Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 23
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja
Pengukuran kinerja merupakan alat untuk menilai keberhasilan dan kegagalan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan demi tercapainya visi dan misi instansi pemerintah. Dokumen penetapan kinerja merupakan tolok ukur perencanaan, yang menjadi materi utama untuk mengukur sejauh mana keberhasilan kinerja sebuah instansi. Adapun capaian kinerja Balai Pelatihan Pertanian Jambi tahun 2016 setelah mengalami pemotongan/penghematan anggaran secara ringkas tersaji pada tabel 5, sedangkan secara rinci tertuang pada lampiran.
Tabel 4. Hasil Pengukuran Kinerja BPP Jambi Tahun 2016
Sasaran Strategi Indikator Kinerja Target Realisasi % Mantapnya sistem pelatihan
pertanian dalam
meningkatkan kompetensi aparatur pertanian dan non aparatur pertanian, daya tarik pertanian bagi tenaga kerja muda, pelibatan perempuan petani/pekerja dan inkubator agribisnis mendukung kedaulatan swasembada pangan.
Jumlah Aparatur dan Non Aparatur pertanian yang meningkat kapasitasnya
2.064 Orang 2.064 100 1. Jumlah aparatur pertanian yang
meningkat kapasitasnya melalui pelatihan
1.474 Orang 1.474 100
2. Jumlah non aparatur pertanian yang kapasitasnya melalui pelatihan
590 Orang 590 100
3. Jumlah Tenaga Fungsional Widyaiswara yang meningkat profesionalismenya
17 Orang 17 100
4. Jumlah ketenagaan teknis kediklatan yang meningkat kompetensinya
84 Orang 84 100
5. Jumlah kelembagaan pelatihan pertanian yang meningkat kompetensinya
21 Unit 21 100
Jumlah Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian
30 Orang 30 100
Jumlah Layanan Internal Organisasi 14 Dok 14 100
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 24 Gambar 4. Grafik Realisasi Kegiatan Tahun 2016
Dari tabel 2 dapat diketahui bahwa capaian kinerja BPP Jambi pada tahun 2016 adalah sebesar 100%. Adapun capaian kinerja masing-masing sasaran strategis sebagai berikut:
1. Sasaran strategis 1 : Meningkatnya Kompetensi Aparatur dan Non Aparatur Pertanian Sasaran strategis “meningkatnya kompetensi aparatur dan non aparatur pertanian” diukur dengan 2 (dua) indikator, yaitu 1). jumlah aparatur pertanian yang meningkat kompetensinya; dan 2). Jumlah non aparatur pertanian yang meningkat kompetensinya.
Pada indikator jumlah aparatur pertanian yang meningkat kompetensinya diimplementasikan kedalam 60 (enam puluh) jenis Diklat teknis dan 2 (dua) jenis Diklat fungsional. Diklat teknis tersebut adalah Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Aparatur sebanyak 20 angkatan di Propinsi Jambi, Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Aparatur sebanyak 1 angkatan di Propinsi Kepulauan Riau, Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Aparatur sebanyak 9 angkatan di Propinsi Aceh, Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Aparatur sebanyak 11 angkatan di Propinsi Sumatera Utara, TOT Bagi Fasilitator Diklat
Teknis sebanyak 1 angkatan, Diklat Teknis Bagi Fasilitator BP3K sebanyak 3 angkatan, Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Non Aparatur sebanyak 6 angkatan di Propinsi
Jambi, Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Non Aparatur sebanyak 3 angkatan di Sumatera Utara, Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Non Aparatur sebanyak 1 angkatan di Kepulauan Riau, Diklat Teknis Tematik di BP3K Bagi Non Aparatur sebanyak 2 angkatan di Propinsi Aceh, Diklat Teknis Budidaya Kakao sebanyak 1 angkatan, Diklat
2.064
1.474
590
17 84 21
30 14
Realisasi
Jumlah Aparatur dan Non Aparatur pertanian yang meningkat kapasitasnya 2.064 OrangJumlah aparatur pertanian yang
meningkat kapasitasnya melalui pelatihan 1.474 Orang
Jumlah non aparatur pertanian yang kapasitasnya melalui pelatihan 590 Orang Jumlah Tenaga Fungsional Widyaiswara yang meningkat profesionalismenya 17 Orang
Jumlah ketenagaan teknis kediklatan yang meningkat kompetensinya 84 Orang Jumlah kelembagaan pelatihan pertanian yang meningkat kompetensinya 21 Unit Jumlah Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian 30 Orang
Jumlah Layanan Internal Organisasi 14 Dok
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 25 Teknis Pertanian Organik sebanyak 1 angkatan, Diklat Teknis Budidaya Jamur Tiram sebanyak 1 angkatan, Diklat Agri Training Camp (ATC) sebanyak 1 angkatan, Diklat Kewirusahaan Pemuda Tani sebanyak 1 angkatan dan Diklat Fungsional ada 2 angkatan yaitu Diklat Dasar PBT Ahli dan Diklat Dasar PMHP Ahli.
