BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Wirausahawan/entrepreneur adalah orang yang kreatif atau inovatif yang memunculkan ide-ide baru untuk memulai suatu usaha. Ketika seorang wirausahawan memperkenalkan ide-ide baru ke dunia, dia menghadapi banyak rintangan dan risiko untuk meluncurkan ide-ide itu, tetapi begitu dia mengatasi semua rintangan, dia dapat mendominasi pasar karena idenya unik, sehingga dia tidak memiliki pesaing. Dia memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi saat dia memperkenalkan jalan baru menuju kesuksesan (Gie, 2020).
Di berbagai negara, wirausaha adalah hal penting yang memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi. Hal ini dikarenakan sektor swasta yang para pengusaha gerakkan ini menjadi pelaku peran ekonomi terbesar. Dalam negara Indonesia, bagian kewirausahaan banyaklah diminati oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah alias UMKM karena memiliki pasar yang luas. Pelaku kewirausahaan juga sangat membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran yang cukup banyak di Indonesia. Seorang pedagang kaki lima dapat dikatakan sebagai individu yang melakukan kegiatan wirausaha. Sebagai pelaku wirausaha mereka dapat mendapatkan kesuksesan dan juga menanggung resiko yang cukup besar, dimana resiko yang harus diperhatikan pada saat ini adalah resiko akan pandemi yang telah menyelimuti seluruh permukaan bumi ini yaitu penyakit Covid- 19 (Idris, 2021).
Gambar 1.1. New Case and Deaths of Covid-19
Sumber: JHU CSSE COVID-19 Data (2020)
Pandemi Covid-19 melandai seluruh dunia termasuk Indonesia dimana pandemi ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap ekonomi dimana mereka tidak hanya menghambat, tetapi juga menghancurkan ekonomi tersebut dalam suatu negara. Pemerintahan Indonesia yang sedang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada saat itu, mengimplementasikan taktik pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada saat Presiden mengumumkan bahwa terdapat dua individu berstatus positif covid pada 2 Maret 2020. Pada tanggal 4 april 2020 pemerintah melakukan PSBB dengan cara menginformasikan masalah tersebut kepada Menteri Kesehatan yaitu Terawan Agus Putranto agar wilayah DKI Jakarta mendapatkan PSBB (Permatasari, 2021). Menurut Nurhanisah (2021) DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang menerapkan PSBB. Pasalnya, provinsi ini menjadi episentrum penyebaran COVID-19 di Indonesia. Sementara itu setelah DKI Jakarta, Menkes Terawan juga menyetujui sejumlah daerah lainnya. Tercatat, ada lima wilayah di Jawa Barat yang bertetangga dengan DKI Jakarta yang ditetapkan PSBB, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan kota Bekasi sejak 15 April 2020.
PSBB tersebut memberikan dampak juga terhadap perekonomian karena banyaknya perusahaan yang tutup akibat dari kebijakan PSBB tersebut dan dari adanya penutupan bisnis, maka karyawan dan karyawati yang bekerja di usaha tersebut mengalami PHK. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertrans) pada daerah DKI Jakarta yaitu Andri Yansyah menyatakan, bahwa sepanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah DKI Jakarta, tercatat bahwa terdapat 50.891 karyawan yang mengalami pemberlakuan PHK dan 272.333 dipulangkan dari pekerjaan. Karyawan tersebut merupakan dari 39.664 usaha yang berbeda (Permatasari, 2021). Dan juga menurut Uta45jakarta (2020) bahwa pandemi Covid-19 yang mendorong penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah Indonesia berdampak kemerosotan ekonomi di semua lini warga. Banyak perusahaan tidak sanggup meneruskan produktivitas usaha hingga harus lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Data Kemnaker RI tercatat hingga 2.8 juta korban PHK di era pandemik Covid-19. Jumlah pengangguran tersebut mengurangi market size/pendapatan negara yang akan mempengaruhi jumlah investasi asing yang masuk ke Indonesia (Dewi & Hutomo, 2008), sehingga pemerintah perlu memperhatikan jumlah pengangguran untuk perbaikan perekonomian Indonesia.
