• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEDOMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MITRA ADIGUNA PALEMBANG

PEDOMAN

PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

TAHUN 2015/2016

K O M P L E K K E N T E N P E R M A I B L O K J N O . 9 - 1 2 B U K I T S A N G K A L P A L E M B A N G

(2)

STIKES MITRA ADIGUNA

TANGGAL : 2/01/2015

PEDOMAN REVISI: 0

HALAMAN:

PEDOMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Proses Penanggung Jawab Tanggal

Nama Jabatan Tanda

tangan 1. Perumusan Ns.Fera Siska, S.Kep.M.Kes

Nurbaity, SST., M.Kes

Ketua

Anggota 2. Pemeriksaan Ns. Sri Emilda, SKM. MKes

Ns. Lisda Maria., Sp.Kep M

Ketua

Anggota 3. Persetujuan Diana H. Soebyakto, M.Kes Ketua Senat

4. Penetapan Ir. Micky Ramon, MSc, MBA Ketua Yayasan

5. Pengendalian Ns. Yora Nopriani, S.Kep.M.Kep

Ketua LPM

Kode/No: STIKES/SPMI/

PDMN-0130

(3)

Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan mahaiswa dan alumni yang sejalan dengan visi misi dan tujuan perguruaan tinggi maka di pandang perlu mengesahkan buku Pedoman Pengelolaan SDM

2. Bahwa untuk keperluan dimaksud, perlu ditetapkan dengan keputuan ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang

Mengingat: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahu 2012 Tentang Pendidikan Tinggi

2. Permendikbud No. 50 Tahun 2014 Tentang Sistem Penjamin Mutu Pendidikan Tinggi

3. Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

4. Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

5. STATUTA STIKES Mitra Adiguna

MEMUTUSKAN Menetapkan :

Pertama Menetapkan buku Pedoman Pengelolaan SDM STIKES Mitra Adiguna Palembang

Kedua Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal dikeluarkannya sampai dengan perlu tidaknya perubahan yang dianggap perlu

Ketiga Apabila terdapat kekeliruan dalam surat Keputusan ini akan diperbaiki kembali sebagaimana mestinya.

SURAT KEPUTUSAN KETUA STIKES MITRA ADIGUNA PALEMBANG NOMOR : 0130 /STIKES/1812/KPTS/I/2015

TENTANG

BUKU PEDOMAN PENGELOLAAN SDM DI STIKES MITRA ADIGUNA PALEMBANG

(4)

Ditetapkan di : Palembang Pada tanggal : 2 Januari 2015

Ketua

Tembusan :

1. Ketua Yayasan Mitra Adiguna Palembang

2. Ka. PRODI DIII Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang 3. Ka. PRODI DIII Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang 4. Ka. PRODI S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang 5. Pertinggal

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada setiap organisasi, koorporasi dan institusi kerja peran penting pengelolaan sumber daya manusia (SDM) adalah sebuah bagian utama, termasuk di perguruan tinggi yang berkaitan dengan tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan. Pengelolaan SDM menjadi urat nadi perguruan tinggi, karena menjadi penentu jalan atau stagnannya aktivitas di perguruan tinggi. Pengelolaan SDM perguruan tinggi adalah pengelolaan segenap civitas akademika.

Salah satu tantangan bagi pimpinan pendidikan tinggi khususnya terkait pengelolaan SDM adalah menghadirkan tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan yang profesional sehingga universitas mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdya saing tinggi sebagai out-put akhirnya. Dengan kata lain, eksistensi dosen dan tenaga kependidikan menjadi kebutuhan untuk mewujudkan visi dan misi perguruan tinggi. Mengacu pada prinsip manajemen secara umum yang meliputi merencanakan (planning), menggorganisasikan (organizing), menggerakan (actuating), dan memastikan (controlling), pengelolaan SDM perguruan tinggi dapat didefenisikan sebagai usaha merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan menilai SDM perguruan tinggi sehingga mampu memberikan kontribusi sebesar- besarnya bagi pengembangan perguruan tinggi dan pencapaian program maupun rencana kerja.

Pengelolaan SDM perguruan tinggi minimal mencakup pada hal-hal yang meliputi perencanaan seleksi/perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan untuk menjamin mutu penyelenggaraan program akademik, serta remunerasi, penghargaan, dan sanksi, termasuk informasi tentang ketersediaan pedoman tertulis dan konsistensi pelaksanaannya. Mengingat peran utama sumber daya manusia ini, pimpinan perguruan tinggi berkewajiban mengelola SDM untuk mengimplementasikan sistem manajemen agar dapat efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pimpinan perguruan tinggi

(6)

bertanggung jawab terhadap pengelolaan SDM karena SDM merupakan pelaku utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi

B. Gambaran Umum STIKES Mitra Adiguna Palembang

Pada tahun ajaran 2001/2002 Yayasan telah mendapatkan SK baru untuk operasionalnya Akademi Kebidanan dari Mendiknas Jakarta dengan No.241/D/O/2001 tanggal 14 November 2001 yg sekarang telah berjalan selama 13 tahun. STIKES Mitra Adiguna Palembang berdiri Berdasarkan SK Mendiknas no.62/D/O/2008 pada tanggal 28 maret 2008 dengan Program Studi : S1 Keperawatan, D III Keperawatan dan D III Kebidanan

C. Visi dan Misi STIKES Mitra Adiguna Palembang a. VISI

Menjadi STIKES yang mampu menghasilkan tenaga keperawatan dan kebidanan yang profesional dan mampu bersaing di tingkat nasional, regional dan internasional pada tahun 2030.

b. MISI

1. Menyelenggarakan pendidikan keperawatan dan kebidanan berbasis kompetensi untuk menghasilkan tenaga perawat dan bidan yang profesional mampu berbahasa inggris, berketerampilan tinggi sesuai bidangnya dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan praktik praktik secara mandiri dan berkelanjutan.

2. Mengembangkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kelancaran dan kemudahan perkuliahan berlandaskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesuai dengan pengembangan kurikulum, pengembangan proses pembelajaran, peningkatan penelitian dan pengembangannya serta peningkatan pengabdian kepada masyarakat.

3. Meningkatkan sumber daya manusia yang profesional melalui upaya studi lanjutan bagi dosen serta upaya peningkatan keterampilan dosen melalui pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar sesuai dengan bidang ilmu keperawatan dan kebidanan terkini.