Dari target sasaran sebanyak 2.064 orang terealisasi 2.064 orang. Hal ini berarti capaian kinerja pada indikator “jumlah aparatur dan non aparatur pertanian yang meningkat kompetensinya” sebesar 100%,
2. Sasaran strategis 2 : Terfasilitasinya Ketenagaan Pelatihan Pertanian untuk meningkatkan Kompetensi Sasaran strategis “terfasilitasinya ketenagaan pelatihan pertanian untuk meningkatkan kompetensi” diukur dengan 3 (tiga) indikator, yaitu 1). Jumlah widyaiswara yang meningkat profesionalismenya; 2). Jumlah ketenagaan teknis kediklatan yang meningkat kompetensinya; dan 3). Jumlah instruktur P4S dan petani yang difasilitasi dan dikembangkan. Pada indikator “jumlah widyaiswara yang meningkat profesionalismenya” diimplementasikan pada 2 (dua) kegiatan yaitu kegiatan peningkatan profesionalisme widyaiswara. Pada kegiatan peningkatan profesionalisme widyaiswara taget sasarannya sebesar 17 orang, dan terealisasi sebesar 17 orang atau 100%,. Pada indikator “jumlah ketenagaan teknis kediklatan yang meningkat kompetensinya”
diwujudkan pada kegiatan peningkatan profesionalisme petugas melalui diklat, magang, mengikuti seminar atau kegiatan lainnya. Target sasaran yang ingin dicapai pada indikator ini sebesar 123 orang, dan terealisasi sebesar 123 orang. Hal ini berarti capaian kinerja pada indikator kinerja “jumlah ketenagaan teknis kediklatan yang meningkat kompetensinya” sebesar 100%. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada sasaran strategis “terfasilitasinya ketenagaan pelatihan pertanian untuk meningkatkan kompetensi” capaian kinerjanya sebesar 100%.
