PENGARUH FAKTOR SOSIAL DAN PRIBADI TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI NASABAH GADAI EMAS PADA PEGADAIAN
SYARIAH CABANG JAMBI
SKRIPSI
Oleh : VIVI APRIYANTI
EES 160660
PEMBIMBING :
Drs. H. FATHUDDIN ABDI, SM.Hk.,MM MELLYA EMBUN BAINING, SE.,M.EI
PRODI EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2020 M/1441 H
i
ii
iii
iv MOTTO
اَهَعْس ُو الَِّإ اًسْفَن ُ اللَّٱ ُفِ لَكُي َلَّ
Artinya : “Allah tidak membebani seseoarang melainkan sesuai kesanggupannya”1
1 Q.S. Al-Baqarah (2): 286.
v
PERSEMBAHAN
Bismillaahirrohmanirrohiim
Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT, taburan cinta dan kasih sayang Mu yang telah memberikanku kekuatan dan ilmu Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan sehingga terselesaikanlah skripsi ini. Penulis persembahkans kripsi ini kepada orang-orang tercinta yang telah banyak membantu dalam penulisan selama ini.
Kedua Orang Tua Tercinta
Sebagai tanda bakti dan terimakasih yang tiada terhingga aku persembahakan karya kecil ini kepada ayahandaku (ABDUL AZIS) dan ibundaku (ZUBAIDAH) yang telah memberikanku kasih sayang melalui doa dan ridhoNya. Beribudukungan yang diberikan kepadaku, mungkin melalui sehelai kertas ini saja tidak dapat terbalas atas semua jasa dan pengorbananmu. Semoga kelak Allah mengizinkanku untuk membalas sedikit pengorbananmu. Amiinn…..Terima Kasih untuk adikku Lisa dan Zulfikar, terimakasih atas dukungan berupa moril dan materil yang telah diberikan selama ini.
Teman Seperjuangan
Tak terlupakan sahabat-sahabat saya yang selalu ada saat saya bahagia maupun susah kalian selalu datang membantuku tanpa kalian mungkin masa-masa kuliahku menjadi biasa-biasa saja yaitu Surya Wijaya, Nikmah, Nanda Maghfirah, Via Dilla Sari, Tri Susi, Sri Handayani, Sri Wahyuni, Sukma Dewi Herlina, Susanti, Titin Sundari, Eka. Dan terimakasih kepada semua teman-teman lokal K dan teman-teman satu bimbingan, atas motivasi dan bantuannya.
vi ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Faktor Sosial Dan Pribadi Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Gadai Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi”. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah faktor sosial dan pribadi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi (2) variabel mana yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jambi. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan data penelitian ini diperoleh dari kuesioner dengan mengambil responden sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan SPPSS versi 2.2 . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel berpengaruh secara parsial dengan nilai thitung>ttabel (3,932>1,666055 faktor sosial) (6,496>1,666055 faktor pribadi) dengan nilai signifikan (0,00<0,05 faktor sosial) (0,00<0,05 faktor pribadi) dan berpengaruh secara simultan dengan nilai Fhitung >Ftabel (247,277>3,09) dengan nilai signifikan (0,000<0,05) terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi ialah variabel ‘pribadi’.
Kata Kunci: Faktor Sosial, Faktor Pribadi, Pegadaian Syariah
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang mana dalam penyelesaian skripsi ini penulis selalu diberikan kesehatan dan kekuatan, sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.Sholawat selalu teriring kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang telah membawa umat manusia ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
Skripsi denganjudul “Pengaruh Faktor Sosial Dan Pribadi Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Gadai Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi” disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Stara Satu (S1) pada Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Untuk itu penulis menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan untuk yang terhormat :
1. Prof. Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA, Ph.D selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
2. Dr. A. A. Miftah, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
3. Dr. Rafidah, S.E., M.Ag selaku Wakil Dekan I, Dr. Novi Mubyarto, S.E., M.E selaku Wakil Dekan II, Dr. Sucipto, M.Ag, selaku Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
4. AmbokPangiuk, S.Ag., M.SI dan M. Yunus, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris program studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
5. Drs. H. Fathuddin Abdi, SM.Hk.,MM selaku pembimbing I dan Mellya Embun Baining, S.E.,M.E.I selaku pembimbing II terimakasih atas arahan dan bimbingannya semoga Allah SWT senantiasa membalas kebaikannya.
viii
6. Bapak dan Ibu para dosen yang telah memberikan materi perkuliahan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
7. Seluruh karyawan dan karyawati Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang telah memberikan pelayanan dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Bapak dan Ibu informan dari pegadaian syariah cabang jambi yang telah memberikan informasi beserta data yang dibutuhkan dalam penyelesaian skripsi ini.
Terima kasihatas jasa yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan lancar dan semoga amal kebajikannya dinilai oleh Allah SWT.Disamping itu, penulis sadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan.Sangat diharapkan kritik dan saran yang membangun supaya bisa menjadi catatan untuk kedepan agar lebih baik lagi.Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penelitian selanjutnya.