(7)

c. TUJUAN

1. Menghasilkan lulusan tenaga perawat dan bidan yang profesional, mandiri dalam upaya meningkatkan harkat kesehatan manusia dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

2. Mengembangkan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi kemajuan dan pembangunan serta pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keperawatan dan kebidanan dan melakukan pengabdian pada masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

3. Mengembangkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dibidang keperawatan dan kebidanan

D. Ruang Lingkup

Penerimaan tenaga pendidik dan kependidikan meliputi tahap/ proses :

1. Perekruitan sumber daya manusia STIKES Mitra Adiguna mengacu pada : UU No.2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional, UU No. 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi dan Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 1999 junto UU No.8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian.

2. Permintaan tenaga pendidik dari setiap Program Studi yang membutuhkan tambahan tenaga pendidik/dosen berdasarkan rasio mahasiswa dan dosen, dan pembukaan PRODI baru.

3. Permintaan akan tenaga kependidikan (administrasi, pustakawan, laboran/teknisi) didasarkan pada identifikasi kebutuhan tenaga yang lebih spesifik dari setiap unit kerja.

4. Kebutuhan akan tenaga tersebut dilaporkan kepada Wakil Ketua II dan kemudian diteruskan ke Ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang untuk mendapatkan persetujuan.

5. Setelah ada keputusan dari Ketua untuk penerimaan tenaga maka, dibuka lowongan penerimaan tenaga/ rekruitmen dengan melakukan pengiklanan lowongan serta referensi rekan seprofesi, seleksi dan penempatan tenaga pendidik dan kependidikan.

6. Surat lamaran yang masuk diteliti dan disaring oleh BAUK. Hasil saringan diberikan kepada Ketua Program Studi yang dilanjutkan kepada Wakil

(8)

Ketua II Bidang Non Akademik STIKES Mitra Adiguna untuk selanjutnya diteliti dan ditindaklanjuti oleh Ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang.

7. Kandidat pelamar yang memenuhi persyaratan dipanggil untuk melakukan wawancara oleh Wakil Ketua II Bidang Non Akademik STIKES Mitra Adiguna Palembang.

8. Kandidat pelamar yang lolos dari tahap kelengkapan berkas kemudian diwawancarai oleh Ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang.

9. Ketua STIKES Mitra Adiguna mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk dosen dan tenaga kependidikan.

(9)

BAB II

SUMBER DAYA MANUSIA DOSEN

Berdasarkan fungsinya, SDM Perguruan Tinggi diklasifikasikan menjadi pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan. Di dalam Pasal 1 Butir 5 dan 6 UU.No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), dinyatakan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan; sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Di lingkungan pendidikan tinggi, tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai pendidik disebut dosen, sedangkan tenaga kependidikan lainnya disebut tenaga penunjang. Selanjutnya, dalam Pasal 39 disebutkan bahwa Tenaga Kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Sementara itu, pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, digunakan istilah Dosen untuk merujuk pada pengertian pendidik pada jenjang pendidikan tinggi, yakni pendidik profesional dan ilmuwan yang memiliki tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Pasal 1). Oleh sebab itu, mengacu kepada dasar hukum tersebut, maka dalam standar ini digunakan istilah Dosen untuk tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai pendidik, sedangkan tenaga kependidikan lainnya meliputi laboran, pustakawan, teknisi, pegawai administrasi, sopir hingga pekarya disebut tenaga kependidikan. Mengenai tugas dosen dan tenaga kependidikan dalam Pasal 39 Ayat (1) dan (2) UU. Sisdiknas Tahun 2003, dijelaskan bahwa: pendidik (dosen) merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan: (1) proses pembelajaran, (2) penilaian hasil pembelajaran (3) pembimbingan dan pelatihan, (4) penelitian dan pengabdian kepada

(10)

masyarakat terutama bagi pendidik bagi perguruan tinggi. Sebaliknya, tenaga kependidikan bertugas melaksanakan: (1) administrasi, (2) pengelolaan, (3) pengembangan, (4) pengawasan, (5) pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Dosen dan tenaga kependidikan merupakan komponen yang sangat menentukan dalam implementasi penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Keberhasilan implementasi penyelenggaraan pendidikan bergantung pada kemampuan dosen dalam mengimplementasikan kompetensi profesionalnya terhadap proses penyelenggaraan pendidikan, sedangkan tenaga kependidikan dalam menunjang proses pendidikan yang diselenggarakan perguruan tinggi. Pada Bab Ini akan diuraikan tenaga Dosen sedangkan untuk tenaga kependidikan akan diuraikan pada Bab berikutnya.

A. Definisi Dosen

Pengertian Dosen Sebagaimana telah diuraikan pada bagian sebelumnya, dosen merupakan tenaga pendidik perguruan tinggi. Menurut UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 39 ayat 2, pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen diangkat menurut peraturan perundang- undangan. Menurut UU RI No 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen pasal 1, dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui penddikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi dosen bukan hanya seorang pendidik profesional pada perguruan tingggi tetapi juga seorang illmuwan. Oleh karena itu pada pasal 45 disebutkan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pada pasal 46 pemerintah mengharuskan setiap dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk dosen program diploma atau program sarjana dan program doktor untuk dosen program pascasarjana.

B. Kualifikasi Dosen

(11)

Minimal yang harus dimiliki dosen STIKes Mitra Adiguna Palembang mengacu pada peraturan Menristekdikti RI Nomor 44 Tahun 2015 pasal 27 yang menyatakan bahwa dosen wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Kualifikasi akademik yang dimaksud adalah tingkat pendidikan paling rendah yang harus dibuktikan dengan ijazah.

Kriteria umum pelamar dosen di STIKes Mitra Adiguna Palembang adalah : 1. Warga Negara Indonesia yang berusia maksimal 35 tahun pada saat mengajukan

lamaran, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat dari dokter pemerintah, tidak pernah terlibat dalam masalah pidana atau diberhentikan kerja secara tidak hormat, dan memiliki jenjang pendidikan dan keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan.

2. Khusus untuk dosen, pelamar minimal berkualifikasi S2 Perguruan Tinggi Negeri dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 atau S2 Perguruan Tinggi Swasta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,50.

