• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1 : Susunan Organisasi Proyek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Lampiran 1 : Susunan Organisasi Proyek"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1 : Susunan Organisasi Proyek

Gambar 5.1. Susunan organisasi proyek yang berhubungan dengan metode pengelolaan bangunan

Jadi diperlukan ruangan kantor yang cukup luas untuk tempat kerja Kepala Penanggung Jawab Harian, Humas, Sekretaris, dan Bendahara. Selain itu juga perlu dipersiapkan ruang istirahat yang cukup untuk karyawan, cleaning service, petugas kasir, dan sebagainya.

Ketua Penanggung Jawab Umum (Pemilik/Pengelola)

Kepala Penanggung Jawab Harian

Karyawan, Cleaning Service, dsb

Humas Sekretaris

Petugas Kasir

Kepala Kafé, Sponsorship Store.

Bendahara

(2)

Lampiran 2 : Perhitungan Besaran Ruang

Tabel 5.1. Fasilitas Latihan

No Nama Ruang Luasan Jumlah Total

1. Lapangan ”Attack vs Defence” 10M x 20M 4 800 M2

2. Lapangan ”3 on 3” 15M x 25M 1 375 M2

3. Lapangan “4 on 4” 17M x 27M 6 2754 M2

4. Lapangan “3angle” 0.5 (27M x30M) 2 810 M2

Total 4739 M2 + sirkulasi 50 % 7109 M2 Tabel 5.2. Fasilitas Rekreasi

No Nama Ruang Luasan Jumlah Total

1. Panggung Asumsi 15 M2 2 30 M2

2. Tribun Penonton

(kapasitas 200-300 orang)

NAD 1 M2 / orang 1 300 M2

3. Café Pantry Toilet

Asumsi 80 M2 Asumsi 15 M2 Asumsi 20 M2

1 1 1

80 M2 15 M2 20 M2 Total 445 M2 + sirkulasi 30 % 578 M2 Tabel 5.3. Fasilitas Kantor

No Nama Ruang Luasan Jumlah Total

1. Kantor Pengelola Toilet

Asumsi 80 M2 Asumsi 20 M2

1 1

80 M2 20 M2 2. R. Monitor Pengawas

R. Keamanan Toilet

Asumsi 15 M2 Asumsi 25 M2 Asumsi 20 M2

1 1 1

15 M2 25 M2 20 M2 Total 160 M2 + sirkulasi 30 % 208 M2

(3)

Lampiran 2 : Perhitungan Besaran Ruang ( sambungan )

Tabel 5.4. Fasilitas Medis

No Nama Ruang Luasan Jumlah Total

1. R. P3K Asumsi 50 M2 1 50 M2

2. R. Paramedis Asumsi 40 M2 1 40 M2

3. R. Obat NAD 20 M2 1 20 M2

4. R. Alat NAD 20 M2 1 20 M2

5. R. Ganti Asumsi 8 M2 1 8 M2

6. Locker Asumsi 2 M2 1 2 M2

Total 140 M2 + sirkulasi 30 % 182 M2 Tabel 5.5. Fasilitas Penunjang

No Nama Ruang Luasan Jumlah Total

1. Area Disc Jockey Asumsi 2 M2 12 24 M2

2. Information Desk Asumsi 4 M2 1 4 M2

3. R. Pertemuan (kapasitas 100 orang)

NAD 2 M2 / orang 1 200 M2

4. Musholla

(kapasitas 40 orang) Tempat wudhu

NAD 0,8 M2 / orang

Asumsi 15 M2

1

1

32 M2

15 M2

5. Kamar Mandi & WC Asumsi 20 M2 4 80 M2

6. Shower

(kapasitas 40 orang )