Jambi, April 2020 Penulis,
Vivi Apriyanti NIM: EES 160660
ix DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
PERNYATAAN KEASLIAN ... i
NOTA DINAS ... ii
PENGESAHAN SKRIPSI ... iii
MOTTO... iv
PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah... 9
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 10
E. Kerangka Teori ... 11
F. Tinjauan Pustaka ... 23
G. Kerangka Pemikiran ... 26
H. Hipotesis Penelitian ... 28
BAB II METODE PENELITIAN ... 29
A. Pendekatan Penelitian ... 29
B. Jenis dan Sumber Data ... 29
C. Instrument Pengumpulan Data ... 30
D. Populasi dan Sampel ... 33
E. Teknik Analisis Data ... 35
F. Sistematika Penulisan ... 39
x
BAB III GAMBARAN UMUM DAN LOKASI PENELITIAN ... 41
A. Sejarah Berdirinya Pegadaian Syariah Cabang Jambi ... 41
B. Letak Geografis, Visi dan Misi Pegadaian Syariah cabang Jambi ... 42
C. Produk-produk Pegadaian Syariah ... 43
D. Konsep Gadai ... 47
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 50
A. Karakteristik Responden ... 50
B. Hasil Analisis Data ... 54
C. Pembahasan ... 64
BAB V PENUTUP... 69
A. Kesimpulan ... 69
B. Saran ... 70 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN CURICULUM VITAE
xi
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR
Tabel 1.1 Data Nasabah Produk-Produk di Pegadaian Syariah Cabang Jambi ... 4
Tabel 1.2 Tinjauan Pustaka ... 25
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran ... 31
Tabel 2.1 Operasional Variabel ... 34
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi ... 48
Tabel 4.1 Frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin ... 57
Tabel 4.2 Frekuensi responden berdasarkan usia ... 58
Tabel 4.3 Frekuensi responden berdasarkan tingkat pendidikan ... 59
Tabel 4.4 Frekuensi responden berdasarkan jenis pekerjaan... 60
Tabel 4.5 Hasil Pengujian Uji Validitas Faktor Sosial... 61
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Uji Validitas Faktor Pribadi ... 62
Tabel 4.7 Hasil Pengujian Uji Validitas Nasabah ... 62
Tabel 4.8 Hasil Pengujian Reliabilitas Faktor Sosial ... 63
Tabel 4.9 Hasil Pengujian Uji Reliabilitas Faktor Pribadi ... 64
Tabel 4.10 Hasil Pengujian Uji Reliabilitas Nasabah ... 64
Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas ... 65
Tabel 4.12 Hasil Uji Multikolinearitas ... 66
Tabel 4.13 Hasil Uji Heteroskedasitas ... 67
Tabel 4.14 Hasil Pengujian Persamaan Regresi Linear Berganda ... 67
Tabel 4.15 Hasil Pengujian Uji T ... 68
Tabel 4.16 Hasil Pengujian Uji F ... 68
Tabel 4.17 Hasil Uji R Square ... 68
xii
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pengenalan sistem gadai di Indonesia dimulai saat masuknya Kolonial Belanda, yaitu sekitar akhir abad XIX, oleh sebuah bank yang bernama Van Lening.Bank tersebut memberi jasa pinjaman dana dengan syarat penyerahan barang bergerak, sehingga bank ini pada hakikatnya telah memberikan jasa pegadaian. Pada awal abad 20-an pemerintahan Hindia Belanda berusaha mengambil alih usaha pegadaian dan memonopolinya dengan cara mengeluarkan Staatsblad No.131 tahun 1901. Peraturan tersebut diikuti dengan pendirian rumah gadai resmi milik pemerintah dan statusnya diubah menjadi Dinas Pegadaian sejak berlakunya Staatsblad No.226 tahun 1960.2
Pegadaian sampai saat ini merupakan satu-satunya lembaga formal di Indonesia yang berdasarkan hukum diperbolehkan melakukan pembiayaan dengan bentuk penyaluran kredit atas dasar hukum gadai. Tugas pokok Perum Pegadaian adalah menjembatani kebutuhan dana masyarakat dengan pemberian uang pinjaman berdasarkan hukum gadai.3Dengan begitu semakin banyak pula penawaran yang dilakukan oleh lembaga keuangan syariah perbankan maupun non bank untuk menarik minat dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah.
Terkadang sebagian masyarakat mengalami kesulitan dalam memperoleh dana tunai. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, di mana kebutuhan dana dapat dipenuhi tanpa kehilangan barang-barang berharga, maka masyarakat dapat menjaminkan barang-
2 Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah(Yogyakarta: Ekonosia, 2003), hlm.
157.
3Andri Soemitra, Bank & Lembaga Keuangan Syariah (Jakarta: Kencana, 2009), hlm. 388.
barangnya ke lembaga pembiayaan atau perbankan. Barang yang dijaminkan tersebut pada waktu tertentu dapat ditebus kembali setelah masyarakat melunasi pinjamannya.Kegiatan menjaminkan barang-barang berharga untuk memperoleh sejumlah uang dan dapat ditebus kembali setelah jangka waktu tertentu disebut dengan usaha gadai.
Gadai merupakan salah satu bentuk perjanjian hutang-piutang, yang mana untuk suatu kepercayaan dari orang yang berpiutang, maka orang yang berhutang menggadaikan barangnya sebagai jaminan terhadap utangnya tersebut. Barang jaminan tetap menjadi hak atau milik orang yang menggadaikan (orang yang berutang), akan tetapi barang tersebut dalam penguasaan oleh penerima gadai (yang berpiutang). Secara umum pengertian rahn adalah kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antara rahin dengan murtahin.4
Masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan barang-barang berharganya dengan sistem rahn, karena barang hanya berfungsi sebagai jaminan.Jumlah uang yang diinginkan dapat disesuaikan dengan harga barang yang dijaminkan. Sekarang ini,gadai tidak hanya dilakukan oleh perum pegadaian, ada juga yang dilakukan oleh perbankan syariah (BRI Syariah, Mandiri Syariah, Muamalat) dalam salah satu produknya yaitu rahn.
4 Kashmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: Rajawali Press, 2008) hlm 262
Sedangkan jenis produk Pegadaian Syariah yang banyak diminati masyarakat berupa produk rahn5.Termasuk salah satu lembaga keuangan non bank syariah yang ada di wilayah Jelutung yaitu PT Pegadaian Syariah Kantor Cabang Jambi yang tepatnya berada di Jl. Hayam wuruk No.17 Jelutung Kota Jambi.Pegadaian Syariah mempunyai produk-produk utama untuk menyalurkan dananya kepada masyarakat. Produk-produk Pegadaian Syariah tersebut yaitu:Rahn, Arrum, Arrum Haji dan Amanah. Gadai (rahn) merupakan penyerahan barang (marhun) kepada pihak pemberi hutang (murtahin) yang dilakukan oleh orang yang berhutang (rahin) sebagai jaminan atas hutang yang diterima.6
Arrum (Ar-rahn untuk usaha mikro) merupakan produk Pegadaian yang melayani skema pinjaman berprinsip syariah bagi para pengusaha mikro dan kecil untuk keperluan pengembangan usaha melalui sistem pengembalian secara angsuran. Jaminan berupa BPKB kendaraan sehingga fisik kendaraan tetap berada di tangan nasabah untuk kebutuhan operasional usaha sedangkan Arrum haji adalah pembiayaan untuk mendapatkan porsi ibadah haji secara syariah dengan proses mudah, cepat dan aman. Amanah adalah pemberian pinjaman berprinsip syariah kepada pengusaha mikro/kecil, karyawan internal dan eksternal serta profesional, guna pembelian kendaraan bermotor.7
Jumlah nasabah Gadai Emas dan Arrum di Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi dalam lima tahun terakhir (2015-2019) dapat dilihat pada tabel berikut :
5Arrum Mahmudahningtyas, Analisis Kesyariahan Transaksi Rahn Emas (Study pada Pegadaian Syariah Cabang Ladungsari Malang), (Malang: Universitas Brawijaya Malang, 2015).