3. Penerimaan S1 hanya diperuntukan bagi alumnni STIKES Mitra Adiguna Palembang Yang berprestasi dengan memiliki indeks Prestasi Akademik minimal 3,00 (eksakta), dengan syarat telah menjadi tenaga pendidik tidak tetap selama dua semester berturut-turut dan bersedia untuk melanjutkan pendidikan ke S2, baik dengan biaya sendiri maupun mendapat beasiswa.

4. Bagi pelamar untuk menjadi dosen yang berlatar belakang profesional dari kalangan birokrat/praktisi minimal berpendidikan S2 linier S1 dan S2 dan sesuai kebutuhan prodi, berusia maksimal 45 tahun pada saat mengajukan lamaran, telah memiliki pengalaman mengajar yang dibuktikan dengan menyerahkan foto copy SK jabatan fungsional.

Kualifikasi Dosen program studi Diploma Tiga Keperawatan STIKes Mitra Adiguna Palembang:

1. Lulusan program Magister Keperawatan atau Magister Kesehatan

2. Memiliki Sertifikat Applied Approach oleh lembaga pendidikan yang diakui oleh Dikti

3. Memiliki sertifikat pekerti oleh lembaga pendidikan yang diakui oleh Dikti 4. Memiliki NIDN

(12)

5. Memiliki jabatan fungsional dosen

Kualifikasi Dosen program studi Diploma Tiga Kebidanan STIKes Mitra Adiguna Palembang:

1. Lulusan program Magister Kebidanan atau Magister Kesehatan

2. Memiliki Sertifikat Applied Approach oleh lembaga pendidikan yang diakui oleh Dikti

3. Memiliki sertifikat pekerti oleh lembaga pendidikan yang diakui oleh Dikti 4. Memiliki NIDN

5. Memiliki jabatan fungsional dosen

Kualifikasi Dosen program studi Strata Satu Keperawatan dan Profesi STIKes Mitra Adiguna Palembang:

1. Lulusan program Magister Keperawatan dan Spesialis

2. Memiliki Sertifikat Applied Approach oleh lembaga pendidikan yang diakui oleh Dikti

3. Memiliki sertifikat pekerti oleh lembaga pendidikan yang diakui oleh Dikti 4. Memiliki NIDN

5. Memiliki jabatan fungsional dosen

C. Kompetensi Dosen

Selain memenuhi kualifikasi minimal sesuai ketentuan UU RI No 14/2005, dosen STIKes Mitra Adiguna Palembang hendaknya juga kompeten dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi dosen menentukan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagaimana yang ditujukan dalam kegiatan profesional dosen. Dosen STIKes Mitra Adiguna Palembang didorong untuk memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial, yang diperlukan dalam praktek pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Peraturan Mendiknas RI No 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen telah menetapkan 4 aspek kompetensi yang hendaknya dimiliki seorang dosen, yaitu sebagai berikut.

1. Kompetensi pedagogik, antara lain mencakup : a. Kemampuan membuat perencanaan perkuliahan

(13)

b. Kemampuan menerapkan berbagai pendekatan, metode dan teknik pembelajaran

c. Kemampuan melakukan evaluasi dan memberikan penilaian hasil pembelajaran secara obyektif

d. Kemampuan melakukan evaluasi diri (refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan

e. Kemampuan mengembangkan proses pembelajaran secara berkelanjutan

2. Kompetensi profesional, antara lain mencakup :

a. Kemampuan melaksanakan seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi b. Kemampuan berkoordiasi dengan semua unit kerja dalam meaksanakan Tri

Dharma Perguruan Tinggi

c. Kemampuan merancang dan melaksanakan program pembelajaran yang inovatif, sesuai perkembangan ipteks

d. Kemampuan memberikan layanan prima sesuai kepakaran

3. Kompetensi kepribadian, antara lain mencakup :

a. Kemampuan bekerja sama dengan berbagai unsur sivitas akademika b. Kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulian, dengan berbagai

unsur sivitas akademika

c. Kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar

4. Kompetensi sosial, antara lain mencakup :

a. Kemamuan bekerja sama dengan berbagai unsur sivitas akademika b. Kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dengan berbagai

unsur sivitas akademika

c. Kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar

D. Klasifikasi Dosen

Berdasarkan statusnya, maka STIKes Mitra Adiguna Palembang mengklasifikasikan dosen menjadi 2 yaitu dosen tetap dan dosen tidak tetap.

Dosen tetap adalah dosen yang terikat penuh waktu dengan STIKes Mitra Adiguna Palembang sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang terikat

(14)

hubungan kerja dengan STIKes Mitra Adiguna Palembang untuk jangka waktu tertentu. Dosen tidak tetap yaitu dosen luar biasa dan dosen tamu. Dosen tetap STIKes Mitra Adiguna Palembang adalah Dosen pegawai STIKes Mitra Adiguna Palembang yang diangkat

Angka Kreditnya, yang menyebutkan jenjang akademik dosen dari terendah sampai tertinggi sebagai berikut :

1. Asisten Ahli 2. Lektor

3. Lektor Kepala 4. Guru Besar

E. Tugas Pokok dan Fungsi Dosen

Secara administratif, dosen mempunyai tugas pokok menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu memberi layanan pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen berperan sebagai :

1. Fasilitator dan narasumber pembelajaran mahasiswa

2. Peneliti dan pakar dalam bidang ilmunya masing-masing, untuk pengembangan ilmu, teknologi, kebudayaan dan seni

3. Pengabdi masyarakat dengan cara menerapkan keahliannya bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kemanusiaan. Selain itu, dosen juga mempunyai fungsi dalam pengembangan akademik dan profesi, serta berpartisipasi dalam tata pamong institusi.

