BAB III
KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN
3.1 Gambaran Umum Radio Maritim Rassonia
Radio Maritim didirikan pada tahun 1965 di pelabuhan Cirebon, dimana radio tersebut untuk ABK (Anak Buah Kapal) pada saat berlabuh di pelabuhan untuk mendatangkan barang dan hiburan untuk para ABK. Dan Radio Maritim berada di bawah naungan Badan Kerjasama Unsur Maritim (Baksumar).Radio Maritim Rassonia bergabung dengan PRSSNI pada tahun 1972 dengan nomor keanggotaan 077-1/1972. (Profile Radio Maritim Rassonia)
Pada tahun 1980 Radio Maritim pindah lokasi menempati gedung sendiri di Jalan. Sudarsono 20, sebuah stasiun radio yang desainnya sesuai dengan persyaratan yang berlaku bagi radio siaran swasta. Menyadari bahwa radio maritim sudah menjadi bagian dari masyarakat untuk menjaga citranya mulaiah diadakan pembenahan khususnya dalam 3 hal yaitu manusia, bahan dan teknologi.Radio Maritim Rassonia memiliki daya pancar yang jangkauannya luas, Kota Cirebon, Kab.Cirebon, Kab Majalengka, dan Kab.Kuningan.Radio maritim dapat mengambil jumlah pendengar dari sms masuk, telpon, social media dan grafik database pendengar. (Profil Radio Maritim Rassonia)
3.1.1 Sejarah berdirinya Radio Maritim Rassonia
Berkembang dari pemikiran tersebut para pendiri mempunyai gagasan/ide untuk mendirikan Radio siaran khusus informasi dan hiburan. Terbentur dengan perijinan yang ada pada waktu itu, melalui perjuangan yang panjang akhirnya mengudara Stasiun Radio swasta dengan nama Radio Maritim dibawah naungan Badan Kerja Sama unsure Mariti (Baksumar) yang berlokasi dalam pelabuhan Cirebon pada tahun 1965. Program siarannya hanya informasi tentang kedatangan kapal-kapal barang ke pelabuhan Cirebon maupun yang pergi serta hiuran untuk Anak Buah Kapal (ABK) yang bersandar. Adapun jam siarannya mulai jam 08.00-12.00 dan 16.00-20.00 wib pada frekuwensi SW.
Sejalan dengan perkembangan jaman bermunculannya radio-radio siaran swasta, pemerintah mengeluarkan ketentuan tentang perjanjian radio swasta melalui PP
harus berbentuk PT (Badan Hukum) dan sejumlah persyaratan lainnya.Dengan adanya PP 55/1970, Baksumar mengembalikan pengelolaan Radio Maritim kepada para pendirinya dan sejak itu Radio Maritim tidak lagi dibawah naungan Baksumar. lepas dari Baksumar karena ketentuan perijinan, para pendiri kemudian membentuk Badan Hukum (PT) untuk memenuhi persyaratan perijin serta melengkapi dengan persyaratan lainnya, dan jadilah PT.RADIO MARITIM RASSONIA dengan surat ijin siaran No:308/IRS/S/1970 mengudara pada frekuwensi …3240 KC/s dengan lokasi Studio di Jl.Sisimangaraja 31 Cirebon.
SK Menteri Penerangan RI saat ini mengharuskan bahwa semua Radio Siaran Swasta untuk bergabung dalam wadah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).Radio Maritim Rassonia bergabung dengan PRSSNI tahun 1972 dengan nomor keanggotaan 077-1/1972.Pada tahun 1980 radio Maritim pindah lokasi menempati gedung sendiri di Jl.Sudarsono 20, sebuah studio siaran yang desain sesuai dengan persyaratan yang berlaku bagi radio siaran swasta. Menyadari bahwa Radio Maritim sudah menjadi bagian dari masyarakat untuk menjaga Citranya mulailah diadakan pembenahan-pembenahan khususnya dalam 3 (hal) :
1. Manusia
2. Bahan
3. Teknologi
A. Manusia
Manusia sebagai pelaksana, sumberdayanya harus dilatih secara benar sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Disisni managemen radio ditanamkan sehingga ada persepsi yang sama tentang Radio Maritim. Peningkatan sumberdaya manusia dilakukan melalui penataran-penataran baik program PRSSNI atau studi banding sehingga wawasan para crew bertambah
B. Bahan
Bahan disini mengandung pengrtian adalah materi siaran atau isi siaran, kehadiran radio di tengah-tengah masyarakat harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pendengar, sebab konsumen radio diantaranya adalahpendengar yang
kebutuhannya adalah hiburan dan informasi.Materi siaran harus mengacu pada kebutuhan konsumen yang kita bidik.
Untuk itu program acara yang pada saat itu masih menggunakan Multi program selalu dievaluasi per 3 bulan oleh team siaran.Pola pemasaran juga mendapat prhatian khusus untuk menjaring klien baru dan memelihara hubungan dengan klien lama.
C. Teknologi
Dengan kemampuan yang ada, perkembangan teknologi radio terus diikuti, penggunaan perangkat siar yang ada ditingkatkan.Agar mampu menghasilkan kualitas suara yang baik sehingga kenikmatan mendengarkan radio dirasakan pendengar.
Berkat pembenahan-pembenahan tersebut hasilnya bisa dirasakan diantaranya adalah :
1. Meningkatnya pupuleritas Radio Maritim 2. Kepercayaan klien bertambah
3. Income semakin baik
Pada era tersebut persaingan media belu begitu ketat, sehingga posisi radio siaran swasta semakin berada diurutan 2 setelah media cetak.Presentasi pendapatan iklan pun radio masih diatas 20 % dari Billing Periklanan Nasional berdasarkan sumber dari P3I saat itu. Walaupun saat itu jam siaran yang dikomersilakan telah ditetapkan Departemen Penerangan hanya 25 %. Kondisi mulai berubah ketika TV swasta bermunculan, peta media periklananpun mulai bergejolak malaupun tetap disambut baik sebab Billing Periklanan secara nasional naik terus.Posisi radio swasta mulai tergeser, presentas pendapatan iklan mulai turun. Secara umum radio terkena imbasnya termasuk radio Maritim, namun secara umum radio tetap diperlukan sebagai media mix karena radio sebagai media lokal yang mempunyai kekuatan belum ada yang bisa menandingi, karena sifat dan karakter media Radio yang begitu dekat dengan masyarakat. Mengamati perubahan tersebut dengan perencanaan yang telah dipertimbangkan oleh para Direksi, Radio Maritim mengambil langkah-langkah:
a. Pindah Frekuwensi dari AM ke FM b. Penajamkan Format Siaran
c. Pemilihan Format Musik d. Pembenahan Pola Pemasaran
e. Pemahaman Visi & Misi f. Pindah Lokasi Studio
Langkah-langkah tersebut mengacu pada potensi kota Cirebon bahwa perkembangan kota Cirebon yang sebagai kota perdagangan, kota tujuan wisata dan Industri akan berpengaruh pada pola kehidupan masyarakat. Perpindahan dari AM ke FM adalah wujud untuk memenuhi selera masyaraat pendengar. Perpindahan dari AM ke FM pada tahun 1990 dengan nomor ijin : 1051/RSNP/1990. Saat itu trend radio adlah AM, FM masih belum popular, namun visi kami sudah mengarah pada kondisi yang akan datang, bahwa bagaimana teknologi tidak bisa kita abaikan. Penajaman format baik format siaran maupun music adalah langkah untuk membentuk positioning, sehingga target dan profil audience menjadi jelas. Ada moto yang harus difahami oleh programmer dalam membuat acara yaitu : “ jangan membuat apa yang kita senangi, tapi buatlah apa yang mereka inginkan”
Berdasarkan data statistik kota Cirebon, penduduk berusia 15-24 tahun cukup banyak, itu adalah potensi pasar sasaran radio Maritim dan potensi kota Cirebon yang semakin nyata menjadi kota pemasaran.
Mengapa radio Maritim mengambil pangsa tersebut, ada alasannya yaitu : 1. Pada masa itu belum ada radio yang menggarap kaum remajaKaum remaja adalah
pendengar radio yang dinamis melihat populasinya, merupakan potensi pasar sasaran 2. Dari segi periklanan, produk-produk untuk remaja semakin banyak dan perlu media
yang pas untuk sarana promosi
3. Kota Cirebon merupakan kantong pemasaran yang potensial untuk daerah perbatasan dan pantura
Demikian juga dengan format musik, radio Maritim tidak menggarap musik yang telah digarap radio lain, tetapi lebih memilih musik yang digandrungi kaum remaja yaitu pop-rock-R&B dan sejenisnya yang terpilih dan terseleksi.
