• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN INTRUMEN PENILAIAN. SKOR Responsif /proaktif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAMPIRAN INTRUMEN PENILAIAN. SKOR Responsif /proaktif"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

LAMPIRAN INTRUMEN PENILAIAN

a. Penilaian Afektif

Satuan pendidikan : SMA NEGERI 1 JATIBARANG Tahun pelajaran : 2022/2023

Kelas/Semester : XI/1 Mata Pelajaran : Ekonomi

Materi : Kebijakan Moneter

Pedoman penskoran penilaian afektif 1. Kehadiran : 4 2. Responsif/proaktif : 6

- Aktif : 3 - Kurang aktif : 2 - Tidak aktif : 1

3. Kerjasama : 6 - Aktif : 3

- Kurang aktif : 2 - Tidak aktif 1

4. Bertanggungjawab : 4 Menumpulkan tugas tepat waktu : 3 Terlambat mengumpulkan tugas : 1

Nilai = Skor perolehan X 100%

Skor Maksimal No Nama Siswa

SKOR

Nilai Akhir Kehadiran Responsif

/proaktif Kerjasama Bertanggung jawab 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

(5)

b. Penilaian Kognitif

Satuan pendidikan : SMA NEGERI 1 JATIBARANG Tahun pelajaran : 2022/2023

Kelas/Semester : XI/1 Mata Pelajaran : Ekonomi

Materi : Kebijakan Moneter

Soal : Pilihan Ganda dan disajikan ke siswa dalam bentuk Google form melalui link …….

1. Jelaskan yang dimaksud kebijakan moneter?

2. Jelaskan tujuan kebijakan moneter 3. Sebutkan jenis kebijakan moneter 4. Sebutkan intrumen kebijakan moneter

5. Bagaimana mekanisme kebijakan politik diskonto?

Pedoman penilaian

- Menjawab pertanyaan dengan tepat skor 2 - Menjawab perntayaan kurang tepat skor 1,5 - Menjawab pertanyaan tidak tepat skor 0.5

Nilai = jumlah perolehan skor

Kunci Jawaban

1. - Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menambah aatau mengurangi ( mengendaikan ) jumlah uang yang beredar agar kestabilan ekonomi tetap terjaga . - Kebiajakn yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya untuk mencapai

pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga

2. – menjaga stabilitas ekonomi - Menjaga kestabilan harga - Menjaga kesempatan kerja

- Memperbaikai neraca perdagangan dan neraca pembayaran 3. Jenis – jenis kebijakan moneter

- Kebijakan moneter ekpansif - Kebijakan moeter konstraktif 4. Intrumen kebijakan moneter

- Politik diskonto

(6)

- Kebijakan operasi pasar terbuka - Moral suasion ( imbauan moral ) - Kebijakan Cadangan kas

5. Mekanisme kerja politik diskonto

Ketika negara ingin menambah jumlah uang yang beredar dimasyarakat, maka tingkat suku bunga akan diturunkan, sebaliknya jika negara ingin mengurangi jumlah uang yang beredar maka manikkan suku bunga

pilgan

1. Suatu kebijakan yang dilakukan oleh bank Indonesia yang bertujuan untuk mengatur jumlah uang beredar dan mengurangi jumlah uang masyarakat merupakan kebijakan ….

a. kebijakan moneter

b. Kebijakan politik pasar terbuka c. kebijakan fiskal

d. Kebijakan diskonto e. kebijakan kontraktif

2. Tinggi rendahnya harga barang sangat mempengaruhi perekonomian suatu negara Jika harga di pasaran tinggi Maka Pemerintah berupaya untuk mengurangi

kenaikan harga tersebut Pernyataan tersebut merupakan tujuan dari kebijakan moneter dalam hal….

