• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III MATRIKS KINERJA DAN PENDANAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III MATRIKS KINERJA DAN PENDANAAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

MATRIKS KINERJA DAN PENDANAAN

III.1 Matriks Kinerja

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi BPKP, serta mendukung tercapainya kebijakan pada level nasional, Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara, menetapkan satu (satu) kegiatan dan telah dilengkapi dengan 6 (enam) sasaran kegiatan dan 49 (empat puluh sembilan) Indikator Kinerja Kegiatan, yang merupakan kondisi yang ingin dicapai secara nyata oleh Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara dan mencerminkan pengaruh atas ditimbulkannya hasil (outcome) dari satu atau beberapa kegiatan. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaiannya, setiap sasaran kegiatan diukur dengan menggunakan Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan, sebagai berikut:

Tabel 10

Matriks Sasaran Kegiatan Tahun 2020 - 2024

Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output) /Indikator

Target

2020 2021 2022 2023 2024

Program Pengawasan Pembangunan

Kegiatan 6: Pelaksanaan Pengawasan Pembangunan

Sasaran Kegiatan 1 Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas Akuntabilitas Keuangan Negara/Daerah

IKK 1 Nilai optimalisasi penerimaan Negara/daerah yang

terealisasi (Jutaan Rupiah) 97 175 292 292 292

Nilai Optimalisasi Penerimaan Negara yang

Terealisasi - - - - -

Pengawasan atas Optimalisasi Penerimaan PAD 97 175 292 292 292 IKK 2 Potensi Penerimaan Daerah yang Dioptimalisasi

(Jutaan Rupiah) 195 292 486 486 486

Potensi Penerimaan Negara yang Dioptimalisasi - - - - -

Pengawasan atas Potensi Pendapatan Asli Daerah 195 292 486 486 486

IKK 3 Nilai Efisiensi Pengeluaran Negara dan

Daerah(Jutaan Rupiah) 1.123 186.779 154.487 136.270 112.930 Nilai efisiensi pengeluaran Pemerintah Daerah - 185.428 152.978 134.621 111.062

Nilai efisiensi pengeluaran negara dan daerah 1.123 1.351 1.509 1.649 1.868 IKK 4 Nilai penyelamatan keuangan negara dan daerah

(Jutaan Rupiah) 27.124 40.679 49.715 56.500 51.982

(2)

Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output) /Indikator

Target

2020 2021 2022 2023 2024 IKK 5 Nilai Penyelamatan Pengelolaan Dana Transfer

(Jutaan Rupiah) - 118 120 122 125

IKK 6 Nilai Penyelamatan Pembiayaan Daerah (Jutaan

Rupiah) - 59 60 61 62

Sasaran Kegiatan 2 Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas

Akuntabilitas Pembangunan Nasional

IKK 7 Jumlah PP yang tercapai sesuai target 0 2 0 0 0

IKK 8 Jumlah KP yang diawasi 7 7 7 7 7

IKK 9 Jumlah KP yang tercapai sesuai target 7 7 7 7 7

IKK 10 Jumlah PSN yang tercapai sesuai target 0 0 0 0 0

IKK 11 Jumlah Program Lintas Sektoral Pembangunan

Daerah yang Tercapai Sesuai Target 0 1 1 1 1

IKK 12 Persentase Desa yang Diaudit Kinerja dengan Hasil

Baik 0,00% 12,50% 18,75% 31,25% 37,50%

IKK 13 Persentase hambatan pelaksanaan pembangunan

yang diselesaikan 75,00% 80,00% 85,00% 85,00% 85,00%

Sasaran Kegiatan 3 Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas

Akuntabilitas Badan Usaha

IKK 14 Jumlah BUMN dengan pengelolaan korporasinya baik

0 0 0 0 0

Persentase badan usaha dengan pengelolaan

korporasinya baik - - - - -

IKK 15 Jumlah BUMD dengan pengelolaan korporasinya

baik 0 0 0 0 1

Persentase BUMD dengan pengelolaan korporasinya baik

0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 10,00%

IKK 16 Jumlah BUMD dengan dengan kinerja sehat 2 3 3 4 5

Persentase BUMD dengan kinerja sehat 18,18% 27,27% 27,27% 36,36% 45,45%

IKK 17 Jumlah BLUD dengan dengan kinerja sehat 1 1 1 1 1

Persentase BLUD dengan kinerja sehat 5,26% 5,26% 5,26% 5,26% 5,26%

IKK 18 Jumlah BUMDes yang mampu menyusun laporan 16 22 26 33 36

Sasaran Kegiatan 4 Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas

Efektivitas Pengendalian Korupsi

IKK 19 Persentase hasil pengawasan represif yang

dimanfaatkan/ditindaklanjuti 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

