• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI DASAR ORGANISASI Amalia, ST, MT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TEORI DASAR ORGANISASI Amalia, ST, MT"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI DASAR ORGANISASI

Amalia, ST, MT

(2)

DASAR TEORI

O R G A N I S A S I

(3)

ORGANISASI

Kesatuan sosial

Pembagian tugas & fungsi

Mempunyai tujuan

Mempunyai batas yang tegas terhadap lingkungannya

DASAR TEORI ORGANISASI

DEFINISI ORGANISASI 1

Suatu kesatuan sosial dari

sekelompok individu yang saling berinteraksi menurut suatu pola yang terstruktur dengan cara tertentu sehingga setiap

anggota organisasi mempunyai tugas dan fungsinya masing- masing, dan sebagai kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan juga mempunyai batas-batas jelas sehingga organisasi dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya

DEFINISI ORGANISASI (pendekatan modern, Daft)

(4)

DASAR TEORI ORGANISASI

STRUKTUR ORGANISASI 1

• Struktur Organisasi: bentuk organisasi secara keseluruhan

• Komponen dasar struktur organisasi:

• Pembagian tugas pada individu (bagian)

• Hubungan pelaporan resmi, hirarki, rentang kendali

• Pengelompokkan individu menjadi bagian organisasi

• Sistem hubungan, komunikasi, koordinasi, integrasi, vertikal maupun

horisontal

(5)

DASAR TEORI ORGANISASI

STRUKTUR ORGANISASI 1

• Skema Organisasi

(6)

DASAR TEORI ORGANISASI

ELEMENTS OF STRUCTURE 1

ORGANIZATION DESIGN: process in which managers develop/change their organization

• The Six Elements of Structure:

Work specialization

Chain of command

Span of control

Authority & responsibility

Centralization, decentralization

Departmentalization

(7)

DASAR TEORI ORGANISASI

ELEMENTS OF STRUCTURE 1

Work specialization

• Individuals specialize in doing part of an activity, rather than the entire activity

• Can lead to: boredom, fatigue, stress, low productivity

Chain of command

• Early management writers said that an employee should only have one boss / superior to whom he/she is responsible

Span of control

• How many employees can a manager efficiently and effectively direct

• Contongency variable: span of control depend on the level of management

(8)

DASAR TEORI ORGANISASI

ELEMENTS OF STRUCTURE 1

Authority & responsibility

• Authority: the rights inherent in a managerial position to give orders and expect them to be obeyed

• Responsibility: an obligation to perform assigned activities

• Types of power:

• Coercive power: power based on fear

• Reward power: based on ability to distribute something others value

• Legitimate power: based on one’s position in formal hierarchy

• Expert power: based on one’s expertise, special skills, r knowledge

• Referent power: based on identification with a person who has desirable resources or personal traits

(9)

DASAR TEORI ORGANISASI

ELEMENTS OF STRUCTURE 1

Centralization vs decentralization

• Centralization: when decision-making authority is kept at a higher level in the organization

• Decentralization: when decision-making authority is pushed down to the lowest levels of an organization

Departmentalization

• Activities in organization should be specialized & grouped into departmens

• How? >> functional, proruct, customer, geographic, or process

departmentalization

(10)

DASAR TEORI ORGANISASI

PENDEKATAN 1

Karena abstrak & menyangkut aspek sosial, maka:

Tinjauan menjadi luas, menyangkut berbagai aspek yang berbeda

Muncul lebih dari 18 orientasi

Muncul berbagai cara untuk pengelompokan:

Klasik, Sistem Sosial, Struktur, Teknologi, Adaptif, Integral

(TOSI)

Klasik, Neo Klasik, Modern (Scott, 1961)

(11)

EVOLUSI TEORI M A N A J E M E N

Teori Klasik

Teori Neo-Klasik

Teori Modern

(12)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI KLASIK 2

Revolusi Industri (1780 – Inggris) : permasalahan pada industri (kapasitas, perluasan pasar, pertumbuhan SD, lack of skill)

