5 2.1. Konsep Dasar Sistem
Sistem dibagi menjadi dua pendekatan yaitu dilihat dari pendekatan yang menggunakan pada prosedur dan dilihat dari pendekatan yang menekankan pada elermen elemen dan komponen, penekanan pada prosedur sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur prosedur yang saling berhubungan, berkumpul secara bersama sama untuk kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran, dan sedangkan yang menekankan secara elemen sistem dari kumpulan kumpulan dari elemen elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
2.1.1. Pengertian sistem
Sistem merupakan kumpulan elemen elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses input yang ditunjukan kepada sistem tersebut dan mengola masukan tersebut sampai menghasilkan input yang di inginkan, menurut Andri Kristanto dalam bukunya Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya (2008:1).
2.1.2. Klasifikasi Sistem
Menurut Sutabri (2012:5) “Sistem merupakan suatu bentuk intergrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistem tersebut’.
Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, seperti berikut:
a. Sistem Abstrak (Abstract Sistem)
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan.
b. Sistem Fisik (Physical Sistem)
Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntasi, sistem produksi dan lain sebagainya.
c. Sistem Alamiah (Natural Sistem)
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak buat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi
d. Sistem Buatan Manusia (Human Made Sistem)
Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine sistem atau ada yang menyebut dengan man- machine sistem. Sistem informasi merupakan contoh man-machine sistem, karena menyangkut penggunaaan computer berinteraksi dengan manusia.
e. Sistem Tertentu (Deterministic Sistem)
Sistem tertentu yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.
f. Sistem Tak Tertentu (Probabilistic Sistem)
Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tertentu
adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsure probabilitas.
g. Sistem Tertutup (Closed Sistem)
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed (secara relative tertutup, tidak benar-benar tertutup).
h. Sistem Terbuka (Open Sistem)
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan berpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik, sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.
2.1.3. Karakteristik Sistem
Menurut Mulyanto (2009:2) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi dan Konsep Aplikasi karakteristik sistem terdiri dari:
a. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem tidak berada dalam lingkungan yang kosong, tetapi sebuah sistem yang berfungsi didalam lingkungan yang berisi sistem lainnya. Suatu sistem terdiri dari suatu jumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerjasama membentu kesatuan.
b. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan pembatasan atau pemisah antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
c. Lingkungan Luar sistem (Interface)
Penghubung (Interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Penghubung inilah yang akan menjadi media yang digunakan data dari masukan (Input) hingga keluar (Output).
d. Masukan (Input)
Masukan atau (Input) merupakan energi yang dimasukkan ke dalam system.
e. Pengolah Sistem (Processing)
Merupakan bagian yang melakukan perubahan dari masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
f. Sistem Sasaran (Objective)
Suatu sistem mempunyai tujuan (Goal) atau sasaran (Objective), jika tidak mempunyai sasaran maka operasi tidak akan ada gunanya.
g. Keluaran (Output)
Keluaran atau (Output) merupakan hasil dari pemroresan. Keluaran dapat berupa informasi sebagai masukan pada sistem lain atau hanya sebagai sisa pembuangan.
h. Umpan Balik (Feed Back)
Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal.
Menurut sutabri dalam bukunya konsep sistem informasi (2011:38) Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam organisasi yang memepertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar tertentu. Sedangakan Menurut Andri Kristanto dalam bukunya Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya(2008 : 12 ) Sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut. Data yang akan di olah dan di masuka dalam sebuah sistem informasi dapat berupa formulir-formulir, prosedur-prosedur dan bentuk lainnya.
Selain itu sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen- komponen dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akanmemberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.
3. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang di perlukan.