IKK 20 Persentase hasil Pengawasan preventif dan

edukatif yang dimanfaatkan/ ditindaklanjuti 70,00% 75,00% 80,00% 85,00% 90,00%

IKK 21 Jumlah Pemda dengan efektivitas pengendalian

korupsi Baik 0 0 2 3 4

IKK 22 Jumlah Badan Usaha dengan efektivitas

pengendalian korupsi baik 0 0 1 1 2

(3)

Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output) /Indikator

Target

2020 2021 2022 2023 2024 Sasaran Kegiatan 5 Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas

Kualitas Pengendalian Intern K/L/P/BU

IKK 23 Jumlah APIP K/L/Pemda dengan Kapabilitas APIP

≥ Level 3 6 7 9 10 10

Persentase APIP K/L/Pemda dengan Kapabilitas

APIP ≥ Level 3 54,55% 64% 82% 91% 91%

IKK 24 Jumlah K/L/Pemda dengan Maturitas SPIP ≥ Level

3 4 5 6 7 8

Persentase K/L/Pemda dengan Maturitas SPIP ≥

Level 3 36,36% 45,45% 54,55% 63,64% 72,73%

IKK 25 Jumlah Pemda Provinsi dengan MRI ≥ Level 3 0 0 0 0 1

Persentase Pemda Provinsi dengan MRI ≥ Level 3 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 100,00%

IKK 26 Jumlah Pemda Kab/Kota dengan MRI ≥ Level 3 1 2 3 3 4

Persentase Pemda Kab/Kota dengan MRI ≥ Level

3 10,00% 20,00% 30,00% 30,00% 40,00%

IKK 27 Persentase jumlah pemda yang akuntabel dalam

pengelolaan keuangan dan kinerja daerah 0,00% 0,18% 0,18% 0,55% 0,55%

IKK 28 Tersedianya Rekomendasi Strategis (Policy Brief )

kepada Provinsi/Kabupaten/Kota 1 1 1 1 1

IKK 29 Persentase Jumlah desa yang Menyusun laporan

Pertanggungjawaban Keuangan Desa 34,96% 40,04% 45,02% 50,00% 54,98%

IKK 30 Jumlah desa yang menerapkan pengelolaan aset

desa secara memadai 0 21 53 106 210

IKK 31 Jumlah APIP yang Mengimplementasikan

Siswaskeudes 1 2 3 4 5

IKK 32 Jumlah BUMN dengan MRI ≥ Level 3 0 0 0 0 0

Persentase BUMN dengan MRI ≥ Level 3 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

IKK 33 Jumlah BUMD dengan MRI ≥ Level 3 0 0 0 0 1

Persentase BUMD dengan MRI ≥ Level 3 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 10,00%

IKK 34 Jumlah BLUD dengan MRI ≥ Level 3 0 0 0 0 1

Persentase BLUD dengan MRI ≥ Level 3 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 20,00%

IKK 35 Jumlah BUMD dengan Kapabilitas SPI ≥ Level 3 0 0 0 0 1

Persentase BUMD dengan Kapabilitas SPI ≥ Level

3 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 10,00%

IKK 36 Jumlah BLUD dengan Kapabilitas SPI ≥ Level 3 0 0 0 0 0

Persentase BLUD dengan Kapabilitas SPI ≥ Level

3 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

Sasaran Kegiatan 6 Meningkatnya Kualitas Layanan "Ketatausahaan"

Unit Kerja

IKK 37 Nilai Skor Zona Integritas Unit Kerja 75 76 77 78 79

IKK 38 Persentase Pegawai yang mengikuti peningkatan

Kompetensi 100% 100% 100% 100% 100%

(4)

Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output) /Indikator

Target

2020 2021 2022 2023 2024 IKK 39 Persentase administrasi SDM yang diselesaikan

tepat waktu 100% 100% 100% 100% 100%

IKK 40 Persentase Penyusunan RKA Tepat Waktu Unit

Kerja 100% 100% 100% 100% 100%

IKK 41 Skor IKPA Unit Kerja (khusus Unit Kerja Mandiri) 86 87 88 89 90 IKK 42 Persentase SPM yang terbit tepat waktu 100% 100% 100% 100% 100%