HSRB 1,5 M2 / orang 2 120 M2

7. R. Ganti Pemain Asumsi 20 M2 1 20 M2

8. Locker Asumsi 15 M2 1 15 M2

9. Hall Utama Asumsi 150 M2 1 150 M2

10. Swalayan Asumsi 80 M2 1 80 M2

11. R. Istirahat / Santai Asumsi 100 M2 1 100 M2

12. Store (sponsorship) Asumsi 100 M2 1 100 M2

13. R. Tunggu Toilet

Asumsi 60 M2 Asumsi 20 M2

1 1

60 M2 20 M2 Total 1020 M2 + sirkulasi 30 % 1326 M2

(4)

Lampiran 2 : Perhitungan Besaran Ruang ( sambungan )

Tabel 5.6. Fasilitas Servis

No Nama Ruang Luasan Jumlah Total

1. R. Genset MEE 20 M2 1 20 M2

2. R. Trafo MEE 20 M2 1 20 M2

3. R. Pompa MEE 24 M2 1 24 M2

4. R. Panel MEE 12 M2 1 12 M2

5. R. PABX Asumsi 12 M2 1 12 M2

6. Gudang Asumsi 20 M2 1 20 M2

7. Gudang Alat Asumsi 12 M2 1 12 M2

8. R. STP Asumsi 20 M2 1 20 M2

9. R. WTP Asumsi 20 M2 1 20 M2

10. Tandon Asumsi 20 M2 1 20 M2

11. R. Karyawan / CS Toilet

Asumsi 30 M2 Asumsi 20 M2

1 1

30 M2 20 M2 Total 230 M2 + sirkulasi 30 % 300 M2 Tabel 5.7. Fasilitas Parkir

No Nama Ruang Luasan Jumlah Total

1. P. Kendaraan Roda 4 Asumsi 15 M2 / unit 40 600 M2 2. P. Kendaraan Roda 2 Asumsi 2 M2 / unit 100 200 M2

3. P. Bus Asumsi 28 M2 /unit 4 112 M2

Total 912 M2 + sirkulasi 50 % 1368 M2 Keterangan :

HSRB : Handbook of Sports and Recreation Builders Design MEE : Mechanical Electrical Equipments

NAD : Neufert Architect Data

(5)

Lampiran 2 : Perhitungan Besaran Ruang ( sambungan )

Rekapitulasi Besaran Ruang :

1. Fasilitas Latihan : 7109 M2 2. Fasilitas Rekreasi : 578 M2 3. Fasilitas Kantor : 208 M2 4. Fasilitas Medis : 182 M2 5. Fasilitas Penunjang : 1326 M2 6. Fasilitas Servis : 300 M2 7. Fasilitas Parkir : 1368 M2

TOTAL : 11071 M2

(6)

Lampiran 3 : Aturan Permainan Sepak Bola Gaya Bebas

“No Limit”, sesuai dengan kata – kata di samping bahwa olah raga ini tidak terdapat batasan. Baik itu batasan dari segi peraturan, lama pertandingan, skill yang ditampilkan, bentuk lapangan, jumlah pemain, tipe permainan, dan sebagainya. Sebagai contoh untuk durasi waktu bertanding, di pertandingan sepak bola konvensional dipakai waktu 45 menit untuk satu babak pertandingan ( 2 babak @ 45 menit, istirahat 15 menit ), di dalam olah raga ini durasi waktu untuk satu babak permainan ditentukan oleh alunan musik yang sedang diputar. Tim – tim yang akan bertanding masing – masing menyiapkan lagu yang akan diputar dan menjadi waktu mereka bermain selama 1 babak penuh. Itu artinya, durasi per babak bisa berbeda – beda, tergantung lamanya lagu yang dipersiapkan oleh masing – masing tim. Dan banyaknya babak, ditentukan oleh berapa tim yang bertanding ( misal terdapat 2 tim yang sedang bertanding, maka bisa dibagi menjadi minimal 2 babak atau kelipatan 2 ). Demikian pula dengan waktu istirahat yang ditentukan dengan durasi lagu.

