SKRIPSI
PENGARUH PENGETAHUAN, MANFAAT DAN RISIKO INVESTASI TERHADAP MINAT INVESTASI PADA MAHASISWA FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
OLEH
NURUL INDAH RAMADHANI 140502150
PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2021
ABSTRAK
PENGARUH PENGETAHUAN, MANFAAT DAN RISIKO INVESTASI TERHADAP MINAT INVESTASI PADA MAHASISWA FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengetahuan, manfaat, dan risiko investasi terhadap minat investasi pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Sumatera Utara program studi S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Ekonomi Pembangunan.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 orang mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara program studi S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Ekonomi Pembangunan caranya dengan teknik pengambilan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara serempak pengetahuan, manfaat, dan risiko investasi berpengaruh signifikan terhadap minat investasi pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Sumatera Utara. Uji parsial menunjukkan bahwa masing-masing pengetahuan, manfaat, dan risiko investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Sumatera Utara.
Kata kunci: Pengetahuan Investasi, Manfaat Investasi, Risiko Investasi, Minat Investasi
ABSTRACT
THE EFFECT OF KNOWLEDGE, BENEFITS AND RISK OF INVESTMENT ON INVESTMENT INTEREST IN STUDENTS
OF THE FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
This research aims to determine and analyze the effect of knowledge, benefits, and risks on investment interest in students of the Economics and Business Faculty, Universitas Sumatera Utara. The population in this research are active students from the faculty of economics and business at the Universitas Sumatera Utara study program S1 Management, S1 Accounting, and S1 Development Economics. The number of samples in this study are 96 active students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sumatera Utara study program S1 Management, S1 Accounting, and S1 Development Economics using accidental sampling techniques.
Data collection using a questionnaire. The analysis technique uses multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that simultaneously the knowledge, benefits, and risks of investment have a significant effect on investment interest in students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sumatera Utara. The partial test shows that the respective knowledge, benefits, and risks of investment have a positive and significant effect on investment interest in students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sumatera Utara.
Keywords: Investment Knowledge, Investment Benefits, Investment Risk, Investment Interest
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan pertolonganNya kepada peneliti sehingga dapat menyelesaikan perkuliahan dan penulisan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pengetahuan, Manfaat, dan Risiko Investasi terhadap Minat Investasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Secara khusus, peneliti ingin mengucapkan rasa terima kasih yang tidak terhingga kepada kedua Orangtua tercinta Papa Efri Lizal, A.Md dan Mama Maya Safitri yang telah memberikan doa dan dukungan kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan studi dengan baik. Dalam kesempatan ini, peneliti juga ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE, M.Si, dan Bapak Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Beby Kendida Hasibuan, SE, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang selalu mendukung dan memberikan arahan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
4. Bapak Syahyunan, M.Si, selaku Dosen Penguji I. Peneliti mengucapkan terimakasih atas kesediaan Bapak dalam memberikan saran serta nasehat
sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
5. Ibu Dr. Khaira Amalia Fachrudin, SE, Ak. MBA., selaku Dosen Penguji II.
Peneliti mengucapkan terimakasih atas kesediaan Ibu dalam memberikan saran serta nasehat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
6. Seluruh Dosen dan Staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara untuk segala jasa-jasanya selama perkuliahan.
7. Kepada suami tersayang Adrian Fauzan Lubis yang selalu menghibur serta memberikan motivasi, semangat dan dorongan dalam mengerjakan skripsi yang tiada henti kepada peneliti.
8. Kepada buah hati tercinta Adiva Nayyara Lubis yang selalu memberikan semangat dalam proses penyelesaian skripsi ini.
9. Kepada adik-adik peneliti yaitu Zikry Fachrizal Nirwan, Sasya Kamilia Mazaya, Shaqira Najihah Farzana, Ibrahimsyah Rizznirwan Hambali, dan Artanabil Rizznirwan Tsaqieb yang selalu mendoakan dan mendukung selama proses penyelesaian skripsi ini.
10. Kepada sahabat dari SMA yaitu Putri Mentari, Ulfah Yoza Salsabila, Humaira Arifah Zahra, dan Nurul Adelia yang telah memberikan motivasi dan dukungan kepada peneliti.
11. Kepada sahabat seperjuangan di kampus Delima, Ulfa, Mercy, Joyce, Niko, Yan, Halan, Samuel dan Iwan yang telah banyak memberikan saran, motivasi dan dukungan yang tiada henti kepada peneliti selama masa perkuliahan hingga mengerjakan skripsi.
12. Kepada seluruh teman-teman pengurus GenBI Sumatera Utara yang tidak
dapat disebutkan satu persatu.
13. Kepada seluruh teman–teman Manajemen stambuk 2014 yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Akhir kata, semoga skripsi ini dapat menambah informasi yang bermanfaat bagi pembaca dan peneliti lainnya. Peneliti juga berharap semoga saran dan kritik yang diperoleh dari pembaca dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya.