Dalam hal pemasaran radio Maritim lebih cenderung jemput bola yaitu pendekatan dengan klien-klien baru, membina kerjasama dengan klien-klien lama untuk saling mengisi kebutuhan informasi tentang perkembangan periklanan secara nasiona/lokal, memahami kebutuhan pemasang/pengiklan begitu juga sebaliknya.
Mengundang klien-klien untuk datang ke radio Maritim untuk lebh dekat mengetahui kinerja Radio Maritim dan memahami program-programnya.
3.1.2 Identitas Radio Maritim Rassonia Latar Belakang Pendirian
Para Pendiri : H. Achmad Syahir (alm)
H. Iun Rafiun(alm)
H. Jose Rizal
Nama Lembaga : PRSSNI
Waktu dan Tempat Pendirian : 1 Juni 1965 Di Kota Cirebon
Brand/Nama Udara : Maritim FM Setiap Hari Indonesia
Identitas Badan Usaha
Nama Perusahaan : PT MARITIM RASSONIA
Frekuensi : 102.6 FM MHZ
Call Sign (panggilan udara) : Maritim FM “Setiap Hari Indonesia”
Nomor Anggota PRSSNI : 077- I/1972
Alamat :Jalan Raya Kesambi Kp. Melati 04
Kota : Cirebon
Telpon/Fax :(0231) 205757
Email :[email protected]
Home Page : http:// maritimfmcirebon.com
Pimpinan Dirut : Ismir Dasril Syah S. E
Jumlah Karyawan : 15 karyawan
Jangkauan Siaran : Jangkauan Utama : Kota Cirebon, Kab
Cirebon, Kab. Majalengka, Kab. Kuningan, Kab.
Indramayu
3.1.3 Visi dan Misi Radio Maritim Rassonia Setiap Hari Indonesia.
A. Visi
Menjadikan radio panutan anak muda Cirebon yang berperan dalam pengembangan tingkat kecerdasan pola pikir dan kreativitas dalam membangun moral anak bangsa.
Visi ini terkandung maksud sebuah cita-cita dalam perjalanan pada masa yang akan datang radio Maritim tidak hanya melulu menjadi media hiburan dan jasa tetapi mempunyai tanggung jawab kepada generasi yang cerdas dan bermoral.
Visi Radio Maritim adalah harapan baru yang mesti kita siap menyongsongnya seperti :
1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik, akibat stabilitas negara semakin baik 2. Kedekatan Radio sebagai media lokal dengan masyarakat akan tetap diperlukan oleh
pemasang/pengiklan karena karakteristiknya belum bisa ditandingi media lokal lain 3. Kultur masyarakat budayanya dengan masih mempunyai pengaruh kuat dimasyarakat.
B. Misi
1. Menjadi gong nya anak muda Cirebon 2. Menjadi barometer musik di Cirebon
3. Menjadi media pilihan utama Pemasang dan Pengiklan “
Misi ini merupakan program jangka pendek yang harus dicapai untuk terwujudnya citra radio Maritim dihati masyarakat pendengar maupun para pemasang/pengiklan.
Perpindahan lokasi menjadi sebuah keputusan sebab lokasi Jl.Dr.Sudarsono menjadi kurang menguntungkan sebab tidak ada lagi lahan untuk mendirikan Tower FM dan pada tahun 1990 Radio Martim Rassonia FM pindah lokasi ke Jl.Kesambi Kampung.Melati 04 Cirebon sampai sekarang.
Sejalan dengan perkembangan dunia bisnis, bermunculannya radio-radio lain di FM, menjadi semakin menarik bagi radio Maritim sebab dengan adanya pesaing, gairah untuk saling mempertahankan posisi masing-masing semakin seru. Untuk mengukur keberadaan radio Maritim ditengah-tengah persaingan yang cukup tajam, radio Maritim selalu melihat hasil penelitian melalui SWOT dan RISET oleh pihak lain atau dilakukan sendiri secara sederhana.
Berdasarkan survey media di kota Cirebon, bisa digambarkan bahwa presentasi Pendengar Radio menduduki posisi kedua setelah pemirsa TV.
3.1.4 Tujuan Radio Maritim Rassonia
Radio Maritim memberikan wadah kaum muda untuk menggunakan waktu nya secara maksimal dan positif, karena umumnya usia kaum muda sangat rentan terhadap pengaruh budaya yang negative dan kepedulian harus mencerdaskan generasi muda dengan menghibur dan mendidik.
Radio Maritim didirikan sesuai falsafah UUD, sehingga dapat mencerdaskan kehidupan bang melalui media penyiaran. Tentunya dengan suguhan hiburan dan program serta berita yang mengedukasi masyarakat.agar radio Maritim mampu bersaing idunia bisnis jasa penyiaran dan berkembang, ditengah persaingan yang semakin ketat.
Banyak hal yang mempengaruhi dalam mempertahankan eksistensi radio Maritim, diantaranya kondisi mikro, diperlukan dana yang tidak kecil untuk membiayai Manusianya-Programnya dan Teknologinya serta faktor kejenuhan.
Sedangkan secara makro, Kondisi perekonomian, Keamanan sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Namun dibalik itu semuanya, radio Maritim tetap optimis, masih ada peluang-peluang yang menjadi kekuatan kalau kita memahami bisnis Radio Siaran yang unik
3.1.5 Program Radio Maritim Rasonia
Suguhan Program dan seiring berkembangnya jaman, tentu program yang ada di radio tak mau kalah dalam pencapaian usahanya. Maka Program yang di suguhkan di Radio Maritim Rassonia ini memiliki cara tersendiri, agar pendengar tetap setia mendengarkan radio tentu nya dengan program yang unggul. Serta pembawaan terhadap penyiar yang akrab dengan sapaan SodaMania. Berikut Program Radio Maritim Rassonia Setiap Hari Indonesia.
1. Hiburan
Segala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur audien dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan. Radio Maritim Rassonia memberikan program
unggulan salah satu nya hiburan dan musik memiliki presentasi 50 % yang di minati remaja masa kini.
2. Informasi
Jika dilhat manusia memiliki sifat rasa ingin tahu dalam hal apa pun, salah satu nya informasi. Informasi teraktual dapat di temukan di radio dan televisi yang di sesuaikan dengan kebutuhan audien.Segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak audien.Tentunya Radio Maritim Rassonia mempunyai program Maritim Indonesia yang menyajikan Informasi hingga 20 % yang unik dan menarik untuk pendengar. Serta Program Letter E yang memberikan informasi seputar wilayah III Cirebon dan tips menarik yang bisa di dapat oleh pendengar.
3. Pendidikan
Program yang memiliki edukasi di radio maritim salah satu nya Relay dari NHK radio dimana ini menyajikan pembelajaran bahasa jepang pada pukul 21.00- 22.00. Pembelajaran ini di laksanakan pada malam hari dimana banyak kosa kata bahasa jepang yang dipelajari tujuan agar mengetahui cara memaparkan bahasa jepang dengan baik. Ini efektif karena malam hari suasana akan lebih tenang dan santai ketika mendengarkan Relay NHK radio ini dan mudah di jangkau melalui udara tanpa harus mempelajari di tempat kursus bahasa jepang.
4. Layanan Masyarakat
Tagline Setiap Hari Indonesia, tentu nya Radio Maritim memberikan layanan kepada masyarakat baik informasi, musik, lagu, pendidikan dengan program yang tersedia.Agar pendengar bisa mengikuti sajian program yang telah di rancang, tentu nya sesuai dengan target pendengar.Berikut Program yang ada di Radio Maritim Setiap Hari Indonesia.
50 50
JAM SENIN SELASA RABU KAMIS JUM'AT SABTU MINGGU
06.00 Letter E
09.00 Maritim Indonesia
12.00 Kidung Lawas
14.00 Maritim Minta Kidung
17.00 Rohani
18.00 Bingkai Nostalgia BC
Jomblo
Bingkai Nostalgia 21.00 Pelajaran Bahasa Jepang bersama NHK Radio
22.00 RoroKidul ( Woro – Woro Kidung Jadul )
5. Siaran Musik
Jika melihat para DJ dan fomat top 40 menyelamatkan radio pada tahun 1950-an. Dan mengubah musik popular dan industry rekaman untuk selama nya.Namun remaja menyukai suara yang baru dan menjadi dasar bagi para remaja untuk membentuk subkulturnya sendiri.Dan juga sebagai basis ledakan industri musik rekaman. (Stanley 2012:274)
Dalam mendengarkan radio pasti lagu yang di cari dan ingin didengarkan oleh audien.Maka program MAMIKU radio maritim memberikan suguhan untuk pedengarnya, tentunya dengan lagu nya Genre, Pop, Rock and Rol dan sebagainya.Siaran musik pada radio maritim sebanyak 60% Pendengar MAMIKU berbagai macam pendengar baik laki-laki maupun perempuan.
Format Siaran
70 60 50 40 30 20 10 0
Info Musik Pesan
Info Musik Pesan
3.1.6 Struktur Organisasi Radio Maritim
Direktur Utama Nisfu Syahrialdi
Direktur Ismir Dasril Syah SE
Keuangan Wiwi H
Programmer Syane
Tehnik Heri Abriansyah
Periklanan Bambang RS
Penyiar 1. Syane 2. Pingki 3. Tata 4. Tatang 5. Tedi 6. Toing 7. Wisnu 8. Abud 9. Tifah 10. Kiki 11. Agam 12. Kinung
Music Director Suparba A
Radio Maritim juga mempunyai pemasukan dari iklan yang ingin di promosikan melalui Radio Maritim. Sumber Pembiayaan Lembaga Penyiaran Publik juga mendapatkan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara atau anggaran pendapatan serta belanja daerah.
1. Iuran penyiaran
2. Sumbangan Masyarakat 3. Siaran iklan
4. Usaha lain yang sah dan terkait dengan penyelenggaraan penyiaran
Setiap akhir tahun anggaran, Lembaga Penyiaran Publik wajib membuat laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan public dan hasilnya diumumkan melalui media massa.
(UU Republik indonesia Nomor 32 tahun 2002 Tentang Penyiaran)
52 52
3.1.7 Peralatan
Radio Maritim Rassonia memiliki peralatan, sebagai berikut:
A. Peralatan di dalam Studio Siaran 1. 4 Set meja siaran 2. 2 Komputer Pentium 3. 1 Buah Mixer 4. 3 Buah Microphone 5. 1 Buah Komposer
6. 1 Buah Pemancar Cadangan B. Peralatan Studio Produksi
1. 2 Set meja produksi 2. 1 Komputer
3. 1 Microphone 4. 1 AC
5. 1 Telepon
C. Tower
D. SLT Pemancar dan Penerima
3.1.8 Gambaran Umum Program MAMIKU (Maritim Minta Kidung)
Radio Maritim merupakan radio khusus untuk menyampaikan program siaran yang disajikan hanya informasi tentang kedatangan kapal barang ke Pelabuhan Cirebon maupun yang pergi serta hiburan bagi Anak Buah Kapal (ABK) yang bersandar di Pelabuhan.
Namun seiring dengan perkembangan jaman dan melihat keadaan semakin maju dengan media pada saat itu.Namun pada saat SK Menteri penerangan RI mengharuskan bahwa semua radio siaran swasta bergabung dalam wadah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).
Melihat perkembangan media terutama pada radio ini mengharuskan radio maritim memiliki program yang lebih mengutamakan masyarakat, karena masyarakat pada saat itu juga sudah mengenal radio dan tentu nya mendengarkan siaran radio lebih mudah di akses, Sehingga Radio Maritim Rassonia pindah lokasi di Jalan Sudarsono, dimana desain nya sesuai dengan persyaratan yang berlaku bagi radio swasta. Seiring dengan
berkembang nya jaman dan program pun terus di tambah oleh Radio Maritim Rassonia, terutama seputar informasi, hiburan dan musik. Saat ini musik sudah menjadi kehidupan di kalangan masyarakat, dengan musik pun mereka bisa mengekspresikan apa yang mereka rasakan sehingga musik ini bisa mewakili perasaan mereka saat mendengar.
Pada Tahun 1997-1998 Radio Maritim memiliki program bursa musik, namun di tahun 2004 berubah ritmix dan ada sponsor di tahun 2012 berubah lagi menjadi Program MAMIKU. Kenapa MAMIKU (Maritim Minta Kidung) kidung disini adalah lagu, ini merupakan slogan yang digunakan radio maritime agar beda dari yang lain saat pendengar meminta lagu yang akan diputar.
Radio Maritim merekrut pendengar muda yaitu, remaja disaat pulang sekolah dan selesai beraktifitas pendengar bisa mendengarkan program dan rekues dengan rekan nya serta berbincang langsung dengan penyiaran nya melalui telepon dan sms. Program ini di siarkan pada jam 14.00-17.00 dimana tak hanya musik tapi ada juga informasi unik dan menarik sehingga pendengar bisa menikmati program yang tak hanya lagu tetapi ada suguhan sesuai tema yang ada.
Program ini sudah berjalan 1 tahun lama nya, dan radio maritim ini berbeda dengan yang lain, karena ada nya Agenda untuk pertemuan forum silahturahmi dengan pendengar setia maritime, tentu nya di program MAMIKU yang penggemarnya anak muda.
Seiring berkembang nya jaman pada saat ini, terutama media tentunya radio bagakan hal yang lawas atau lama sehingga tak banyak yang minat untuk mendengarkan.Tapi sebagian dari pendengar masih ada saja yang mendengarkan radio bahkan sudah menjadi teman untuk menemani aktifitas mereka.Apalagi dengan program musik yang ada di Radio Maritim dalam Program MAMIKU yang tak hanya memutar musik saja tetapi informasi menarik bisa didapatkan disini. Namun dalam pasif nya untuk pendengar setia MAMIKU ketika dalam meminta lagu melalui telepon dan sms, para penyiar bisa melihat dari sekian banyak pendengar yang respon hanya orang yang sama dari sebelum itu bisa dikatakan pendengar yang pasif, jika di lihat dari aktif nya aka nada pendengar baru yang merespon penyiar. Karena dilihat dari karakteristik penyiar di Radio Maritim yang dikenal Konsumtif, Religius, Bersosialisasi, Ramah, Kekeluargaan, serta Mengedepankan gengsi dibandingkan kebutuhan .Maka pendengar pun mempunyai respon yang baik terhadap civitas radio dan penyiarnya.
54 54
3.1.9 Program Siaran dan Pemasaran
Dalam pemilihan segmentasi dan proyeksi 5 tahun mendatang, berdasarkan data statistik Kota Cirebon, penduduk berusia 15-24 th cukup banyak dan pendengar radio presentase nya adalah potensi pasar dan sasaran radio maritim semakin nyata menjadi kota pemasaran.
Mengapa radio maritim mengambil pangsa tersebut, apa alasannya:
Karena pada masa itu belum ada radio yang menggarap kaum remaja.
kaum remaja adalah pendengar radio yang dinamis melihat populasinya yang merupakan potensi pasar. Dan dalam 5 tahun mendatang Kota Cirebon diprediksi menjadi kota yang tumbuh pesat dalam pusat perdagangan, maupun pertumbuhan penduduk, akan membawa dampak terhadap perubahan gaya hidup penduduk nya.
(Profile Radio Matirim Rassonia)
Maka Radio Maritim dalam fungsi nya memiliki pencapaian untuk masa depan, dimana mengambil potensi remaja dalam mendengarkan radio sehingga radio lebih mudah dan disegani masyarakat dalam menerima informasi terkini dengan mudah.
3.2 METODE PENELITIAN B. Jenis Penelitian
Penelitian tentang “Strategi Radio Publik Lokal dalam Memperoleh Minat Pendengar”.Digunakan dengan metode penelitian kualitatif.Beberapa alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah metode ini dapat digunakan untuk memberikan suatu strategi dalam pembuatan program untuk memperoleh minat pendengar dengan tujuan yang telah diharapkan.Dengan digunakannya metode kualitatif, maka data yang didapat lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel, dan bermakna sehingga tujuan penelitian dapat dicapai.Dalam buku Rulam Ahmadi bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan melibatkan berbagai metode yang ada. (Rulam Ahmadi,2014:14)
C. Pendekatan Penelitian
Untuk menjawab masalah dan mencapai tujuan penelitian sebagaimana yang telah dirumuskan, maka metode yang digunakan adalah pendekatan StudiKasus. Studi Kasus merupakan strategi yang lebih mengacu pada pokok pertanyaan suatu penelitian yang berkenaan dengan how atau why.dan peneliti hanya memiliki sedikit peluang
untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan di selediki, dan bilamana focus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) dalam konteks kehidupan yang lebih nyata. (Yin Robert K,2002:1)
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknis analisis data kualitatif berkaitan erat dengan metode pengumpulan data , yaitu observasi dan wawancara ataupun Focus Group Discussion. Bahkan terkadang suatu teori yang dipilih berkaitan erat secara teknis dengan metode pengumpulan data dan metode analisis data.Dengan demikian pengumpulan data dilakukan (wawancara dan observasi) melalui tradisi teknik analisis data tersebut. Peneliti seharusnya memilih teknik analisis data apa yang di gunakan (karena jumlahnya sama ) sesuai dengan kecocokan dalam pengumpulan dengan objek pelitian. (Burhan Bungin,2007:79)
2. Wawancara (Indept Interview)
Dalam penelitian ini wawancara mendalam dimaksudkan untuk menggali lebih dalam mengenai seluk beluk kasus yang akan diteliti. Dalam hal ini berkenaan dengan radio maritim rasonia FM. Adapun hal-hal yang dianggap penting dan yang akan ditanyakan diantaranya berkaitan dengan sejarah pendirian radio maritim rasonia, bagaimana proses pengolahan sebuah program di maritim, bagaimana awal mulanya program musik bisa di bentuk, dan strategi dalam siaran Program MAMIKU (Maritim Minta Kidung). (Rulam Ahmadi,2014:119)
3. Observasi Partisipan
Observasi partisipan merupakan observasi khusus dimana peneliti tak hanya menjadi pengamat yang pasif, tetapi juga mengambil berbagai peran dalam situasi tertentu dan berpartisipasi dalam peristiwa yang akan diteliti.
Penelitian ini dilakukan di studio radio karena yang akan diteliti adalah konten dari acara musik MAMIKU. Dan peneliti berpartisipasi menjadi seorang penyiar dalam Program musik tersebut. (Yin Robert K,2011:114)
4. Dokumentasi
Dokumentasi ini dimaksudkan untuk memperkuat catatan-catatan dari lapangan. Peneliti dapat mengambil datadari dokumen radio yang ada seperti surat-surat penting, pengumuman resmi, laporan program, agenda pertemuan dan lain-lain. Selain itu penulis juga dapat mendokumentasi radio maritim
56 56
secara langsung ketika penelitian lapangan baik melalui foto maupun rekaman suara (audio).4
E. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses sistematis pencarian dan pengaturan transkripsi wawancara, catatan lapangan dan materi-materi lain yang telah dikumpulkan untuk meningkatkan pengalaman penulis sendiri mengenai materi tersebut. Dan untuk memungkinkan penulis dalam menyajikan apa yang sudah ditemukan dengan orang lain. Analisis melibatkan pekerjaan dengan data,penyusunan,dan pemecahan nya ke dalam unit-unit yang dapat di tangani, perangkumannya, pencarian pola-pola dan penemuan apa yang penting dan apa yang perlu dipelajari dan pembuatan keputusan apa yang akan anda katakan pada orang lain. (Emzir,2010:85-86)
F. Informan
Informan penelitian di dalam penelitian kualitatif berkaitan dengan bagaimana langkah yang ditempuh peneliti agar data atau informasi dapat di perolehnya.Menentukan informan bisa dilakukan oleh peneliti apabila peneliti memahami masalah umum penelitian serta memahami pula anatomi masyarakat dimana penelitian itu dilaksanakan.Namun apabila peneliti belum memahami anatomi masyarakat tempat penelitian, maka peneliti berupaya agar tetap mendapatkan informan penelitian. (Burhan Bungin,2007:107)
Informan yang dianggap penting untuk di wawancarai diantaranya : a. Pa Ismir sebagai General Manajer
b. Syane sebagai Programmer
c. Mas Rimo sebagai Marketing dan Program Director d. Wisnu sebagai Traffic Radio
4 ibid