Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa para pedagang yang ada

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUN PUSTAKA 2.1 PenelitianxTerdahulu

Dalamxpenelitian terdahulu yang diteliti oleh Rahmawati, 2017 yang berjudul Etika Bisnis Islam Pada Pedagang Makanan (Studi Kasus Di Kaude Blang Jreum, Aceh) penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara observasi dengan mereduksi data yang ditemukan di lapangan, menyajikan data dan kesimpulan. Sedangkan sampelnya, pedagang di Keude Blang Jruem sebanyak 30 orang.

Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa para pedagang yang ada di Kaude Blang Jreum Aceh menjual makanan yang halal, baik itu dari segi bahan dan proses pembuatannya sehingga makanannya sehat untuk dikonsumsi, tiap pedagang makanan juga selalu senantiasa menjaga kebersihan walaupun masih ada beberapa pedagang yang kurang menjaga kebersihan seperti tidak menyediakan tempat pembuangan sampah, tatapi setiap pedagang belum memiliki sertifikat halal secara resmi walaupun sudah memenuhi syarat halal pada makanan yang mereka produksi sebab Sertifikat halal dianggap tidak penting karena hanya pedang kecil yang keuntungannya bahkan tidak seberapa.7

Muzaiyin, 2018 yang berjudul Perilaku Pedagang Muslim Dalam Tinjauan Etika Bisnis Islam (Kasus Di Pasar Loak Jagalan Kediri) penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif.

Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa para pedagang yang ada dipasar loak jagalan Kediri mempunyai bermacam kepribadian terdapat yang ramah, cemberut, tidak peduli tetapi ada juga yang supele, sistem transaksi yang digunakannya masih belum jelas karena mayoritas pedagang disana tidak menerangkan kondisi barang secara mendetail, sehingga banyak pembeli merasa dirugikan, yaitu ketika pembeli sampai dirumah nyatanya barang yang

7 Rahmawati, Etika Bisnis Islam Pada Pedagang Makanan (Studi Kasus Di Keude Blang Jreum, Aceh), Jurnal Jeskape, Vol.1 No.2 (Januari-Juni 2017), 130-133

(2)

dibeli dalam keadaan rusak tidak dapat difungksikan secara maksimal.

Adapula pedagang yang jujur dan slektif dalam menyediakan barang dagangannya ini bertujuan agar pelanggan merasa puas dan senang8

Lubis, 2017 yang berjudul analisis aspek religiusitas terhadap etika bisnis pedagang pasar muslim pusat pasar kota medan, penelitian ini menggunakan kualitatif dengan analisis deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka dan studi lapangan di pusat pasar kota Medan dengan populasi berjumlah 490 responden dengan teknik sampling sejumlah 97 responden.

Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek religious berkontribusi terhadap etika bisnis para pedagang pusat kota medan, aspek religius dapat menjadi perisai bagi setiap orang dalam menjalani setiap kegitan kehidupan, khusus dalam mempengaruhi sikap seseorang dalam berbisnis, maka semakin tinggi tingkat pengalaman ibadah seseorang akan semakin tinggi pula kualitas etika seseorang dalam berbisnis Pengamalan ibadah shalat mampu mencegah seseorang dari perilaku menyimpang, ibadah puasa menuntut seseorang menjaga kesucian dirinya, bahkan dapat mengontrol emosional dan bersabar, ibadah zakat membiasakan seseorang untuk bersikap jujur terhadap harta berlebih yang dimiliki untuk dibagikan kepada mustahiq, dan ibadah haji menumbuhkan rasa kesetaraan derajat, ras, dan suku yang menjadikan pelakunya bersikap sehat dalam bersaing di pasar9

Maghfur, et all, 2019 yang berjudul PenerapanxEtika Bisnis Islam Pada Pedagang Untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Dipasar Nongkrojajar KecamatanxTutur Kabupaten Pasurauan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskiptif yaitu penelitian yang menghasilakan data pasar dengan menggunakan sistem wawancara

Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Etika Bisnis Islam di Pasar Nongkojajar sudah diterapkan dengan sangat baik bahkan

8 A.M Muzaiyin, Perilaku Pedagang Muslim Dalam Tinjauan Etika Bisnis Islam (Kasus Dipasar Loak Jagalan Kediri), Jurnal Qawanin, Vol.2 No.1 (Januari 2018), 86-92

9 A.A Lubis, analisis aspek riligiusitas terhadap etika bisnis pedagang pasar muslim pusat pasar kota medan, jurnal dusturiyah, Vol.VII No.1 (Januari-juni 2017)

(3)

menurut pendapat pelanggan sikapxyang dilakukanxpedagang danxkaryawan terhadap pelangganxsudah masuk dalam kategorori baik sehingga pelanggan senantiasa merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan pedagang .tidak hanya itu baik pedagang dan karyawan yang ada di Pasar Nongkojajar memberikan pelayanan yang ramah sehingga para pelanggan cukup merasa puas, Tetapi akadxantara penjual dan pembeli tidak jelasxkarena semuaxpenjual di Pasar Nongko jajar tidak melakukan akadxbisnis secara Islam.10

Aina, 2018 yang berjudul Perilaku Pedagang di Pasar Tradisional Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam.