Medan, 03 Februari 2020 Peneliti,
Nurul Indah Ramadhani 140502150
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Manfaat Penelitian ... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1 Uraian Teoritis ... 9
2.1.1 Pengetahuan Investasi ... 9
2.1.2 Manfaat Investasi ... 11
2.1.3 Risiko Investasi ... 12
2.1.4 Pengertian Risiko ... 13
2.1.5 Minat Investasi ... 15
2.1.6 Definisi Minat ... 16
2.1.7 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat ... 18
2.1.8 Fungsi Minat ... 19
2.2 Penelitian Terhadulu ... 19
2.3 Kerangka Konseptual ... 22
2.4 Hipotesis ... 23
BAB III METODE PENELITIAN ... 25
3.1 Jenis Penelitian ... 25
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 25
3.3 Batasan Operasional ... 25
3.4 Definisi Operasional ... 26
3.5 Skala Pengukuran Variabel ... 26
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian ... 27
3.6.1 Populasi ... 27
3.6.2 Sampel ... 27
3.7 Jenis Data Penelitian ... 28
3.8 Metode Pengumpulan Data ... 29
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 29
3.9.1 Uji Validitas ... 29
3.9.2 Uji Reliabilitas ... 31
3.10 Teknik Analisis Data ... 32
3.10.1 Analisis Deskriptif ... 32
3.10.2 Analisis Regresi Linier Berganda ... 32
3.11 Uji Asumsi Klasik ... 33
3.11.1 Uji Normalitas ... 33
3.11.2 Uji Heteroskedastisitas ... 33
3.11.3 Uji Multikolinearitas ... 34
3.12 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 35
3.13 Uji Hipotesis ... 35
3.13.1 Uji Signifikansi Serempak (Uji F) ... 35
3.13.2 Uji Signifikasi Parsial (Uji-t) ... 36
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 37
4.1 Deskripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU ... 37
4.2 Statistik Deskripsi ... 37
4.3 Karakteristik Responden ... 37
4.4 Statistik Deskriptif Variabel ... 39
4.4.1 Pengetahuan Investasi ... 40
4.4.2 Manfaat Investasi ... 42
4.4.3 Risiko Investasi ... 44
4.4.4 Minat Investasi ... 47
4.5 Analsis Regresi Linier Berganda ... 50
4.6 Uji Asumsi Klasik ... 51
4.6.1 Uji Normalitas ... 51
4.6.2 Uji Heteroskedastisitas ... 53
4.6.3 Uji Multikolinearitas ... 55
4.7 Uji Koefisiensi Determinasi (R2) ... 55
4.8 Uji Hipotesis ... 56
4.8.1 Uji Signifikan Serempak (Uji f) ... 56
4.8.2 Uji Signifikan Parsial (Uji t) ... 56
4.9 Pembahasan ... 57
4.9.1 Pengaruh Pengetahuan Investasi (X1) Terhadap Minat Investasi ... 57
4.9.2 Pengaruh Manfaat Investasi (X2) Terhadap Minat Investasi ... 59
4.9.3 Pengaruh Risiko Investasi (X3) Terhadap Minat Investasi ... 60
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 61
5.1 Kesimpulan ... 61
5.2 Saran ... 61
DAFTAR PUSTAKA ... 63
DAFTAR LAMPIRAN ... 66
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
1.1 Jumlah Nasabah yang Membuka Rekening Efek Galeri Investasi .
BEI USU dan aktif bertransaksi ... 5
2.1 Penelitian Terdahulu ... 20
3.1 Definisi Operasional ... 26
3.2 Instrumen Skala Likert ... 27
3.3 Uji Validitas ... 30
3.4 Uji Reliabilitas ... 31
3.5 Mean Range Score ... 32
4.1 Tabulasi Silang Karakteristik Responden ... 38
4.2 Jawaban responden tentang Variabel Pengetahuan Investasi (X1) .. 40
4.3 Jawaban responden tentang Variabel Manfaat Investasi (X2) ... 44
4.4 Jawaban responden tentang Variabel Risiko Investasi (X3) ... 47
4.5 Jawaban responden tentang Variabel Minat Investasi (Y) ... 50
4.6 Analisis Regresi Linier Berganda... 51
4.7 Uji Kolmogorov-Smirnov ... 52
4.8 Uji Glejser ... 54
4.9 Uji Multikolonearitas ... 55
4.10 Uji Koefisiean Determinasi (R2) ... 55
4.11 Uji Pengaruh Serempak (Uji F) ... 56
4.12 Uji Signifikansi Pengaruh (Uji-t) ... 57
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman
1.1 Jumlah Investor Pasar Modal ... 2
2.1 Kerangka Konseptual ... 23
4.1 Grafik Histogram ... 52
4.2 Grafik P-Plot ... 53
4.3 Grafik Scatterplot ... 54
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
1. Kuesioner Penelitian ... 66
2. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 70
3. Tabulasi Silang Karakteristik Responden ... 71
4. Jawaban Responden Terhadap Variabel ... 73
5. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 75
6. Uji Normalitas ... 75
7. Uji Heterokedastisitas ... 76
8. Uji Multikolinearitas ... 77
9. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 77
10. Uji Signifikan Secara Serempak (Uji-F) ... 77
11. Uji Signifikan Secara Parsial (Uji-t) ... 77
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasar modal mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Dengan adanya pasar modal investor individu maupun badan usaha dapat menyalurkan kelebihan dana yang dimilikinya untuk diinvestasikan di pasar modal, dan para pengusaha dapat memperoleh dana tambahan modal untuk memperluas jaringan usahanya dari para investor yang berada di pasar modal (Yuliana, 2010).
Investasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa yang akan datang yang berguna untuk mengantisipasi adanya inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Investasi juga dapat diartikan sebagai pembelian suatu aset dengan harapan bahwa aset tersebut akan menghasilkan keuntungan di masa datang.
Namun keuntungan yang diperoleh tersebut tentunya juga akan sebanding dengan risiko yang harus dihadapi oleh investor dimana keuntungan yang tinggi tentunya juga akan diikuti dengan risiko yang tinggi.
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tandelilin, 2010). Investasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu investasi pada riil asset dan investasi pada financial asset. Investasi pada riil asset berupa aset nyata dan berwujud seperti tanah, bangunan, emas dan kekayaan lainnya. Sedangkan investasi financial asset yaitu investasi pada aset keuangan berupa surat-surat berharga pada pasar uang maupun pasar modal misalnya saham,
obligasi maupun deposito.
Pertumbuhan investor di pasar modal Indonesia sebagai salah satu alternatif berinvestasi masyarakat dinilai cukup baik. Hal ini disebabkan pasar modal menjanjikan pengembalian yang lebih besar dibanding perbankan. Pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk dapat memilih secara bebas sekuritas–sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal sesuai dengan preferensi risiko, ketersediaan dana dan jangka waktu investasi. Pasar modal saat ini telah menjadi perhatian masyarakat (Maharani, 2015). Grafik perkembangan jumlah investor di pasar modal di Indonesia dapat dilihat pada Gambar 1.1:
Sumber: KSEI, 2020
Gambar 1.1
Jumlah Investor Pasar Modal
Dari Gambar 1.1 dapat dilihat bahwa jumlah investor di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Dari tahun 2017 ke tahun 2018 terjadi peningkatan sebesar 44,24 persen dimana jumlah investor tahun 2017 adalah 1.122.668 orang dan pada tahun 2018 adalah 1.619.372 orang. Dari tahun 2018 ke
3
tahun 2019 peningkatan juga terjadi sebesar 53,41 persen dimana jumlah investor tahun 2019 adalah 2.484.354 orang. Dan pada bulan juli tahun 2020 jumlah investor sudah mencapai 3.022.366 , meningkat sebesar 21,66 persen. Hal ini menunjukkan bahwa minat berinvestasi pada masyarakat di Indonesia sudah semakin tinggi.
