• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI MUSI BANYUASIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUPATI MUSI BANYUASIN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

SALINAN

BUPATI MUSI BANYUASIN

PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUSI BANYUASIN

NOMOR 49 TAHUN 2022 TENTANG

HARI KERJA DAN PEDOMAN KEHADIRAN APARATUR SIPILNEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI BANYUASIN,

Menimbang : a. bahwadalamrangkapembinaan kepegawaianyang bertujuan untuk menegakkan nilai-nilai kepatuhan, loyalitas, dedikasi dankeadilan dalamupayamenciptakan AparaturSipilNegara yang profesional, akuntabel, sinergi, transparan sehingga terwujudnya produktivitas dan kinerja Aparatur Sipil Negara yang tinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Hari Kerja dan Pedoman Kehadiran Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin;

Mengingat : 1. Undang-UndangNomor 28Tahun 1959 tentangPembentukan Daerah Tingkat II dan Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1959 Nomor73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

1821);

2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentangAparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

(2)

23 Tahun 2014 tentang 3. Undang-Undang Nomor

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor6757);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 6037, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 63) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6477);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 224, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6264);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor6340);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6718);

(3)

8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 26);

9. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 6 Tahun 2022 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil;

10. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016 Nomor 9) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Lembaran Daerah Kabupaten Musi BanyuasinTahun 2021 Nomor9);

MEMUTUSKAN:

: PERATURAN BUPATI TENTANG HARI KERJA DAN PEDOMAN Menetapkan

KEHADIRAN APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati iniyang dimaksud dengan : 1. Pemerintah adalah Pemerintah Republik Indonesia.

2. Kabupaten adalah Kabupaten Musi Banyuasin.

3. Pemerintah Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

4. Bupati adalah Bupati Musi Banyuasin.

5. Perangkat Daerah adalah Perangkat Daerah di Lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin.

(4)

6. Pegawai di lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin yang selanjutnya di sebut Pegawai, adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

7. Kehadiran adalah keadaan melaksanakan tugas baik didalam maupun diluar kantor sesuai ketentuan hari dan jam kerja.

8. Daftar Kehadiran adalah bukti kehadiran pegawai melalui perekaman secara elektronik maupun bentuk formulir secara manual.

9. Daftar Kehadiran Elektronik adalah bukti kehadiran pegawai secara elektronik yang dibuat dalam bentuk formulir yang ditandatangani oleh Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja.

10. Daftar Kehadiran Manual adalah bukti kehadiran pegawai secara manual yang dibuat dalam bentuk formulir yang ditandatangani oleh Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja.

11. Mesin Presensi adalah perangkat keras yang digunakan untuk melakukan autentifikasi dan perekam data biometrik dan waktu kehadiran Pegawai sebagai bukti kehadiran Pegawai.

12. Sistem Presensi Elektronik adalah perekaman data kehadiran Pegawai dengan Mesin Presensi.

13. Penanggung Jawab adalah pihak yang bertanggung jawab atas mekanisme dan pelaporan presensi elektronik di lingkungan Perangkat Daerah/Unit Kerja.

14.Atasan Langsung adalah pejabat atasan dari Pegawai yang bersangkutan.

Pasal 2

(1) Peraturan Bupati ini dimaksudkan sebagai pedoman teknis bagi pejabat dan Pegawai yang berkepentingan dalam melaksanakan penegakan displin.

(2) Pembentukan Peraturan Bupati ini bertujuanuntuk:

a. meningkatkan disiplin Pegawai;

b. meningkatkan kinerja dan kualitas Pegawai; dan c. meningkatkan tanggungjawab Pegawai.

(5)

Pasal 3

Ruang lingkup Peraturan Bupati ini meliputi:

a. Hari dan jam kerja;

b. Pencatatan kehadiran;

c. Pengelolaan sistem presensi;

BAB II

HARI DAN JAM KERJA Pasal 4

(1) Pegawaiwajib menaati ketentuanjam kerja dan hari kerja.

