• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemerintah Kecamatan Telen Kabupaten Kutai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pemerintah Kecamatan Telen Kabupaten Kutai"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KECAMATAN TELEN

3.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PELAYANAN

Tugas Pokok Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur adalah melaksanakan dan mengkoordinasikan pelayanan, pembinaan dan pemantauan tugas di wilayah Kecamatan Telen. membantu Bupati dalam menyelenggarakan penyelenggaraan pemerintahan umum, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat serta pembinaan administrasi.

Kecamatan Telen memberikan pelayanan teknis administratif kepada desa dan lembaga kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Telen dan instansi yang ada di wilayah Kecamatan Telen.

Dengan demikian pada hakekatnya Tugas Pokok Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur merupakan upaya pembinaan, penyempurnaan, penertiban, pengawasan dan pengendalian manajemen secara terencana, bertahap dan berkelanjutan untuk peningkatan kinerja pelayanan di wilayaha Kecamatan Telen melalui kerja sama secara terkoordinasi guna mengambil langkah pembaharuan sektor penyelenggara negara (public service reform) dalam rangka mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (good governance).

Permasalahan yang ada di Kecamatan Telen yang terkait dengan urusan yang tertuang sesuai dengan Tupoksi yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2016, dan Pelayanan Administrasi

(2)

Terpadu Kecamatan dalam Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2019 serta Pelimpahan Weenang Bupati kepada Camat dalam peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2012 dapat dilihat dalam tabel berikut sebagai berikut :

TABEL 3.1

PERMASALAHAN TERKAIT TUPOKSI

No Urusan/TUPOKSI

Urusan Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah

1 ADMINISTRASI UMUM DAN KEPEGAWAIAN

1. Kurangnya referensi Tata Naskah Dinas yang sesuai dengan Peraturan terkait Tata Naskah dinas sehingga seringkali terjadi perbedaan format tata naskah dinas

2. Jumlah pegawai yang masih kurang dari beban Kerja 3. Belum terisinya beberapa jabatan struktural

4. Kurangnya sarana perkantoran 5. Belum adanya jaringan listrik PLN

2 PROGRAM DAN KEUANGAN

1. Kurangnya koordinasi dari seksi dan sub bagian dalam pembuatan rencana kerja.

2. Tidak ada laporan kegiatan dari seksi dan sub bagian secara berkala.

3. Tidak terakomodirnya semua urusan/kegiatan program kerja untuk kecamatan dalam RPJMD Kabupaten sehingga tidak dapat mencapai kinerja yang maksimal

3. PEMERINTAHAN

1. Tidak Laporan Berkala dari Pemerintahan Desa terkait kependudukan 2. Peralatan Perekaman e-KTP yang sering rusak

3. Tata administrasi pertanahan dari desa yang belum terkoordinasi dengan baik.

4. KETENTRAMAN, KETERTIBAN DAN LINGKUNGAN HIDUP 1. Kurangnya Personil Satpol PP untuk Kecamatan

(3)

2. Belum adanya Juknis dan Juklak Pelaksanaan Pengawasan terkait Tupoksi

3. Belum adanya data terkait Perizinan di wilayah Kecamatan telen

5. PEMBANGUNAN MASYARAKAT

1. Tidak tersedianya kependudukan yang valid 2. Belum adanya kepastian luasan wilayah

3. Kurangnya koordinasi lembaga masyarakat dengan pihak kecamatan 4. Tidak tersedianya data lembaga masyarakat yang valid.

6. KESEJAHTERAAN SOSIAL 1. Belum adanya Kepala seksi

2. Kurangnya Data yang memadai terkait tupoksi 7. PELAYANAN PUBLIK

1. Belum sinkronnya OPD terkait pelayanan yang ada di PATEN

2. Rendahnya animo masyarakat yang melakukan urusan perijinan di kecamatan

3. Kurangnya petunjuk teknis terkait pelayanan perijinan dan non perijinan

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati

Setelah menelaah dan mengetahui faktor-faktor strategis dan program yang dimiliki oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah melalui analisis SWOT. Dan mengetahui strategi yang tepat untuk menjalankan roda organisasi Pemerintahan kedepan. Langkah selanjutnya adalah menentukan visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.