Peningkatan jumlah investor tersebut memang menunjukkan bahwa semakin tinggi minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi.
Namun jumlah tersebut masih rendah, jika dilihat dari perbandingan jumlah investor dan jumlah penduduk Indonesia. Jumlah investor di pasar modal sebanyak 3.022.366 jiwa hanya sebesar 1.125 persen dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yaitu 268.583.016 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa sangat sedikit masyarakat Indonesia yang berinvestasi di pasar modal.
Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengelola penjualan efek diIndonesia terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan investasi masyarakat di pasar modal. Salah satunya dengan menambah jumlah Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (Bank RDN). Penambahan ini dimaksudkan untuk memudahkan investor dalam pembelian produk produk pasar modal, pembelian saham perdana emiten, dan reksadana melalui perbankan (Wiyono, 2015).
Bursa Efek Indonesia yang berperan sebagai fasilitator perdagangan efek di Indonesia membuat sebuah konsep kampanye industri pasar modal yang kuat dan berskala nasional dengan tujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pasar modal Indonesia, dengan judul kampanye "Yuk Nabung Saham".
Yuk Nabung Saham (YNS) merupakan kampanye untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli Saham
secara rutin dan berkala. Kampanye ini dimaksudkan agar merubah kebiasaan masyarakat Indonesia dari kebiasaan menabung menjadi berinvestasi, sehingga masyarakat Indonesia mulai bergerak dari saving society menjadi investing society.
Selain kampanye “Yuk Nabung Saham” BEI juga mengadakan berbagai kampanye, seminar, juga membuka galeri saham di berbagai tempat di Indonesia.
Dengan berbagai hal yang dilakukan BEI ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di pasar modal, dan jumlah investor akan semakin meningkat (Kusuma, 2013). Menurut direktur utama BEI Tito Sulistiyo dalam Beritasatu.com guna mendukung program sosialisasi dan edukasi, maka BEI bertekat untuk menambah jumlah galeri investasi sebanyak 45 galeri pada tahun 2016. Dengan dibuka dan ditambahnya jumlah galeri investasi tersebut di harapkan menarik lebih banyak emiten baru dan menambah jumlah investor di pasar modal serta mempermudah kalangan akademisi khususnya mahasiswa untuk melakukan investasi di pasar modal. Sebagaimana diketahui, galeri investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan sarana untuk memperkenalkan pasar modal sejak dini kepada dunia akademisi. Galeri investasi BEI berkonsep 3 in 1 yang merupakan kerjasama antara BEI, perguruan tinggi dan perusahaan sekuritas, dengan adanya galeri investasi diharapkan tidak hanya memperkenalkan pasar modal dari sisi teori saja akan tetapi juga prakteknya.
Universitas Sumatera Utara, merupakan salah satu universitas yang telah mempunyai galeri investasi, dibukanya galeri investasi ini merupakan program kerja sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Istilah investasi pasar modal bukanlah
5
hal yang asing bagi mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Untuk menambah pengetahuan akan investasi pasar modal juga bisa di dapatkan melalui seminar pasar modal yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan melalui galeri investasi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dengan seminar yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia dan galeri investasi yang ada, maka Bursa Efek Indonesia mengharapkan pengetahuan masyarakat khususnya mahasiswa dapat bertambah, dengan bertambahnya pengetahuan mahasiswa akan investasi, maka minat investasi mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal akan bertambah.
Adapun data jumlah nasabah yang telah melakukan pembukaan rekening efek di galeri investasi Bursa Efek Indonesia di Universitas Sumatera Utara dari tahun 2013 sampai 2017 yang masih aktif bertransaksi yaitu:
Tabel 1.1
Jumlah Nasabah yang Membuka Rekening Efek di Galeri Investasi BEI USU dan Aktif Bertransaksi
Tahun Jumlah (orang) Transaksi (Rp)
2015 132 2.145.356.300,-
2016 227 4.877.304.100,-
2017 281 10.432.794.680,-
2018 465 18.756.943.200,-
2019 521 30.246.616.600,-
Sumber: Galeri Investasi Universitas Sumatera Utara
Dilihat dari Tabel 1.1, jumlah mahasiswa yang berinvestasi di galeri investasi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Namun jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU jumlah investor di galery investasi hanya sebesar 9,4 persen. Banyak mahasiswa aktif sebanyak 5.528 orang sementara jumlah investor di galery investasi hanya sebanyak 521
orang. Dapat dilihat bahwa minat berinvestasi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara tergolong rendah.
Banyak faktor mempengaruhi minat berinvestasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi minat investasi antara lain Pengetahuan Investasi, Manfaat Investasi dan Risiko Investasi. Menurut Baihaqi (2016) pengetahuan investasi adalah informasi yang telah diorganisasikan di dalam memori sebagai bagian dari sebuah sistem atau jaringan informasi yang terstruktur mengenai investasi.
Manfaat investasi adalah bagaimana sikap masyarakat mengenai pentingnya kegunaan akan suatu produk investasi saham. Manfaat investasi ini memberikan dorongan mengenai keuntungan akan suatu jenis produk investasi (Tandelilin, 2010). Menurut Syahyunan (2013) risiko adalah return negative dari suatu investasi. Dalam statistika, ukuran risiko adalah standar deviasi yang dihitung dari gejolak naik turunnya atau volatilitas harga. Semakin besar fluktuasi harga, semakin besar volatilitas, semakin besar debaran jantung investor sehingga semakin besar risiko.
Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pengetahuan Investasi, Manfaat Investasi dan Risiko Investasi terhadap Minat Investasi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Apakah pengetahuan investasi, manfaat investasi, dan risiko investasi secara
7
serempak berpengaruh terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
2. Apakah pengetahuan investasi berpengaruh terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
3. Apakah manfaat investasi berpengaruh terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
4. Apakah risiko investasi berpengaruh terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengetahuan investasi, manfaat investasi dan risiko investasi terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengetahuan investasi terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh manfaat investasi terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh risiko investasi terhadap minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Bursa Efek Indonesia
Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh Bursa Efek Indonesia dalam menetapkan strategi untuk menjaring investor-investor baru terutama mahasiswa.
