• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu sektor dalam pembangunan yang memiliki nilai kepentingan dan strategis yang sangat tinggi.

Pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu faktor determinan yang dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan pembangunan dalam suatu Negara. Urgenitas peran pendidikan ini sangatlah disadari oleh seluruh komponen bangsa dan Negara di dunia, termasuk Indonesia.

Lebih ditegaskan dalam pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pernyataan Tujuan Negara Mencerdaskan kehidupan bangsa memiliki nilai yang luhur dan agung karena bermakna untuk menciptakan kondisi bangsa dengan SDM yang berkualitas, unggul dan berdaya saing sehingga dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju baik di kawasan Asia Tenggga, Asia bahkan Dunia. Karena itu, tujuan nasional tersebut harus dapat diterjemahkan oleh Pemerintah menjadi berbagai kebijakan publik yang unggul. Sebab, bagaimanapun juga keunggulan dan daya saing sebuah negara akan ditentukan sejauhmana Pemerintah yang berkuasa mampu menyusun kebijakan-kebijakan yang unggul untuk kepentingan rakyatnya.

Sejalan dengan Pembukaan UUD didalam batang tubuh konstitusi diantaranya pasal 20, 21, Pasal 28 C ayat (1), Pasal 31 dan Pasal 32 juga mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan yang diatur dengan Undang-undang. Sistem pendidikan nasional tersebut harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu

(2)

serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Untuk itu, perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian luhur, kecerdasan, akhlak yang mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Pendidikan Nasional juga harus menumbuhkan dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan, wawasan keilmuan, kesetiakawanan sosial, kesadaran pada jati diri bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan serta berorientasi ke masa depan. Pendidikan Nasional perlu ditata, dikembangkan dan dimantapkan secara terpadu dan serasi, berkesinambungan, baik antar berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan maupun antar sektor pendidikan dengan sektor pembangunan lainnya serta antar daerah dengan menggunakan manajemen pendidikan yang makin mutakhir, efektif dan efisien serta mengutamakan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Sejalan dengan Perencanaan Nasional yang dituangkan dalam RPJMN 2015—2019 telah menetapkan sembilan agenda prioritas, yang dikenal sebagai Nawacita, meliputi, (1) menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan, rasa aman kepada seluruh warga negara; (2) membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya; (3) membangun Indonesia dari pinggiran dengan

(3)

memperkuat daerah, daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; (4) memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya; (5) meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa bangsa Asia lainnya; (7) mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik; (8) melakukan revolusi karakter bangsa;serta (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.Pada 9 agenda prioritas (Nawacita) maka yang berkaitan dengan pembangunan pada point 5 yaitu meningkat kualitas hidup manusia.

Kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu kata kunci dalam upaya peningkatan kesejahteraan menuju masyarakat yang maju dan memiliki keunggulan atau daya saing. Pendekatan yang ditempuh dalam upaya melakukan peningkatan kesejahteraan menuju masyarakat yang maju dan berdaya saing tersebut ditempuh melalui layanan pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat yang merupakan indikator dalam Indeks Pembangunan Manusia. Upaya perbaikan dan pemenuhan terhadap ketiga layanan kebutuhan dasar masyarakat diyakini berdampak penurunan tingkat kemiskinan masyarakat.

Hal itulah yang telah menjadi prinsip dasar penyelenggaraan pembangunan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karawang, dimana tingkat pencapaian kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang dicapai melalui pembangunan diukur dengan menggunakan indikator berupa Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang merupakan indeks komposit yakni gabungan dengan Indeks Pendidikan (IP), Indeks Kesehatan (IK) dan Indeks Daya Beli (IDB).

Indeks Pendidikan ditentukan oleh 2 (dua) variabel yaitu Angka Melek

(4)

Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS); sedangkan Indeks Kesehatan ditentukan oleh 3 variabel yaitu Angka Harapan Hidup (AHH), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI); serta Indeks Daya Beli ditentukan oleh variabel Pendapatan Perkapita Penduduk (PPP).

Konsep pembangunan manusia mempunyai cakupan yang luas melingkupi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari kebebasan untuk menyatakan pendapat, untuk mencapai kesetaraan gender, untuk memperoleh pekerjaan, untuk menjaga gizi anak maupun untuk dapat membaca dan menulis. Pembangunan manusia merupakan paradigma pembangunan yang menempatkan manusia (penduduk) sebagai fokus dan sasaran akhir dari seluruh kegiatan pembangunan yaitu tercapainya penguasaan atas sumber daya (pendapatan untuk mencapai hidup layak), peningkatan derajat kesehatan (usia hidup panjang dan sehat) dan meningkatkan pendidikan (kemampuan baca tulis dan keterampilan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat dan kegiatan ekonomi).

Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia saat ini dipandang yang paling strategis adalah melalui sektor pendidikan, melalui pendidikan inilah diharapkan akan membuka wawasan masyarakat yang semakin maju, mampu bersaing menuju era globalisasi yang saat ini sudah mulai kita rasakan pengaruhnya dengan semakin mudahnya kita mengakses informasi, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Pendekatan yang digunakan dalam merencanakan pembangunan bidang pendidikan adalah melalui perencanaan partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai stakeholders, dengan demikian wujud perencanaan pembangunan diharapkan dapat bersinergi antara top-down planning dan bottom up planning. Salah satu hasil dari pendekatan ini adalah lahirnya dokumen perencanaan jangka menengah daerah yang strategis. Untuk mewujudkan semua itu diperlukan suatu dokumen perencanaan

(5)

jangka menengah guna menjamin terciptanya sinergi kebijakan dan sinkronisasi program dengan melibatkan semua pihak terkait hingga tercapainya program-program pada sasaran yang dikehendaki.

Seiring dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional yang mensyaratkan Satuan kerja Perangkat daerah (SKPD) dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab.Karawang, untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Undang-undang ini diikuti oleh Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Dalam peraturan tersebut telah diatur ruang lingkup tahapan dan komponen minimal yang harus ada dalam Renstra SKPD.

Rencana strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga merupakan dokumen perencanaan yang menjadi satu kesatuan dalam sistem perencanaan pendidikan dan merupakan penjabaran visi, misi, dan program pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kab.

Karawang. Penyusunan Renstra ini berpedoman pada RPJPD Kabupaten Karawang tahun 2005 – 2025 yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 dan RPJMD Kabupaten Karawang Tahun 2016-2021 yang memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

Dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 8 Tahun 2016 ditindaklanjuti dengan Dokumen Rencana Strategis SKPD termasuk Renstra Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab.Karawang Tahun 2016-2021.