Tugas dan fungsi dosen secara spesifik antara lain :

1. Fasilitator pembelajaran mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengetahaun sesuai dengan bidangnya masing-masing

2. membimbing mahasiswa berpikir kritis dan analitis, sehingga dapat secara mandiri menggunakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya

3. Membina mahasiswa dalam segi intelektual, sekaligus sebagai konselor 4. Menggunakan konsep, teori, dan metodologi dalam bidang yang

ditekuninya, sekaligus mampu menciptakan sejumlah konsep, teori dan metodologi yang operasional dalam konteks kegiatan ilmiahnya

(15)

5. Melakukan penelitian yang hasilnya dipublikasikan melalui diskusi, seminar, jurnal ilmiah, atau pameran, dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan/atau kesenian

6. Menerapkan pengetahuannya dalam kegaitan pengabdian pada masyarakat 7. Meningkatkan kualitas akademik dan kompetensi diri selaku tenaga

pendidik

8. Melaksanakan kerja bersama tim dalam pengelolaan akademik untuk mewujudkan visi STIKes Mitra Adiguna Palembang

9. Mengembangkan keprofesian dengan berperan aktif dalam organisasi seminar

10. Melakukan rencana kegiatan semesteran, realisasi kegiatan bulanan dan mengevaluasi realisasi yang terjadi menyusun portofolio/deskripsi diri pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, serta kegiatan lain yang menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi

(16)

BAB III

SUMBER DAYA TENAGA KEPENDIDIKAN

A. Defenisi Tenaga Kependidikan

Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan tinggi antara lain, pustakawan, tenaga administrasi, laboran dan teknisi, serta pranata teknik informasi.

Tenaga Kependidikan STIKes Mitra Adiguna Palembang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan di STIKes Mitra Adiguna Palembang. Berdasarkan fungsinya tenaga kependidikan dikelompokkan menjadi tenaga kependidikan fungsional khusus dan umum. Tenaga kependidikan fungsional khusus di perguruan tinggi meliputi pustakawan dan pranata laboratorium pendidikan sedangkan lainnya disebut sebagai tenaga kependidikan fungsional umum. Berdasarkan Undang- Undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dalam Pasal 1 ayat (8) dinyatakan bahwa Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan.

B. Kualifikasi Tenaga Kependidikan

Kriteria pelamar Tenaga Kependidikan (Administrasi, Tenaga Perpustakaan, Tenaga Laboratorium, dan Pranata Komputer) :

1. Minimal berpendidikan D3 untuk tenaga laboran, S1 untuk tenaga kepustakaan dan administrasi, SMU sederajat untuk tenaga non administrasi.

2. Memiliki kompetensi sebagai tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, atau pranata komputer.

3. Berpengalaman sebagai tenaga kependidikan dibidangnya minimal 2 (dua) tahun.

4. Berusia maksimal 30 tahun pada saat melamar, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, tidak pernah terlibat dalam masalah pidana atau diberhentikan kerja secara tidak hormat.

(17)

5. Memiliki jenjang pendidikan dan keahlian yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

6. Memiliki keterampilan di bidang komputer bagi tenaga administrasi dan menguasai teknologi informatika dan komunikasi bagi pranata komputer 7. Memiliki keterampilan dalam mengelola perpustakaan bagi tenaga

kepustakaan, minimal berijazah S1 perpustakaan.

8. Memiliki sertifikat kompetensi bagi tenaga laboratorium, perpustakaan, pranata komputer dan administrasi

9. Memiliki keterampilan dalam mengelola Laboratorium sesuai spesifikasi laboratorium

10. Diutamakan mempunyai kemampuan berbahasa inggris

(18)

BAB IV

PERENCANAAN KEBUTUHAN DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Perencanaan kebutuhan Dosen dan Tenaga Kependidikan dibuat untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang dirinci per satu (1) tahun sesuai prioritas yang dikelola oleh BAUK STIKes Mitra Adiguna Palembang.

1. Perencanaan kebutuhan dosen di STIKes Mitra Adiguna Palembang berpedoman pada sistem perencanaan SDM yang didasarkan pada analisis kebutuhan pada tingkat Program Studi. Berikut ini parameter-parameter yang menjadi dasar penyusunan perencanaan kebutuhan dosen tersebut adalah:

a. Rasio jumlah dosen dan mahasiswa yang ideal.

b. Keseimbangan dalam proporsi beban mengajar dosen.

c. Jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) kelulusan. Berdasarkan analisis kebutuhan dosen, program studi mengusulkan ke STIKes Mitra Adiguna Palembang. melalui prodi masing-masing untuk dimasukkan ke dalam perencanaan kebutuhan dosen STIKes Mitra Adiguna Palembang.

2. Perencanaan Tenaga Kependidikan, didasarkan pada hasil analisis jabatan dan beban kerja pegawai. Analisis ini dilakukan setiap tahun dan berdasarkan hasil analisis tersebut, dibuat perencanaan tenaga kependidikan. Kegiatan analisis menjadi kewenangan fakultas yang diteruskan ke oleh BAUK STIKes Mitra Adiguna Palembang.

(19)

BAB V

REKRUTMEN DAN SELEKSI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

A. Dasar Rekruitmen

B. Kualifikasi Rekruitmen

Kriteria umum pelamar dosen adalah :

1. Warga Negara Indonesia yang berusia maksimal 35 tahun pada saat mengajukan lamaran, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat dari dokter pemerintah, tidak pernah terlibat dalam masalah pidana atau diberhentikan kerja secara tidak hormat, dan memiliki jenjang pendidikan dan keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan.

2. Khusus untuk tenaga pendidik, pelamar minimal berkualifikasi S2 PT negeri dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 atau S2 PT swasta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,50.

3. Penerimaan S1 hanya diperuntukan bagi alumnni STIKES Mitra Adiguna Palembang Yang berprestasi dengan memiliki indeks Prestasi Akademik minimal 3,00 (eksakta), dengan syarat telah menjadi tenaga pendidik tidak tetap selama dua semester berturut-turut dan bersedia untuk melanjutkan pendidikan ke S2, baik dengan biaya sendiri maupun mendapat beasiswa.

4. Bagi pelamar untuk menjadi tenaga pendidik yang berlatar belakang profesional dari kalangan birokrat/praktisi minimal berpendidikan S2 linier S1 dan S2 dan sesuai kebutuhan prodi, berusia maksimal 45 tahun pada saat mengajukan lamaran, telah memiliki pengalaman mengajar yang dibuktikan dengan menyerahkan foto copy SK jabatan fungsional.

