FORTE JURNAL
www.ojs.unhaj.ac.id/index.php/fj
Page 11
STANDARISASI DAN PERBANDINGAN EFEKTIVITAS
ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN DEKOK DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) DENGAN METODE DPPH
Aswan Pangondian Harahap1*, Robiatun Rambe2, Ratih Paramitha2, Yulanda3
1,2,3Universitas Haji Sumatera Utara, Medan, Indonesia.
Email: [email protected]
*corresponding author
Abstrak
Senggani (Melastoma malabathricum L.) banyak mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonid, tanin, saponin dan steroid . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan ekstrak etanol dan dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) serta perbandingan nilai IC50 dari ekstrak etanol dan dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.). Metode Ekstraksi pada penelitian ini adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70% . dan dekok pelarut air pada suhu 90o selama 30 menit. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman peradaman radikal bebas DPPH. Hasil ekstrak dari hasil ekstraksi daun senggani menggunakan pelarut etanol 70% sebanyak 110,2 gram dengan persen rendemen sebesar 22,04 %. Hasil Dekok daun senggani pada pelarut air sebanyak 49,90 gram rendemen ekstrak sebesar 24,95%. Dari Hasil Pengukuran Efektivitas antioksidan dengan nilai IC50 ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum L.) sebesar 19,206 ppm, dan dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) sebesar 17,140 ppm. Kesimpulan bahwa efektivitas antioksidan Ekstrak dan Dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) diperoleh melalui metode pengujian dengan DPPH pada nilai IC50 ekstrak etanol daun senggani sebesar 19,206 ppm dan dekok daun senggani sebesar17.140 ppm dimana efektivitas antioksidan termasuk dalam kategori sangat kuat , kedua sempel mempunyai efektivitas antioksidan tergolong sangat kuat tetapi Nilai IC50 dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) lebih baik dibanding kan ekstrak daun senggani Melastoma malabathricum L.).
Kata Kunci: Melastoma malabathrium L, Aktivitas antioksidan, Metode DPPH
Abstract
Senggani (Melastoma malabathricum L.) contains many chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and steroids. This study aims to determine the antioxidant effectiveness of ethanol extract and decoction of senggani leaves (Melastoma malabathricum L.) and the comparison of IC50 values of ethanol extract and decoction of senggani leaves (Melastoma malabathricum L.). Extraction method in this research is maceration using 70%
ethanol as solvent. and decoction of water solvent at 90o for 30 minutes. Testing of antioxidant activity using the DPPH free radical scavenging method. The results of the extract from the extraction of senggani leaves using 70% ethanol solvent as much as 110.2 grams with a percent
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
yield of 22.04%. The results of decoction of senggani leaves in water solvent as much as 49.90 grams extract yield of 24.95%. From the results of the measurement of antioxidant effectiveness, the IC50 value of senggani leaf extract (Melastoma malabathricum L.) was 19,206 ppm, and senggani leaf extract (Melastoma malabathricum L.) was 17,140 ppm. The conclusion that the antioxidant effectiveness of senggani leaf extract and decoction (Melastoma malabathricum L.) was obtained through the DPPH test method at the IC50 value of senggani leaf ethanol extract of 19.206 ppm and senggani leaf decoction of 17,140 ppm where the antioxidant effectiveness was included in the very strong category, both samples has a very strong antioxidant effectiveness but the IC50 value of decoction of senggani leaves (Melastoma malabathricum L.) is better than that of senggani leaf extract of Melastoma malabathricum L.).
Keywords: Melastoma malabathrium L, Antioxidant Activity, DPPH Method
PENDAHULUAN
Antioksidan mempunyai peranan menjaga kesehatan tubuh. Kandungan kimia antioksidan berguna untuk melindungi tubuh terhadap pengaruh senyawa radikal bebas merupakan hasil dari proses pengaruh oksidasi yang terjadi pada proses perpindahan energi metabolik (Andriani.,2013).
Tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai alternatif sumber antioksidan alami yaitu tumbuhan senggani (Melastoma malabathricum L.). Tumbuhan ini merupakan tanaman yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Tanaman ini termasuk tanaman perdu yang tumbuh liar di daerah rawa, belukar, padang rumput dan hutan.