Dari pemberlakuan PHK tersebut banyak yang berpindah profesi menjadi wirausaha/entrepreneur dan cara tersebut banyak dilakukan oleh para individu yang mengalami PHK tersebut agar mereka dapat bertahan hidup dari kondisi mereka yang mengalami kesulitan dari kehilangan pekerjaan mereka. Bisnis yang mereka lakukan dapatlah berupa toko online ataupun toko konvensional (Pinem, 2020).
Permasalahan PHK yang terjadi pada bisnis-bisnis di Indonesia menyebabkan banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, oleh karena itu banyak juga yang beralih menjadi seorang wirausaha dimana mereka membuat usaha baru untuk membantu kehidupan mereka sehari-hari, dari adanya kenaikan jumlah wirausaha sejak PSBB tercatat sejak April tahun 2020 bahwa transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 4,8 juta transaksi dibandingkan rata-rata pada
kuartal ke dua 2019. Konsumen yang baru peramakali berbelanja online pada saat PSBB tercatat memiliki kenaikan sebesar 51% (Pinem, 2020).
Gambar 1.2. Dampak Pandemi terhadap Usaha Sumber: Katadata Insight Center (KIC) (2020)
Dalam bisnis UMKM di Indonesia terutama di JABODETABEK, mengalami defisit yang cukup mengkhawatirkan. Selama masa pandemi didapatkan hasil survei sampai Mei 2021 bahwa hasil survei yang didapatkan oleh (KIC) atau Katadata Insight Center yang telah diteliti terhadap 206 pelaku bisnis mikro, kecil, dan menengah di Jabodetabek, yaitu menjadi mayoritas yaitu sebesar 82,9% menyatakan mereka mengalami dampak negatif dari pandemi ini, tetapi hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan yang baik atau positif. Situasi pandemi ini menyebabkan 63,9% UMKM mengalami penurunan omzet lebih dari 30%, hanya 3,8% UMKM yang mengalami peningkatan omset. Menurut survei dari KIC juga menunjukkan bahwa UMKM telah melakukan upaya agar mereka dapat mempertahankan kondisi usahanya. Mereka melakukan beberapa cara yang efisien seperti: produksi barang/jasa, pengurangan jam kerja dan jumlah karyawan serta melalui efisiensi saluran distribusi dan pemasaran. Meski begitu, mereka adalah UMKM yang mengambil langkah sebaliknya, dengan menambahkan saluran pemasaran sebagai strategi mereka bisa bertahan (Infosingkat, 2020).
Dari data-data tersebut dapat diketahui bahwa bisnis UMKM yang mengalami penurunan dalam pendapatan dimana penurunan tersebut sebagian besar lebih dari 30% melakukan PHK, tetapi walaupun hal itu terjadi terdapat kenaikan dalam jumlah wirausaha yang naik dari awalnya yaitu 1,67% menjadi 3.1% dari jumlah total penduduk. Walaupun adanya kenaikan yang menjadi entrepreneur tetap juga kita harus memiliki pola pikir selayaknya pelaku wirausaha yaitu memiliki cara berpikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti itu yang dibutuhkan untuk seorang entrepreneur supaya dapat menjalankan suatu usaha. seorang pelaku kewirausahaan akan mengalami kesusahan dalam berkembang apabila mereka tidak memiliki mindset yang cukup kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnis mereka. kreatif dan inovatif sangatlah dibutuhkan oleh seorang pelaku wirausaha untuk dapat mengembangkan usahanya agar dapat lebih maju (Uptown, 2020).
Menjadi seorang entrepreneur juga membutuhkan strategi untuk menjalankan bisnisnya dimana planning dan organizing diperlukan. Salah satu contohnya adalah dari permbisnis yang berusia 23 tahun, namun untuk pengalaman bisnis, Alfian Khomari sudah memiliki pengetahuan yang cukup.
Gambar 1.3. Alfian Khomari CEO PT Qomar Investama.