Kriteria dosen tetap STIKES Mitra Adiguna Palembang :

1. Mempunyai jenjang pangkat akademik yang berhomebase di STIKES Mitra Adiguna Palembang

2. Mampu mengajar sesuai bidang keilmuan

(20)

3. Maksimal mengajar 16 sks/semester

4. Mendapat tunjangan kehormatan sesuai dengan kepangkatan akademiknya Kriteria dosen tidak tetap STIKES Mitra Adiguna Palembang :

1. Mempunyai jenjang pangkat akademik yang berhomebase di STIKES Mitra Adiguna Palembang

2. Mampu mengajar dari bidang pendidikan/keahlian 3. Maksimal mengajar 10 sks/semester

4. Hanya mendapatkan honor mengajar sesuai ketentuan yang berlaku di STIKES Mitra Adiguna Palembang.

Kriteria pelamar Tenaga Kependidikan (Administrasi, Tenaga Perpustakaan, Tenaga Laboratorium, dan Pranata Komputer) :

1. Minimal berpendidikan D3 untuk tenaga laboran, D1 untuk tenaga kepustakaan dan administrasi, SMU sederajat untuk tenaga non administrasi harus berpengalaman dan memiliki keahlian dibidang yang sesuai kebutuhan.

2. Memiliki kompetensi sebagai tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, atau pranata komputer.

3. Berpengalaman sebagai tenaga kependidikan dibidangnya minimal 2 (dua) tahun.

4. Berusia maksimal 30 tahun pada saat melamar, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, tidak pernah terlibat dalam masalah pidana atau diberhentikan kerja secara tidak hormat.

5. Memiliki jenjang pendidikan dan keahlian yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

6. Memiliki keterampilan di bidang komputer bagi tenaga administrasi dan menguasai teknologi informatika dan komunikasi bagi pranata komputer 7. Memiliki keterampilan dalam mengelola perpustakaan bagi tenaga

kepustakaan, minimal berijazah D 1 perpustakaan.

8. Memiliki keterampilan dalam mengelola Laboratorium sesuai spesifikasi laboratorium

9. Diutamakan mempunyai kemampuan berbahasa inggris

(21)

Kriteria pegawai tetap STIKES Mitra Adiguna Palembang :

1. Mempunyai keterampilan khusus sesuai dengan bidang yang dibutuhkan 2. Tidak bekerja tetap di tempat lain selama jam kerja pada hari kerja

3. Sanggup memenuhi jam kerja yang berlaku di STIKES Mitra Adiguna Palembang

4. Memiliki dedikasi dan loyalitas

5. Memiliki usia kerja di STIKES Mitra Adiguna Palembang minimal 2 tahun

Kriteria pegawai tidak tetap STIKES Mitra Adiguna Palembang : 1. Berwatak dan bermental baik

2. Memiliki dedikasi dan loyalitas

3. Sanggup mematuhi jam kerja yang berlaku di STIKES Mitra Adiguna Palembang

4. Mampu mengerjakan tugas-tugas yang bersifat non-administrasi 5. Jujur dan dapat dipercaya.

C. Mekanisme Rekruitmen

Rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dilaksanakan melalui tahap:

1. Rekruitmen pegawai dilakukan dengan 2 cara yaitu tidak diberikan kepada masyarakat/tidak diiklankan dan diiklankan melalui media massa atau media elektronik.

2. Berkas lamaran yang masuk baik melalui pos atau diantar sendiri, ditujukan ke Biro Umum Bagian Kepegawaian.

3. Kepala bagian kepegawaian melakukan pemanggilan terhadap pelamar yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi melalui pos atau telepon.

4. Tahapan seleksi ada 2 yaitu kelengkapan berkas/administrasi dan tes lisan/wawancara.

5. Penetapan dan pengumuman hasil seleksi : hasil tes wawancara menjadi dasar penetapan calon yang dinyatakan lulus seleksi sebagai pendidik dan tenaga pendidikan.

(22)

6. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus dan diterima, selanjutnya melalui masa percobaan selama 3 bulan dan menandatangani surat perjanjian kerja yang telah ditetapkan.

7. Pegawai yang telah lulus masa percobaan 3 bulan berhak diangkat dan diklasifikasikan sebagai pegawai tetap/pegawai tidak tetap/dosen tetap/dosen tidak tetap.

8. Yayasan Mitra Adiguna memberikan SK Pengangkatan dosen tetap

9. Pemberian Nomor Induk Kepegawaian (NIK) sebagai bukti identitas pegawai. Dan setiap pegawai harus memiliki kartu pegawai.

(23)

BAB VI PENEMPATAN

Apabila proses seleksi sudah dinyatakan lulus maka tahap selanjutnya adalah orientasi selama 3 bulan terhadap sejarah institusi, visi dan misi institusi, struktur organisasi, peraturan-peraturan di institusi, kesejahteraan karyawan, hak dan kewajiban karyawan, peraturan promosi, karyawan lama beserta posisinya di organisasi STIKES Mitra Adiguna Palembang dan orientasi terhadap pekerjaan. Tujuan kegiatan orientasi adalah untuk memberikan waktu adaptasi bagi karyawan baru untuk mengenal STIKES Mitra Adiguna Palembang dan menyesuaikan diri dengan segala hal yang berlaku di Prodi DIII Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang sehingga pada saat pelaksanaan tugasnya tidak canggung dan mudah mengikuti pola yang sudah ada. Selain itu, kegiatan orientasi dilakukan bagi karyawan baru untuk menyatakan bahwa karyawan tersebut benar-benar diterima dengan tangan terbuka dan menjadi karyawan yang akan bekerjasama dengan karyawan lain di STIKES Mitra Adiguna Palembang.

Penempatan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dilaksanakan melalui beberapa tahapan :

1. Didasarkan atas tindak lanjut dari hasil rekrutmen 2. Didasarkan atas kebutuhan masing-masing bagian

3. Didasarkan atas keputusan ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang 4. Penempatan tenaga pendidik dan kependidikan dilakukan dengan

pemberian SK melalui ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang Penempatan atau tugas mengajar dan magang

1. Ketua menerbitkan surat keputusan penempatan dosen pada program studi berdasarkan surat keputusan Yayasan tentang pengangkatan dosen tetap.

2. Bagi dosen baru yang belum memiliki jabatan fungsional belum mendapatkan tugas untuk mengampu mata kuliah selama minimal 2 semester, tetapi harus mengikuti magang (sit in) pada dosen yang telah memiliki jabatan fungsional.

(24)

3. Dalam penugasan mengajar, Prodi mengusahakan dosen penanggungjawab mata kuliah tidak menangani lebih dari 12 sks (diatur sesuai ketentuan DIKTI tentang beban kerja dosen).