Tanaman senggani secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai obat luka dengan dikunyah kemudian ditempelkan pada bagian luka, dapat juga digunakan untuk mengobati borok, diare, dan disentri. Bagian daun senggani banyak digubakan dalam berbagai penyakit seperti radang sendi (arthritis), rematik, relaksasi pada kaki dan dikumur – kumur untuk mengobati sakit gigi. Bagian daun, buah, dan akarnya sering digunakan untuk penetral racun dengan merebus dan meminum airnya. Berdasarkan banyaknya khasiat dari tanaman senggani, maka diyakini bahwa tanaman senggani mengandung senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi kesehatan (Joffry, dkk., 2012).
Kandungan senyawa kimia yang berperan dalam menentukan khasiat dari tanaman terhadap kesehatan. Daun senggani diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 21,86 ± 0,625 μg/mL. Skrining fitokimia ekstrak daun senggani menunjukkan adanya kandungan kimia yaitu alkaloid, saponin, tannin, flavornoid dan triterpenoid/steroid. Pengujian senyawa metabolit sekunder dapat dilakukan dengan skrining fitokimia (Ghalib 2011) Kandungan flavonoid yang ditemukan pada daun senggani (Melastoma malabathricum L.) terbukti memiliki efektivitas antioksidan (Anggraini & Lewandowsky, 2015).
METODE PENELITIAN
Tempat PenelitianPenelitian ini akan berlangsung pada 2020 sampai 2021 di Laboratorium Farmasi Universitas Haji dan di Laboratorium Farmasi Universitas Sumatera Utara.
Alat dan Bahan
Alat dalam penelitian ini yaitu : Peralatan gelass, krus porselin, cawan porselin, oven, rotary evaporator , neraca analitik, spktrofotometer UV-Vis. Bahan pada penelitian
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
ini berupa Daun senggani, Etanol 70%, Methanol, DPPH (l,l-diphenil-2- picrylhydrazil),Aquadest, HCl 2N, NaCl (s), HCl (pekat), Pereaksi Mayer, pereaksi Bouchardat, pereaksi Dragendorff, H2SO4 (pekat), Zn (s), Mg (s), FeCl310%.Prosedur Penelitian
Pembuatan Simplisia Tumbuhan
Sampel dikumpulkan dibersihkan dari kotoran dengan cara mencuci dibawah air menglir hingga bersih dan ditiriskan. Sampel ditimbang sebagai berat basah dan dikeringkan dalam rak pengering pada suhu 40° C. Sampel sampai kering, sampel kering ditimbang dan sampel selanjutnya diserbuk dengan menggunakan blender.
Gambar 1. a. Daun Senggani b. Serbuk siplisia daun senggani Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Senggani
Ekstraksi daun senggani di maserasi dengan pelarut etanol 70% sebanyak 5 L dengan 2x pengulangan (remaserasi). Sejumlah 500 gram serbuk daun senggani dimasukkan kedalam wadah kaca lalu direndam dengan 75 bagian pelarut selama 3-5 hari dengan sesekali di lakukan pengadukan. Kemudian ampas hasil maserasi pertama dimaserasi kembali dengan 25 bagian pelarut etanol 70%
sebagai maserasi ke 2 (remaserasi).Kemudian hasil maserasi pertama dan ke dua di satukan
Pembuatan Dekok Daun Senggani
Sebanyak 200 gram ke dalam panci (wadah) dengan aquadest sebanyak 2 L, kemudian panaskan diatas tangas air 30 menit terhitung mulai suhu 90
oC sambil sesekali diaduk. Lalu disaring kemudian ekstrak cairnya di kentalkan.
Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Senggani (Melastoma malabathricum L) 1. Uji Alkaloid
Sebanyak 3 ml ekstrak daun senggani ditambah dengan 1 ml Hidroklorida 2N, kemudian 9 ml aquadest, kemudianpanaskanselama 2 menit, dinginkan kemudian disaring. Filtrat dipakai untuk percobaan berikut:
a) Sebanyak 3 tetes filtrat, lalu ditambah 2 tetes pereaksi mayer.
b) Sebanyak 3 tetes filtrat, lalu ditambah 2 tetes pereaksi bouchardat.
c) Sebanyak 3 tetes filtrat, lalu ditambah 2 tetes pereaksi dragendrorff.
