• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020 .

(2)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

LAPORAN KINERJA

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN

PENGEMBANGAN PERTANIAN TAHUN 2020

SEKRETARIAT BALITBANGTAN BADAN PENELITIAN

DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

2021

(3)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

(4)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

i

(5)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

i

KATA PENGANTAR

uji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Kinerja Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Sekretariat Balitbangtan) Tahun 2020 telah selesai disusun. Selaku Unit Kerja pelaksana anggaran, Sekretariat Balitbangtan berkewajiban melaksanakan program kegiatan dan mempertanggungjawabkannya dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIN) yang merupakan bagian dari implementasi transparansi dan akuntabilitas kinerja dalam kerangka good governance di lingkungan Sekretariat Balitbangtan.

Sejalan dengan peraturan Presiden RI Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja, hasil capaian kinerja instansi sepatutnya dipertanggungjawabkan kepada public melalui Laporan Kinerja (LAKIN). LAKIN Sekretariat Balitbangtan 2020 merupakan cerminan akuntabilitas kinerja Sekretariat Balitbangtan dalam pencapaian sasaran dan target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sekaligus Renstra 2020-2024.

Diharapkan laporan kinerja ini dapat memberikan manfaat dan informasi atas pencapaian kinerja Sekretariat Balitbangtan sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Terima kasih disampaikan kepada seluruh pegawai lingkup Sekretariat Balitbangtan yang telah berupaya keras dan berkomitmen untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Tersusunnya LAKIN 2020 diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh pegawai sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.

Jakarta, 21 Januari 2021 Sekretaris Badan,

Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA NIP 196804151992031001

P

(6)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

i i

IKHTISAR EKSEKUTIF

Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian merupakan salah satu unit kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan

mandat memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Balitbangtan. Berdasarkan Rencana Strategis 2020–2024

mempunyai visi menjadi pusat manajemen lembaga penelitian terdepan dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern.

Laporan Kinerja (LAKIN) Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun 2020 menyajikan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran yang diarahkan untuk mencapai visi dan misi sesuai target kinerja yang telah menjadi kontrak kinerja Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pada tahun 2020, Sekretariat Balitbangtan telah menetapkan dua sasaran kegiatan dengan dua indikator kinerja untuk menunjang pencapaian visi dan misi Sekretariat Balitbangtan.

Sasaran Sekretariat Balitbangtan dalam kurun waktu 2020–2024 adalah sebagai berikut: (1) Terselenggaranya Birokrasi Balitbangtan yang efektif dan efisien; dan (2) Terkelolanya Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang Akuntabel dan Berkualitas.

Ukuran keberhasilan pencapaian sasaran tahun 2020 ditetapkan berdasarkan laporan capaian IKU yang dipantau setiap bulan melalui aplikasi i-Monev, SMART DJA, dan e-Monev Bappenas, serta monitoring dan evaluasi ke setiap Bagian. Kriteria penilaian terbagi menjadi empat kategori, yaitu: 1) Sangat

berhasil (capaian sasaran >100%); 2) Berhasil (capaian sasaran 80-100%);

3) Cukup berhasil (capaian sasaran 60-79%); dan 4) Tidak berhasil (capaian sasaran 0-59%).

Secara umum, penyelenggaraan kegiatan di Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada tahun 2020 dapat dikatakan Sangat Baik. Hal ini didasarkan pada hasil pengukuran capaian kinerja yang dapat dicapai melalui pelaksanaan berbagai program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja (PK) Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun 2020.

Sasaran kegiatan “Terselenggaranya Birokrasi Balitbangtan yang efektif dan efisien” dengan indikator kinerja Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan berhasil memperoleh nilai 82,87 (103,59%) dari target 80. Sedangkan, sasaran kegiatan “Terkelolanya Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang Akuntabel dan Berkualitas” dengan indikator kinerja Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku) berhasil memperoleh nilai 97,22 (108,02%) dari target 90.

(7)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

i ii

Untuk membiayai Untuk membiayai pencapaian sasaran kegiatan lingkup Sekretariat Balitbangtan tahun 2020 berdasarkan DIPA revisi terakhir sebesar Rp110.596.629.000,00. Secara keseluruhan realisasi anggaran yang berhasil diserap untuk membiayai seluruh kegiatan lingkup Sekretariat Balitbangtan sampai dengan 31 Desember 2020 sebesar Rp104.799.816.071,00 (94,78%), dengan realisasi per jenis belanja yaitu belanja pegawai Rp10.923.496.565,00 (95,98%), belanja barang Rp87.302.065.234,00 (95,27%), dan belanja modal Rp6.574.254.272,00 (87,04%).

Keberhasilan pencapaian kegiatan Sekretariat Balitbangtan tidak terlepas dari dukungan dan komitmen sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana lain serta sumberdaya anggaran yang mendukung seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan tepat waktu. Namun demikian, di masa mendatang diperlukan alokasi SDM baru sesuai dengan kebutuhan instansi, perbaikan prasarana pendukung, perhitungan analisis risiko yang lebih mendalam dan komitmen implementasi antisipasinya, serta peningkatan kerja sama antar unsur untuk mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan dan capaian indikator kinerja secara keseluruhan.

Capaian kinerja 2020 dapat menjadi acuan penyusunan rencana kegiatan tahun mendatang dan bahan evaluasi Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Balitbangtan 2020-2024 dalam mendukung program Kementerian Pertanian.

(8)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

iv DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

Bab I. PENDAHULUAN ... 1

Bab II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA ... 5

A. Perencanaan Strategis ... 5

B. Perencanaan Kinerja ... 9

C. Perjanjian Kinerja ... 9

Bab III. AKUNTABILITAS KINERJA ...10

A. Analisis Capaian Kinerja ...10

A.1. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020 ...12

A.2. Pengukuran Capaian Antar Tahun ...17

A.3. Pengukuran Capaian Kinerja Satker dengan Target Renstra 2020-2024 ...18

A.4. Keberhasilan, Kendala, dan Langkah Antisipasi ...19

A.5. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ...20

B. Akuntabilitas Keuangan ...20

B.1. Realisasi Anggaran ...20

B.2. Pengelolaan PNBP ...23

Bab IV. PENUTUP ...25 LAMPIRAN

(9)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

v DAFTAR TABEL Tabel 1. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Sekretariat

Balitbangtan ... 9 Tabel 2. Capaian Kinerja Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun

2020 ... 11 Tabel 3. Hasil Penilaian Pembangunan Zona Integritas Sekretariat

Balitbangtan Tahun 2020 ... 14 Tabel 4. Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja 1

Tahun 2020 ... 15 Tabel 5. Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja 2

Tahun 2020 ... 17 Tabel 6. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja 1 Tahun 2020

dan 2019 ... 17 Tabel 7. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja 2 Tahun 2020

dan 2019 ... 18 Tabel 8. Perbandingan Nilai Capaian 2020-2024 ... 19 Tabel 9. Nilai efisiensi kinerja indikator kinerja utama

Sekretariat Balitbangtan TA 2020 ... 21 Tabel 10. Realisasi anggaran satker lingkup Sekretariat Balitbangtan

per 31 Desember 2020 ... 24 Tabel 11. Target dan realisasi PNBP lingkup Sekretariat Balitbangtan

2020 ... 24

(10)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Hubungan Komponen dan Indikator Pembangun Komponen Pada Pemabngunan Zona Integritas Menuju

WBK/WBBM ... 13 Gambar 2. Pencapaian Kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan

Pertanian Tahun Anggaran 2020 ... 16 Gambar 3. Grafik Penyerapan Anggaran Tahun 2019 dan 2020 ... 22

(11)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

1

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Melalui Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumberdaya dan kebijaksanaan yang dipercayakan berdasarkan perencanaan strategis yang telah dirumuskan. Pertanggungjawaban tersebut menjadi semakin penting mengingat kecenderungan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kinerja instansi pemerintah.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah digunakan sebagai acuan untuk melakukan evaluasi atas implementasi SAKIP di Instansi Pemerintah setiap tahun.