menggunakan pendekatan Kualitatif dengan analisis deskriptif

Pemahaman pedagang di Pasar Kedungwuni mengenai etika bisnis Islam tidak banyak yang mengetahui etika bisnis Islam. Akan tetapi, dalam melaksanakan transaksi jual beli mereka menggunakan aturan yang telah diatur oleh agama Islam. Prinsip-prinsipnya pun menggunakan prinsip etika bisnis islam diantaranya 1.) Prinsip Kesatuan (tauhid) yang para pedagang senantiasa menjalankan sholat lima waktu, bersedekah, dan jujur dalam berdagang, meski para pedagang belum tepat waktu dalam menjalankan shoalat. 2.) Prinsip Keseimbangan para pedagang adil dalam hal timbangan atau takaran, tidak menyembunyikan cacat, 3.) Prinsip Kehendak Bebas para pedagang tidak pernah memaksa pembeli untuk membeli dagangan yang tidak diinginkan, saling menghormati dan menghargai antara pedagang serta tidak memberikan harga di bawah harga standar untuk menarik pembeli, semua pedagang telah mewujudkan perilaku tersebut. 4.) Prinsip Tanggung Jawab (responsibility) diwujudakan para pedagang yang meliputi menepati janji dan tanggung jawab terhadap kualitas barang dagangan, tindakan seperti itu telah dilakukan para pedagang. 5.) Prinsip Kebajikan (Ihsan), para

10 Ifdhotul Maghfur,et all, PenerapanxEtika Bisnis Islam Pada Pedagang UntukxMeningkatkan Loyalitas Pelanggan Dipasar NongkojajarxKecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan , Jurnal Mu’allim, Vol.1 No.2 (Juli 2019) 346-357

(4)

pedagang bersikap ramah dan sabar terhadap pembeli. memberikan bonus kepada pembeli.11

Analisis persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu:

Pada penelitian ini membahas tentang implementasi etika bisnis pada pedagang muslim pada pedagang ikan di pasar tradisional (studi kasus pasar Besuki kabupaten situbondo) di dalam penelitian ini objek yang akan diteliti adalah pedagang ikan yang berlandaskan kepada prinsip-prinsip etika bisnis pedagang muslim yang meliputi jujur, menjual barang yang baikmutunya, dilarang menggunakan sumpah, longgar dan bermurah hati, membangun hubungan baik, tertib administrasi serta menetapkan harga dengan transparan sedangkan pada penelitian terdahulu objek yang diteliti berbeda dengan penelitian penulis yaitu pedagang ikan dan dalam penelitian terdahulu berlandasan kepada prinsip etika bisnis yang sifatnya lebih universal meliputi : prinsip unity, prinsip keseimbangan atau kesejajaran, prinsip kehendak bebas, prinsip pertanggung jawaban

Adapun persaam dalam penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan sama-sama membahas tentang perilaku pedagang ditinjau dari etika bisnis islam, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh etika bisnis islam pada pedagang pasar tradisional.

Adapun pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara 2.2. Etika Bisnis Islam

2.2.1 Etika

Etika sering kali disebut filsafat moral, etika di sini lebih menekankan pada pendekatan kritis dalam melihat nilai, norma dan moral dengan segala permasalahannya yang hidup di tengah masyarakat. etika berasal dari kata yunani ethos, yang dalam bentuk jamaknya (ta etha), berarti adat istiadat atau kebisaan. Secara terminologis etika merupakan studi

11 Khurul Aina, Perilaku Pedagang di PasarxTradisional Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam. Jurnal Hukum Islam. Vol. IV No.2, IAIN Pekalongan, 2018, hal.2

(5)

sistematis tentang sifat konsep nilai, baik, buruk, harus, benar, salah dan lainnya sebagainya prinsip-prinsip umum yang membenarkan kita untuk mengaplikasikannya atas apa saja.12 Dalam pemahaman ini etika berhubungan dengan kebiasaanxhidup yang baik, baik pada seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat yang diwariskan dari satu orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Kebiasaan ini terungkap dalam perilaku berpola yang terus berulang sebagai sebuah kebiasaan.Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang

a. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia dan mengenai

b. Masalah-masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma-norma moral umum yang diterima Dapat dikatakan tolak ukur etika adalah akal pikiran (rasio). Seseorang dengan akal sehat dapat menimbang-nimbang apakah perbuatan atau perilakunya etis, atau malah sebaliknya.

Etika adalah bidang ilmu yang bersifat normatif karena ia berperan menentukan apa yang harus dilakukan oleh seorang individu. Etika bisnis biasanya kadang kala merujuk pada etika manajemen yang secara sederhana

membatasi kerangka acuan kepada konsepsi sebuah organisasi13 2.2.2 Bisnis

Kata “bisnis” dalam Bahasa Indonesia diserap dari kata “business”

dari Bahasa Inggris yang berarti kesibukan. Bisnis adalah sebuah aktivitas yang mengarah pada peningkatan nilai tambah melalui proses penyerahan jasa, perdagangan atau pengelolaan barang.

Dalam terminology pembiayaan adalah pendanaan, baik aktif maupun pasif, yang dilakukan oleh lembaga keuangan kepada nasabah.

12 Faisal Badroen, Etika Bisnis dalam Islam, Prenada Media Group (Yogyakarta: 2006), 5.

13 MuhammD Djkfar, Etika Bisnis, penebar Plus Imprint dari penebar swadaya,(Jakarta:2012),14-15

(6)

Sedangkan bisnis merupakan aktivitas berupa jasa, perdagangan dan industri guna memaksimalkan nilai keuntungan. Skinnerr mengatakan menurutnya bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat Kata bisnis dalam al-Qur’an biasanya yang digunakan al-Tijarah, al-Bai’. Tetapi yang sering kali digunakan yaitu al-Tijarah yang bermakna berdagang atau berniaga yang artinya pertukaran sesuatu dengan sesuatu. Ia merupakan sebuah nama yang mencakup pengertian terhadap kebalikannya yakni alsyira’

(membeli). demikianlah al-Bai’ sering diterjemahkan dengan “jual beli”14 2.2.3 Etika Bisnis Islam

