• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN

Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 1 SUNGGAL Mata Pelajaran : Bimbingan Konseling

Kelas / Semester : Gaya Belajar

Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan Kelas / Semester : VIII/ Ganjil

Alokasi Waktu : 10 Menit Pertemuan : 1

A Tujuan Layanan

1. Siswa dapat mendeskripsikan konsep dan jenis jenis gaya belajar.C4

2. Melalui tes gaya belajar Siswa dapat menemukan gaya belajarnya masing- masing.C6

3. Siswa dapat membangun kebiasaan belajar yang lebih efektif sesuai gaya belajarnya. A4

Metode : Ceramah, Dikusi Kelompok, Curah pendapat Media : Power Point Gaya Belajar

Materi Layanan

1 Pengertian Gaya Belajar 2. Macam Macam Gaya Belajar 3. Ciri Ciri Gaya Belajar

Sumber :

1.Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMK- MAK kelas 11, Yogyakarta, Paramitra Publishing

2.Rahayu, Minarti. (2013). Pengertian Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar.

Diperoleh dari http://minartirahayu.blogspot.com/2013/03/pengertian-gaya-belajar- berbagai-macam.html

(2)

B Kegiatan Layanan 1. Pendahuluan

a. Memberikan salam/sapaan dengan penuh semangat dan keakraban kepada peserta didik, kemudian mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdo’a.

b. Guru BK memeriksa kehadiran peserta didik

c. Guru BK memberikan pengantar singkat tentang tujuan layanan Bimbingan dan Konseling

d. Membina hubungan baik dengan peserta didik serta membuat suasana kegiatan menjadi lebih semangat/bergairah dengan diawali ice breaking. (Mencairkan kebekuan di kelas)

2. Tahap Inti

1. Guru BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi layanan

2. Guru BK membagikan angket gaya belajar serta memberikan penjelasan kepada peserta didik dalam menjawabnya

3. Guru BK mengelompokkan siswa sesuai hasil jawaban dari angket 4. Guru BK memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk

mendiskusikan kebiasaan belajarnya

5. Setiap kelompok menampilkan hasil diskusinya mengenai gaya belajarnya didepan kelas secara bergantian.

3. Tahap Penutup

a. Guru BK mengajak peserta didik melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan

b. Guru BK mengajak peserta didik untuk menerapkan gaya belajar yang dimilikinya

c. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang dan mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam

2 menit

6 Menit

2 Menit

C Penilaian Layanan / Evaluasi

1.Penilaian Proses : Guru BK memperhatikan proses layanan terutama keaktifan dan sikap atau antusias siswa dalam mengikuti kegiatan layanan.

2. Penilaian Hasil : Guru BK melihat dampak dari hasil kegiatan yang dilakukan sesuai tujuan layanan

(3)

GAYA BELAJAR A. Pengertian Gaya Belajar

Menurut(S.Nasution.2011) gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukam oleh seorang peserta didik dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengikat, berfikir, dan memcahkan soal. Gaya belajar merupakan cara seseorang untuk menyerap dan mengolah bahan informasi yangtelah selama ini proses pembelajaran. Gaya belajar adalah cara di mana peserta didik menerima informasi bary dan proses yang akan mereka gunakan untuk belajar. Sebagian anak akan menerima informasi lebih baik dengan visual. Sebagian lagi dengan cara auditori.

Sementara yang lain mungkin lebih efektif mengambil informasi mealui kinestetik. Berdasarkan penjelasan diatas dapat diketahui bahwa gaya belajar peserta didik sangatlah bervariasi, setiap peserta didik mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

Perlu diketahui bersama yakni setiap manusia memiliki cara menyerap dan mengelola informasi yang diterimanya dengan cara yang berbeda satu sama lainnya, ini sangat tergantung pada gaya belajarnya. Cara belajar sangat bersifat individual, suatu cara yang tepat bagi seorang belum tentu tepat pula bagi orang lain, dalam arti yang berhubungan dengan aspek khusus tertentu, misalnya kebiasaan membaca, waktu belajar, dan hal yang bersifat teknis. Gaya belajar adalah suatu cara pandang seseorang terhadap peristiwa yang dilihat. Oleh karena itulah pemahaman, pemikiran, dan pandnagan seseorang peserta didik dengan peserta didik lain berbeda, walaupun peserta didik tumbuh pada kondisi dan lingkungan yang sama, serta mendapat perlakuan sama.

B. Macam-Macam Gaya Belajar

Gaya belajar peserta didik dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik.

1. Gaya belajar visual

Gaya belajar visual merupakan salah satu gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik, biasanya seseorang yang memiliki gaya belajar visual berfokus pada penglihatan. Seseoran memiliki gaya belajar visual biasnyan metode belajar yang digunakan adalah berupa tampilan-tampilan dan objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran. Seseorang yang memiliki gaya belajar visual apabila mendapatkan tugas biasanya berupa pengamatan langsung atau observasi. Gaya belajar visual adalah gaya belajar dimana gaya belajar ini seseorang merasa lebih mudah dalam menerima pelajaran dengan cara melihat dengan menggunakan mata, baik itu tulisan dari seseorang guru maupun bukan dari guru. Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat diketahui bahwa orang yang menggunakan gaya belajar visual memperoleh informasi dengan memanfaatkan alat indera mata. Orang dengan gaya belajar visual senang mengikuti ilustrasi membaca instruksi, mengamati gambar-gambar.

(4)

2. Gaya Belajar Auditorial

Gaya belajar auditorial merupakan salah satu gaya belajar yang di miliki seseorang yang berfokus pada pendengaran atau telinga. Biasanya seorang peserta didik yang memiliki gaya belajar auditorial dapat belajar dengan mudah dan cepat dengan menggunakan diskusi verbal, peserta didik mendengarkan apa yang dikatan oleg guru danpeserta didik lebih cepat paham apabila dijelaskan dengan menggunakan suara. Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar yang mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami pembelajaran, gaya belajar auditorial benar- benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk mendapatkan informasi. Artinya kita harus benar-benar mendengar, baru kemudian bisa mengingat informasi Dari beberapa pengertian diatas dapat diketahui bahwa orang yang menggunakan gaya belajar auditorial memperoleh informasi dengan memanfaatkan alat indera telinga. Untuk mencapai kesuksesan belajar, orang yang menggunakan gaya belajar auditorial bisa belajar dengan mendengar seperti ceramah, radio, diskusi.

3. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar melalui bergerak dan menyentuh. Biasanya seseorang yang memiliki gaya belajar kinestetik sulit untuk duduk berjam-jam. Peserta didik yang memiliki gaya belajar kinestetik apabila saat belajar dianjurkan melalui pengalaman atau menggunakan alat peraga. Metode yang digunakan biasanya bermain peran atau simulasi Karena siswa ini suka dengan gerakan. Belajar kinestetik adalah belajar yang mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar mahasiswa dapat mengingatnya. Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa orang yang menggunakan gaya belajar kinestetik memperoleh informasi dengan mengutamakan gaya belajar kinestetik mudah menangkap pelajaran apabila ia bergerak, meraba, atau mengambil tindakan.

Selain itu dengan praktik atau pengalaman belajar secara langsung.

C. Ciri-Ciri Gaya Belajar 1. Gaya Belajar Visual

Adapun ciri-ciri atau indikator gaya belajar visual adalah sebagai berikut:

1) Seseorang yang mempunyai ciri-ciri gaya belajar visual, mereka akan lebih mudah mengingat sesuatu yang mereka lihat dari pada sesuatu yang mereka dengar.

2) Biasanya seseorang lebih mudah mengingat suatu hal cara melihat.

3) Biasanya seseorang yang mempunyai ciri-ciri gaya belajar visual dia lebih suka membaca cepat dan tekun dan biasanya mereka ini memiliki hobi membaca.

4) Seseorang lebih suka membaca sendiri dari pada di bacakan oleh orang lain.

5) Seseorang yang mempunyai ciri-ciri gaya belajar visual biasanya berbicara dengan cepat.

6) Sering menyampaikan suatu hal dengan orang lain dengan visual dan sering lupa menyampaikan suatu hal dengan orang lain dengan verbal.