2. Bagi Universitas Sumatera Utara
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam kebijaksanaan yang lebih baik di masa yang akan dating. Terutama untuk memberikan masukan dan tambahan informasi serta penyampaian saran yang mungkin bermanfaat bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, mengenai masalah minat investasi pada mahasiswa.
3. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi mengenai pengaruh pengetahuan investasi, manfaat investasi dan risiko investasi terhadap minat investasi pada mahasiswa.
4. Bagi Peneliti Lainnya
Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi yang nantinya dapat memberikan perbandingan dalam mengadakan penelitian lebih lanjut di masa yang akan datang, khususnya mengenai pengetahuan di bidang keuangan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Teoritis
Investasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa datang yang berguna untuk mengantisipasi adanya inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Investasi juga dapat diartikan sebagai pembelian suatu aset dengan harapan bahwa aset tersebut akan menghasilkan keuntungan di masa datang.
Namun keuntungan yang diperoleh tersebut tentunya juga akan sebanding dengan resiko yang harus dihadapi oleh investor dimana keuntungan yang tinggi tentunya juga akan diikuti dengan resiko yang tinggi.
Investasi di pasar modal telah menjadi pilihan yang menarik. Hal ini disebabkan pasar modal menjanjikan pengembalian yang lebih besar dibanding perbankan. Pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk dapat memilih secara bebas sekuritas–sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal sesuai dengan preferensi risiko, ketersediaan dana dan jangka waktu investasi.
2.1.1 Pengetahuan Investasi
Menurut Baihaqi (2016) pengetahuan adalah informasi yang telah diorganisasikan di dalam memori sebagai bagian dari sebuah system atau jaringan informasi yang terstruktur. Dengan kata lain pengetahuan adalah informasi yang telah diproses. Suatu aktifitas pembelajaran akan menyebabkan penambahan informasi mengenai sesuatu yang dipelajari dan menyebabkan suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari informasi yang diterima individu dalam interaksi
dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.
Informasi yang diterima oleh individu baik dari aktivitas pembelajaran di kampus, pelatihan-pelatihan, seminar-seminar seperti seminar pasar modal merupakan bentuk pembelajaran bagi individu yang kemudian akan menumbuhkan minat bagi individu tersebut.
Menurut Syahyunan (2015) investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Seorang investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah dividen di masa mendatang sebagai imbalan atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi tersebut.
Martalena & Malinda (2011) investasi merupakan bentuk penundaan konsumsi masa sekarang untuk memperoleh konsumsi di masa yang akan datang, dimana didalamnya terkandung unsur resiko ketidakpastian, sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut.
Pengetahuan investasi adalah pengetahuan dasar yang dimiliki untuk melakukan investasi. Ukuran variabel yang digunakan untuk pengetahuan investasi adalah pemahaman tentang kondisi berinvestasi, pengetahuan dasar penilaian saham, tingkat risiko dan tingkat pengembalian (return) investasi (Kusmawati, 2011). Pengetahuan akan hal tersebut akan memudahkan seseorang untuk mengambil keputusan berinvestasi, karena pengetahuan merupakan dasar pembentukan sebuah kekuatan bagi seseorang untuk mampu melakukan sesuatu yang diinginkannya. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Halim (2005)
11
bahwa untuk melakukan investasi di pasar modal diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang akan dibeli. Pengetahuan yang memadai sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kerugian saat berinvestasi di pasar modal, seperti pada instrumen investasi saham. Dilansir dari Logikabisnis.com mengenai prihal-prihal yang harus di pahami dan dipertimbangkan seseorang sebelum berinvestasi diantarnya yakni memahami cara kerja dan tujuan bisnis/investasi, mahami risiko return yang diperoleh, mempelajari tentang bisnis perusahaan tempat berinvestasi, memilih perusahaan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat, jangka waktu berinvestasi, mengalokasikan portofolio secara efsien, mempelajari tentang analisis saham baik teknikal maupun fundamental, bersikap tidak terlalu agresif sehingga perlu adanya defensif, disiplin dan jangan serakah.
2.1.2 Manfaat Investasi
Manfaat investasi adalah bagaimana sikap masyarakat mengenai pentingnya kegunaan akan suatu produk investasi saham. Manfaat investasi ini memberikan dorongan mengenai keuntungan akan suatu jenis produk investasi. Implikasinya masyarakatakan berusaha melakukan kegiatan investasi di pasar modal dikarenakan pentingnya manfaat yang akan didapat dari melakukan kegiatan investasi di pasar modal. Banyak sekali manfaat investasi yang bisa didapatkan di masa yang akan datang, diantaranya:
1. Melindungi uang atau aset dari kenaikan inflasi
Inflasi selalu terjadi setiap tahun. Data menunjukkan bahwa pada 10 tahun terakhir, 2008-2017 inflasi sebesar 55,5 persen. Karena itu, jika tidak
menanamkan uang pada investasi, maka uang akan tergerus nilainya terus menerus sebesar tingkat inflasi tersebut. Nilai uang yang simpan pada investasi akan meningkat sesuai dengan kenaikan inflasi, sebab nilai sebuah investasi juga akan meningkat seiring dengan kenaikan inflasi itu sendiri. Sementara itu, jika menyimpan uang di tabungan, bisa jadi nilainya tergerus karena inflasi.
Sebab, suku bunga yang diberikan tiap tahun dari bank tidak akan pernah bertambah walaupun inflasi yang terjadi sangat tinggi. Dengan demikian, ketika harga-harga kebutuhan pokok meningkat tinggi, jumlah tabungan hanya meningkat sedikit, tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan inflasi.
2. Meningkatkan nilai aset atau kekayaan
Manfaat lain dari investasi adalah untuk meningkatkan nilai kekayaan.
Contohnya, investasi pada deposito akan menambah 33,82 persen dari uang, dengan instrumen investasi emas akan meningkat 45,88 persen, lalu 79,62 persen keuntungan dari investasi obligasi, dan 180,94 persen bila menggunakan saham sebagai instrumen investasi. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa investasi bisa mengalahkan inflasi yang 29,52 persen.
Maka, apabila berencana untuk menabung di masa depan, maka investasi adalah sarana yang tepat.
3. Memenuhi kebutuhan di masa depan
Kebutuhan seperti pendidikan anak, kesehatan, dan dana pensiun adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan sedini mungkin. Investasi adalah hal yang wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
2.1.3 Risiko Investasi
13
Dalam sebuah investasi menghitung return saja tidaklah cukup, risiko dari investasi juga perlu diperhitungkan. Return dan risiko merupakan dua hal yang tidak terpisah, karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade-off dari kedua faktor ini.