Visi merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi juga dapat didifinisikan sebagai suatu

(4)

gambaran menantang tentang keadaan dimasa depan yang berisikan cita dan citra yang diwujudkan oleh organisasi.

Visi berkaitan dengan pandangan ke depan menyangkut kemana instansi pemerintah harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif, serta produktif.

Rumusan Visi setidaknya memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

A. Pernyataan Visi

1. Pembangunan daerah yang mampu mengelola sumberdaya alam dan sumberdaya manusia secara tepat, bijaksana dan lestari melalui pembangunan pertanian dalam kerangka pembangunan agribisnis.

2. Mengarah pada pemantapan kemandirian pangan dan pengembangan komoditi unggulan yang mampu berkompetisi di tingkat regional, nasional maupun global

3. Kutai Timur Mandiri adalah membangun Kutai Timur sebagai daerah mandiri (independent region), memiliki kemampuan sendiri, tidak memiliki ketergantungan besar dalam pelaksanaan pembangunan

4. Kemandirian masyarakat ditunjukkan oleh kemampuan dalam melaksanakan proses produksi dan mampu meningkatkan derajad kehidupan keluarga secara layak materiil dan spirituil.

TERWUJUDNYA KEMANDIRIAN KUTAI TIMUR MELALUI PEMBANGUNAN AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI

(5)

Visi Kabupaten Kutai Timur tersebut setidaknya memberi gambaran arah pembangunan Kutai Tumur adalah membangun Kutai Timur sebagai daerah mandiri yang memiliki kemampuan sendiri, tidak memiliki ketergantungan yang besar pada daerah lain dan senantiasa mengacu kepada prinsip-prinsip good governance. Dan sektor agribisnis menjadi tumpuan untuk mencapai kondisi Kutai Timur mandiri.

Untuk mencapainya, Kabupaten Kutai Timur menjalankan peranan penting. yaitu memberikan pelayanan publik semaksimal mungkin kepada seluruh lapisan masyarakat dan pelayanan administratif kepada seluruh perangkat daerah Kabupaten Kutai Timur.

Mengacu pada hal-hal tersebut maka dapat dirumuskan visi Kecamatan Telen:

TERWUJUDNYA PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DALAM MEWUJUDKAN KUTAI TIMUR MANDIRI MELALUI

AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI

Pernyataan visi tersebut setidaknya terdapat beberapa kata kunci, yaitu:

- Pelayanan administratif yang terstandarisasi, sebagai peran utama yang dijalankan Kecamatan Telen, pelayanan hendaknya perlu terus ditingkatkan. Sebagai ukuran yang dapat dijadikan pondasi perubahan atau peningkatan perlu kiranya pelayanan ini distandarisasi. Selain itu

(6)

juga pelayanan yang terstandarisasi merupakan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

- Pengelolaan anggaran secara akuntabel, seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwasannya dukungan anggaran yang mencukupi mampu menghadirkan peluang yang perlu dimanfaatkan.

Walaupun hanya salah satu faktor pendukung dalam penciptaan pelayanan yang terstandarisasi, kesediaan anggaran yang cukup mampu memberikan dukungan yang akan sangat membantu.

Pernyataan visi tersebut juga merupakan sebuah implementasi nyata peranannya yaitu memberikan pelayanan adminitratif kepada seluruh Peemerintahan Desa dan masyarakat. Namun peranan ini akan terus ditingkatkan dengan memberikan standarisasi terhadap pelayanan administratif yang diberikan. Pencapaian ini akan didukung oleh implementasi Teknologi Informasi dan anggaran yang mencukupi.

Langkah selanjutnya adalah penentuan misi. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.

Misi juga dapat didefenisikan sebagai sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan.