Walaupun pada uraian sebelumnya disebutkan bahwa tidak terdapat aturan yang mengikat dalam olah raga sepak bola freestyle ini, namun masih terdapat peraturan yang berfungsi untuk melindungi pemain dari kemungkinan tingkah tidak sportif lawan selama pertandingan. Adapun peraturan – peraturan tersebut tercantum sebagai berikut :

A. Pelanggaran yang dapat membuahkan tendangan bebas langsung (direct free kick) ataupun tendangan penalti (jika pelanggaran terjadi di area penalti lawan):

 Menendang atau berusaha menendang lawan dengan sengaja

 Melompati kepala lawan

 Menyeruduk lawan dengan gerakan berbahaya

 Menyeruduk lawan dari belakang

 Menarik maupun mendorong lawan dengan sengaja

 Menyeruduk lawan dengan bahu

 Melakukan sliding tackle kepada lawan

 Memegang bola dengan tangan ( kecuali kiper )

(7)

Lampiran 3 : Aturan Permainan Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

B. Pelanggaran yang layak mendapatkan kartu kuning ( peringatan dari wasit ) :

 Pemain maupun ofisial menghina kinerja wasit yang memimpin pertandingan

 Pemain maupun ofisial yang selalu memprotes keputusan wasit

C. Pelanggaran yang layak mendapatkan kartu merah ( dikeluarkan dari pertandingan ) :

 Melakukan pelanggaran ( poin A ) dengan keras terhadap lawan

 Mengucapkan kata – kata kasar, jorok, atau tidak senonoh

 Melakukan pelanggaran ( poin A atau B ) yang sama sebanyak 2 ( dua ) kali, langsung diberi kartu merah

 Melakukan diving ( berpura – pura jatuh setelah disentuh lawan )

D. Aturan tentang tim yang pemainnya mendapat kartu merah :

 Pemain yang mendapat kartu merah tidak boleh melanjutkan pertandingan, dan harus diganti oleh anggota tim yang lain

 Pemain pengganti baru boleh memasuki lapangan setelah 2 menit pertandingan atau setelah tim lawan berhasil memasukkan satu gol ( salah satu, mana yang lebih dulu ), dan sudah mendapat ijin dari wasit

E. Aturan mengenai tendangan bebas ( free kick ) :

 Terdiri dari tendangan bebas langsung ( mengarah ke gawang dan mengincar gol ) dan tendangan bebas tidak langsung (mengarah ke kawan)

 Pagar betis berdiri minimal 5 ( lima ) meter jauhnya dari bola

 Penendang bola harus melakukan eksekusi tendangan bebas sebelum waktu 4 (empat) detik habis

(8)

Lampiran 3 : Aturan Permainan Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

F. Aturan mengenai Pelanggaran Akumulasi ( Accumulated Fouls ) :

 Setiap tim hanya boleh melakukan pelanggaran sebanyak jumlah pemain yang bermain dalam tim tersebut.

Misal permainan dua tim, lima pemain melawan lima pemain, maka masing – masing tim hanya berkesempatan melakukan pelanggaran sebanyak 5 ( lima ) kali

 Jika sebuah tim sudah melakukan pelanggaran lebih dari ketentuan yang ditetapkan, maka akan dikenai hukuman tambahan berupa :

1. Tendangan bebas tanpa disertai dengan pagar betis

2. Semua tendangan bebas adalah tendangan bebas langsung, yang mengarah ke gawang dan mengincar gol

( Fifa, 2008 )

(9)

Lampiran 4 : Sarana dan Prasarana Sepak Bola Gaya Bebas

4.1. Lapangan

Lapangan yang akan disediakan dalam proyek ini terdiri dari lapangan indoor dan lapangan outdoor. Kedua tipe lapangan ini akan diselang – seling fungsinya sebagai lapangan sewa maupun lapangan lomba. Untuk bentuk lapangan yang disediakan akan disesuaikan dengan tipe permainan sepak bola freestyle yang dikehendaki, antara lain :

Attack vs Defence

 Permainan freestyle football yang dimainkan oleh dua orang ( satu lawan satu ) atau empat orang ( dua lawan dua )

 Lapangan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10 X 24 M, dan dikelilingi kawat baja

