142
Determinan Keputusan Menggunakan Jasa Ojek Online Pada Aplikasi Grab Pada Karyawan Swasta Di Kota Medan
Novi Aisha
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara E-mail: [email protected]
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi keputusan menggunakan jasa ojek online pada karyawan swasta di Kota Medan. Adapun faktor yang menjadi variable penelitian adalah keamanan, fitur layanan dan kualitas layanan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan swasata di Kota Medan yang menjadi pengguna ojek online. sedangkan sampel dipilih secara acak berjumlah 100 karyawan swasta di Kota Medan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan wawancara /interview. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Regressi Linear Berganda. Hasil peneitian menunjukkan parsial keamanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Menggunakan jasa ojek online pada aplikasi Grab. Secara parsial bahwa fitur layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Menggunakan jasa ojek online pada aplikasi Grab. Secara parsial diketahui kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Menggunakan jasa ojek online pada aplikasi Grab. Secara simultan diketahui bahwa keamanan, fitur layanan dan Keamanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan Menggunakan jasa ojek online pada aplikasi Grab pada karyawan swasta di kota Medan
Kata Kunci:
Keam anan, Fitur layanan, Kualitas layanan, Keputusan pem belian
How to cite:
Aisha, N.(2020), “Determ inan Keputusan Menggunakan Jasa Ojek Online Pada Aplikasi Grab Pad a Karyawan Swasta Di Kota Medan, Jurnal Sosek Vol 1(2)142- 152
PENDAHULUAN
Menggunakan jasa ojek online pada aplikasi GrabTransportasi yang aman nyaman serta memiliki tingkat kepraktisan menjadi sebuah keniscayaan disaat ini. Para pendor star up dalam negeri dan luar saling berlomba dalam merebut pangsa pasar transportasi daring berbasis aplikasi. Konsumen dihadapkan pada banyak pilihan sehingga cenderung di untungkan oleh adanya persaingan pasar transportasi online. Saat ini sudah banyak penyedia jasa ojek online yang dikenal dengan nama Go-Jek, Uber, Grab Bike dan lain sebagainya.
Semua memberikan pelayanan yang hampir sama mulai dari mengantarkan orang dengan biaya yang berbeda-beda, namun dengan sistem pemesanan yang sama yaitu pemesanan melalui aplikasi telepon genggam maupun website. Dengan melalui aplikasi telepon genggam tentu pihak tansportasi online harus mengutamakan tingkat kepuasan konsumen yaitu dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelanggan, selalu memberikan fitur-fitur yang dapat memudahkan pelanggan dalam menggunakan jasa transportasi online tersebut, dan yang paling utama adalah bagaimana caranya agar pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak transportasi online tersebut sehingga pelanggan akan terus menggunakan jasa transportasi online di kemudian harinya.
E- ISSN 2745- 6153
143 Pada kebanyakan orang, keputusan pembelian konsumen seringkali diawali dan dipengaruhi oleh banyaknya rangsangan dari luar dirinya, baik berupa rangsangan pemasaran maupun rangsangan dari lingkungannya. Keinginan membeli konsumen merupakan suatu hal yang tersembunyi dalam hati konsumen yang mana tak ada seorang pun yang bisa tau apa yang diinginkan dan yang diharapkan oleh konsumen. Niat membeli terlihat dari perilaku konsumen dan sikap terhadap suatu produk dan keyakinan tersebut juga akan menyebabkan naik turunnya minat beli konsumen. Keputusan sebagai penekanan pada pilihan konsumen yang harus diperhatikan adalah bahwa konsumen juga membuat beberapa keputusan sehubungan dengan perilaku tidak membeli. (Sutisna, 2015). keputusan konsumen dalam menggunakan jasa transportasi online tidak jauh dari yang namanya keamanan, karena apabila konsumen merasa aman dalam menggunakan jasa transportasi online tersebut, maka konsumen akan merasa puas atas pelayanan yang telah diberikan, serta dengan fitur-fitur lengkap yang terdapat di dalam aplikasi transportasi onliner tersebut yang dapat memudahkan konsumen dalam melakukan segala aktifitas yang tidak memungkinkan konsumen tersebut untuk meninggalkan pekerjaanya pada saat ini serta Keamanan yang diberikan akan menjadi nilai tambah, sehingga pelanggan akan setia menggunakan jasa transportasi online tersebut di kemudian hari.