2.1.4. Pengertian Sistem Informasi Akutansi
Menurut laudon di dalam Azhar Susanto dalam bukunya yang berjudul (2013:52), Sistem informasi akutansi yaitu "Komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan". Sedangkan menurut Azhar Susanto dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akutansi (2013:72), Kumpulan atau group dari sistem/bagian/komponen apapun baik phisik atau non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis atau mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan. Dengan demikian dilihat dari definisi di atas sistem akutansi dan sistem informasi mempunyai pengetian yang sama yaitu serangkaian kegiatan administrasi perusahaan dalam melaksanakan berbagai aktivitas sehari- hari.
2.1.5. Kualitas Informasi
Menurut Tata Sutabri (2012:21) “Kualitas informasi adalah sejauh mana informasi secara konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi tersebut untuk melakukan proses mereka”. Konsep ini dikaitkan dengan konsep produk informasi yang menggunakan data sebagai masukan informasi didefenisikan sebagai data yang telah diolah sehingga memberikan makna bagi penerima informasi. Kualitas informasi bersifat multidimensi dan berbagai variasi karakteristik pengukur telah diusulkan oleh beberapa penulis. Secara umum, dimensi kualitas informasi dapat dikelompokkan kedalam empat kategori:
1. Intrinsik 2. Konsektual 3. Representasi
4. Aksebilitas atau keteraksenan
Menurut Tata Sutabri (2012:30) kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat waktu (timelines) dan relevan (relevance).
1. Akurat (Accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.
Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencemirkan maksudnya.
Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penenrima informasi mungkin banyak mengalami gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
2. Tepat Waktu (Timelines)
Informasi yang disampaikan kepada si penerima tidak boleh terlambat.
Informasi yang sudah using tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. Dewasa ini informasi bernilai mahal karena harus cepat dikirim dan didapat sehingga memerlukan teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkannya.
3. Relevan (Relevance)
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk setiap orang berbeda. Menyampaikan informasi tentang penyebab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan tentunya kurang relevan. Akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya informasi mengenai harga pokok produksi disampaikan untuk ahli teknik merupakan informasi yang kurang relevan, tetapi akan sangat relevan untuk seorang akuntan perusahaan.
2.1.6. Pengertian Siklus Akutansi
Menurut Rudianto (2010:10) Dalam proses menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh beberapa pihak yang berkepentingan, akuntansi harus melewati beberapa tahapan proses. Proses tersebut dimulai dari mengumpulkan dokumen dasar transaksi, mengklasifikasikan jenis transaksi, menganalisis, dan meringkasnya dalam catatan hingga melaporkannya dalam bentuk laporan keuangan yang dibutuhkan.
Rudianto menjabarkan bahwa pengertian dari akuntansi koperasi itu sendiri adalah aktifitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dalam bentuk angka, mengklasifikasikan, mencatat, meringkas, dan melaporkan aktivitas atau transaksi suatu koperasi dalam bentuk informasi keuangan.
Dengan demikian, untuk sampai pada penyajian informasi keuangan yang dibutuhkan oleh berbagai pihak, akuntansi harus melewati suatu proses yang disebut siklus akuntansi. Siklus akuntansi adalah urutan kerja yang harus ditempuh oleh akuntan, mulai sejak awal hingga menghasilkan laporan keuangan suatu koperasi.
Dokumen dasar adalah bukti transaksi yang dijadikan dasar oleh akuntan untuk mencatat seperti faktur, kwitansi, nota penjualan dan lain-lain.
Sumber : Samryn (2011:20)
Gambar II.1 Siklus Akutansi
Siklus akuntansi ini dimulai dengan meneliti dan memilah dokumen transaksi, seperti nota, kwitansi, daktur dan sebagainya. Setiap dokumen tersebut diteliti dan diklasifikasikan menurut jenis dalam buku jurnal. Setelah diketahui
jenis dan normal transaksinya, akuntan koperasi harus mencatatnya dalam buku jurnal. Dalam buku jurnal harian, transaksi tersebut diringkas pencatatannya sesuai dengan nama akun setiap jenis transaksi. Dalam setiap periode tertentu, ringkasan transaksi di buku jurnal tersebut lalu diposting ke buku besar. Pada akhir periode akuntansi, setiap akun dalam buku buku besar itu dihitung saldonya dan kemudian dijadikan dasar untuk menyusun neraca saldo.