4. Pembinaan akademik dan proses transformasi kultur akademik, dilakukan oleh Ka Prodi dalam mengevaluasi proses belajar mengajar dan pemenuhan target kinerja dosen. Dosen dengan kriteria memiliki jabatan fungsional mínimum asisten ahli.

5. Dosen pengampu mata kuliah adalah mereka yang sudah menduduki minimal jabatan Asisten Ahli dalam bidang yang sesuai dengan mata kuliah yang diampunya.

6. Setiap dosen bertanggungjawab untuk mengatur perencanaan pengajaran, melaksanakan proses belajar mengajar, melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan mengajarnya, melaporkan tugas mengajarnya pada akhir semeseter kepada Ketua Program Studi

7. Penugasan mengajar bagi dosen disesuaikan dengan bidang keahlian yang dimilikinya.

(25)

BAB VII ORIENTASI

A. Defenisi

1. Orientasi adalah program yang dirancang untuk memberikan informasi/

pemahaman kepada dosen baru mengenai tugas pokok dan tanggung jawab sebagai dosen, budaya organisasi, peraturan kepegawaian, informasi prestasi kerja, reward punishment, karir dosen, cara memperoleh kartu pengenal, cara pembayaran gaji dan jajaran pejabat struktural di tingkat Prodi, dan Bagian/Pusat di lingkungan STIKes Mitra Adiguna Palembang. Kegiatan orientasi dikoordinasikan oleh BAUK.

2. Orientasi merupakan salah satu proses sosialisasi tentang penanaman sikap, standar, nilai, dan budaya yang berlaku di Institusi kepada dosen baru sebagai sivitas akademika.

3. Masa orientasi dosen dan tenaga kependidikan di STIKes Mitra Adiguna Palembang dilakukan selama 3 bulan

B. Tujuan

Tujuan orientasi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan STIKes Mitra Adiguna Palembang adalah :

1. Dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan kondisi lingkungan yang baru dimasuki

2. Dapat memahami organisasi dan budaya Institusi (visi, misi, nilai inti dan kegiatan operasionalnya),

3. Memahami tugas pokok dan fungsi dosen (tridharma dan pengembangan institusi).

4. Memahami kewajiban dosen dalam peningkatan karir akademik (penyetaraan/kenaikan jenjang jabatan fungsional)

(26)

VIII

PENGEMBANGAN KARIR DAN RETENSI

A. Pengembangan Karir

Pengembangan karir dosen dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan di STIKes Mitra Adiguna Palembang. Pengembangan karir juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. Setiap Pegawai memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Pengembangan kompetensi antara lain melalui pendidikan (studi lanjut), pelatihan, seminar, kursus, dan penataran. Dalam mengembangkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, STIKes Mitra Adiguna Palembang wajib menyusun rencana pengembangan kompetensi tahunan yang tertuang dalam rencana kerja anggaran tahunan masing-masing unit kerja.

Pengembangan kompetensi harus dievaluasi oleh atasan pegawai bersangkutan yang berwenang dan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengangkatan jabatan dan pengembangan karir. Untuk menjamin keselarasan potensi dosen dan tenaga kependidikan dengan kebutuhan penyelenggaraan tugas masing-masing perlu disusun pola karier dosen atau tenaga kependidikan yang terintegrasi di tingkat institusi. Pengembangan dosen dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan :

1. Keputusan Ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang 2. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan tenaga kependidikan 3. Berdasarkan kebutuhan masing-masing lini

Bentuk pembinaan dan pengembangan dosen adalah:

1. Untuk meningkatkan sumber daya manusia, Ketua STIKES melalui Wakil Ketua I Bidang Akademik memberikan fasilitas tugas belajar kepada dosen- dosen tetap yang lulus tes untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi baik di perguruan tinggi lain.

2. Ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang memberikan fasilitas untuk dosen yang akan mengajukan jenjang akademik.

(27)

3. Ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang melalui Ketua Program Studi mengusulkan untuk mengirim beberapa dosen secara bergilir untuk mengikuti pelatihan penyusunan metode AA dan pekerti, pelatihan sertifikasi, pelatihan penyusunan proposal dan penelitian, pelatihan item development dalam rangka pembuatan soal uji kompetensi bidan, metode pengajaran dan kurikulum program studi, workshop dan seminar-seminar ilmiah baik yang diadakan oleh DIKTI, Kopertis Wilayah II, organisasi profesi dan rumah sakit.

4. Program pelatihan/seminar di dalam kampus dilaksanakan secara berkala dengan tujuan untuk membantu pelaksanaan tugas-tugas yang dilakukan oleh dosen.

5. Pembinaan dan pengembangan SDM juga berlaku untuk tenaga kependidikan, dimana Ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang mengirimkan tenaga kependidikan baik tenaga laboran, tenaga pustakawan, tehnisi dan operator komputer serta tenaga administrasi lainnya untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan STIKES Mitra Adiguna Palembang yang diadakan oleh Kopertis Wilayah II atau dari instansi lainnya.

B. Retensi

Retensi merupakan kemampuan institusi untuk mempertahankan pegawai yang berkualitas agar tetap loyal pada institusi. Untuk mempertahankan kualitas dosen yang lebih baik, STIKes Mitra Adiguna Palembang secara berkesinambungan melakukan:

a. Pembinaan dan peningkatan fasilitas

b. Upaya pemberian penghargaan terhadap kinerja dosen c. Penyediaan fasilitas sarana kenyamanan dalam bekerja

Sistem retensi telah diimplemetasikan STIKes Mitra Adiguna Palembang untuk memberikan kesempatan kepada dosen dalam pengembangan keilmuan berupa penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penulisan buku, penyusunan modul, seminar, pelatihan/workshop, konferensi, short course dan kegiatan peningkatan kompetensi lainnya.

Untuk meningkatkan dan mempertahankan loyalitas dan komitmen (retensi) dosen dan tenaga kependidikan, maka perlu dilakukan upaya pengembangan

(28)

kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, meliputi :

1) Pemberian insentif bagi yang ditugaskan di luar tupoksinya

2) Bagi tenaga kependidikan yang mendapatkan tugas di luar jam kerja, maka berhak mendapatkan uang lembur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3) Insentif kinerja diberikan kepada tenaga kependidikan sebagai reward dalam hal kedisplinan dan prestasi kerja.