(2) Jam kerja dan hari kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) minimal 37 (tiga puluh tujuh) jam 30 (tiga puluh) menit per minggu, baikuntuk yang menerapkan 5 (lima) hari kerja maupun 6 (enam) hari kerja, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Unit Kerjayangmenerapkan 5 (lima) harikerja:

1) hari kerja mulai dari Hari Benin - Jumat, kecuali diatur lain sesuai dengan peraturan perundang- undangan;

2) jam kerja :

a) Benin- Kamis 7.30 WIB - 16.00 WIB b) Jumat

3) waktu istirahat :

a) Benin - Kamis : Jam 12.00WIB- 13.00 WIB b) Jumat

4) waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada angka 3) tidak diperhitungkan sebagai jam kerja sebagaimana dimaksud pada angka2).

b. Unitkerja yangmenerapkan 6 (enam) hari kerja:

1) hari kerja mulai dari hari Benin - Sabtu, kecuali diatur lain sesuai dengan peraturan perundang- undangan;

2) jam kerja :

a) Benin - Kamis 7.30 WIB - 14.00 WIB b) Jumat

c) Sabtu

7.30 WIB - 16.30 WIB

: Jam 11.30WIB- 13.00 WIB

7.30 WIB - 14.30 WIB 7.30 WIB - 13.00 WIB

(6)

(3) Jam keija pada bulan Ramadan mengacu pada ketetapan yang dibuat oleh pemerintah.

Pasal 5

(1) Dikecualikan dari ketentuan tentang hari dan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal4 ayat (2) adalah:

a. Unit-unit di lingkungan pemerintah Kabupaten yang tugasnya bersifat pemberian pelayanan kepada masyarakat.

b. Satuan Pendidikan terdiri dari:

1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);

2. Sekolah Dasar(SD); dan

3. Sekolah LanjutanTingkat Pertama (SLTP).

(2) Bagi Pegawai yang melaksanakan tugas tertentu di bidang pelayanan publik dan tugas tertentu lainnya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, pelaksanaannya dapat diatur berupa sistem sif, dengan pemberlakuan jam kerja selama 24jam, yang ketentuannya sebagai berikut:

a. jam kerja :

1. Dinas PagiJam 07.30 WIB s.d 14.00 WIB.

2. Dinas SiangJam 14.00WIB s.d 20.00WIB.

3. Dinas Malam Jam 20.00WIB s.d 07.30 WIB.

b. waktu istirahat pada masing-masing sif/regu tidak diperhitungkan sebagaijam kerja.

c. susunan Pegawai untuk setiap regu ditetapkan Kepala Unit Keija selama 1 (satu) tahun;

d. masa libur setiap sif terhitung setelah melaksanakan dinas malam sampai masuk dinas pagi pada hari berikutnya; dan

e. sistem siftidakberlaku pada libur nasional.

(7)

(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berpedoman pada peraturan Menteri atau Pimpinan Lembaga Pemerintahanyang membidanginya.

BAB 111

PENCATATAN KEHADIRAN Bagian Kesatu

Umum Pasal 6

(1) Setiap Pegawai wajib melakukan perekaman kehadiran pada Mesin Presensi.

(2) Untuk dapat melakukan perekaman kehadiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap Pegawai hams melakukan registrasi data biometrik kedalam sistem presensi.

(3) Data biometrik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa sidikjari/wajah/hankey.

Bagian Kedua Kehadiran

Pasal 7

(1) Pegawai dianggap hadir apabila melakukan perekaman kehadiran pada Mesin Presensi pada saat datang dan/atau pulang.

(2) Pegawai yang melakukan perekaman kehadiran masuk kantor antara pukul 07.31 WIB - 12.00 WIB dikategorikan sebagaiterlambat masuk.

(3) Pegawai yang melakukan perekaman kehadiran pulang setelah pukul 12.00 WIB dan sebelum pukul 16.00 WIB untuk hari Senin - Kamis, dan setelah pukul 11.30 WIB atau sebelum 16.30 WIB untuk hari Jum’at dikategorikan sebagai pulang sebelum waktunya.

(4) Pegawai yang terlambat masuk atau pulang sebelum waktunya wajib melakukan perekaman kehadiran.

(5) Pegawai yang hadir tetapi tidak melakukan perekaman kehadiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan tidak hadir kecuali dibuktikan dengan menyerahkan surat keterangan disertai dengan bukti autentik (dapat dipercaya/

sah/asli) yangdisahkan oleh atasan langsung.

(8)

(6) Surat keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

Pasal 8

(1) Pegawai yang tidak melakukan perekaman kehadiran karena malaksanakan pekerjaan/tugas kedinasan di luar kantor dan/atau di luar ketentuan jam kerja wajib menyerahkan bukti pendukung berupa :

a. disposisi;

b. surat tugas; dan/atau c. undangan.