Neraca saldo adalah sekumpulan dari semua akun yang dimiliki oleh suatu koperasi beserta saldo akhirnya. Berdasarkan neraca saldo yang disusun tersebut, akuntan dapat menyusun laporan keuangan koperasi untuk periode bersangkutan.
2.1.7. Pengertian Penjualan
Sistem penjualan menurut Mulyadi (2010:202) terdiri dari transaksi penjualan barang atau jasa, dalam bentuk kredit ataupun tunai. Bila transaksiterjadi secara tunai, maka barang ataupun jasa akan diberikan setelahperusahaan menerima kas dari pelanggannya. Bila transaksi terjadi secara kredit maka bila perusahaan telah mengirimkan barang atau menyelesaikan jasanya maka perusahaan memiliki piutang pada pelanggannya.Dalampenjualan secara kredit perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut.Untuk menghindari piutang yang tidak tertagih, maka perusahaan dapat melakukan analisis terlebih dahulu pada pembeli agar dapat menilai kemampuan pembeli tersebut. Dalam melakukan penjualan secara kredit berikut bagian pada perusahaan yang terkait :
a. Bagian Penjualan, fungsi ini bertanggung jawab atas penerimaan order dari pelanggan. Fungsi ini juga dapat melakukan perubahan-perubahan pada order pelanggan serta menambahkan informasi tentang pelanggan bila diperlukan. Namun, fungsi ini tidak dapat membatalkan penjualan atau kontrak yang sudah disepakati ataupun merubah nomor faktur kontrak atau penjualan.
b. Bagian Kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan penilaian dan penelusuran rekam jejak dari pelanggan. Hal ini diperlukan untuk menentukan apakah pelanggan dapat melunasi kreditnya atau tidak, sehingga dapat ditentukan apakah perusahaan akan menjual barangnya kepada pelanggan tersebut atau tidak.
c. Bagian Gudang, fungsi ini pada perusahaan jasa tidak terkait. Namun, pada perusahaan barang terkait menyiapkan barang dan menyerahkan kepada bagian pengiriman.
d. Bagian Pengiriman, fungsi ini bertanggung jawab atas pengiriman barang sampai kepada tangan pelanggan. Namun, pada perusahaan jasa tidak selalu terkait.
e. Bagian Pengerjaan, fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelesaikan jasa yang disepakati pada kontrak. Seperti, kontrak konstruksi, kontrak peminjaman alat berat, kontrak pengiriman suplai barang.
f. Bagian Penagihan, fungsi ini bertanggung jawab dalam membuat serta mengirimkan tagihan atau faktur atas kontrak atau brang yang selesai dikirmkan atau dikerjakan. Selain itu bagian ini bertanggung jawab untuk
membuat salinan tagihan atau faktur untuk kepentingan pencatatan bagian akuntansi.
g. Bagian Akuntansi, fungsi ini bertanggung jawab dalam mencatat segala piutang yang timbul atas penjualan secara kredit, mengirimkan pernyataan piutang pada debitur, serta membuat laporan atas penjualan yang terjadi pada periode tertentu.
2.1.8. Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dariaktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebutmengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusipenanaman modal. (IAI, 2010: 23.2)
Pendapatan barang harus diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi :
a. Perusahaan telah memindahkan resiko secara signifikan dan telah memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli.
b. Perusahaan tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual
c. Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal
d. Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan mengalir kepada perusahaan tersebut
e. Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan andal. (IAI, 2010 : 23.3)
2.2. Teori Pendukung
Merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya. Adapun peralatan pendukung (tools system) yang dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang adalah sebagai berikut :
2.2.1. Unified Modeling language (UML)
Unifed Modeling Language (UML) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek. UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.
UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasidari sistem perangkat lunak.
UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metologi tertentu, meskipun pada kenyataanya UML paling banyak digunakan pada metodologi berorientasi objek.
1. Sejarah Unifed Modeling Language (UML)
Menurut Rosa A.S dan M. Shalahudin, (2014:133) “bahasa pemrograman berorientasi objek yang pertama dikembangkan dikenal dengan nama Simula-67 yang dikembangkan pada tahun 1967”.
Perkembangan aktif dari pemrograman berorientasi objek mulai menggeliat ketika berkembangnya bahasa pemrograman Smalltalk pada awal 1980-an yang kemudian diikuti dengan perkembangan bahasa pemrograman berorientasi objek yang lainnya seperti C objek, C++, Eiffel, dan CLOS.
Sekitar lima tahun setelah Smalltalk berkembang, maka berkembang pula metode pengembangan berorientasi objek. Karena banyaknya metodologi-metologi yang berkembang pesat pada saat itu, maka muncullah ide untuk membuat sebuah bahasa yang dapat dimengerti semua orang. Maka dibuat bahasa yang merupakan gabungan dari beberapa konsep, seperti konsep Object Modeling Technique (OMT) dari Rumbaugh dan Booch (1991), konsep The Classes, Responsibilities, Collaborators (CRC) dari Rebecca Wirfs-Brock (1990), konsep pemikiran Ivar Jacobson, dan beberapa konsep lainnya dimana James R.
Rumbaigh, Grady Booch, dan Ivar Jacobson bergabung dalam sebuah perusahaan yang bernama Rational Software Corporation menghasilkan bahasa yang disebut dengan Unified Modeling Language (UML).
Menurut Rosa A.S dan M. Shalahudin, (2014:138) Pada tahun 1996, Object Management Group (OMG) mengajukan proposal agar adanya standarisasi pemodelan berorientasi objek dan pada bulan September 1997 Unified Modeling Language (UML) diakomodasikan oleh Object Management Group (OMG) sehingga sampai saat ini Unified Modeling Language (UML) telah memberikan kontribusinya yang cukup besar didalam metologi berorientasi objek dan hal-hal yang terkait di dalamnya.
2. Diagram Unifed Modeling Language (UML)
Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:140), pada UML terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori. Berikut ini penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut.
1. Structure diagram yaitu kumpulan diagram yag digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan. Structure diagram terdiri dari class diagram, object diagram, component diagram, composite structure diagram, package diagram dan deployment diagram.
2. Behavior diagram yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem. Behavior diagram terdiri dari Use case diagram, Aktivity diagram, State Machine System.
3. Interaction diagram yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem. Interaction diagram terdiri dari Sequence Diagram, Communication Diagram, Timing Diagram, Interaction Overview Diagram.
a. Class Diagram
Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:141) “diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas- kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Berikut penjelasan atribut dan metode:
1). Atribut merupakan variable-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.
2). Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.
b. Object Diagram
Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:147) “diagram objek menggambarkan struktur sistem dari segi penamaan objek dan jalannya objek dalam sistem”. Pada diagram objek harus dipastikan semua kelas yang sudah didefinisikan pada diagram kelas harus dipaki objeknya, karena jika tidak, pendefinisian kelas itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Diagram objek juga berfungsi untuk mendefinisikan contoh nilai atau isi dari atribut tiap kelas.
c. Componen Diagram
Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:148) “diagram komponen atau component diagram dibuat untuk menunjukkan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem”.
Diagram komponen fokus pada komponen sistem yang dibutuhkan dan ada di dalam sistem.
d. Composite Structure Diagram
Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:150) “composite structure diagram baru dimulai ada pada UML versi 2.0, pada versi 1.x diagram ini muncul”. Diagram ini dapat digunakan untuk menggambarkan struktur dari bagian-bagian yang saling terhubung maupun mendeskripsikan struktur pada saat berjalan (runtime) dari instance yang saling terhubung. Dapat menggambarkan struktur di dalam kels atau kolaborsi.