2.1.4 Pengertian Risiko
Menurut Syahyunan (2013) risiko adalah return negative dari suatu investasi. Dalam statistika, ukuran risiko adalah standar deviasi yang dihitung dari gejolak naik turunnya atau volatilitas harga. Semakin besar fluktuasi harga, semakin besar volatilitas, semakin besar debaran jantung investor sehingga semakin besar risiko. Hartono (2015) menyatakan bahwa return dan risiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar risiko yang ditanggung, semakin besar return yang akan dikompensasikan. Pengertian risiko menurut Horne & Wachowicz (2012) risiko sebagai variabilitas return terhadap return yang diharapkan untuk menghitung risiko, metode yang banyak digunakan adalah deviasi standar (standard deviation) yang mengukur absolut penyimpangan nilai-nilai yang sudah terjadi dengan nilai ekspektasinya.
Menurut Darmadji & Fakhruddin (2012) saham dikenal dengan karakteristik imbal hasil tinggi, resiko tinggi (high risk, high return). Artinya saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan tinggi namun juga berpotensi resiko tinggi. Risiko investor yang memiliki saham, diantaranya:
1. Tidak mendapat dividen
Perusahaan akan membagikan dividen jika operasinya menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, perusahaan tidak dapat membagikan dividen
jikaperusahaan tersebut mengalami kerugian. Dengan demikian potensi kerugianinvestor untuk mendapatkan dividen ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.
2. Capital Loss
Capital loss adalah menjual saham dengan harga jualyang lebih rendah
dariharga beli. Dalam menjual saham terkadang untuk menghindari potensikerugian yang makin besar akibat penurunan harga saham, maka seorang investor rela menjual harga saham dengan harga rendah atau disebut cut loss. Di samping resiko tersebut, seorang pemegang saham juga masih
diperhadapkan dengan potensi resiko lainnya yaitu perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, saham dikeluarkan dari Bursa (delisting) dan saham diberhentikan sementara (suspensi).
Menurut Syahyunan (2015) sikap investor terhadap risiko akan sangat tergantung kepada preferensi investor tersebut terhadap risiko. Investor yang lebih berani akan memilih investasi yang memiliki risiko tinggi, yang diikuti tingkat keuntungan yang tinggi pula. Sebaliknya investor yang tidak mau menanggung risiko yang terlalu tinggi, tentunya tidak akan bisa mengharapkan tingkat keuntungan yang terlalu tinggi. Jenis investor dalam menghadapi risiko ada tiga:
pertama, risk seeker, sikap seorang investor yang berani mengambil risiko.
Investor yang demikian berani melakukan investasi meskipun tambahan risiko yang ditanggung lebih besar dari tambahan keuntungan.Kedua, indifferent to risk, yaitu sikap seorang investor yang tidak peduli terhadap risiko.Investor yang demikian bersedia untuk melakukan investasi berapa pun risikonya, walaupun
15
tingkat keuntungan yang diharapkan tidak berubah. Ketiga risk averter, yaitu sikap seorang investor yang menghindari risiko. Investor tersebut hanya bersedia melakukan investasi jika tambahan keuntungan yang diharapkan lebih besar dari tambahan risiko.
Penilaian subjektif oleh seseorang terhadap kemungkinan dari sebuah kejadian (risiko) kecelakaan dan seberapa khawatir individu dengan konsekuensi atau dampak yang ditimbulkan kejadian tersebut (Suhir, Suyadi, & Riyadi, 2014). Adapun indikator yang sudah diteliti untuk mengukur persepsi risiko (Haekal & Widjajanta, 2016):
1. Risiko kinerja : mencerminkan ketidakpastian tentang apakah produk atau jasa akan melakukan seperti yang diharapkan.
2. Risiko keuangan : ketidak pastian yang terjadi pada keadaan laporan keuangan.
3. Risiko fisik/keamanan risiko : potensi bahaya suatu produk atau jasa yang mungkin menimbulkan kelamatan orang lain.
4. Risiko sosial : ketidakpastian yang ditimbulkan terhadap lingkungan kemasyarakatan yang timbul dari pembelian, menggunakan dan membuang.
5. Risiko psikological : mencerminkan perhatian konsumen mengenai sejauh mana suatu produk atau jasa sesuai dengan cara sesuai dengan diri mereka sendiri.
6. Risiko waktu : ketidakpastian tentang lamanya waktu yang harus diinvestasikan dalam membeli, menggunakan, atau membuang produk dan jasa.
2.1.5 Minat Investasi
Ciri-ciri seseorang yang berminat untuk berinvestasi dapat diketahui dengan seberapa berusahanya mereka dalam mencari tahu tentang suatu jenis investasi, mempelajari dan kemudian mempraktikanya. Hal ini senada dengan pendapat Kusmawati (2011) yang menyatakan bahwa minat berinvestasi adalah keinginan
untuk mencari tahu tentang jenis suatu investasi dimulai dari keuntungan, kelemahan, kinerja investasi dan lain sebagainya. Ciri lain yang dapat dilihat adalah mereka akan berusaha meluangkan waktu untuk mempelajari lebih jauh tentang investasi tersebut atau mereka langsung mencoba berinvestasi pada jenis investasi tersebut, bahkan menambah ’porsi’ investasi mereka yang sudah ada.
Triwijayati & Koesworo (2006) mengungkapkan dalam teori sikap yaitu Theory of Reasoned Action yang dikembangkannya, bahwa adanya keinginan untuk
bertindak karena adanya keinginan yang spesifik untuk berperilaku. Ini menunjukkan bahwa niat berperilaku dapat menunjukkan perilaku yang akan dilakukan oleh seseorang. Hal tersebut menunjukan bahwa seorang yang memiliki minat berinvestasi maka kemungkinan besar dia akan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mencapai keinginan mereka untuk berinvestasi, seperti mengikuti pelatihan dan seminar tentang investasi, menerima dengan baik penawaran investasi, dan pada akhirya melakukan investasi.
2.1.6 Definisi Minat
Minat menurut Stiggins (1994) adalah salah satu dimensi dalam aspek afektif yang memiliki peran besar dalam kehidupan seseorang. Dimensi afektif ini mencakup beberapa hal diantaranya yaitu:
1. Berhubungan dengan perasaan mengenai obyek berbeda.
2. Perasaan-perasaan tersebut memiliki arah yang dimulai dari titik netral ke titik yang berlawanan, tidak positif dan tidak negatif.