(2) Pegawai yang tidak melaksanakan perekaman kehadiran karena sakit, cuti, dan alasan sah lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan wajib menyerahkan bukti pendukung berupa:

a. surat keterangan dokter apabila sakit lebih dari 2 (dua) hari;

b. surat persetujuan cuti sakit; atau

c. surat keterangan yang disetujui oleh atasan langsung dan pimpinan unit kerjadisertai dengan bukti autentik (dapat dipercaya/sah/asli).

(3) Pegawai yang tidak melaksanakan perekaman kehadiran karena melaksanakan pekerjaan/tugas kedinasan di luar kota dan/atau di luar ketentuan jam kerja atau sakit wajib melakukan pembaruan bukti pendukung setelah masuk kembali di kantor.

(4) Pegawai yang tidak melaksanakan perekaman kehadiran karena cuti wajib melaku pembaruan bukti pendukung paling lambat 1 (satu) hari keija setelah melakukan cuti.

(5) Pegawai yang menyampaikan bukti pendukung setelah tanggal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dianggap lalai dan tidak hadir.

(6) Ketidakhadiran Pegawai dengan alasan keadaan memaksa/

kahar dianggap sah melalui penetapan Surat Keterangan keadaan kahar/memaksa dari Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.

(9)

(7) Keadaan kahar/memaksa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disebabkan antara lain :

a. bencana alam;

b. bencana non alam;

c. bencana sosial; dan

d. keadaan lainnya yang ditetapkan melalui Surat Keterangan Keadaan Kahar/Memaksa.

(8) Pegawai yang melaksanakan tugas belajar dan menjalani Masa Persiapan Pensiun tidak diwajibkan melakukan perekaman kehadiran.

Bagian Ketiga Penanggung Jawab

Pasal 9

Penanggung Jawab dalam proses perekaman kehadiran pada Mesin Presensi adalah Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian dan/atau pejabat yang bertanggung jawab dalam mengelola kepegawaian pada masing-masing unit keija.

Pasal 10

(1) Pegawai yang tidak melakukan perekaman kehadiran sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (1) dan pasal 7 ayat (1) dan (5) wajib menyerahkan surat keterangan atau bukti pendukung lainnya kepada Penanggung Jawab masing-masing unit kerja.

(2) Pegawai yang tidak dapat melakukan perekaman kehadiran karena mesin presensi tidak dapat bekeija sebagaimana mestinya, wajib melapor kepada Penanggung Jawab masing- masing unit kerja paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah hari kejadian.

Pasal 11

(1) Daftar Kehadiran Manual wajib disediakan oleh Penanggung Jawab masing-masing unit kerja apabila Sistem Presensi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

(2) Daftar kehadiran manual ditandatangani oleh Kepala Perangkat Daerah/UnitKerja.

(10)

(3) Ketentuan mengenai bentuk daftar kehadiran manual sebagaimana dimaksud di atas tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan

Bupati ini.

Bagian Keempat Rekapitulasi Kehadiran

Pasal 12

(1) Penanggung Jawab wajib menyusun rekapitulasi kehadiran Pegawai.

(2) Basil rekapitulasi kehadiran Pegawai yang telah ditandatangani oleh Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja dilaporkan kepada Perangkat Daerah yang membidangi kepegawaian paling lambat tanggal 7 (tujuh) pada bulan berikutnya.

(3) Dalam hal waktu melaporkan rekapitulasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hari libur maka dilaksanakan pada hari kerja berikutnya.

(4) Perangkat Daerahyang membidangi kepegawaian melakukan monitoring dan evaluasi terhadap data kehadiran terkait dengan penegakan disiplin.

(5) Ketentuan mengenai bentuk formulir rekapitulasi kehadiran Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

BAB IV

PENGELOLAAN SISTEM PRESENSI Pasal 13

(1) Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja menandatangani rekapitulasi kehadiran Pegawai pada Perangkat Daerah/unit kerja yang dipimpinnya serta menunjuk 1 (satu) orang Pegawai sebagai operator mesin presensi.