Contoh penggunaan diagram ini misalnya untuk menggambarkan deskripsi dari setiap bagian mesin yang daling terkait untuk menjalankan fungsi mesin tersebut, menggambarkan aliran data router pada jaringan komputer, dan lain-lain.
e. Package Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:153) package diagram menyediakan cara mengumpulkan elemen-elemen yang saling terkait dalam diagram UML. Hampir semua diagram UML dapat dikelompokkan menggunakan package diagram.
f. Deployment Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:154) “diagram deployment atau deployment diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi”. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:
1).Sistem tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device, node, dan hardware.
2).Sistem client/server.
3).Sistem terdistribusi resmi.
4).Rekayasa ulang aplikasi.
Sumber : Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:237)
Gambar II.2 Diagram Deployment
g. Use Case Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:155) “use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat”. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi ynag akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu. Berikut adalah diagram Use Case dari sistem informasi manajemen perpustakaan.
Sumber : Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:204)
Gambar II.3
Diagram Use Case Perpustakaan
h. Activity Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:161) “diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari
sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas dapat dilakukan oleh sistem. Berikut diagram aktivitas dengan menggunakan swimlane:
Sumber : Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:235)
Gambar II.4
Diagram Aktivitas dengan Swimlane
i. State Machine Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:163) “state machine diagram dan statechart diagram atau dalam bahasa Indonesia disebut diagram mesin status atau sering juga disebut diagram status digunakan untuk menggambarkan perubahan status atau transisi status dari sebuah mesin atau objek”. Jika diagram sekuen digunakan untuk interaksi antar objek maka diagram status digunakan untuk interaksi di dalam sebuah objek.
Perubahan tersebut digambarkan dalam suatu graf berarah.
j. Sequence Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:165) “diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dengan massage yang dikirimkan dan diterima antar objek”. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu.
Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case. Banyaknya diagram sekuen yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup dalam diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak.
Sumber : Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:235) Gambar II.5
Diagram Sequence untuk Use Case logout
k. Communication Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:168) “communication diagram atau diagram komunikasi pada Uml versi 2.x adalah penyederhanaan dari diagram kolaborasi (collaboration diagram) pada UML versi 1.x.
Collaboration diagram sudah tidak muncul lagi pada UML versi 2.x.
diagram komunikasi sebenarnya adalah diagram kolaborasi tetapi dibuat untuk setiap sekuen”. Diagram komunikasi menggambarkan interaksi anatar objek/bagian dalam bentuk urutan pengiriman pesan. Diagram komunikasi mempresentasikan informasi yang diperoleh dari diagram kelas, diagram sekuen, dan diagram Use Case untuk mendeskripsikan gabungan antara struktur statis dan tingkah laku dinamis dari suatu sistem.
l. Timing Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:169) “timing diagram merupakan diagram yang fokus pada penggambaran terkait batasan waktu. Timing diagram digunakan untuk menggambarkan tingkah laku sistem dalam periode waktu tertentu”. Timing diagram biasanya digunakan untuk mendeskripsikan operasi dari alat digital karena penggambaran secara visual akan lebih mudah dipahami daripada dengan kata-kata.
m. Interaction Overview Diagram
Rosa A.S dan M Shalahudin (2014:171) “interaction overview diagram dengan diagram yang berfungsi untuk menggambarkan sekumpulan urutan aktivitas”. Interaction overview diagram adalah bentuk aktivitas diagram yang setiap titik merepresentasikan diagram interaksi. Interaksi diagram dapat meliputi diagram sekuen, diagram komunikasi, interaction overview diagram, dan timing diagram.