3. Sasaran strategis 3 : Terfasilitasinya Kelembagaan Pelatihan Pertanian Sasaran strategis
“terfasilitasinya kelembagaan pelatihan pertanian” untuk meningkatkan kompetensi”
diukur dengan 2 (dua) indikator kinerja, yaitu 1). Jumlah kelembagaan pelatihan pertanian yang difasilitasi dan dikembangkan; dan 2). Jumlah kelembagaan pelatihan milik petani (P4S) yang diklasifikasi dan dikembangkan kelembagaannya. Pada indikator kinerja “jumlah kelembagaan pelatihan pertanian yang difasilitasi dan dikembangkan”
diimplementasikan pada kegiatan pengembangan unit usaha produksi (PIA), dengan target sasaran sebesar 1 unit dan terealisasi 100%. Pada indikator kinerja “jumlah kelembagaan pelatihan milik petani (P4S) yang diklasifikasi dan dikembangkan kelembagaannya” diimplementasikan pada 2 (dua) kegiatan yaitu 1). pembinaan dan
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 26 klasifikasi kelembagaan P4S; dan 2). Penguatan kelembagaan P4S. Pada kegiatan pembinaan dan klasifikasi kelembagaan P4S target sasarannya sebesar 20 unit dan terealisasi sebesar 21 unit atau 100%, sedangkan kegiatan pemberdayaan kelembagaan petani (P4S) melalui Program CF-SKR target sasarannya sebesar 1 unit dan terealisasi sebesar 1 unit atau 100%. Hal ini berarti capaian kinerja pada indikator "jumlah kelembagaan pelatihan milik petani (P4S) yang diklasifikasi dan dikembangkan kelembagaannya" sebesar 430%. Dari capaian kedua indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa capaian kinerja sasaran "terfasilitasinya kelembagaan pelatihan pertanian" sebesar 430%. Capaian kinerja BPP Jambi pada tahun 2016 cenderung meningkat apabila dibandingkan dengan capaian kinerja pada tahun 2015. Adapun perbandingan capaian kinerja tahun 2016 dan tahun 2015 disajikan pada tabel 5.
Tabel 5. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dan 2015
Sasaran Strategi Indikator Kinerja Target 2016 Realisasi
2016 % 2015 %
Mantapnya sistem pelatihan pertanian dalam meningkatkan kompetensi aparatur pertanian dan non aparatur pertanian, daya tarik pertanian bagi tenaga kerja muda, pelibatan perempuan petani/pekerja dan inkubator agribisnis mendukung kedaulatan
swasembada pangan
Jumlah Aparatur dan Non Aparatur pertanian yang meningkat kapasitasnya
2.064 Orang 2.064 100 750 100.00
1. Jumlah aparatur pertanian yang meningkat
kapasitasnya melalui pelatihan
1.474 Orang 1.474 100 1.172 97.67
2. Jumlah non aparatur pertanian yang kapasitasnya melalui pelatihan
590 Orang 590 100 44 100.00
3. Jumlah Tenaga Fungsional Widyaiswara yang meningkat
profesionalismenya
17 Orang 17 100 17 100.00
4. Jumlah ketenagaan teknis kediklatan yang meningkat kompetensinya
84 Orang 84 100 27 100.00
5. Jumlah kelembagaan pelatihan pertanian yang meningkat kompetensinya
21 Unit 21 100 1 100.00
Jumlah Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian
30 Orang 30 100 30 100.00
Jumlah Layanan Internal Organisasi
14 Dok 14 100 11 100.00
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 27 Jumlah Anggaran BPP Jambi Tahun 2016 mengalami beberapa kali revisi anggaran semula Rp. 24.150.477.000- setelah revisi keenam menjadi Rp. 19.271.056.000,- dengan Realisasi Anggaran Tahun 2016 adalah Rp. 18.708.356.942 (97,08%) dengan adanya anggaran yang diblokir sebesar Rp. 200.000.000,- berupa kegiatan bangunan (renovasi bangunan mess). Sedangkan realisasi jika tanpa self blocking (blokir) sebesar 98,10%.