Selanjutnya, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah digunakan sebagai acuan bagi Kementerian Pertanian, unit kerja eselon I, unit kerja eselon II dan unit kerja mandiri lingkup Kementerian Pertanian dalam pengelolaan SAKIP yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, reviu dan evaluasi kinerja.

Dalam upaya memperkuat kapasitas litbang dan sistem inovasi untuk menjawab permasalahan dan tantangan pembangunan pertanian saat ini dan ke depan, Sekretariat Balitbangtan terus bertekad melakukan perbaikan, dan upaya bertransformasi menuju implementasi sistem manajemen litbang pertanian digital.

Kegiatan transformasi dirancang dalam memperkuat pelaksanaan manajemen mendukung integrasi kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) pertanian, mencakup dukungan manajemen program, anggaran, budaya kerja sistem riset dan inovasi, peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan serta fasilitasi dan dukungan teknis dalam pelaksanaan dan pemanfaatan kegiatan litbang pertanian.

Sekretariat Balitbangtan memiliki fungsi koordinasi terhadap sinergitas perencanaan dan pelaksanaan litbang pertanian dari seluruh unit kerja di bawah naungan Balitbangtan untuk diperkuat konvergensinya pada pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga induknya. Kegiatan koordinasi dan sinergi litbang pertanian dilakukan ke arah pengembangan tata kelola manajemen korporasi litbang pertanian, dengan potensi dan tantangan yang dihadapi.

Faktor-faktor yang menentukan kinerja Sekretariat Balitbangtan adalah pelaksanaan tahapan proses sampai pencapaian sasaran yang sudah ditetapkan.

Kinerja Sekretariat Balitbangtan selanjutnya ditunjukkan dalam sasaran dengan indikator-indikator dan tingkat capaiannya sesuai target dan realisasi.

(12)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

2 B. Kedudukan Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Sekretariat Balitbangtan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : (a) koordinasi, dan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan pertanian; (b) pengelolaan urusan kepegawaian; (c) pengelolaan urusan keuangan dan perlengkapan; (d) penyusunan kerja sama, rancangan peraturan perundang-undangan, dan penyempurnaan organisasi dan tata laksana, serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan informasi publik; dan (e) pelaksanaan urusan tata usaha Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut Sekretariat Balitbangtan melaksanakan dan mendukung salah satu program utama Balitbangtan yaitu: dukungan manajemen, fasilitas dan instrumen teknis dalam kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian. Struktur organisasi Sekretariat Balitbangtan dapat dilihat pada Lampiran 1.

C. Sumberdaya Manusia

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya Sekretariat Balitbangtan didukung dengan SDM yang kompeten dan handal. Pada akhir tahun 2020, jumlah pegawai Sekretariat Balitbangtan sebanyak 167 orang pegawai, dengan rincian S3 sebanyak 5 orang, S2 sebanyak 32 orang, S1 sebanyak 70 orang, dan di bawah S1 sebanyak 60 orang. Sedangkan pada tahun 2019 berjumlah 169 orang. Berarti mengalami penurunan sejumlah 2 orang. Meskipun ada pegawai yang purna tugas dan ada yang mutasi ke UK lain, akan tetapi tahun 2020 ini terdapat penambahan CPNS sejumlah 13 orang.

Keberadaan SDM saat ini didukung oleh lima jabatan struktural Eselon 3 dan 14 jabatan struktural Eselon 4 dan kehadiran jabatan fungsional khusus (perencana, pranata komputer, pranata humas, statistisi, pustakawan, analis kepegawaian, arsiparis dan peneliti) disamping fungsional umum.

D. Sumberdaya Sarana dan Prasarana

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, Sekretariat Balitbangtan didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Saat ini sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Sekretariat Balitbangtan berupa tanah seluas 38.630 m2 yang terdiri dari tanah perkantoran dan rumah Negara. Selain itu, Sekretariat Balitbangtan juga dilengkapi oleh sarana penunjang yang meliputi 11 unit gedung kantor, 4 unit gedung pertemuan, 9 unit mess/guest house, 5 unit rumah negara, musholla, poliklinik, kolam penampungan air (reservoir), kantin dan sarana olah raga. Selain itu, tersedia pula sarana prasarana yang mendukung Information and Communication Technology-ICT yang menunjukkan kondisi kesiapan dalam e-management utamanya investasi infrastruktur teknologi yang mendukung perbaikan dan peningkatan volume data, kekuatan komputasi, dan konektivitas.

(13)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

3

Sarana prasarana tersebut diantaranya adalah: 1) Internet, koneksi Asnet sejak tahun 2020 dengan bandwidth 500 Mbps (akses lokal) dan 300 Mbps (akses internasional; 2) UPS (Uninterruptible Power Supply) Lexos seri YDC3310H 2 unit masing-masing berkapasitas 10 KVA, sebagai penyangga asupan listrik PLN ketika terputus dan jeda waktu peralihan dari PLN ke Genset; 3). ETS (Electricity Treatment System) 10 KVA untuk proteksi terhadap tegangan ekstrem; 4) Firewall Fortigate 300E (firewall next-gen), spesifikasi prosesor keamanan mendukung kinerja tinggi, efektivitas, dan deep visibility untuk melindungi dari ancaman cyber; 5. Data Center (10 unit server virtual di Pusdatin Kementan dan 2 unit server fisik di Balitbangtan); 6) Jaringan VPN Balitbangtan untuk privasi online Balitbangtan;

serta 7) Akses point yang menghubungkan piranti nirkabel (tanpa kabel) dengan jaringan lokal.

Upaya pemeliharaan dan perbaikan/renovasi bangunan kantor, mess dan sarana prasarana lainnya terus dilaksanakan dan akan terus dilanjutkan guna meningkatkan kinerja dan umur pakai sarana dan prasarana.

E. Dukungan Anggaran

Sumberdaya keuangan merupakan faktor yang menentukan dalam pelaksanaan

tugas dan fungsi guna merealisasikan tujuan dan sasaran organisasi yang telah ditetapkan. Alokasi anggaran Sekretariat Balitbangtan fluktuatif dari tahun

2017–2020. Anggaran pada TA 2018 merupakan tertinggi, sedangkan TA 2020 merupakan yang terendah selama periode 2017-2020. Pada tahun 2020, Sekretariat Balitbangtan memperoleh anggaran sebesar Rp.110.569.629.000,00 yang lebih rendah dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp.203.966.812.000,00.

Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan dukungan manajemen, fasilitasi dan instrumen teknis dalam pelaksanaan kegiatan litbang pertanian. Pagu anggaran lingkup Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020 dapat dilihat pada Lampiran 5. Hal ini menjadi tantangan kinerja bagi lembaga dalam pencapaian sasaran guna mendukung Penciptaan Teknologi dan Inovasi Pertanian Bio-Industri Berkelanjutan.

F. Tata Kelola

Implementasi reformasi perencanaan dan penganggaran sebagai manifestasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara mengisyaratkan bahwa penyusunan strategi pembangunan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang menjamin konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan. Penyusunan kebijakan, rencana program dan kegiatan harus mengedepankan semangat yang berpijak pada sistem perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi perspektif jangka menengah dan berbasis kinerja dengan mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi dengan mencakup 3 (tiga) aspek berupa: (1) unified budgeting, (2) performance based budgeting, dan (3) medium term expenditure frame work.

(14)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

4

Untuk menjamin tercapainya good governance di lingkup Sekretariat Balitbangtan, pelaksanaan program dan anggaran dikawal dengan penerapan Sistem Pengendalian Intern (SPI). Dalam rangka pelaksanaan SPI untuk mendukung reformasi birokrasi, Sekretariat Balitbangtan telah membentuk Tim Satuan Pelaksana Pengendalian Intern (Satlak PI), menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP), serta melakukan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Sekretariat Balitbangtan telah memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 pada tahun 2010 dan telah beberapa kali berhasil diperpanjang, pada tahun 2013 dan 2016. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan yang terjadi dan agar semua unit organisasi memenuhi sertifikasi SMM ISO 9001:2015, maka pada tahun 2019 Sekretariat Balitbangtan melakukan pengajuan baru untuk sertifikasi SMM ISO 9001:2015. Selama tahun 2019, Sekretariat Balitbangtan berkesempatan melakukan masa transisi. Namun sampai dengan akhir tahun 2020 masih belum berhasil meraih sertifikat SMM ISO 9001:2015. Sistem manajemen mutu yang telah ada tersebut diaplikasikan dalam melaksanakan penataan aparatur melalui SPI, SOP, Anjab, ABK yang penerapannya akan berdampak pada efektifitas dan efisiensi organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

(15)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

5

BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA

A. Perencanaan Strategis

A.1. Visi

Visi Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian berdasarkan Rencana Strategis 2020 – 2024 adalah menjadi pusat manajemen lembaga penelitian terdepan dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern.

A.2. Misi

Untuk mencapai visi tersebut di atas, Sekretariat Balitbangtan menetapkan misi yaitu:

1. Melaksanakan reformasi birokrasi menuju birokrasi berintegritas dan berkinerja tinggi; dan

2. Melaksanakan pengelolaan program dan anggaran yang akuntabel, transparan dan berkualitas mendukung peningkatan kinerja Balitbangtan.

A.3. Tujuan dan Sasaran

Berdasarkan pada visi dan misi di atas maka tujuan Sekretariat Balitbangtan adalah:

1. Mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan publik di lingkungan internal Balitbangtan; dan

2. Mengelola implementasi program dan penggunaan anggaran litbang agar berkinerja sangat baik, akuntabel dan berkualitas.

Berdasarkan tujuan di atas, ditetapkan beberapa sasaran pengembangan kelembagaan dan manajemen litbang yang harus dicapai oleh Sekretariat Balitbangtan sebagai berikut:

1. Terselenggaranya Birokrasi Badan Penelitian dan Pengembangan yang efektif dan efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima; dan

2. Terkelolanya Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang Akuntabel dan Berkualitas.

A.4. Arah Kebijakan dan Strategi

Untuk mewujudkan visi dan misi Sekretariat Balitbangtan, ditetapkan arah kebijakan sebagai berikut:

(16)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

6

1. Mendorong dan memperkuat manajemen korporasi yang berintegritas dan berkinerja tinggi dengan strategi penerapan reformasi birokrasi melalui (i) manajemen perubahan, (ii) penataan tatalaksana, (iii) penataan sistem manajemen SDM, (iv) manajemen kerjasama, (v) penguatan akuntabilitas, (v) penguataan pengawasan, dan (vi) peningkatan kualitas pelayanan publik;

2. Meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan anggaran dengan strategi (i) pengimplementasian penggunaan anggaran yang akuntabel dalam rangka pelaksanaan kegiatan dan pencapaian keluarannya, (ii) pelaksanaan penggunaan anggaran dengan memperhatikan aspek manfaat, (ii) penyesuaian penggunaan anggaran sesuai dengan dinamika perkembangan / perubahan kebijakan.

A.5. Kegiatan

Program utama Balitbangtan pada periode 2020 – 2024 diarahkan untuk penciptaan teknologi inovasi dan varietas unggul berdaya saing. Sekretariat Balitbangtan selaku unit Eselon II Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mempunyai tugas dan fungsi memberikan pelayanan teknis dan administratif, yang diwujudkan dalam pelaksanaan kegiatan dukungan manajemen, fasilitas dan instrumen teknis dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian. Kegiatan pengembangan kelembagaan mencakup pengembangan budaya kerja inovatif berorientasi bisnis melalui peningkatan jumlah institusi di lingkup Balitbangtan yang menerapkan reformasi birokrasi secara menyeluruh, pengembangan sumber daya Litbang (SDM), sarana dan prasarana diikuti pengembangan standarisasi dan akreditasi lembaga dan pranata litbang. Di samping itu, untuk memicu tercapainya output yang optimal, maka akan dilakukan pengembangan manajemen teknologi dan sistem informasi, koordinasi jaringan kerja sama penelitian dan pengkajian, reformasi perencanaan dan penganggaran, monitoring dan evaluasi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Sekretariat Balitbangtan terdiri atas 4 Bagian dan Kelompok Jabatan Fungsional.

1. Bagian Perencanaan

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya didukung oleh tiga Subbagian, yaitu (1) Subbagian Data dan Informasi Manajemen, (2) Subbagian Program dan Anggaran dan (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Kegiatan utamanya adalah perencanaan program dan anggaran yang berbasis kinerja menuju laporan kinerja yang akuntabel serta data dan informasi manajemen yang akurat. Dari kegiatan utama tersebut dijabarkan Rencana Operasional yang terdiri atas:

(17)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

7

a. Merumuskan rencana program dan anggaran,

b. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi program penelitian, dan

c. Menyediakan dan mengelola data dan informasi manajemen penelitian dan pengembangan pertanian.

Rencana aksi penguatan akuntabilitas, pengawasan dan tatalaksana:

1. Menyusun Renstra Balitbangtan 2020-2024,

2. Menyusun Indikator Kinerja Utama Balitbangtan 2020-2024, 3. Menyusun perjanjian kinerja Balitbangtan,

4. Menyusun Rencana Kerja (Renja) dan RKAKL lingkup Balitbangtan, 5. Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas pejabat/petugas perencanaan, 6. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan akuntabilitas,

7. Melaksanakan penguatan pengawasan terkait tusi bagian perencanaan, dan 8. Melaksanakan penataan tatalaksana terkait tusi bagian perencanaan.