Sumber: Liputan6 (2020)
Pengusaha muda sukses asal Jawa Timur ini merupakan CEO PT Qomar Investama Indonesia (Qomar Thousand Group), sebuah holding company yang memiliki cabang perusahaan yang bergerak di bidang industri, antara lain properti, agribisnis, perdagangan umum, kontraktor jaringan infrastruktur & investasi. Saat pandemi melanda, Alfian Khomari sangat merasakan dampak dari pandemi Covid 19 yang berdampak pada bisnisnya, dimana omset perusahaan mengalami penurunan drastis yang mengkhawatirkan. tetapi hal tersebut tidak membuat Alfian bingung melaikan kondisi hal tersebut menguji mental para pelaku wirausaha seperti dia dan juga sebagai tantangan untuk membuat inovasi yang baru. Menurut Alfian, haruslah adanya pemberlakuan inovatif supaya bisnisnya dapat bertahan, yang awalnya menerapkan sistem WFH atau work from home sampai pemberlakuan PHK walaupun berat dilakukan (Liputan6.com, 2020). Dari aksi inovasi Alfian membuktikan bahwa pentingnya sikap kreatif dan inovasi untuk mempertahankan suatu bisnis, dimana menurut Orbis (2017) memiliki sikap kreatif dan inovatif adalah salah satu tema dari polapikir kewirausahaan.
Pola pikir kewirausahaan berkaitan dengan bagaimana seseorang berpikir, keadaan pikiran mereka atau lensa melalui mana mereka melihat dunia, dan bagaimana hal ini mempengaruhi kecenderungan mereka untuk kegiatan kewirausahaan dan hasil. Keadaan pikiran atau lensa ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang mencakup apa yang diketahui atau tidak diketahui orang (berkaitan dengan pengetahuan mereka), apa yang telah atau belum dilakukan orang (berkaitan dengan pengalaman mereka), apa yang dapat dilakukan atau diyakini dapat dilakukan oleh orang tersebut. lakukan (berkaitan dengan tingkat kompetensi dan kepercayaan diri mereka), dan siapa mereka (berkaitan dengan kepribadian, nilai, sikap, dan keyakinan mereka) (Orbis, 2017).
Mindset Entrepreneur itu sangatlah penting dimana dengan mindset tersebut kita belajar, tunbuh, dan beradaptasi. Bagi seorang pembisnis entrepreneur mindset adalah unsur utama sekaligus pondasi untuk mencapai target atau goals kita. terdapat beberapa alasan mengapa entrepreneur mindset itu penting untuk seorang pelaku bisnis. Contohnya dalam pengambilan keputusan suatu pilihan yang
berdampak pada inovasi bisnis (Kuncie, 2021). Peneliti melakukan survei kepada mahasiswa yang sedang belajar di universitas UNTAR, UPH, BINUS, ITB, dan UMN mengenai masalah polapikir kewirausahaan dengan total responden sebanyak 20 mahasiswa. Hasil dari survei tersebut adalah mereka memiliki ketidakmampuan dalam menanggung resiko sebagai wirausaha dan bagi mereka yang belum maupun sudah mendapatkan pengetahuan mengenai wirausaha mengaku bahwa mereka kurang memiliki pengalaman dalam hal tersebut dan membutuhkan edukasi yang lebih dimana akhirnya hal tersebut mengganggu intensi mereka untuk berwirausaha.
Menurut Wahyudi (2020) pelajaran kewirausahaan merupakan salah satu factor yang membentuk polapikir kewirausahaan/entrepreneurial mindset dan di negara Indonesia pelajaran entrepreneur masihlah terbatas pada beberapa institusi pendidikan tertentu saja. Dalam perkembangan ekonomi yang terus bertambah dan tantangan yang semakin susah seperti krisis ekonomi, pendidikan atas kewirausahaan haruslah seimbang dengan kenaikan tersebut agar kita dapat mengatasi kesulitan tersebut. Dalam berwirausaha atau menjadi seorang entrepreneur, kita harus memiliki pengetahuan dasar atas kewirausahaan supaya hal tersebut dapat membantu seorang individu dalam mengatasi keinginan, jiwa dan perilaku berwirausaha. Melalui pengetahuan atas kewirausahaan hal tersebut dapat menjadi sumber dari sikap dan keinginan untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses pada masa yang akan datang (Fatoki, 2014).