B. Pernyataan Misi

1. Meningkatkan Pelayanan Administrasi untuk Pemerintahan Desa, Masyarakat dan pihak pihak terkai;

(7)

2. Meningkatkan peran serta Kecamatan, pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan;

3. Menyediakan Data yang merupakan parameter program kegiatan;

4. Meningkatkan kapasitas Sumber daya aparatur Pemerintahan Kecamatan, Pemerintahan Desa dan lembaga Masyarakat.;

5. Meningkatkan Pemberdayaan masyarakat

6. Meningkatkan pembinaan budaya dan kearifan local.

7. Meningkatkan Pengelolaan keuangan yang akuntabel.

3.3 Telaahan Renstra Kabupaten Kutai Timur

Tingginya nilai indeks ketimpangan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan bahwa rata – rata tingkat produk domestik regional bruto per kapita antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur mengalami ketimpangan yang cukup melebar. dan perbedaan antara suatu daerah dengan daerah yang lain cukup besar. Hal lain yang menjadi pemicu bahwa kondisi kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur cukup berbeda. Ada yang merupakan daerah penghasil minyak dan gas yang cukup besar. Sedangkan yang lainnya hanya daerah pertanian yang tidak mempunyai sektor unggulan untuk dikembangkan. Akibatnya ketimpangan yang terjadi jauh lebih besar.

Ketenagakerjaan merupakan aspek yang mendasar dalam kehidupan manusia karena mencakup dimensi sosial ekonomi. Salah satu sasaran dalam pembangunan adalah diarahkan pada perluasan kesempatan

(8)

kerja dan terciptanya lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang seimbang dan memadai untuk dapat menyerap tambahan angkatan kerja yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya.

Indikator Keuangan Daerah menunjukkan Formulasi kebijakan dalam mendukung pengelolaan anggaran pendapatan daerah akan lebih difokuskan pada upaya untuk memobilisasi pendapatan asli daerah. Dalam RPJM-D Kutim 2006-2010, kebijakan pendapatan daerah diperkirakan mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 22,07% per tahun. Pertumbuhan tersebut lebih disebabkan pada adanya pertumbuhan pada dana perimbangan yang merupakan komponen dominan dalam pendapatan daerah. Sementara itu, berdasarkan data yang ada komponen PAD pada tahun 2008 tumbuh sebesar 71% dan pada tahun 2009 tumbuh sedikit sebesar 2,7%. Pertumbuhan dana perimbangan pada tahun 2008 sebesar 21,92 % tetapi pada tahun 2009 justru turun dibandingkan dengan tahun 2008.

Formulasi kebijakan dalam mendukung pengelolaan anggaran pendapatan daerah akan lebih difokuskan pada upaya untuk memobilisasi pendapatan asli daerah. Dalam RPJM-D Kutim 2006-2010, kebijakan pendapatan daerah diperkirakan mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 22,07% pertahun.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategi.

(9)

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Timur merupakan penjabaran dari Rencana Tata Ruang Propinsi Kalimantan Timur ke dalam strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten dan merupakan pedoman untuk penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan. Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan ini pun dapat dijabarkan lagi ke dalam Tata Ruang Kawasan Perkotaan, Perdesaan, dan kawasan tertentu.

Wilayah Kabupaten merupakan payung bagi perencaan tata ruang yang lebih rinci dari kabupaten yang direncanakan.

1) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten berisi:

a. Pengelolaan Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya.

b. Pengelolaan Kawasan Perkotaan, Kawasan Perdesaan dan Kawasan Tertentu

c. Sistem Kegiatan Pembangunan dan Sistem Permukiman Perkotaan dan Perdesaan.

d. Sistem Prasarana Wilayah.

e. Pengembangan kawasan yang diprioritaskan.

f. Penatagunaan Tanah, Air, Udara dan Sumberdaya Alam Lainnya.

2) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten mempunyai fungsi sebagai berikut:

(10)

a. Sebagai penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan regional tata ruang lainnya yang berlaku, serta dari Pola Dasar Pembangunan Daerah.

b. Sebagai mitra ruang dari Pola Dasar Pembangunan Kabupaten dan menjadi acuan untuk menyusun Repelita Kabupaten periode berikutnya.

c. Sebagai dasar kebijaksanaan pokok pemanfatan ruang wilayah kabupaten sesuai dengan kondisi wilayah dan berazaskan pembangunan yang berkelanjutan.

d. Sebagai perwujudan keterpaduan, keterkaitan dan keseimbangan perkembangan antar kawasan di dalam wilayah kabupaten serta keserasian antar sektor.

e. Sebagai pemberi kejelasan dalam penetapan investasi yang dilakukan pemerintah, masyarakat dan swasta.

f. Sebagai acuan dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan.

g. Sebagai dasar penerbitan perizinan lokasi pembanguan.