2. Bagian Kepegawaian

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya didukung oleh tiga Subbagian yaitu (1) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai, (2) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian dan Mutasi, dan (3) Subbagian Pendayagunaan Jabatan Fungsional. Kegiatan utamanya adalah peningkatan SDM yang profesional dan kompeten untuk mendukung pelaksanaan kegiatan litbang pertanian. Adapun Rencana Operasionalnya yaitu:

a. Menyiapkan rencana kebutuhan dan pengembangan pegawai,

b. Melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian, mutasi dan evaluasi kinerja pegawai, dan

c. Melaksanakan urusan pendayagunaan jabatan fungsional.

Rencana Aksi penguatan SDM mendukung Reformasi Birokrasi:

1. Melakukan pengembangan jabatan fungsional yang relevan dengan transformasi struktural ke fungsional,

2. Penyusunan peta jabatan dan pola karir yang jelas,

3. Mendorong peralihan jabatan fungsional umum ke fungsional tertentu, 4. Pengembangan sistem informasi SDM berbasis IT dan On line system

pelayanan kepegawaian, dan

5. Penerapan open system dalam mutasi/rotasi/promosi.

3. Bagian Umum

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya didukung oleh tiga Subbagian yaitu (1) Subbagian Keuangan, (2) Subbagian Perlengkapan, dan (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. Kegiatan utamanya ialah penyediaan sarana dan prasarana litbang, dan mendukung laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian serta pengelolaan Barang Milik Negara sesuai ketentuan yang berlaku. Dari kegiatan utama tersebut dijabarkan Rencana Operasional yang meliputi:

(18)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

8

a. Menyusun laporan keuangan yang transparan dan informatif sesuai dengan format sistem akuntansi instansi (SAI) yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan,

b. Mengelola dan mengoptimalkan Barang Milik Negara untuk kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian, dan

c. Mengembangkan sistem layanan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Sekretariat Balitbangtan.

Rencana aksi mendukung eManagement antara lain:

1. Mendorong upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan urusan keuangan, sarana prasarana (barang milik negara), urusan urusan rumah tangga dan kepegawaian Sekretariat dengan pemanfaatan sistem berbasis aplikasi, dan

2. Mendorong internalisasi sistem budaya kerja menuju sistem riset dan inovasi pertanian dan menempatkan pegawai Sekretariat Badan sebagai human capital dalam meningkatkan kinerja organisasi Balitbangtan.

4. Bagian Kerja Sama, Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya didukung oleh tiga Subbagian yaitu (1) Subbagian Kerja sama, (2) Subbagian Hukum dan Organisasi, (3) Subbagian Hubungan dan Masyarakat. Kegiatan utamanya adalah peningkatan jejaring kerja sama, komunikasi dan pelayanan publik, serta informasi penelitian dan pengembangan pertanian dengan baik. Adapun rencana operasionalnya terdiri atas:

a. Mengembangkan jejaring kerja sama penelitian dan pengembangan pertanian dalam dan luar negeri,

b. Menyiapkan bahan rancangan peraturan perundang-undangan dengan litigasi hukum, penyusunan organisasi, tata laksana dan reformasi birokrasi, dan

c. Mengelola komunikasi dan pelayanan publik, serta penyajian informasi teknologi.

Rencana aksi mendukung eManagement antara lain:

1. Mendorong upaya adaptasi dan transformasi digital dalam manajemen kerjasama penelitian sebagai wujud sinergitas riset yang kompetitif, penguatan kerjasama dan kolaborasi secara luas, dan

2. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kerjasama penelitian dengan membangun dan mendorong pemanfaatan sistem evaluasi kerjasama berbasis on line.

5. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang- undangan. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas beberapa jabatan fungsional yang mendukung pelaksanaan tugas kesekretariatan yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

(19)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

9 A.7. Indikator Kinerja

Penetapan indikator kinerja telah dilakukan sejak penyusunan Rencana Kinerja Tahunan dan kemudian ditetapkan menjadi Penetapan Kinerja Tahunan. Indikator Kinerja yang telah ditetapkan sesuai sasaran strategis adalah sebagai berikut:

1. Terselenggaranya Birokrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang efektif dan efisien, indikatornya Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan; dan

2. Terkelolanya Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang Akuntabel dan Berkualitas, indikatornya Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku).

B. Perencanaan Kinerja

Perencanaan kinerja mempunyai 3 (tiga) manfaat. Pertama, terdapat pedoman kinerja apa yang harus dilakukan. Kedua, terdapat ukuran untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja. Ketiga, memenuhi prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Pada tahun 2020, terdapat 2 (dua) indikator kinerja yang tertuang pada perjanjian kinerja yang akan menjadi panduan dan tolak ukur keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Balitbangtan. Indikator kinerja tersebut telah mengacu kepada sasaran program/kegiatan Sekretariat Balitbangtan.

C. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja tahun 2020 telah ditetapkan sebagai komitmen untuk berkinerja dengan baik. Penetapan indikator kinerja telah dilakukan sejak penyusunan Rencana Kinerja Tahunan dan kemudian ditetapkan menjadi Penetapan Kinerja Tahunan. Perjanjian Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020 telah mengalami beberapa kali revisi pada pagu anggaran dan pejabat. Perjanjian Kinerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Sekretariat Balitbangtan

Dokumen Perjanjian Kinerja revisi terakhir disampaikan pada Lampiran 2.

No Sasaran Program / Kegiatan Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3) (4)

1. Terselenggaranya birokrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang efektif dan efisien, dan berorientasi pada layanan prima

1. Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan (Nilai)

80,00 Nilai

2. Terkelolanya anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang akuntabel dan berkualitas

2. Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku) (Nilai)

90,00 Nilai

(20)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

10

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

Pada Bab ini diuraikan mengenai hasil yang dicapai oleh Sekretariat Balitbangtan yang merupakan bagian dari Program Penciptaan Teknologi dan Inovasi Pertanian Bio-industri Berkelanjutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Keberhasilan pencapaian sasaran kegiatan tidak terlepas dari telah diterapkannya monitoring dan evaluasi serta Sistem Pengendalian Intern (SPI) di lingkup Sekretariat Balitbangtan. Mekanisme monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan setiap minggu, setiap bulan, dan setiap triwulanan melalui aplikasi yang disediakan oleh DJA Kemenkeu (SMART), Bappenas (e-Monev Bappenas), Biro Perencanaan Kementan (e-SAKIP), dan Balitbangtan (i-Monev).

A. Analisis Capaian Kinerja

Sekretariat Balitbangtan senantiasa berupaya meningkatkan akuntabilitas kinerja yang dilaksanakan dengan menggunakan indikator kinerja yang meliputi efisiensi masukan (input), kualitas perencanaan dan pelaksanaan (proses) dan keluaran (output). Metode yang digunakan dalam pengukuran pencapaian kinerja sasaran adalah membandingkan antara target indikator kinerja setiap sasaran dengan realisasinya. Berdasarkan perbandingan tersebut dapat diperoleh informasi capaian kinerja setiap sasaran pada tahun 2020. Informasi ini menjadi bahan tindak lanjut untuk perbaikan perencanaan dan dimanfaatkan untuk memberi gambaran kepada pihak internal dan eksternal mengenai sejauh mana pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan tujuan, misi, dan visi Sekretariat Balitbangtan.