IKK 43 Persentase Penyusunan Laporan Keuangan sesuai

SAP (khusus Unit Kerja Mandiri) 100% 100% 100% 100% 100%

IKK 44 Nilai Pengelolaan BMN Unit Kerja (khusus Unit

Kerja Mandiri) Baik Baik Baik Baik Baik

IKK 45 Nilai SAKIP Unit Kerja 80 81 82 83 84

IKK 46 Maturitas SPIP Unit Kerja Level 3 Level 3 Level 3 Level 3 Level 4

IKK 47 Indeks MR Unit Kerja - Level 3 Level 3 Level 3 Level 4

IKK 48 Indeks Kualitas Layanan Ketatausahaan Unit Kerja 70 76 80 81 82 IKK 49 Indeks Kepuasan Layanan Unit Kerja (khusus Unit

Kerja Perwakilan) 70 75 76 80 81

Kegiatan 6: Pelaksanaan Pengawasan Pembangunan

1. Sasaran Kegiatan: Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas Akuntabilitas Keuangan Negara/Daerah mempunyai enam Indikator kinerja kegiatan yaitu:

a. Nilai Optimalisasi Penerimaan Negara/Daerah yang Terealisasi (Jutaan Rupiah) dengan rumus pengukuran adalah Jumlah kurang bayar atas penerimaan daerah yang sudah disetor/ditetapkan.

- Untuk PNBP berdasarkan bukti setor

- Untuk Pajak/BC berdasarkan surat ketetapan - Untuk PAD berdasarkan bukti setor

Ditargetkan akhir tahun 2024 optimalisasi penerimaan Negara/Daerah mencapai 292 juta rupiah.

b. Potensi penerimaan negara/daerah yang dioptimalisasi (Jutaan Rupiah) dengan rumus pengukuran adalah Jumlah nilai selisih dari potensi penerimaan negara/daerah dari hasil kegiatan pengawasan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara dengan target yang dianggarkan oleh K/L/D. Ditargetkan akhir tahun 2024 potensi penerimaan negara/daerah yang dioptimalisasi mencapai 486 juta rupiah.

(5)

c. Nilai Efisiensi Pengeluaran Negara dan Daerah dengan rumus pengukuran:

• Nilai pengurangan/pengalihan rencana belanja proyek/kegiatan/program yang tidak tepat.

• Nilai koreksi audit = nilai klaim atau nilai PH hasil evaluasi pemilik kerja – nilai klaim atau nilai PH hasil audit

Ditargetkan akhir tahun 2024 nilai efisiensi pengeluaran negara dan daerah mencapai 112.930 Juta Rupiah.

d. Nilai Penyelamatan Pengeluaran Negara (Jutaan Rupiah) dengan rumus pengukuran nilai Penyelamatan Keuangan Negara (NPKN) adalah diukur dengan menjumlahkan Temuan nilai Belanja Yang Dikembalikan ke kas Negara termasuk denda yang dikenakan dari hasil pengawasan BPKP (TBYDKN) dan Nilai Aset Yang Dipulihkan (NAYD).

𝑁𝑃𝐾𝑁 = ∑ 𝑇𝐵𝑌𝐷𝐾𝑁 + ∑ 𝑁𝐴𝑌𝐷

𝑛

𝑘=0 𝑛

𝑘=0

Ditargetkan akhir tahun 2024 nilai penyelamatan keuangan negara dan daerah mencapai 51.982 juta rupiah

e. Nilai Penyelamatan Pengelolaan Dana Transfer (Jutaan Rupiah) dengan rumus Nilai penyelamatan dari hasil pengawasan dana transfer yang ditargetkan akhir tahun 2024 nilai penyelamatan pengelolaan dana transfer mencapai 125 juta rupiah.

f. Nilai Penyelamatan Pembiayaan Daerah (Jutaan Rupiah) dengan rumus Nilai penyelamatan dari hasil pengawasan pembiayaan daerah yang ditargetkan akhir tahun 2024 nilai penyelamatan pengelolaan dana transfer mencapai 62 juta rupiah.