 Tim harus berusaha untuk menggiring bola menuju area tim lawan, tentunya disertai dengan sepak bola gaya bebas

 Trik – trik freestyle yang ditampilkan memiliki nilai yang lebih tinggi daripada sekedar menggiring bola ke area lawan

 Lama permainan dilakukan minimal 2 babak dengan durasi per babak ditentukan oleh irama musik yang disiapkan oleh masing – masing tim

Gambar 5.2. Lapangan Attack vs. Defence 10 M x 20 M

(10)

Lampiran 4 : Sarana dan Prasarana Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

3 on 3, 4 on 4, or 5 on 5, it’s up to you..!!

 Dimainkan oleh 2 tim dengan pemain inti masing – masing tim terdiri dari 3, 4 , atau 5 orang

 Lapangan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 15 X 25 M atau 17 X 27 M.

Dan tetap dibatasi oleh kawat baja keliling

 Tim harus berusaha untuk menampilkan trik freestyle sembari mencetak gol ke gawang lawan

 Trik – trik freestyle yang ditampilkan memiliki nilai yang lebih tinggi daripada sekedar memasukkan bola ke gawang lawan

 Lama permainan dilakukan minimal 2 babak dengan durasi per babak ditentukan oleh irama musik yang disiapkan oleh masing – masing tim

Gambar 5.3. Lapangan 15 M x 27 M

(11)

Lampiran 4 : Sarana dan Prasarana Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

Gambar 5.4. Lapangan 17 M x 27 M

3Angle ( Triangle / segitiga )

 Dimainkan oleh 3 tim sekaligus dalam satu lapangan pertandingan

 Masing – masing tim bisa bermain dengan 3 atau 4 pemain, sesuai dengan peraturan awal

 Lapangan berbentuk segitiga sama sisi, dengan panjang sisi masing – masing 25 M, yang dikelilingi oleh kawat baja pembatas

 Setiap tim diberi jatah kebobolan 3 - 7 gol

 Dengan berbekal satu buah bola di lapangan, tiap tim tersebut harus saling berebut untuk membobol gawang tim lain. Jika jatah kebobolan sudah habis, maka tim itu harus keluar dari pertandingan, dan dianggap kalah

 Tim yang bertahan dengan status kemasukan gol paling sedikit, sementara kedua tim lainnya telah gugur, maka tim itulah yang menjadi pemenangnya

 Trik – trik freestyle di sini juga wajib digunakan yang bisa memberikan tambahan poin

(12)

Lampiran 4 : Sarana dan Prasarana Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

Gambar 5.5. Lapangan 3Angle dengan keliling 180 M

4.2. Bola

Untuk melakukan olah raga sepak bola pasti membutuhkan sebuah bola.

Bola termasuk elemen terpenting dalam permainan sepak bola. Sia - sia bila kita sudah berkostum bola lengkap akan tetapi tidak ada bola untuk dimainkan.

Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai bola yang bisa dipakai dalam permainan sepak bola freestyle ini. Oleh karena itu pada bagian ini akan dibahas mengenai standar bola sepak secara umum ( bola sepak dan bola futsal ) dan aplikasi pemakaiannya, sehingga dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

(13)

Lampiran 4 : Sarana dan Prasarana Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

Soccer Ball / Bola Sepak

Digolongkan menjadi 5 ukuran yaitu :

 Size 1 : bola sarana promosi

 Size 2 : bola sarana promosi

 Size 3 : bola yang diperuntukkan bagi anak berusia di bawah 8 tahun

( diameter 23 -24 inci, berat 11 – 12 ons )

 Size 4 : bola yang diperuntukkan bagi anak berusia antara 8 – 12 tahun

( diameter 25 -26 inci, berat 12 – 13 ons )

 Size 5 : bola yang diperuntukkan bagi anak berusia 12 tahun ke atas

Dengan karakteristik yang demikian, maka setiap pemain berkesempatan untuk membawa tipe bola yang ingin dipakai untuk bermain, tentunya disesuaikan dengan batasan usia. Dalam pertandingan resmi, biasa dipakai bola dengan size 5 yang memiliki karakteristik sebagai berikut :

 Digunakan oleh pemain dengan batasan usia 12 tahun ke atas

 Terbuat dari kulit atau material sejenis

 Diameter bola berkisar antara 68 – 70 cm ( 27 – 28 inci )

 Berat bola berkisar 410 – 450 gram di saat sebelum pertandingan dimulai ( 14 – 16 ons )

 Tekanan bola antara 0,6 – 1,1 atmosfer

 Pantulan lebih tinggi daripada bola futsal. Pantulan pertama setinggi 100 – 150 cm

(14)

Lampiran 4 : Sarana dan Prasarana Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

Footsall Ball / Bola Futsal

Bola futsal hanya digolongkan menjadi 2 ukuran, yaitu :

 Size 3 : bola futsal untuk anak berusia 13 tahun ke bawah

 Size 4 : bola futsal untuk para senior ( berusia 13 tahun ke atas )

Dalam perlombaan futsal, biasanya digunakan bola dengan ukuran size 4, dengan karakteristik sebagai berikut :

 Digunakan oleh pemain berusia 13 tahun ke atas

 Terbuat dari kulit atau material sejenis

 Permukaan bola agak kasar bila dibandingkan dengan bola sepak. Hal ini dikarenakan bola futsal dipersiapkan untuk digunakan di segala medan ( rumput, rumput sintetis, karet, perkerasan beton, aspal, dan sebagainya )

 Diameter bola berkisar 62 – 64 cm

 Berat bola berkisar 400 – 440 gram di saat sebelum pertandingan dimulai

 Tekanan bola antara 0,4 – 0,6 atmosfer

 Pantulan lebih rendah 30 % bila dibanding dengan bola sepak. Pantulan pertama setinggi 55 – 65 cm

Dengan adanya panduan mengenai pemakaian bola yang tepat seperti yang sudah terlampir di atas, maka bagi konsumen penyewa fasilitas berhak untuk memilih bola yang hendak dibawa atau disewa. Mereka ingin bermain dengan bola dengan karakteristik yang bagaimana, pilihan tersebut berada di tangan konsumen. Berbeda dengan konsumen, jika terdapat event perlombaan olah raga sepak bola freestyle, maka digunakanlah jenis bola futsal sebagai bola resmi perlombaan. Menggunakan bola futsal sebagai bola perlombaan karena bola futsal memiliki pantulan cenderung lebih kecil (30 % lebih kecil daripada bola sepak biasa; diakibatkan oleh perbedaan tekanan udara dalam bola) sehingga lebih mudah dikontrol. ( SoccerBallWorld, 2008 )

(15)

Lampiran 4 : Sarana dan Prasarana Sepak Bola Gaya Bebas ( sambungan )

Gambar 5.6. Jenis Bola Yang Boleh Digunakan dalam Pertandingan

4.3. Sepatu

Aturan mengenai sepatu yang dapat dipakai untuk bermain freestyle football ini sebenarnya dipengaruhi oleh lapangan pertandingannya. Jika pertandingan dilakukan di area indoor dengan kata lain menggunakan lapangan dengan bahan rumput sintetis, karet, maupun perkerasan beton, diwajibkan memakai sepatu bola dengan alas karet tanpa spikes. Hal ini bertujuan agar pemain tidak tergelincir sewaktu bertanding dan sepatu yang digunakan tidak merusak lapangan indoor yang tersedia. Lain halnya jika pertandingan dilakukan di area outdoor dengan bahan lapangan berupa rumput, pemain diharuskan memakai sepatu bola yang memiliki spikes agar pemain juga tidak mudah tergelincir.

Gambar 5.7. Contoh Sepatu Yang Boleh Dikenakan ( Wikipedia,2008 )

(16)

Lampiran 5 : Tipe – tipe Gerakan Freestyle Football

Berdasarkan web di situs Wikipedia, klasifikasi Trik – trik Freestyle Football dapat dibedakan menjadi empat, yaitu :

Lowerbody : mengolah bola terutama dengan menggunakan tubuh bagian bawah (kaki dan paha). Gerakan ini sangat populer di kalangan freestyler – freestyler muda.