Pengetahuan kewirausahaan dapat dipelajari melalui pendidikan dan pengalaman berwirausaha. Untuk kaum remaja yang memiliki keinginan untuk memulai usaha, dapat dimulai sejak awal supaya nantinya dapat menjadi seorang individu yang memiliki usaha yang berhasil, pendidikan dan pengalaman adalah modal bagi seorang wirausahawan. perjuangan yang sebenarnya akan dimulai ketika kita memulai menjalankan usaha kita sendiri, tetapi untuk memulai usaha kita harus berani karena hanyalah dengan mencoba kita dapat mengetahui apa yang harus kita tingkatkan dalam diri dan juga dengan menciptakan lapangan pekerjaan
kita telah membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang terjadi di Indonesia ini (Aprilianty, 2012).
Natali Ardianto yang merupakan salah satu pendiri website Tiket.com berhasil menjadi seorang wirausahawan setelah lulus kuliah. Pria lulusan Universitas Indonesia ini mengawali kesuksesannya dengan mengembangkan kemampuan komunikasinya. Tiket.com telah menjadi salah satu Online Travel Agent (OTA) yang terkenal di Indonesia. Pada tahun 2008 ketika dia lulus dari universitas Natali bekerja sama dengan teman-temannya untuk mendirikan Urbanesia.com salah satu direktori gaya hidup online pertama di Jakarta, tetapi Natali dengan cepat meninggalkan bisnis tersebut pada tahun 2010. Pada bulan Agustus 2011 Natali berkolaborasi dengan teman-teman Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Mikhael Gael Undarsa membuka bisnis startup baru Online Travel Agent (OTA) bernama Tiket.com yang akhirnya bisa bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia dan juga beberapa maskapai dalam upaya membantu masyarakat Indonesia dalam pembelian tiket on line. Tiket.com terus berkembang dan akhirnya di tahun 2013, dua tahun setelah berdirinya, bisnis ini mendapatkan omzet 13 kali lipat dari omzet tahun sebelumnya. Inti dari kesuksesan yang dimiliki oleh Natali Ardianto ini adalah mengetahui kapan dan kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi di perusahaan Tiket.com agar bisnisnya terus berkembang (Utami, 2020).
Salah satu Universitas yang mengandung unsur Entrepreneurship adalah UMN. UMN atau Universitas Multimedia Nusantara mulai beroperasi pada tanggal 25 November 2005 oleh Kompas Gramedia selaku pendiri melalui Yayasan Multimedia Nusantara. UMN mendidik mahasiswa untuk siap dalam menghadapi dunia profesional dan juga mendidik mereka untuk siap menjadi wirausaha pada bidang teknologi yaitu technopreneur. Skystar Ventures adalah sebuah tech incubator yang didirikan oleh Rektor Universitas Multimedia Nusantara pada tahun 2013. Memiliki tujuan untuk membuat bisnis startup yang mampu dan inovatif.
(Chang, 2021).
UMN menawarkan program inkubator bisnis yang memiliki tujuan untuk mempersiapkan para mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang mampu. Dibimbing oleh mentor yang berpengalaman, mahasiswa tersebut dipersiapkan dan dibimbing untuk memulai bisnis sejak mereka masih menjadi seorang mahasiswa (UMN, 2006).
Visi Skystar Ventures adalah meningkatkan perkembangan komunitas startup di Indonesia. Melalui pengalaman yang diperoleh dan misi Skystar adalah memandu peserta untuk menyelesaikan ide dan mengembangkan produk secara efisien (UMN, 2006).
Dari pelaksanaan studi yang berfokus pada Entrepreneurship, UMN membuka jurusan baru di fakultas bisnis, program studi manajemen, jurusan Entrepreneur yang dibuka pada tahun 2019. Jurusan ini mengajarkan bagaimana menjadi entrepreneur yang baik dalam pengembangan ide bisnis, memecahkan masalah dan mengembangkan produk secara efisien (UMN, 2006).
Berdasarkan hasil observasi peneliti bahwa mahasiswa UMN yang telah mendapatkan pelajaran yang berhubungan dengan kewirausahaan mereka memiliki keterlibatan atau pengalaman yang kurang mengenai kewirausahaan itu sendiri. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi polapikir kewirausahaan mahasiwa di UMN. Model penelitian yang digunakan penulis adalah model penelitian dari jurnal milik Wardana et. al. (2020) yang berjudul “The impact of entrepreneurship education and students' entrepreneurial mindset: the mediating role of attitude and self-efficacy”. Jurnal ini meneliti mengenai faktor yang mempengaruhi entrepreneurial mindset / polapikir kewirausahaan.