(6)

Pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Karawang melaksanakan Revisi RPJMD Kabupaten Karawang Tahun 2016-2021 selaras dengan revisi Renstra Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab.Karawang, revisi tersebut dilakukan dengan beberapa alasan sebagai berikut:

1. Penajaman substansi dalam RPJMD Kabupaten Karawang Tahun 2016-2021 dan Renstra Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Karawang; dengan memperhatikan ketepatan berbagai rumusan unsur-unsur kunci dalam perencanaan, seperti tujuan dan sasaran, indikator kinerja utama yang digunakan untuk menunjukkan keberhasilan pencapaian target, serta ketepatan menentukan target-target jangka pendek dan jangka panjang;

2. Perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja di Pemerintah Kabupaten Karawang berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2016, tentang Perangkat Daerah, dengan disusunya Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Karawang;

3. Penyesuaian terhadap urusan pemerintahan sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga disusun merupakan dokumen perencanaan komprehensif yang menjadi pedoman bagi semua tingkatan pengelola pendidikan di pusat dan daerah dalam merencanakan dan melaksanakan serta mengevaluasi program dan kegiatan pembangunan pendidikan dan digunakan sebagai acuan dalam implementasi program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Karawang dan Jajaran dibawahnya.

Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Karawang merupakan penjabaran dari pola dasar Pembangunan Daerah yang berfungsi sebagai pedoman operasional

(7)

pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Karawang melalui rencana kerja lima tahunan. Selain itu, Renstra Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kab. Karawang sangat berkaitan erat dengan RPJMD, RPJPD, Rencana Strategis Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, dan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. RPJMD menjadi pedoman dalam penyusunan Renstra SKPD dalam kurun waktu 5 (lima) tahunan.

Selain berpedoman dan memperhatikan RPJMD, RPJPD, Penstra Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, dan Renstra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penyusunan Renstra SKPD juga memperhatikan Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program serta dokumen lainnya seperti Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sesuai amanat peraturan perundang-undangan, Kajian Lingkungan Hidup Strategis Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Karawang tahun 2016-2021, merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 15 (ayat 1) Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menyebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

RPJMD menjadi pedoman dalam penyusunan Renstra SKPD dalam kurun waktu 5 (lima) tahunan. Renstra SKPD merupakan penjabaran teknis RPJMD yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional dalam menentukan arah kebijakan serta indikasi program dan kegiatan setiap urusan bidang dan/atau

(8)

oleh setiap SKPD dan ditetapkan oleh Kepala Daerah setelah diverifikasi terlebih dahulu oleh Bappeda Kabupaten Karawang.

Dengan demikian Kondisi kesinambungan, konsistensi dan integrasi perencanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik sebagaimana skema di bawah ini:

Gambar 1. Hubungan antara Renstra Dinas dengan Perencanaan lainnya

Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan Rencana Strategis ini merupakan perpaduan antara Top-down dan Bottom-up serta menerapkan azas keterbukaan dan keterukuran, oleh karenanya penyusunan Rencana Strategis ini melibatkan banyak pihak yang terkait dengan pendidikan (stakeholders), diantaranya Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, Kepala Seksi/ Kepala Subbag, Kepala UPTD PAUD dan SD Kecamatan, Kelompok Kerja Kepala SMP-SMA/SMK, Dewan Pendidikan, Masyarakat dan unsur lainnya. Dengan demikian Renstra Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan dokumen perencanaan yang lainnya dalam upaya mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Karawang di sektor pendidikan yang telah ditetapkan dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah Kabupaten Karawang.

(9)

1.2 Landasan Hukum

Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Karawang 2016 - 2021 disusun berdasarkan landasan hukum yang disamping memberikan aspek legal juga memberikan gambaran tentang komponen-komponen yang harus dipersiapkan dan dikembangkan sesuai dengan standar yang berlaku. Adapun landasan hukum penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang 2016 - 2021 adalah sebagai berikut : A. Landasan Idiil, yaitu Pancasila;

B. Landasan Konstitusional, yaitu Undang-Undang Dasar 1945;

C. Landasan Operasional, yaitu :

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah;

5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

(10)

10. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Kewenangan Antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah, urusan wajib daerah kabupaten/kota dalam bidang pendidikan mencakup Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Non-formal;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tentang Pelaksanaan PP 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

15. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang disempurnakan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006;

18. Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 8 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Karawang;

(11)

19. Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2010 tentang Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025;

20. Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018;

21. Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Karawang Tahun 2005-2025;

22. Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2011-2031;

23. Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Karawang Tahun 2016 – 2021;

24. Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Karawang;

25. Peraturan Bupati Karawang Nomor 42 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang;

26. Peraturan Bupati Karawang Nomor 41 Tahun 2017 tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Karawang Tahun 2016-2021 dengan Kebijakan Nasional.

(12)

1.3 Maksud dan Tujuan

Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Karawang bertujuan sebagai berikut:

1. Merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bidang pendidikan, pemuda dan olah raga yang lebih lanjut rencana strategis berfungsi pula sebagai pedoman penentuan prioritas/pilihan program kegiatan tahunan yang dibiayai oleh APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN.

2. Sebagai tolok ukur dalam melakukan evaluasi kinerja tahunan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Karawang.

3. Memudahkan seluruh jajaran aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga untuk memahami dan menilai arah kebijakan dan program serta kegiatan operasional tahunan dalam rentang waktu tahun 2016 – 2021.

1.4 Sistematika Penulisan

Berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, maka sistematika penulisan dan penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Karawang 2016 - 2021 adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Memuat uraian tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan dan sistematika penulisan Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

(13)

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA

Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki SKPD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas SKPD yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra SKPD ini.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Memuat Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan OPD, Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Waki Kepala Daerah Terpilih, Telaahan Renstra K/L dan Renstra OPD Provinsi, Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Penentuan Isu-isu Strategis

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN , STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Memuat tentang rumusan pernyataan visi dan misi OPD, tujuan dan sasaran jangka menengah OPD beserta indikator kinerjanya serta rumusan pernyataan strategi dan kebijakan OPD dalam lima tahun mendatang

(14)

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Memuat tentang rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan Pendanaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang.

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Memuat tentang indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

BAB VII PENUTUP

(15)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN KARAWANG

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

Secara umum, kedudukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang merupakan unsur Pemerintah Daerah kabupaten Karawang yang diberi tanggungjawab di bidang pendidikan, dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Karawang.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang pendidikan yang mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang pendidikan, bidang kepemudaan dan olah raga serta tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah.

