• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III LAPORAN KASUS KELOLAAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III LAPORAN KASUS KELOLAAN UMUM"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

21

BAB III

LAPORAN KASUS KELOLAAN UMUM

3.1 Pengkajian

Ny.M 72 tahun seorang ibu rumah tangga bettempat tinggal di sukun gang 4 kota malang. Keluarga ini merupakan nuclear family yaitu keluarga inti yang terdiri dari Tn.S 75 tahun sebagai kepala keluarga pendidikan akhir SD dan Ny.M sebagai istri berpendidikan akhir SD, semua anaknya telah menikah dan bertempat tinggal sendiri atau sudah berpisah dari orangtua. Untuk indentitas religious pasien dan keluarga beragama islam.

Tahap perkembangan keluarga saat ini merupakan keluarga usia lanjut dimana Tn. S memiliki 4 orang anak, dan semua anaknya telah menikah dan memilih tempat tinggal sendiri sedangkan Tn. S tinggal bersama istri yaitu Ny. M

Saat dilakukan pengkajian keluhan saat ini yang dirasakan pasien tidak ada, istri dan anaknya juga tidak ada. Ny.M memiliki riwayat DM sudah 2 tahun yang lalu, tetapi Ny. M tidak pernah melakukan kontrol gula darah di puskesmas atau ke dokter. Ny.M juga tidak rutin mengonsumsi obat.

Ny.M juga ketika ditanya tentang diabetes melitus, terlihat bingung dan tidak bisa menjawab saat di tanya mengenai penyakitnya. Sedangkan Tn.S memiliki riwayat hipertensi sudah 2 tahun, dan Tn.S juga jarang sekali mengontrol kesehatannya ke dokter, Tn.S hanya meminta tolong tetangganya untuk mengukur tekanan darahnya. Walaupun rutin meminum obat hipertensi, Tn.S tetap makan makanan yang tinggi kadar garam. Tn.S mengatakan sulit untuk mengubahnya. Pengetahuan keluarga mengenai penyakit yang dideritanya kurang. Anggota keluarga lain tidak ada yang memiliki penyakit DM dan HT, dan orang tua Tn. S dan Ny. M juga tidak ada yang memiliki riwayat DM dan HT.

3.2 Analisa Data dan Diagnosa Keperawatan

Analisa data dilakukan berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal telah dilakukan sebelumnya. Sehingga masalah yang dapat

(2)

22

diangkat berdasarkan SDKI (2016). Dari hasil pengkajian didapatkan 3 masalah keperawatan yang muncul yaitu :

a. Manajemen Kesehatan Tidak Efektif b/d Ketidakefektifan pola perawatan kesehatan keluarga

Berdasarkan masalah keperawatan pertama manajemen kesehatan tidak efektif dikuatkan dengan data pendukung subjektif dan objektif. Data subyektif mengatakan sudah ada 2 riwayat diantaranya DM, dan Tn.S dengan riwayat Hipertensi, sejak 2 tahun Tn.S sulit untuk mengurangi makanan yang asin-asin serta makanan berlemak, dan yang makan makanan yang berminyak, Ny. M tidak menerapkan program diet dalam kehidupan sehari – hari, Tn. S tidak rutin minum obat Tn. S dan Ny. M jarang sekali berolahraga Tn. S dan Ny. M jarang ke pelayanan kesehatan untuk mengontrol kesehatannya. Data obyektif Pemeriksaan TTV Ny.M TD : 130/80 mmHg N : 87 x/ menit RR : 22 x/menit SPO2 : 99 GDA : 312 S : 36,7C, pemeriksaan TTV Tn.S TD : 159/100 mmHg N : 92 x/menit RR : 20 x/menit SPO2 : 99 GDA : 103 S : 36,5C

b. Defisit Pengetahuan tentang manajemen proses penyakit b/d Kurang terpapar informasi