Capain BPP Jambi Tahun 2016 jika dibandingkan dengan target renstra tercantum pada tabel 6 sebagai berikut:
Tabel 6. Target dan Realisasi Berdasarkan Renstra dan Perjanjian Kinerja Tahun 2016
No. Sasaran Indikator Kinerja Target Renstra 2015 - 2019
Realisasi
2016 %
1. Meningkatanya kompetensi aparatur dan non aparatur pertanian
1. Jumlah aparatur pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui Pelatihan Pertanian
1.200 1.474 122,83
2. Jumlah non aparatur pertanian yang ditingkatkan kapasitasnya melalui Pelatihan Pertanian
540 590 109,26
2. Terfasilitasinya ketenagaan pelatihan pertanian untuk meningkatkan kompetensi
1. Jumlah Widyaiswara yang difasilitasi dan dikembangka
18 17 94,44
2. Jumlah ketenagaan teknis kediklatan yang difasilitasi dan dikembangkan
60 84 140,00
3. Jumlah instruktur P4S yang difasilitasi dan
dikembangkan
- - -
3. Tertatanya kelembagaan Pelatihan Pertanian
1. Jumlah kelembagaan pelatihan UPT Pusat dan Daerah yang difasilitasi dan dikembangkan
1 1 100,00
2. Jumlah kelembagaan pelatihan milik petani (P4S) yang terbina dan
terklasifikasi kelembagaannya
30 21 70,00
4. Tersusunnya dokumen Norma Standar Pedoman dan Kebijakan (NSPK)
1. Jumlah dokumen perencanaan, keuangan, organisasi dan kepegawaian, serta evaluasi dan pelaporan Kegiatan Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian
14 12 85,71
Pada tahun 2016, Balai Pelatihan Pertanian Jambi menyelenggarakan 5 sasaran strategis. Perhitungan pencapaian kinerja dan sasaran kegiatan strategis tersebut
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 28 dilaksanakan secara bertingkat dengan menggunakan Rencana Kinerja, Pentepan Kinerja (PK) dan Hasil Pengukuran Kinerja.
Dari hasil yang dicapai berdasarkan Perjanjian Kinerja Balai Pelatihan Pertanian Jambi mengalami peningkatan realisasi, adapun realisasi yang dicapai DIPA 2016 dengan Anggaran : Rp. 19.271.056.000,- dengan realisasi Rp. 18.708.356.942 (97,08%).
B. Realisasi Anggaran
Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan pertanian tahun 2016, BPP Jambi memperoleh alokasi anggaran senilai Rp. 19.271.056.000,- dengan capaian realisasi sebesar Rp. 18.708.356.942 (97,08%). yang digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan BPP Jambi. Dalam pelaksanaan serapan anggaran, masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk perbaikan kedepan, seperti 1). terdapat kegiatan strategis yang mengalami revisi (kegiatan tersebut dihapus yaitu kegiatan akreditasi program pelatihan); dan 2) diklat berbasis kompetensi outputnya berkurang. Anggaran tersebut juga mengalami perubahan seiring dengan perkembangan anggaran di Kementerian Pertanian. Pada tahun 2016 BPP Jambi telah melakukan revisi 6 (enam) kali revisi DIPA.
Adapun kronologis perkembangan alokasi pagu BPP Jambi disajikan pada tabel 7.
Tabel 7. Pagu Anggaran BPP Jambi tahun 2016 Pasca Revisi
NO REVISI KE JENIS REVISI JUMLAH PAGU
TANGGAL REVISI
SEMULA MENJADI
1 DIPA AWAL
24.150.477.000 07 Desember 2015
2 KE 1 Refocusing 24.150.477.000 20.178.477.000 29 Februari 2016 3 KE 2 APBNP/Penghematan 20.178.477.000 20.176.056.000 15 Juni 2016
4 KE 3 Penghematan 20.176.056.000 19.271.056.000 25 Juli 2016
5 KE 4 Self Blocking *) 19.271.056.000 19.271.056.000 29 September 2016
6 KE 5 Optimalisasi 19.271.056.000 19.271.056.000 07 November 2016 7 Ke 6 Pagu Minus Gaji 19.271.056.000 19.271.056.000 27 Desember 2016
Apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka secara proporsional angka realisasi serapan anggaran pada tahun 2016 tampak sedikit dibawah tahun 2015.
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 29 Perkembangan realisasi serapan anggaran BPP Jambi selama 5 tahun terakhir seperti tampak pada tabel 8.