Pemantauan dilakukan sejak awal tahun anggaran melalui pemantauan secara berkala atas perkembangan tingkat capaian kinerja tersebut. Mekanisme pemantauan melalui tahapan-tahapan, sebagai berikut: a) Pemantauan Bulanan (Penanggungjawab kegiatan melaporkan kemajuan kegiatan setiap bulan dengan menggunakan formulir yang telah disediakan); b) Pemantauan Triwulanan; c) Pemantauan Tengah Tahun, dan d) Pemantauan Akhir Tahun. Pemantauan dilakukan tidak hanya pada pencapaian realisasi fisik saja, akan tetapi juga menggali permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan.

Untuk realisasi keuangan, seperti halnya pemantauan fisik, pengisian dan pelaporannya menggunakan program i-Monev dengan melakukan updating data pada setiap hari Jumat setiap minggu, serta aplikasi online PMK 214 tahun 2017 (aplikasi SMART), eMonev Bappenas dan e-SAKIP yang dilakukan setiap bulan.

Pada Renstra tahun 2020–2024, Sekretariat Balitbangtan telah menetapkan 2 (dua) sasaran kegiatan yang akan dicapai pada perjanjian kinerjanya.

Keberhasilan pencapaian sasaran tersebut diukur dengan 2 (dua) indikator kinerja.

Berdasarkan data hasil akhir kegiatan lingkup Sekretariat Balitbangtan, capaian indikator kinerja kegiatan Sekretariat Balitbangtan tahun 2020 disajikan pada Tabel 2.

(21)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

11

Berdasarkan tabel tersebut, capaian indikator kinerja Sekretariat Balitbangtan tahun 2020 rata-rata mencapai 105,81% atau termasuk dalam kategori sangat berhasil. Penetapan kategori keberhasilan tersebut sesuai dengan kriteria yang telah disepakati oleh seluruh unit eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Empat kategori keberhasilan dalam pengukuran kinerja sasaran, yaitu: 1) sangat berhasil jika capaian >100%; 2) berhasil jika capaian 80-100%; 3) cukup berhasil jika capaian 60-79%; dan tidak berhasil jika capaian 0-59%.

Dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, terjadi penurunan capaian keberhasilan, walaupun masih dalam kategori sangat berhasil. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya beberapa indikator kinerja. Untuk keberhasilan pencapaian sasaran tersebut didukung oleh berbagai faktor, yaitu komitmen yang kuat dari pimpinan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, sumberdaya manusia, sumberdaya sarana dan prasarana serta sumberdaya anggaran.

Berdasarkan Permentan Nomor 45 tahun 2019, pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan realisasi dengan target kinerja yang diperjanjikan dalam dokumen perjanjian kinerja. Berdasarkan target capaiannya, polarisasi IKU dibedakan menjadi tiga, yaitu (1) maximize (semakin tinggi realisasi IKU terhadap target, semakin baik capaian kinerjanya); (2) minimize (semakin rendah realisasi IKU terhadap target, semakin baik capaian kinerjanya); dan (3) stabilize (capaian kinerja dianggap semakin baik apabila realisasi IKU mendekati target dalam suatu rentang tertentu.

Tabel 2. Capaian Kinerja Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020

No Sasaran Indikator Kinerja

Uraian Target Realisasi (%) 1 Terselenggaranya

Birokrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang efektif dan efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima

1. Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan

80,00

Nilai 82,87

Nilai 103,59

2 Terkelolanya Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang Akuntabel dan Berkualitas

2. Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)

90,00

Nilai 97,22

Nilai 108,02

Nilai Rata-rata Capaian Kinerja 105,81

(22)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

12 SASARAN 1

Terselenggaranya Birokrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang efektif dan efisien, dan

Berorientasi pada Layanan Prima A.1. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020

Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2020 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dapat dijelaskan sebagai berikut:

Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan 1 (satu) indikator kinerja, yaitu Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan.

Indikator Kinerja 1: Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan

Proses pembangunan Zona Integritas merupakan tindak lanjut pencanangan yang telah dilakukan oleh pimpinan instansi pemerintah. Proses pembangunan Zona Integritas difokuskan pada penerapan program Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang bersifat konkrit.

Dalam membangun Zona Integritas, pimpinan instansi pemerintah menetapkan satu atau beberapa unit kerja yang diusulkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. Pemilihan unit kerja yang diusulkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani memperhatikan beberapa syarat yang telah ditetapkan, diantaranya: 1) Dianggap sebagai unit yang penting/strategis dalam melakukan pelayanan publik; 2) Mengelola sumber daya yang cukup besar, serta 3) Memiliki tingkat keberhasilan Reformasi Birokrasi yang cukup tinggi di unit tersebut.

Penilaian mandiri (self assessment) dilakukan oleh Tim Penilai Internal (TPI) yang terdiri dari Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Kepala Bidang KSPHP, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Kasubid Evaluasi/Kepala Seksi Evaluasi lingkup Balitbangtan yang berjumlah 46 orang. Tim Penilai/Asesor tersebut melakukan penilaian silang antar UK/UPT.

Terdapat dua jenis komponen yang menjadi penilaian, yaitu komponen pengungkit dan komponen hasil. Di bawah ini adalah gambar yang menunjukkan hubungan masing-masing komponen dan indikator pembangun komponen.

(23)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

13

Gambar 1

Hubungan Komponen dan Indikator Pembangun Komponen pada Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Sumber: Permenpan RB Nomor 52, 2014.

Komponen pengungkit merupakan komponen yang menjadi faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Terdapat enam komponen pengungkit, yaitu Manajemen Perubahan (5%), Penataan Tatalaksana (5%), Penataan Sistem Manajemen SDM (15%), Penguatan Akuntabilitas Kinerja (10%), Penguatan Pengawasan (15%), dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (10%).

Indikator hasil terdiri dari dua indikator, yaitu Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN (20%), dan Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat (20%).

Berdasarkan SK Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nomor:

1202/Kpts/PW.410/H/12/2020 tanggal 21 Desember 2020 tentang Hasil Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun 2020, Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memperoleh nilai 82,87. Hasil penilaian Tim Asesor dapat dilihat pada Tabel 3.

Berdasarkan hasil penilaian, Tim Asesor memberikan rekomendasi sebagai berikut:

a. Melakukan koordinasi yang baik antar bidang untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan;

(24)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

14

b. Meningkatkan tertib adminsitrasi di setiap area perubahan untuk menghasilkan eviden yang sempurna; dan

c. Perlu menciptakan Inovasi di setiap indikator untuk membangun Reformasi Birokrasi yang lebih handal.

Tabel 3. Hasil Penilaian Pembangunan Zona Integritas Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

No. Komponen/ Sub Komponen

Indikator Proses Bobot Hasil Penilaian

I. INDIKATOR PROSES 60

1. Manajemen Perubahan 5 3,17

2. Penataan Tatalaksana 5 4,00

3. Penataan Sistem Manajemen SDM 15 13,67

4. Penguatan Akuntabilitas Kinerja 10 10,00

5. Penguatan Pengawasan 15 6,19

6. Peningkatan Kualitas Pelayanan

Publik 10 8,43

II. INDIKATOR HASIL 40

1. Pemerintahan yang Bersih dan

Bebas 20 19,18

2. Kualitas Pelayanan Publik 20 18,25

NILAI TOTAL 100 82,87

Pada indikator di atas telah ditetapkan target pada awal Tahun 2020 adalah 80 (Nilai) sedangkan sampai dengan akhir Desember 2020 telah terealisasi dengan

nilai 82,87 (Nilai). Pencapaian target indikator kinerja sasaran “Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan” disajikan pada Tabel 4. Berdasarkan data realisasi indikator kinerja tersebut, Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan berdasarkan penilaian mandiri dapat dikategorikan ke dalam kategori sangat berhasil.