2.2.2. Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Sutanta (2011:91) pada bukunya yang berjudul “Basis Data Dalam Tinjauan Konseptual” “Entity relationship Diagram (ERD) merupakan suatu model data yang dikembangkan berdasarkan objek”. Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data kepada pengguna secara logis. Entity Relationship Diagram (ERD) didasarkan pada suatu persepsi bahwa real world terdiri atas objek-objek dasar tersebut, bahkan oleh para pengguna yang awam. Bagi perancang atau analis sistem, Entity Relationship Diagram (ERD) berguna untuk memodelkan sistem
yang nantinya basis data akan di kembangkan. Model ini juga membantu perancang atau analis pada saat melakukan analis dan perancang basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan kerelasian antar data didalamnya.
1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Rosa dan M. Shalahudin (2013:53) menyatakan bahwa “ERD (Enterprise Relationship Diagram) adalah bentuk awal dalam melakukan perancangan basis data relasional”. ERD (Enterprise Relationship Diagram) dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD (Enterprise Relationship Diagram) digunakan untuk pemodelan basis data relasional. ERD (Enterprise Relationship Diagram) memiliki beberapa aliran notasi seperti Chen (dikembangkan oleh Peter Chen). Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Barker, Harry Ellis), notasi Crows Foot, dan beberapa notasi lain. Namun yang banyak digunakan adalah notasi dari Chen. Berikut adalah notasi Chen yang digunakan pada ERD (Enterprise Relationship Diagram), yaitu:
1. Entitas (entity)
Entitas merupakan data inti yang akan disimpan, bakal tabel pada basis data, benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer, penamaan entitas biasanya lebih pada kata benda dan belum merupakan nama tabel.
2. Atribut
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas.
3. Atribut Kunci Primer
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id.
Kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).
4. Relasi
Relasi yang menghubungkan antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja.
5. Asosiasi (association)
Penghubung antara relasi dan entitas dimana pada kedua ujungnya memiliki multiplicity. Keterhubungan antara entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalnya ada kardinalitas 1 ke N sering disebut dengan One to Many menghubungkan entitas A dengan entitas B.
Sumber : Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:58) Gambar II.6
ERD
2.2.3. Pengertian Logical Relational Structure (LRS)
Menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah “sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitanya dengan konvensi ke LRS”. Perubahan yang terjadi yaitu mengikuti aturan-aturan sebagai berikut (Hasugian dan Shidiq, 2012:608) :
1. Setiap entitas akan diubah kebentuk kotak.
2. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi).
3. Sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubunganya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling berhubungan.
Sumber : Rosa A.S & M. Shalahuddin,2011
Gambar II.7
LRS (Logical Record Structure)
2.2.4. Pengkodean
Menurut Mustakini (2014:284) pengkodean adalah, “Kode digunakan untuk mengklasifikasikan data, memasukkan data ke dalam komputer. Kode dapat berbentuk dari kumpulan angka, huruf dan karakter-karakter khusus (misalnya
%,/,-,#,$,...,dan sebagainya)”.
Skema pengkodean numeric dan alfabetik menurut Hall (2011:539):
1. Kode Berurutan
Mewakili item-item dalam tatanan yang berurutan. Keunggulan pengkodean berurutan mendukung rekonsiliasi transaksi batch. Kelemahan pengkodean berurutan tidak membawa kandungan informasi diluar tata urutan dokumen.
2. Kode Blok
Variasi dari pengkodean berurutan yang mengatasi sebagai dari kelemahan yang disebutkan diatas. Keunggulan pengkodean blok memungkinkan penyisipan kode baru dalam satu blok tanpa harus mengorgani sasikan
kembali seluruh struktur kode. Kelemahan kandungan informasi dari kode blok tidak langsung kelihatan.
3. Kode Group
Numerik digunakan untuk mewakili item-item atau peristiwa yang kompleks yang melibatkan dua atau lebih data yang saling berkaitan. Keunggulan kode group memiliki sejumlah keunggulan dari pada kode berurutan dan blok.
Kelemahan pada keberhasilan sebagai alat klasifikasi.
4. Kode Alfabetik
Dapat digunakan untuk banyak tujuan yang sama seperti kode numerik.