2. Sasaran Kegiatan: Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas Pembangunan Nasional mempunyai tujuh Indikator kinerja kegiatan yaitu:

a. Jumlah PP yang Tercapai sesuai Target dengan rumus pengukuran adalah jumlah PP yang tercapai target atas total jumlah PP yang dilakukan pengawasan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara.

Ditargetkan akhir tahun 2024 jumlah PSN yang dilakukan pengawasan tercapai sesuai target mencapai 0 PP.

(6)

b. Jumlah KP yang diawasi dengan rumus pengukuran adalah Jumlah KP yang tercapai target atas jumlah KP yang diawasi secara komprehensif melalui konvergensi. Ditargetkan akhir tahun 2024 jumlah KP yang dilakukan pengawasan tercapai sesuai target mencapai 7 KP.

c. Jumlah KP yang Tercapai sesuai Target dengan rumus pengukuran adalah Jumlah KP yang tercapai target atas jumlah KP yang diawasi secara komprehensif melalui konvergensi. Ditargetkan akhir tahun 2024 jumlah KP yang dilakukan pengawasan tercapai sesuai target mencapai 7 KP.

d. Jumlah PSN yang Tercapai sesuai Target dengan rumus pengukuran adalah Jumlah PSN yang tercapai target atas total jumlah PSN yang dilakukan pengawasan. Ditargetkan akhir tahun 2024 jumlah PSN yang dilakukan pengawasan tercapai sesuai target mencapai 0 PSN.

e. Jumlah Program Lintas Sektoral Pembangunan Daerah yang Tercapai Sesuai Target dengan rumus pengukuran adalah Jumlah pengawasan program lintas sektoral pembangunan daerah yang tercapai sesuai target. Ditargetkan akhir tahun 2024 jumlah Program Lintas Sektoral yang dilakukan pengawasan tercapai sesuai target mencapai 1 Program.

f. Persentase Desa yang Diaudit Kinerja dengan Hasil Baik dengan rumus pengukuran adalah Jumlah Desa yang Diaudit Kinerja dengan Hasil Baik atas total jumlah Desa yang Diaudit Kinerja oleh Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara Ditargetkan akhir tahun 2024 jumlahPersentase Desa yang Diaudit Kinerja dengan Hasil Baik mencapai 37,50%.

g. Hambatan kelancaran pembangunan (HKP) merupakan kondisi dimana proses pembangunan tidak dapat mencapai keluaran (output), hasil (outcomes) dan manfaat (benefit) yang telah ditetapkan karena adanya masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan kewenangan para pihak terkait. Persentase hambatan pelaksanaan pembangunan yang diselesaikan dengan rumus pengukuran adalah Jml LEHKP yang kesepakatannya terlaksana dibagi Total penugasan EHKP yang diterbitkan. Ditargetkan akhir tahun 2024 hambatan pelaksanaan pembangunan yang dapat diselesaikan dalam pelaksanaan pengawasan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara mencapai 85%.

(7)

3. Sasaran Kegiatan: Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas Badan Usaha mempunyai lima Indikator kinerja kegiatan yaitu:

a. Jumlah BUMN dengan pengelolaan korporasinya baik dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BUMN dengan pengelolaan korporasi minimal "Baik". Ditargetkan akhir tahun 2024 BUMN dengan kinerja sehat di Wilayah Provinsi Maluku Utara sebesar 0 BUMN.

b. Jumlah BUMD dengan pengelolaan korporasinya baik dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BUMD dengan pengelolaan korporasi minimal "Baik". Ditargetkan akhir tahun 2024 BUMD dengan pengelolaan korporasinya baik di Wilayah Provinsi Maluku Utara mencapai 1.

c. Jumlah BUMD dengan kinerja sehat dengan rumus pengukuran adalah adalah Jumlah BUMD dengan kinerja minimal "Sehat". Ditargetkan akhir tahun 2024 BUMD dengan kinerja sehat di Wilayah Provinsi Maluku Utara mencapai 5.

d. Jumlah BLUD dengan kinerja sehat. dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BLUD dengan kinerja minimal "Sehat". Ditargetkan akhir tahun 2024 BLUD dengan kinerja sehat di Wilayah Provinsi Maluku Utara mencapai 1.

e. Jumlah BUMDes yang mampu menyusun laporan dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BUMDes yang mampu menyusun laporan keuangan. Ditergetkan akhir tahun 2024 BUMDes yang mampu menyusun laporan keuangan sebanyak 36 BUMDes yang berada di Wilayah Provinsi Maluku Utara.