4) Dosen diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi serta menduduki jabatan struktural baik di tingkat jurusan/prodi, fakultas, pascasarjana, lembaga/unit, maupun institusi.

5) Tenaga kependidikan, diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mengikuti pelatihan- pelatihan sesuai dengan kompentensi yang dimiliki dengan didukung oleh pendanaan yang sudah direncanakan dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan

6) Pemberian dana santuan kedukaan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang meninggal dunia

7) Kegiatan-kegiatan sosial untuk mempererat tali persaudaraan seluruh civitas akademika STIKes Mitra Adiguna Palembang dengan bersama-sama melakukan silaturahmi perayaan hari raya

8) STIKes Mitra Adiguna Palembang juga wajib memberikan perlindungan berupa memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

(29)

XI

PEMBERHENTIAN

Aturan dalam pemberhentian dosen di STIKes Mitra Adiguna Palembang diatur sebagai berikut :

1. Pejabat yang berwenang yang berhak memberhentikan pegawai adalah yayasan dengan usulan ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang

2. Yang bersangkutan mencapai batas usia maksimal 60 tahun

3. Yang bersangkutan melakukan indisipliner dan telah melalui tahapan SP1, SP2, SP3 dan pembinaan

4. Tidak memiliki syarat kesehatan

5. Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan hasil keputusan pengadilan 6. Terlibat anggota atau pengurus partai politik

7. Menunjukkan sikap dan budi pekerti tidak baik terhadap yang dapat mengganggu nama besar institusi

8. Mengundurkan diri

Langkah-langkah yang dilakukan STIKES Mitra Adiguna dalam pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan adalah:

1. Pemberhentian Dengan Hormat

Seorang pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang diberhentikan dengan hormat, dengan alasan sebagai berikut :

a. Atas permohonan sendiri untuk berhenti dengan hormat dengan alasan memasuki masa pensiun.

b. Atas permohonan sendiri untuk berhenti dengan hormat dengan alasan lain untuk kepentingan pribadi atau keluarganya.

c. Diberhentikan dengan hormat dari kedinasannya di STIKES Mitra Adiguna Palembang, disebabkan kontrak kerja yang bersangkutan telah habis dan tidak ada perpanjangan kontrak kerja yang baru.

d. Diberhentikan dengan hormat dari kedinasannya di STIKES Mitra Adiguna Palembang, disebabkan pegawai yang bersangkutan tidak mampu

(30)

melaksanakan tugas kedinasannnya lagi disebabkan sakit berkepanjangan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan berturut-turut.

e. Diberhentikan dengan hormat dengan istilah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), disebabkan karena terjadinya suatu kondisi dalam organisasi STIKES Mitra Adiguna Palembang yang mengharuskan terjadinya pengurangan pegawai.

f. Diberhentikan dengan hormat apabila seorang pegawai meninggal dunia.

2. Pemberhentian Dengan Tidak Hormat

Seorang pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang diberhentikan dengan tidak hormat, dengan alasan sebagai berikut:

a. Bilamana seorang pegawai telah melaksanakan pelanggaran disiplin kerja STIKES Mitra Adiguna Palembang, dan kepadanya telah dikenakan tindakan:

1) Teguran Lisan

2) Peringatan I, II, dan III

Apabila setelah menerima peringatan tertulis ke-III ternyata pegawai tersebut melaksanakan suatu pelanggaran disiplin kerja, maka kepadanya akan dikenakan PHK dengan pemberhentian dengan tidak hormat.

b. Bilamana seorang pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang telah meninggalkan tugas pekerjaan tanpa keterangan selama lebih dari 1 (satu) bulan, maka kepadanya akan dikenakan PHK dengan pemberhentian dengan tidak hormat. Bilamana seorang pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang telah melakukan perbuatan yang merugikan negara dan masyarakat yang diancam hukuman pidana lebih dari 6 (enam) bulan, maka kepadanya dikenakan PHK dengan pemberhentian dengan tidak hormat

(31)

BAB X

KEWAJIBAN, HAK DAN LARANGAN

Kewajiban pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab.

2. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan STIKES Mitra Adiguna Palembang

3. Mentaati ketentuan jam kerja

4. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik 5. Mentaati segala peraturan dan ketentuan yang berlaku 6. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang 7. Membimbing bawahan dalam melakukan tugasnya

8. Bertindak dan bersikap tegas tetapi adil, bijaksana terhadap bawahannya.

Hak pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang adalah : 1. Gaji

a. Setiap pegawai berhak memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya

b. Penggolongan gaji pegawai ditentukan oleh faktor : kedudukan, pendidikan, masa kerja dan prestasi kerja.

c. Peninjauan gaji pegawai dilakukan setiap 2 tahun sekali yaitu sesuai kenaikan gaji berkala, kecuali apabila STIKES Mitra Adiguna Palembang mengalami kemajuan pesat, maka perubahan gaji akan dilakukan setahun sekali.

d. Pembayaran gaji : gaji dibayar 1 bulan sekali setiap tanggal 1 tiap bulannya dan jumlah potongan gaji berorientasi dengan gaji yang layak diterima untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

e. Komponen gaji adalah gaji bruto yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan dan transport.

1. Tunjangan

(32)

a. Tunjangan jabatan yang diatur lebih lanjut dengan SK Ketua STIKES b. Tunjangan Hari Raya (THR) :

1) THR diberikan kepada pegawai sesuai dengan kemampuan STIKES Mitra Adiguna Palembang dan akan dibayarkan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum hari raya keagamaan.

2) Bagi pegawai yang telah menyelesaikan masa percobaan dan mempunyai masa kerja <1 tahun, pemberian THR akan diperhitungkan 50% nya.

2. Cuti

Cuti merupakan keadaan tidak masuk kerja yang diinginkan dalam jangka waktu tertentu, dengan tujuan untuk menjamin kesegaran jasmani dan rohani. Cuti terdiri dari :

a. Cuti melahirkan : pegawai wanita berhak atas cuti melahirkan selama 3 bulan dengan mendapat gaji penuh. Sedangkan pegawai wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak cuti selama 1 bulan.

b. Cuti sakit : setiap pegawai yang menderita sakit berkepanjangan berhak atas cuti sakit. Permohonan cuti sakit harus disertai surat keterangan dokter.