6Yazid Afandi, Fiqih Muamalah dan Implementasinya dalam Lembaga Keuangan Syariah, (Yogyakarta: Logung Printika, 2009) hlm.147
7www.pegadaian.co.id
Tabel 1.1
Data Nasabah Produk Rahn, Arrum BPKB, Arrum Haji, dan Amanah di Pegadaian Syariah Cabang Jambi Tahun 2015 – 2019
Tahun Gadai Emas/Rahn
Arrum BPKB Arrum Haji Amanah
2015 743 35 15 21
2016 650 30 18 20
2017 1.250 125 28 27
2018 1.314 133 20 55
2019 1.346 175 31 50
Total 5.303 498 112 173
(Sumber: Dokumentasi Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi)8
Pada tabel di atas dapat dilihat jumlah nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi yang pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 mengalami peningkatan dan penurunan (fluktuatif), yaitu pada tahun 2015 yang berjumlah 743 orang, pada tahun 2016 menurun menjadi 650 orang, pada tahun 2017 meningkat menjadi 1.250 orang,padatahun 2018 meningkatmenjadi 1.314 dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 1.346. Bank Indonesia (BI) menyatakan, tahun 2016 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia dan juga global.Pasalnya, banyak hal yang terjadi di luar perkiraan dan memberi dampak besar bagi dinamika perekonomian."Tahun 2016 yang awalnya diharapkan menjadi tahun
8Dokumentasi Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi 2019
percepatan ekonomi menjadi tahun penuh tantangan. Ekonomi global ternyata belum pulih seperti yang diharapkan dan diwarnai ketidakpastian," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo pada acara peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia di Jakarta,Kamis(27/4/2017). Masalah tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi dunia yang belum kuat, dan bahkan lebih rendah dibandingkan capaian pada tahun 2015 lantaranketidakpastiankondisiglobal.9Sehingga peneliti ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah dalam menggunakan produk gadai (Rahn) .
Dapat dijelaskan bahwa gadai emas yaitu gadai yang barang jaminannya khusus emas.Hal ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya karena emas sangat bagus untuk diversifikasi, emas memiliki nilai likuiditas yang relatif baik dibanding dengan investasi lain, dan emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi karena nilai emas tidak tergantung dari setiap undang-undang pemerintah.Selain itu, harga emas cendrung tidak banyak berfluktuatif selama bertahun-tahun.10
Rahn merupakan produk lembaga keuangan syariah berupa fasilitas pembiayaan dengan cara memberikan utang (qardh) kepada nasabah dengan jaminan emas (perhiasan/logam mulia). Dalam sebuah akad gadai (rahn) bank mengambil upah (ujroh) atas jasa penyimpanan yang dilakukan atas emas yang merupakan barang jaminan tersebut berdasarkan akad ijarah.Akad qardh dan rahn merupakan akad tabarru’ (akad tolong menolong hanya berharap mendapat ridha Allah SWT) sedangkan
9https://money.kompas.com/read/2017/04/27/115243526/bi.2016.tahun.penuh.tantangan.bagi.per ekonomian.indonesia
10Damanhur dan Leni Darwin, Pengaruh Jumlah Taksiran dan Uang Pinjam Terhadap Laba Bersih pada Perum Pegadaian Syariah Kota Lhokseumawe, (Jurnal Aplikasi Manajemen 2014)
akad ijarah adalah akad tijarah (akad komersial bersifat mendapat keuntungan.)11Secara teoritis dalam memilih lembaga pemberi kredit, nasabah akan memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor tertentu untuk memutuskan menggunakan layanan jasa pegadaian.
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk gadai, namun dalam penelitian ini diukur melalui variabel pribadi dan sosial. Faktor pribadi merupakan cara mengumpulkan dan mengelompokkan kekonsistenan reaksi seorang individu terhadap situasi yang sedang terjadi .Perilaku seseorang dalam membeli sesuatu juga dipengaruhi oleh faktor-faktor kepribadian dari konsumen yang bersangkutan.Faktor pribadi menggabungkan antara tatanan psikologis dan pengaruh lingkungan.Termasuk watak, dasar seseorang, terutama karateristik dominan mereka.Meskipun kepribadian adalah salah satu konsep yang berguna dalam mempelajari jenis-jenis dan merek-merek produk yang dibeli.Faktor sosial merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan di dalam status atau penghargaan komunitas yang secara terus menerus bersosialisasi di antara mereka sendiri, baik secara formal dan informal.12Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok referensi, keluarga, serta peran dan status sosial konsumen.Kelompok referensi memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung pada sikap dan perilaku seseorang.Kelas sosial kadang- kadang berupa suatu sistem kasta dimana anggota dari kata yang berbeda untuk
11Novita Pratiwi, Multi Akad dan Klausul Dalam Perjanjian Gadai Emas Di BRI Syariah Dihubungkan Dengan Prinsip Syariah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah, (Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, 2013).
12Lamb, Charles W. Et.al, Pemasaran,(Jakarta: Salemba Empat,2001),hlm. 210
peranan-peranan tertentu dapat mengubah keanggotaan kasta mereka, termasuk dalam pembelian suatu produk.Dalam penelitian ini faktor yang diduga sebagai faktor yang mendasari keputusan nasabah menggunakan jasa.Pegadaian Syariah akan difokuskan pada faktor sosial dan pribadi karena dua faktor tersebut sudah meyangkut keseluruhan dari faktor yang lain yang mendasari keputusan menjadi nasabah gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi.
Berdasrkan penelitian Abdul Ghoni Tri Bodroastuti Pengaruh Faktor Budaya, Sosial, Pribadi, dan Psikologi Terhadap Perilaku Konsumen (Studi pada Pembelian Rumah di Perumahan Griya Utama Banjardowo Semarang).Hasil penelitian ini bahwa ada pengaruh yang signifikan antara faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologi terhadap perilaku konsumen dalam membeli rumah. Nilai koefesien detriminasi dari keempat variable bebas diperoleh hasil sebesar 93,6%. Hal ini berarti bahwa kemampuan faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologi dalam menjelaskan perilaku konsumen sebesar 93,6%, sisanya sebesar 6,4% dapat dijelaskan oleh variable lain, yang tidak masuk dalam model.13
Wawancara dengan Mazuar salah satu nasabah gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi mengatakan bahwa:
“Saya menggadaikan emas disini karena diberitahu oleh keluarga saya”14 Selanjutnya Berdasarkan penelitian Dian Puspita Rini yaitu pengaruh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi terhadap keputusan pembelian produk Pizza
13Abdul Ghoni Tri Bodroastuti, Pengaruh Faktor Budaya, Sosial, Pribadi, dan Psikologi Terhadap Perilaku Konsumen (Studi pada Pembelian Rumah di Perumahan Griya Utama Banjardowo Semarang), (sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Manggala)
14Wawancara dengan nasabah pada tanggal 26-Februari-2020
baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian produk Pizza hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung>F tabel (72,008>2,46) dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,000>0,05).15
Wawancara dengan Dian salah satu nasabah gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jelutrung Kota Jambi mengatakan bahwa :
“Saya menggadaiakan emas disini karena membutuhkan modal dalam pekerjaan bisnis saya yang sedang saya buat”16
Sedangkan penelitian dari Mardon Nafali dan Djurwati Soepeno yaitu faktor perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian makanan mie instan merek Indomie.