1.2. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian
Mahasiswa di Indonesia memiliki permasalahan dalam entrepreneurial mindset mereka seperti takut menanggung kegagalan atau resiko, kurangnya keyakinan diri dalam pemecahan masalah, kurangnya minat, dan terdapatnya
peluang tetapi pengetahuan yang kurang cukup menyebabkan ketidakyakinan dalam pelaksanaan atau perencanaan kewirausahaan.
Berlandaskan penjelasan di atas, maka rumusan masalah yang akan diambil adalah sebagai berikut:
1. Apakah entrepreneurial education memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial attitude di universitas multimedia nusantara?
2. Apakah entrepreneurial self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial attitude di universitas multimedia nusantara?
3. Apakah entrepreneurial attitude memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial mindset di universitas multimedia nusantara?
4. Apakah entrepreneurial education memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial mindset di universitas multimedia nusantara?
5. Apakah entrepreneurial self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial mindset di universitas multimedia nusantara?
1.3.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah di uraikan sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengetahui apakah entrepreneurial education memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial attitude DI universitas multimedia nusantar.
2. Mengetahui apakah entrepreneurial self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial attitude DI universitas multimedia nusantara.
3. Mengetahui apakah entrepreneurial attitude memiliki pengaruh terhadap positif entrepreneurial mindset DI universitas multimedia nusantara.
4. Mengetahui apakah entrepreneurial education memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial mindset DI universitas multimedia nusantara.
5. Mengetahui apakah entrepreneurial self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap entrepreneurial mindset DI universitas multimedia nusantara.
1.4. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis akan memberikan manfaat secara akademik dan secara praktisi, yaitu sebagai berikut:
1.4.1. Manfaat Akademik
Peneliti berharap agar penelitian ini dapat berguna atau dapat dikembangkan lagi untuk dunia akademis (pendidikan) khusus dan penelitian ini dapat menjadi sebuah refrensi untuk penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.
1.4.2. Manfaat Praktisi
Peneliti juga mengharapkan supaya penelitian ini dapat menjadi sebuah bahan refrensi yang berguna untuk perusahaan sebagai bahan masukan kepada perusahaan yang bersangkutan supaya dapat membuat strategi yang tepat untuk meningkatkan kembali pengguna.
1.5. Batasan Penelitian
Peneliti menggunakan beberapa batasan masalah yaitu sebagai berikut:
- Sampling unit pada penelitian ini adalah mahasiswa UMN.
- Penyebaran kuisioner akan dilakukan secara online.
- Uji analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah software SmartPLS versi 3.0 dan SPSS.
1.6. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab yang saling berhubungan.
Berikut adalah sistematika penulisan pada skripsi ini:
BAB I: PENDAHULUAN
Dalam Bab I ini menunjukan sebagian besar dari penelitian yang diambil untuk diteliti dan juga latar belakang yang menggambarkan pada permasalahan, terdapat rumusan masalah yang menjadi inti dalam penelitian, juga batasan masalah yang dapat dimengerti, terdapat manfaat yang dapat digunakan dari penelitian ini dan sistem penulisan penelitian ini.
BAB II: LANDASAN TEORI
Dalam Bab II ini dilakukan penjabaran teori yang telah didapatkan peneliti dan muatan materi yang telah disimpulkan dari berbagai sumber peneliti sebagai bahan referensi mengenai topik permasalahan.
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
Dalam Bab III ini peneliti memberikan gambaran objek penelitian, desain penelitian, metode dan jenis penelitian, menjelaskan populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan data, operasionalisasi variable, analisis data, dan uji hipotesis.
BAB IV: ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam Bab IV ini peneliti menjelaskan tentang karakteristik responden, deskripsi objek penelitian, hasil analisis data untuk pre- test dan main test, dan melakukan pembahasan.
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam BAB V ini penulis menarik kesimpulan dan memberikan saran kepada perusahaan dan juga peneliti selanjutnya.