Dalam al-Qur’an etika berasal dari kata khuluq yang berarti kebiasaan atau perangai. Sehingga dapat disimpulkan etika islam adalah menentukan kebebasan manusia untuk bertindak dan bertanggung jawab karena kepercayaannya terhadap Allah, hanya saja kebebasan manusia itu tidaklah mutlak,dalam arti memiliki kebebasan yang terbatas. Jika manusia memiliki kebebasan yang terbatas, maka ia menyayangi kemahakuasaan Tuhan selaku pencipta semua makhluk, tanpa terkecuali manusia itu sendiri. Dengan demikian, seluruh tujuan hidup manusia adalah untuk mewujudkan kebaikan sebagai khalifah mampu memilih antara baik dan jahat, antara yang benar dan yang salah, antara yang halal dan yang haram. Manusia akan mempertanggung jawabkan pilihan- pilihan yang diambilnya dalam kapasitasnya sebagi individu.15

Berbisnis merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam ajarasn Islam. Bahkan Rasulullah sendiri pun telah menyatakan, bahwa sembilan dari sepuluh pintu rejeki adalah melalui perdagangan.16 Artinya, melalui jalan berdagang, pintu-pintu rejeki akan dapat terbukasehingga karunia Allah terpancar padanya. Dengan demikian etika bisnis tidak hanya dapat

14 Muhammad, Etika Bisnis Islami, Akademi Manajemen Perusahaan YKPN (Yogyakarta:2004), 37-38

15 Muhamm Djkfar, Etika Bisnis, penebar Plus Imprint dari penebar swadaya,(Jakarta:2012),19

16 Veithzal Rivai, et all, Islamic Business and Economic Ethics, Bumi Aksara (Jakarta: 2012), 31.

(7)

dilihat dari aspek etika secara persial, karena bisnispun dalam pandangan al-Qur’an telah menyatu dengan nilai-nilai etika ketika etika dipahami sebagai seperangkat prinsip moral yang membedakan apa yang benar dari apa yang salah, maka etika diperlukan dalam berbisnis. Sebagaimana diketahui, bahwa bisnis adalah suatu serangkain peristiwa yang melibatkan pelaku bisnis. Para pelaku bisnis memiliki kecendrungan untuk melakukan persaiangan sehingga menghalalkan segala cara dalam memperoleh keuntungan sebanyak mungkin. sehingga pelaku bisnis yang kuat akan mendominasi, sementara yang lemah akan terprosok atau tersampingkan. Jadi etika bisnis adalah refleksi kritis dan rasional dari pelaku bisnis dengan memepertahankan moralitas dan norma untuk mencapai tujuan.17

1. Prinsip etika bisnis

Dalam islam pada prinsipnya manusia dituntut berbuat baik kepada dirinya sendiri, disamping kepada sesama manusia, alam lingkungannya dan kepada Tuhan selaku Penciptan-Nya. Apabila manusia telah berbuat baik pada ketiga yang terakhir ini, maka sesungguhnya manusia itu telah berbuat baik kepada dirinya sendiri, oleh karena itu untuk bisa berbuat baik pada semua itu, manusia disamping diberi kebebasan hendaknya ia tetap memperhatikan sebagi berikut :

a. Prinsip Unity (tauhid)

Sumber utama etika islam adalah kepercayaan penuh dan murni terhadap keesaan tuhan. Kenyataan ini secara khusus menunjukkan dimensi vertikal islam yang menghubungkan institusi-institusi sosial yang terbatas dan tak sempurna dengan dzat yang sempurna dan tak terbatas. Hubungan vertikal ini merupakan wujud penyerahan diri manusia secara penuh tanpa

17 Muhammad,etika bisnis islam, akademi manajemen perusahaan YKPN (Yogyakarta: 2004),8-9.

(8)

syarat di hadapan tuhan, dengan menjadikan keinginan, ambisi, serta perbuatannya tunduk pada pertintah-Nya sebagaimana yang sudah di sebutkan di dalam surat Al-An’am ayat 162 yang berbunyi :18

َنيِمَلاَعْلا ِِّب َر ِ َّ ِلِلَ يِتاَمَم َو َياَيْحَم َو يِكُسُن َو يِتلاَص َّنِإ ْلُق

“katakanlah: sesungguhnya, sembayangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”19

Harta kekayaan yang diperoleh manusia melalui bisnis tidak akan bisa dikuasai secara mutlak melainkan terbatas karena pemilik mutalak itu pada hakikatnya hanyalah Allah swt semata.

Dengan mengintegrasikan aspek religius dengan spek-aspek lainnya seperti ekonomi, akan menimbulkan perasaan dalam diri manusia bahwa ia akan selalu merasa direkam segala aktivitas kehidupannya, termasuk dalam aktivitas ekonomi sehingga dalam melakukan segala aktivitas bisnis tidak akan mudah menyimpang dari segala ketentuanNya20

b. Prinsip Keseimbangan atau kesejajaran

Keseimbangan atau adl (keadilan) menggambarkan dimensi horizontal anjaran Islam, dan hubungan dengan harmoni segala sesuatu dialam semesta.21

Konsep keseimbangan menentukan konfigurasi aktivitas- aktivitas distribusi, konsumsi serta produksi yang terbaik, dengan pemahaman yang jelas bahwa kebutuhan seluruh anggota masyarakat yang kurang beruntung dalam masyarakat islam didahulukan atas sumber daya rill masyarakat. Tidak terciptanya keseimbangan sama halnya dengan teerjadinya kedhaliman.