Hasil penelitian menunjukkan secara persial diketahui bahwa nilai signifikan faktor budaya sebesar 0,197, faktor sosial sebesar -0,014, faktor pribadi sebesar 0,327, dan faktor psikologi sebesar 0,386, sedangkan secara simultan nilai signifikan sebesar 0,000.
Untuk faktor sosial ditemukan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian makanan mie instan merek Indomie.17
Wawancara dengan Muliadi salah satu nasabah gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi mengatakan bahwa:
15 Dian Puspitarini, Pengaruh Faktor Kebudayaan, Sosial, Pribadi, dan Psikologi Terhadap Proses Keputusan Pembelian Produk Pizza (Studi pada Pizza Hut Cabang Jalan Jenderal Sudirman No.
53 Yogyakarta), (Universitas Negeri Yogyakarta 2013)
16Wawancara dengan nasabah pada tanggal 27-Februari-2020
17 Mardon Nafali dan Djurwati Soepeno, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Makanan Mie Instan Merek Indomie(Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado), (Universitas Sam Ratulangi).
“saya menggadaikan emas di pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi karena keputusan saya sendiri dalam memilih pegadaian syariah dibandingkan tempat gadai yang lain dikarenakan Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Kota Jambi mempunyai berbagai produk-produk yang menarik termasuk Rahn”18
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “ Pengaruh Faktor Sosial dan Pribadi Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Pada Gadai Emas Di PT Pegadaian Syariah Cabang Jambi”
B. Rumusan Masalah
1. Apakah faktor sosial, dan pribadi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi
?
2. Apakah faktor sosial, dan pribadi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi
?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui faktor sosial dan pribadi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi
2. Untuk mengetahui faktor sosial dan pribadi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi
18Wawancara dengan nasabah pada tanggal 28-Februari-2020
D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis
Untuk membuka wawasan berfikir peneliti serta menambah pengetahuan dan mengalaman dalam bidang penelitian, sekaligus sebagai penerapan pengetahuan yang telah diterima dan dipelajari selama ini untuk memperoleh gelar S1.
2. Bagi Akademisi
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan pengetahuan bagi akademisi tentang pengaruh faktor kebutuhan ekonomi dan pendapatan nasabah muslim terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pengadaian Syariah Cabang Jambi
3. Bagi lembaga yang diteliti
Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pengembalian keputusan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi nasabah terhadap gadai emas tersebut.
4. Bagi pembaca
Dapat dijadikan sebagai bahan masukan kepada peneliti berikut yang tertarik dalam bidang dimasa yang akan datang.
5. Sebagai bahan informasi penelitian selanjutnya.
E. Kerangka Teori
1. Proses Pengambilan Keputusan
Mengenali kebutuhan proses membeli diawali dengan adanya kesadaran mengenai masalah kebutuhan, kemudian kebutuhan akan menimbulkan kekuatan pada pikiran untuk mengatur dan mengarahkan perilaku. Sehingga dalam pembelian suatu produk , kebutuhan akan menentukan penilaian, pemikiran, kecenderungan, keinginan untuk berbuat dan melakukan tindakan bagi konsumen yang diperkirakan memiliki kebutuhan tertentu. Hasil dari pengenalan kebutuhan akan mendorong organisme untuk berperilaku lebih jauh sebagai pemecahan masalah jika kebutuhan yang dikenalinya cukup penting dan masih dalam kemampuannya. Pencarian informasi konsumen dapat memperoleh informasi yang bersumber dari internal dan eksternal.19
Dari internal bisa berupa pengalaman yang berhubungan dengan situasi pembelian. Informasi dari eksternal misalnya , teman, keluarga kenalan bahkan iklan yang disugukan perusahaan. Evaluasi alternative berarti sebagai proses evaluasi dari berbagai produk yang akan dipilih untuk memenuhi kebutuhannya.
Dimana konsumen akan memilih setiap produk yang merupakan ciri-ciri serta manfaat tertentu bagi konsumen. Keputusan Pembelian Sikap orang lain serta situasi tidak terduga juga dapat mempengaruhi keputusan konsmen. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi sosial dapat mempengaruhi keputusan konsumen.
Besarnya pengaruh tersebut dipengaruhi oleh besarnya intensitas sikap orang
19Khulalil Janah dan Ambok Pangiuk, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Konsumsi Produk Berlabel Halal Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi”, Hasil Penelitian Kompetitif UIN STS Jambi, (2019), hlm. 9-10
lain mempengaruhinya serta dorongan dari dirinya sendiri dalam mengikuti pendapatnya. Setelah melakukan pembelian konsumen akan mengalami beberapa tingkatan kepuasan atau sebaliknya, kepuasan merupakan fungsi dari dekat atau tidaknya harapan terhadap kualitas produk yang di dapatnya.
Kemudian bagipembeli yang puas maka akan memiliki probilitas membeli ulang yang lebih tinggi.20
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen
Keputusan pembelian yang dilakukan pembeli sangat dipengaruhi faktor budaya, sosial, dan pribadi pembeli.Konsumen (nasabah) dalam memperoleh barang dan jasa semata-mata tidak hanya ingin memiliki, tetapi ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi yaitu.21
a. Faktor Budaya
Kelas budaya, subbudaya, dan kelas sosial sangat mempengaruhi prilaku pembelian konsumen.
1) Budaya
Adalah determinan dasar keinginan dan prilaku seseorang. Melalui keluarga dan institusi utama lainnya,seorang anak yang tumbuh di Amerika Srikat terpapar oleh nilai-nilai berikut: pencapaian dan keberhasilan, aktivitas, efesiensi, dan kepraktisan, proses, kenyamanan materi, individualism, kebebasan,kenyaman eksternal, humanitarianisme, dan jiwa muda. Seorang anak yang tumbuh di Negara lain mungkin
20Ibid
21Philip Kotler dan Kevin Lane, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2008), hlm.166.
mempunyai pandangan yang berbeda tentang diri sendiri, hubungan dengan diri sendiri, hubungan dengan orang lain, dan ritual. Pemasar harus benar-benar memperhatikan nilai-nilai budaya di setiap Negara untuk memahami cara terbaik memasrkan produk lama mereka dan mencari peluang untuk produk baru.
2) Subbudaya
Subbudaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk anggota mereka.Subbudaya meliputi kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis.Ketika subbudaya tumbuh besar dan cukup kaya, perusahaan sering merancang program pemasaran khusus untuk melayani mereka.
3) Kelas Sosial
Hampir seluruh kelompok manusia mengalami stratifikasi social, sering kali dalam bentuk kelas social, divisi yang relative homongen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat, tersusun secara hierarki dan mempunyai anggota yang berbagi nilai, minat, dan prilaku yang sama.