Untuk melaksanakan tugas tersebut Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mempunyai fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis Dinas dan/atau bahan kebijakan daerah dalam hal penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang pendidikan dan bidang kepemudaan dan olah raga;

b. penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang pendidikan dan bidang kepemudaan dan olah raga;

c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang pendidikan dan bidang kepemudaan dan olah raga;

d. pelaksanaan administrasi Dinas sesuai dengan tugasnya; dan

(16)

e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, adalah sebagai berikut:

a. Kepala Dinas

b. Sekretariat, membawahkan:

1. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

2. Sub Bagian Keuangan; dan

3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c. Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, membawahkan:

1. Seksi Pendidikan Anak Usia Dini; dan 2. Seksi Pendidikan Masyarakat.

d. Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, membawahkan:

1. Seksi Kurikulum, Kesiswaan dan Ketenagaan; dan 2. Seksi Kelembagaan, Sarana dan Prasarana.

e. Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, membawahkan:

1. Seksi Kurikulum, Kesiswaan dan Ketenagaan; dan 2. Seksi Kelembagaan, Sarana dan Prasarana.

f. Bidang Pemuda dan Olah Raga, membawahkan:

1. Seksi Pemuda; dan 2. Seksi Olah Raga.

g. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD); dan h. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagan Susunan Organisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga adalah sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati Karawang dan bagan tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

(17)

Gambar 2. Struktur Organisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang

Penetapan Uraian Tugas Jabatan Struktural dalam Lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang tercantum pada Peraturan Bupati Karawang Nomor 42 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang dan Peraturan Bupati Karawang No 60 Tahun 2015 tentang Tata Hubungan Kerja Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karawang.

PRINSIP DAN JENIS HUBUNGAN KERJA

Pelaksanaan hubungan kerja memperhatikan keterbukaan, akuntabilitas, profesionalistas dan keterpaduan dapat mengembangkan sistem informasi terpadu, terbuka dan dapat diakses oleh publik dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia. Hubungan Kerja organisasi perangkat daerah mengandung prinsip :

KEPALA DINAS

BIDANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

BIDANG PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BIDANG

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN

MASYARAKAT

BIDANG PEMUDA DAN

OLAHRAGA

SEKRETARIS

SUBAG KEUANGAN

SUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUBAG

PROGRAM DAN PELAPORAN

JABATAN FUNGSIONAL

UPTD

SEKSI PENDIDIKAN ANAK USIA

DINI

SEKSI PENDIDIKAN MASYARAKAT

SEKSI KELEMBAGAAN, SARANA

DAN PRASARANA SEKSI KURIKULUM, KESISWAAN

DAN KETENAGAAN

SEKSI KELEMBAGAAN, SARANA

DAN PRASARANA SEKSI KURIKULUM, KESISWAAN

DAN KETENAGAAN

SEKSI PEMUDA

SEKSI OLAH RAGA

(18)

a. Saling membantu dan mendukung untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik yang berkelanjutan

b. Saling menghargai kedudukan, tugas dan fungsi serta wewenang masing-masing SKPD

c. Saling memberi manfaat; dan

d. Saling mendorong kemandirian masing-masing SKPD yang mengacu pada peningkatan kemampuan penyelenggaraan tugas- tugas pemerintahan.

Penyelenggaraan tugas, fungsi dan wewenang organisasi perangkat daerah dilakukan melalui hubungan kerja yang meliputi :

a. Hubnungan Kerja Konsultatif, dimaksudkan untuk menyamakn persepsi dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai wewenang masing-masing SKPD dan dapat dilakukan tanpa terikat pada hubungan struktural berjenjang.

b. Hubungan kerja kolegial dimaksudkan untuk :

1) Menumbuhkan rasa kebersamaan dan kemitraan dalam melaksanakan beban kerja dan tanggungjawab bagi peningkata produktivitas dan kinerja, dan

2) Mengembangkan semangat kebersamaan dan mengontrol otoritaianisme struktural yang umumnya berkembang dalam hubungan struktural yang cenderung terpusat

3) Dapat dilakukan dengan mengutamakan musyawarah dan tanggungjawab bersama

c. Hubungan kerja fungsional dimaksudkan untuk memberikan peran substansial secara fungsional dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan wewenang masing-masing SKPD dan dapat dilakukan sesuai dengan kompetensi dan kemandirian dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya.

d. Hubungan kerja struktural dimaksudkan untuk mengembangkan kepemimpinan secara berjenjang dengan tetap melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya secara bertanggungjawab dengan tetap

(19)

memperhatikan kerjasama yang terpadu, harmonis, selaras, komprehensif dan tidak mementingkan kepentingan wewenang pada suatu SKPD/dan atau unit kerja tertentu

e. Hubungan Kerja Koordinatif dimaksudkan untuk :

1) Pengembangan hubungan kerja secara struktural dengan menumbuhkembangkan semangat kolegial yang sinergis dan terpadu dalam penanganan dan penyelesaian tugas dan fungsi sesuai dengan wewenang SKPD

2) Dilaksanakan untuk menghindari tumpang tindih atau duplikasi program dan kegiatan secara substansial dan menjamin keselarasan program serta kegiatan antar SKPD.

3) Hubungan kerja koordinatif meliputi :

a) Penyusunan dan perumusan kebijakan untuk dijadikan pedoman dan arahan bagi organisasi perangkat daerah b) Penyusunan rencana strategis perangkat daerah

c) Integrasi dan sinkronisasi program perangkat daerah melalui rapat koordinasi

d) Pembahasan berbagai hal yang perlu dikonsultasikan dan ditangani bersama melalui temu konsultasi

e) Pembentukan gugus kerja/tugas yang melibatkan berbagai SKPD untuk menangani berbagai persoalan yang perlu dipecahkan bersama

f) Pembentukan badan/wadah/lembaga koordinatif non struktural yang diperlukan untuk menangani fungsi-fungsi koordinasi pembinaan secara menyeluruh

g) Penelitian dan pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan

Tata hubungan kerja :

1. Dalam hal dinas daerah, lembaga teknis daerah dan lembaga lain berinisiatif menyusun kebijakan strategis pemerintahan daerah yang menyangkut pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi

(20)

kewenangan daerah, pelayanan umum serta tugas pembantuan yang ditanganinya wajib berkonsultasi, berkoordinasi serta menyampaikan bahannya kepada sekretariat daerah untuk ditindaklanjuti oleh Asisten/unit kerja yang membidanginya

2. Dalam hal dinas daerah, lembaga teknis daerah dan lembaga lain menyusun kebijakan teknis/operasional pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, pelayanan umum dan tugas pembantuan yang ditanganinya berlandaskan pada kebijakan strategis pemerintahan daerah dan/atau pedoman umum yang telah disusun oleh Sekretariat Daerah.

3. Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga lain dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya menyampaikan laporan periodik dan/atau sesuai kebutuhan kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

4. Dalam rangka peningkatan aspek akuntabilitas, keterbukaan dan keterpaduan setiap naskad dinas yang berasal dari Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga lain sebelum ditandatangani oleh Bupati, Wakil Bupati dan/atau Sekretaris Daerah, dibubuhi paraf koordinasi oleh Asisten yang membidangi dengan tetap memperhatikan aspek efektivitas dan kecepatan pelayanan

5. Naskah dinas meliputi instruksi, surat edaran, surat biasa, surat perjanjian, surat kuasa, pengumuman, berita acara sertifikat dan STTP

2.2 Sumber Daya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

Untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang didukung oleh sumber daya manusia yang berstatus sebagai pegawai yang bertugas menjalankan tugas pokok dan jabatan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Berikut data Jumlah pegawai berdasarkan golongan dan jabatannya.