Tabel 8. Perkembangan realisasi serapan anggaran BPP Jambi tahun 2012 sampai dengan tahun 2016
Tahun Pagu Anggaran Realisasi %
2012 23.496.721000 21.039.234.438 89,54
2013 24.001.372.000 20.061.313.111 83,58
2014 14.799.097.000 14.301.884.018 96,64
2015 19.881.139.000 19.340.194.825 97,12
2016 19.271.056.000 18.708.356.942 97,08
C. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Efisensi capaian indikator kinerja kegiatan dapat dilihat dari perbandingan proporsi antara besarnya capaian indikator kinerja sasaran yang diperoleh dengan besarnya masukan/input yang digunakan (proporsi output/input). Efisiensi terjadi apabila nilai rasio output dibandingkan dengan input mencapai ≥ 1. Perbandingan proporsi capaian global indikator kinerja sasaran BPP Jambi dengan input yang digunakan pada tahun 2016 adalah 100% berbanding 97,08%. Dengan demikian nilai efisiensi yang diperoleh adalah 1,25. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa capaian yang diperoleh BPP Jambi termasuk ke dalam kategori efisien. Ada perbedaan nilai efisiensi yang tertulis di LAKIN BPP Jambi tahun 2016 dengan Laporan Tahunan BPP Jambi Tahun 2016 dikarenakan pada LAKIN dihitung berdasarkan PK dimana kegiatan-kegiatan yang masuk di PK hanya kegiatan-kegiatan strategis sedangkan pada Laporan Tahunan dihitung semua kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2016 (kegiatan strategis dan kegiatan penunjang). Tingginya nilai efisiensi BPP Jambi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adanya optimalisasi sumber daya yang dimiliki oleh instansi (anggaran yang tersedia, sumber daya manusia yang cukup memadai dalam menyelenggarakan pelatihan serta sarana dan prasarana yang mendukung).
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 30 D. Capaian Kinerja Lainnya
Ada beberapa capaian kinerja yang telah dicapai BPP Jambi yaitu : 1. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Sejak tahun 2010, telah di resertifikasi pada tanggal Tahun 2015. Surveilance kedua setelah resertifikasi pada Oktober 2016. Selanjut akan diarahkan ke ISO versi 9001 : 2015.
2. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat pada tahun 2016, pada semester I mencapai 85,06 dengan predikat B (Baik) dan semester II mencapai 86,21 predikat B (Baik);
3. Tahun 2016 nilai IPNBK yang diperoleh 86,03 dengan asumsi klasifikasi kualitas budaya kerja "sangat baik";
4. Melaksanakan program Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) untuk wilayah Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.
5. Melaksanakan Program Upaya Khusus Program Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai di Propinsi Jambi yang meliputi wilayah Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
6. Mendapatkan hibah tanah seluas 50,25 Ha dari Pemerintah Propinsi Jambi untuk Balai Pelatihan Pertanian Jambi dalam rangka menunjang kegiatan balai.
7. Jumlah diklat kerjasama di BPP Jambi pada tahun 2016 sebagaimana table dibawah ini;
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 31 Tabel 9. Rekapitulasi Pelaksanaan Kerjasama Diklat Antara Lembaga Penyelenggara
Diklat Pertanian Dengan Mitra Kerjasama
No Bentuk Kerjasama Tanggal
Pelaksanaan Mitra Kerjasama Jumlah Peserta
Sumber Pembiayaan A Penyelenggaraan Diklat
1 Pemagangan Budidaya Karet Bagi Petani
14 s.d 18 Juni 2016 Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Nias Barat
18 Orang Mitra Kerjasama
2 Bimbingan Teknis Petugas Pendamping Teknis Ternak Yang Didistribusikan Kepada Masyarakat
22 s.d 24 Sept 2016
Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau
75 Orang Mitra Kerjasama
3 Diklat Alih Kelompok Bagi Penyuluh Pertanian
1 s.d 14 Nov 2016 Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh dan Peserta Diklat
25 Orang Mitra Kerjasama
B Ketenagaan
1 Pelaksanaan Out Bond bagi Pegawai BPKP Provinsi Jambi
28 s.d 30 Januari 2016
BPKP Provinsi Jambi
120 Orang Mitra Kerjasama 2 Ketenagaan Diklat Dasar
Bagi Penyuluh Pertanian Terampil
26 April s.d 16 Mei 2016
Sekretariat Bakorluh Provinsi Riau
30 Orang Mitra Kerjasama 3 Ketenagaan Diklat Dasar
Bagi Penyuluh Pertanian Ahli
26 April s.d 16 Mei 2016
Sekretariat Bakorluh Provinsi Riau
30 Orang Mitra Kerjasama 4 Ketenagaan Diklat Dasar
Bagi Penyuluh Pertanian Terampil
25 Juli s.d 14 Agust 2016
Bakorluh Provinsi Sumatera Utara
30 Orang Mitra Kerjasama 5 Ketenagaan Diklat Alih
Kelompok Bagi Penyuluh Pertanian
25 Juli s.d 7 Agust 2016
Bakorluh Provinsi Sumatera Utara
30 Orang Mitra Kerjasama 6 Ketenagaan Diklat Dasar
Penyuluh Pertanian Ahli Bagi Lulusan STPP Medan
3 s.d 23 Agust 2016
STPP Medan 60 Orang Mitra Kerjasama
7 Ketenagaan Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Ahli
27 Sept s.d 17 Okt 2016
UPTB. Balai Diklat Pertanian Aceh
30 Orang Mitra Kerjasama 8 Ketenagaan Diklat Dasar
Penyuluh Pertanian Ahli
10 s.d 30 Okt 2016 Bakorluh Provinsi Sumatera Utara
30 Orang Mitra Kerjasama
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 32 No Bentuk Kerjasama Tanggal
Pelaksanaan Mitra Kerjasama Jumlah Peserta
Sumber Pembiayaan C Sarana dan Prasarana
1 Praktek Kerja Lapangan 4 Januari s.d 5 Februari 2015
Universitas Padjajaran
1 Orang Mitra Kerjasama 2 Kegiatan Magang
Mahasiswa
Maret s.d Mei 2016
Universitas Jambi 4 Orang Mitra Kerjasama 3 Kunjungan Studi
Mahasiswa Universitas Jambi
13 Mei 2016 Universitas Jambi 43 Orang Mitra Kerjasama 4 Penggunaan Gedung
Aula
27 s.d 29 Mei 2016 STIE Muhamadyah Jambi
45 Orang Mitra Kerjasama 5 Magang Mahasiswa Sept s.d Nov 2016 Universitas Jambi 4 Orang Mitra
Kerjasama
E. Hambatan dan Kendala
Permasalahan yang sering terjadi dalam implementasi kinerja Balai Pelatihan Pertanian Jambi adalah:
a. Adanya tahapan-tahapan (proses) kegiatan yang keputusannya berada di luar kendali Balai Pelatihan Pertanian Jambi atau berada pada pihak eksternal, sehingga pengaturan waktu dan pencapaian kinerja maupun sasaran kegiatan sangat tergantung pada pihak eksternal yang memiliki wewenang memutuskan seperti Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, DJA, KPPN dan instansi terkait lainnya.
b. Adanya indikator hasil, manfaat, dan dampak yang belum dapat dilihat, diukur dan dievaluasi sehingga angka/nilai realisasi indikator-indikator tersebut belum dapat ditentukan.
c. Adanya kebijakan tentang revisi anggaran yang harus disetujui oleh kementerian atau eselon 1 terkait.
d. Adanya beberapa kali pengurangan anggaran/penghematan dan self blocking yang menyababkan capain kinerja tidak sesuai target
F. Upaya dan Tindak Lanjut
Tindak lanjut atau antisipasi yang akan dilakukan pada tahun-tahun mendatang terhadap permasalahan yang ada adalah:
1. Balai Pelatihan Pertanian Jambi akan lebih pro aktif dalam mendapatkan informasi mengenai keputusan yang diperlukan dari pihak terkait.
2. Petugas Seksi Program dan Evaluasi akan merinci lebih detail mengenai hasil, manfaat dan dampak dari setiap kegiatan.
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 33 3. Balai Pelatihan Pertanian Jambi akan menyelesaikan kegiatan diklat yang bersumber
dari dana DIPA hingga bulan Juli 2016.