Menurut (Adam, 2015) faktor keamanan masih menjadi penghalang utama. Beberapa hambatan masih menjadi penyebab kenapa orang masih enggan untuk menggunakan transportasi online. Pertama, masih adanya driver transportasi online yang tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Hal ini akan menyebabkan terjadinya hal yang tidak inginkan. Seperti terjadinya kecelakaan, membahayakan orang lain dan pengendara lainnya hingga penilangan dan sanksi tegas yang diberikan pihak berwajib atas pelanggaran di jalan raya. Secara umum, konsep keamanan mengacu pada kemampuan untuk melindungi terhadap ancaman potensial. Namun, dalam lingkungan transportasi online yaitu mulai dari data konsumen seperti informasi tentang konsumen yang tertera di aplikasi transportasi online tersebut yang berupa nomor telepon konsumen, nama lengkap konsumen pihak transportasi online harus dapat merahasiakan data pribadi konsumen, sehingga tidak adanya aksi kriminal yang terjadi. Selain keamanan yang dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan keputusan pembelian selanjutnya adalah fitur. Fitur merupakan alat persaingan untuk membedakan produk perusahaan terhadap produk sejenis yang menjadi pesaingnya. Fitur yang ditawarkan kepada konsumen diawali dari penawaran fitur-fitur yang kompleks. Konsumen akan selalu menyesuaikan fitur yang dimiliki produk/jasa dengan Fitur Layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. (Kotler, 2008). Fitur juga menjadi salah satu penunjang untuk konsumen dalam menggunakan jasa transportasi online tersebut. Semakin banyak fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi transportasi online tersebut, konsumen akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan dengan adanya fitur yang dapat memudahkan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaannya.
Selanjut faktor penentu konsumen dalam melakukan keputusan pembelian adalah dari segi Keamanannya. Keamanan yang diberikan masih kurang maksimal seperti tidak driver yang tidak ramah dan juga cara berkendara yang ugal-ugalan yang dapat membahayakan konsumen maupun pengendara lain. Menurut (Kotler, 2008) Kualitas adalah totalitas fitur dan karakteristik produk dan jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Keamanan dapat diwujudkan dengan memberikan pelayanan kepada para pelanggan sebaik mungkin sesuai dengan apa yang menjadi harapan pelanggan transportasi online yaitu mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Ketidak puasan pada salah satu atau banyak dimensi layanan tentunya akan memberikan kontribusi terhadap tingkat layanan secara keseluruhan dan menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efektif dan efesien. Apabila pelanggan merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan pihak transportasi online, maka layanan tersebut dipastikan tidak efektif dan efesien. Hal ini
144 terutama sangat penting bagi pelayanan publik. Ketika pelanggan Grab Bike merasa puas dengan pelayanan yang didapatkan, maka besar kemungkinan mereka akan kembali lagi dan menggunakan jasa transportasi online dan mereka juga akan merekomendasikan pada teman- teman, dan keluarganya tentang
transportasi online tersebut.
Grab merupakan salah satu platform O2O yang bermarkas di singapura dan paling sering digunakan di asia tenggara, menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari bagi para pelanggan termasuk perjalanan, pesan-antar makanan, pengiriman barangdan pembayaran menggunakan dompet digital. Saat ini grab menyediakan layanan di singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailad, Vietnam, Myanmar dan Kamboja. Di Indonesia, grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek (Grab Bike), mobil (Grab Car) dan Taksi (Grab Taxi) serta kurir (Grab Express) dan Pesan-antar makanan (Grab Food). Saat ini grab tersedia di 125 kota di seluruh Indonesia, mulai dari banda aceh hingga papua.
Hasil dari pra riset yang dilakukan, penulis menemukan fenomenafenomena yang terjadi di transportasi online Grab Bike yaitu mulai dari segi keamanan dimana tingkat keamanan Grab Bike masih minim, masih adanya para Driver Grab Bike yang tidak menyediakan helm bagi penumpang, terutama pada malam hari, hal ini akan menyebabkan kejadian fatal di jalan raya serta masih adanya Driver yang ugal-ugalan dan tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Ini akan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas dan juga dari segi keamanan data pribadi konsumen. Masih adanya driver yang bersikap curang seperti dengan cara meminjam telepon seluler milik konsumen, lalu melakukan pemesanan yang ditujukan ke telepon seluler milik driver tersebut. Jika pemesanan tidak tertuju pada driver tersebut lalu driver tersebut meng-cancel pemesanan secara terus menerus, hal ini akan menyebabkan akun dari konsumen tesebut akan di blokir oleh perusahaan grab tersebut. Hal ini akan menyebabkan konusmen tidak dapat menggunakan aplikasi tersebut.
Selanjutnya dari segi fitur fitur yang ditawarkan oleh grab bike masih sedikit dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Go-Jek. Serta Keamanan yang diberikan masih belum maksimal.
Bisa lihat bahwa masih adanya driver yang tidak ramah terhadap konsumennya dan juga dari segi pesan-antar makanan (Grab Food). Masih adanya pesanan makanan konsumen yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen dan keterlambatan driver dalam mengantar pesanan makanan tersebut
KAJIAN TEORI
Keputusan Pembelian adalah keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua pilihan alternatif atau lebih. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, Fitur Layanan dan produk yang sudah dikenal oleh masyarakat. Seorang konsumen yang hendak memilih harus memiliki pilihan alternatif (Sangadji, 2013). Keputusan pembelian merupakan suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, teknologi, politik,budaya, produk, Fitur Layanan, lokasi, promosi, physical evidence, people, dan process, sehingga membentuk suatu ikap pada konsumen untuuk mengolah, segala informasi dan mengembil kesimpulan beruparesponse yang muncul produk apa yang akan dibeli. Alma (2014, hal. 96). Keputusan pembelian konsumen membentuk preferensi antar merek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk maksud untuk membeli merek yang paling disukai (Kotler, 2008).
Pengertian lain tentang Keputusan pembelian adalah proses pemecahan masalah yang diarahkan pada sasaran, mereka menyebutkan inti dari pengambilan keputusan pembelia yaitu proses pengintegrasian yang mengombinsikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua perilaku alternatif atau lebih dan memilih salah satu diantaranya (Olson, 2013).Keputusan pembelian adalah proses keputusan dan tindakan orang-orang yang terlibat dalam pembelian dan
145 penggunaan produk. Faktor utama adalah sikap orang lain, faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak diharapkan yang tak terduga (Sangadji, 2013).
Keputusan pembelian merupakan tahap evaluasi yang membuat para konsumen menyusun daftar peringkat barang dalam peringkat pilihannya dimana tahap evaluasi itu akan meciptakan hasrat pembelian, sehingga konsumen akan membeli barang yang paling mereka sukai. (Lubis, 2015).
Keamanan
Suryani, (2013) menyatakan “keamanan sebagai kemampuan dalam melakukan pengontrolan dan penjagaan keamanan atas transaksi data.Lebih lanjut Park dan Kim mengatakan bahwa jaminan keamanan berperan penting dalam pembentukan kepercayaan dengan mengurangi perhatian konsumen tentang penyalahgunaan data pribadi dan transaksi data yang mudah rusak”. (Kurtz, 2008) menyatakan bahwa “pelanggan khawatir informasi mengenai diri mereka akan tersedia bagi orang lain tanpa seizin mereka, riset pemasaran mengindikasikan bahwa keamanan privasi adalah kekhawatiran utama dari para pengguna internet dan mungkin dapat menjadi penghalang bagi pertumbuhan perdagangan elektronik”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa keamanan berperan penting dalam bertransaksi secara online dalam pembentukan kepercayaan dengan mengurangi perhatian konsumen tentang penyalahgunaan data pribadi dan transaksi data yang mudah rusak..
.
Fitur Layanan
Dalam pembuatan suatu produk/jasa perlu adanya hal yang istimewa, unik dan hal yang berbeda dari produk yang lain. Fitur atau spesifikasi dalam produk tentunya dapat mewakili keunggulan dair pdouk itu sendiri. Dari fitur atau spesifikasi dari produk itu sendiri konsumen dapat membedakan dari produk satu dengan produk lainnya. Menurut (Kotler, 2008). Fitur juga menjadi salah satu penunjang untuk konsumen dalam menggunakan jasa transportasi online tersebut. Semakin banyak fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi transportasi online tersebut, konsumen akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan dengan adanya fitur yang dapat memudahkan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaannya. Menurut (sangadji, 2013) fitur adalah karakteristik yang menambah fungsi dasar suatu produk/jasa. Karena fitur ini menjadi alasan konsumen untuk memilih suatu produk/jasa, maka bagi pemasar tradisional fitur adalah alat kunci untuk mendefensiasikan produk mereka dengan produk pesaing. Menurut (Suryani, 2013) terdapat beberapa konstruk yang merupakan indikator ketersediaan fitur (Feature Availability) suatu sistem internet banking, yaitu kemudahan akses informasi tentang produk dan jasa, keberagaman layanan transaksi, keberagaman fitur, dan inovasi produk. Sedangkan menurut (Tjiptono, 2012) fitur adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa fitur adalah bagian penting dari atribut produk/jasa yang merefleksikan manfaat dan fungsi dari sebuah produk atau jasa. Fitur juga merupakan sesuatu yang istimewa yang diciptakan pada produk/jasa yang tidak terdapat pada produk lain sehingga menjadi pembeda produk/jasa tersebut dengan produk lain dan dapat dijadikan dasar pertimbangan pengambilan keputusan pembelian
Kualias Pelayanan
Kotler, (2012) menyatakan Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Menurut (Tjiptono, 2012) Dalam rangka menciptakan Keputusan Pembelian terhadap produk yang ditawarkan organisasi harus berkualitas. Istilah kualitas
146 sendiri mengandung berbagai macam penafsiran karena kualitas memiliki sejumlah level universal (sama di manapun) kultural (tergantung sistem budaya) sosial (dibentuk oleh kelas sosial ekonomi, kelompok stnis, keluarga dan teman sepergaulan) dan personal (tergantung preferensi atau setiap selera individu). Sedangkan Menurut (Sangadji, 2013) kualtias juga mencerminkan perbandingan antara tingkat layanan yang disampaikan perusahaan dibandingkan ekspetasi pelaggan. Jadi kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.Implikasinya baik buruknya Keamanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa menuhi harapan pelanggan secara konsisten
METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan berbentuk asosiatif yang berupa kajian bagaimana suatu variabel memiliki keterkatan atau hubungan dengan variabel lain, atau apakah suatu variabel dipengaruhi oleh variabel lainnya, atau apakah suatu variabel menjadi sebab perubahan variabel lainnya. Populasi Penelitian ini adalah Karyawan Swasta Pengguna Aplikasi Ojek Online Grab. Dengan sampel dipilih secara acak berjumlah 100 orang. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data primer, yaitu berupa data yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Teknik analisis Regresi Linier Berganda.
HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas
Uji ini dapat digunakan untuk melihat model regresi normal atau tidaknya dengan syarat, yaitu apabila data mengikuti garis diagonal dan menyebar disekitar garis diagonal tersebut.Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.Jika data menyebar jauh dari diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 4.1 Uji Normalitas
Berdasarkan gambar 4.1 di atas dapat dilihat bahwa data menyebar mengikuti garis diagonal artinya data antara variabel dependen dan variabel independennya memiliki hubungan atau distribusi yang normal atau memenuhi uji asumsi normalitas
Uji Multikolineritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji korelasi antara variabel independen.
Jika terjadi korelasi maka ada gejala multikolineritas. Model regresi yang terbaik seharusnya tidak korelasi antara variabel independennya.
147 Tabel 4.1
Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF
1 (Constant)
Keamanan .419 1.910
fitur layanan .613 1.721 Kualitas Layanan .521 1.813 a. Dependent Variable: Keputusan pembelian
Berdasarkan tabel diatas, hasil uji Multikolineritas menunjukan bahwa nilai VIF dan nilai toleransi untuk masing-masing variabel lebih kecil dari 10 maka seluruh variable penelitian dinyatakan bebas dari permasalahan Multikolinieritas
Uji Heteroskedastisitas
Uji Heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model sebuah regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians residual suatu pengamatan kepengamatan lain tetap, maka disebut Heterokedastisitas. Dan jika varians berbeda, maka disebut Heterokedastisitas.Model regresi yang baik adalah tidak terjadi Heterokedastisitas. Pada uji ini digunakan metode Scatterplot yang dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar 4.2
Pengujian Heteroskedastisitas
Dari gambar diatas terlihat tidak ada pola yang jelas serta titik – titik menyebar dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi.
148 Regresi Linear Berganda
Tabel 4.2 Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.128 1.711 1.993 .049
Keamanan .183 .019 .461 2.215 .002
fitur layanan .436 .032 .364 5.119 .000
Kualitas Layanan
.393 .091 .653 3.861 .013
a. Dependent Variable: Keputusan pembelian
Hasil pengolahan menggunakan data SPSS pada regression analysis tentang pengaruh Kualitas keamanan (X1) fitur layanan (X2), kualitas layanan (X3) terhadap Keputusan Pembelian(Y) dapat dilihat pada tabel sebagai 4.2 diatas:
Dari data di atas, maka model regresinya adalah :
Y = 4,128 + 0,183X1 + 0,436X2 +0,393X3
Dengan persamaan regresi linier berganda tersebut, maka dapat diartikan sebagai berikut:
1. Konstant bernilai 4.128. Hal ini menunjukkan bahwa, jika nilai Keamanan (X1) Fitur Layanan (X2) dan Kulitas Layanan (X3) sama dengan Nol (0), maka nilai Keputusan Pembelian (Y) akan meningkat sebesar 4,128.
2. Koefisien regresi keamanan (X1) sebesar 0,183 menjelaskan bahwa setiap peningkatan Keamanan (X1) sebesar 1, maka nilai Keputusan Pembelian (Y) mengalami peningkatan sebesar 0,183
3. Koefisien regresi Fitur Layanan(X2) sebesar 0,436 menjelaskan bahwa setiap peningkatan Fitur Layanan (X2) sebesar 1, maka nilai Keputusan Pembelian(Y) mengalami peningkatan sebesar 0,436
4. Koefisien regresi Kualitas Layanan (X3) sebesar 0,393 menjelaskan bahwa setiap peningkatan Fitur Layanan (X2) sebesar 1, maka nilai Keputusan Pembelian(Y) mengalami peningkatan sebesar 0,393
Uji Hipotesis Uji Parsial ( Uji t)
Tabel 4.2 Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.128 1.711 1.993 .049
Keamanan .183 .019 .461 2.215 .002
fitur layanan .436 .032 .364 5.119 .000
Kualias layanan .393 .091 .653 3.861 .013
149 a. Dependent Variable: Keputusan
pembelian
Pengaruh Keamanan terhadap Keputusan Pembelian
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah Keamanan secara individual mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap Kepuasan Pelanggan. Dari pengelolahan data SPSS 16, maka dapat diperoleh hasil uji t sebagai berikut:
thitung = 2,215 ttabel =1,985 Bentuk Pengujiannya:
H0 : rs = 0, artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
H0 : rs ≠ 0, artinya terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh antara Keamanan terhadap Keputusan Pembelian diperoleh thitung sebesar 2,215 sementara ttabel sebesar 1,985 dan bentuk pengujiannya yaitu 2,215 > 1,985 artinya H0 ditolak dan mempunyai angka signifikan sebesar 0.002< 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa secara parsial ada hubungan dan pengaruh yang signifikan antara Keamanan terhadap Keputusan Pembelian
Pengaruh Fitur Layanan terhadap Keputusan Pembelian
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah Fitur Layanan secara individual mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap Keputusan Pembelian. Dari pengelolahan data SPSS 16, maka dapat diperoleh hasil uji t sebagai berikut: thitung = 5,119 ttabel = 1,985
Bentuk Pengujiannya:
H0 : rs = 0, artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
H0 : rs ≠ 0, artinya terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh antara Fitur Layanan terhadap Keputusan Pembelian diperoleh thitung sebesar 5,119 sementara ttabel sebesar 1,985 dan bentuk pengujiannya yaitu 5,119 > 1,985 artinya H0 diterima dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,000 < 0,05 artinya H0 tolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa secara parsial ada hubungan dan pengaruh yang signifikan antara Fitur Layanan terhadap Keputusan Pembelian.
Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah Kualitas Layanan secara individual mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap Keputusan Pembelian. Dari pengelolahan data SPSS 16, maka dapat diperoleh hasil uji t sebagai berikut: thitung = 3,861 ttabel = 1,985
Bentuk Pengujiannya:
H0 : rs = 0, artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
H0 : rs ≠ 0, artinya terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh antara Fitur Layanan terhadap Keputusan Pembelian diperoleh thitung sebesar 3,681 sementara ttabel sebesar 1,985 dan bentuk pengujiannya yaitu 5,210 > 1,671 artinya H0 diterima dan mempunyai angka
150 signifikan sebesar 0,000 < 0,05 artinya H0 tolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa secara parsial ada hubungan dan pengaruh yang signifikan antara Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian
Uji Simultan ( Uji F)
Uji F dilakukan untuk menguji apakah variabel secara simultan mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap variabel terkait. Adapun data hasil pengujian yang diperoleh dari SPSS 16 dapat dilihat berdasarkan tebel berikut:
Tabel 4.5 Hasil Uji F ANOVAb Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 151.121 4 184.182 112.741 .000b Residual
Total
171.162 96 4.482
322.283 100
a. Predictors: (Constant), Kualitas layanan, Fitur Layanan, Keamanan, b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Nilai Ftabelyaitu :
Ftabel = n-k-1= 100-3-1=96 adalah 3,09 Fhitung = 112,741
Berdasarkan hasil pengujian secara simultan dapat diketahui bahwa nilai F
=112.741 > Ftabel = 3,09 artinya H0 ditolak dan mempunyai tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,00 artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Keamanan, Fitur dan Kualitas Layanan secara bersamasama (simultan) ada hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian
PEMBAHASAN
Pengaruh Keamanan Terhadap Keputusan pembelian
Berdasarkan hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh signifikan antara Keamanan terhadap keputusan pembelian. Artinya apabila pelanggan mendapatkan keamanan dalam setiap menggunakan jasa grab bike, baik dari segi perjalanan seperti driver yang selalu mengutamakan keamanan berkendara maupun dari segi akun privasi grab bike pelanggan seperti cara-cara curang yang dilakukan driver grab bike untuk mendapatkan beberapa point dari smartphonepelanggan yang dapat membuat akun pelanggan terkena blacklist oleh pihak grab bike, maka keputusan pelanggan untuk menggunakan jsasa grab bike tersebut akan meningkat karena pelanggan mendapatkan keamanan dari segi perjalanan maupun dari segi akun grab bike pelanggan. Suryani, (2013) medefinisikan keamanan sebagai kemampuan dalam melakukan pengontrolan dan penjagaan keamanan atas transaksi data. Lebih lanjut Park dan Kim mengatakan bahwa jaminan keamanan berperan penting dalam pembentukan kepercayaan dengan mengurangi perhatian konsumen tentang penyalahgunaan data pribadi dan transaksi data yang mudah rusak. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Alwafi, 2016), (Permatasari 2015) dan (Tugiso, 2016) dalam jurnalnya menyimpulkan bahwakeamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
151 Pengaruh Fitur layananTerhadap Keputusan pembelian
Berdasarkan hasil penelitian diatas antara fitur layanan terhadap keputusan pembelian menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh signifikan antara fitur layanan terhadap keputusan pembelian. Artinya apabila fitur layanan di grab bike lebih banyak dan dapat memudahkan pekerjaan pelanggan serta dengan penggunaan fitur yang bisa digunakan oleh semua pelanggan secara mudah dan praktis, maka keputusan dalam menggunakan jasa grab bike akan meningkat karena dengan banyaknya fitur-fitur yang unik dan dapat memudahkan pelanggan dalam melakukan suatu aktifitasnya. Menurut (Kotler, 2008). Fitur juga menjadi salah satu penunjang untuk konsumen dalam menggunakan jasa transportasi online tersebut.
Semakin banyak fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi transportasi online tersebut, konsumen akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan dengan adanya fitur yang dapat memudahkan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaannya. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Putra, 2016), (Laheba, 2015) dan (Octaviyanti, 2016) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwafitur layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan pembelian
Berdasarkan hasil penelitian diatas antara fitur layanan terhadap keputusan pembelian menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh signifikan antara fitur layanan terhadap keputusan pembelianpada. Artinya apabila kualitas pelayanan yang diberikan grab bike dalam setiap perjalanannya yang membuat pelanggan merasa nyaman dan aman serta dengan pelayanan driver yang ramah dan sopan, maka keputusan dalam menggunakan jasa grab bike juga akan meningkat karena pelayanan yang diberikan oleh grab bike sudah cukup memuaskan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Arianty, 2015), dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Keamanan, Fitur layanan Dan Kualitas Pelayanan Secara Bersama-sama Terhadap Keputusan pembelian
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai pengaruh antara Keamanan, fitur layanan dan kualitas pelayanan terhadap keputusan menggunakan Transportasi online Pada Karyawan Swasta di Kota Medan. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 ≤ 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Keamanan, fitur layanan dan kualitas pelayanan secara bersama - sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh Keamanan Fitur Layanan terhadap Keputusan PembelianPT. Kereta Api Indonesia Divre I Sumut, dapat disimpulkan sebagai berikut : Secara parsial diketahui bahwa Keamanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Karyawan Swasta di Kota Medan Secara parsial diketahui bahwa fitur layananmemiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Karyawan Swasta di Kota Medan Secara parsial diketahui bahwa kualitas pelayananmemiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian karyawan swasta di Kota Medan Secara simultan diketahui bahwa keamanan, fitur layanan dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Karyawan Swasta di Kota Medan
Referensi
Adam, M. (2015). Manajemen pemasaran jasa. Bandung: CV. Alfabeta.
Adyanto, B. C., & Santosa, S. B. (2018). Pengaruh Kualitas Layanan, Brand Image, Harga
152 dan Kepercayaan Produk Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Layanan
E. Commerce BerryBenka.com). Diponegoro Journal Of Manajement,7(1), 1- 20.
Alma, B. (2014). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.
Alwafi, F., & Magnadi. R. H.(2016). Pengaruh Persepsi Keamanan, Kemudahan Bertransaksi, Kepercayaan Terhadap Toko Dan Pengalaman Berbelanja Terhadap Minat Beli Secara Online Pada Situs Jual Beli Tokopedia.com. Diponegoro Journal Of Management,5(2), 1-15.
Arianty, N. (2015). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Handphone Samsung. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 16(2), 68-81.
Boone, L. E., & Kurtz, D. L. (2008). Pengantar Bisnis Kontenporer. Jakarta: Salemba Empat.
Griffin, R. W., & Ronald, J. E. (2009). Manajemen Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Gultom, D. K., Ginting, P., & Sembiring, B. K. (2014). Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 14(1), 21-33.
Juliandi, A., Irfan., & Manurung, S. (2015). Metodologi Penelitian Bisnis. Medan: UMSU PRESS.
Kotler, P. (2008). Manajemen pemasaran. Jakarta:Erlangga.
Laheba, Y. A., Tumbuan, W.J.F. A., & Soepeno, D. (2015). Pengaruh Citra Merek, Fitur Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Samsung (Studi Pada Mahasiswa FEB Unsrat Manado). Jurnal EMBA,3(3), 99-108.
Lubis, A. A. (2015). Pengaruh Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Surat Kabar Pada PT. Suara Barisan Hijau Harian Orbit Medan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 16(2), 1-11.
Nitisusastro, M. (2012). Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Kewirausahaan . Bandung:
Alfabeta.
Octaviyanti, G. E. (2016). Pengaruh Fitur Dan Brand Image Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen All New Toyota Yaris Di Kota Bandung. JAB: Jurnal Administrasi Bisnis, 8(3), 34-45.
Parasuraman. A. (2015). Metode Kualitas Pelayanan. Jakarta: Erlangga.
Permatasari, C. D. W. (2015). Pengaruh Kepercayaan, Keamanan, Persepsi Resiko Dan Kualita Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Pada Pengguna Situs Olx.co.id. Jurnal Universitas Dian Nuswantoro, 1(2), 20-35.
Putra, P. A. W. (2016). Pengaruh Fitur, Layanan Pelengkap Dan Garansi Terhadap
Keputusan Pembelian Handphone (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana Denpasar). Jurnal EMBA,15(2), 2349-2362.
Sangadji, M. E. (2013). Perilaku Konsumen Pendekatan Praktis. Yogyakarta: CV andi offset.
Schiffman, G. L., &Kanuk, L. L. (2009). Perilaku Konsumen. Jakarta: Indeks.
Setiadi, N. J. (2013). Perilaku Konsumen : Konsep dan Implikasi Untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta : Grahailmu.
Suryani, T. (2013). Perilaku Konsumen Di Era Internet. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutisna. (2015). Perilaku Konsumen Dan Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Tjiptono, F.(2012), Pemasaran Strategik. Yogyakarta: ANDI.
Tugiso, I., Haryono, A. T., & Minarsih, M. M. (2016). Pengaruh Keamanan, Kepercayaan, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Toko Online Dan Loyalitas Konsumen Sebagai Variabel Intervening. Journal Of Management,2(2), 1-18.