Berdasarkan masalah keperawatan kedua dikuatkan dengan data pendukung subjektif dan objektif. Data subjektif adalah Ny. S mengatakan kurang paham dengan penyakit yang dialaminya dikarenakan tidak tau gejala yang mengarah ke DM, Ny.M tidak pernah mengontrol gula darahnya tiap bulan. Menurut Ny.M beliau pergi ke dokter atau puskesmas terdekat jika sakit sudah parah. Data obyektif Pendidikan terakhir Ny.M dan Tn.S SD, Ny.M terahir cek gula darah ke dokter pada bulan mei tanggal 15 tahun 2021

c. Ketidakpatuhan b/d ketidakadekuatan pemahaman (kurang motivasi) Berdasarkan masalah keperawatan ketiga dikuatkan dengan data pendukung subjektif dan objektif. Data subyektif Ny. M mengatakan jarang mengontrol kesehatannya ke pelayanan kesehatan, Tn.S dan Ny.M takut untuk di periksa, Tn.S mengatakan telah diedukasi diet, tetapi pasien masih sering makan makanan yang tinggi kadar garam, makanan makanan

(3)

23

yang berminyak. Untuk data obyektifnya menunjukkan perilaku tidak menjalankan anjuran (walaupun pasien telah diedukasi diet tetapi pasien masih sering makan makanan yang tinggi kadar garam, makanan berminyak, TD pasien masih tinggi (159/100 mmHg).

3.3 Rencana Keperawatan

Rencana asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada keluarga Ny.M berdasarkan diagnosis yang telah diangkat dan mengacu pada SLKI dan SIKI. Tujuan dilakukannya rencana keperawatan akan disesuaikan dengan masing-masing diagnosis yang telah diangkat sebelumnya.

Masalah keperawatan pertama dengan diagnosis deficit pengetahuan tentang manajemen penyakit b/d kurang terpapar informasi, diharapkan pemeliharaan kesehatan meningkat dengan kriteria hasil menunjukan perilaku sesuai anjuran meningkat, Kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang suatu topik meningkat, Kemampuan menggambarkan pengalaman sebelumnya yang sesuai dengan topik meningkat, Perilaku sesuai dengan pengetahuan meningkat, Persepsi yang keliru terhadap masalah menurun

Masalah keperawatan kedua dengan diagnosis ketidakpatuhan b/d ketidak adekuatan pemahaman atau kurang motivasi, diharapkan Verbalisasi kemauan mematuhi program perawatan atau pengobatan meningkat, Verbalisasi mengikuti anjuran meningkat, Perilaku mengikuti program perawatan/ pengobatan membaik, Perilaku menjalankan anjuran membaik

Masalah keperawatan ketiga yaitu dengan diagnosis manajemen kesehatan tidak efektif b/d ketidakefektifan pola perawatan kesehatan, diharapkan Melakukan tindakan untuk mengurangi faktor resiko meningkat Menerapkan program perawatan meningkat.

3.4 Implementasi Asuhan Keperawatan

Berikut ini implementasi yang dilakukan berdasarkan pedoman Standar Intervenvi Keperawatan Indonesia (SIKI). Masalah keperawatan yang pertama deficit pengetahuan tentang manajemen penyakit b/kurang terpapar informasi intervensi keperawatan dengan memberikan Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang diabetes mellitus dengan menggunakan Media (Leaflet), sesuai dengan jurnal “Asuhan Keperawatan

(4)

24

Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2, Fase Akut Dengan Pendekatan Model Adaptasi Roy : Studi Kasus”. menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan dengan menjelaskan pengertian diabetes mellitus serta menjelaskan penyebab dan faktor resiko penyakit, menjelaskan tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh diabetes melitus, menjelaskan komplikasi yang dapat terjadi, Menginfomasikan untuk melapor atau ke fasilitas kesehatan jika merasakan tanda dan gejala memberat atau tidak biasa.