18 Muhammad, Etika Bisnis, penebar Plus Imprint dari penebar swadaya,(Jakarta:2012),22

19 Qs,al-An’am,6:162

20 Muhammad Djakfar, Etika Bisnis Islam, UIN Malang Press, (Malang: 2008), hal. 12.

21 Rafik Isa Beekun, Etika Bisnis Islam, Pustaka Pelajar (Yogyakarta:2004), hal. 36

(9)

Misalnya sumber daya ekonomi hanya mengalir dari yang miskin kepada yang kaya ini jelas tidak dibenarkan dalam islam, sebagaimana yang sudah disebutkan dalam surat al-hasyr ayat 59:22

ِلوُس َّرلِل َو ِ َّ ِ َ فَلِل ى َرُقْلا ِلْهَأ ْنِم ِهِلوُس َر ىَلَع ُ َّاللَّ َءاَفَأ اَم َلَ ْيَك ِليِبَّسلا ِنْبا َو ِنيِكاَسَمْلا َو ىَماَتَيْلا َو ىَب ْرُقْلا يِذِل َو ُهوُذُخَف ُلوُس َّرلا ُمُكاَتاَء اَم َو ْمُكْنِم ِءاَيِنْغَ ْلْا َنْيَب ًةَلوُد َنوُكَي ُكاَهَن اَم َو ِباَقِعْلا ُديِدَش َ َّاللَّ َّنِإ َ َّاللَّ اوُقَّتا َو اوُهَتْناَف ُهْنَع ْم

“apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah,Rasul, Kerabat Rasul,anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukuman-Nya”.

Dengan begitu islam menuntut keseimbangan/ kesejajaran antara kepentingan diri dan kepentingan orang lain, antara kepentingan si kaya dan si miskin, antara hak pembeli dan hak penjual dan lain sebagainya. Artinya hendaknya sumber ekonomi itu tidak hanya terakumulasi pada kalangan orang atau kelompok tertentu semata.23

Berlaku adil akan dekat dengan takwa, karena itu dalam perniagaan Islam melarang untuk menipu walaupun hanya sekedar membawa sesuatu pada kondisi yang menimbulkan keraguan sekalipun. Kondisi ini dapat terjadi seperti adanya

22 Qs al.Hasyr [59]:7

23 Muhammad, Etika Bisnis, penebar Plus Imprint dari penebar swadaya,(Jakarta:2012),24

(10)

gangguan pada mekanisme pasar atau karena informasi penting tidak diketahui oleh salah satu pihak (asymmetric information).24 c. Prinsip kehendak bebas (free will)

Dalam pandangan islam, manusia dianugrahkan potensi uantuk berkehendak dan memilih diantara pilihan-pilihan yang beragam, kendati kebebasan itu tidak terbatas sehingga manusia bisa saja menjatuhkan pilihan pada yang benar dan salah. Hanya saja, dalam islam anugerah tuhan bergantung pada pilihan awal manusis terhadap yang “benar”. Inilah dasar etika yang dijunjung tinggi oleh islam. 25

Pasar yangxIslami harus bisa memastikan adanya kebebasan pada masuk atau keluarnya sebuah komoditasxdipasar. Agar tercipta mekanisme pasar yang baik, aktivitas ekonomi dalam konsep ini diarahkanxuntuk kebaikan setiap kepentingan seluruhxkomunitas Islam yaituxdengan adanya larangan-larangan mengenai monopoli, kecurangan, danxpraktik riba.

Kebebasan merupakan bagian penting dalam nilai etika bisnis Islam, tetapi kebebasan itu tidak merugikan kepentingan kolektif.

Kepentingan individu dibuka lebar. Tidak adanya batasan pendapatan bagi seseorang mendorong mnusia untuk aktif berkarya dan bekerja dengan segala potensi yang dimilikinya.26

d. Prinsip pertanggung jawaban (responsibility)

Kebebasan tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia karena tidak menuntut adanya pertanggung jawaban.islam sangat menekankan pada konsep tanggung jawab, walaupun tidaklah berarti mengabaikan kebebasan individu. Ini berarti bahwa yang dikehendaki ajaran islam adalah kebebasan yang

24 Faisal badroen, Etika Bisnis Dalam Islam,kencana,(Yogyakarta:2012),91

25 Muhammad, Etika Bisnis, penebar Plus Imprint dari penebar swadaya,(Jakarta:2012),25

26 Faisal Badroen, Etika Bisnis Dalam Islam,kencana,( Yogyakarta:2012) 96.

(11)

bertanggung jawab. Manusia harus berani mempertanggung jawabkan segala pilihannya tidak saja di hadapan manusia, melainkan dihadapan Tuhan kelak.

Manusia dalam islam memiliki tanggung jawab terhadap Tuhan, diri sendiri, dan juga orang lain. Tanggung jawab terhadap tuhan karena ia sebagai mahluk yang mengakui adanya tuhan, tanggung jawab terhadap manusia karena ia sebagai mahluk sosial yang tidak mungkin terlepas dengan orang lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun tanggung jawab terhadap diri sendiri karena ia bebas berkehendak sehingga tidak mungkin dipertanggung jawabkan kepada orang lain.27

2. Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Pedagang Muslim

Harta yang halal dan berkah niscaya akan menjadi harapan bagi pelaku bisnis muslim, karena dengan kehalalan dan keberkahan itulah yang akan mengantarkan manusi beserta keluarganya kegerbang kebahagiaan dan kesejahteraan didunia maupun di akhirat kelak. Untuk meraih keberkahan itu maka seorang pelaku bisnis harus memperhatikan beberapa prinsip etika yang telah digariskan dalam islam, antara lain

a. Jujur

Jujur dalam takaran quantity, jujur dalam takaran sangat penting untuk diperhatikan bahkan dalam al-Qur’an sendiri telah dijelaskan didalam surat al-Mutaffifin ayat ke 1-3 sebagaimana berbunyi