Kelas sosial mempunyai beberapa karakteristik. Pertama, orang-orang yang berada dalam masing-masing kelas cenderung mempunyai kemiripan dalam cara berpakaian, pola bicara, dan prefrensi rekriasional dibandingkan orang dari kelas social yang berbeda. Kedua, orang dianggap menduduki posisi lebih rendah atau lebih tinggi menurut kelas sosial. Ketiga, kelompok variabel misalnya, pekerjaan,
penghasilan,kekayaan, pendidikan dan orientasi nilai. Keempat, kelas sosial seseorang dalam tangga kelas sosial dapat bergerak naik atau turun sepanjang hidup mereka.Seberapa mudah dan seberapa jauh gerakannya tergantung pada seberapa kaku stratifikasi sosial itu.
Menurut Thamrin Abdullah dan Francis Tantri perilaku seseorang konsumen juga dipengaruhi oleh faktor budaya seperti: 22
1) Kultur (Kebudayaan)
Adalah determinan paling fundamental dari keinginan dan prilaku seseorang.
2) Subkultur
Setiap kultur terdiri dari sub-subkultur yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik bagi para anggotanya. Subkultur mencakup kebangsaan,agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Banyak subkultur membentuk segmen pasar yang penting, dan para pemasar kerapkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
3) Kelas Sosial
Adalah divisi atau kelompok yang relatif homongen dan tetap dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarkis dan anggota-anggotanya memiliki nilai, minat, dan prilaku yang mirip.
22Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada), hlm. 114.
b. Faktor Sosial
Faktor sosial seperti kelompok referensi, keluarga, serta peran sosial dan status mempengaruhi prilaku pembeli .
1) Kelompok Referensi (Reference Group)
Adalah semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau prilaku orang tersebut.
2) Keluarga
Adalah organisasi pembelian kunsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan anggota keluarga merepresentasikan kelompok referensi utama yang paling berpengaruh.
3) Peran dan Status
Adalah orang berpartisipasi dalam banyak kelompok, keluarga, klub, organisasi. Kelompok sering menjadi sumber informasi penting dan membantu mendefinisikan norma prilaku.
Menurut Thamrin Abdullah dan Francis Tantri perilaku seseorang konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial seperti :23
1) Kelompok acuan
Banyak kelompok mempengaruhi perilaku seseorang.Kelompok- kelompok yang mempunyai pengaruh langsung terhadap seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups).Ini merupakan kelompok di mana orang tersebut ikut serta dan berinteraksi.Sebagian
23Ibid.,hlm. 115.
merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja, yang mana orang tersebut secara terus-menerus berinteraksi dengan mereka.24
2) Keluarga
Anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang paling berpengaruh.Kita bisa membedakan dua keluarga dalam kehidupan pembeli.Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua seseorang.Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi terhadap agama, politik, dan ekonomi serta pemahaman atas ambisi pribadi, penghargaan pribadi dan cinta.Bahkan jika pembeli sudah tidak lagi terlalu sering berinteraksi dengan orang tuanya, pengaruh orang tua terhadap perilaku pembeli tersebut bisa saja tetap signifikan.Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah keluarga prokreasi (family of procrecation) seseorang, yakni pasangan hidup (suami/istri) dan anak-anaknya.Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam massyarakat dan telah diteliti secara ekstensif.
3) Peran dan Status
Posisi orang tersebut dalam setiap kelompok dapat di tentukan berdasarkan peran dan status.Terhadap orang tuanya, Carol Tan memainkan peran sebagai anak; dalam keluarganya, Carol berperan
24Ibid., hlm. 116.
sebagai istri; dalam perusahaannya, dia berperan sebagai manajer regional.Suatu peran terdiri atas kegiatan-kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh seseorang. Setiap peran Carol akan mempengaruhi segaian dari perilaku pembelinya. 25
c. Faktor Pribadi
1) Usia dan Tahap Siklus Hidup
Selera kita dalam makanan, pakaian, perabot, dan rekresi sering berhubungan dengan usia kita. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup keluarga dan jumlah, usia, serta jenis kelamin orang dalam rumah tangga pada satu waktu tertentu.
2) Pekerjaan dan Keadaan Ekonomi
Pekerjaan juga mempengaruhi pola konsumsi, pekerja kerah biru akan membeli baju kerja, sepatu kerja, dan kotak makan. Pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa mereka dan bahkan menghantarkan produk khusus untuk kelompok pekerjaan tertentu. Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi penghasilan yang dapat di belanjakan (tingkat, stabilitas, dan pola waktu), tabungan dan aset (termasuk persentase aset likuid), utang, kekuatan pinjaman, dan sikap terhadap pengeluaran dan tabungan.
25Ibid., hlm. 115.
3) Kepribadian dan Konsep Diri
Setiap orang mempunyai karakterisitik pribadi yang mempengaruhi perilaku pembeliannya.Yang dimaksud dengan kepribadian (personality), adalah sekumpulan sifat psikologi manusia yang menyebabkan respon yang relatif konsisten dan tahan lama terhadap rangsangan lingkungan (termasuk prilaku pembelian).26
4) Gaya Hidup dan Nilai
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapat.Gaya hidup memotret interaksi seseorang yang utuh dengan lingkungannya.Keputusan konsumen juga di pengaruhi oleh nilai inti (core values), sistem kepercayaan yang mendasari sikap dan perilaku.Nilai inti lebih dalam dari pada perilaku atau sikap dan menentukan pilihan dan keinginan seseorang pada tingkat dasar dalam jangka panjang.
Menurut Thamrin Abdullah dan Francis Tantri perilaku seseorang konsumen juga dipengaruhi oleh faktor pribadi seperti :27
1) Usia dan Tahap Siklus Hidup
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda sepanjang hidupnya.Mereka makan makanan bayi pada masa balita, makan hamper semua jenis makanan pada masa pertumbuhan dan dewasa, dan makan
26Ibid., hlm.167.
27Ibid.,hlm. 118.
makanan diet khusus pada masa tua. Selera orang akan pakaian, perabot mebel, dan rekreasi juga berhubungan dengan usia.
2) Pekerjaan
Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. Seorang pekerja berkerah biru akan membeli pakaian kerja, sepatu kerja, dan transportasi bis. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang mempunyai minat lebih dari rata-rata pada produk dan jasa mereka.
3) Kondisi Ekonomi
Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi seseorang.Kondisi ekonomi meliputi pendapatan yang bisa di belanjakan (tingkat pendapatan, stabilitas, dan pola waktunya), tabungan dan kekayaan (termasuk persentase yang likuid), utang, kemampuan untuk meminjam, dan sikap terhadap belanja versus menabung.
4) Gaya Hidup
Orang-orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda. Carol Tan misalnya, dapat memilih gaya hidup “partisipasi”, yang dicerminkan dengan memakai pakaian yang konservatif, menghabiskan banyak waktu dengan keluarganya. Banyak pemasar menggunakan
konsep yang berhubungan dengan kepribadian - konsep diri (atau citra diri/self image) seseorang.28
d. Faktor Psikologis
Satu perangkat proses psikologis berkombinasi dengan karateristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dan keputusan pembelian akhir. Empat proses psikologis penting : motivasi, presepsi, pembelajaran dan memori secara fundamental mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap berbagai rangsangan pemasaran.
1) Motivasi
Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu.Beberapa kebutuhan bersifat biogenis, kebutuhan tersebut muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus dan tidak nyaman. Kebutuhan lain bersifat psikogenis, kebutuhan itu muncul dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa keanggotaan kelompok. Kebutuhan akan menjadi mitif jika ia didorong hingga mencapai level intensitas yang memadai. Motif adalah kebutuhan cukup mampu mendorong seseorang bertindak.
28Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta : PT Rajagrafindo Persada), hlm. 119.
2) Presepsi
Seseorang yang termotivasi itu siap untuk bertindak. Bagaimana sebenarnya tindakan seseorang yang termotivasi akan dipengaruhi oleh presepsinya terhadap situasi tertentu. Persepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterprestasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.Dalam pemasaran, presepsi itu lebih penting daripada realitas, karena persepsi itulah yang akan mempengaruhi perilaku aktual konsumen. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama karena tiga proses persepsi : perhatian selektif, distorsi selektif dan ingtan selektif.
3) Pembelajaran
Pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman.Sebagian besar perilaku manusia adalah hasil belajar.Ahli teori pembelajaran yakin bahwa pembelajaran dihasilkan melalui perpaduan kerja antara pendorong, ransangan, isyarat bertindak, tanggapan dan penguatan.
3. Hubungan Faktor Sosial dengan Keputusan Pembelian
Faktor sosial merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan di dalam status atau penghargaan komunitas secara terus menerus bersosialisasi diantara mereka sendiri, baik
secara formal maupun informal.29Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok kecil, keluarga, serta peran dan status sosial.Keputusan pembelian produk gadai juga dipengaruhi oleh teman, keluarga, dan orang tua,maka semakin tinggi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian.
4. Hubungan Faktor Pribadi dengan Keputusan Pemebelian
Faktor pribadi merupakan cara mengumpulkan dan mengelompokkan kekonsistenan reaksi seorang individu terhadap situasi yang terjadi.30Prilaku seseorang dalam membeli dipengaruhi oleh faktor-faktor kepribadian dari konsumen yang bersangkutan.Faktor pribadi menggabungkan antara tatanan psikologis dan pengaruh lingkungan.Termasuk watak dasar seseorang, terutama karakteristik dominan mereka.Meskipun kpribadian adalah salah satu konsep yang berguna dalam mempelajari prilaku konsumen, beberapa pemasar percaya bahwa kepribadian mempengaruhi jenis dan merek-merek produk yang dibeli.
Gadai adalah upaya menjaminkan barang berharga dengan imbalan pinjaman yang harus dibayarkan dalam priode tertentu sesuai dengan perjanjian. Secara kepribadian, keberadaan gadai sangat membantu masyarakat dalam hal memperoleh uang tunai secara cepat dengan cara menggandaikan barang yang dimilkinya. Dengan demikian semakin tinggi gaya hidup seseorang, maka semakin tinggi keputusannya untuk menggadaikan barang.
29 Lamb,2001, hlm. 210
30Ibid
F. Tinjauan Pustaka
Penelitian ini memiliki beberapa persamaan dengan penelitian sebelumnya, di antaranya:
Tabel 1.2 Tinjauan Pustaka
No NamaPenelitian JudulPenelitian Metode HasilPenelitian 1. MelenSterendisa Faktor-Faktor
Yang
MempengaruhiMin atNasabahTerhadap ProdukGadai
(Rahn) di
PT.PegadaianSyari
ah KCP
SimpangPatal Palembang 2017.31
analisisstati sticdeskripti fdenganpen dekatankua ntitatif.
faktor-faktor yang mempengaruhinasabahterha dapprodukgadai (Rahn) adalahpertama
faktorpsikologiyaitudoronga ndalamdirinasabahprodukga daiadalahpilihan yang tepat,
kedua faktor
sosialadalahrefrensisalamme nggunakanprodukgadai, rekankerjanasabahadalahrefr ensimengunakanprodukgada
i, ketiga
faktorekonomiyaitunasabah mengadaiakanemaskarenana sabahmembutuhkanuang.
2. Abdul Ghoni Tri Bodroastuti
PengaruhFaktorBu daya, Sosial, Pribadi,
danPsikologiTerha dapPerilakuKonsu men
(StudipadaPembeli
anRumah di
PerumahanGriyaUt amaBanjardowo Semarang).32
pendekatan kuantitatif
Hasilpenelitianinibahwaada
pengaruh yang
signifikanantara
faktorbudaya, sosial, pribadi,
danpsikologiterhadapperilak ukonsumendalammembeliru mah.
Nilaikoefesiendetriminasida rikeempatvariablebebasdipe rolehhasilsebesar 93,6%.
31Melen Sterendisa, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Terhadap Produk Gadai (Rahn) di PT. Pegadaian Syariah KCP Simpang Patal Palemban, (Univeritas Islam Negeri Raden Fatah Palembang 2017).
32Abdul Ghoni Tri Bodroastuti, Pengaruh Faktor Budaya, Sosial, Pribadi, dan Psikologi Terhadap Perilaku Konsumen (Studi pada Pembelian Rumah di Perumahan Griya Utama Banjardowo Semarang), (sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Manggala)
Hal
iniberartibahwakemampuanf actorbudaya, sosial, pribadidanpsikologidalamm enjelaskanperilakukonsume
nsebesar 93,6%,
sisanyasebesar 6,4%
dapatdijelaskanolehvariablel ain, yang tidakmasukdalam model.
3. Mercy PengaruhFaktorBu
daya, Sosial, Pribadi,
danPsikologiTerha dapKeputusanPem belianHandphoneM erek Nokia di Kota Padang
(StudiKasuspadaKe camatan Padang Barat
danLubukKilangan ).33
analisisdesk riptif kuantitatif
Hasilpenelitianinihipotesisk elimapenelitianini yang menyatakanvariablefactorbu
daya, sosial,
pribadidanpsikologisecarasi multanberpengaruhsignifika nterhadapkeputusanpembeli andinyatakanditerima.
4. Dian Puspitarini PengaruhFaktorKe budayaan, Sosial, Pribadi,
danPsikologiTerha
dap Proses
KeputusanPembeli anProduk Pizza (Studipada Pizza Hut
CabangJalanJender alSudirman No. 53 Yogyakarta
2013).34
deskriptifku antitatif.
Hasilpenelitianinimenunjuk kanbahwa
faktorkebudayaan, sosial, pribadidanpsikologiberpeng aruhterhadap proses keputusanpembelianproduk pizza,
halinidibuktikandengannilai F hitung> F tabel (72,008>2,46)
dannilaisignifikasi 0,000<0,05.