Keungggulan kapasitas untuk mewakili sejumlah besar item meningkat secara dramatis melalui pengguna kode alfabetik murni atau karakter alfabetik yang digabung dengan kode numerik. Kelemahan sulit meresionalisasi makna kode-kode yang telah diteteapkan secara berurutan.
5. Kode Mnemonik
Karakter alfabetik dalam bentuk akronim dan kombinasi lainnya yang bermakna. Keunggulan skema kode mnemonik membuat pengguna tidak perlu mengingat. Kelemahan walaupun kode mnemonik berguna untuk mewakili kelas-kelas item kemampuannya terbatas dalam mewakili item-item dalam satu kelas.
2.2.5. Spesifikasi File
Menurut Huda (2011:423) spesifikasi file adalah “menggambarkan pengajuan elektronik diperlukan melalui Web, Internet e-mail, Spesifikasi Berkas menggambarkan pengajuan elektronik (diperlukan Canada Web, Internet e-mail, DC ROM atau PC Disket) format dimana semua lembaga harus menyerahkan data mereka”.
2.2.6. Pengertian Java
Menurut definisi SunMicrosystem, di dalam buku M. Shalahuddin dan Rosa A. S (2010 : 10) “Java adalah nama sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer yang berdiri sendiri
(standalone) ataupun lingkungan jaringan”. Java berdiri di atas sebuah mesin penerjemah (interpreter) yang diberi nama Java Virtual Machine (JVM). JVM inilah yang akan membaca kode bit (bytecode) dalam file. class dari suatu program sebagai representasi langsung program yang berisi bahasa mesin. Oleh karena itu bahasa Java disebut sebagai bahasa pemograman yang portable karena dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, asalkan pada system operasi tersebut terdapat JVM. Alas an utama pembentukan bahasa java adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dapat diletakkan di berbagai macam perangkat elektronik , sehingga java harus bersifat tidak bergantung pada platform (platform independent). Itulah yang menyebabkan dunia pemograman java dikenal adanya istilah “write once, run everywhere‟, yang berarti kode program hanya ditulis sekali, namum dapat dijalankan di bawah kumpulan pustaka (platform) manapun, tanpa harus melakukan perubahan kode program.
2.2.7. Netbeans
Menurut Wahana Komputer (2012:15) Netbeans adalah “sebuah IDE (Intergrate Development Envirotment) open source yang sering disosialisasikan dengan Java”. Akan teteapi sebagai IDE yang satu ini tidak hanya dapat digunakan sebagai IDE untuk membuat proyek Java saja, melainkan juga proyek seperti web service menggunakan php, python, ruby dan lain-lain. IDE ini tidak kalah canggihnya dengan IDE lain seperti Eclipe.
Netbeans merupakan salah satu proyek open source yang disponsori oleh Sun Microsystem. Proyek ini berdiri pada tahun 2000 dan telah menghasilkan 2 (dua) produk, yaitu IDE dan Netbeans Platform. Netbeans IDE merupakan produk
yang digunakan untuk melakukan pemograman baik menulis kode, meng-compile, mencari kesalahan dan mendistribusikan pemograman. Sedangkan Netbeans Platform adalah sebuah modul yang akan merupakan kerangka awal atau pondasi membangun aplikasi desktop yang besar.
Netbeans juga menyediakan paket yang lengkap dalam pemograman dari pemograman standar (aplikasi desktop), pemograman enterprise, dan pemograman perangkat mobile. Dalam pembuatan aplikasi ini penulis menggunakan Netbeans versi IDE 8.0.
2.2.8. Pengertian PHP
Winarno dan Ali Zaki (2014:49) PHP “adalah sebuah bahasa pemrograman web berbasis server (server-side) yang mampu memparsing kode PHP dari kode web dengan ekstensi php, sehingga menghasilkan tampilan website yang dinamis di sisi client (browser)”. PHP adalah bahasa script yang sangat cocok untuk pengembangan web dan dapat dimasukkan ke dalam HTML.