:

لْي َو َنيِفِ فَطُمْلِل َنيِذَّلا اَذِإ اوُلاَتْكا ىَلَع ِساَّنلا َنوُف ْوَتْسَي

28

اَذ ِإ َو ْمُهوُلاَك ْوَأ ْمُهوُن َز َو َنو ُرِس ْخُي

27 Muhammad,etika bisnis ,penebar plus imprint dari penebar swadaya,(jakarta:2012),30

28 Qs Al.mutaffifin [83]:1-3

(12)

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”

Masalah kejujuran tidak hanya merupakan kunci sukses seorang pelaku bisnis menurut islam karena dengan kejujuran kita akan mendaptkan kepercayaan dari konsumen sedangkan kepercayaan sangat mendasar dalam kegiatan bisnis. Dalam bisnis untuk membangun kerangka kepercayaan itu seorang pedagang harus mampu berbuat jujur atau adil, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain. Kejujuran ini harus direalisasikan dalam hal praktik penggunaan timbangan yang tidak membedakan antara kepentingan pribadi (penjual) maupun orang lain (pembeli).

Dengan sikap jujur itu kepercayaan pembeli kepada penjual akan tercipta deangan sendirinya.29

b. Menjual barang yang baik mutunya (quality)

Salah satu cacat etis dalam perdagangan ialah tidak transparan dalam perihal kualitas, yang akan mengabaikan tangguang jawab moral dalam dunia bisnis. Padahal tanggung jawab yang diharapkan adalah tanggung jawab yang berkeseimbangan (balance) antara mendapatkan keuntungan (profit) serta memenuhi norma-norma dasar masyarakat baik berupa hukum, maupun etika atau adat.menyembunyikan mutu sama halnya dengan berbuat curang dan bohong. Mengejar keuntungan dengan menyembunyikan kualitas, identik dengan bersikap tidak adil.

Bahkan secara tidak langsusng telah melakukan penindasan kepada pembeli, penindasa merupakan aspek negative bagi keadilan, yang sangat bertentangan dengan ajaran islam.

Penindasan merupakan kezaliman karena sesungguhnya orang-

29 Muhammad,etika bisnis islam,UIN-Malang press,(malang:2008),103.

(13)

orang yang zalim tidak akan pernah mendapatkan keuntungan sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Qasas ayat 37:30

ُنوُكَت ْنَم َو ِهِدْنِع ْنِم ٰىَدُهْلاِب َءاَج ْنَمِب ُمَلْعَأ يِِّب َر ٰىَسوُم َلاَق َو

31

َنوُمِلاَّظلا ُحِلْفُي َلَ ُهَّنِإ ۖ ِراَّدلا ُةَبِقاَع ُهَل

Musa menjawab: "Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim"

Sikap seperti ini yang menghilangkan sumber keberkahan, karena merugikan atau menipu orang lain yang didalamnya terjadi eksploitasi hak-hak yang tidak dibenrkan dalam ajaran islam c. Dilarangxmenggunakan sumpah (al-qasm)

Banyak sekali ditemukan dalam kehidupan sehari-sehari, terutama dalam kalangan para pedagang kelas bawah apa yang dikenal deangan obral sumpah. Mereka terlalu mudah melontarkan kata sumpah dengan tujuan untuk meyakinkan pembeli atau konsumen bahwa barang dagangannya benar-benar berkualitas dengan harapan agar orang terdorong untuk membelinya. Dalam islam perbuatan semacam itu tidak dibenarkan karena juga akan menghilangkan keberkahan sebagaimana sabda Rasullah saw:

Dari Abu Hurairah r.a, saya mendengar Rasullah saw. Bersabda:

“sumpah itu melariskan dagangan, tetapi menghapuskan keberkahan” (HR. Abu Dawud)

d. Longgar danxbermurah hati (tatsamuh danxtaraahum)

Dalam sebuah transaksi terjadi intraksi antara penjual dan pembeli. Dalam hal ini seorang penjual diharapkan bersikap ramah dan bermurah hati kepada setiap pembeli. Dengan sikap ini seorang penjual akan mendapatkan keberkahan dan akan disukai

30 Muhammad, Etika Bisnis, penebar Plus Imprint dari penebar swadaya,(Jakarta:2012),36

31 Qs al.Qasas [28]:37

(14)

oleh pembeli. kunci suksesnya adalah yaitu servis kepada orang lain. Bukankah senyum dari seorang penjual terhadap pembeli merupakan wujud refleksi dari sikap ramah yang menyejukkan hati sehingga para pembeli akan merasa senang. Dan bahkan bukan tidak mungkin pada akhirnya mereka akan menjadi pelanggan setia yang akan menguntungkan bisninya di kemudian hari. Sebaliknya, jika penjual bersikap kuarang ramah, apalagi kasar kepada pembeli justru mereka akan melarikan diri dalam arti tidak akan kembali lagi. Sebagaiman firman Allah SWT dalam surat ali-imran ayat 159 yang berbunyi :32

ِبْلَقْلٱ َظيِلَغ اًّظَف َتنُك ْوَل َو ْمُهَل َتنِل ِ َّلِلَٱ َنِِّم ٍةَمْح َر اَمِبَف