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
jika terjadi endapan atau paling sedikit dua atau tiga dari percobaan diatas maka dianggap Positif Alkaloid (Depkes 1977)2. Uji Flavonoid
Sebanyak 1 ml ekstrak daun senggani ditambahkan dengan serbuk Mg dan HCl 2 N kemudian dipanaskan di atas penangas air. Setelah itu ditambahkan dengan amilal kohol, dikocok hingga tercampur rata. Hasil positifnya adalah tertariknya warna kuning merah pada lapisan alkohol (Depkes 1977)
3. Uji saponin
Sebanyak 1 ml Sampel dilarutkan dengan aquades lalu dipanaskan di atas penangas air. Setelah dingin, larutan dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama ±30 detik. Hasil positif yaitu terbentuknya busa yang konsisten selama beberapa menit dengan ditambahkan 1 tetes hidriklorida 2N masih terbentuk busa (Depkes 1977)
4. Uji tanin
Sebanyak 1 ml sampel kedalam tabung reaksi kemudian ditambah FeCl3, terbentuknya warna merah menandakan tannin merupakan golongan senyawa fenol.
Ekstrak daun senggani sebanyak 1 ml dilarutkan dengan sedikit aquades lalu dipanaskan di atas penangas air kemudian ditetesi dengan larutan gelatin 1% (1:1). Hasil positif tadanya endapan putih (Hayati 20113)
5. Uji Triterpenoid dan Steroid
Sebanyak 1 ml ekstrak daun senggani dimasukkan dalam tabung reaksi, dilarutkan dalam 0,5 ml kloroform kemudian ditambah 0,5 mL asam cuka anhidrat.
Kemudian ditambahkan 1-2 mL H2SO4 (P) melewati dinding tabung. Hasil yang diperoleh berupa cincin coklatan atau berwarna violet menunjukkan adanya triterpen, Jika terbentuk warna hijau kebiruan adanya steroid (Hayati 2013).
Karakterisasi Simplisia Daun Senggani 1. Penetapan Kadar Air Daun Senggani
Penetapan kadar air dilakukan secara pemanasan. menggunakan oven. 5 gram sampel dalam cawan yang telah diketahui beratnya. lalu dikeringkan dalam oven pada suhu 100-105oC selama 3-5 jam. Kemudian dinginkan dan timbang. Panaskan lagi selama 30 menit, dinginkan dan timbang (Ferbriani et, al 2015).
%Kadar air simplisia=
2. Penetapan Kadar Abu Total
Sebanyak 2 gram sampel yang dihaluskan sebelumnya dimasukkan ke dalam krus yang telah dipijarkan dan ditara serta diratakan. Dipanaskan dengan pemijaran secara perlahan hingga arang habis, dinginkan dan ditimbang sampai diperoleh berat konstan.
(Ferbriani et, al 2015).
%Kadar Abu Total =
3. Penetapan kadar abu tidak larut asam
Sebanyak 25 gram HCl Abu yang dipetroleh dididihkan dalam 25 ml HCl encer selama 5 menit, kumpulkan bagian yg tidak larut asam, saring menggunakan kertas saring , cuci dengan air panas, di panaskan dengan dipijarkan hingga massa tetap, lalu di timbang, (Ferbriani et, al 2015).