(25)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

15 SASARAN 2

Terkelolanya Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang Akuntabel dan Berkualitas

Tabel 4. Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja 1 Tahun 2020

Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan 1 (satu) indikator kinerja, yaitu Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi).

Indikator Kinerja 2: Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi)

Pada tahun 2020 telah diimplementasikan pengukuran dan evaluasi kinerja

anggaran atas pelaksanaan RKAKL mengacu pada aturan PMK Nomor 214 tahun 2017. Kinerja adalah prestasi kerja berupa keluaran dari kegiatan atau

program, dan hasil dari program dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.

Evaluasi kinerja anggaran atas aspek implementasi dilakukan dengan mengukur empat variabel, yaitu: 1) capaian keluaran, 2) penyerapan anggaran, 3) efisiensi, dan 4) konsistensi penyerapan anggaran terhadap perencanaan. Nilai kinerja anggaran atas aspek implementasi dihitung dengan menjumlahkan hasil perkalian setiap variabel; aspek implementasi dengan bobot masing-masing variabel pada tingkat Eselon I/Program atau satuan kerja/kegiatan. Bobot masing-masing variabel pada aspek implementasi terdiri atas: 1) Capaian keluaran sebesar 43,5%; 2) Efisiensi sebesar 28,6%; 3) Konsistensi penyerapan anggaran terhadap perencanaan sebesar 18,2%; dan 4) Penyerapan anggaran sebesar 9,7%.

Indikator Kinerja Target (Nilai)

Realisasi (Nilai)

Persentase (%) Nilai Pembangunan Zona Integritas

(ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan

80,00 82,87 103,59

(26)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

16

Nilai kinerja diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Pada indikator dua telah ditetapkan target pada awal tahun 2020 adalah 90,00 (Nilai). Sampai dengan per tanggal 11 Januari 2021 telah dicapai nilai sebesar sebesar 97,22 (Nilai). Pencapaian target indikator kinerja sasaran “Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)” disajikan pada Tabel 5. Berdasarkan data realisasi indikator kinerja tersebut, Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku) dapat dikategorikan ke dalam kategori sangat berhasil.

Faktor pendukung pencapaian target adalah pemantauan secara berkala laporan rencana aksi dan adanya efisiensi terhadap anggaran.

Hasil perhitungan sesuai PMK 214 Tahun 2017 seperti di bawah ini:

1. 90% > NK ≤ 100% dikategorikan Sangat Baik 2. 80% > NK ≤ 90% dikategorikan Baik

3. 60% > NK ≤ 80% dikategirikan Cukup atau Normal 4. 50% > NK ≤ 60% dikategorikan Kurang

5. NK ≤ 50% dikategorikan Sangat Kurang

Gambar 2

Pencapaian Kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun Anggaran 2020

Sumber: Aplikasi SMART Kementerian Keuangan, 2020.

Data diambil per 20 Januari 2021

(27)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

17

Tabel 5. Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja 2 Tahun 2020

A.2. Pengukuran Capaian Antar Tahun

Indikator Kinerja 1: Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan

Indikator ini mulai berlaku pada tahun 2020 sehingga perbandingan capaian kinerja tidak dapat diperbandingkan dengan indikator pada PK 2019. Capaian indikator kinerja 1 pada tahun 2020 dengan nilai 82,87% (103,59%).

Perbandingan capaian 2019 dan 2020 dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja 1 Tahun 2020 dan 2019

Indikator Kinerja 2: Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)

Sesuai hasil evaluasi kinerja berdasarkan PMK 214 tahun 2017 pada aplikasi SMART, pada tahun 2019 Nilai Kinerja Sekretariat Balitbangtan sebesar 94,27.

Membandingkan dengan tahun 2019, maka realisasi Nilai Kinerja tahun 2020 mengalami kenaikan yaitu dari 94,27 di tahun 2019 menjadi 97,22 di tahun 2020.

Perbandingan capaian 2019 dan 2020 dapat dilihat pada Tabel 7.

Indikator Kinerja Target (Nilai)

Realisasi (Nilai)

Persentase (%) Nilai Kinerja (NK) Sekretariat

Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)

90,00 97,22 108,02

Indikator Kinerja

Target (Nilai)

Capaian (Nilai)

Persentase (%)

2019 2020 2019 2020 2019 2020

Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan

- 80,00 - 82,87 - 103,59

(28)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

18

Tabel 7. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja 2 Tahun 2020 dan 2019

A.3. Pengukuran Capaian Kinerja Satker dengan Target Renstra 2020-2024

Pada Renstra Sekretariat Balitbangtan 2020–2024 terjadi perubahan indikator kinerja dibandingkan dengan Renstra sebelumnya. Pada Renstra sebelumnya indikator kinerja Sekretariat Balitbangtan terdiri atas Nilai AKIP Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian berdasarkan penilaian Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Nilai Pemeringkatan Informasi Publik Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Rasio temuan BPK yang terjadi berulang terhadap total temuan BPK, Rasio temuan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian atas pengelolaan keuangan di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang terjadi berulang terhadap total temuan, Job-person fit, Competency-gap index, Tingkat kepuasan unit kerja lain di lingkup Balitbang Pertanian terhadap layanan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan Rasio pemenuhan layanan ijin pemasukan dan pengeluaran SDG tanaman untuk penelitian terhadap total permintaan ijin pemasukan dan pengeluaran SDG tanaman untuk penelitian.

Pada Tabel 8 disampaikan perbandingan target dan realisasi capaian indikator kinerja Sekretariat Balitbangtan selama periode tahun 2020–2024. Secara umum capaian kinerja Sekretariat Balitbangtan tahun 2020 telah mencapai target yang ditetapkan Renstra. Seluruh indikator mencapai target sesuai dengan sasaran yang ditetapkan dengan capaian 100% yaitu indikator kinerja 1 (Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan) dengan capaian sebesar 103,59%, dan indikator kinerja 2 (Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)) dengan capaian sebesar 108,02%.

Indikator Kinerja

Target (Nilai)

Capaian (Nilai)

Persentase (%)

2019 2020 2019 2020 2019 2020

Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)

93,5 90,00 94,27 97,22 100,82 108,02

(29)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

19

Tabel 8. Perbandingan Nilai Capaian 2020-2024

A.4. Keberhasilan, Kendala dan Langkah Antisipasi

Keberhasilan pencapaian sasaran kinerja Sekretariat Balitbangtan secara umum didukung dengan adanya ketersediaan sumberdaya manusia, baik tenaga fungsional maupun tenaga administrasi yang kompeten dan memadai. Selain dukungan dari SDM, juga didukung oleh sumberdaya sarana dan prasarana serta sumberdaya anggaran.