4. Sasaran Kegiatan: Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas Efektivitas Pengendalian Korupsi mempunyai empat Indikator kinerja kegiatan yaitu:

a. Persentase hasil pengawasan represif yang dimanfaatkan/

ditindaklanjuti dengan rumus pengukuran adalah Jumlah KLPBU/ APH yang menindaklanjuti rekomendasi dibagi Jumlah penugasan pengawasan represif. Ditargetkan akhir tahun 2024 hasil pengawasan represif yang dimanfaatkan/ditindaklanjuti mencapai 100%.

b. Persentase hasil pengawasan preventif dan edukatif yang dimanfaatkan/

ditindaklajuti dengan rumus pengukuran adalah Jumlah KLPBU yang

(8)

menindaklanjuti rekomendasi dibagi Jumlah KLPBU sasaran pengawasan preventif/edukatif. Ditargetkan akhir tahun 2024 hasil pengawasan preventif dan edukatif yang dimanfaatkan/ditindaklajuti mencapai 90%.

c. Jumlah Pemda dengan efektivitas pengendalian korupsi Baik dengan rumus pengukuran adalah jumlah pemda Skor indeks efektivitas pengendalian korupsi yang merupakan komposit skor atas tiga pilar:

kapabilitas, keberterapan (implementedness) strategi pencegahan, dan penanganan keterjadian yang baik. Ditargetkan akhir tahun 2024 pemda dengan efektivitas pengendalian korupsi baik mencapai 4 pemda.

d. Jumlah Badan Usaha dengan efektivitas pengendalian korupsi baik dengan rumus pengukuran adalah jumlah Badan Usaha dengan Skor indeks efektivitas pengendalian korupsi yang merupakan komposit skor atas tiga pilar: kapabilitas, keberterapan (implementedness) strategi pencegahan, dan penanganan keterjadian yang baik. Ditargetkan akhir tahun 2024 badan usaha dengan efektivitas pengendalian korupsi baik mencapai 2 badan usaha.

5. Sasaran Kegiatan: Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas Kualitas Pengendalian Intern K/L/P/BU mempunyai empat belas Indikator kinerja kegiatan yaitu:

a. Jumlah APIP K/L/Pemda dengan Kapabilitas APIP ≥3. Ditunjukkan dalam Persentase APIP K/L/Pemda dengan Kapabilitas APIP ≥3 dengan rumus pengukuran adalah APIP K/L/D dengan level kapabilitas APIP ≥ Level 3 dibandingkan dengan jumlah total APIP K/L/D. Ditargetkan akhir tahun 2024 APIP Pemda di WIilayah Maluku Utara yang mencapai level kapabilitas ≥3 sebanyak 10 APIP atau 91%.

b. Jumlah APIP K/L/Pemda dengan Maturitas APIP ≥3. Ditunjukkan dalamPersentase K/L/Pemda dengan Maturitas SPIP ≥3 dengan rumus pengukuran adalah K/L/D dengan level maturitas penyelenggaraan SPIP

≥ Level 3; dibandingkan dengan jumlah K/L/D. Ditargetkan akhir tahun 2024 Maturitas SPIP Pemda di WIilayah Maluku Utara yang mencapai level maturitas ≥3 sebanyak 8 Pemda atau 72,73%.

c. Jumlah Pemda Provinsi dengan MRI ≥3. Ditunjukkan dalam persentase Pemda Provinsi dengan MRI ≥3 dengan rumus pengukuran adalah

(9)

persentase Pemda Provinsi yang melaksanakan pengelolaan risiko dan memenuhi karakteristik MRI ≥ Level 3 dibandingkan dengan total Pemda Provinsi. Ditargetkan akhir tahun 2024 Pemda Provinsi dengan MRI ≥3 sebanyak 1 Pemda atau 100%.

d. Jumlah Pemda Kab/Kota dengan MRI ≥3. Ditunjukkan dalam persentase Pemda Kab/Kota dengan MRI ≥3 dengan rumus pengukuran adalah persentase Pemda Kab/Kota yang melaksanakan pengelolaan risiko dan memenuhi karakteristik MRI ≥ Level 3 dibandingkan dengan total Pemda Kab/Kota. Ditargetkan akhir tahun 2024 Pemda Kab/Kota dengan MRI