33

َكِل ْوَح ْنِم ۟اوُّضَفنَلَ

“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”

e. Membangun hubungan lebih baik

Islam menetapkan hubungan kontruktif dengan siapapun, inklud antar sesama pelaku dalam bisnis. Islam tidak menghendaki dominasi pelaku yang satu di atas yang lain, baik dalam bentuk monopoli, oligopoly maupun bentuk-bentuk lain yang tidak mencerminkan rasa keadilan atau pemerataan pendapatan.penjual dan pembeli tidak hanya mengejar keuntungan materi semata,tetapi juga untuk menjaga jalinan kerjasama yang terbangun lewat silaturahim. Dengan silaturahim itulah menurut ajaran islam akan diraih hikmah yang dijanjiakan yakni akan dikeluarkan rizki dan dipanjangkan umurnya bagi siapun yang

32 ibid

33 Qs Ali’imran [3]:159

(15)

melakukannya.34 sebagaiman sabda Rasullah saw, yang diriwayatkan oleh al-Bukhari:

“bahwasanya rasulullah saw. Bersabda :barang siapa mengharap di mudahkan rizekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalinhubungan silaturahmi (HR. al-Bukhari)35 Dengan demikian dengan bisnis, maka dimudahkanxrezeki danxdipanjangkan umur sehingga dapat disimpulkan bahwa bagi setiap pelaku bisnis yang sering melakukan silaturahmi kepada orang lain maka tidak menutup kemungkinan bahwa bisninya akan tambah berkembang . Karena dengan silaturahim yang akan memperluas jaringan sehingga akan mudah mendapatkan banyak informasi serta dukungan yang diperoleh dari berbagai kalangan.

f. Tertib admitrasi

Dalam dunia perdagangan wajar terjadi praktik pinjang meminjam. Dalam hubungan al-Qur’an mengajarkan perlunya admitrasi hutang piutang tersebut agar manusia terhindar dari kesalahan yang mungkin terjadi,36 sebagai mana firman-Nya dalam surah al-Baqarah ayat ke 282 :

ٍلَجَأ َٰٰٓىَلِإ ٍنْيَدِب مُتنَياَدَت اَذِإ ۟ا َٰٓوُنَماَء َنيِذَّلٱ اَهُّيَأََٰٰٓي ْمُكَنْيَّب بُتْكَيْل َو ۚ ُهوُبُتْكٱَف ىًّمَسُّم

ْدَعْلٱِب ٌۢ بِتاَك اَمَك َبُتْكَي نَأ بِتاَك َبْأَي َلَ َو ۚ ِل

ىِذَّلٱ ِلِلْمُيْل َو ْبُتْكَيْلَف ۚ ُ َّلِلَٱ ُهَمَّلَع

37

ۚ أًـْيَش ُهْنِم ْسَخْبَي َلَ َو ۥُهَّب َر َ َّلِلَٱ ِقَّتَيْل َو ُّقَحْلٱ ِهْيَلَع

34 Muhammad,etika bisnis islam,UIN-Malang press,(malang:2008),110.

35 Istianah, “Shilaturrahim Sebagai Upaya Menyambungkan Tali Yang Terputus”, Jurnal Studi Hadist, Vol.2 No.2 (2016). 208

36 Muhammad,etika bisnis dalam prespektif islam,UIN-Malang press,(malang:2007),30

37 Qs al.Baqarah [2]:282

(16)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya! dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun”

Fokus ayat di atas memperkenakan argumentasi kita bahwa praktik admitrasi niagaxmoderen yang sekarang ini sebenarnya telah di ajarkan dalam al-Qur’anx14 abad yang lalu. Jadi intinya iyalah untuk mendidik hususnya pelaku bisnis agar selalu bersikapxjujur agarxterhindarxdari penipuan dan kehilafan yang mengkinxterjadi.

g. Menetapkan harga dengan transparan

Harga yang tidak transparan bias mengandung penipuan, untuk itu menetapkan harga dengan terbuka dan wajar sangan dihormati dalam islam agar tidak terjerumus dalam riba. Kendati dalam dunia bisnis kita tetap ingin memperoleh keuntungan, namun hak pembeli harus tetap dihormati. Dalam arti penjual harus bersikap toleransi terhadap kepentingan pembeli, terlepas apakah ia sebagai konsumen tetap maupun bebas (insidentil).38 Bukankah sikap toleran itu akan mendatangkan rahmat Allah SWT sebagai sabda Rasullah saw.dalam sebuah hadistnya yang Diriwayatkan Imam Bukhari Dari Aliy Ibn Ayyash Dari Abu Ghassan Muhammad Ibn Mutarrif, Dari Muhammad Ibn Al-Munkadiri Dari Jabir Ibn Abd Allah Radiy Allah ‘Anhuma:

38 Muhammad,etika bisnis dalam prespektif islam,UIN-Malang press,(malang:2007),31

(17)

“sesungguhanya rasullah saw bersabda : Allah telah memberi rahmat kepada seorang yang bersikap toleran katika membeli, menjual dan menagih janji (utang)” (HR.al-Bukhari) 39

Untuk menjamin transaprasi dan kewajaran harga, perlu dibentuk suatu badan yang dapat menetapkan harga yang wajar yang terdiri dari wakil-wakil para produsen, konsumen, ahli pemerintah, dan ahli islam.

Itulah prinsip-prinsip etika bisnis yang di ajarkan dalam islam yang bersumber pokok dari al-Qur’an dan hadist. Secara substansi, prinsip-prinsip ini memperjelas aksomi-aksomi etika dalam islam sebagaimana telah dikemukakan sebemunya.

2.3 Pengertian Pedagang

Jika kita tinjau pekerjaan dagang sebagai suatau bagian dari bisnis, maka pekerjaan dagang ini mendapat kedududkan terhormat dari ajaran agama islam bahkan nabi Muhammad saw memulai bisnisnya dengan cara berdagang . bagi orang muslim, kegiatan berdagang sebenarnya lebih tinggi derajatnya, yaitu jika di niatkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Berdagang adalah sebagian dari hidup kita, yang harus ditunjukkan untuk beribadah kepada-Nya dan wadah untuk berbuat baik untuk sesama40.