Gambar 5.8. Contoh Gerakan Lowerbody

(17)

Lampiran 5 : Tipe – tipe Gerakan Freestyle Football ( sambungan )

Upperbody : mengolah bola terutama dengan menggunakan tubuh bagian atas ( kepala, bahu, dan dada ). Gerakan ini sangat digandrungi freestyler yang berasal dari Jepang.

Gambar 5.9. Contoh Gerakan Upperbody Sitting : mengolah bola dilakukan dalam keadaan duduk dan

menggunakan tubuh bagian bawah ( kaki ). Keterbatasan dalam bergerak semakin menambah tingkat kesulitan gerakan ini.

Gambar 5.10. Contoh Gerakan Sitting

(18)

Lampiran 5 : Tipe – tipe Gerakan Freestyle Football ( sambungan )

Groundmoves : tipe gerakan mengolah bola dengan menggunakan seluruh anggota tubuh. Yang membedakan dengan tiga gerakan sebelumnya adalah groundmoves dilakukan tanpa dihadang oleh lawan. Jadi, jika yang melakukan groundmoves adalah freestyler yang cukup handal, maka trik yang dilakukan akan nampak seperti tarian.

Gambar 5.11. Contoh Gerakan Groundmoves

(19)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir

Gambar 5.12. Site Plan

Gambar 5.13. Lay – Out Plan

(20)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.14. Denah Lantai 1

Gambar 5.15. Denah Lantai 2

(21)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.16. Denah Lantai 3

Gambar 5.17. Aksonometri Struktur

(22)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.18. Denah Lantai 4 dan Lantai 5

(23)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.19. Tampak Bangunan

Gambar 5.20. Potongan Bangunan

(24)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.21. Perspektif Eksterior Bangunan Secara Bird Eye View

Gambar 5.22. Ruang – ruang Eksterior Bangunan

(25)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.23. Ruang – ruang Interior Bangunan

Gambar 5.24. Ruang – ruang pada Interior Pendalaman

(26)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.25. Interior Main Lobby dan Souvenir Store

(27)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.26. Suasana Interior Lapangan Pertandingan Final

(28)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.27 Denah Pendalaman

(29)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.28 Potongan Pendalaman

(30)

Lampiran 6 : Hasil Gambar Tugas Akhir ( sambungan )

Gambar 5.29 Utilitas Air Bersih, Air Kotor, dan Listrik dalam Bangunan

Referensi

Dokumen terkait

Dalam bukunya berjudul Cognitive Capitalism, Boutang (2011) memberikan sebuah eksplikasi yang komprehensif tentang transisi dari kapitalisme industri (sistem ekonomi

Bukan Warga Negara (orang asing), adalah mereka yang berada pada suatu negara tetapi secara hukum tidak menjadi anggota negara yang bersangkutan, namun tunduk pada pemerintah di

Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak.Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan

Laminasi bambu betung seharusnya memiliki MOE dan MOR yang lebih tinggi dari bambu tali dan andong karena pengujian pada sampel bilah, bambu betung mempunyai

 Secara berkelompok bekerjasama menyelesaikan masalah yang berkaitan tentang peluang kejadian majemuk (peluang kejadian-kejadian saling bebas, saling lepas, dan

Pengelolaan limbah medis padat puskesmas se kota Pekanbaru telah dilakukan mulai dari tahap pemilahan, pengumpulan, penampungan dan pengangkutan, namun pada tahap

Rencana Aksi ini merupakan dokumen penting bagi pemangku kepentingan di Kabupaten Purwakarta karena dapat memberikan gambaran sejauh mana kondisi kerentanan desa saat

Definisi mie basah menurut SNI adalah produk pangan yang dibuat dari bahan baku utama terigu dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan