• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamatkan Jl. Raya Malang-Gempol No. 12 Purwosari, Kabupaten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamatkan Jl. Raya Malang-Gempol No. 12 Purwosari, Kabupaten"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

21

21 BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada UMKM Sekar di Kecamatan Purwosari yang beralamatkan Jl. Raya Malang-Gempol No. 12 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut tujuan, pendekatan atau metode, tingkat eksplanasi, dan jenis data & analisis (Sugiyono, 2012). Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskrisptif yang merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel dependen, baik dalam variabel satu atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain (Sugiyono, 2012).

C. Populasi Dan Teknik Pengambilan Sampel

1. Populasi

Menurut Sanusi (2013), populasi merupakan seluruh kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota aktif yang berjumlah 100 orang dari UMKM Sekar yang berada di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

(2)

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari jumlah yang dimiliki oleh populasi yang ada. Teknik pengambilan sampel (sampling) adalah cara peneliti mengambil sampel atau contoh yang representatif dari populasi yang tersedia (Sanusi, 2013). Pengambilan sampel bertujuan untuk memperkecil populasi yang cakupannya terlalu luas dan besar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu non probability sampling dengan metode sensus yaitu dengan menggunakan semua populasi yang ada pada objek penelitian.

D. Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Indikator Green Supply

Chain Maangement (GSCM)

Menurut Dou (2017) green supply chain management (GSCM) merupakan suatu konsep terbaru dari supply chain

management dengan berbagai kegiatan yang berbasis ramah lingkungan seperti desain hijau, pengurangan penggunaan bahan berbahaya, daur ulang produk dan juga meminimalkan

Pengadaan ramah lingkungan - Pemilihan pemasok dalam

sistem pengadaan hijau - bahan berstandar ISO dan

berlabel ramah lingkungan - Bahan lolos Quality Control Manufaktur ramah lingkungan

- Bebas zat berbahaya - Efisiensi penggunaan bahan

baku produksi

- Teknologi pengolahan hemat energi

Distribusi

- Desain kemasan fleksibel - Bahan baku kemasan ramah

lingkungan

(3)

dampak lingkungan - Distribusi skala besar Pengembalian atau Logistik Balik

- Pengelolahan limbah kembali - Pembaharuan produk

Lanjutan tabel 3.1

Variabel Definisi Operasional Indikator Kinerja

Perusahaan

Kinerja organisasi atau perusahaan mengacu pada seberapa baik organisasi mencapai tujuan yang

berorientasi pasar serta tujuan

keuangannya (Karimi dan Rafiee, 2014)

- Mencapai biaya produksi yang telah ditentukan - Kemampuan mencapai

tingkat pengembalian yang telah ditargetkan

- Memenuhi kebutuhan pelanggan

- Mampu memperkenalkan produk

- Kemampuan perusahaan mencapai pangsa pasar yang ditentukan

- Kemampuan mencapai profit yang ditargetkan.

Sumber : (Puryono dan Kurniawan, 2017)

2. Pengukuran variabel

Dalam penelitian ini untuk mengukur variabel dari jawaban responden maka menggunakan skala likert yang di adaptasi dari penelitian Brilliana et al,. (2020). Penggunaan skala likert ini digunakan untuk mengukur pendapat, sikap dan perilaku seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012). Dalam skala likert variabel yang akan diukur dikelompokkan menjadi beberapa indikator. Terdapat 5 indikator yaitu sebagai berikut :

(4)

Tabel 3.2 Skala Likert

No. Kategori Bobot

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Cukup (C) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Sumber : (Sugiyono, 2017)

E. Jenis Dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data kuantitatif, yang merupakan data yang diperoleh dalam bentuk angka yang dapat dihitung. Sumber data primer yang diartikan sebagai sumber data yang didapatkan langsung kepada pengumpul data dari sumber data pertama dalam objek penelitian. Sumber data yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu data yang diberikan oleh UMKM Sekar terkait UMKM yang bergabung.

F. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuisioner

(5)

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode survey menggunakan kuisioner. Menurut Sanusi, (2013) survey merupakan cara pengumpulan data dimana peneliti atau pengumpul data mengajukan pertanyaan atau penyataan kepada responden baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Kuisioner ini disebarkan melalui online menggunakan google form. Sebelum menyebarkan kuisioner, peneliti membuat kuisioner dengan menggunakan google form.