Pedagang adalah pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan , sedangkan secara etimologi pedagang adalah Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diprduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Atau dalam arti lain Pedagang adalah mereka yang melakukan perbuatan perniagaan sebagai pekerjaannya sehari. Perbuatan

39 Dwi Andayani,”Relasi Etika Kerja dan Etos Kerja Dalam Islam”, Inovatif, Vol. 2 No. 2 (September 2016),116

40 Buchari alma,djp,manajemen bisnis syariah,alfabeta,(bandung:juni:2009),133

(18)

perniagan pada umumnya adalah perbuatan pembelian barang untuk dijual lagi41 Pedagang dibagi menjadi tiga, yaitu :

a. Pedagang besar atau distributor

Distributor adalah pedagang yang membeli atau mendaptkan produk barang daganganxdari tangan pertama atau produsen secara langsung. Pedagang besar biasanya diberixhak wewenang wilayah atau daerahxtertentuxdari produsen.

b. Pedagang menengah atau agen

Agen adalahxpedagang yang membelixatau mendapatkan barang dagangannyaxdari distributor atau agen tunggal yangxbiasanya akan diberi daerah kekuasaan penjualan atauxperdagangan tertentu yang lebih kecil dari daerah kekuasaandistributor.

c. Pedagang eceran/ pengecer

Pengecer adalah pedagang yang menjual barang yang dijualnya langsung ke tangan pemakai akhir atau konsumen dengan jumlah satuan atau eceran

2.4 Pengertian pasar

Pasar dijelaskan sebagai bertemunya para penjual dan pembeli yang kemudian saling berinteraksi, saling tarik-menarik kemudian men-ciptakan harga barang dan jasa di pasar.42 Menurut ilmu ekonomi,pengertian pasar berkaitan dengan kegiatannya bukan tempatnya. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya kegiatan transaksi atau jual beli. Para konsumen datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang untuk membayar harganya. Stanton, mengemukakan pengertian pasar yang lebih luas. Pasar dikatakannya merupakan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untukberbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Jadi, dalam

41 C.S.T. Kensil dan Christine S.T. Kansil, Pokok-pokok Pengetahuan Hukum Dagang Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2008, h. 15.

42Wahyu duwi s,“strategi ragional pedagang pasar tradisional”,BioKultur,vol.1no.2 (desember:2012),128

(19)

pengertian tersebut terdapat faktor-faktor yang menunjang terjadinya pasar, yakni: keinginan, dayabeli, dan tingkah laku dalam pembelian 43

Adapun pengertian lain tentang pasar iyalah suatu tempat atau keadaan dimana mempertemukan antara permintaan dan penawaran untuk setiap jenis barang, jasa atau sumber daya. Pembeli meliputi konsumen yang membutuhkan barang dan jasa, sedangkan bagi industry membutuhkan tenaga keja, modal dan barang baku produksi baik untuk memproduksi barang maupun jasa. Penjual termasuk juga untuk industri menawarkan hasil prosuk atau jasa yang diminta oleh pembeli. Pekerja menjual tenaga dan keahliannya,pemilik lahan menjual atau menyewakan asetnya,sedangkan pemilik modal menawarkan pembagian keuntungan dari kegiatan bisnis tertentu. Secara umum semua orang akan berperan ganda yaitu sebagai pembeli dan penjual 44

2.4.1 Peran PasarxDalamxKegiatanxEkonomi

Dalam kegiatan ekonomi, pasar mempunyai peran diantaranya adalah mengatur kegiatan produksi, menetapkan nilai barang, mendistribusikan barang, menentukan jumlah pembelian dan penjualan, serta menentukan stok barang untuk keperluan masa depan.

1. Ditemukan Mengatur kegiatan produksi

Dalam kegiatan produksi perusahaan membutuhkan faktor- faktor produksi. Kebutuhan ini dapat ditemukan oleh perusahan di pasar faktor produksi indikator harga yang terjadi dipasar mempengaruhi kebijakan perusahaan dalam meproduksi satu barang atau jasa ketika harga faktor produksi seperti bahan baku mahal perusahaan akan mencari bahan baku subsitusi agar terhindar dari penggunaan bahan baku yang mahal jika barang subsitusipun mahal

43 Subandiyah Azis, Ehd. P. N,” Analisa Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek -Proyek Pembangunan Pasar Semi Modern”, Jurnal Info Manpro Vol 5, (September 2014), 16

44 Adiwarman A.karim, ekonomi mikro islam, PT RajaGrafindo Persa (jakata:2015), 6

(20)

maka perusahaan akan menggagi bahan baku dan terpaksa pula menggagnti alat pemrosesannya

2. Mendistribusikan barang dan jasa

Pasar dapat diperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Transaksi jual beli yang terjadi di pasar memungkinkan produsen menawarkan hasil produksinya kepada konsumen. Kemudian konsumen akan mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan secara mudah dan cepat

3. Menuntukan jumlah pembelian dan penjualan

Pertemuan antara penjual dan pembeli di pasar dapat menentukan jumlah pembelian dan pemnjualan konsumen yang membekanjakan uangnya dibatasi oleh jumlah uang yang terbatas.

Jumlah

4. Menetukan jumlah persedian

Dengan indikator harga dipasar konsumen dan produsen dapat mengambil inisiatif untuk membentuk persedian pada saat harga barang dipasar murah produsen terdorong membeli dalam jumlah banyak untuk membentuk persedian

5. Melakukan promosi

Pasar dapat digunakan sebagai tempat melakukan promosi.