(5)

7) Apabila menjawab pertanyaan sering menjawab dengan singkat.

8) Mempunyai kebiasaan yang rapi dan teratur.

9) Seseorang akan lebih mementingkan penampilan.

10) Teliti terhadap suatu hal baik rincian ataupun hal-hal kecil.

11) Tidak mudah terganggu dengan suara keributan atau keramaian.

12) Lebih suka mencoret-coret tanpa sebuah arti pada saat berbicara dengan orang lain maupun saat rapat.

13) Seseorang lebih suka seni visual dari pada seni musik.

2. Gaya Belajar Auditorial

Adapun ciri-ciri atau indikator gaya belajar auditorial adalah sebagai berikut:

1) Apabila seseorang sedang berdiskusi mereka lebih suka mendengarkan dari pada apa yang dilihatnya.

2) Pada saat belajar atau bekerja mereka lebih suka berbicara pada dirinya sendiri.

3) Pada saat membaca mereka lebih senang membaca dengan nada yang keras dan mereka lebih suka mendengarkan orang lain berbicara.

4) Seseorang yang berbicaran mereka menggunakan iramaterpola.

5) Mereka yang memiliki ciri-ciri gaya belajar auditorial biasanya mereka jadi pembicara yang fasih.

6) Pada saat membaca buku, biasanya mereka lebih suka menggerakkan bibir.

7) Apabila saat berdiskusi mereka lebih suka berbicara dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar.

8) Biasanya orang yang memiliki ciri-ciri gaya belajar auditorial mereka lebih banyak berbicara atau bercerita dari pada menulis.

9) Mereka lebih pandai meniru nada dan mudah mengingatnya kembali.

10) Dia akan terganggu dengan suasana keributan.

11) Dia mempunyai masalah dalam hal visual.

12) Lebih suka mendengarkan music dari pada melihat seni-seni lainnya

3. Gaya Belajar Kinestetik

Adapun ciri-ciri ataupun indikator gaya belajar kinesteti adalah sebagai berikut:

1) Seseorang yang memiliki gaya belajar kinestik mereka berorientasi pada fisik dan mereka banyak bergerak.

2) Sering menggunakan isyarat tubuh.

3) Apabila sedang membaca mereka menggunakan jari sebagai petunjuk saat membaca.

4) Pada saat mengafal mereka lebih suka menghafal dengan cara berjalan dan melihat.

5) Mereka lebih memperhatika fisiknya.

6) Mereka tidak suka duduk terlalu lama.

(6)

7) Lebih suka mencari perhatian orang lain dengan cara mennyentuh.

8) Selalu ingin melakukan suatu hal.

9) Apabila berbicara dengan oaring lain merka lebih mendekat.

10) Lebih suka berbicara dengan perlahan.

11) Biasanya lebih suka memanipulasi.

12) Lebih suka mencari kesibuk.

(7)

ANGKET GAYA BELAJAR

1. Jika mengerjakan sesuatu, saya selalu membaca instruksinya terlebih dahulu.

2. Saya lebih suka membaca dari pada mendengan penjelasan.

3. Saya selalu dapat menunjukan arah utara atau selatan dimanapun saya berada.

4. Saya suka menulis surat, jurnal, catatan atau buku harian

5. Ketika mendengar orang lain berbicara, saya biasanya membuat gambar dari apa yang saya yang mereka katakan dalam pikiran saya.

6. Saat melihat objek dalam bentuk gambar, saya dapat dengan mudah mengenali objek yang sama walaupun posisi itu diputar atau diubah.

7. Saya mengingat suatu pengalaman, saya sering sekali melihat pengalaman itu dalam bentuk gambar didalam pikiran saya.

8. Saya sering mencoret coret kertas saat berbicara didepan telepon atau dalam pertemuan 9. Saya lebih suka membacakan cerita dari pada mendengarkan.

10. Saya dapat dengan cepat melakukan penjumlahan dengan perkalian dalam pikiran 11.

12. Saya akan sangat terganggu apabila ada orang yang berbicara pada saya saat sedang nonton TV

13. Saya dapat mengingat dengan mudah apa yang orang katakan

14. Saya lebih suka mendengarkan informasi yang ada dikaset dari pada membaca buku.

15. Saya seorang diri, Saya biasanya memainkan music/lagu atau bernyayi

16. Saya berbucara, Saya suka mengatakan “Saya dengar, itu kedengarnya bagus, itu bunyinya bagus.

17. Saya tau hampir semua kata dari lagu yang saya dengar.

18. Mudah sekali bagi saya untuk mengobrol dalam waktu yang lamadengan kawan saya saat berbicara ditelepon.

19. Tanpa music hidup amat membosankan.

20. Saya sangat senang berkumpul dan biasanya dapat dengan mudah berbicara dengan siapapun.

21. Saat mengingat suatu pengalaman saya sering kali mendengar suara dan berbicara pada diri saya mengenai pengalaman itu.

22. Saya lebih suka seni music dari pada seni lukis 23. Saya lebih suka membaca dari pada menulis.

24. Saya suka mencatat perintah/instruksi yang disampaikan kepada saya.

25. Saya paling mudah belajar sambil memperaktekkan.

26. Saya lebih suka berolahraga dari pada membaca buku 27. Ruangan meja, mobil atau rumah saya biasanya berantakan.

28. Saya suka merancang, mengerjakan sesuatu dengan tangan saya.

(8)

29. Saya suka olahraga dan rasanya saya adalah olahragawan yang baik.

30. Saya biasanya mengatakan “ saya rasa, saya perlu menemukan pijakan atas hal ini, atau saya ingin bisa menangani hal ini.

31. Saya mengingat suatu pengalaman, Saya sering kali ingat bagaimana perasaan saya terhadap pengalaman itu,

32. Saya lebih suka melakukan contoh peragaan dari pada membuat laporan tertulis atas suatu kegiatan

33. Saya biasanya bebicara dengan berlahan.

34. Tulisan tangan saya biasanya tidak rapi.

35. Saya biasanya menggunakan jari saya untuk menuk kaliamat yang saya baca.

36. Sangat sulit bagi saya utuk duduk diam dalam waktu yang lama.

Catatan:

Peserta didik yang memiliki tipe gaya belajar visual adalah siswa yang melingkari nomor kuis ( Lebih banyak melingkari item dari no 1 sampai 12 ).

Peserta didik yang memiliki tipe gaya belajar auditorial adalah siswa yang melingkari nomor kuis ( Lebih banyak melingkari item dari no 13 sampai 24 ).

Peserta didik yang memiliki tipe gaya belajar kinestik adalah siswa yang melingkari nomor kuis ( Lebih banyak melingkari item dari no 25 sampai 35 ).

Referensi

Dokumen terkait

Dari hal tersebut muncul pemikiran penulis untuk mebuat suatu Design untuk Simulasi Lowpass yang mampu meloloskan yang masuk kedalam spektrum frekuensi L-Band

Setelah itu, dipindahkan media penyaring dari sistem vakum ke media penimbang untuk kemudian dioven pada suhu 103 o C sampai dengan 105 o C selama minimal 1

Pendaftaran Ujian Komprehensif bagi mahasiswa yang dinyatakan TIDAK LULUS, cukup mengisi formulir pendaftaran dan Melaporkan kepada Petugas Pendaftaran tentang Materi Ujian

Ekstrak etanol jahe merah pada penelitian ini diformulasikan dalam bentuk krim untuk meningkatkan kemudahan penggunaannya dan efektivitasnya terhadap penurunan intensitas

Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep fisika siswa dengan penalaran formal tinggi dan siswa dengan penalaran formal rendah yang belajar dengan model

Seluruh berita tersebut memuat pemberitaan mengenai kasus-kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia, baik yang terjadi di Malaysia sendiri maupun di negara lain, tetapi

pembuangan dan itu mengakibatkan dampak bagi lingkungan di sekitar tetapi sekarang banyak ditemukan cara atau solusi untuk menangani dampak-dampak yang dihasilkan oleh limbah,

Penelitian Donri Toni (2006) tentang Persepsi Auditor yang Bekerja Di Kantor Akuntan Publik yang Berafiliasi dan Non – Afiliasi terhadap Efektivitas Metode – Metode