(2) Sebagai Penanggung Jawab dalam proses perekaman kehadiran pada Mesin Presensi, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian dan/atau pejabat yang bertanggung jawab dalam mengelola kepegawaian pada masing-masing Perangkat Daerah/unit keija mempunyai tugas dan tanggungjawab :

(11)

a. mengumpulkan, mengolah, dan melengkapi bukti pendukung atau Surat Keterangan Pegawai pada Perangkat Daerah/unit kerja serta memastikan hasil entri data oleh operator;

b. menyerahkan laporan rekapitulasi bulanan kehadiran Pegawai kepada Perangkat Daerah yang membidangi kepegawaian; dan

c. melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Sistem Presensi untuk disampaikan kepada Kepala Perangkat Daerah/unit kerja sebagaibahan pembinaan Pegawai.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 14

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

mengetahuinya,

pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

memerintahkan setiap

Agar orang

Ditetapkan di Sekayu pada tanggal 22 Juli 2022 Pj. BUPATI MUSI BANYUASIN,

ttd H. APRIYADI Diundangkan di Sekayu

pada tanggal 22 Juli 2022 Pj. SEKRETARIS DAERAH

KABUPATEN MUSI BANYUASIN,

ttd

MUSNI WIJAYA

BERITA DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASINTAHUN 2022 NOMOR 49 Salinan sesuai dengan aslinya

KEPALA BAGIAN HUKUM,

, SH., M.Si ROMASARI PU

NIP 19800715 199903 2 003

(12)

Lampiran

Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor

Tentang : Hari Kerja dan Pedoman Kehadiran Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

: 49 Tahun 2022

1. FORMAT SURAT KETERANGAN

SURAT KETERANGAN

TIDAK MELAKUKAN PRESENSI/TERLAMBAT/PULANG SEBELUM WAKTUNYA NOMOR:

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama

NIP Jabatan

Dengan ini menerangkan bahwa : Nama

NIP

Pangkat/Golongan Jabatan

diberikan izin tidak melakukan ) / pulang sebelum )/* karena ada tugas kedinasan/keperluan yaitu tanggal

presensi/terlambat masuk kerja (pada pukul waktunya (pada pukul

penting/mendesak Pada hari

Surat keterangan ini dibuat untukdipergunakan sebagaimana mestinya.

2022 Atasan langsung

Nama NIP ...

*Coretyang tidakperlu

(13)

2. FORMAT DAFTAR KEHADIRAN MANUAL

DAFTAR HADIR MANUAL KEDATANGAN DAN PULANG (PER UNIT ORGANISASI/BIDANG)

UNITKERJA : TANGGAL/BLN/TH :

Kepulangan Kedatangan

Tanda

Tanda Keterangan

NIP Jam

Nama Jam

No

Tangan Tangan

8

5 6 7

2 3 4

1

2022 Pimpinan UnitKerja

Nama NIP ...

(14)

3. FORMAT REKAPITULASI KEHADIRAN PEGAWAI

REKAPITULASI KEHADIRAN PEGAWAI UNIT KERJA

BULAN

Jumlah Hari kerja

(hari)

Hadir (Hari)

Pulang Sebelum Waktuny

Cuti (hari)

Izin Sakit (hari)

Dinas (hari) No Nama

NIP

Datang Terlam

bat

Tanpa Ketera ngan

(hari)

Ket

(hari)

(jam) a

(jam)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

2022 Atasan langsung

Nama NIP ...

Pj. BUPATI MUSI BANYUASIN,

ttd

H. APRIYADI

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM,

*

ROMASARI PURBA>SH., M.Si NIP. 19800715 199903 2 003

Referensi

Dokumen terkait

Sebut kan judul film dokumenter produksi Eagle Award Documentary Competition 2005-2010 yang anda anggap paling tidak menarik dan jelaskan alasannya!. Apakah perbedaan antara film

Bakat merupakan kapasitas seseorang sejak lahir, yang juga berarti kemampuan terpendam yang dimiliki seseorang sebagai dasar dari kemampuan nyatanya. Bakat seseorang

1) Melakukan identifikasi awal untuk mengetahui keadaan lokasi, peralatan dan produk batako dan paving yang dihasilkan oleh home industri. Kegiatan dilaksanakan dengan

- Aturan (rules atau regulation): pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak dilakukan dalam situasi tertentu. Aturan digunakan untuk mengimplementasikan

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, maka perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan

mengirim naskah dinas yang sudah berisi disposisi kepada Petugas Administrasi pada Wakil Bupati atau Sekretaris Daerah;a. mengirim naskah dinas keluar yang sudah

Sistem yang telah dibangun dengan menggunakan metode Bayesian Network dapat membantu pengguna ataupun pasien dalam mendiagnosa penyakit yang diderita sesuai

1) Membandingkan matan-matan hadis dengan al-Qur’an yang terkait atau yang memiliki kedekatan susunan redaksi. Dalam teknik ini sesungguhnya tidak lagi sekedar kritik