Subekti, Ichsan Risnandar, Hafni S.S., dan Teguh N (2013:57), PHP (Hypertext Preprocessing) “merupakan bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk membuat halaman HTML”. File php yang dibuat akan diproses di dalam server, sedangkan halaman yang akan dikirim ke browser pengunjung hanyalah tampilan HTML-nya. Dengan PHP, halaman website yang dibuat akan menjadi dinamis, yakni dapat selalu berubah tanpa harus mengubah isi website secara manual. Informasi akan diproses ulang oleh web server sehingga akan didapatkan isi paling mutakhir dari halaman web.
1. Kelebihan PHP
Winarto dan Ali Zaki (2014:49), “PHP banyak dipakai oleh banyak orang adalah perangkat lunak bebas (open source) yang dirilis di bawah lisensi PHP”. Artinya untuk menggunakan bahasa pemrograman ini gratis, bebas, dan tidak terbuka. Untuk web, PHP adalah bahasa scripting yang bisa dipakai untuk tujuan apapun. Di antaranya cocok untuk pengembangan aplikasi web berbasis server (server-side) dimana PHP nantinya dijalankan di server web. Setiap kode PHP akan dieksekusi oleh runtime PHP, hasilnya adalah kode PHP yang dinamis tergantung kepada script PHP yang dituliskan. PHP dapat digunakan dibanyak server web, sistem operasi, dan platform. Selain itu digunakan juga di sistem manajemen database relasional (RDBMS). Semuanya ini bisa diperoleh gratis, dan Grup PHP menyediakan kode sumber lengkap bagi pengguna untuk membangun, menyesuaikan, dan mengutak-atik sesuai fungsi yang mereka inginkan.
2.2.10. Definisi Xampp
Menurut Imansyah (2010:4), berpendapat bahwa “Xampp adalah installer yang membundel Apache, PHP,dan MySQL untuk Windows dalam satu paket”.
Menurut Puspitasari (2011:1), berpendapat bahwa XAMPP adalah sebuah softwarewebserver apache yang didalamnya sudah tersedia database server mysql dan support php programming. xampp merupakan software yang mudah digunakan gratis dan mendukung instalasi di linux dan windows. Keuntungan lainya adalah cuma menginstal 1 kali sudah tersedia apache web server, mysql database server, php support (php4 dan php5) dan beberapa modul lainya hanya bedanya kalau versi windows selalu dalam bentuk instalasi grafis dan yang linux dalam bentuk file terkompresi tar.gz. kelebihan lain yang
berbeda dari versi untuk windows adalah memeliki fitur untuk mengaktifkan sebuah server secara grafis, sedangkan linux masih berupa perintah-perintah didalam console. oleh karena itu versi untuk linux sulit untuk dioperasikan.
2.2.1. Definisi MySQL
Menurut pandangan beberapa ahli MySQL dapat diartikan sebagai berikut:
Menurut Kurniawan (2010:6) berpendapat bahwa “MySQL adalah satu jenis database server yang sangat terkenal. MySQL termasuk RDMS (Relational Database Management System) lebih populer lewat kalangan pemograman Web”.
Menurut Alexander F. K. Sibero (2011:97) berpendapat bahwa “MySqL atau dibaca “My Sekuel” adalah suatu RDBMS (Relational Data-base Management System) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data”.
Menurut Wahana Komputer (2010:26) berpendapat bahwa “MySQL adalah salah satu software sistem manajemen database (DBMS) Structured Query Language (SQL) yang bersifat open source”.
Menurut Budi Raharjo (2011:21) berpendapat bahwa “MySQL adalah RDBMS atau server database yang mengelola database dengan cepat menampung dalam jumlah sangat besar dan dapat di akses oleh banyak user”.
Menurut Anhar (2010:21) berpendapat bahwa “MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Database Management System) atau DBMS”.