3. Berbagai perasaan yang memiliki intensitas berbeda, dari lemah, sedang, hingga kuat.
17
Widyastuti (2004) menyatakan minat merupakan keinginan yang didorong oleh suatu keinginan setelah melihat, mengamati dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhan yang diinginkannya. Minat menunjukkan seberapa banyak upaya yang direncanakan seseorang untuk melakukan sesuatu (Tengker & Morasa, 2007).
Menurut Kamisa minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan (Khairani, 2017). Pengertian ini memberikan makna bahwa minat sebagai suatu keinginan terhadap sebuah objek dan tentunya setelah timbul minat, maka seseorang akan melakukan aktivitas. Tindakan atau aktivitas yang dilakukan seseorang pada dasarnya untuk memenuhi keinginan terhadap objek yang dianggap menimbulkan minat seperti keinginan mencari tahu tentang suatu jenis investasi, mau meluangkan waktu untuk mempelajari lebih jauh investasi dan mencoba berinvestasi.
Khairani (2017) minat pada dasarnya adalah sebab akibat dari pengalaman. Salah satu factor yang mempengaruhi minat adalah factor inner urge yaitu bahwa rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas yang dilakukan.
Misalnya seseorang yang berminat terhadap mata kuliah yang berhubungan dengan investasi saham, maka ia akan sungguh-sungguh mempelajarinya dan menerapkannya seperti rajin mempelajarinya dengan mengikuti seminar tentang investasi saham, membaca buku tentang investasi saham agar memiliki pengetahuan yang cukup mengenai investasi saham dan akan mencoba untuk
mempraktikkannya dengan membuka rekening saham. Pengetahuan tersebut seperti jenis investasi, tingkat return berinvestasi saham, tingkat risiko berinvestasi saham, cara memilih investasi saham yang tepat.
Menurut Slameto (2010) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa tertarik pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Dimana apabila seseorang beriminat terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas tersebut secara konsisten dengan rasa senang dikarenakan hal tersebut datang dari dalam diri seseorang yang didasarkan rasa suka dan tidak ada paksaan dari pihak luar.
Shaleh & Wahab (2004), mendefinisikan minat sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian kepada orang dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai dengan perasaan senang. Sujanto (2004) menyatakan minat sebagai suatu pemusatan perhatian yang secara tidak sengaja terlahir dengan penuh kemauannya dan tergantung dari bakat dan lingkungannya.
Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa minat merupakan salah satu dari dimensi dalam aspek afektif yang dapat menyebabkan seseorang memiliki intensitas atau kecenderungan kesukaan yang berbeda anatara suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya setelah melihat, mengamati dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhannya disertai dengan upaya yang direncanakan dan perasaan senang.
2.1.7 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat
Fatmasari (2011) menerangkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
19
timbulnya minat, secara garis besar dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1. Dorongan dari dalam diri individu yang bersangkutan (misal: bobot, umur, jenis kelamin, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian).
2. Dorongan dari pihak luar (misalnya: lingkungan, sekolah dan masyarakat).
Hurlock (1978) mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi sikap dan minat seseorang terhadap pekerjaan adalah sebagai berikut:
1. Sikap orang tua 2. Pekerjaan bergengsi
3. Kekaguman pada seseorang 4. Kemampuan dan minat 5. Kesesuaian seks
6. Kesempatan untuk mandiri 7. Stereotip budaya
8. Pengalaman pribadi
2.1.8 Fungsi Minat
Fungsi minat tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan fungsi dari motivasi. Persamaan diantara kedua fungsi tersebut yaitu adanya keinginan, hasrat, dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam dirinya untuk melaksanakan sesuatu dan juga memberi tujuan dan arah kepada tingkah laku sehari–hari (Gerungan, 1996).
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian ini mendapat ide dan pengetahuan dari penelitian terdahulu yang
beragam. Review atas penelitian terdahulu dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut ini:
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama
Peneliti Judul Variabel
Penelitian Hasil Penelitian
1 Malik
(2017)
Analisa Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Minat
Masyarakat Berinvestasi di Pasar Modal Syariah melalui Bursa Galeri Investasi Uisi
Variabel Independen:
Risiko Berinvestasi, Level Pendapatan, Motivasi, Pengetahuan tentang Investasi, Persepsi dan Belajar Variabel
Dependen: Minat Investasi
1. Risiko berbanding positif terhadap Minat Investasi 2. Pendapatan dan Motivasi
berbanding positif terhadap Minat Investasi
3. Pengetahuan, Persepsi dan Belajar berbanding negative terhadap Minat Investasi 4. Variabel paling positif dan
signifikan adalah Risiko, Pendapatan dan Motivasi 5. Variabel Belajar, Motivasi,
Pendapatan, Persepsi, Risiko dan Pengetahuan secara bersama sama memiliki pengaruh terhadap Minat Investasi saham syariah sebesar 84,9 persen 2 Jagongo &
Mutswenje (2014)
A Survey of the Factors Influencing Investment Decisions: The Case of Individual Investors at The NSE
Variabel Independen:
Accounting information, Self image/firm image coincidence, Advocate recommendation, Personal
financial needs, Neutral information Variabel Dependen:
Investment decision
1. Hasil dari Teknik Analisis Faktor, urutan faktor mulai dari yang terpenting adalah Firms position and performance;
Investment returns and economic conditions; Diversification and loss minimization; Third party opinion; The goodwill of the firm and accounting information;
Perception towards the firm;
Environmental factors; Firms feeling and Risk minimization.
2. Hasil dari tes Friedman, faktor yang mempengaruhi keputusan investasi adalah reputation of the firm, firm’s status in industry, expected corporate earnings, profit andcondition of statement, past performance firm’s stock, price per share, feeling on the economy and expected divided by investors.