≥3 sebanyak 4 Pemda atau 40%.

e. Persentase jumlah pemda yang akuntabel dalam pengelolaan keuangan dan kinerja daerah dengan rumus pengukuran adalah (Jumlah pemda dengan Opini LKPD WTP dan nilai evaluasi SAKIP minimal BB/jumlah pemda di Indonesia) x 100%. Ditargetkan akhir tahun 2024 Persentase jumlah pemda yang akuntabel dalam pengelolaan keuangan dan kinerja daerah mencapai 0,55%.

f. Tersedianya Rekomendasi Strategis (Policy Brief) kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dengan rumus pengukuran adalah Jumlah rekomendasi strategis yang bisa dihasilkan kepada para stakeholders terkait. Ditargetkan akhir tahun 2024 Rekomendasi Strategis (Policy Brief) kepada Provinsi/Kabupaten/Kotasebanyak 1.

g. Persentase Jumlah desa yang Menyusun laporan Pertanggungjawaban Keuangan Desa dengan rumus pengukuran adalah (Jumlah desa yang telah menyusun laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan/total jumlah desa) x 100%. Ditergetkan akhir tahun 2024 desa yang mampu menyusun laporan Pertanggungjawaban Keuangan sebanyak 54,98%

Desa yang berada di Wilayah Provinsi Maluku Utara.

h. Jumlah desa yang menerapkan pengelolaan aset desa secara memadai dengan rumus pengukuran adalah Jumlah desa yang telah menerapkan pengelolaan aset desa sesuai ketentuan. Ditergetkan akhir tahun 2024 Desa yang mampu menerapkan pengelolaan aset desa secara memadai sebanyak 210 desa yang berada di Wilayah Provinsi Maluku Utara.

i. Jumlah APIP yang mengimplementasikan Siswaskeudes dengan rumus pengukuran adalah Jumlah APIP yang telah menerapkan aplikasi

(10)

Siswaskeudes sebagai alat untuk melakukan pengawasan keuangan desa. Ditergetkan akhir tahun 2024 APIP yang mengimplementasikan Siswaskeudes sebanyak 5 APIP.

j. Jumlah BUMN dengan MRI ≥3. Ditunjukkan dalam Persentase BUMN dengan MRI ≥3 dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BUMN yang berada pada maturitas MR Level 3 dibagi jumlah total BUMN yang dibina . Ditargetkan akhir tahun 2024 BUMN dengan MRI ≥3 sebanyak 0 BUMN.

k. Jumlah BUMD dengan MRI ≥3. Ditunjukkan dalam Persentase BUMD dengan MRI ≥3 dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BUMD yang berada pada maturitas MR Level 3 dibagi dengan jumlah total BUMD.

Ditargetkan akhir tahun 2024 BUMD dengan MRI ≥3 sebanyak 1 BUMD atau 10%.

l. Jumlah BLUD dengan MRI ≥3. Ditunjukkan dalam Persentase BLUD dengan MRI ≥3 dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BLUD yang berada pada maturitas MR Level 3 dibagi dengan jumlah total BLUD.

Ditargetkan akhir tahun 2024 BLUD dengan MRI ≥3 sebanyak 1 BLUD atau 20,00%.

m. Jumlah BUMD dengan Kapabilitas SPI ≥3. Ditunjukkan dalam Persentase BUMD dengan Kapabilitas SPI ≥3 dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BUMD yang memiliki Kapabilitas SPI Level 3 dibagi dengan jumlah total BUMD. Ditargetkan akhir tahun 2024 BUMD dengan MRI ≥3 sebanyak 1 BUMD atau 10%.

n. Jumlah BLUD dengan Kapabilitas SPI ≥3. Ditunjukkan dalam Persentase BLUD dengan Kapabilitas SPI ≥3 dengan rumus pengukuran adalah Jumlah BLUD yang memiliki Kapabilitas SPILevel 3 dibagi dengan jumlah total BLUD. Ditargetkan akhir tahun 2024 BLUD dengan MRI ≥3 sebanyak 0 BLUD atau 0%.

6. Sasaran kegiatan: Meningkatnya Kualitas Layanan Ketatausahaan Unit Kerja mempunyai empat belas Indikator kinerja kegiatan yaitu:

a. Nilai Skor Zona Integritas Unit Kerja dengan rumus pengukuran sesuai dengan kertas kerja Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas, mengacu kepada pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian PANRB.