Pasar banyak dikunjungi oleh pembeli itulsh sebabnyaxpasar dapt digunkan olehxprodusen untuk memperkenalkan produk yang merekaxhasilkan 45

2.4.2 Jenis-Jenis Pasar

Pasar pada umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu pasar tradisional dan pasar modern

1. Pasar Moderen

Merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dan ditandai dengan adanya transaksi jual beli secara tidak langsung.

45 Alma s, EKONOMI,Esis,(jakarta:2013),146

(21)

Pembeli melayani kebutuhannya sendiri dengan mengambil di rak- rak yang sudah ditata sebelumnya. Pasar Modern dibangun oleh Pemerintah, Swasta, atau Koperasi. Yang dalam bentuknya berupa Mall, Supermarket, Department Store, dan Shopping Centre dimana pengelolaannya dilaksanakan secara modern, dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada disatu tangan, bermodal relatif kuat dan dilengkapi label harga yang pasti.

2 Pasar Tradisional

Pasar Tradisionaladalah pasar yang dikelola secara sederhana dengan bentuk fisik Tradisional yang menerapkan sistem transaksi tawar menawar secara langsung dimana fungsi utamanya adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat baik di Desa, kecamatan dan lainnya. Pasar tradisional dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah

Harga di Pasar Tradisional ini mempunyai sifat yang tidak pasti, oleh karena itu Sistemnya transaksinya dengan carapedagang melayani pembeli yang datang ke stan mereka, dan melakukan tawar menawar untuk menentukan kata sepakat pada harga dengan jumlah yang telah disepakati. 46

Bila dilihat dari tingkat kenyamanan, Pasar Tradisional selama ini cendrung kumuh dengan lokasi yang tidak tertata rapi. Pembeli di Pasar Tradisional (biasanya kaum Ibu) mempunyai sifat yang senang bertransaksi dengan berkomunikasi dalam penetapan harga.

Barang yang dijual di Pasar Tradisional umumnya barang- barang lokal dan ditinjau dari segi kualitas dan kuantitas, barang yang dijual di Pasar Tradisional dapat terjadi tanpaxmelalui

46 Subandiyah Azis. Ehd. P.N,” Analisa Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek - Proyek Pembangunan Pasar Semi Modern”, Jurnal Info Manpro Vol 5, (September 2014), 16

(22)

penyortiran yang ketat. Dari segi kuantitas, jumlahxbarangxyang disediakanxdi Pasar Tradisional, tidak terlalu banyakxsehingga apabilaxada barangxyang dicari tidakxditemukanxdi satuxkios tertentu, makaxbisa ditemukanxdi kiosxlain. Adapunxrantai dari Pasar Tradisionla terdiri dari produsen, distributor, pengecer, konsumen. Kendala yang dialami pada Pasar Tradisional antara lain sistem pembayaran ke distributor atau sub distributor dilakukan dengan tunai, penjual tidak dapat melakukan promosi atau memberikan discount komuditas. Mereka hanya bisa menurunkan harga yang kurang diminati konsumen. Selain itu, dapat mengalami kesulitan kesulitan dalam memenuhi kontinyuitas barang, lemah dalam penguasaan teknologi dan manajemen sehingga melemahkan daya saing. Sebagian konsumen Pasar Tradisional adalah masyarakat kelas menengah kebawah yang memiliki karakteristik sangat sensitif terhadap harga.Adapun kriteria pasar tradisional menurut peraturanxdalam negeri adalah sebagai berikut:

a. Pasar tradisional dimiliki, dibangun dan atau dikelola oleh pemerintah daerah.

b. Adanya sistem tawar menawar antara penjual dan pembeli.

Tawar menawar ini adalah salah satu budaya yang terbentuk di dalam pasar. Hal ini yang dapat menjalin hubungan sosial antara pedagang dan pembeli yang lebihdekat.

c. Tempat usaha beragam dan menyatu dalam lokasi yang sama.

Meskipun semua berada pada lokasi yang sama, barang dagangan setiap penjual menjual barang yang berbeda-beda.

Selain itu juga terdapat pengelompokan dagangan sesuai dengan jenis dagangannya seperti kelompok pedagang ikan, sayur, buah, bumbu, dan daging.

d. Sebagian besar barang dan jasa yang ditawarkan berbahan lokal. Barang dagangan yang dijual di pasar tradisonal ini

(23)

adalah hasil bumi yang dihasilkan oleh daerah tersebut.

Meskipun ada beberapa dagangan yang diambil dari hasil bumi dari daerah lain yang berada tidak jauh dari daerah tersebut namun tidak sampai mengimport hingga keluar pulau atau negara47

47 Republik Indonesia, Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20, bab II, pasal 4 (2012)

(24)

2.5 Kerangka konseptual

Gambar 2.1 Skema Kerangka Konseptual

Untuk melakukan gambaran yang jelas dan sebagai control untuk melakukan penelitian lebih lanjut maka peneliti menggambarkan dalam bentuk kerangka konseptual, berdasarkan kerangka konseptual di atas konsep utama yang menjadi rujukan dalam skripsi ini adalah etika bisnis islam maka dapat dijelaskan bahwa pentingnya penerapan atau pengimpletasian etika bisnis islam pada pedagang pasar tradisonal Besuki.

Etika bisnis islamx 1. Jujurx

2. Menjual barang yang baik mutunya

3. Dilarang menggunakan sumpah

4. Longgar dan bermurah hati 5. Membangun hubungan baik 6. Tertib administrasi

7. Menetapkan harga dengan transparan

8. Tanggung jawab

Pedagang ikan di pasar tradisonal

Pengimpletasian/penerapan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...