% Kadar Abu Tidak Larut Asam
=Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
4. Penetapan kadar sari larut airSebanyak 5 gram sampel, dimaserasi selama 24 jam dalam 100 ml air-klorofom (2,5 ml klorofom dalam aquadest sampai 1 lirer) dalam labu sambil di kocok sesekali, kemudian dibiarkan selama 18 jam, lalu di saring, sebanyak 20 ml filtrat pertama diuapkan dalam cawan penguap dasarnya rata yang telah ditara dan sisa dipanaskan pada suhu 105oC sampai diperoleh bobot tetap. (
Ferbriani et, al 2015
).%Kadar sari Larut Air=
5. Penetapan kadar sari larut etanol
Sebanyak 5 gram sampel, dimaserasi selama 24 jam dalam 50 ml etanol. dalam labu sambil di kocok sesekali, dan dibiarkan selama 18 jam,
lalu di saring, sebanyak 20 ml filtrat diuapkan sampai kering dalam cawan penguap yang berdasar rata yang telah ditara dan sisa dipanaskan pada suhu 105
oC sampai diperoleh bobot tetap.
(Ferbriani, et al, 2015).
% Kadar Sari Larut Etanol=
Pembuatan Larutan DPPH 0,5 mM (200 ppm)
Serbuk DPPH Sebanyak 10 mg dilarutkan dalam metanol 50 mL.Diperoleh larutan dpph dengan konsentrasi 200 ppm.
Pengukuran Panjang Gelombang Serapan Maksimum DPPH
1 ml larutan baku dpph Dipipet dan dimasukkan ke labu tentukur 5 mL, kemudian dicukupkan sampai garis tanda sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 40 ppm.
Diukur panjang gelombang dengan spektrofotometer UV-Vis (400 nm – 800 nm).
Diperoleh Panjang gelombang Maksimum 515,5 nm.
Pembuatan Larutan Uji sampel
Ditimbang ekstrak 25 mg dan dilarutkan dengan metanol hingga 25 mL, diperoleh larutan dengan konsentrasi 1000 ppm. Diambil 0,025 mL; 0,05 mL; 0,075 mL; 0,1 mL; 0,125 mL dari larutan ekstrak yang 1000 ppm , kemudian ditambahkan 1 ml larutan DPPH (konsentrasi 200 ppm) dan ditambahkan dengan metanol hingga batas tanda (labu tentukur 5 mL), diperoleh konsentrasi 5, 10, 15, 20, 25 ppm. Diinkubasi selama 30 menit kemudian diukur absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515,5 nm.
Pembuatan Larutan Uji pembanding Vitamin C
25 mg baku vitamin C dilarutkan dalam metanol hingga 50 mL, diperoleh larutan dengan konsentrasi 500 ppm. Diambil 0,01 mL; 0,02 mL; 0,03 mL; 0,04 mL; 0,05 mL dari larutan pembanding yang 500 ppm , kemudian ditambahkan 1 ml DPPH (konsentrasi 200 ppm) dan ditambahkan dengan metanol hingga batas tanda (labu tentukur 5 mL), diperoleh konsentrasi 1, 2, 3, 4, 5 ppm. Diinkubasi 30 menit kemudian diukur absorbansi dengan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 515,5 nm.
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
Penentuan Proses Pemerangkapan Radikal bebas DPPHPenentuan proses pemerangkapan radikal bebas oleh sampel uji menggunakan metode pemerangkapan radikal bebas DPPH yaitu dihitung menggunakan rumus berikut:
Aktivitas Peredaman (%) =
Keterangan:
Abs. kontrol = Absorbansi tidak mengandung sampel Abs. sampel = Absorbansi sampel
Perhitungan Nilai IC50
Perhitungan hasil dari metode pemerangkapan DPPH adalah dengan menghitung IC50,nilai ini menunjukkan bahwa ektrak tumbuhan dapat menyebabkan peredaman sebanyak 50% dari aktivitas DPPH. Hal ini dapat dilihat juga dari perubahan warna dari sampel uji yang berwarna ungu pekat ketika ditambahkan DPPH akan berubah menjadi kekuningan jika ekstrak memiliki peredaman. Hasil perhitungan dimasukkan ke dalam persamaan regresi dengan konsentrasi sampel (ppm) sebagai absis (sumbu X) dan nilai persen aktivitas peredaman sebagai ordinat (sumbu Y).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Ekstraksi Daun Senggani
Hasil ekstraksi daun senggani dapat dilihat pada tabel 1 berikut.
Tabel 1. Hasil ekstrak etanol daun senggani dan % rendemen ekstrak No Jenis Hasil 1. Serbuk daun senggani 500 gram 2. % Rendemen 22,04%
Serbuk simplisia diekstraksi dengan metode maserasi. Sebanyak 500 gram dimaserasi menggunakan etanol 70 % sebanyak 5 L dengan lama maserasi 7 hari. Hasil Ekstraksi yang didapat kemudian ditimbang dan didapatkan hasil sebesar 110,2 gram dengan rendemen ekstrak 22.04%.
Efektivitas proses ekstraksi dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu: jenis pelarut kecepatan proses ekstraksi, dan metode yang di gunakan, Hasil % rendemen ekstrak pada penelitian saya lebih besar dikarenakan saat ekstraksi menggunakan metode pelarut etanol 70% dan dilakukan selama 7 hari.
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
Hasil Ekstraksi Dekok Tumbuhan Daun SengganiHasil ekstraksi dekok daun senggani terdapat pada table 2 berikut.
Tabel 2. Hasil Dekok daun senggani dan % rendemen ekstrak
No Jenis Hasil 1. Serbuk daun senggani 200 gram 2. % Rendemen 24,95%
Dekoktasi serbuk simplisia dari daun senggani sebanyak 200 gram kemudian panaskan diatas tangas air dalam waktu 30 menit terhitung mulai suhu 90oC menggunakan aquades sebanyak 2 L. Ekstrak kental yang didapat kemudian ditimbang dan didapatkan hasil sebesar 49,90 gram hasil rendemen ekstrak 24,95 %. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Toar, 2020. ekstrak kental yg diperoleh sebanyak 59,52 gram degan rendemen ekstrak 29,76 %.
Pada penelitian saya didapat 24,95% rendemen yang lebih kecil dikarenakan lama proses dekoktasi yang dilakukan dalam waktu 30 menit, sedangkan pada penelitian Toar, 2020 lama
proses dekoktasi selama 50 menit. Semakin lama waktu ekstraksi, remdemen yang dihasilkan semakin tinggi yang di peroleh, karena kesempatan bereaksi antara bahan dengan pelarut semakin lama sehingga proses penetrasi pelarut kedalam sel bahan semakin baik, yang menyebabkan semakin banyak senyawa yang berdifusi keluar sel.
Hasil Pengamatan Senyawa kandungan Kimia
Hasil kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun senggani dapat dilihat pada tabel 3 berikut.
Tabel 3. Hasil skrining fitokimia daun senggani (Melastoma malabathricum L.)
Keterangan :
Ada : Positif Mengandung senyawa Tidak ada : Negatif Mengandung Senyawa
Alkaloid dinyatakan positif apabila terbentuk endapan berwarna coklat setelah ditambahkan dari salah satupereaksi mayer, bouchardat, drugendorff dan hasil dari uji skrining fitokimia ekstrak yg telah dilakukan mendapatkan hasil endapan berwarna coklat yang artinya ekstrak positif terdapat senyawa alkaloid (Hanani, 2016).
Menurut (Hanani, 2016) senyawa flavonoid positif ditandai dengan terbentuknya warna merah, kuning, atau jingga. dan hasil uji skrining fitokimia ekstrak yang telah
No. Pemeriksaan Daun Senggani 1. Flavonoid Ada 2. Alkaloid Ada 3. Tanin Ada 4. Saponin Ada 5. Triterpenoid/ Steroid Ada
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
dilakukan mendapatkan hasil terbentuknya warna merah . yang artinya ekstrak etanol daun senggani positif mengandung flavonoid.Senyawa saponin positif ditandai dengan terbentuknya busa yang stabil dan tidak hilang setelah penambahan 1 tetes HCl 2N. Dan hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol daun senggani yang telah dilakukan mendapatkan hasil terbentuknya busa yang stabil (Depkes RI, 1977).
Menurut (Hanani, 2016) Kandungan tanin hasilnya positif ditandai dengan adanya warna biru kehitaman atau hijau kehitaman. Dan hasil uji kandungan senyawa kimia ekstrak etanol yang telah dilakukan mendapatkan hasil perubahan warna biru kehitaman yang artinya terdapat kandungan kimia tanin.
