MAKALAH STUDY ESKURSI PT. COCA COLA AMATI INDONESIA
Disusun Oleh :
M Zainul Bahar Noor 201410170311136
Dosen Pendamping : Adi Prasetyo, SE., M.Si
Program Studi Akuntansi - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang
Desember 2017
KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.wb.
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan Rahmat, Karunia dan Ridho-Nya sehingga kami dapat merampungkan pembuatan makalah ini dengan baik. Dalam pembuatan makalah ini banyak pihak yang terlibat, untuk itu kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1. Teman-teman yang telah rela meluangkan waktunya dalam pembuatan makalah ini hingga selesai serta kepada pihak-pihak lain yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Dalam pembuatan makalah ini kami sadar bahwa makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam makalah ini dan kami mengharap kritik dan saran yang dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang kami miliki.
Kami berharap dengan adanya makalah ini dapat membantu teman-teman mahasiswa untuk memahami materi mengenai Hasil dari Study Eskursi di PT. Coca Cola Amatil serta dapat memberikan manfaat dalam kelangsungan proses belajar dan mengajar khususnya di dalam kelas.
Wassalamu’alaikum Wr.wb.
Malang, 18 Januari 2017
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 2
1.3 Tujuan... 2
BAB II PROFIL PERUSAHAAN... 3
2.1 Nama Perusahaan... 3
2.2 Badan Hukum... 5
2.3 Jenis Usaha... 5
2.4 Pemilik... 7
2.5 Susunan Pimpinan Perusahaan... 8
BAB III HASIL STUDI ESKURSIE... 9
3.1 Laba bersih... 9
3.2 Penetapan Harga Pokok... 10
3.3 Sumber Modal... 10
3.4 Perbedaan Biaya Produk... 12
BAB IV KESIMPULAN... 13
DAFTAR PUSTAKA... 15
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perusahaan dapat difinisikan sebagai suatu lembaga yang diorganisir dan dijalankan untuk menyediakan barang/jasa bagi masyarakat. Untuk dapat menjalankan usaha, setiap perusahaan membutuhkan dana. Dana dapat diperoleh dari pemilik perusahaan maupun dari utang. Dana yang di terima perusahaan digunakan untuk membeli aktiva tetap untuk memproduksi barang/jasa, membeli bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan penjualan.
Dengan demikian maka manajer keuangan dalam menjalankan fungsi penggunaan dana harus selalu mencari alternatif-alternatif investasi untuk kemudian dianalisa, dan dari hasil analisa itu harus diambil keputusan alternatif investasi mana yang akan dipilih. Dengan kata lain manajer keuangan harus mengambil keputusan investasi.
Pengolahan keuangan perusahaan perlu diperhatikan, banyak perusahaan yang tidak mencapai kesuksesan dalam pengolaan perusahaan dikarenakan kurangnya ketelitian keuangan yang digunakan, keberhasilan perusahaan sangat didukung dan ditentukan oleh kemampuan perusahaan tersebut dalam mengolah keuangan, adalah memaksimalkan dalam pengalokasian kekayaan perusahaan yang tepat dan sesuai sehingga keberhasilan perusahaan dapat dicapai.
PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) adalah salah satu perusahaan yang memproduksi minuman ringan dengan brand yang sudah terkenal hampir diseluruh dunia bernama Coca- Cola. Demi menunjang bisnisnya di Indonesia CCAI gencar melakukan berbagai investasi.
Investasi ini merupakan realisasi dari rencana ekspansi kapasitas produksi dan distribusinya di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan level pelayanan untuk terus memberikan servis terbaik kepada semua pelanggan minuman di Indonesia.
Dengan dilakukannya berbagai investasi dalam bidang produksi dan pemasarannya ini membuat CCAI sampai saat ini masih menjadi market leader dalam industri minuman berkarbonasi.
4
1.2 Rumusan Masalah
1. Dari mana saja sumber modal PT. Coca Cola Amatil Indonesia ? 2. Bagaimana penetapan harga pokok PT. Coca Cola Amatil Indonesia ?
3. Biaya apa yang membedakan antara produk yang menggunakan RGB dengan PET?
4. Bagaimana kondisi laporan laba rugi dari tahun 2015 – 2016 apakah mengalami kenaikan atau penurunan
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui dari mana saja sumber modal PT. Coca Cola Amatil Indonesia.
2. Untuk mengetahui penetapan harga pokok PT. Coca Cola Amatil Indonesia.
3. Untuk mengetahui biaya dari produk yang menggunakan RGB dengan PET.
4. Untuk mengetahui di tahun 2015 – 2016 PT. Coca Cola Amatil Indonesia mengalami laba atau rugi.
BAB II
PROFILE PERUSAHAAN 2.1 Nama Perusahaan
Sejarah Perusahaan
Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M.
Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia.
Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatkan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.
Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.
Sejarah Coca-Cola di Indonesia
Coca-Cola pertama kali hadir di Indonesia sekitar tahun 1927, ketika Netherland Indische Mineral Water Fabrieck (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda) membotolkan untuk pertama kalinya di Batavia (Jakarta). Produksi Coca-Cola lumpuh pada zaman penjajahan Jepang (1942-1945) tetapi tepat sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, pabrik tersebut
6
beroperasi dibawah nama The Indonesia Bottles Ltd Nv (IBL) dengan status perusahaan nasional.
Pada tahun 1971, dengan pertambahan mitra usaha dan modal didirikannya pabrik pembotolan modern pertama di Indonesia dengan nama baru PT. The Jaya Beverages Bottling Company. Tercatat sampai saat ini 11 pabrik Coca-Cola yang beroperasi di berbagai provinsi di Indonesia, berturut-turut berdasarkan tahun pendiriannya adalah Jakarta (1971), Medan (1973), Surabaya (1976), Semarang (1976), Ujung pandang (1981), Bandung (1983), Padang (1985), Bali (1985), Manado (1985), Banjarmasin (1981), dan Lampung (1995).