Masalah keperawatan yang kedua Ketidakpatuhan b/d ketidakadekuatan pemahaman atau kurang motivasi, memberi intervensi keperawatan dengan cara Membuat komitmen menjalani program pengobatan dengan baik dan benar, Melibatkan keluarga untuk mendukung program pengobatan yang akan dijalani dengan memberitahukan kepada keluarga agar dapat mengingatkan pasien untuk mengurangi makan yang tinggi garam dan rajin berolahraga, Membuat jadwal pendampingan keluarga untuk bergantian menemani pasien selama menjalankan program pengobatan, Memberikan daftar rencana makan diet dan kepatuhan manajemen terapi, Menginformasikan manfaat yang akan diperoleh jika teratur menjalani progam pengobatan Menganjurkan kepada keluarga untuk mendampingi pasien selama menjalan program pengobatan.

Masalah keperawatan yang ketiga Manajemen Kesehatan Tidak Efektif b/d ketidakefektifan pola perawatan kesehatan keluarga dilakukan intervensi Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi, Mengidentifikasi faktor – faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan tentang diit DASH (menggunakan power point untuk memberikan edukasi kepada pasien), menjelaskan faktor resiko apa saja yang dapat mempegaruhi kesehatan mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat, menganjurkan untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan yang ada, mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

(5)

25 3.5 Evaluasi

Berikut ini evaluasi yang didapatkan berdasarkan pedoman Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Berdasarkan masalah keperawatan dan intervensi yang sudah dilakukan, setelah dilakukan kunjungan ke rumah Ny.M didapatkan evaluasi yang menunjukkan hasil sebagai berikut : masalah keperawatan yang pertama tentang manajemen kesehatan tidak efektif setelah dilakukan intervensi diharapkan skor meningkat dengan kriteria hasil melakukan tindakan mengurangi faktor resiko meningkat dengan skor (5), menerapkan program kesehatan meningkat (5), serta aktivitas hidup sehari hari efektif memenuhi tujuan kesehatan (5). pasien mengatakan memahami informasi yang disampaikan.

Masalah keperawatan yang kedua ketidakpatuhan dengan hasil yang diharapkan tingkat kepatuhan meningkat dengan skor verbalisasi kemauan mematuhi program perawatan meningkat(5), verbalisasi mengikuti anjuran meningkat (5), perilaku mengikuti program perawatan meningkat (5), perilaku menjalankan program anjuran mebaik (5), dan hasil data subyektif klien mengatakan akan mencoba menjalani program pengobatan dengan baik.

Masalah keperawatan yang ketiga deficit pengetahuan, setelah dilakukan intervemsi diharapkan mendapat skor tingkat pengetahuan dengan hasil perilaku sesuai anjuran meningkat(5), kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang topik meningkat(5), kemampuan meggambarkan pengalaman sebelumnya yang sesuai meningkat(5) dengan data subyektif klien mengatakan memahami informasi yang sudah disampaikan.

Referensi

Dokumen terkait

Intervensi keperawatan yang kedua untuk masalah ketidakefektifan pola nafas adalah setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 kali 24 jam, masalah teratasi, dengan

Implemetasi yang dilakukan pada pasien hari pertama pada tanggal 23 Februari 2021 untuk manajemen nyeri adalah mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,

Intervensi keperawatan yang dilakukan pada kasus kelolaan diantaranya identifikasi kemungkinan penyebab hiperglikemia, monitor kadar gula darah, edukasi diet DM, edukasi

Rencana asuhan keperawatan dengan diagnosis kedua adalah ketidakefektifan manajemen regimen terapiutik keluarga b,d ketidakmampuan keluarga memberi perawatan pada

Variabel yang mempengaruhi kebiasaan seseorang membuang sampah di Provinsi DKI Jakarta adalah pendidikan dan status kawin sedangkan variabel yang berpengaruh di Provinsi Jawa

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian

o Sampai berakhirnya kompetisi, Tim A memenangi 80% dari seluruh pertandingan, sehingga Tim A tidak menang sebanyak 20% dari seluruh pertandingan dalam kompetisi

Dari taktik yang sudah dipaparkan, dapat disimpulankan bahwa ketiga strategi marketing public relations ini memiliki kemampuan cukup efektif dalam kegiatan