Selain faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan, terdapat beberapa kendala yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, antara lain: 1) kekurangan SDM (tugas belajar dan memasuki purnabakti), 2) adanya revisi anggaran yang berulang-ulang menyebabkan pelaksanaan kegiatan menjadi terhambat dan perlu penyesuaian terhadap perubahan anggaran tersebut; 3) terhambatnya beberapa pelaksanaan kegiatan dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya pembagian waktu kerja WFO dan WFH serta pembatasan pelaksanaan kegiatan seperti rapat/workshop; dan 4) kegiatan renovasi gedung dan lingkungan kantor terkendala oleh keterbatasan waktu pelaksanaan.

Hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan kinerja adalah melaksanakan: 1) pemantauan kegiatan secara lebih intensif dan segera melakukan langkah-langkah perbaikan dan pencegahan, (2) perencanaan anggaran yang lebih cermat, (3) penajaman rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, (4) optimalisasi sumber daya yang ada dan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan jangka panjang dan jangka pendek sesuai bidang keahliannya, (5) penyempurnaan dengan modernisasi sarana dan prasarana, dan (6) koordinasi yang lebih baik antar stakeholders.

Indikator Kinerja Target /

Realisasi 2020 2021 2022 2023 2024 Nilai Pembangunan Zona

Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan

Target 80,00 80,35 81,00 81,50 82,00

Realisasi 82,87 - - - -

Persentase 103,59 - - - -

Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)

Target 90,00 90,50 91,00 91,50 92,00

Realisasi 97,22 - - - -

Persentase 108,02 - - - -

(30)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

20

A.5. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Salah satu indikator pengukuran dan evaluasi kinerja atas pelaksanaan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga dalam PMK Nomor 214 Tahun 2017 adalah nilai efisiensi kinerja. Nilai efisiensi merupakan efisiensi keluaran (output) kegiatan untuk evaluasi kinerja anggaran atas aspek implementasi tingkat satuan kerja/kegiatan. Data yang dibutuhkan untuk mengukur nilai efisiensi, meliputi:

data capaian keluaran (output) kegiatan, data capaian, pagu anggaran, dan realisasi anggaran.

Berdasarkan perhitungan efisiensi yang tercantum dalam PMK 214/2017 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, maka Sekretariat Balitbangtan dapat dikategorikan berhasil dalam menjalankan efisiensi anggaran. Efisiensi mempunyai skala -20%

sampai dengan 20%, sehingga perlu ditransformasi skala efisiensi agar diperoleh skala nilai efisiensi antara 0 sampai dengan 100%, dengan rumus di bawah ini:

𝑁𝐸 = 50% + [ 𝐸

20 𝑥 50 ] Keterangan:

NE : Nilai Efisiensi E : Efisiensi

Nilai efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dilaksanakan. Untuk mencapai sasaran kinerja, Sekretariat Balitbangtan menggunakan rumus tersebut dan

dihasilkan efisiensi sebesar 13,55% atau sama dengan nilai efisiensi 83,87%

(Tabel 9). Jadi dapat disimpulkan bahwa Sekretariat balitbangtan telah melakukan efisiensi sebesar 13,55% dari pagu anggaran yang dialokasikan untuk mencapai target kinerjanya.

B. Akuntabilitas Keuangan B.1. Realisasi Anggaran

Pada awal tahun 2020, Sekretariat Balitbangtan (Kantor Pusat dan BPATP) mendapat anggaran sebesar Rp219.939.671.000,00. Selama TA 2020, DIPA Sekretariat Balitbangtan Kantor Pusat mengalami revisi sebanyak 7 (tujuh) kali.

Total anggaran lingkup Sekretariat Balitbangtan TA 2020 pada akhir tahun sebesar Rp110.569.629.000,00, yang tersebar di Sekretariat Balitbangtan Rp101.492.416.000,00, dan Balai PATP Rp9.077.213.000,00.

Belanja dalam rangka operasional kegiatan Sekretariat Balitbangtan dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi, namun tetap menjamin terlaksananya seluruh kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam

(31)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

21

Pagu Realisasi % Target Realisasi

Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan

Nilai 66.863.943.000 65.201.064.314 97,51 80 82,87 835.799.288 70.182.066.171 7,10 67,74

Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku)

Nilai 90 97,22 - - 20,00 100,00

66.863.943.000 65.201.064.314 97,51 70.182.066.171 13,55 83,87

Total

Indikator Kinerja Satuan

Anggaran (Rp) Output

Harga satuan (Rp)

Harga total seharusnya (Rp)

Efisiensi (%)

Nilai Efisiensi

(NE) (%)

perencanaan. Rincian anggaran per jenis belanja TA 2020 lingkup Sekretariat Balitbangtan, terdiri dari Belanja Pegawai Rp11.381.216.000,00, Belanja Barang Rp91.635.513.000,00, dan Belanja Modal Rp7.552.900.000,00.

Realisasi anggaran sampai dengan 31 Desember 2020 lingkup Sekretariat Balitbangtan (CaLK unaudited) sebesar Rp104.799.816.071,00 (94,78%), terdiri dari Belanja Pegawai Rp10.923.496.565,00 (95,98%), Belanja Barang Rp87.302.065.234,00 (95,27%), dan Belanja Modal Rp6.574.254.272,00, (87,04%). Nampak, realisasi belanja modal lebih rendah dari pos belanja lainnya karena adanya pemutusan kontrak renovasi gedung dan lingkungan kantor Balitbangtan Kantor Pusat Jakarta diakibatkan penyedia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan (Tabel 10).

Realisasi anggaran tahun 2020 mencapai 94,78% dimana capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun 2019 yaitu 88,07%.

Persandingan capaian realisasi anggaran antara tahun 2019 dan 2020 dapat dilihat pada Gambar 3.

Tabel 9. Nilai efisiensi kinerja indikator kinerja Sekretariat Balitbangtan TA 2020

(32)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

22

Gambar 3. Grafik Penyerapan Anggaran Tahun 2019 dan 2020

Sumber: Bagian Umum, Sekretariat Balitbangtan, 2020

(33)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

23 B.2. Pengelolaan PNBP

Pengelolaan PNBP Sekretariat Balitbangtan telah dilaksanakan dengan baik, dimana realisasinya sebesar Rp.1.069.264.306,00 atau mencapai 95,78% dari pagu anggaran sebesar Rp.1.116.360.000,00. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melaksanakan pengelolaan sumber-sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari guest house yang berlokasi di kantor pusat Balitbangtan, dormitory dan Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta yang berlokasi di Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian Bogor dan Mess yang berlokasi di Kebun Percobaan Cikeumeuh Bogor. Ketiganya berfungsi sebagai penginapan khususnya bagi pegawai dari Satuan Kerja lingkup Balitbangtan dan tamu lainnya dari lingkup Kementerian Pertanian.

Realisasi PNBP Sekretariat Balitbangtan TA 2020 untuk akun 425131 (Pendapatan Sewa Tanah, Gedung dan Bangunan) yang berasal dari sewa auditorium, kantin, koperasi, dan ruang fotocopy sebesar Rp.122.762.000,00. Sedangkan untuk akun 425151 (Pendapatan Penggunaan Sarana dan Prasarana sesuai dengan Tusi) yang berasal dari sewa mess/asrama dan guest house sebesar Rp.64.030.000,00.

Target dan realisasi PNBP Sekretariat Balitbangtan dapat dilihat pada Tabel 11 di bawah ini.