• Karakteristik Teori Manajemen Klasik: sentralisasi tinggi, spesialisasi tugas, disiplin, aturan, supervisi yang ketat

Manajemen Ilmiah (Taylor, 1856-1915)

• Studi waktu dan gerakan

• Rancangan one best method & one best way

• Pendekatan: manusia = makhluk rasional (bagian dari mesin)

• Karakteristik organisasi (Taylor)

• Integrasi kekuasaan & tanggung jawab

• Pemisahan perencanaan dan operasi

• Spesialisasi tugas: organisasi fungsional

• Penggunaan standar dalam pengendalian

(13)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI KLASIK 2

Administrative Management Theory (Fayol, 1841 – 1925):

• Administration Industrielle Generale: Planning, Organization, Command, Coordination, Control

• Prinsip Manajemen

• Pembagian tugas

• Kekuasaan & tanggung jawab

• Disiplin

• Kesatuan perintah

• Kesatuan kepemimpinan

• Subordinasi kepentinhan pribadi

• Remunerasi

• Karakteristik Organisasi Fayol: struktur piramida, implementasi rantai skalar, pembatasan rentang kendali, pendelegasian kekuasaan

• Sentralisasi

• Rantai skalar

• Keteraturan

• Keadilan

• Stabilitas

• Inisiatif

• Esprit de corps

(14)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI KLASIK 2

Model Birokratis (Weber, akhir abad 19):

• Karakteristik Organisasi Birokrasi

• Peraturan dan prosedur

• Spesialisasi dan pembagian pekerjaan

• Hirarkhi Otoritas

• Karyawan kompeten

• Keterpisahan pemilik – kepemimpinan organisasi

• Keterpisahan milik individu – milik organisasi

• Penggunaan dokumen tertulis

(15)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI KLASIK 2

Manajemen Klasik

Asumsi: manusia sebagai bagian / eksistensi dari sebuah mesin (makhluk rasional-ekonomis)

Revolusi industri (Inggris)

(1780)

Taylor Scientific Management

• Pembagian

pekerjaan, studi waktu, dan one best method

Fayol

Administration

• 5 elemen

administrasi &

14 prinsip manajemen

Weber Organisasi

Birokrasi

• 7

karakteristik

Birokrasi

(16)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI NEO-KLASIK 2

• Penyempurnaan pendekatan klasik dalam hal perhatian terhadap manusia

• Tujuan organisasi: tidak saja efisiensi-ekonomis, tetapi mencakup kepuasan manusia

• Asumsi: karyawan = makhluk rasional – ekonomis

Kecenderungan ke arah hubungan antar-manusia (Mayo, 1924-1932)

• Efek Hawthorne: pengaruh kinerja karyawan dengan situasi kerja

Pendekatan Behavioral

• Hierarki Kebutuhan (Maslow)

• Teori pandangan terhadap manusia (Mc. Gregor) : X dan Y

• Teori dua faktor (Herzberg): Hygiene Factor dan motivator

• Teori kepemimpinan: Likert (sistem 4), Lewin, Hersey & Blanchards, Managerial Grid

(17)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI NEO-KLASIK 2

• Hierarkhi Kebutuhan (Maslow)

(18)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI NEO-KLASIK 2

• Teori X dan Y

(19)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI NEO-KLASIK 2

• Teori Motivasi (Herzberg)

(20)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI NEO-KLASIK 2

• Rensis Likert

• Sistem 1: Explorative Authoritative

• Sistem 2: Benevolent Authoritative

• Sistem 3: Consultative

• Sistem 4: Participative

• Teori Leadership (Lewin)

• Otoriter

• Demokratis

• Bebas

(21)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI NEO-KLASIK 2

• Situational Theory (Hersey & Blanchards)

• Maturity: the ability and willingnes of people to take responsibility for directing their own behavior

• M1 unable and unwilling, neither competent nor confident

• M2 unable but willing to do necessary job tasks

• M3 able but unwilling to do what the leader wants

• M4 able and willing to do

(22)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI NEO-KLASIK 2

Manajemen Neo-Klasik

Asumsi: manusia adalah makhluk psiko-sosial

Mayo

Eksperimen Hawthorne

• Kecenderungan ke arah hub.

antar manusia

Behavioral

• Maslow – hierarki kebutuhan (motivasi)

• Mc Gregor – Teori pandangan thdp manusia

• Herzberg – Teori 2 Faktor

• Leadership theory: Linkert, Lewin, Hersey &

Blanchard’s, Managerial Grid

(23)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI MODERN 2

• Setelah Neo-Klasik, teori organisasi jadi menyebar dan tidak ada kesatuan pandangan antar pendekatan

• Struktur Organisasi tertentu sesuai untuk digunakan oleh suatu organisasi yang menggunakan Jenis Teknologi tertentu

• Muncul pendekatan Contingency (ketergantungan):

Tidak ada yang ideal & berlaku universal

Ideal hanya untuk suatu kondisi tertentu

(24)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI MODERN 2

Pendekatan Kuantitatif

• Metode OR: merubah persoalan manajemen menjadi metode kuantitatif

• Tujuan: mencari jawaban bagaimana SD terbatas dialokasikan untuk mencapai tujuan;

menunjukkan alternatif

• Fungsi model: mempelajari perilaku sistem untuk memperbaiki hasil kerja, & mencari struktur sistem yang ideal

• Jenis Model: model kompleks & model sederhana

Pendekatan Sistem

• Sistem: kesatuan, bukan jumlah dari bagian-bagiannya, sehingga membentuk totalitas dengan karakteristik ttt

• Karakteristik sistem: tergantung pada kualitas dan keterkaitan antara bagian- bagiannya

(25)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

TEORI MODERN 2

Manajemen Modern

Asumsi: manusia adalah bagian kelompok (tim) dan organisasi sebagai sistem terbuka

Pendekatan Kuantitatif

• Metode OR

Pendekatan Sistem

• Sistem merupakan kesatuan

(26)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

PERBANDINGAN KLASIK, NEO-KLASIK, MODERN 2

(27)

EVOLUSI TEORI

O R G A N I S A S I

(28)

EVOLUSI TEORI ORGANISASI

PERUBAHAN STRUKTUR ORGANISASI 3

Kondisi dasar dari organisasi & erubahan struktur organisasi

(29)

EVOLUSI TEORI ORGANISASI

EVOLUSI ORGANISASI 3

Date Form Description

1880 Owner-managed Small companies, generally making one product for a regional market, are controlled by one person who performs many administrative tasks

1850 Vertical Companies grow larger and hire more managers, each to oversee a stage of chain from raw material to finsihed product

1900 Divisional Large companies organize around a series of vertical chains of command to manage each product, or group of related products, that the

company makes

1950 Matrix Large companies with vertical structures add a second, informal reporting chain that links managers with allied responsibilities or managers working together on temporary projects

2000 Network Small central organizations rely on other companies and suppliers to perform manufacturing, distribution, marketing, or other crucial business functions on a contract basis

(Wilson & Dobrzynski, 1986)

(30)

EVOLUSI TEORI ORGANISASI

CHANGING FORM OF ORGANIZATION 3

Changing Forms of Organization (Gareth Morgan’s Organization, 1989)

(31)

DIMENSI

O R G A N I S A S I

(32)

DIMENSI ORGANISASI 4

Struktural

• Formalisasi

• Spesialisasi

• Standardisasi

• Sentralisasi

• Hierarkhi Otoritas

• Kompleksitas

• Profesionalisme

• Konfigurasi

Kontekstual

• Ukuran Organisasi

• Teknologi Organisasi

• Lingkungan

DIMENSI

ORGANISASI

(33)

DIMENSI ORGANISASI 4

DIMENSI ORGANISASI

DIMENSI STRUKTURAL

menggambarkan karakteristik internal organisasi

1. Formalisasi:

tingkat penggunaan dokumen tertulis dalam organisasi yang sebenarnya menggambarkan corak dari perilaku dan kegiatan organisasi

2. Spesialisasi:

derajat pembagian kerja/tugas dalam organisasi

3. Standardisasi:

derajat kesamaan cara (prosedur) dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi

4. Sentralisasi:

corak pembagian menurut tingkatan (hirarkhi) dalam organisasi, diperlihatkan oleh jenis keputusan yang boleh ditetapkan pada setiap tingkatan

5. Hierarkhi Otoritas:

pola pembagian kekuasaan serta rentang kendali

(34)

DIMENSI ORGANISASI 4

DIMENSI ORGANISASI

DIMENSI STRUKTURAL (ct’d)

6. Kompleksitas:

banyak kegiatan (sub sistem) dalam organisasi Vertikal: jumlah tingkatan yang ada pada organisasi

Horizontal: pembagian kegiatan secara horizontal menjadi bagian-bagian yang secara vertikal berada pada tingkatan yang sama

7. Profesionalisme:

tingkat pendidikan formal maupun tidak formal yang secara rata-rata dimiliki oleh anggota organisasi

8. Konfigurasi:

bentuk pembagian anggota organisasi pada bagian-bagian baik secara vertikal maupun secara horizontal

(35)

DIMENSI ORGANISASI 4

DIMENSI ORGANISASI

DIMENSI KONTEKSTUAL

karakteristik keseluruhan organisasi dalam lingkungannya

1. Ukuran Organisasi:

besarnya organisasi, seringkali dinyatakan dengan jumlah anggota organisasi

2. Teknologi Organisasi:

jenis dari tingkatan teknologi yang digunakan pada sistem produksi suatu organisasi

3. Lingkungan:

keadaan semua elemen lingkungan yang terdapat di luar batas-batas organisasi terutama yang berpengaruh kuat terhadap organisasi

(36)

PEMBAHASAN ORGANISASI 5

(37)

PEMBAHASAN ORGANISASI 5

Kontingensi: belum ada regularitas, sehingga teeori organisasi belum

dapat dianggap sebagai « teori »  dianggap way of thinking

(38)

• Sentralisasi: corak pembagian menurut tingkatan (hirarkhi)

dalam organisasi, diperlihatkan oleh jenis keputusan yang boleh ditetapkan pada setiap tingkatan

• Jelaskan dalam organisasi, peran/keputusan apa saja yang yang biasanya dijalankan oleh organisasi secara sentral dan desentralisasi?

• Sebutkan masing-masing 5 buah keputusan dan apa maksud dari keputusan diatas?

LATIHAN

Referensi

Dokumen terkait

 Ekspansi ini diharapkan dapat mendukung target penjualan CSAP pada tahun 2018 yang diharapkan naik 14% menjadi Rp11 triliun dibandingkan dengan tahun lalu.. Penjualan dari

[r]

Oleh karena itu hubungan kerjasama dapat berjalan hingga saat ini dan menyebabkan kemudahan dalam pengembangan kerjasama.Selama tiga periode, kerjasama sister city

Pada rancang bangun master slave modbus ini menggunakan komunikasi TWI pada bus yang terdiri dari dua line SDA SCL, dimana panjang dari wire tersebut mempengaruhi

Sejalan dengan tujuan penelitian arkeologi maka dapat dikemukakan beberapa manfaat penelitian dalam kaitannya dengan pembangunan daerah, yaitu; (1) dimaknai sebagai

Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dit. PGTK PAUD dan Dikmas), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian

Sama, sebab urutan tidak diperhatikan, jadi titik sampel akan sama.. Evaluasi Pengertian atau

Struktur populasi monyet ekor panjang pada kawasan TWA Pangandaran adalah sebanyak 195 individu dengan komposisi 23 jantan dewasa, 57 betina dewasa, 19 jantan remaja, 16