a. Menjaga kestabilan nilai rupiah b. menjadi kestabilan ekonomi c. Memperbaiki neraca perdagangan d. dan neraca pembayaran

e. membuka lowongan

3. Berikut ini merupakan instrumen kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral kecuali….

a. Politik inflasi b. politik diskon

c. diskon operasi pasar terbuka d. Cadangan kas bank umum e. Moral suasion

4. Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter….

a. ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. kontraktif dengan menaikkan reserve requirement rati d. kontraktif dengan menurunkan reserve requirement rat e. ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto

(7)

5. Dilakukan dengan cara apakah kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter?

a. Mengatur jumlah pemberian kredit

b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang

c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan

e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum

Kunci jawaban 1. kebijakan moneter

2. Menjaga kestabilan nilai rupiah 3. Politik inflasi

4. kontraktif dengan menaikkan reserve requirement rati

5. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum

(8)

c. Penilaian Ketrampilan

Penilaian kompetensi ketrampilan : Penilaian Presentasi / Unjuk Kerja

KD IPK

4.5. Menyajikan hasil analisis kebijakan moneter dan kebijakan fiscal

4.5.1. Mengevaluasi peran dan fungsi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal

No Nama

Siswa/Kelompok

Skor Perolehan Bahasa Penyampai Jml

an materi

Ketepatan Menjawab Pertanyan

Pengguna

an media Laporan 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Nilai atau skor dalam rentang 0 – 100

Nilai akhir ketrampilan : Nilai = Jumlah Skor Perolehan

5

(9)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Jatibarang

Mata Pelajaran : Ekonomi

Kelas / Semester : XI / Ganjil

Materi : Kebijakan Moneter

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

3.5.1 Menjelaskan pengertian kebijakan moneter 3.5.2 Mengindentifikasi bentuk kebijakan moneter 3.5.3 Mengidentifikasi tujuan kebijakan moneter

3.5.4 Mengklasifikasikan instrument kebijakan moneter

3.5.5 Menganalisis peran kebijakan moneter dalam perekonomian 4.5.1 Menganalisis instrument kebijakan moneter dan fiscal

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran flipped Classroom, peserta didik dapat menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, dan menyajikan hasil analisis hasil analisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dengan benar dan tepat serta dengan penuh tanggung jawab, bekerja keras dan bekerja sama.

E. Petunjuk:

1. Baca secara cermat sebelum anda mengerjakan tugas

2. Buatlah kelompok dengan anggota 5 orang untuk mengerjakan LKPD ini

3. Baca literatur lain untuk memperkuat pemahaman anda, kemudian diskusikan dengan teman sekelompokmu

4. Isilah bagian yang kosong dan jawablah pertanyaan pada LKPD ini dengan tepat.

5. Dalam melakukan kegiatan hendaknya mengutamakan kerja sama dengan anggotanya sehingga mencapai hasil belajar yang maksimal

6. Jika mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan, dapat bertanya kepada guru A. Identitas

Kelompok :

Nama Kelompok / No Absen : 1.

: 2.

: 3.

: 4.

: 5.

Kelas :

B. Kompetensi Dasar

3.5 Menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal 4.5 Menyajikan hasil analisis kebijakan moneter dan

kebijakan fiskal

(10)

4. Uraikan hubungan antara penerapan tingkat giro wajib minimum oleh bank sentral dan jumlah uang yang beredar

...

...

...

5. Terangkan tujuan bank sentral menerapkan kewajiban moneter menjual sertifikat bank Indonesia! Dalam kondisi apa hal tersebut diterapkan?

...

...

6. Bagaimana kebijakan moneter dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran?

...

...

...

7. Kondisi perekonomian negara A mengalami inflasi yang cukup tinggi. Harga-harga barang kebutuhan pokok melonjak tajam. Masayarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Analisislah kebijakan moneter yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut ...

...

...

8. Apa yang anda lakukan pada saat bank Indonesia mengeluarkan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga terkait dengan investasi anda di pasar saham!

...

...

...

Jawalah pertanyaan berikut ini !

1. Jelasakan yang dimasuk dengan kebijakan moneter!

...

...

2. Berikan contoh penerapan kebijakan moneter ekspansif!

...

...

3. Bagaimana mekanisme kebijakan moneter dapat meningkatkan kesempatan kerja atau membuka lapangan kerja baru!

...

...

...

(11)

Bacalah dan diskusikan dengan kelompokmu!

BI Rate Dipangkas hingga 4,25%, Kebijakan Moneter "Sengaja" Dibuat Sejalan Sektor Riil dan Fiskal.

Jurnalis · Jum'at 10 November 2017 15:56 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai kebijakan moneter seharusnya bisa sejalan dengan sektor riil dan sektor fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh optimal.Hal tersebut disampaikan Bambang menanggapi kebijakan Bank Indonesia selaku otoritas moneter yang disebut sejumlah

pengamat kurang tepat menurunkan suku bunga acuan pada Agustus dan September lalu berturut-turut dari 4,75% menjadi 4,25%.

"Saya enggan mengomentari ya, karena menurut saya kebijakan moneter itu tentunya harus sejalan sama sektor riil dan fiskalnya. Waktu itu yang dilakukan otoritas moneter ikut membantu stimulasi pertumbuhan sebenarnya," ujar Bambang saat ditemui di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, ekonom senior dari Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, kebijakan penurunan suku bunga yang dilakukan bank sentral kurang tepat padahal hampir dipastikan Bank Sentral AS The Fed akan menaikkan suku bunga di Desember 2017 mendatang.

Ia juga menuturkan, penurunan suku bunga acuan tersebut juga membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sehingga bank sentral harus melakukan intervensi dan akibatnya cadangan devisa tergerus.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2017 tercatat USD126,5 miliar. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan akhir September 2017 yang sebesar USD129,4 miliar.

Penurunan cadangan devisa pada Oktober 2017 tersebut terutama dipengaruhi oleh

penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Di samping itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk.

Pada Agustus 2017 lalu, BI menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate dari 4,75% menjadi 4,5%. Saat itu, bank sentral menyebutkan, Penurunan suku bunga kebijakan diharapkan dapat memperkuat intermediasi perbankan sehingga memperkokoh stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Sebulan kemudian, BI kembali menurunkan suku bunga acuan dari 4,5% menjadi 4,25%. BI kembali menyebutkan, penurunan suku bunga kebijakan tersebut diharapkan dapat

mendukung perbaikan intermediasi perbankan dan pemulihan ekonomi domestik yang sedang berlangsung.

Sumber: okefinance Hal-hal yang perlu anda diskusikan sebagai berikut:

1. Jenis kebijakan moneter apa yang diambil pemerintah dalam artikel tersebut!

2. Mengapa pemerintah menggunkan kebijakan tersebut!

3. Dampak apa yang diperoleh dari penerapan kebijakan tersebut!

(12)

Penyelesaian

1. ...

...

...

...

...

...

...

...

...

2. ...

...

...

...

...

...

...

...

3. ...

...

...

...

...

...

...

4. ...

...

...

...

...

...

(13)

Hand Out Ekonomi

Penyusun:

Ade Aningsih

(197801012014092002)

Kebijakan Moneter

Kelas XI Semester 1

(14)

Puji syukur Penulis haturkan pada Allah SWT Tuhan Yang maha Esa, yang telah memberikan rahmatNya sehingga penyusunan bahan ajar mata pelajaran Ekonomi ini dapat diselesaikan dengan baik. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan produktif perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan oleh semua pihak, terutama sekolah perlu mengadakan berbagai upaya untuk meningkatkan peran sertanya dalam menciptakan output yang berkualitas, profesional, produktif dan penuh daya saing di era milenial dan global sehingga program sekolah mampu memberikan peranan yang cukup penting di masyarakat.

Pengembangkan bahan ajar bertujuan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa yang sebeulmnya telah mempelajari materi Bank Sentral. Dengan bantuan bahan ajar ini siswa diharapkan siswa akan memiliki pengetahuan awal dan pengetahuan dasar, terutama berkaitan dengan lembaga keuangan. Penyususnan materi pembelajaran yang sistematis dalam bahan ajar ini diharapkan mampu mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Untuk pembentukan kompetensi, pendalaman dan perluasan materi sebaiknya siswa menambah pengalaman pembelajaran melalui obsevasi dilapangan, studi referensi, diskusi,dan tutorial dengan guru atau pembimbing.

Penulis menyadari bahwa bahan ajar ekonomi mengenai Bank Sentral ini masih ada kekurangan, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penyempurnaan bahan ajar ini.

Jatibarang, 1 Agustus 2022

Penulis

KATA PENGANTAR

(15)

Judul ... 1

Kata Pengantar ... 2

Pendahuluan ... 3

Kompetensi dasar ... 4

Indikator Pencapaian Kompetensi ... 4

Tujuan Pembelajaran ... 4

Peta Konsep ... 5

A. Pengertian Kebijakan Moneter ... 6

B. Tujuan Kebijakan Moneter ... 6

C. Bentuk Kebijakan Moneter ... 7

D. Instrumen Kebijakan Moneter ... 8

E. Peran Kebijakan Moneter ... 9

Latihan Soal ... 10

Rangkuman ... 11

Glosarium ... 12

Daftar Pustaka ... 13

DAFTAR ISI

(16)

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.5.1 Menjelaskan pengertian kebijakan moneter 3.5.2 Mengindentifikasi bentuk kebijakan moneter 3.5.3 Mengidentifikasi tujuan kebijakan moneter

3.5.4 Mengklasifikasikan instrument kebijakan moneter

3.5.5 Menganalisis peran kebijakan moneter dalam perekonomian 4.5.1 Menganalisis instrument kebijakan moneter dan fiskal

Kompetensi Dasar

3.5 Menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal

4.5 Menyajikan hasil analisis kebijakan moneter dan kebijakan fiscal

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pendekatan

saintifik dengan menggunakan model pembelajaran Flipped

Classroom peserta didik dapat menganalisis kebijakan moneter

dan kebijakan fiskal, dan menyajikan hasil analisis hasil analisis

kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dengan benar dan tepat

serta dengan penuh tanggung jawab, bekerja keras dan bekerja

sama.

(17)

KEBIJAKAN MONETER

Pengertian

Kebijakan

Moneter Bentuk

Tujuan

Instrument

Peran

(18)

1. Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Bank Indonesia, kebijakan moneter adalah kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter (dapat berupa uang beredar, uang primer, atau kredit perbankan) dan atau suku bunga untuk mencapai stabilitas makro ekonomi.

2. Boediono Moneter : Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah tindakan pemerintah melalui Bank Sentral untuk mempengaruhi dalam situasi makro yang dilaksanakan yaitu dengan menyeimbangkan jumlah uang beredar dengan penawaran barang sehingga inflasi dapat dikendalikan, tercapainya kesempatan kerja penuh dan kelancaran suplai atau distribusi barang.

3. Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral untuk mengelola persediaan uang suatu negara demi mencapai tujuan tertentu, misalnya menjaga stabilitas nilai mata uang, dan meningkatkan kesempatan kerja.

Untuk memahami lebih jelas tentang ilustarasi konsep kebijakan moneter berikut link youtube video yang bisa disaksikan oleh siswa https://youtu.be/KMPnVroI2vE

a. Menjaga Stabilitas Ekonomi

Tujuan pertama dari kebijakan moneter adalah menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Stabilitas pertumbuhan ekonomi merupakan kondisi dimana pertumbuhan ekonomi suatu negara berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Atau dalam kata lain, uang yang beredar sesuai dengan ketersediaan barang atau jasa di suatu negara.

b. Menjaga Stabilitas Harga

Hal yang sering dihubungkan dengan kebijakan moneter adalah jumlah uang beredar dan ketersediaan antara barang dan jasa. Ketika uang, barang dan jasa saling

berhubungan, maka akan muncullah harga. Harga tersebut yang butuh dijaga kestabilannya.

PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER

TUJUAN KEBIJAKAN MONETER

(19)

c. Meningkatkan Kesempatan Kerja

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa kebijakan ini akan berkaitan dengan peredaran uang dan ketersediaan barang atau jasa, yang berlanjut pada kestabilan harga dan pertumbuhan ekonomi. Maka, kebijakan moneter yang baik juga akan kondisi ekonomi baik, dan nilai investasi meningkat. Saat nilai investasi meningkat, maka kesempatan kerja akan terbuka lebar.

d. Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran

Jika suatu negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, harga-harga barang ekspor akan lebih murah, sehingga nantinya akan memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Selanjutnya akan bisa memperbaiki neraca pembayaran dan neraca perdagangan.

Kebijakan moneter dibedakan menjadi dua macam bentuk yaitu :

a. Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary Expansive Policy) adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat). Kebijakan ini diterapkan pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan moneter ekspansif ini disebut juga sebagai politik uang longgar (Easy Money Policy)

b. Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy) adalah kebijakan yang dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Kebijakan moneter kontraktif disebut juga dengan kebijakan uang ketat (Tight Money Policy)

Instrumen kebijakan moneter atau jenis kebijakan moneter, diantaranya : a. Kebijakan Moneter Kuantitatif

Kebijakan moneter dalam rangka untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar yang bersifat kuantitatif antara lain :

1) Discount Policy (Politik diskonto) artinya kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga bank dalam rangka untuk memperlancar likuiditas sehari-hari.

Bila bank sentral menaikkan suku bunga akan berakibat mengurangi jumlah uang yang beredar untuk mengatasi inflasi

INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER BENTUK KEBIJAKAN MONETER

(20)

Jadi, ketika suku bunga dinaikkan maka masyarakat akan lebih tertarik untuk menabung di bank, Squad karena akan mendapatkan bunga yang lebih besar.

Karena masyarakat berbondong-bondong menabung, maka uang yang bererdar akan berkurang, karena uangnya disimpan di bank.

Bila menurunkan suku bunga maka akan menambah jumlah uang yang beredar untuk mengatasi deflasi

Jadi, ketika suku bunga diturunkan maka masyarakat akan lebih tertarik untuk menggunakan uang karena bila ditabung hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit.

2) Open Market Policy (Politik pasar terbuka atau operasi pasar terbuka) artinya Kebijakan untuk memperjualbelikan surat-surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar uang.

Bila bank sentral menjual SBI, maka akan mengurangi jumlah uang beredar untuk mengatasi inflasi

Ketika SBI dibeli oleh masyarakat, maka uang akan diterima bank sentral, akibatnya dapat mengurangi jumlah uang beredar.

Bila bank sentral membeli SBI, maka akan menambah jumlah uang beredar untuk mengatasi defaluasi

Ketika bank sentral akan membeli SBI, maka bank sentral akan menukarkannya dengan uang, sehingga uang yang beredar di masyarakat akan bertambah.

3) Cash Receive Ratio (Politik Cadangan Kas atau Giro wajib minimum) artinya kebijakan untuk menaikan atau menurunkan cadangan kas yang harus ada di

bank-bank umum.

Bila bank sentral menaikkan cadangan kas maka akan mengurangi jumlah uang beredar untuk mengatasi inflasi.

Nah, akibatnya bank umum harus menahan uang lebih banyak sebagai cadangan, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi, Squad.

Bila menurunkan cadangan kas maka akan menambah jumlah uang beredar untuk mengatasi deflasi.

Jadi, bank umum harus mengelurakan uang lebih banyak ke masyarakat daripada menahan uang tersebut sebagai cadangan, nah karenanya jumlah uang yang beredar akan bertambah di masyarakat.

(21)

b. Kebijakan Moneter Kualitatif

1) Plafon Credit Policy (Politik Pagu kredit) artinya kebijakan untuk memperketat atau mempermudah dalam pembelian pinjaman kepada masyarakat.

Kredit Ketat adalah kebijakan bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar untuk mengatasi inflasi, maksudnya adalah syarat pemberian yang ketat

akan mengurangi jumlah masyarakat atau pengusaha yang bisa memperoleh kredit, karena kesulitan dalam memperoleh kredit dengan syarat-syarat yang dipersulit.

Kredit longgar adalah kebijakan bank sentral untuk menambah jumlah uang yang beredar untuk mengatasi deflasi, maksudnya adalah syarat pemberian yang longgar akan menambah jumlah masyarakat atau pengusaha yang bisa memperoleh kredit karena kemudahan dalam memperoleh kredit dengan syarat- syarat yang dipermudah. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat ditingkatkan.

2) Moral Persuation Policy (Politik Persuasi Moral) artinya Bank Indonesia menghimbau kepada bank-bank umum untuk mempertimbangkan kondisi ekonomi secara makro agar arus uang dapat berjalan dengan lancar.

1. Mempertahankan iklim investasi

Dengan tingkat inflasi yang rendah, maka iklim investasi akan tetap hidup. Jika inflasi rendah, suku bunga bank juga cenderung rendah. Rendahnya suku bunga bank akan mendorong orang untuk melakukan investasi atau usaha baru.

2. Memperluas kesempatan kerja

Kebijakan moneter dapat menciptakan iklim kondusif bagi berlangsungnya berbagai kegiatan ekonomi. Setiap kegiatan ekonomi membutuhkan tenaga kerja. Adanya kegiatan ekonomi berarti pula memperluas kesempatan kerja.

3. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi

Keadaan ekonomi yang kondusif memungkinkan terjadinya pertumbuhan ekonomi.

Adanya kestabilan nilai kurs mata uang serta kestabilan harga barang dan jasa sangat dibutuhkan para investor atau pengusaha dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Kegiatan ekonomi yang berjalan baik menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

4. Memperbaiki kondisi neraca pembayaran

Neraca pembayaran nasional dikatakan baik jika mengalami surplus atau nilai ekspor melebih nilai impor. Untuk mencapai kondisi tersebut, kebijakan moneter yang terkait

PERAN KEBIJAKAN MONETER

ruangguru.com

(22)

dengan mata uang atau nilai kurs sangat diperlukan. Kebijakan moneter dapat mempertahankan stabilitas kurs maupun menurunkan ke tingkat yang diinginkan 5. Menjaga kestabilan nilai kurs mata uang

Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter berupa operasi pasar terbuka. Dalam keadaan apabila nilai kurs mata uang rupiah merosot tajam dibanding dollar Amerika Serikat, maka Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dengan menjual dollar.

6. Menjaga kestabilan harga barang dan jasa

Masyarakat membutuhkan keadaan dimana harga barang dan jasa tetap stabil

sehingga dapat menjalankan usahanya. Untuk menciptakan keadaan seperti itu, maka Bank Indonesia dapat melakukan kebijakan moneter berupa menaikkan atau

menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

7. Menurunkan laju inflasi

Bank Indonesia dapat melakukan kebijakan moneter untuk menurunkan jumlah uang yang beredar (JUB). Untuk menurunkan jumlah uang yang beredar, kebijakan moneter yang diambil dapat berupa menaikkan atau menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau pun dengan kebijakan moneter lainnya yaitu reserve requirements.

Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!

1. Jelaskan pengertian kebijakan moneter!

2. Identifikasikan bentuk kebijakn moneter!

3. Identifikasikan tujuan kebijakan Moneter!

4. Bagaimana peran kebijakan moneter?

5. Identifikasikan instrument kebijakan moneter kualitatif!

LATIHAN SOAL

(23)

o Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral untuk mengelola persediaan uang suatu negara demi mencapai tujuan tertentu, misalnya menjaga stabilitas nilai mata uang, dan meningkatkan kesempatan kerja.

o Bentuk kebijakan moneter: kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive policy) dan kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive policy).

o Tujuan kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ekonomi, menjaga kestabilan harga, meningkatkan kesempatan kerja.

o Instrumen Kebijakan Moneter

Kebijakan kuantitatif: kebijakan diskonto, operasi pasar terbuka, dan politik cadangan kas Kebijakan kualitatif: politik pagu kredit dan politik pembujukan moral.

o Peran kebijakan moneter : Mempertahankan iklim investasi, memperluas kesempatan kerja, Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, memperbaiki kondisi neraca pembayaran, dll.

RANGKUMAN

(24)

Giro wajib minimum: kebijakan untuk menaikan atau menurunkan cadangan kas yang harus ada di bank-bank umum

Kebijakan moneter: suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral untuk mengelola persediaan uang suatu negara demi mencapai tujuan tertentu, misalnya menjaga stabilitas nilai mata uang, dan meningkatkan kesempatan kerja.

Kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive policy): suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.

Kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive policy): kebijakan yang dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah uang beredar.

Moral persuation policy (politik pembujukan moral) artinya Bank Indonesia menghimbau kepada bank-bank umum untuk mempertimbangkan kondisi ekonomi secara makro agar arus uang dapat berjalan dengan lancer

Politik diskonto: kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga bank dalam rangka untuk memperlancar likuiditas sehari-hari.

Operasi pasar terbuka: kebijakan untuk memperjualbelikan surat-surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar uang.

Plafon Credit Policy (Politik Pagu kredit): kebijakan untuk mmperketat atau mempermudah dalam pembelian pinjaman kepada masyarakat

Sertifikat Bank Indonesia SBI: surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan sistem

diskonto/bunga.

Tingkat inflasi: tingkat perubahan harga

GLOSARIUM

(25)

Alam S. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: Esis

Badiyanto Agus. 2017. Modul Pembelajaran Ekonomi. Klaten:Viva Pakarindo

Ismawanto. 2017. Panduan Materi Sukses Olimpiade Sains Ekonomi Jilid 1 (Makro dan Mikro). Jakarta: Bina Prestasi Insani.

https://cpssoft.com/blog/keuangan/penjelasan-lengkap-kebijakan-moneter/

https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/kebijakan-moneter.html

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen Bill of Lading adalah dokumen perjanjian yang menyatakan bahwa pihak perusahaan pelayaran JOBSTL CENTRUM LOGISTIC GMBH telah ditunjuk sebagai shipper (eksportir)

then relate it to the most important environmental variables (radiation, temperature, vapour pressure deficit) using the multiplicative model of Jarvis.. In this paper, some

[r]

Hasilnya menunjukkan bahwa (1) dari segi tingkat maslahah, perbankan Syariah di Indonesia lebih tinggi daripada di Malaysia, (2) usaha yang lebih tinggi

Menurut Undang-undang no. 19 tahun 2000 tentang Penagihan Dengan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang dengan

Berdasarkan hasil data statistik berkebalikan dengan hipotesis yang diinginkan dan berdasarkan dengan teori bahwa ada perbedaan kadar protein total antara penggiat

Hasil tangkapan ikan karang target dengan menggunakan fyke net modifikasi adalah dominan berdasarkan berat terhadap ikan non-target.. (Kata Kunci: sayap berserambi,

(2) Pemenuhan kewajiban adat setempat dan/ atau kewajiban menurut hukum yang hidup dalam masyarakat sebagaimana di- maksud pada ayat (1) merupakan pidana pokok atau yang