(21)

Tabel 2.1 Jumlah Pegawai PNS Berdasarkan Golongan Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang

Tahun 2015

No Unit Kerja Golongan Jumlah

I II III IV A. Struktural

1. Disdikpora Kabupaten 2 13 43 11 69 2. UPTD Paud dan SD

Kec 2 72 100 24 198

3. UPTD Sanggar Kegiatan Belajar

- 1 1 - 2

4. TU SMP 8 44 69 - 121

5. TU SMA/SMK 5 22 61 - 88

6. Penjaga SD 13 174 - - 187

Jumlah Struktural 30 326 274 35 665 B Fungsional

1. Guru TKN 2 3 6 11

2. Guru SDN - 425 1.907 3.583 5.915

3. Guru SMPN - 52 492 836 1.380

4. Guru SMAN/SMKN - 16 390 419 825

6. Guru DPK - 7 16 40 63

7. Pengawas SD - - - 125 125

8. Pengawas SMP SMA/SMK

- - - 32 32

9. Penilik - - 7 43 50

10. Pamong - - 2 3 5

Jumlah Fungsional - 502 2.821 5.085 8.406 Total 30 828 3.095 5.118 9.071

Sumber: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Karawang tahun 2015

(22)

Susunan personil atau pegawai pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dilihat dari Pendidikan Formal jenjang pendidikan :

Tabel 2.2 Jumlah Pegawai PNS Berdasarkan Pendidikan Formal Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang

Tahun 2015

No. Unit Kerja

Pendidikan

JUMLAH SD SLTP SLTA D.I-

III S.1 S.2 1 Disdikpora

Kabupaten - - 22 5 32 10 69

2 UPTD Pendidikan

Kecamatan 2 12 113 52 19 198

3 UPTD Sanggar

Kegiatan Belajar - - 1 - 1 - 2

4 TU SMP 13 89 1 18 - 121

5 TU SMA/SMK 1 6 62 5 14 - 88

6 Penjaga SD 9 53 124 - 1 - 187

JUMLAH 12 84 411 11 118 29 665

Tabel 2.3 Jumlah Tenaga Fungsional PNS Berdasarkan Pendidikan Formal pada Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga

Kabupaten Karawang Tahun 2015

No. Unit Kerja Pendidikan JUMLAH

SLTA Diploma S.1 S.2 S.3

1. Guru TKN - - 11 - - 11

2. Guru SDN 154 482 5.201 78 - 5.915

3. Guru SMPN 7 82 1.166 124 1 1.380

4. Guru SMAN/SMKN - 7 709 109 - 825

5. GURU DPK 4 16 32 11 - 63

6. Pengawas SD - - 104 21 - 125

7. Pengawas SMP,

SMA/ SMK - - 24 8 - 32

8. Penilik - 1 45 4 - 50

9. Pamong - - 5 - - 5

JUMLAH 165 587 158 12 1 8.406

(23)

Dilihat pada tabel jumlah PNS khusus jabatan fungsional guru masih terdapat jenjang pendidikan terakhir yang belum S1 secara akumulasi 587 orang. Pemenuhan guru dengan jenjang Pendidikan Terakhir minimal S1 sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.

Berdasarkan data jumlah PNS struktural menurut jenjang pendidikan terakhir khususnya pada Kantor Disdikpora Kabupaten dan UPTD maka dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 2.3. Jumlah PNS Berdasarkan Keahlian (Spesifikasi) Pendidikan Formal Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

Kabupaten Karawang Tahun 2015

No Jenjang Pendidikan

Unit Kerja

JUMLAH Kantor Disdikpora Kantor UPTD dan SKB

Pendi- dikan

Non Pendi-

dikan

Jml Pendi- dikan

Non Pendi-

dikan

Jml

1 Magister (S2) 8 2 10 15 4 19 29

2 Sarjana (S1) 17 15 32 42 10 52 84

3 Diploma - 5 5 - - - 5

4 SLTA - 22 22 - 113 113 135

5 SLTP - - - - 12 12 12

6 SD - - - - 2 2 4

JUMLAH 25 44 69 57 141 198 267

Bila memperhatikan pada tabel 2.3 maka dapat terlihat bahwa komponen inti pada spesifikasi/keahlian pendidikan formal terakhir pada kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga perbandingan antara pendidikan dan non pendidikan tidak berbeda jauh seperti S2 yaitu 8 : 2 sedangkan S1 yaitu 17 : 15 dan tingkat diploma sebanyak 5 orang serta SLTA sebanyak 22 orang. Pada tingkat UPTD dengan jumlah pegawai 267 umumnya pada tingkat pendidikan terakhir untuk S2 dan S1 didominasi oleh spesifikasi/keahlian dari pendidikan sebanyak 57 orang dan 14 orang non pendidikan, SLTA sebanyak 113 orang, SLTP sebanyak 12 orang dan SD sebanyak 4 orang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat spesifikasi/keahlian khusus pendidikan

(24)

masih diperlukan pola yang memadai guna pengelolaan tenaga kependidikan yang memenuhi standar pendidikan.

Sumber Daya pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga selain dari sumber daya manusia juga daya dukungan sarana dan prasarana. Untuk sarana prasarana gedung terdiri dari 1 gedung Kantor Disdikpora dan gedung Pusat Pembelajaran Guru/Teacher Learning Center (TLC), 30 Kantor UPTD, 31 gedung PGRI, 1 gedung Kantor SKB, dan 1 gedung Dewan Pendidikan. Fasilitasi daya dukung kendaraan dinas operasional sebanyak 193 unit terdiri dari 18 kendaraan roda empat dan 175 kendaraan roda dua. Berikut data sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga :

Tabel 2.4. Jumlah Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang Tahun 2011-2015 A. Jumlah Sekolah

Jenjang Sekolah Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

PAUD Formal 119 123 147 155 155

PAUD Non Formal 497 614 827 877 881

SD 878 885 885 887 890

SDLB 2 2 2 3 3

MI 131 134 137 137 140

SMP 135 146 149 148 149

SMPLB 2 2 2 2 2

MTs 58 57 57 58 59

SMA 37 36 37 37 43

SMALB 2 1 1 1 1

MA 16 18 18 19 20

SMK 69 82 88 93 95

(25)

B. Fasilitas Sarana Prasarana Pendukung NO FASILITAS SARPRAS

PENDUKUNG JUMLAH KET

Kendaraan Dinas

1 Roda Empat 18 Es II dan III

2 Roda Dua 175 Es IV

Peralatan Kerja

1 AC Split 5 R.Kepala/

Sekretaris Dinas

2 Foto Presiden 2

3 Lemari Buku 3

4 Kursi Putar -

5 Kulkas 2

6 Lambang Garuda 1

7 Papan Pengumuman 3

8 Figura Foto 2

9 Kursi Tamu 6

10 Laptop 2

11 Filing Cabinet 18 Setiap ruangan

12 Komputer 40

13 Kursi Lipat 34

14 Mesin Tik 2

15 Printer 16

16 AC Split 33

17 Pesawat Telepon -

18 Meja Kayu 33

19 Kursi Putar 19

20 Sice 16

(26)

2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia. Oleh karena itu pembangunan pendidikan di Kabupaten Karawang harus mampu menjamin pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Pembangunan pendidikan di Kabupaten Karawang yang dilakukan dalam kurun waktu 2011-2015 menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Pendidikan.