Menurut Hayati (2011) senyawa triterpenoid/steroidhasilnya positif adanya cincin kecoklatan atau violet (triterpen) jika terjadi perubahan warna hijau kebiruan (steroid).
dan hasil uji kandungan senyawa kimia ekstrak yang telah dilakukan mendapatkan hasil perubahan warna hijau kebiruan yang artinya mengandung steroid.
Berdasarkan uji kandungan senyawa kimia ekstrak yang telah dilakukan hasilnya positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid.
Hasil Karakterisasi Simplisia
Adapun hasil karakterisasi simplisia terdapat pada tabel 4 berikut.
Tabel 4. Hasil karakterisasi Simplisia
No Parameter Simplisia Hasil Uji (%) Persyaratan MMI (%)
1. Kadar Abu total 12 % ≤15%
2. Kadar Air 8.5% ≤10%
3. Kadar Sari larut Air 27 % ≤ 15%
4. Kadar Abu tidak larut Asam 3.5 % ≤ 1%
5. Kadar Sari Larut Etanol 21% ≥ 3%
Berdasarkan tabel 4 menunjukkan kandungan air simplisia daun senggani sebesar 8,5% memenuhi persyaratan umum yaitu dibawah 10%. penentuan kadar air bertujuan memberikan batas maksimal isi air dalam simplisia, karena jumlah kandungan air lebih besar dari 10% dapat tyerjadinya pertumbuhan kapang dan jasad renik lainnya.
Hasil uji kadar abu total simplisia daun senggani sebesar 12% memenuhi
persyaratan MMI yaitu dibawah 15%. penentuan kadar abu total untuk
mengetahui sisa yang tidak menguap dari suatu simplisia pada pembakaran. Hasil
uji kadar abu tidak larut asam simplisia daun senggani sebesar 3.5% tidak
memenuhi persyaratan MMI yaitu dibawah
1% Penetapan kadar abu tidak larut asam bertujuan untuk mengetahui jumlah pengotoran yang bersumber dari pasir atau tanah silikat. Hasil uji kadar sari larut air simplisia daun senggani sebesar 23% memenuhi persyaratan MMI yaitu lebih dari 7% penetapan kadar sari larut air untuk melihat seberapa banyak senyawa yang tersari dengan air dari suatu simplisia. Hasil uji kadar sari larut etanol simplisia daun senggani sebesar21% memenuhi persyaratan MMI yaitu lebih dari 3%.Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
Hasil Penetapan Efektivitas Antioksidan1. Hasil Penentuan Panjang Gelombang Serapan maksimum 1.038
0.500
0.000
-0.054
400.00 500.00 600.00 700.00 800.00
Gambar 2. kurva serapan maksimum larutan DPPH
Ekstrak dan dekok dilakukan uji efektivitas antioksidan menggunakan metode DPPH untuk diperoleh nilai IC50 dengan dilakukan pengamatan secara spektofotometer UV- Visible pada panjang gelombang maksimum 515,5 nm.
2. Hasil Nilai IC50
Hasil nilai IC50dari Ekstrak dan Dekok daun Senggani dan Vitamin C terdapat pada tabel 5 berikut.
Tabel 5. Hasil nilai dari IC50 Ekstrak, Dekok daun Senggani dan Vitamin C
No Sampel IC50 (ppm) Kategori
1. Ekstrak Etanol Daun Senggani 19,206 Sangat Kuat 2. Dekok Daun Senggani 17,140 Sangat Kuat 3. Vitamin C 3,2380 Sangat Kuat
Berdasarkan tabel 5 Menunjukkan Nilai IC50 dari ketiga sampel yaitu ekstrak etanol daun senggani, dekok daun senggani dan Vitamin C sebagai pembanding, diperoleh Nilai IC50 pada Ekstrak etanol sebesar 19.206 ppm, pada dekok daun senggani Nilai IC50 adalah 17.140 ppm dan pada pembanding Vitamin C sebesar 3.2380 ppm.
Uji efektivitas penangkapan radikal bebas oleh DPPH yang dinyatakan dalam Nilai IC50 keseluruhan memperlihatkan efektivitas antioksidan yang relative sangat kuat dari daun senggani (Melastoma malabathricum L.) seperti terlihat pada 4.5 diantara
No. P/V Wavelength Abs. Description
1 515.50 0.947
2 403.50 0.252
Abs . 2 1
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
sampel ekstrak etanol dan dekok daun senggani, dekok daun senggani dengan Nilai IC50yg lebih baik dibandingkan ekstrak etanol daun senggani meskipun memiliki Nilai IC50
yang sama-sama kuat. Perbedaan Nilai IC50 antara masing-masing sampel dengan pembanding yang digunakan vitamin C diakibatkan oleh adanya senyawa yang memberikan Elektron kepada DPPH, Nilai IC50 Dekok lebih baik dibandingkan dengan Nilai IC50 ekstrak Etanol.hal ini dikarenakan polaritas pelarut yang digunakan selama peroses ekstraksi.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulan bahwa adanya Senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun senggani (Melastoma malabathricum L.) mengandung alkaloid, saponin, tannin, flavornoid dan steroid.
efektivitas antioksidan dari Ekstrak dan Dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L) diperoleh melalui metode pengujian dengan DPPH dengan nilai IC50
ekstraketanol daun senggani sebesar 19,206 ppm dan dekok daun senggani sebesar17.140 ppm dimana aktivitas antioksidan dapat dikategorikan sangat kuat. Dari penelitian ini nilai IC50 yang diperoleh Ekstrak Sebesar 19,206 ppm,dan dekok daun senggani sebesar 17,140 ppm, kedua sempel memiliki efektivitas antioksidan yang tergolong sangat kuat tetapi Nilai IC50 Dekok daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) lebih baik dibanding kan ekstrak Etanol Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.).
REFERENSI
Andriani. (2013) .Aktifitas Antioksidan Ekstrak dan kandungan Komponen bioaktif sari buah Namnam.Jurnal kimia valensi: jurnal penelitian dan pengembangan ilmu kimia, 1(2), pp.130-136.
Anggraini, T., Lewandowsky, P.,2015. The exotic plants of Indonesia: mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), sikaduduak (Melastoma malabathricum Linn) and mengkudu (Morinda citrifolia) as potentantioxidant sources. Advanced Science Engineering Information Technology, 5(2), 2088-5334.
Departemen Kesehatan RI.,1995. Farmakope Indonesia Edisi IV, 551,713. Jakarta.
Departemen kesehatan Republik Indonesia.,1977. MateriaMedika Indonesia JilidI.DirektoratJenderalPengawasanObatdanMakanan. Jakarta. Hal 130.
Febriani, D., Mulyanti, D., dan Rismawati, E. (2015). Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn.). Prosiding Penelitian Sivitas Akademika Unisba (Kesehatan dan Farmasi). Bandung: Universitas Islam Bandung. Halaman 475-480.
Gholib, D., 2009. Uji Daya Hambat Daun Senggani (Melastoma Malabathricum L) terhadap Trychophyton mentragrophytees dan candida albicans. Brita biologi.
9(5):523-527.
Hanani, E. (2016). Analisis Fitokimia. Cetakan Pertama. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 10-12 dan 103.
Harborne, J.B. 1987. MetodeFitokimia: PenuntunCaraModernMenganalisis Tumbuhan, Diterjemahkan: K. Padmawinatadan I. Soediro, TerbitanKedua.
InstitutTeknologi Bandung. Bandung. Hal 4-46.
Hayati, E.K., Fasyah, A.G. dan Sa’adah, L., 2010. Fraksinasi dan dentifikasi Senyawa
Harahap, A.P., et.al Forte Journal, Vol 02, No 01, Januari 2022
Tanin pada daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Alchemy, 4(2): 193-200.Joffry, dkk., 2012. Melastoma malabathricum L. Smith Ethnomedicinal Uses, Chemical Constituents, and Pharmacological Properties: A Review, Evidence Based Complementary and Alternative Medicine. doi:10.1155/2012/258434.