(34)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

Tabel 10. Realisasi anggaran satker lingkup Sekretariat Balitbangtan per 31 Desember 2020

Satker Pagu Anggaran (Rp)

Realisasi Anggaran per Belanja

Realisasi (Rp) Total (Rp) %

Pegawai Barang Modal

Sekretariat 101.492.416.000 9.554.715.275 80.832.430.666 5.556.254.616 95.943.400.557 94,53 BPATP 9.077.213.000 1.368.781.290 6.469.634.568 1.017.999.656 8.856.415.514 97,57 110.569.629.000 10.923.496.565 87.302.065.234 6.574.254.272 104.799.816.071 94,78

Tabel 11. Target dan realisasi PNBP lingkup Sekretariat Balitbangtan 2020

Satker

Target (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%)

Penerimaan

Umum Penerimaan

Fungsional Penerimaan

Umum Penerimaan

Fungsional Penerimaan

Umum Penerimaan

Fungsional

Sekretariat 139.000.000 95.000.000 1.046.802.495 64.030.000 753,10 67,40

BPATP 0 700.000.000 47.420.000 3.172.741.000 - 453,25

Total 139.000.000 795.000.000 1.094.222.495 3.236.771.000 571,94 295,81

(35)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

25

BAB IV. PENUTUP

Laporan Kinerja Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun 2020 merupakan pertanggungjawaban atas kinerja instansi pemerintah dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis 2020-2024 dan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 yang berisi uraian tentang capaian indikator kinerja kegiatan, program dan sasaran yang telah dilaksanakan oleh Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada tahun 2020.

Pencapaian Sasaran kegiatan “Terselenggaranya Birokrasi Balitbangtan yang efektif dan efisien” dengan indikator kinerja Nilai Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Sekretariat Balitbangtan berhasil memperoleh nilai 82,87 (103,59%) dari target 80. Sedangkan, sasaran kegiatan “Terkelolanya Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang Akuntabel dan Berkualitas”

dengan indikator kinerja Nilai Kinerja (NK) Sekretariat Balitbangtan (berdasarkan regulasi yang berlaku) berhasil memperoleh nilai 97,22 (108,02%) dari target 90.

Secara keseluruhan target kinerja tercapai 105,81% dengan realisasi anggaran TA 2020 mencapai Rp.104.799.816.071,00 atau mencapai 94,78% dari pagu anggaran sebesar Rp. 110.569.629.000,00. Beberapa hal yang menjadi kendala dan perlu perbaikan di masa mendatang diantaranya:

1. Terdapat pekerjaan yang sudah dianggarkan tetapi belum dapat dilaksanakan.

2. Masih ada kegiatan yang dilaksanakan pada akhir tahun sehingga sangat berpengaruh terhadap kinerja dan laporan keuangan.

Beberapa upaya pemecahan masalah demi meningkatkan kinerja Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian adalah sebagai berikut:

1. Dibutuhkan komitmen seluruh pejabat lingkup Sekretariat Balitbangtan akan pentingnya penerapan SAKIP agar pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien;

2. Meningkatkan kecermatan dalam perencanaan yang diikuti dengan pengawasan ketat agar program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar mendukung pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran kegiatan;

3. Perlunya peningkatan kapasitas SDM tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana yang ada; dan

4. Meningkatkan disiplin penggunaan anggaran serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaannya.

Dari beberapa masalah di atas, direkomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Perlu adanya peningkatan koordinasi antar Bagian;

2. Merencanakan kegiatan harus sesuai dengan tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan;

3. Pelaksanaan kegiatan harus tepat waktu sesuai rencana;

(36)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

26

4. Perlu adanya pemantauan dan evaluasi secara berkala atas pelaksanaan kegiatan; dan

5. Sosialisasi yang intensif perlu diupayakan terutama untuk hal atau informasi terbaru atau peraturan-peraturan terbaru yang bersifat top down.

Sebagai bagian penutupan dari Laporan Kinerja Tahun 2020 dapat disimpulkan bahwa secara umum Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah memperlihatkan pencapaian kinerja yang sangat berhasil dan dikategorikan sangat baik atas sasaran-sasaran kegiatannya. Seluruh capaian kinerja tersebut telah memberikan pelajaran yang sangat berharga demi untuk mengingkatkan kinerja dimasa yang akan datang.

Akhirnya Laporan Kinerja Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun 2020 ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan evaluasi kinerja bagi pihak yang membutuhkan, penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang, penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang, serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan.

(37)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

27 SEKRETARIAT BALITBANGTAN

BAGIAN

PERENCANAAN BAGIAN

KEPEGAWAIAN BAGIAN

UMUM

BAGIAN KERJASAMA,

HUKUM, ORGANISASI DAN

SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN PROGRAM DAN

ANGGARAN

SUBBAGIAN EVALUASI DAN

PELAPORAN

SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN

PEGAWAI

SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN DAN

MUTASI

SUBBAGIAN PENDAYAGUNAAN JABATAN

FUNGSIONAL

SUBBAGIAN KEUANGAN

SUBBAGIAN PERLENGKAPAN

SUBBAGIAN TATA USAHA DAN

RUMAH TANGGA

SUBBAGIAN KERJA

SAMA SUBBAGIAN

HUKUM DAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

BAGIAN KERJASAMA, HUKUM, ORGANISASI DAN HUBUNGAN

MASYARAKAT

SUBBAGIAN KERJA SAMA

SUBBAGIAN HUKUM DAN ORGANISASI

BALAI PATP

SEKSI PELAYANAN ALIH

TEKNOLOGI

SUBBAGIAN TATA USAHA

Lampiran 1. Struktur Organisasi Sekretariat Balitbangtan

Sumber: Permentan 43/Permentan/OT.010/8/2015

(38)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

28

Lampiran 2. Perjanjian Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

(39)

Laporan Kinerja Sekretariat Balitbangtan Tahun 2020

29

Gambar

Tabel 2. Capaian Kinerja Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020
Tabel 3.   Hasil Penilaian Pembangunan Zona Integritas Sekretariat Balitbangtan  Tahun 2020
Tabel 4. Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja 1 Tahun 2020
Tabel 5. Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja 2 Tahun 2020
+6

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan kedua metode yang digunakan untuk menghitung harga wajar per lembar saham yang diterbitkan setiap sektor tidak terlalu memiliki perbedaan harga, hal

(2)Dalam hal ada suatu bidang tanah sudah diterbitkan Sertipikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara

Penyelenggaraan Peradilan Tata Usaha Negara atau penegakan hukum harus dipahami sebagai sarana untuk menjamin adanya suatu proses yang adil, dalam rangka

Mengacu pada hasil dokumentasi yang penulis peroleh, tenaga pengajar di MA Al-Fatah Palembang memiliki sumber daya yang sangat tinggi akan tetapi dengan jumlah

Dari hasil wawancara, teori dan observasi, peneliti menyimpulkan bahwasannya guru Pembimbing mengevaluasi proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, agar guru

Segala Puji bagi Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Skripsi dngan judul “Pengaruh Konsentrasi Zirkonium Oksiklorid

Prinsip yang mengharuskan negara host country untuk tidak membedakan perlakuan antara penanam modal asing dan penanam modal dalam negeri di negara host country atau di

2) Tahap action, bagian proses psikodrama ini melibatkan penampilan tokoh protagonis dengan masalah-masalahnya. Sutradara membantu setiap tokoh protagonis yang memilih