A. Kondisi Awal dan Sasaran yang Ingin Dicapai Periode 2011-2015 2.3.1 Kondisi Awal

Analisis kinerja atas fokus kesejahteraan sosial dilakukan terhadap indikator angka melek huruf, angka rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka pendidikan yang ditamatkan, angka partisipasi murni, angka kelangsungan hidup bayi, angka usia harapan hidup, persentase penduduk yang memiliki lahan, dan rasio penduduk yang bekerja. Selama lima tahun terakhir, Angka-angka ini menunjukkan tren meningkat, walaupun jika dibandingkan dengan standar yang ada, belum mencapai target dan standar yang ditetapkan.

Pada penghitungan model baru IPM berlaku pula indikator angka usia harapan pendidikan. Untuk melihat perkembangan indikator makro Kabupaten Karawang sebagai focus kepada kesejahteraan sosial tahun 2014 s.d. 2015 dapat disajikan pada tabel berikut:

(27)

Capaian Indikator Makro Kabupaten Karawang Tahun 2014

No Indikator Makro Capaian 2014*)

1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 71,98

 AHH (thn) 68,18

 AMH (%) 93,49

 RLS (thn) 7,45

 PPP (Rp 000/kapita) 641,70

2 LPE *) 7,87

3 PDRB*)

 Harga Konstan (Juta Rp) 29.498.263,30

 Per Kapita (ADHK) 13.109.640

4 Inflasi 8,90

5 Jumlah Penduduk 2.250.120

6 LPP (%) 1,11

7 Ketenagakerjaan

 Jumlah Angkatan Kerja (jiwa) 1.021.461

 Jumlah penduduk yang bekerja (jiwa) 912.864

 Pengangguran (%) 114.004 (11,10)

Sumber : Bappeda Kabupaten Karawang, Capaian IPM Pendekatan Metode Moderat Estimate Tahun 2014

BPS Kabupaten Karawang, Indikator Sosial Ekonomi 2014

Capaian Indikator Makro Kabupaten Karawang Tahun 2015

NO URAIAN CAPAIAN

1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 67,60

 AHH (thn) 71,50

 EYS (thn) 11,67

 MYS/RLS (thn) 7,09

 Pengeluaran (Rp 000/kapita) 9.818,38

2 LPE *) 4,62%

3 PDRB*)

 Harga Konstan (Juta Rp) 131.207.042,8

 Per Kapita (ADHK) 57.709.471,6

4 Inflasi 3,2%

5 Jumlah Penduduk 2.273.579

6 LPP (%) 1,04%

7 Ketenagakerjaan

 Jumlah Angkatan Kerja (jiwa) 1.056.041

 Jumlah penduduk yang bekerja (jiwa) 930.590

 Pengangguran (%) 11,88%

Sumber : BPS Kabupaten Karawang, Indikator Makro 2015 *)= angka sementara

(28)

Pada tahun 2015 Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Karawang tercatat sebesesar 7,09 tahun. Hal tersebut berarti, pendidikan masyarakat Kabupaten Karawang berarti tidak tamat kelas 2 SMP. Kondisi tersebut merupakan tantangan bagi pembangunan pendidikan di Kabupaten Karawang. Pada Indikator Angka Melek Huruf (AMH), tingkat melek huruf pada tahun 2015 mencapai 93,49. Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang untuk meningkatkan angka RLS, AMH dan angka partisipasi di luar sekolah formal adalah melalui Program Kesetaraan (Paket) yaitu Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), serta Paket C setara Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Peningkatan Akses sarana dan prasarana fisik pendidikan berupa bangunan unit sekolah di Kabupaten Karawang dilakukan secara proporsional pada tahun 2015 terdapat 1.032 unit bangunan SD/MI/SDLB, 210 unit bangunan SMP/MTs/SMPLB dan 159 unit bangunan SMA/SMK/MA/SMLB, sehingga total keseluruhan terdapat 1.401 bangunan unit sekolah. Pada tahun 2015 jumlah guru SD Sederajat sebanyak 11.242 orang, guru SLTP Sederajat sebanyak 4.966 dan guru SLTA Sederajat sebanyak 4.249 orang, sehingga jumlah keseluruhan tenaga guru di Kabupaten Karawang pada tahun 2015 sebanyak 20.457 orang.

Pada tahun 2015 jumlah murid SD Sederajat sebanyak 255.951 siswa, murid SLTP Sederajat sebanyak 117.573 siswa dan murid SLTA sebanyak 83.227 siswa, sehingga jumlah keseluruhan murid di Kabupaten Karawang pada tahun 2015 sebanyak 456.751 siswa.

Angka Partisipasi Kasar (APK) SD dan SLTP, Angka Partisipasi Murni (APM) SD dan SLTP juga merupakan salah satu indikator pembangunan di bidang pendidikan. Dalam upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan Pemerintah

(29)

Kabupaten Karawang terus berupaya ketersediaan sarana pendidikan yang memadai baik pembiayaan oleh pemerintah maupun swadaya serta partisipasi pihak swasta guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam bidang pendidikan. Pada tahun 2015, APK SD Sederajat 107,73%, APM SD Sederajat 97,06%, APK SLTP Sederajat 98,72%, APM SLTP Sederajat 73,80, APK SLTA Sederajat 68,36% dan APM SLTA Sederajat 53,13%.