Apabila menurut pemeriksaan dokter seorang pegawai menderita penyakit kronis yang berkepanjangan untuk waktu 6 bulan atau lebih sehingga sulit untuk bekerja, maka pegawai tersebut diminta/dengan kehendak sendiri untuk mengundurkan diri dari STIKES Mitra Adiguna Palembang. Dalam hal ini STIKES Mitra Adiguna Palembang berhak untuk mem-PHK pegawai tersebut degan memberikan pesangondan membantu segala macam pembayaran medisnya.

c. Cuti menunaikan haji : berdasarkan permohonan pegawai yang telah memperoleh persetujuan Ketua STIKES, maka diberikan cuti ibadah haji selama 45 hari dengan biaya sendiri.

3. Izin

Izin meninggalkan pekerjaan dengan tetap mendapat kan gaji penuh dengan ketentuan berikut :

a. Perkawinan pegawai sendiri : 2 minggu b. Perkawinan anak sendiri : 1 hari

(33)

c. Khitanan anak : 1 hari d. Orang tua/mertua meninggal : 1 hari e. Keluarga/suami/istri/anak meninggal : 1 hari

f. Izin berobat sakit : 1 hari

g. Melaporkan kepada atasannya/bagian kepegawaian disertai surat dokter bila sakit lebih dari 1 hari

h. Izin tugas/dinas, bagi pegawai yang akan melaksanakan tugas dari STIKES Mitra Adiguna Palembang, harus melaporkan kepada atasannya dan bagian kepegawaian untuk dibuatkan surat keterangan dinas.

Larangan bagi pegawai

1. Menyalahgunakan wewenangnya

2. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya 3. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan

4. Membocorkan atau memanfaatkan rahasia STIKES Mitra Adiguna Palembang kepada pihak lain untuk kepentingan pribadi

5. Melakukan pungutan yang tidak sah dalam bentuk apapun juga, dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi atau pihak lain

6. Setiap ucapan, tulisan atau perbuatan yang dilakukan pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang yang melanggar ketentuan adalah pelanggaran disiplin.

(34)

BAB XI

KENAIKAN PANGKAT, GOLONGAN DAN JABATAN

1. Pangkat

Yang dimaksud dengan pangkat adalah pangkat akademik bagi dosen yang dikeluarkan oleh DIKTI/Kopertis. Sesuai surat keputusan melalui koordinator pengawasan pembangunan dan pendayagunaan aparatur negara No.

38/Kep/MK.WASPAN/8/1999 tanggal 24 Agustus 1999 tentang jabatan fungsional dosen dan angka kreditnya, maka dijelaskan yang dimaksud pangkat akademik adalah :

1. Asisten ahli (III/a dan III/b) 2. Lektor (III/c dan III/d)

3. Lektor Kepala (IV/a, IV/b dan IV/c) 4. Guru Besar (IV/d dan IV/e)

Pengurusan pangkat akademik bagi dosen baru ataupun kenaikan jenjang pangkat akademik dosen STIKES Mitra Adiguna Palembang dikoordinasikan pengurusannya secara kolektif oleh Biro Administrasi dan Kemahasiswaan secara berkala dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Golongan

Penggolongan pegawai STIKES Mitra Adiguna Palembang berdasarkan kepada komponen :

1. Pendidikan terakhir a. Sekolah Dasar (SD)

b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) c. Sekolah Menengah Umum (SMU)/ sederajat d. Perguruan Tinggi dengan gelar D-III dan S-1 e. Perguruan Tinggi dengan gelas S-2 dan S-3 2. Masa kerja

(35)

Yaitu jumlah masa kerja di STIKES Mitra Adiguna Palembang, dihitung dari masa kerja 0 tahun pada waktu baru masuk sampai dengan perhitungan masa kerja tahun berikutnya.

3. Pengalaman kerja

Pengalaman kerja di tempat lain dengan bukti surat keterangan dari perusahaan/instansi tempat kerjanya.

Tabel 1. Golongan Pegawai Berdasarkan Pendidikan

Golongan Pendidikan Ket

SD SMP SMU D3 S1 S2 S3

I a X

b

c X

d

II a X

b

c X

d

III a X

b

c X

d

IV a X

b c d

Tabel 2. Golongan Pegawai berdasarkan Masa Kerja Masa

kerja

Golongan 1 Golongan II Golongan III Golongan IV

a b c d a b c d a b c d a b c d

0 X X X X X X

1 2 3

4 X X X X X X

5 6 7

8 X X X X X X

9 10

(36)

11

12 X X X X X X

13 14 15

16 X X X X X X

17 18 19

20 X X X X X

21 22 23 24

Ditetapkan di : Palembang Pada Tanggal : 22 Mei 2015

Ketua

STIKES Mitra Adiguna Palembang

Diana H. Soebyakto, M.Kes

Gambar

Tabel 1. Golongan Pegawai Berdasarkan Pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Pengembangan SDM dilakukan berkaitan dengan kepentingan penilaian kinerja setiap pegawai yang.. berdampak pada promosi, mutasi, rotasi, demosi untuk penetapan

Berdasarkan hal tersebut maka sangat tepat sekali jika pelaku UMKM diberi pelatihan peningkatan kualitas SDM dalam pengelolaan media sosial terutama melalui branding

Menurut Zainuddin selaku general manager pada BMT Mitra Umat Pekalongan, langkah evaluasi ini telah dilakukan oleh BMT Mitra Umat Pekalongan dengan cara wawancara yang

Tidak melaksanakan ikatan dinas baik sebagian maupun seluruhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu 2 (dua) kali masa belajar ditambah 1 (satu) tahun untuk

Margono Soekarjo Purwokerto dalam memenuhi sumber daya manusia khususnya sumber daya manusia kesehatan disesuaikan dengan standar profesi dan kompetensi yang dapat

membentuk skill pada sarjana S1 terhadap persaingan di dunia pekerjaan. Peningkatan kualitas mahasiswa menjadi sangat urgen dan perlu dilakukan secara terencana,

Indoroti Prima Cemerlang No Pilihan Mana yang lebih berpengaruh A/B Bobot 1 S1 Memiliki sistem SOP Standar Operasional Prosedur, K3 Kesehatan Dan Keselamata Kerja dan