4. Balai Pelatihan Pertanian Jambi akan segera merevisi kegiatan yang tidak sesuai peruntukannya.
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian perjanjian kinerja
Dalam mencapai keberhasilan kinerja, BPP Jambi didukung oleh kekuatan. Kekuatan tersebut antara lain :
a. Sumber Daya Alam
BPP Jambi mempunyai lahan praktek yang luas yaitu 50,25 Ha. Lahan praktek yang luas ini sangat mendukung kegiatan diklat sebagai tempat praktek khususnya komoditas perkebunan.
b. Sumber Daya Manusia
Jumlah pegawai yang telah ada saat (81 PNS dan 42 Orang TL) ini sangat membantu dalam lancarnya kegiatan kediklatan di BPP Jambi.
c. Memiliki jejaring kerja institusi dan personal kediklatan di 6 Provinsi wilayah kerja BPP Jambi yang meliputi Propinsi Aceh, Propinsi Sumatera Utara, Propinsi Sumatera Barat, Propinsi Riau, Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Jambi.
d. Sarana prasarana pengelolaan unit pembelajaran yang terkelola BPP Jambi memiliki sarana prasarana pengelolaan jamur tiram, kelapa sawit, karet, kakao dan pengolahan hasil yang mendukung untuk kegiatan diklat.
Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi 2016 34 BAB IV
PENUTUP
Penyusunan Laporan Kinerja (LAKIN) BPP Jambi Tahun 2016, merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan tugas dan fungsi BPP Jambi selama kurun waktu tahun 2016. Pada tahun bersangkutan, BPP Jambi mempertanggungjawabkan target- target pencapaian 5 (lima) sasaran strategis yang telah disepakati oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian dan Kepala BPP Jambi dalam dokumen Perjanjian Kinerja. Capaian kinerja BPP Jambi tahun 2016 sebesar 315,86%, dengan realisasi serapan anggaran mencapai 97,08% atau sebesar Rp 18.708.356.942.,- dari total pagu anggaran sebesar Rp. 19.271.056.000,-. Dengan hasil analisa efisiensi penggunaan sumberdaya sebesar 3,25, hal ini menunjukkan nilai yang efisien.
Beberapa permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan di BPP Jambi pada tahun 2016, adalah 1). Revisi DIPA sebanyak 6 (enam) kali dalam tahun anggaran 2016 mengakibatkan beberapa perubahan penting pada jumlah output yang dihasilkan, jenis kegiatan dan jadual pelaksanaan kegiatan. Meskipun revisi anggaran berpengaruh besar terhadap capaian output, namun di lain sisi, revisi DIPA juga merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan anggaran yang tersisa secara optimal, 2). Dokumen Rencana Strategis tahun 2015-2019 belum sepenuhnya menjadi acuan perencanaan kegiatan tiap tahunnya; dan 3). Tidak tercapainya target belanja modal (bangunan) dikarena anggaran tersebut dalam self blocking (blokir). Menindaklanjuti permasalahan yang ada maka langkah antisipasi yang dapat dilakukan pada tahun yang akan datang adalah 1). Penyempurnaan Rencana Strategis sesuai dengan perubahan lingkungan strategis; 2). Peningkatan koordinasi dan komunikasi internal agar pelaksanaan kegiatan berjalan solid dan terintegrasi, serta penyerapan anggaran terealisasi secara optimal; 3). Segera menyusun jadwal palang secara lebih cermat setelah DIPA diterima; 4). Menyusun perencanaan anggaran secara lebih cermat, teliti dan cerdas;
dan 5). Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah di wilayah kerja untuk mendukung keberhasilan program/kegiatan Balai.
Dengan mempertahankan capaian kinerja yang telah dicapai pada tahun 2016, disertai dengan antisipasi permasalahan yang sama di tahun mendatang, diharapkan BPP Jambi mampu meningkatkan capaian kinerja di masa yang akan datang.