2.3.2 Sasaran yang Ingin Dicapai

Berdasarkan kondisi dan permasalahan dibidang pendidikan, sasaran utama untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan dalam RPJMD Kabupaten Karawang 2011- 2015 adalah :

1. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun dan Rintisan Wajib Belajar 12 tahun

2. Tersedianya layanan pendidikan non formal

3. Tersedianya system tata kelola yang handal dalam menjamin terselenggaranya layanan prima

4. Meningkatnya peran pemuda dan prestasi olahraga

2.3.3 Program-program yang Dilaksanakan Untuk Mencapai Sasaran Untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan, maka program-program yang dilaksanakan terdiri atas :

1. Program Pendidikan Anak Usia Dini

2. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3. Program Pendidikan Menengah

4. Program Pendidikan Non Formal

5. Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan 6. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

7. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

8. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

(30)

9. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

10. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 11. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

Capaian Kinerja

12. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 13. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga

2.3.4 Pencapaian Tahun 2011-2015

Sasaran 1 : Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun dan Rintisan Wajib Belajar 12 tahun

Keberhasilan pembangunan suatu wilayah ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas SDM tersebut. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan. Untuk mengetahui seberapa banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas pendidikan dapat dilihat dari persentase penduduk menurut partisipasi sekolah. Ada beberapa indikator pendidikan diantaranya angka transisi, angka drop out, angka repetisi, angka partisipasi, dan lain-lain. Indikator angka partisipasi umumnya berkaitan dengan keberhasilan suatu daerah dalam mendorong anak usia sekolah agar dapat bersekolah.

Angka Partisipasi Sekolah merupakan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. Angka tersebut memperhitungkan adanya perubahan penduduk terutama usia muda. Ukuran yang banyak digunakan di sektor pendidikan seperti pertumbuhan jumlah murid lebih menunjukkan perubahan jumlah murid yang mampu ditampung di setiap jenjang sekolah, sehingga naiknya persentase jumlah

(31)

murid cenderung diartikan semakin meningkatnya partisipasi sekolah.

Akan tetapi kenaikan tersebut dapat pula dipengaruhi oleh semakin besarnya jumlah penduduk usia sekolah yang tidak diimbangi dengan bertambahnya infrastruktur sekolah serta peningkatan akses masuk sekolah, sehingga angka partisipasi sekolah bisa tidak berubah atau menurun.

Pencapaian APK, APM pada tahun 2011 – 2015 lebih jelas disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel. 2.5

Perkembangan Angka Partisipasi Pendidikan Tahun 2011-2015

Indikator Tahun

2011 2012 2013 2014 2015 APK SD/Sederajat 108,89 108,8 107,34 107,73 107,24 APM SD/Sederajat 96,86 96,8 95,84 97,06 96,02 APK SLTP/Sederajat 90,62 94,96 95,61 98,80 96,72 APM SLTP/Sederajat 66,09 65,98 65,79 73,80 69,81 APK SLTA Sederajat 56,51 62,84 63,79 66,74 68,36 APM SLTA Sederajat 38,31 42,36 45,44 50,28 53,13

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Fokus pembangunan akses pendidikan dasar pada tahun 2011—2015 adalah menuntaskan wajib belajar sembilan tahun dan rintisan Wajib Belajar 12 tahun.Salah satu terobosan yang dilakukan sebagai upaya pencapaian wajib belajar sembilan tahun dan rintisan wajib belajar 12 tahun yaitu meningkatkan harga satuan Biaya Operasional Sekolah (BOS) dalam Program Peningkatan Manajemen dan Mutu Sekolah (PMMS) yang diperuntukan operasional, perawatan dan fasilitas pada satuan pendidikan yang bersinergi dengan Biaya Operasional Sekolah

(32)

(BOS) Pusat dan Provinsi.Untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah pada tahun 2011-2012 sebesar Rp.5.000,00, naik menjadi Rp18.000,00 pada tahun 2013-2014 dan pada tahun 2015 naik menjadi Rp.25.000,00 sedangkan pada tahun 2016 menjadi Rp. 171.500,00 dan direncanakan naik menjadi Rp.250.000,00 pada tahun 2017. Sedangkan untuk jenjang SMP/Madrasah Tsanawiyah pada tahun 2011-2012 sebesar Rp.25.000,00, naik menjadi Rp.300.000,00 pada tahun 2013-2014 dan pada tahun 2015 naik menjadi Rp.50.000,00 sedangkan pada tahun 2016 menjadi Rp.146.000,00 dan direncanakan naik menjadi Rp.300.000,00 pada tahun 2017.

Sedangkan pada Pendidikan Menengah dengan Melihat kebutuhan akan tenaga kerja terampil dan peningkatan input pendidikan tinggi, Pemerintah sampai tingkat Pemerintah Daerah mendorong akselerasipembangunan pendidikan menengah dengan menginisiasi Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang merupakan langkah awal menuju dilaksanakannya wajib belajar 12 tahun.Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PMU, pada tahun 2013 Pemerintah mengeluarkan kebijakan BOS bagi pendidikan menengah yang ditindalanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Karawang yang diterapkan dengan mengikuti mekanisme BOS pada pendidikan dasar yang diimplementasikan melalui Program Peningkatan Manajemen dan Mutu Sekolah dengan satuan biaya per siswa Rp.1.000.000,00 per tahun untuk jenjang SMA/MA dan SMK dengan satuan biaya Rp.1.050.000-Rp.1.260.000.

Dampak terobosan tersebut mendorong angka partisipasi kasar (APK) penduduk usia pendidikan dasar yaitu APK SD/Sederajat menjadi 107,24%, APK SLTP Sederajat menjadi 96,72% dan APK SLTA Sederajat menjadi 68,36. Terobosan tersebut juga bertujuan untuk menjamin pendidikan dasar dan menengah dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membebani orang tua dengan pungutan-pungutan

(33)

Perkembangan angka partisipasi sekolah dapat dilihat pada grafik berikut :

Gambar grafik 2.1

Masih Ditinjau dari keberlanjutan bersekolah, total angka putus sekolah untuk tingkat SD dan SLTP selama periode tahun 2012 adalah sebesar 563 orang. Dari gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa angka putus sekolah tingkat SD dan SLTP pada tahun 2012 bila dibandingkan dengan tahun 2011 mengalami penurunan dan total angka putus sekolah pada tahun 2013 adalah 560 orang. Angka putus sekolah tahun 2014 sebanyak 416 orang. Sedangkan angka putus sekolah pada tahun 2015 sebanyak 497. Sedangkan total angka putus sekolah untuk tingkat SLTA selama periode 2011 dan 2012 adalah sebesar 508 orang menjadi 463 orang. periode 2013 adalah 458 orang, tahun

(34)

2014 sebanyak 392 orang dan tahun 2015 sebanyak 477 orang.

Persentase Angka putus sekolah pada jenjang pendidikan SD, SLTP dan SLTA pada tahun 2011 sampai dengan 2015 adalah sebagai berikut.