Pada tahun 2000, tiga perusahaan baru Coca-Cola di Indonesia didirikan, yaitu PT. Coca- Cola Bottling Indonesia (CCBI), PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan PT. Coca-Cola Distribution Indonesia (CCDI).
Sejarah PT Coca-Cola Amatil Indonesia
Coca-Cola Amatil Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan- perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.
Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat. Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi.
Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.
Coca-Cola Amatil Indonesia, sebagai perusahaan minuman ringan terkemuka di
National Contact Centre sebagai Layanan Pelanggan yang dimiliki oleh Coca-Cola Amatil Indonesia sejak tahun 2005 adalah bentuk komitmen untuk memberikan kemudahan akses bagi pelanggan, konsumen maupun masyarakat yang ingin berinteraksi dan membutuhkan layanan dari CCAI. Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan handal, proses serta sistem dan teknologi yang terintegrasi.
2.2 Badan Hukum
Badan hukum dalam suatu perusahaan sangat penting, karena badan hukum inilah yang mengawasi perkembangan dan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) merupakan perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT).
Perseroan Terbatas (PT), adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
2.3 Jenis Usaha
PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi minuman ringan terkemuka di Indonesia. Jenis usaha yang dilakukannya antara lain:
Penjualan & Pemasaran
Selain bertindak sebagai produsen dan distributor, perusahaan CCAI juga memasarkan dan menjual produk Coca-Cola melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang tersebar di
8
seluruh Indonesia, memastikan bahwa produk selalu tersedia di mana saja, kapan saja.
Saluran penjualan CCAI terdiri dari Foodstores (supermarket dan mini market di seluruh Indonesia) dan General Trade (outlet tradisional). Dan dengan terbatasnya sumber daya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus berkomitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, Coca-Cola Amatil Indonesia terdorong untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Manage Third Party (MTP) model di Indonesia. Sementara melalui saluran (Modern Immediate Consumption) MIC, CCAI bekerjasama dengan berbagai hotel, restoran, dan café ternama untuk memberikan penawaran menarik kepada para konsumen.
Manufaktur
Semua produk yang dijual dan didistribusikan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia diproduksi langsung di Indonesia. Produk CCAI berasal dari bahan baku pilihan berkualitas tinggi dan diproses melalui beberapa tahap: penyiapan bahan, pencampuran, pencucian, pengisian dan penutupan, pengkodean, pemeriksaan, pengemasan, dan pengangkutan.
Saat ini ada delapan pabrik pembotolan yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu di Cibitung-Bekasi, Medan, Padang, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar.
Semua pabrik diwajibkan untuk mematuhi dan bahkan kerap kali melampaui standarisasi internasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pabrik CCAI juga teratur melaksanakan audit di bidang pengawasan mutu, lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Distribusi
Mayoritas dari produk CCAI didistribusikan melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk-produk tersebut diangkut oleh truk berukuran besar, kemudian didistribusikan ke pedagang-pedagang eceran dengan kendaraan yang lebih kecil.
Apabila diparkir berderetan, truk-truk penjualan CCAI akan membentuk garis sepanjang
mempekerjakan kurang dari lima karyawan dengan omset penjualan per tahun kurang dari Rp. 1 milyar.
2.4 Pemilik
Pada tanggal 7 Agustus 1979 berdiri PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company dengan status Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendapat kepercayaan dari PT.
COCA-COLA INDONESIA untuk memproduksi dan memasarkan minuman Coca-Cola, Sprite, Fanta untuk wilayah Jawa Barat. Pembangunan fisik pabrik PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company mulai dilaksanakan tanggal 2 Februari 1982 dengan Loaksi Jl. Raya Bandung-Garut Km. 26 Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Dengan usaha yang memakan waktu, tenaga, pikiran dan uang, maka selesailah pembangunan pabrik yang diresmikan pada tanggal 15 Oktober 1983. Pada tanggal 8 November 1991 PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company resmi berubah menjadi PT. COCA-COLA TIRTALINA BOTTLING COMPANY dengan status Perusahaan Modal Asing (PMA). Perubahan status ini disebabkan sebagian saham dari PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company dibeli oleh pihak asing dalam hal ini Allied Manufacturing and Trading Industries Limited atau biasa disingkan Amatil.
Pemasaran dan penjualan produk PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company diserahkan kepada PT. Ranca Agung Luhur sebagai distributor tunggal sejak tanggal 22 September 1983 yang kemudian berganti nama menjadi PT.COCA-COLA BANYU UNIT JAWA BARAT pada tanggal 8 November 1991 bersamaan dengan penggantian nama PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company menjadi PT. COLA-COLA TIRTALINA BPTTLING COMPANY. Baik PT. COCA-COLA BANYU ARGO maupun PT. COCA-COLA TIRTALINA BOTTLING COMPANY pada tahun 1995 berafiliasi dengan Coca-Cola Amatil, satu grup perusahaan Coca-Cola di kawasan Asia Pasifik Eropa Timur yang bermarkas di Sydney Australia. Dan pada tangggal 1 Januari 2000, terjadi merger perusahaan Coca-Cola diseluruh Indonesia dengan pergantian nama menjadi PT. COA-COLA AMATIL INDONESIA untuk perusahaan distributornya. Kemudian pada tanggal 1 Juli 2002, PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling berubah menjadi PT. Coca-cola Bottling Indonesia dan PT. Coca-Cola Amatil Indonesia berubah menjadi PT. Coca-Cola Distribution Indonesia.
10