(11)

Ditargetkan akhir tahun 2024 Nilai Skor Zona Integritas Unit Kerja mencapai 79.

b. Persentase Pegawai yang mengikuti peningkatan Kompetensi dengan rumus pengukuran Pegawai yang mengikuti peningkatan Kompetensi (Diklat, PPm, Workshop, dll) / Jumlah Pegawai x 100%. Ditargetkan akhir tahun 2024 Persentase Pegawai yang mengikuti peningkatan Kompetensi mencapai 100%.

c. Persentase administrasi SDM yang diselesaikan tepat waktu dengan rumus pengukuran Administrasi SDM (Kepangkatan, Database kepegawaian, KGB, dll) yang selesai tepat wakti / Total Administrasi SDM * 100%. Ditargetkan akhir tahun 2024 Persentase administrasi SDM yang diselesaikan tepat waktu mencapai 100%.

d. Persentase Penyusunan RKA Tepat Waktu Unit Kerja dengan rumus pengukuran Jumlah Penyusunan RKA Tepat Waktu / Jumlah Penyusunan RKA x 100%. Ditargetkan akhir tahun 2024 Persentase Penyusunan RKA Tepat Waktu Unit Kerja mencapai 100%.

e. Skor IKPA Unit Kerja (khusus Unit Kerja Mandiri) dengan rumus pengukuranSKOR Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran yang diukur oleh Kementerian Keuangan. Ditargetkan akhir tahun 2024 Skor IKPA Unit Kerja (khusus Unit Kerja Mandiri) mencapai 90.

f. Persentase SPM yang terbit tepat waktu dengan rumus pengukuran Jumlah SPM terbit 5 HK setelah berkas lengkap tanpa pengembalian dari KPPN /total SPM x 100%. Ditargetkan akhir tahun 2024 Persentase SPM yang terbit tepat waktu mencapai 95%.

g. Persentase Penyusunan Laporan Keuangan sesuai SAP (khusus Unit Kerja Mandiri) dengan rumus pengukuran Laporan Keuangan sesuai SAP. Ditargetkan akhir tahun 2024 Persentase Penyusunan Laporan Keuangan sesuai SAP (khusus Unit Kerja Mandiri) mencapai 100% atau 1.

h. Nilai Pengelolaan BMN Unit Kerja (khusus Unit Kerja Mandiri) dengan rumus pengukuran Pengelolaan BMN Baik sesuai ketentuan.

Ditargetkan akhir tahun 2024 Nilai Pengelolaan BMN Unit Kerja (Unit Kerja Mandiri) mencapai Baik.

(12)

i. Nilai SAKIP Unit Kerja dengan rumus pengukuranNilai SAKIP Unit Kerja (Self Assesment dengan QA Inspektorat). Ditargetkan akhir tahun 2024 Nilai SAKIP Unit Kerja mencapai 84.

j. Maturitas SPIP Unit Kerja dengan rumus pengukuran Maturitas SPIP (Self Assesment dengan QA Inspektorat). Ditargetkan akhir tahun 2024 Maturitas SPIP Unit Kerja mencapai Level 4.

k. Indeks MR Unit Kerja dengan rumus pengukuran Indeks MR (Self Assesment dengan QA Inspektorat). Ditargetkan akhir tahun 2024 Indeks MR Unit Kerja mencapai Level 4.

l. Indeks Kualitas Layanan Ketatausahaan Unit Kerja dengan rumus pengukuranIndeks kepuasan layanan ketatausahaan. Ditargetkan akhir tahun 2024 Indeks Kualitas Layanan Ketatausahaan Unit Kerja mencapai 82.

m. Indeks Kepuasan Layanan Unit Kerja (khusus Unit Kerja Perwakilan) dengan rumus pengukuran Indeks kepuasan Layanan Unit Kerja Perwakilan. Ditargetkan akhir tahun 2024 Indeks Kepuasan Layanan Unit Kerja (khusus Unit Kerja Perwakilan) mencapai 81.

Selain untuk mencapai target berdasarkan sasaran kegiatan, setiap tahun Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara harus mencapai target output atas pelaksanaan kegiatan pengawasan. Adapun Indikator Kinerja Kegiatan pengawasan yang dihitung berdasarkan jumlah laporan hasil pengawasan yang terbit terdiri dari:

1) Jumlah Laporan Hasil Pengawasan Pengawasan Pembangunan atas Akuntabilitas Keuangan Negara/Daerah;

2) Jumlah Laporan Hasil Pengawasan Pembangunan atas Akuntabilitas Pembangunan Nasional;

3) Jumlah Laporan Hasil Pengawasan Pembangunan Akuntabilitas atas Badan Usaha;

4) Jumlah Laporan Hasil Pengawasan Pembangunan atas Efektivitas Pengendalian Korupsi;

5) Jumlah Laporan Hasil Pengawasan Pembangunan atas Kualitas Pengendalian Intern K/L/P/BU;

6) Jumlah Laporan Hasil Peningkatan Kualitas Layanan Ketatausahaan Unit Kerja.

(13)

III.2 Pendanaan

Agar dapat melaksanakan Tugas dan Fungsinya dengan baik diperlukan adanya komitmen menyeluruh dari Pimpinan tertinggi sampai dengan pelaksana, sarana-prasarana, regulasi serta tentunya pendanaan yang mencukupi. Perhitungan anggaran tahunan tetap mengikuti kebijakan umum penganggaran yang ditetapkan setiap tahun oleh BPKP Pusat. Tabel Prakiraan Maju anggaran yang diusulkan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara sebagai berikut:

Tabel 11

Perkiraan Maju Anggaran Berdasarkan Kegiatan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara

Tahun 2020 – 2024 (dalam jutaan Rupiah)

No Program 2020 2021 2022 2023 2024

1 01:Program Dukungan

Manajemen 17.261.830 29.213,244 52.359,406 19.217,159 21.002,148 2

06: Program Pengawasan Pembangunan

2.996.429 4.317,457 6.109,363 6.720,300 7.392,329

Jumlah 20.258,259 33.530,701 58.468,769 25.937,459 28.394,477

Dalam melaksanakan kegiatannya, Kerangka Pendanaan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara disokong oleh APBN yang terdiri dari Rupiah Murni (APBN), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN). Prakiraan maju anggaran BPKP menurut sumber pendanaan sebagai berikut:

(14)

Tabel 12

Perkiraan Maju Anggaran berdasarkan Sumber Dana Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara

Tahun 2020 – 2024 (dalam jutaan Rupiah)

No Sumber Dana 2020 2021 2022 2023 2024

1 Rupiah Murni (RM) 20.258,259 33.530,701 58.468,769 25.937,459 28.394,477

2 PNBP

- - - - - 3 PHLN - - - - -

Jumlah 20.258,259 33.530,701 58.468,769 25.937,459 28.394,477

Referensi

Dokumen terkait

Jika Anda mendapatkan informasi orang dalam yang penting tentang ADM atau perusahaan lain (seperti perusahaan pelanggan atau pemasok) selama bekerja dengan perusahaan kita,

Setiap penerima juga harus melakukan telaah tersendiri atas kecukupan, keakuratan, dan kelengkapan dari seluruh informasi yang berkaitan dengan Perseroan, karena informasi dan

menggunakan Duncan ini sangat baik untuk melihat perbedaan nyata antar perlakuan dan dapat mengidentifikasi isolat cendawan mana yang paling efektif berkerja dalam

Sistem akan menampilkan arena permainan dimana pemain akan memulai dan menyelesaikan misi permainan pada stage 4, apabila misi tidak terselesaikan maka pemain kembali ke titik

sensitezed solar cell (DSSC) dari ekstrak bunga rosella dominan menyerap cahaya tampak berkisar antara 400-550 nm serta bersesuaian dengan warna ekstrak yang kemerahan dan dapat

Mahar musamma ialah mahar yang besarnya ditentukan atau disepakati oleh kedua belah pihak. Mahar ini dapat dibayar secara tunai dan bisa juga ditangguhkan

Penghindaran pajak atau tax avoidance adalah suatu skema transaksi yang di tujukan untuk meminimalisir beban pajak pada perusahaan dengan memanfaatkan kelemahan ketentuan

Sebagai gambaran dalam melaksanakan tupoksi, Dinas Pekerjaan Umum Bidang Cipta Karya Kabupaten Barito Utara, tugas pokok dan fungsi cipta karya secara umum