Tabel 2.6

Persentase Angka Putus Sekolah Tingkat SD dan SLTP Tahun 2011-2015

No. Jenjang

Sekolah 2011 2012 2013 2014 2015 1 SD/MI 0,2% 0,1% 0,09% 0,01% 0,01%

2 SMP/MTs 0,4% 0,3% 0,4% 0,2% 0,32%

3 SMA/SMK/MA 0,87% 0,7% 0,63% 0,47% 0,5%

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Dari gambaran tersebut dapat disimpulkan masih adanya angka putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang SLTA, hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendorong dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan karena sebagian besar penyebab angka putus sekolah disebabkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan secara kontinu diupayakan peningkatan pelayanan pendidikan di berbagai pelosok Kabupaten Karawang

Tabel 2.7 menggambarkan hasil persentase lulusan pada jenjang pendidikan dan dasar dan menengah yang melanjutkan sekolahnya. Angka kelulusan selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

(35)

Tabel 2.7

Persentase Lulusan SLTA Sederajat

yang Melanjutkan Sekolahnya Tahun 2011 – 2015

No. Jenjang

Sekolah 2011 2012 2013 2014 2015 1. SD/MI 96,60% 96,75% 97,72% 98,64% 97,72%

2. SMP/MTs 67,58% 72,80% 75,58% 80,62% 86,09%

3. SLTA Sederajat 69,42% 80,89% 82% 82% 83%

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Tabel 2.7 menggambarkan hasil persentase kelulusan pada jenjang SD dan SLTP yang melanjutkan sekolahnya. Semakin meningkatnya presentase kelulusan di jenjang pendidikan SD dan SLTP menggambarkan proses pembelajaran yang semakin baik dalam mempersiapkan anak didik dalam menghadapi ujian dengan asumsi bahwa lulusan SD melanjutkan ke SLTP. Tahun 2011 untuk SD angka kelulusan sebesar 96.60%, dan kelulusan di SLTP tahun 2013 sebesar 72,8% terdapat selisih 23,8% . Apakah dengan selisih angka tersebut ada lulusan SD yang tidak melanjutkan, pindah ke luar kabupaten atau mereka yang sekolah adalah penduduk di luar Kabupaten Karawang.

Seiring dengan peningkatan akses pendidikan dasar, pemerintah berusaha mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar dan menengah. Peningkatan akses pendidikan menengah wajib diselaraskan dengan akselerasi peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan menengah tidak hanya mencetak lulusan pendidikan menengah yang akan melanjutkan ke pendidikan tinggi namun juga mempersiapkan lulusan SMK memiliki ketrampilan memadai untuk menjadi tenaga kerja siap pakai dan trampil.

Upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah ditujukan untuk mendorong meningkatnya rata-rata

(36)

kualitas layanan pendidikan yang ditunjukan dengan semakin meningkatnya jumlah satuan pendidikan yang terakreditasi.

Tercatat pada tahun 2015 sebanyak 68,7% SD/MI dan 62,5%

SMP/MTs, 96,35% SMA/MA dan 86,31% kompetensi keahlian SMK telah terakreditasi. Hal tersebut merupakan dampak dari berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah seperti rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah yang dilaksanakan secara masif, proses redistribusi guru dan peningkatan kompetensi guru menjadi berkualifikasi S1/D4, proses sertifikasi pendidik, dan pengembangan kurikulum yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Tabel 2.8

Persentase Sekolah yang Terakreditasi Tahun 2011 - 2015

No. Jenjang

Sekolah 2011 2012 2013 2014 2015 1. SD/MI 90,01% 91% 92% 92,29% 97,97%

2. SMP/MTs 81,11% 76,84% 77,40% 77,84% 82,12%

3. SMA 97,22% 100% 94,60% 94,60% 97,97%

4. MA 94,11% 88,88% 88,88% 94,73% 94,73%

5. SMK 85,71% 83,10% 85% 84,94% 86,31%

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Dalam rangka meningkatkan daya tampung sekolah dan sarana prasarana sekolah telah diupayakan melalui pembangunan unit sekolah, rehabilitasi ruang kelas, ruang laboratorium dan perpustakaan untuk SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/MA/SMK dengan sumber dana yang berasal dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN (DAK), Dana Dekonsentrasi dan Corporate Social Responsibility (CSR).

(37)

Tabel. 2.9

Pembangunan Unit Sekolah dan Rehabilitasi Ruang Kelas SD/MI dan SMP/MTs (Lokal)

Tahun 2011 s.d 2015

Jenjang Sekolah Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

SD/MI 57 1.402 460 357 175

SMP/MTs 36 535 598 194 78

SMA/SMK/MA 150 129 181 158 96

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dilihat dari aspek kualitas tenaga pendidik, diantaranya jumlah guru yang bersertifikat maupun persentase guru SD, SMP dan SMA yang berkualifikasi S1. Jika dilihat dari perkembangan jumlah guru di Kabupaten Karawang dalam kurun waktu 2011 sampai dengan 2013 terdapat penambahan jumlah guru. Pada tahun 2011 jumlah keseluruhan guru di Kabupaten Karawang sebanyak 18.405 orang sedangkan pada tahun 2012 jumlah guru menjadi 18.902 orang, tahun 2013 jumlah guru adalah 19.351 orang, tahun 2014 jumlah guru sebanyak 20.148 orang dan tahun 2015 jumlah guru sebanyak 20.457.

Tabel. 2.10

Perkembangan Jumlah Guru di Kabupaten Karawang Tahun 2011-2015

No Uraian Tahun/Jumlah Guru

2011 2012 2013 2014 2015 1 SD/MI 10.234 10.795 10.579 10.989 11.242 2 SMP/MTs 4.835 4.522 4.737 5.012 4.966 3 SMA/MA/SMK 3.336 3.585 4.035 4.147 4.249 Jumlah 18.405 18.902 19.351 20.148 20.457

(38)

Untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik dilaksanaan melalui kegiatan kualifikasi dan sertifikasi guru guna memenuhi standar pendidikan. Jumlah guru yang sudah dan belum mendapat kualifikasi dan sertifikasi hingga tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel . 2.11

Pelaksanaan Kualifikasi Guru di Kabupaten Karawang hingga Tahun 2015

Tingkat Pendidikan

Jumlah

Guru Sudah S1 Sedang Kuliah

Belum Kuliah

SD/MI 11.242 9.105 1.150 987

SMP/MTs 4.966 4.560 47 359

SMA/SMK/MA 4.249 3.908 16 325

Jumlah 20.457 17.573 1.213 1.671

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Dari tabel tersebut dapat digambarkan bahwa jumlah guru yang belum ikut kualifikasi ke S1 sampai dengan tahun 2015 sebanyak 1.671 orang. Pada tahun 2014 jumlah guru yang belum ikut kualifikasi ke S1 sebanyak 1.741 orang sebagaimana tercantum dalam Tabel 2.12

Tabel . 2.12

Pelaksanaan Kualifikasi Guru di Kabupaten Karawang hingga Tahun 2014

Tingkat Pendidikan

Jumlah

Guru Sudah S1 Sedang Kuliah

Belum Kuliah

SD/MI 10.989 8.824 1178 987

SMP/MTs 5.012 4.429 152 431

SMA/SMK/MA 4.147 3.816 8 323

Jumlah 20.148 17.069 1.338 1.741

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

(39)

Tabel 2.13 Pelaksanaan Sertifikasi hingga Tahun 2015

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Tabel 2.14Pelaksanaan Sertifikasi hingga Tahun 2014 No Tingkat

Pendidikan Guru yang

berijazah S1 Sudah

sertifikasi Belum Sertifikasi

1 SD/MI 8.824 6.458 2.366

2 SMP/MTs 4.429 2.303 2.126

3 SMA/SMK/MA 3.816 1.186 2.647

Jumlah 17.069 9.930 7.139

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Pada Tabel 2.14 s.d. 2.16 secara keseluruhan memperlihatkan kondisi pendidikan di Kabupaten Karawang meliputi jumlah sekolah, jumlah rombongan belajar, jumlah ruang kelas milik mulai dari tahun 2011/2012 s.d. 2015/2016.