5. MardonNafalidan DjurwatiSoepeno
AnalisisPengaruhF aktor-
analisiskuan titatif.
Hasilpenelitianinimenunjuk kanbahwanilaisignifikan:
33Mercy, Pengaruh Faktor Budaya, Sosial, Pribadi, dan Psikologi Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Merek Nokia di Kota padang (Studi Kasus pada Kecamatan Padang Barat dan Lubuk Kilangan), (STKIP-PGRI Sumbar)
34Dian Puspitarini, Pengaruh Faktor Kebudayaan, Sosial, Pribadi, dan Psikologi Terhadap Proses Keputusan Pembelian Produk Pizza (Studi pada Pizza Hut Cabang Jalan Jenderal Sudirman No.
53 Yogyakarta), (Universitas Negeri Yogyakarta 2013)
FaktorPerilakuKon sumenTerhadapKe putusanPembelian Makanan Mie InstanMerekIndomi e(StudiKasuspada MahasiswaFakultas EkonomidanBisnis, FakultasIlmuSosial danPolitik,
danFakultasPertani anUniversitas Sam Ratulangi
Manado)35
Faktorbudayasebesar 0,197, faktor social sebesar -0,014 faktorpribadi sebesar 0,327, faktorpsikologissebesar 0,386,
sedangkansecarasimultannil aisignifikansebesar 0,000.
Untuk faktor social ditemukantidaksignifikanter hadapkeputusanpembelianm akananmieinstanmerekindo mie.
Secarasimultanfaktorbudaya , sosial, pribadi, danpsikologiberpengaruhter hadapkeputusanpembelianm akanan
mieinstanmerekindomie.
Sebagai salah satu acuan dalam penelitian ini, hasil penelitian yang terdahulu memiliki beberapa perbedaan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.Perbedaan hasil penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan dapat dilihat sebagai berikut:
1. Penelitian pertama memiliki perbedaan di variabel independent(X) dan tempat lokasi penelitian,dan tidak memiliki kesamaan dalam penelitian ini.
2. Penelitian kedua hanya memilik persamaan di dua faktor yaitu faktor sosial dan pribadi tetapi perbedaan dalam penelitian kedua ada di variabel dependen (Y).
3. Penelitian ketiga hanya memilik persamaan di dua faktor yaitu faktor sosial dan pribadi tetapi perbedaan dalam penelitian ketiga ada di variabel dependen (Y).
35Mardon Nafali dan Djurwati Soepeno, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Makanan Mie Instan Merek Indomie(Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado), (Universitas Sam Ratulangi).
4. Penelitian keempat hanya memilik persamaan di dua faktor yaitu faktor sosial dan pribadi tetapi perbedaan dalam penelitian ke empat ada di variabel dependen (Y).
5. Penelitian kelima memiliki persamaan divariabel X tetapi tidak mempunyai kesamaan di variabel Y dengan penelitian ini.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang dilakukan berbeda-beda, sehingga memiliki tingkat signifikan yang berbeda.
G. Kerangka Pemikiran
Dalam penelitian ini dapat dibuat suatu kerangka pemikiran yang dapat menjadi landasan dalam penulisan ini yang pada akhirnya dapat diketahui variable mana yang paling dominan mempengaruhi keputusan menjadi nasabah gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jambi.Variable-variabel peneliti yang digunakandalam penelitian ini adalah sosial dan pribadi dalam keputusan menjadi nasabah gadai emas sebagai variabel dependenSedangkan faktor sosial dan pribadi sebagai variabel independent.Keputusan Pembelian Sikap orang lain serta situasi tidak terduga juga dapat mempengaruhi keputusan konsmen. Faktor sosial seperti kelompok referensi, keluarga, serta peran sosial dan status mempengaruhi prilaku pembeli .Faktor sosial merupakan faktor yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar individu seperti kelompok, keluarga, serta peran dan status sosial konsumen. Sedangkan Faktor pribadi merupakan faktor yang berasal
dari dalam diri individu seperti faktor usia, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup dan kepribadian.36
Penelitian ini mencoba menganalisis seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi keputusan menjadi nasabah gadai emas. Berdasarkan pernyataan diatas , tinjauan landasan teori dan penelitian terdahulu maka dapat di susun sebuah kerangka pemikiran teoritis seperti yang tersaji pada gambar berikut ini :
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran
36Philip Kotler and Gary Armstrong, prinsip-prinsip Pemasaran.Edisi 12 Jilid 1 (Jakarta:
Erlangga, 2008) , hlm.159.
Sosial
(X1) Keputusan
Menjadi Nasabah Gadai Emas
(Y) (Y
Pribadi (X2)
H. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah dugaan sementara yang perlu dikaji kebenarannya, dikatakan sementara karena dugaan yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan belum berdasarkan fakta-fakta empiris yang diperoleh malalui pengumpulan data37dalam penelitian ini adalah:
H1 :Faktor sosial secara simultandiduga berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah Gadai Emas Pada Pegadaian Cabang Jambi.
H2 :Faktor pribadi secara parsial didugaberpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah gadai emas pada Pegadaian Syariah Cabang Jambi.
37Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, dan R&d, (Bandung, Alfabeta, 2012), hlm.60
29 BAB II
METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Penelitian kuantitatif menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif.Maksimalisasi efektivitas desain penelitian kuntitatif menurut Sugiono dilakukan dengan menggunakan angka- angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan statistik.38
B. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan untuk keperluan penelitian ini adalah data kuantitatif deskriptif.
2. Sumber Data a) Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden melalui kuisioner atau juga data hasil wawancara penelitiaan dengan narasumber atau objek penelitian yang dilakukan.39Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuisioner yang diberikan kepada nasabah gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jambi.
3838Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, hlm. 7.
39Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian Bisnis Dan Ekonomi , (Yogyakarta:
Pustakabarupress,2015), hlm. 112
b) Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal, buku, pedoman, serta penelitian terdahulu yang membuat informasi atau data-data yang berkaitan dengan penelitian berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah dipublikasikan.
C. Instrument Pengumpulan Data
Sesuai dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan metode studi lapangan dan studi pustaka untuk memperoleh data yang diperlukan. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Kuesioner atau Angket
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.40Dalam penelitian ini, kuisioner berisi pernyataan yang di ajukan peneliti.
2. Wawancara
Wawancara merupakan kegiatan atau metode pengumpulan data yang dilakukan dengan bertatapan langsung dengan informan, sama seperti penggunaan daftar pertanyaan.41Untuk mewawancarai informan, terlebih dahulu menulis atau
40Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, (Bandung, Alfabeta, cetakan ke-16, 2013, hlm 142.
41 Tim Penyusun, Pedoman Penulis Skripsi: Edisi Revisi, (Jambi: Syariah Press, 2012), hlm. 252.
merancang daftar pertanyaan yang berhubungan langsung dengan data penelitian.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan memanfaatkan data sekunder yang sudah tersedia dalam perpustakaan, dari instansi yang diteliti atau dari tempat lain yang dijamin kebenarannya. Sementara data yang dikumpulkan melalui sumber pustaka berupa bahan-bahan referensi atau studi pustaka, yang meliputi peraturan perundang-undangan, peraturan teknis, buku- buku, artikel, internet, dan sebagainya yang sesuai dengan masalah yang dikaji.
Tabel 2.1 Operasional Variabel
No Variabel Definisi Indikator Skala
1. Faktor Sosial (X1)
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan serta status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil, kelompok yangmempuyai pengaruh langsung42
1. mengikuti teman
2. pengaruh keluarga 3. mengikuti lingkungan43
Likert
2. Faktor Pribadi (X2)
Keputusan pembeli juga
dipengaruhi oleh
karakteristik pribadi. Faktor pribadi meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli, pekerjaan dan
keadaan ekonomi,
1. Usia dan tahap siklus hidup
2.Pekerjaan dan keadaan ekonomi 3. gaya hidup44
Likert
42Nugroho J Setiadi, Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran, (Jakarta, Prenada Media, 2003), hlm.331
43Philip Kotler dan Kevin Lane, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2008), hlm.168.
kepribadian dan konsep diri, serta gaya hidup dan nilai.
3. Keputusan Nasabah
(Y)
Inti dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu ini membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang dan jasa. Sebelum melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses
yang mendasari
pengambilan keputusan.45
1.Menjatuhkan pilihan pada produk yang terbaik
2.Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar, rasional, obyektif dan terencana.
3. Kesetiaan terhadap produk.46
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert.Skala Likert digunakan untuk mengukur faktor sosial dan pribadi. Skala Likert pada penelitian ini menggunakan lima alternatif jawaban skor yang diberikan yaitu:
1. Untuk jawaban sangat setuju (SS) diberi skor 5 2. Untuk jawaban setuju (S) diberi skor 4 3. Untuk jawaban kurang setuju (KS) diberi skor 3 4. Untuk jawaban tidak setuju (TS) diberi skor 2 5. Untuk jawaban sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1
44Philip Kotler dan Kevin Lane, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2008), hlm.168.
45Setiadi Nugroho J, Perilaku Konsumen, (Jakarta :Kencana Prenada Media Group,2010), hlm.
15-19
46 Lamb, Charles W. Et.al, Pemasaran,(Jakarta: Salemba Empat,2001), hlm.189
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.47Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah nasabah yang menggunakan produk gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Jambi tahun 2015-2019 yang berjumlah 5.303 nasabah.48
2. Teknik Pengambilan Sampel
Sampel adalah sebagian data yang merupakan objek yang diambil dari populasi.49Untuk menentukan besarnya sampel penelitian menggunakan rumus Slovin. Oleh karena mengingat waktu, tenaga dan dana kemungkinan adanya hambatan-hambatan, maka penulis mengambil sampel dengan tingkat kesalahan sebesar 10%. Alasan penulis mengambil tingkat kesalahan sebesar 10% karena apabila populasi penelitian berjumlah lebih dari 100 maka sampel dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. Sampel yang diambil dengan menggunakan rumus Slovin adalah sebagai berikut.50
n = 𝑁
1 +𝑁 (𝑒)2
Keterangan :
47Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: 2017), hlm. 61
48Dokumentasi Pegadaian Syariah Cabang Jambi
49Danang Sunyoto,”Dasar-Dasar Statistik Untuk Ekonomi,” (Yogyakarta: CAPS, 2012), hlm. 11
50Muhammad,”Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif,” (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2008), hlm.180
n: Ukuran sampel/ jumlah responden N : Jumlah Populasi
e : Persentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa ditolelir, e = 0,1
Maka dalam penelitian ini, sampel penelitian yang diperoleh dari populasi sebanyak 5.303 nasabah, dengan timgkat kesalahan sebesar 10% adalah sebagai berikut:
n = 𝑁
1 +𝑁 (𝑒)2
Dimana:
n : Sampel
N : Jumlah Populasi
e : error (Kesalahan yang diterima)
Dengan menggunakan margin of error sebesar 10%, maka jumlah sampel yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
n = 5.303
1+5.303 (0,1)2
n = 5.303
1+5.303(0,01)
n = 5.303
1+ 53,03
n = 5.303
54,03
n = 98,15
n = 99 dijadikan 100
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden.
E. Teknik Analisis Data 1. Uji Validitas
Untuk validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan sah atau valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner itu. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (nilai Corrected Item-Total Correlation pada Output Cronbach Alpha) dengan nilai r table untuk degree of freedom (df) = n – k (100- 5 = 95), dengan alpha 0,05. Jika r hitung lebih besar daripada r tabel maka butir atau pertanyaan tersebut valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan uji statistic Cronbach Alpha . Suatu variabel dikatakan reliabel apabila memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.
3. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan dengan metode analisis jalur (path), maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
a. Uji Normalitas
Pengujian norma probability dapat dilihat pada output regresi dengan kriteria jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikut arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas dan jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah diagonal, maka model regersi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Dalam uji normalitas ada dua cara yang digunakan untuk mengetahui apakah data tersebut terdistribusi normal ataukah tidak. Yaitu dengan cara meliat Grafik Histogram. Histogram adalah jenis grafik tipe bar yang digunakan untuk menggambarkan suatu distribusi frekuensi dan juga dipakai untuk melihat apakah sebuah data terdistribusi normal atau tidak.51
b. Uji Heteroskadastisitas
Uji heteroskedastisitas berjuang untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan variasi: dasar analisis menggunakan Scatter Plot dengan ketentuan:
1) Jika ada pola tertentu,seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang) melebar kemudian menyempit, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedasitas.
51Muhammad,”Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif,” (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2008), hlm.180
2) Jika tidak ada pola yang jelas serta titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedasitas.52
c. Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas adalah keadaan dimana dua variabel independen atau lebih pada model regresi terjadi hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dengan melihat nilai Tolerance dan VIF. Jikatoleransi lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi Multikolinieritas.
d. Analisis Regresi Linear Berganda
Secara umum analisis ini digunakan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel independen (variabel X1, X2) terhadap variabel dependen (variabel Y). Pada regresi berganda variabel independen (variabel X) yang diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel dependen (variabel Y), sehingga persamaan regresi bergandanya adalah:
Y = a + b1X1 + b2X2 +e Keterangan:
a : Konstanta b1 : Koefisien b2 : Koefisien e : Error
52Muhammad Nisfiannoor, Pendekatan Statistik Modern untuk Ilmu Sosial, (Jakarta: Selemba Humanika 2009), hlm.92.