G. Uji Instrument 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data. Menurut Sugiyono (2017) uji validitas merupakan instrument valid yang berarti alat ukur yang digunakan untuk mengukur data yang didapatkan valid atau tidak. Valid tidaknya suatu item diketahui dengan membandingkan indeks koefisien korelasi product moment (r) dengan nilai hitung kritisnya. Dimana r dapat diperoleh dengan rumus Sugiyono (2018:246) sebagai berikut :

(∑ ) (∑ )

√[ ∑ (∑ ) ][ ∑ (∑ ) ] Keterangan :

= koefisien dari korelasi antara variabel X dan Y X = Skor item x

(6)

Y = Skor item y N = banyaknya sampel

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Pada suatu kuisioner, keakuratan atau reliable suatu kuisioner dilihat dari kestabilan jawaban seorang narasumber terhadap pertanyaan tersebut dengan diberikannyan waktu menjawab. Pada kuisioner yang reliable jika mempunyai nilai cronbach’s alpha dari 0,60, jika nilai cronbach’s alpha

≤ 0,60 maka tidak reliable. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus alpha moment yaitu :

(

) ( ∑ )

Keterangan :

= realibiltas instrument

= jumlah item pertanyaan yang di uji

∑ = jumlah varian skor tiap-tiap item = varian total

H. Teknik Analisis Data

Pada analisis data, penelitian ini meggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yaitu mendeskripsikan teknik analisis apa

(7)

yang akan digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan termasuk pengujiannya (Sanusi, 2013). Statistik deskriptif sendiri merupakan statistika yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya. Pada penelitian ini, untuk mengelola kuisioner melalui analisis deskriptif yaitu dengan menghitung nilai mean dari setiap pertanyaan yang terdapat pada kuisioner.

1. Rentang Skala

Rentang skala merupakan alat untuk mendeskripsikan penerapan green supply chain management dan kinerja perusahaan pada UMKM Sekar.

Menurut Sugiyono (2012) analisis statistik deskriptif biasanya menggunakan analisis rentang skala, untuk menentukan skala menggunakan rumus,

( )

Menurut Umar Husein (2010) untuk menentukan rentang skala menggunakan rumus :

( ) Keterangan :

(8)

RS : rentang skala n : jumlah sampel

m : jumlah alternative jawaban

( )

( )

RS = 80

Hasil dari perhitungan diatas maka diperoleh rentang skala sebesar 80.

Dengan demikian skala penelitian setiap kriteria sebagai berikut :

Tabel 3.3 Rentang skala Interval Green Supply

Chain Management

Kinerja Perusahaan 100-180 Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 181-260 Tidak Setuju Tidak Setuju

261-340 Netral Netral

341-420 Setuju Setuju

421-500 Sangat Setuju Sangat Setuju Sumber : Data diolah peneliti, 2021

I. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik ini digunakan sebelum pengujian analisis regresi terhadap hipotesis penelitian. Pengujian asumsi klasik sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

(9)

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah masing – masing variabel berdistribusi dengan normal atau tidak. Pengujian ini dilakukan dengan metode Kolmogrov-Smirnov test pada aplikasi SPSS yang merupakan cara termudah untuk melihat residual normalitas, Kolmogrov- Smirnov test dapat dikatakan berdistribusi dengan normal jika nilai sig >

0,05 data berdistribusi normal, apabila nilai sig < 0,05 data berdistribusi tidak normal (Priyatno, 2012).

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen, jika terdapat korelasi maka variabel-variabel ini tidak ortogonal yang artinya nilai variabel independen sama dengan nol. Uji Multikolinieritas dapat dilakukan jika terdapat lebih dari satu variabel independen dalam model regresi. Multikolonieritas dideteksi dengan menggunakan nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF).

Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF=1/ tolerance) dan menunjukkan adanya kolinearitas yang tinggi. Nilai cutoff yang umum dipakai adalah nilai tolerance 0,10 atau sama dengan nilai VIF dibawah 10.

(10)

3. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Imam Ghozali, (2018) uji heteroskedastisitas ini bertujuan menguji apakah pada model regresi terjadi ketidaksamaan varian residual dari pengamatan satu dengan yang lainnya. Jika pengamatan satu dengan pengamatan lain tidak berubah atau tetap maka disebut homoskesdatisitas dan sebaliknya jika berubah atau berbeda maka heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas. Menurut Sanusi (2011), gejala heteroskedastisitas diuji dengan metode glejser dengan cara menyusun regresi antara nilai absolut residual dengan variabel bebas.

Apabila masing-masing variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap absolut residual (α > 0,05) maka dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.

4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada relasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2018:111).

Autokorelasi terjadi karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya, hal ini terjadi karena kesalahan pengganggu (residual) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Salah satu cara unuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi yaitu dengan Uji Durbin- Watson. Uji Durbin-Watson hanya untuk autokorelasi tingkat satu (first order autocorrelation) dan mensyaratkan adanya konstanta.

(11)

Menurut Ghozali (2018), dasar pengambilan keputusan dalam uji autokorelasi dengan uji durbin-watson (DW test) yaitu :

1) Apabila 0 < d < dl berarti tidak ada autokorelasi positif dengan keputusan ditolak.

2) Apabila dl ≤ d ≤ du berarti tidak ada autokorelasi positif dengan keputusan No decision.

3) Apabila 4 - dl < d< 4 berarti tidak ada korelasi negatif dengan keputusan ditolak.

4) Apabila 4 – du ≤ d ≤ 4 – dl berarti tidak ada korelasi negatif dengan keputusan No decision.

5) Apabila du < d < 4 – du berarti tidak ada autokorelasi positif atau negatif dengan keputusan tidak ditolak.

5. Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut (Sugiyono, 2017) analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasinya (dinaik- turunkannya). Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menentukan pengaruh yang ditimbulkan oleh indikator variabel independen (x) dan variabel dependen (y).

Pada penelitian ini variabel Y atau variabel terikatnya adalah kinerja perusahaan, sedangkan variabel X atau variabel bebasnya adalah green

(12)

supply chain management. Maka diperoleh rumus uji regresi linier berganda sebagai berikut :

Keterangan :

Y = kinerja perusahaan a = konstanta

= koefisien regresi antara green procurement dengan kinerja perusahaan

= koefisien regresi antara green manufacture dengan kinerja perusahaan

= koefisien regresi antara green distribution dengan kinerja perusahaan

= koefisien regresi antara reverse logistic dengan kinerja perusahaan = variabel green procurement

= variabel green manufacture = variabel green distribution = variabel reverse logistic e = error disturbances J. Uji Hipotesis

1. Uji T

(13)

Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh masing- masing variabel bebas secara parsial atau sendiri-sendiri dengan variabel terikat. Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung dan tabel, pengujian juga bisa dilakukan dengan menggunakan nilai signifikansi (α= 0,05) atau 5%, jika signifikansi lebih dari 5% atau (0,05) maka hipotesis tersebut ditolak sedangkan jika nilai signifikansi kurang dari 5%

atau (0,05) maka hipotesis dapat diterima (Ghozali & Imam, 2016).

Adapun hipotesis yang akan diuji adalah :

a. H0 = Tidak ada pengaruh parsial antara variabel green supply chain management terhadap kinerja perusahaan

Ha = Terdapat pengaruh parsial antara variabel green supply chain management terhadap kinerja perusahaan

Adapun untuk melihat pengaruh secara parsial, peneliti mengambil dasar sebagai berikut :

1) Jika thitung < tabel , maka H0 diterima, dan Ha ditolak. Artinya tidak ada pengaruh secara parsial antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

2) Jika thitung ≥ tabel , maka H0 ditolak, dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh secara parsial antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

2. Uji Signifikan Simultan (Uji F)

Menurut Imam Ghozali, (2018:98) uji F merupakan uji signifikan secara keseluruhan terhadap garis regresi yang diobservasi maupun

(14)

estimasi, uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variaberl terikat. Uji F dalam perhitungannya dilihat dari tabel ANOVA atau F test dimana apabila Fhitung lebih besar dari Ftabel maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Uji F diukur menggunanakan rumus :

( ) ( ) ( )

Keterangan :

= koefisien regresi dikuadratkan K = jumlah variabel bebas

N = jumlah sampel Formulasi Hipotesis :

H0 : variabel independen secara simultan mempengaruhi variabel dependen

Ha : variabel independen secara simultan tidak mempengaruhi variabel dependen.

Kriteria pengambilan keputusan dalam menguji hipotesis melalui uji F menurut Imam Ghozali, (2018) sebagai berikut:

a. Bila nilai Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan derajat kepercayaan 5%, dalam artian model penelitian tidak dapat digunakan.

(15)

b. Jika nilai Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak dengan derajat kepercayaan 5%, dalam artian model penelitian diterima atau dapat digunakan.

Gambar

Tabel 3.1 Definisi Operasional  Variabel  Definisi Operasional  Indikator  Green Supply
Tabel 3.2 Skala Likert
Tabel 3.3 Rentang skala  Interval  Green Supply

Referensi

Dokumen terkait

Indikasi yang memerlukan bantuan medis dan tindakan khusus, jika diperlukan Tidak diketahui efek signifikan atau bahaya kritis.. Tidak diketahui efek signifikan atau

Proses epoksidasi merupakan reaksi pembentukan gugus oksiran antara asam peroksi dengan senyawa olefin atau dengan ikatan rangkap ester asam lemak tidak jenuh,

Bila dilihat keseluruhan, hasil studi memperlihatkan bahwa budget partisipatif secara tidak langsung mempengaruhi kinerja bawahan lewat ambiguitas peran, komitmen

Hasil uji Mann Whitney pada kelompok yang mendapat paparan asap rokok kretek biasa sesudah induksi formaldehyde (K2) dan kelompok yang mendapat paparan asap

Dari analisis diketahui bahwa bentuk kehidupan (life form) yang paling mendominasi vegetasi di Kotamadya Surakarta adalah Phanerophyte dengan persentase

Mengkaji uraian diatas terlihat begitu pentingnya melakukan pembangunan infra- struktur dengan tidak meremehkan pentingnya penyusunan kontrak yang dilakukan oleh para

Sistem minimum ATmega8 ditunjukkan pada Gambar 2 berfungsi sebagai pengolah data yang merubah data suhu menjadi data digital yang ditampilkan pada layar LCD (

Perlakuan panjang setek berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan diameter batang sedangkan pada peubah diameter stele dan lebar korteks akar menunjukkan hasil yang tidak berbeda