Tabel 2.15

Jumlah Sekolah Tahun Pelajaran 2011/2012 s.d 2015/2016 No. Jenjang Sekolah Tahun

2011/

2012 2012/

2013 2013/

2014 2014/

2015 2015/

2016

1 TK 119 123 147 155 155

2 RA 156 165 172 173 186

3 SD 878 885 885 887 890

4 SDLB 2 2 2 3 3

5 MI 131 134 137 137 140

6 SMP 135 146 149 148 149

No Tingkat

Pendidikan Guru yang

berijazah S1 Sudah

sertifikasi Belum Sertifikasi

1 SD/MI 9.105 6.313 2.792

2 SMP/MTs 4.560 1.956 2.604

3 SMA/SMK 3.908 1.169 2.739

Jumlah 17.069 9.438 7.631

(40)

No. Jenjang Sekolah Tahun 2011/

2012 2012/

2013 2013/

2014 2014/

2015 2015/

2016

8 MTs 58 57 57 58 59

9 SMA 37 36 37 37 43

10 SMALB 2 1 1 1 1

11 MA 16 18 18 19 20

12 SMK 69 82 88 93 95

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang Tabel 2.16

Rombongan Belajar Tahun Pelajaran 2011/2012 - 2015/2016

No. Jenjang Sekolah

Tahun 2011/

2012 2012/

2013 2013/

2014 2014/

2015 2015/

2016

1 TK 257 349 459 379 372

2 RA 330 407 361 548 526

3 SD 8.076 7.126 7.133 7.455 7.465

4 SDLB 2 4 4 6 13

5 MI 1.141 929 967 1.000 1.007

6 SMP 2.026 2.117 2.250 2.238 2.310

7 MTs 427 484 539 593 555

8 SMPLB 5 2 3 3 2

9 SMA 640 730 693 691 769

10 SMALB 3 2 2 2 2

11 MA 108 126 124 143 145

12 SMK 733 882 929 979 1447

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

(41)

Tabel 2.17 Ruang Kelas Milik (RKM) Tahun Pelajaran 2011/2012 s.d. 2015/2016

No. Jenjang Sekolah

Tahun

2013/2014 2014/2015 2015/2016

B RR RB B RR RB B RR RB

1 TK 263 41 22 254 33 15 334 36 2

2 RA 325 9 69 339 128 2 383 128 2

3 SD 4.076 1.227 875 4.194 1.245 814 4.233 1.286 587

4 SMP 1.647 248 76 1.863 260 80 1.583 421 122

5 SMA 659 71 8 496 76 32 265 431 47

6 SMK 672 98 31 692 84 48 516 511 134

7 MI 563 211 135 534 248 75 533 286 81

8 MTs 306 102 42 295 141 58 333 141 48

9 MA 92 24 3 67 33 11 97 46 8

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Keterangan: Kategori Kondisi Sekolah : B (Baik), RR (Rusak Ringan) dan RB (Rusak Berat).

Sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan minat baca dikalangan murid-murid, di sekolah disediakan fasilitas perpustakaan sekolah, sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini :

Tabel 2.18

Jumlah Perpustakaan Sekolah Tahun 2011 - 2015 No Tingkat

Pendidikan 2011 2012 2013 2014 2015

1 SD/MI 219 224 316 355 369

2 SMP/MTs 127 128 128 132 159

3 SMA/SMK/MA 71 78 100 102 98

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

(42)

Tabel 2.19 menggambarkan jumlah peserta ujian pada jenjang SD dan SLTP di Kabupaten Karawang pada tahun 2011/2012 sampai dengan 2014/2015, adalah sebagai berikut :

Tabel 2.19

Jumlah Peserta UjianTahun 2011/2012-2015/2016 No. Jenjang

Sekolah

Tahun 2011/

2012 2012/

2013 2013/

2014 2014/

2015 2015/

2016 1 SD/MI 38.703 44.343 44.692 40.698 39.524 2 SMP/MTs 33.097 33.150 34.252 33.983 37.023 3 SMA/SMK/MA 17.096 19.308 20.414 21.020 23.780

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Tabel 2.20 dan Tabel 2.21 menggambarkan Angka Lulus Sekolah dan Persentase Kelulusan Ujian pada jenjang SD dan SLTP di Kabupaten Karawang pada tahun 2011, 2012, 2013, 2014 dan 2015 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.20

Angka Lulus SekolahTahun 2010/2011 s.d 2015/2016 No Tingkat

Pendidikan 2011 2012 2013 2014 2015 1 SD/MI 38.703 44.343 44.692 40.698 39.524 2 SMP/MTs 33.097 33.150 34.252 33.983 37.023 3 SMA/SMK/MA 17.096 19.308 20.414 21.020 23.780

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang Tabel 2.21

Persentase Kelulusan UjianTahun 2010/2011 s.d 2015/2016 No Tingkat

Pendidikan 2011 2012 2013 2014 2015

1 SD/MI 100% 100% 100% 100% 100%

2 SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

3 SMA/SMK/MA 99,98% 99,98% 99,99% 100% 100%

Sumber: Disdikpora Kabupaten Karawang

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Memenuhi Berdasarkan pemeriksaan arsip dokumen angkutan hasil hutan diketahui sebagian unit kelola kayu dalam Kelompok UMKM Pemilik Hutan

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, sumber segala kebenaran, sang kekasih tercinta yang tidak terbatas pencahayaan cinta-Nya bagi hamba-Nya, Allah Subhana Wata‟ala

Melalui kegiatan observasi di kelas, mahasiswa praktikan dapat. a) Mengetahui situasi pembelajaran yang sedang berlangsung. b) Mengetahui kesiapan dan kemampuan siswa dalam

Dua hal yang dipelajari penulis dengan pendekatan kemosistematika dalam peng- amatan adalah: (1) ketetapan karakter pada kelompok besar tetumbuhan yang memiliki arti dalam

Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi Masyarakat Kampung Bali, yang penelitiannya meliputi wawancara pada Masyarakat Suku Bali di Desa Cipta Dharma atau

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar