SALINAN
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2019
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 44 TAHUN 2015 TtrNTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA
DAN JAMINAN KEMATIAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang a
bahwa untuk meningkatkan pelayanan
sertakesejahteraan peserta jaminan sosial
ketenagakerjaankhususnya peningkatan manfaat Jaminan
KecelakaanKerja dan
Jaminan
Kematian,perlu dilakukan
perubahanatas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
2015tentang
PenyelenggaraanProgram Jaminan
Kecelakaan Kerja danJaminan
Kcmatian;bahwa berdasarkan pertimbangan
sebagaimanadimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan
PeraturanPemerintah tentang Perubahan Atas
PeraturanPemerintah Nomor 44 Tahun 2015
tentangPenyelenggaraan Program
Jaminan
Kecelakaan Kerja danJaminan
Kematian;Me ngingat Pasal
5 ayat
(2) Undang-UndangDasar
Negara Republik IndonesiaTahun
1945;Undang-Undang Nomor 40 Tahun
2OO4tentang
SistemJaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara
Republik IndonesiaTahun
2OO4Nomor
150,Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor aaSQ;Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2Oll tentang
BadanPenyelenggara Jaminan Sosial (Lembaran
NegaraRepublik
IndonesiaTahun 2OIl Nomor 116,
TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5256);
b
I
2
3
SK
No 024096 A4.
Peraturan4
REPUSLIK INDONESIA
-2-
Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2Ol5
tentang Penyelenggaraan ProgramJaminan
Kecelakaan Kerja danJaminan
Kematian (Lembaran NegaraRepublik
IndonesiaTahun 2015 Nomor 154, Tambahan Lembaran
Negara Repubiik Indonesia Nomor 57A);
MEMUTUSI(AN:
PERATURAN
PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN
ATASPERATURAN PEMERINTAH NOMOR 44 TAHUN
2015TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM
JAMINANKECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN.
Pasal I
Beberapa
ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor
44Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan
KecelakaanKerja dan Jaminan Kematian (Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Tahun 2015 Nomor 154,
TambahanLembaran
NegaraRepublik Indonesia Nomor
57141,diubah
sebagaiberikut:
Ketentuan
ayai
(2)huruf
a angka 6dan angka
11,huruf
bangka 1, angka 7, dan angka 8, ayat
(3),ayat
(5), danayat
(6) Pasal25 diubah dan setelah angka 12 ayat
(21huruf a Pasal 25 ditambahkan 2 (dua) angka, yakni angka 13 dan angka 14, sehingga Pasal 25 berbunyi
sebagaiberikut:
Pasal 25
(1) Peserta yang mengalami Kecelakaan Kerja
ataupenyakit akibat keda
berhak atas manfaat JKK.(21 Manfaat JKK
sebagaimanadimaksud
pada.ayat
(1)berupa:
a. pelayanarr kesehatan sesuai kebutuhan
medis yangmeliputi:
1.
pemeriksaan dasar dan penunjang;2.
perawat-antingkat
pertama danlanjutan;
3. rawat inap
kelasI rumah sakit
pemerintah,rurnah sakit pemerintah daerah,
ataururnah sakit
swasta yang setara;4.
pcrarvatarrintcnsif;
Menetapkan
1
5. penunjang
b
REPUBLIK INDONESIA
-3-
5.
penunjang diagnostik;6. penanganan, termasuk komorbiditas
dankomplikasi yang berhubungan
denganKecelakaan Kerja dan
penyakit akibat
kerja;7.
pelayanankhusus;
8. alat
kesehatan dan implan;9. jasa dokter/medis;
10.
operasi;1
1.
pelayanan darah;12. rehabilitasi
medik;13.
perawatandi rumah
bagi Peserta yangtidak memungkinkan melanjutkan
pengobatan kerumah sakit;
dan14.
pemeriksaandiagnostik dalam
penyelesaian kasus penyakitakibat
kerja;santunan
berupa uangmeliputi:
1.
penggantian biayatransportasi terdiri
atas:a. biaya transportasi Peserta
yangmengalami Kecelakaan Kerja
ataupenyakit akibat kerja, ke rumah sakit
dan/atau ke rumahnya,
pertolongan pertama pada kecelakaan,dan rujukan
ke
rumah sakit lain;
danlatau
b. biaya transportasi peserta
yangmengikuti program kembali
kerjamenuju dan pulang dari
fasilitaspeiayanan
kesehatan dan balai latihan
kerja;2. santunan
sementaratidak mampu
bekerja;3. santunan Cacat sebagian anatomis,
Cacat sebagian fungsi, dan Cacattotal
tetap;4. santunan kematian dan
biaya pemakaman;5. santunan berkala yang
dibayarkansekaligus apabila
Pesertameninggal dunia
atau Cacat total tetap akibat
Kecelakaan Kerjaatau penyakit akibat
kerja;6. biaya rehabilitasi berupa penggantian alat
bantu (orthose) dan/atau alat
pengganti(prothese);
7. penggantian biaya gigi tiruan, alat bantu
dengar, dan kacarnata;dan/atau
SK
No008810
A8. beasiswa
REPUBLIK INDONESIA
-4-
8.
beasiswapendidikan
bagianak dari
Peserta yang meninggaldunia atau
Cacattotal
tetapakibat
Kecelakaan Keda.(3)
Beasiswa sebagaimanadimaksud pada
ayat (2)huruf
b angka 8 diberikan untuk paling banyak 2
(dua)orang
ana.k Peserta,yang diberikan berkala
setiaptahun sesuai dengan tingkat pendidikan
anak Peserta.(4) Monitoring dan evaluasi
penyelenggaraan pelayanankesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(21huruf a dilakukan paling lama 1
(satu)tahun
sekali cleh Menteri.(5) Manfaat JKK
sebagaimanadimaksud pada ayat
(2),ayat (3), dan persentase Cacat tercantum
dalamLampiran III yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari
Peraturan Pemerintahini.
(6)
Ketentuanlebih lanjut
mengenaitata
cara pemberiandan persyaratan memperoleh manfaat
beasiswapendidikan bagi anak dari Peserta
sebagaimanadimaksud pada ayat
(21huruf b angka 8 diatur
dengan Peraturan Menteri.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai
pelayanankesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2)huruf a diatur dengan Peraturan
Menteriberkoordinasi dengan kementerian
yangmenyelenggarakan
urusan pemerintahan di
bidang kesehatan.2. Ketentuan Pasal 26 diubah sehingga berbunyi
sebagaiberikut:
Pasal 26
Hak
Pesertadan/atau
Pemberi Kerja selain penyelenggaranegara untuk menuntut manfaat JKK
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal25
ayat (2)menjadi gugur
apabilatelah lewat waktu 5 (lima) tahun sejak
Kecelakaan Kerjaterjadi atau
sejak penyakitakibat kerja
didiagnosis'3. Ketentuan Pasal 34 diubah sehingga berbunyi
sebagaiberikut:
Pasal 34
(1) Manfaat JI(M riiberikan apabila Peserta
meninggaldunia
dalam mASaaktif, terdiri
atas:a. santunan sekaligus Rp20.O00.000,0O
(duapuluh jrrta rtroiah) diberikan kepada ahll
waris Peserta;b. santunan
.1
REPUBLIK INDONESIA
-5-
b. santunan berkala yang dibayarkan
sekaligus sebesar Rp12.000.00O,00 (dua belasjuta
rupiah)diberikan
kepadaahli waris
Peserta;c. biaya pemakaman sebesar
Rp10.0O0.000,00(sepuluh juta rupiah) drberikan kepada ahli waris
Peserta; dand.
beasiswapendidikan
bagianak dari
Peserta yangtelah memiliki masa iur paling singkat 3
(tiga)tahun dan meninggal dunia bukan akibat
Kecelakaan Kerja.
(2) Dalam hal Peserta tidak ada ahli waris,
biayapemakaman
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)huruf c diberikan kepada pihak yang
menguruspemakaman.
(3)
Beasiswa sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf d diberikan untuk paling banyak 2
(dua) orang anak Pesertayang diberikan berkala setiap tahun
sesuai dengantingkat pendidikan anak
Peserta.(4) Manfaat JKM
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)tercantum dalam' Lampiran III yang
merupakanbagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Pemerintahini.
(5)
Ketentuanlebih lanjut
mengenaitata
cara pemberiandan persyaratan memperoleh beasiswa
pendidikanbagi anak dari
Peserta sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)huruf
ddiatur
dengan Peraturan Menteri.4. Lampiran I diubah menjadi
sebagaimanaterlampir
yangmerupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Pemerintahini.
5. Lampiran III diubah menjadi
sebagaimanaterlampir
yangmerupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Pemerintahini.
Pasal II
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada
tanggaldir,rndangkan.
Agar.
. .SK No008812
AREPUBLIK INDONESIA
-6-
Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkanpengundangan Peraturan Pemerintah ini
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.Ditetapkan
diJakarta
pada tanggal 29 November
2Ol9
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,ttd
JOKO WIDODO
Diundangkan
di Jakarta
pada tanggal 2 Desember
2Ol9
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
YASONNA H. LAOLY
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN
2OI9
NOMOR 231Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
ti
BidangHukum
dan dang-r-rndangan,ttd
*
j;( !hii)
ilvanna
DjamanREPUBLIK TNDONESIA
PENJELASAN ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR
TAHUN TENTANGPERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA
DAN JAMINAN KEMATIAN UMUM
Sistem Jaminan Sosial Nasional pada dasarnya merupakan
programnegara yang bertujuan memberi kepastian perlindungan
dan kesejahteraansosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui program ini, setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal yang dapat mengakibatkan hilang
atauberkurangnya pendapatan, karena mengalami Kecelakaan Kerja
ataumeninggal dunia. Program tersebut dituangkan dalam
PeraturanPemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan ProgramJaminan
Kecelakaan Kerja danJaminan
Kematian.Bahwa dalam rangka peningkatan
pelayanandan kesejahteraan
Pesertajaminan sosial ketenagakerjaan, perlu dilakukan perubahan
atasPeraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang
PenyelenggaraanProgram Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian
berupapeningkatan dan
pengembanganmanfaat program Jaminan
Kecelakaan Kerja danJaminan
Kematian bagi Pesertajaminan
sosial ketenagakerjaan antaralain manfaat
perawatandi rumah
(home care), beasiswa pendidikan bagi anakdari
Peserta, dan manfaat lainnya.Peraturan
Pemerintahini memuat perubahan manfaat program Jaminan
Kecelakaan Kerja danJarninan
Kematian.II.
PASAL DEMI PASALPasal I
Angka
1 Pasal 25Ayat
(1)Yang
dimaksud
dengan"penyakit akibat kerja"
adalahpenyakit yang disebabkar, oleh pekerjaan dan/atau lingkungan
kerja.I
SK
No008814
AAyat .
82 2019
REPUBLIK INDONESIA
-2-
Ayat (2)
Huruf
aYang dimaksud dengan "pelayanan
kesehatansesuai kebutuhan medis" adalah
pelayanankesehatan yang diberikan sesuai
kebutuhanpengobatan dan perawatan akibat
KecelakaanKerja atau penyakit akibat kerja sesuai
standaryang ditetapkan Menteri, sampai
Pekerjadinyatakan
sembuh, Cacat,atau
meninggal duniaberdasarkan surat keterangan dokter
yangmemeriksa, dok*,er yang merawat
dan/atau
dokter penasehat.Angka 1
Cukup jelas.
Angka 2
Cukup jelas Angka 3
Yang dimaksud dengan "rumah
sakitpemerintah atau rumah sakjt
pemerintahdaerah" antara lain Rumah Sakit
Umum,Rumah Sakit Umum
Daerah,Rumah
SakitAngkatan Laut, Rumah Sakit
AngkatanDarat, dan Rumah Sakit Polri.
Angka 4
Cukup jelas.
Angka 5
Cukup jelas Angka 6
Cukup jelas Angka 7
Cukup jelas.
Angka 8
Cukup jelas Angka 9
Cukup jelas Angka 10
Crrk,rp jt'las
5
Angka
REPUBLIK INDONESIA
-J-4
Angka
1 1Cukup jelas
Angka
12Cukup jelas Angka 13
Cukup jelas.
Angka
14Cukup jelas
Huruf
bAngka
1Cukup jelas.
Angka 2
Cukup jelas Angka 3
Yang dimaksud dengan "Cacat
sebagiananatomis" adalah
keadaanberkurang
atauhilangnya sebagian anggota badan
yangsecara langsung atau tidak
langsungmengakibatkan berkurang atau
hilangnyakemampuan Pekerja untuk
menjalankan pekerjaannYa.Yang dimaksud dengan "Cacat
sebagianfungsi" adalah keadaan berkurang
atauhilangnya sebagian fungsi anggota
badanyang
secaralangsung atau tidak
langsungmengakibatkan berkurang atau
hilangnyakemampuan Pekerja untuk
menjalankan pekerjaannya.Yang
dimaksud
dengan"Cacat total
tetap"adalah cacat Yang
mengakibatkanketidakmampuan seseorang untuk melakukan
pekerjaan.Angka 4
Cukup jelas Angka 5
Cukup jelas
SK
No 024097 AAngka
REPUBLIK INDONESIA
-4-
Angka 6
Cukup jelas Angka 7
Cukup jelas.
Angka 8
Beasiswa pendidikan anak diberikan
kepada
anak
sah Peserta.Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat
(a)Cukup jelas Ayat (5)
Cukup jelas Ayat (6)
Cukup jelas Ayat (7)
Cukup jelas.
Angka 2
Pasal 26
Hak untuk menuntut JKK menjadi daluarsa
setclah lewat 5(lima) tahun sejak kejadian
KecelakaanKerja atau
setelah lewat5
(lima)tahun
sejakpenyakit akibat kerja
didiagnosis.Hai ini disebabkan apabila tuntutan dilakukan
setelahlewat 5 (lima) tahun, dikhawatirkan tempat
kejadianKecelakaan Kerja
atau
dokumenbukti penyakit akibat
kerjatelah berubah,
saksi yangdiperlukan
sudahtidak
ada, atau datapendukung sulit untuk
dicari.Oleh karenanya ada kewajiban Pemberi Kerja
selainpenyelenggara negara untuk melaporkan setiap terjadi
Kecelakaan Kerjaatau penyakit akibat kerja tidak lebih dari
2x
24jam terhitunq
sejakterjadinya
Kecelakaan Kerja atau2 x
24jam terhitung scjak
diagnosapenyakit akibat
kerjaagar data bukti dan pendukung masih lengkap
sehinggadapat
mempermudah penyelesaiankasus
Kecelakaan Kerjaatau penyakit akibat
kerja.No008817
Angka
REPUBLIK !NDONESI,A
-5-
Angka 3 Pasal 34
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan "Peserta meninggal dunia dalam masa aktif' adalah Peserta yang pada
saat meninggal masihaktif
bekerja dan membayarIuran.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (a)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Angka 4
Cukup jelas.
Angka 5
Cukup jelas
Pasal II
Cukup jelas
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR
SK No008818
A6427