3) Jangka waktu Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten adalah 10 tahun.

4) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten ditetapkan dengan peraturan daerah.

Kawasan lindung mutlak diperlukan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, baik untuk perlindungan pada daerah yang lebih luas, maupun untuk perlindungan pada lingkup wilayah kabupaten. Pada dasarnya kondisi fisik

(11)

alam di Kabupaten Kutai Timur mempunyai sifat mudah longsor dan erosi, sehingga pemanfaatan lahan akan berdampak pada keseluruhan wilayah, baik darat atau laut. Pemanfaatan lahan yang kurang hati-hati, khususnya di wilayah pegunungan dan perbukitan akan memberikan dampak negatif kemampuan alam untuk mendukung keberlanjutan kegiatan budidaya, yang pada akhirnya menghambat perkembangan perekonomian wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagian besar kawasan yang merupakan lahan kosong dan lahan tidur di Kecamatan Telen adalah Kawasan Budiyaya Kehutanan (KBK).

Sedangkan Kawaasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) sebagian besar telah digarap dan menjadi lokasi GU dari perusahaan perkebunan. Hal ini yang juga menjadi satu hambatan tersendiri bagi pengembangan agribisnis di Wilayah Kecamatan Telen. Meskipun demikian sebagaian kawasan KBK telah berubah menjadi lahan perkebunan dari masyarakat. Dan kendala yang terjadi adalah hasil komoditi perkebunan tersebut tidaka dapat optimal dapat menunjang perekonomian masyarakat.

Untuk RTRW kecamatan yang telah ditetapkan oleh Kabupaten, hanya 2 desa yakni Desa Juk Ayak dan Muara Pantun yang telah ditetapkan RDTW nya. Kawasan yang ditetapkan adalah kawasan lindung (Hijau), kawasan Fasilitas umum, kaasan hunian, kawasan perkantoran dan kawasan perdagangan.

(12)

3.5 Penentuan Isi-isu Strategi

Sebagai upaya mewujudkan Visi dan Misi Kecamatan Telen, maka nilai-nilai strategis organisasi yang dapat dimanfaatkan oleh Kecamatan Telen, adalah sebagai berikut :

1. Dedikasi yaitu komitmen dan konsistensi terhadap pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan ;

2. Integeritas dan rasa pengabdian yang tinggi dari semua komponen seksi dan sub. bagian;

3. Disiplin dan moralitas pegawai Kecamatan Telen ; 4. Profesionalisme dan etika (budaya) kerja ;

5. Keterbukaan menerima saran dan krikit yang sifatnya membangun dan dapat meningkatkan kinerja organisasi ;

6. Partisipasi yaitu dalam pencapaian tujuan dilaksanakan secara bersama- sama dengan melakukan koordinasi dengan unit organisasi yang terkait ; 7. Kerjasama, dedikasi dan loyalitas yang tinggi dari para pegawai

Kecamatan Telen Kabupaten Kutai Timur.

Referensi

Dokumen terkait

Tipe Alterasi dan mineralisasi yang berkembang pada daerah penelitian yaitu:  Tipe alterasi yang berkembang di daerah penelitian ada 3 yaitu alterasi propilitik

terletak di luar runway strip untuk pesawat bertenaga (powered aircraft) maka glider runway strip harus ditandai dengan rambu batas dengan warna selain putih yang kontras, Jika

Petunjuk Teknis Penyampaian dan Pengelolaan LHKPN Setelah diberlakukannya PKPK Nomor 07/2016 Tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan Harta Kekayaan.

Melalui dempnstrasi dan latihan peserta didik dapat membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang benar. Melalui tanya jawab dan penugasan peserta didik

Berdasarkan pada perumusan masalah, maka dalam penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui signifikansi perbedaan pengaruh antara penerapan pendekatan saintifik melalui

• Mengembangkan dan menyosialisasikan pedoman bagi otoritas pendidikan tentang kebijakan dan praktik analisis risiko multibahaya untuk pengurangan risiko dan kesiapsiagaan

31 Salah satunya implikasinya bagi pendidikan adalah bahwa manusia memiliki tanggung jawab dalam memikul amanah yang bersifat pribadi dan sebagai bagian dari kelompok

Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situsi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan