesehatan di wilayah provinsi.

♣♣

(20)

TUGAS DAN FUNGSI (9)

TIM PELAKSANA SP3T (2015-):

5. Memberikan informasi teknis kepada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota tentang keamanan dan

manfaat suatu pelayanan kesehatan tradisional.

6. Memberikan pembekalan prinsip-prinsip kerja yang aman serta sesuai dengan kaidah-kaidah bersih dan sehat kepada pengobat tradisional atas permintaan Dinas Kesehatan.

♣♣

(21)

KEGIATAN-KEGIATAN (1)

Rapat Koordinasi Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer & Sosialisasi

Pembentukan SP3T Provinsi Papua Barat (Manokwari).

Inventarisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer dalam rangka

Pengumpulan Data Jaringan Informasi dan

Dokumentasi (Kota Sorong, Fakfak, Teluk Bintuni).

Rapat Rutin SP3T (Manokwari).

♣♣

2014

(22)

KEGIATAN-KEGIATAN (2)

Pertemuan Perencanaan & Evaluasi Program Kesehatan Tradisional (Makassar).

Pameran Kesehatan pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional Regional Timur (Manado).

Rapat Koordinasi Teknis Program Kesehatan Tradisional, Alternatif & Komplementer (Batam).

TOT Pemanfaatan TOGA untuk Asuhan Mandiri (Jakarta).

♣♣

2014

(23)

KEGIATAN-KEGIATAN (3)

Sosialisasi Kebijakan SP3T kepada Lintas Program / Lintas Sektor dan Pemerintah Daerah (Manokwari).

Rapat Koordinasi Yankestradkom Provinsi, Kabupaten/Kota & SP3T (Manokwari).

Inventarisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer dalam rangka

Pengumpulan Data Jaringan Informasi dan Dokumentasi (Manokwari).

Rapat Rutin SP3T (Manokwari).

Penapisan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Manokwari).

♣♣

2015

(24)

KEGIATAN-KEGIATAN (4)

SP3T Provinsi Papua Barat mengajukan Proposal Penelitian berjudul:

“Inventarisasi Pengobatan Tradisional dan Koleksi Tumbuhan yang Dimanfaatkan sebagai Obat dalam Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat”

Proposal Penelitian dipaparkan pada Rapat SP3T tanggal 18 Mei 2015, Rakornis Yankestradkom

Provinsi/Kabupaten/Kota dan SP3T dan Rakornis Yankes Komplementer bagi RS Pemerintah

tanggal 7-9 September 2015.

♣♣

2015

(25)

KEGIATAN-KEGIATAN (5)

Rapat Pembahasan Hasil Penelitian dilakukan di Aston Niu Hotel Manokwari pada tanggal 10 November 2015.

Hasil Penelitian SP3T Provinsi Papua Barat dipaparkan pada Seminar di Hotel Bidakara Jakarta pada tanggal 23-25 November 2015.

Diseminasi Hasil Penelitian pada Rapat SP3T tanggal 16 Desember 2015 di Hotel Billy Jaya Manokwari.

♣♣

2015

(26)

KEGIATAN-KEGIATAN (6)

Rapat Rutin SP3T (Manokwari).

Penapisan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Manokwari).

Inventarisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer dalam rangka

Pengumpulan Data Jaringan Informasi dan

Dokumentasi (APBD Provinsi pada Bidang Sumber Daya Kesehatan).

♣♣

2016

(27)

KEGIATAN-KEGIATAN (7)

SP3T Provinsi Papua Barat mengajukan Proposal Penelitian berjudul:

“Identifikasi Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Tumbuhan yang Dimanfaatkan sebagai Obat di Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat”

Proposal Penelitian telah diajukan ke Kementerian Kesehatan pada tanggal 10 Februari 2020.

Proposal telah dibahas pada Workshop Penapisan

Kesehatan Tradisional SP3T pada 25 Juni 2020 secara daring

Rapat Rutin SP3T (Manokwari).

♣♣

2020

(28)

KEGIATAN-KEGIATAN (8)

Pengembangan layanan kesehatan tradisional di Provinsi Papua Barat:

AKUPUNKTUR MEDIK:

1. RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong.

2. RSUD Scholoo Keyen, Kabupaten Sorong Selatan.

3. RSUD Kabupaten Fakfak.

♣♣

2020

4. Puskesmas Klasaman, Kota Sorong.

5. Puskesmas Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni.

(29)

KEGIATAN-KEGIATAN (9)

AKUPRESUR:

1. Puskesmas Kaimana, Kabupaten Kaimana.

2. Puskesmas Fakfak Kota, Kabupaten Fakfak.

3. Puskesmas Sanggeng, Kabupaten Manokwari.

4. Puskesmas Pasir Putih, Kabupaten Manokwari.

5. Puskesmas Mariat, Kabupaten Sorong.

♣♣

2020

(30)

PELUANG DAN HARAPAN (1)

Adanya Organisasi Perangkat Daerah terkait (Balitbangda) dan lembaga pendidikan tinggi

kesehatan beserta para akademisinya (FK Unipa Sorong) serta para praktisi akupunktur

medik/akupresur/herbal medik yang dapat dilibatkan secara aktif dalam Tim Pelaksana SP3T.

Adanya Perdasi nomor 11 tahun 2019. SP3T Provinsi Papua Barat dapat turut berkontribusi dalam

menyusun aturan turunannya.

♣♣

(31)

PELUANG DAN HARAPAN (2)

Dukungan APBD Provinsi dapat lebih proporsional, tidak hanya mengandalkan sumber APBN.

Tim Pengendali dan Tim Pelaksana SP3T dapat

berperan menjalankan tugas dan fungsi lebih optimal, dengan menunjukkan kontribusi nyata dalam

menunjang program-program kesehatan prioritas nasional dan daerah.

♣♣

(32)
(33)

TAKE HOME MESSAGE

Sejak awal berdirinya, SP3T Provinsi Papua Barat

berupaya menjalankan tugas dan fungsinya, meskipun dengan keterbatasan dukungan penganggaran.

♣♣

♣♣

SP3T Provinsi Papua Barat dapat turut mendukung program-program kesehatan prioritas nasional dan daerah.

Peraturan Daerah Provinsi nomor 11 tahun 2019 dan penyusunan regulasi turunannya dapat dimanfaatkan

sebagai momentum memajukan SP3T Provinsi Papua Barat.

(34)

TERIMA KASIH

♣♣

Referensi

Dokumen terkait

pendidikan perwira bagi yang berasal dari prajurit Angkatan Bersenjata

Skor rata-rata perkembangan kognitif pada balita yang miskin lebih rendah (52.7) daripada balita yang berasal dari keluarga yang tidak miskin (63.8), sementara rata-rata

trip /mengantar penumpang; 3) pada indikator perusahaan memberikan bonus kepada sopir apabila ada pekerjaan yang mencapai target yang telah ditetapkan berada

Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghasilan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

Menurut Muslihuddin (2012:197-198) model pembelajaran tipe Talking Stick juga memiliki kelebihan serta kekurangan. Adapun kelebihannya adalah: 1) peserta didik dapat

Dashboard atau yang biasa dikenal sebagai viewboard pada Perguruan Tinggi Raharja merupakan sebuah sistem aplikasi yang menampilkan informasi dalam bentuk sebuah panel

Hasil penelitian menujukkan bahwa insektisida cyantraniliprole 10% sangat efektif dalam menekan tingkat serangan maupun populasi hama PBKo, baik pada buah di lapangan maupun