3. Raditya, Budiarta &
Suardikha (2014)
Pengaruh Modal Investasi Minimal di Bni Sekuritas, Return, dan Persepsi
Variabel Independen:
Modal Investasi Minimal, Persepsi Terhadap Risiko Dan Return
1. Modal Investasi minimal tidak berpengaruh pada Minat Investasi
2. Persepsi Terhadap Risiko berpengaruh pada Minat Investasi
21
Terhadap Risiko pada
Variabel
Dependen: Minat
3. Return berpengaruh pada Minat Investasi
Lanjutan Tabel 2.1
No Nama
Peneliti Judul Variabel
Penelitian Hasil Penelitian Minat Investasi,
dengan Penghasilan sebagai Variabel Moderasi
Investasi 4. Penghasilan tidak mampu memoderasi hubungan Modal Investasi Minimal, Return, serta Persepsi Terhadap Risiko dengan Minat Investasi
5. Penghasilan, Persepsi Terhadap Risiko, Return, serta Modal hanya merupakan beberapa variabel bebas yang
mempengaruhi variabel Minat Investasi yaitu sebesar 20,1 persen
4 Situmorang, Andreas &
Natariasari (2014)
Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Berinvestasi Di Pasar Modal Dengan Pemahaman Investasi Dan Usia Sebagai Variabel Moderat
Variabel Independen:
Motivasi.
Variabel Dependen:
Minat Berinvestasi.
1. Hasil uji parsial pengaruh motivasi (sosial, penghargaan dan aktualisasi) tidak
berpengaruh terhadap minat berinvestasi di pasar modal.
2. Hasil uji parsial pengaruh motivasi (sosial, penghargaan dan aktualisasi) terhadap minat berinvestasi setelah dimoderasi oleh variabel pemahaman investasi menunjukkan bahwa hanya sosial saja yang berpengaruh terhadap minat berinvestasi.
3. Hasil uji parsial pengaruh motivasi (sosial, penghargaan diri dan aktualisasi diri) terhadap minat investasi dimoderasi oleh usia, menunjukkan bahwa hanya motivasi sosial saja yang berpengaruh terhadap minat berinvestasi setelah dimoderasi oleh variabel usia. Sementara penghargaan diri dan aktualisasi diri tidak berpengaruh terhadap minat berinvestasi.
5 Christanti &
Mahastanti (2011)
Faktor-Faktor yang
Dipertimbangkan Investor dalam Melakukan Investasi
Variabel Independen:
Behavioral Motivation (Self image/firm image
1. Hasil Analisis Crosstab Usia dengan Kriteria dalam Pengambilan Keputusan Investasi : investor yang berusia muda 25-29 dan tua 50-54 yang mempertimbangkan hampir semua faktor, sedangkan usia
coincidence, social relevance, advocate
dibawah dan diatas 25-29 tidak terlalu banyak
mempertimbangkan banyak faktor.
Lanjutan Tabel 2.1
No Nama
Peneliti Judul Variabel
Penelitian Hasil Penelitian recommendation,
Personal financial needs), Economic Factors (Neutral Information, Accounting Information, Classic)
Dependen: Minat Berinvestasi
2. Hasil Analisis Crosstab Jenis Kelamin dengan Kriteria dalam Pengambilan Keputusan Investasi : investor
perempuan masih terlalu takut sehingga sangat berhatu-hati dalam mengambil keputusan karena semua faktor sangat dipertimbangkan dalam keputusan investasinya.
3. Hasil Analisis Crosstab Tingkat Pendidikan dengan Kriteria dalam Pengambilan Keputusan Investasi : dengan tingkat pendidikan yang sudah tergolong tinggi tidak membuat investor percaya diri untuk menentukan faktor- faktor mana yang lebih penting, investor lulusan S1 pun masih
mempertimbangkan semua faktor yang berhubungan dengan kegiatan
investasinya.
4. Hasil Analisis Crosstab Lama Investasi dengan Kriteria dalam Pengambilan Keputusan Investasi : Investor yang terolong masih barulah yaitu 1-3 tahun yang masih memperhatikan dan mempertimbangkan semua faktor sebelum mengambil keputusan, sedangkan investor yang sudah cukup lama berinvestasi sudah mulai mengurangi faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam keputusan investasinya.
5. Faktor yang banyak dipertimbangkan investor dalam melakukan investasi adalah Neutral Information, Accounting Information, dan aspek demografi juga mempengaruhi keputusan investasi investor.
2.3 Kerangka Konseptual
Menurut Sugiyono (2012) kerangka berfikir adalah menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Iskandar (2008) mengemukakan
23
bahwa dalam penelitian kuantitatif, kerangka konseptual merupakan suatu kesatuan kerangka pemikiran yang utuh dalam rangka mencari jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah penelitian yang menjelaskan tentang variabel-variabel, hubungan antara variabel-variabel secara teoritis yang berhubungan dengan hasil penelitian yang terdahulu yang kebenarannya dapat diuji secara empiris. Faktor yang diteliti dalam penelitian ini terdiri atas 4 variabel yaitu Pengetahuan Investasi, Manfaat Investasi, Risiko Investasi dan Minat Investasi.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat digambarkan dalam kerangka dan paradigma penelitian sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
2.4 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010) “Hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara berdasarkan rumusan masalah yang kebenarannya akan diuji dalam pengujian hipotesis”. Berdasarkan kerangka konseptual yang telah dibuat, peneliti
Pengetahuan Investasi
Manfaat Investas Minat Investasi
Risiko Investasi
mengemukakan hipotesis penelitian sebagai berikut :
1. Pengetahuan Investasi, Manfaat Investasi dan Risiko Investasi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Minat Investasi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Sumatera Utara.
2. Pengetahuan Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Sumatera Utara.
3. Manfaat Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Sumatera Utara.
4. Risiko Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Sumatera Utara.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Menurut Sugiyono (2012). Jenis-jenis penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan tingkat kealamiahan objek yang diteliti. Selanjutnya penelitian ini termasuk kedalam penelitian metode asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih untuk melihat hubungan antar variabel melalui pengujian hipotesis pada judul penelitian yaitu “Pengaruh Pengetahuan Investasi, Manfaat Investasi dan Risiko Investasi terhadap Minat Investasi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara”.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian ini dilakukan yaitu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Jalan Prof. T. M. Hanafiah Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus dan September 2018.
3.3 Batasan Operasional
Untuk menghindari pembahasan yang tidak terarah dan mengakibatkan tidak tepatnya sasaran yang diharapkan, maka langkah berikutnya penulis perlu membatasi masalah yang di bahas, hanya pada:
1. Variabel Independen (X) , yaitu variabel Pengetahuan Investasi (X1), variabel Manfaat Investasi (X2) dan variabel Risiko Investasi (X3).
2. Variabel Dependen (Y), yaitu variabel Minat Investasi (Y).
3.4 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Definisi Indikator Skala Ukur
Pengetahuan Investasi
(X1)
Pengetahuan dasar yang dimiliki mahasiswa mengenai investasi
1. Pengetahuan dasar penilaian saham 2. Tingkat risiko
3. Tingkat pengembalian (return) investasi
Guttman
Manfaat Investasi (X2)
Bagaimana sikap masyarakat mengenai pentingnya kegunaan akan suatu produk investasi saham
1. Kehidupan yang layak di masa mendatang
2. Melindungi nilai kekayaan terhadap tekanan inflasi
Likert
Risiko Investasi
(X3)
Resiko atau return negatif yang diperoleh dari investasi
1. Risiko kinerja 2. Risiko keamanan 3. Risiko fisik 4. Risiko sosial
5. Risiko psikologis Risiko waktu
Likert
Minat Investasi
(Y)
Keinginan untuk berinvestasi
1. Keinginan untuk mencari tahu tentang jenis suatu investasi 2. Mau meluangkan waktu untuk
mempelajari lebih jauh tentang investasi dengan mengikuti pelatihan dan seminar investasi 3. Mencoba berinvestasi
Likert
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Sistem pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan Skala Guttman dan Skala Likert. Menurut Sugiyono (2014) “Skala Guttman adalah skala yang digunakan untuk mendapatkan jawaban tegas dari
responden, yaitu hanya terdapat dua interval seperti “setuju-tidak setuju”; “ya- tidak”; “benar-salah”; “positif-negatif”; “pernah-tidak pernah” dan lain-lain”. Skala pengukuran ini dapat menghasilkan pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda meupun check list, dengan jawaban yang dibuat skor tertinggi (setuju) satu dan terendah (tidak setuju) nol.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi
27
seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial. Skala Likert menggunakan lima tingkatan jawaban sebagai berikut :
Tabel 3.2
Instrumen Skala Likert
No. Skala Pengukuran Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : Sugiyono (2010)
3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2010) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara program studi S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Ekonomi Pembangunan.
3.6.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono 2010). Dalam penelitian ini sampel diambil dengan rancangan sampel nonprobabilitas.
Kriteria pemilihan sampel sebagai berikut :
1. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
2. Mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara program studi S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Ekonomi Pembangunan angkatan 2016-2018
Pengambilan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin:
𝑛 = N 1 + Ne2
𝑛 = 2219
1 + 2219(0.1)2 𝑛 = 95,68
𝑛 = 96 Keterangan :
n = jumlah sampel
N = jumlah seluruh total populasi
e = batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Berdasarkan hasil tersebut, sampel dibulatkan menjadi 96 orang. Untuk mecari 96 responden caranya dengan teknik pengambilan accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan ditemui oleh peneliti dan memiliki kriteria yang sesuai maka akan dijadikan sebagai sampel
.
3.7 Jenis Data Penelitian
Jenis data yang digunakan peneliti untuk menganalisis masalah dan menguji hipotesis, yaitu:
1. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden yang terpilih pada
29
lokasi penelitian. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan cara memberikan kuesioner dengan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai pengetahuan investasi, manfaat investasi, risiko investasi dan minat investasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh melalui dokumen yang dipelajari melalui buku, jurnal, majalah dan website internet untuk mendukung penelitian.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan instrumen pengumpulan data yang berupa angket/kuisioner yang akan diberikan kepada para Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sebagai responden.
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.9.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2014), Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Suatu pengukuran instrumen pengukuran dikatakan valid jika instrumen tersebut dapat mengukur construct sesuai dengan tujuan dan harapan peneliti.
Uji validitas digunakan untuk mengukur apakah data yang didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner).
Uji validitas ini dilakukan pada 30 orang mahasiswa aktif manajemen fakultas ekonomi dan bisnis universitas sumatera utara diluar sampel penelitian. Jika nilai rhitung ≥ rtabel
dan bernilai positif maka pernyataan tersebut dikatakan valid (Ghozali, 2016). Dengan n = 30; df = n – 2 = 30 – 2 = 28, maka pada α = 0,05 diperoleh rtabel = 0,361.
Tabel 3.3 Uji Validitas
Pertanyaan r hitung rtabel Keterangan Manfaat Investasi (X2)
X2_1 0,851 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X2_2 0,739 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X2_3 0,899 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X2_4 0,895 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X2_5 0,888 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid)
Risiko Investasi (X3)
X3_1 0,917 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_2 0,888 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_3 0,795 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_4 0,886 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_5 0,958 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_6 0,945 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_7 0,944 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_8 0,885 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_9 0,958 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_10 0,875 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_11 0,715 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) X3_12 0,870 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid)
Minat Investasi(Y)
Y_1 0,878 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_2 0,939 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_3 0,936 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_4 0,878 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_5 0,892 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_6 0,941 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_7 0,732 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_8 0,887 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Y_9 0,865 0,361 R Hitung > R Tabel (Valid) Sumber : Lampiran 2
31
Berdasarkan Tabel 3.3 diketahui nilai r hitung dari 5 butir pernyataan pada variabel Manfaat Investasi (X2) adalah lebih besar dari 0,361, nilai r hitung dari 12 butir pernyataan pada variabel Risiko Investasi (X3) adalah lebih besar dari 0,361, dan nilai r hitung dari 9 butir pernyataan pada variabel Minat Investasi (Y) adalah lebih besar dari 0,361. Dengan demikian seluruh pernyataan kusioner dinyatakan valid.
3.9.2 Uji Reliabilitas
Pengujian reabilitas dimaksudkan untuk menguji sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran beberapa kali terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama. Sugiyono (2012) mengemukakan bahwa instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Kriteria dalam menentukan reliabilitas suatu kuesioner dengan cara One Shot atau pengukuran sekali saja dengan menggunakan SPSS. Menurut Ghozali
(2016) One Shot atau pengukuran sekali saja : pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Nunnally, 1964).
Tabel 3.4 Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Jumlah item (n) Keterangan
Pengetahuan Investasi (X1) 0,982 > 0,7 11 Reliabel
Manfaat Investasi (X2) 0,905 > 0,7 5 Reliabel
Risiko Investasi (X3) 0,975 > 0,7 12 Reliabel
Minat Investasi (Y) 0,963 > 0,7 9 Reliabel
Sumber : Lampiran 2